October 25, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 2 – Chapter 10: Mountains of Loot

 

Setelah ia selesai berburu di BarKhan’s Crypt, Weed kembali ke Seagull dengan Helain’s Grail di tangannya. Seagull telah sembuh dan sedang menggali tanaman herbal.

“Ah, akhirnya kau datang. Bagaimana dengan quest ku? Apa kau berhasil merebut kembali harta karun Freya?”

Seagull membombardir Weed dengan pertanyaan satu demi satu.

“Ya, ini dia.”

Weed mengeluarkan Helain’s Grail dan menunjukkannya pada Seagull.

“Ohhh! Akhirnya, artifak suci ini dapat dikembalikan ke Order of Freya. Terima kasih. Sejujurnya, aku tak terlalu berharap banyak ketika pertama kali aku melihatmu karena kemampuan mu yang masih rendah, namun kau benar-benar melakukan ini dengan baik.”

 Stolen Treasure of Freya selesai
Order of Freya menerima ramalan tentang datangnya era dimana kekacauan akan berkuasa sekali lagi.

Berharap untuk merubah takdir, Order of Freya membina murid-murid berbakat dan mengembangkan bakat mereka. Para Holy Knight dan priest ini ditakdirkan untuk mengambil kembali harta suci yang dicuri.

Seagull diperintahkan untuk mengembalikan Helain’s Grail yang dicuri, namun ia gagal dimana kau berhasil.

 Kau mendapat 200 Fame (+200 Fame)

Level mu naik.
Level mu naik.

Seperti yang diduga, hadiahnya benar-benar memiliki skala yang berbeda dari quest lain, karena berhubungan dengan kuil.

200 Fame dan 2 kali naik level!

Tapi, Seagull tak mengambil Helain’s Grail.

“Maafkan aku untuk mengganggumu sekali lagi, namun bisakah kau mengembalikan Helain’s Grail ke Order of Freya?”

“Aku?”

“Ya, aku bisa saja membawanya sendiri, namun kekuatan kegelapan tengah mencoba untuk bangkit sekali lagi. Ada tanda-tanda akan usahanya.”

“Tanda-tanda… maksudmu…”

“Ini hanya rumor yang belum jelas, tapi sepertinya BarKhan pernah mencoba untuk membuka rahasia tentang keabadian dalam pertempuran terakhir. Ada kabar bahwa ia sedang mencoba untuk membangkitkan dirinya sendiri dan sekali lagi membuat pasukan. Tapi, tak ada yang tahu lokasi atau ukuran pasukannya. Aku mohon; tolong bawa Helain’s Grail ini ke Order of Freya! Aku harus mempersiapkan agar seluruh Avian siap untuk menerima serangan yang mungkin terjadi, dan aku tak punya waktu untuk hal lain.”

Ting!

Quest: Deliver Helain’s Grail
Seagull berada dalam situasi dimana ia tak bisa pergi ke kota Somre dimana Order of Freya berada.Ia harus bersiap-siap untuk kembalinya BarKhan yang abadi.

Kau adalah orang yang paling dipercaya oleh Seagull.

Tingkat kesulitan: C

Hadiah: Tak diketahui

Syarat: Kau harus menyelesaikan quest ini dalam waktu 3 bulan.

‘Ini adalah chain quest!’

“Tugas ini sepertinya sangat penting untuk kedamaian seluruh benua. Tak mungkin bagiku untuk menolak tugas sepenting ini. Aku akan mengembalikan harta karun ini ke kuil secepat mungkin.”

Kau menerima quest.

“Terima kasih!”

Seagull mengepakkan sayapnya dengan senang hati.

Tak peduli bagaimana pun Seagull mencoba untuk bersikap penuh martabat, ia tak bisa mengubah fakta bahwa ia adalah Avian yang imut dengan tampilan yang rasanya enak untuk dipeluk. Sejujurnya, Weed harus melihat ke sisi lain untuk menghindari agar ia tak tertawa pada wajah imut dan mata berkilau Seagull.

Tapi, ia tetap fokus, dan berencana untuk memanfaatkan mood Seagull yang sedang bagus. Suatu kesempatan untuk keahlian yang ia miliki: memuji orang untuk mendapat informasi sebanyak mungkin yang ia bisa dapatkan. Insting Weed tak akan membiarkan dirinya kehilangan kesempatan, dan ada satu disini.

“Seagull, Aku dengar kau adalah herbalist paling hebat di Lavias.”

“Hah? Oh, aku lumayan ahli soal itu, sekalipun kau tak akan bisa menemukan herbalist yang lebih tampan, atau lebih keren dariku diantara para Avian.”

Pujian akan menyenangkan hati semua orang, dan hal itu khususnya bekerja sangat baik pada Avian yang bodoh.

“Jadi bagaimana caramu membedakan tanaman herbal yang ada?”

“Ah? Jadi kau ingin belajar pengobatan botani?”

“Ya. Aku ingin belajar semua yang bisa diajarkan oleh anda. Lagipula, bukankah ada makna di setiap hal yang dilakukan orang hebat seperti anda? Sejujurnya, aku ingin mengikuti langkah anda dan menjadi orang bijak seperti anda.”

“Aku suka caramu berpikir. Tentu saja penting untuk bisa membedakan tanaman herbal, namun faktor yang krusial adalah bagaimana caramu menggalinya dari tanah. Kau tak boleh membiarkan akarnya rusak. Mulai dengan menyendoki tanah disekitar dengan perlahan dan hati-hati…”

Skill: Kau belajar Medical Botany

***

Weed kembali berburu di BarKhan’s Crypt selama beberapa waktu sebelum pergi untuk mengembalikan grail ke Order of Freya. Yang ia sesalkan adalah, ia tak bisa berburu di Balog’s Ruin, Gahet’s Holy Place, atau Secmail’s Relics. Tapi pada akhirnya memang aku ingin menyelesaikan semua dungeon itu sendirian. Monster terlemah di tempat-tempat itu adalah Death Knight. Monster lainnya: Balog, Succubi, Blood Ladies, dan Blood Lords, semuanya adalah monster yang memiliki level diatas 400. Mereka terlalu kuat bahkan untuk Weed.

Para monster itu mampu mengetahui adanya seorang player dengan insting, jadi ia tak bisa bergerak sambil bersembunyi seperti yang ia lakukan dulu untuk menghindari Death Knight. Namun pada akhirnya ia memang sedang ingin pergi meninggalkan Lavias, jadi ia tak terlalu memikirkannya.

“Selamat datang, manusia!”

Pemilik toko adalah Avian yang dikenal baik oleh Weed, tapi Weed masih dilayani bagaikan orang yang tak dikenal, gara-gara ingatan Avian yang sangat pendek.

“Aku ingin membeli 200 Feathers of Lightness dan 1.000 Fruits of Heaven.”

Pemilik toko terkejut.

“Ohh, akan sangat mahal jika kau membeli sebanyak itu, apa kau tak apa?”

Karena Lavias tak memiliki banyak pengunjung, harga item selalu kelewat mahal. Item biasa yang dijual di toko pangan dijual paling tidak 4x lebih mahal dari yang dijual di Serabourg. Mereka pun tak punya senjata dengan kemampuan yang bagus yang setara dengan harga semahal itu. Weed juga tak bisa menggunakan kebanyakan equip yang dijual, karena kebanyakan di desain untuk para Avian, bukan manusia.

Tapi, masih ada beberapa item yang hanya ada di Lavias. Feathers of Lightness dan Fruit of Heaven masuk dalam kategori itu.

 Feather of Lightness:

Daya tahan: 1

Jumlah pengguna: 1

Membuat tubuh seringan bulu, jadi damage bisa dihindari ketika jatuh ke tanah.

Harga: 50 silver

 Fruit of Heaven:

Harga: 15 silver

Buah manis yang hanya tumbuh di Lavias.
Bisa disimpan selama 6 bulan terhitung sejak mereka dipanen.
Menambah Intellegence dan Luck dengan besar ketika digunakan untuk memasak.

“Hmm… harganya 250 gold, tapi aku akan kasih harga khusus 235 gold, cuma untukmu. Terima kasih sudah berkunjung!”

Kekuatan fame!

Weed telah mendapat fame lebih dari 1200 dengan menemukan dungeon baru dan menjelajahinya secara lengkap. Dengan itu, bahkan sikap si penjaga toko padanya berubah.

“Ada hal lain yang kau butuhkan?”

“Bisakah aku mendapat beberapa telur Avian?”

“Telur kami? Memangnya buat apa itu?”

Telur Avian disimpan dan diinkubasi di area yang berbeda, karena Avian mampu bertelur dalam jumlah yang sangat besar. Faktanya, ada Avian yang bertelur setiap hari, jadi jumlahnya benar-benar tak karuan. Avian yang baru saja menetas tak ada bedanya dari burung yang normal, tapi ketika mereka berumur 10 tahun, mereka mulai mendapat bentuk unik ciri-ciri Avian. Ketika berumur 30, mereka bisa berbicara, mendapat kepandaian yang lebih tinggi, dan mulai hidup di perkotaan.

“Aku cinta alam sama seperti anda para Avian, dan aku belum pernah bertemu ras lain yang lebih mulai. Jika aku diberi kesempatan, aku akan dengan senang menerima untuk menjadi ayah mereka.”

Dengan itu, Weed mendapat 300 telur Avian.

Ia bisa merasa perutnya berbunyi cukup dengan melihat telur-telur itu. Tak perlu dibilang, Weed tak punya niat untuk mengembangkan mereka.

‘Apakah aku akan mendapat hadiah bila aku membawa telur-telur ini ke orang tua mereka?’

Sayangnya, Avian tak memiliki kedekatan tinggi dengan keturunan mereka. Tak peduli ke siapapun Weed mengembalikan telurnya, tak ada yang mau memberikan hadiah. Weed memutuskan untuk memasak dan memakan telur-telur itu. Tiap telur tak hanya lezat, tapi juga memberikan tambahan HP dan MP sebanyak 500, dan 2% kenaikan di skill memasak.

Ada satu lagi tempat yang harus Weed kunjungi: Beginner Training Hall. Ada urusan yang belum terselesaikan, dan sungguh tak mungkin untuk ia abaikan.

‘Aku akan berhasil kali ini.’

Weed membuka pintunya dan lanjut masuk ke dalam training center.

“Selamat datang!”

Avian yang seperti ayam menyapa Weed dengan riang. Dengan tubuhnya yang kekar dan kaki yang kuat, instruktur itu tampak cukup ganjil untuk ukuran Avian. Senyumnya mereda dan diganti dengan ekspresi serius ketika ia mengenali Weed.

“Aku bisa melihat bahwa kau sudah menjadi lebih kuat. Tapi ingat, aku akan memperingatimu sekali lagi: jika kau gagal, kau bisa mati. Apa kau masih mau menerima tantangannya?”

“Ya.”

Tak bisa menolak godaan dari keuntungan yang didapat dari menyelesaikan tantangan ini, Weed memutuskan untuk sekali lagi mengambil tantangan itu sekalipun cukup berbahaya. Instruktur membawanya ke pintu masuk gelap menuju koridor yang gelap gulita dimana orang tak akan bisa melihat tangan atau kaki mereka sendiri. Disini, seseorang hanya bisa bertahan dengan cara menggunakan indra mereka yang lain; penciuman, pendengaran, dan indra peraba.

“Jika kau gagal, aku tak akan menyelamatkanmu. Dalam kasus seperti itu, kau pasti akan mati. Jika kau ingin menulis surat wasiat, aku akan dengan senang hati menjaganya untukmu.”

“Jika kau ingin menerimanya, aku akan memberikan surat wasiatku padamu setelah aku kembali.”

“Hoo, yakin sekali. Kau boleh masuk.”

Weed memasuki koridor yang gelap, pedangnya sudah siap di tangan. Ia belum berjalan jauh ketika…

*Fwoosh!*

Mendengar suara senjata yang mengarah padanya, Weed secara insting menghindar dan menyerang balik ke arah suara itu.

*Clang!*

Suara benturan antar logam terdengar. Reaksi cepat dari pergelangan tangan. Aliran dari arus udara.

Beberapa percikan muncul tiap pedangnya menyerang, sesaat menerangi koridor yang gelap. Weed berusaha untuk melihat bayangan penyerangnya, kegelapan yang menenggelamkan dirinya dalam ketakutan, selagi angin yang melolong mencabik-cabik dirinya. Level Weed memang naik, tapi kemampuan Steel Barbarian juga naik untuk menyeimbanginya. Serangan terkoordinasi membuat mereka bisa menyembunyikan kelemahan dan memaksimalkan kekuatan mereka. Serangan yang tanpa henti membuat Weed tak memiliki kesempatan untuk berpikir dan memaksanya bertahan.

‘Hindari. Tak bisa hindari. Kena. Meleset.’

Begitu ia memilih gerakan apa yang harus ia ambil, ia dipaksa untuk mengambil gerakan yang lain. Musuh menyerang tanpa henti seperti kilat menyambar. Saat ia mampu mengatasi ketakutannya akan musuh, hasil latihannya muncul dan tubuh Weed mulai bergerak sendiri. Ia menangkis, menghindar, dan menyerang balik serangan yang ia terima dengan skala yang lebih besar. Faktanya, ia sudah mencapai level dimana ia bisa mengurus serangan yang datang hanya dengan satu tangan.

Weed mulai ingat tentang perasaan yang ia dapat saat memecahkan balon. Pastinya, bahaya jauh lebih besar kali ini, dan kecepatan Steel Barbarian benar-benar menakjubkan, tapi sekali ia terbiasa dengan serangan mereka, sisanya jadi gampang…

‘Sebuah pola. Ada satu pola dalam gerakan mereka. Aku harus menemukan pola yang tepat.’

Weed mulai mencocokkan gerakannya dengan serangan Steel Barbarian, sambil menyempurnakan gerakannya sendiri.

‘Air, aku harus mengalir seperti air.’

Sinkron dengan gerakan Barbarian, Weed berevolusi dari sebuah tembok yang tak bisa ditembus menjadi badai penghancur. Selagi mereka bertempur, ia merasa jantungnya berdegup kencang. Saat darahnya mengalir kencang, kekuatan dahsyat miliknya mulai menghancurkan lawan satu demi satu.

*Crack! Pop!*

Ia tak lagi takut pada Steel Barbarian. Mereka bukan lagi sebuah ancaman.

Dalam waktu 30 menit, Weed berhasil menghancurkan semua Steel Barbarian. Ia roboh ke lantai setelah ia menyelesaikan tugasnya, dadanya kembang kempis karena kecapekan.

“Huff…” Ia sesak nafas dan mencoba untuk bergerak, namun otot-ototnya yang sakit menggagalkannya. Jantungnya berdegup dengan liar dan stamina nya turun drastis. Ia juga merasa sangat lapar di perutnya.

Koridor yang gelap tiba-tiba menyala dan instruktur yang seperti ayam muncul.

Wajah Avian itu tampak terkejut ketika melihat sisa-sisa dari Steel Barbarians.

“Menakjubkan. Kau adalah yang pertama untuk sukses dalam 2 kali percobaan disini.”

Weed berdiri dengan susah payah, dan harus dibantu oleh sayap instruktur.

“Apa aku lulus Beginner Training Hall?”

“Tentu!”

“Kalau boleh, bisakah kau memberitahuku berapa banyak orang yang lulus tes ini sebelum aku?”

“Disini, kau yang pertama. Kalau yang kau maksud di seluruh benua, kau yang ke 400.”

Ada 3.800 orang yang lulus Basic Training Hall. Mereka adalah orang yang meningkatkan status mereka dengan cara memukul orang-orangan terus menerus selama satu bulan.

Itu adalah jumlah yang impresif, mengingat determinasi dan keinginan kuat yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas seperti itu. Namun, jumlah yang lulus Beginner Training Hall turun drastis. Mungkin karena banyak yang tak bisa menemukan Beginner Training Hall, tapi mungkin alasan yang paling besar adalah tesnya yang terlalu sulit.

Bukannya tugas yang tak perlu berpikir macam-macam dengan memukuli orang-orangan selama sebulan, untuk lulus Beginner Training Hall, seseorang harus mengerti esensi dari bertarung melawan banyak musuh.

Hal ini tak bisa dilakukan oleh siapapun.

Bahkan setelah beberapa kegagalan, beberapa orang masih punya keinginan untuk menantang kembali setelah mati beberapa kali. Itulah jumlah kesabaran dan niat yang dibutuhkan untuk lulus Beginner Training Hall.

Tentu saja, hadiahnya setara dengan tingkat kesulitan dan resiko tinggi yang diberikan.

“Kau memiliki potensi untuk menjadi petarung yang sebenarnya. Apa kau ingin keluar dari profesi mu yang tak berguna dan menjadi Master Fighter? Kau akan dapat menggunakan semua senjata yang kau inginkan. Tinju dan tendanganmu juga akan bertambah kuat. Ini adalah profesi rahasia untuk praktisi seni bela diri.”

Ting!

Kau bisa merubah classmu menjadi hidden class ‘Master Fighter’

Kau akan bisa menggunakan skill spesial yang berhubungan dengan class ini.
Kau bisa meningkatkan Weapon Mastery lebih jauh. Attack dan Vitality meningkat. Apa kau ingin untuk mengubah classmu? Jika kau mengubah classmu, hidden class ‘Legendary Moonlight Sculptor’ akan hilang secara otomatis.

Hanya mereka yang memiliki pengertian bawaan akan pertempuran yang bisa lulus Beginner Training Hall. Knight, Archer, atau job lain dapat meningkatkan level mereka dengan menggunakan Weapon Mastery. Sebagai tambahan, kemampuan untuk menggunakan senjata apapun dan menggantinya ketika bertarung adalah keuntungan yang sangat besar.

Panah untuk serangan jarak jauh. Tombak untuk melawan pasukan berkuda, kapak yang kuat… Semua itu akan bisa ia gunakan.

Kekuatan serangan dan vitality miliknya juga akan bertambah lebih cepat daripada profesi lain.

‘Master Fighter.’

Itu adalah hadiah yang hanya ditawarkan pada mereka yang lulus Beginner Training Hall. Kebanyakan orang akan memilih untuk menjadi seorang Master Fighter tanpa ragu-ragu.

‘Tapi…’

Weed tak perlu berpikir akan jawabannya. Sekalipun ia mendapat class Moonlight Sculptor secara tak sengaja dan pada awalnya memiliki banyak penyesalan, semuanya sudah menjadi masa lalu.

Daya tarik dan keuntungan tersembunyi dari class Sculptor membuatnya tertarik. Sekalipun ia tak tahu seberapa kuat class Master Fighter, resolusinya tak tergoyangkan.

“Aku akan mempertahankan profesiku yang sekarang.”

Kau menolak tawaran untuk mengubah classmu.

Wajah instruktur tampak kecewa.

“Baiklah. Ini hadiah lain, berdasar performa mu dalam pertempuran.” Instruktur melanjutkan, “Dan juga, kau punya kesempatan untuk mendapat skill baru. Aksi apapun yang kau ambil, sebuah skill akan diciptakan untukmu. Lakukan apa yang kau mau.”

Weed berpikir dalam-dalam. Sebuah skill bukanlah sesuatu yang bisa didapat hanya dari kerja keras, maka dari itu kesempatan ini tak boleh di sia-siakan.

‘Skill apa yang aku butuhkan?’

Sword skill? Ia tak membutuhkannya. Ia bahkan tak bisa menggunakan sword skill yang ia miliki dengan benar.

Footwork? Ia hanya menggunakan spesial footwork ketika ia mencoba untuk mengurangi jarak antara ia dan musuhnya di pertarungan jarak jauh, atau ketika menghindari serangan sihir. Insting yang ia miliki sudah lebih dari cukup dan ia tak membutuhkan skill itu.

Tentu saja, ketika bertemu dengan musuh yang memiliki kemampuan tinggi, ia harus menggunakan gerakan kaki, namun ia bisa mengkompensasinya dengan skill lain.

Magic? Ia tak bisa mempelajarinya sekarang, tapi ketika status intellegence nya mencapai 300 atau lebih, ia akan bisa belajar magic, tak peduli apa classnya. Itu adalah hal untuk dipertimbangkan di masa depan.

Holy Magic? Ia bahkan tak berpikir sedikitpun tentang itu. Setelah banyak pertimbangan, ia memutuskan untuk cukup melakukan sesuatu yang acak.

‘Apapun yang kulakukan, sebuah skill yang cocok untukku akan diciptakan.’

Ia bisa melakukan apapun yang ia inginkan, namun ketika ia memiliki kesempatan, ia tak punya ide untuk apa yang harus dilakukan. Weed berdiri disana tanpa bergerak, sambil dilihat oleh instruktur.

Weed tiba-tiba merasa kegelisahan saat berpikir bahwa ia akan pergi meninggalkan Lavias. Ingatan tentang waktu singkat yang ia habiskan bersama Da’in menghantuinya, tempat berburu yang mereka kuasai, Skeleton Knight, Skeleton Mage, Soldier, Dullahan, Death Knight, dan Spirit yang mereka lawan bersama. Ia akan meninggalkan semua itu dibelakang dan tak memiliki kesempatan untuk kembali.

Da’in mungkin bahkan sudah tak hidup lagi. Ia masih menyesal bahwa ia tak sempat mengucapkan selamat tinggal pada Da’in.

“Ahhh…” Weed membuka mulutnya dan mengeluarkan suara kecil. Teriakannya perlahan-lahan bertambah keras, sampai-sampai terdengar di seluruh gua.

“AHHHHHHHHHHHHH!”

Teriakan ini adalah sebuah perpisahan bagi para Avian dan ingatannya tentang Da’in. Emosi yang telah ia tahan meledak dalam lolongan yang penuh derita.

Ting!

 Kau belajar skill baru: Lion’s Roar

Teriakan keras yang mengguncang surga, dan dipenuhi oleh kehendak si petarung.

Efek:

Fighting Spirit kawan bertambah 200%.

Musuh akan menerima status confusion.

Leadership naik sementara waktu.

Mendapat status charisma.

***

Baran Village telah menjadi makmur setelah Lizardman dikalahkan. Rumah dari lambang kecantikan dan kesuburan, patung Dewi Freya, menarik perhatian para bangsawan dan pedagang secara luas. Mungkin karena efek dari patung itu, Baran tak lagi diinvasi oleh para monster. Para bangsawan akan bercerita dengan semangat tentang patung itu ketika mereka kembali ke kota mereka.

Ada sebuah ukiran kecil di bagian bawah patung, yang kebanyakan orang bakal berpikir cuma omong kosong:

“Sekalipun level sculpting nya rendah, aku harap patung Freya yang sudah jadi akan diterima oleh semua orang dan dipuji akan keindahannya”

Baran dulunya adalah kota kecil sekalipun pernah dikunjungi oleh bangsawan, raja, dan pedagang. Namun karena player yang berburu di Rosenheim Kingdom terus bertambah, lama kelamaan para player bermigrasi ke arah selatan untuk mencari tempat berburu baru, dan dengan cepat menambah populasi kota.

Banyaknya dungeon yang ada ditambah dengan efek tambahan 15% regenerasi HP dan MP selama sehari untuk semua yang melihat patung Dewi Freya, adalah kunci utama untuk menarik penduduk baru.

“Apa patung yang hebat ini ada disini sebelumnya?”

“Siapa yang membuatnya?” Orang-orang penasaran dan kagum dengan patung itu. Rumor tersebar bahwa sculptor misterius yang membuatnya ikut dalam Punitive Force yang membantu Baran Village.

Weed menjadi seorang selebritis.

Senyuman jernih dan wajah segar yang tampak seperti embun pagi menarik hati orang-orang. Mereka tak tahan untuk melihatnya paling tidak sekali sehari. Alun-alun yang berada di dekat patung dipenuhi leh pedagang yang menjajakan alat-alat mereka, dan petualang yang datang untuk mengagumi patung.

“Senjata ini dijual di Serabourg. Dijual sangat murah dengan harga asli ditambah ongkos transportasi.”

“Beli item. Aku akan bayar 10% lebih mahal dari harga toko.”

“Butuh fighter diatas level 100 damage besar untuk berburu salamander dan werewolf. Rogue dan assassin juga diterima!”

“Need party buat hunt di Chalupan Valley, atau paling tidak, ada orang yang mau memberitahukan tempatnya. Aku level 120 Ranger.”

“Baru pertama kali ke Baran. Invite aku! Profesi Bard. Aku akan bernyanyi dengan indah selama pertempuran berlangsung.”

Di alun-alun yang riuh ramai, tiba-tiba kesunyian tersebar. Hal itu terjadi karena seorang merchant: Mapan.

Ia adalah merchant dengan level 70. Sekalipun hanya pemula, ia kebanyakan mengantar item dalam jarak jauh dan juga mentransportasikan item dari Serabourg atau kota-kota besar terdekat ke kota Baran yang membutuhkan banyak kekayaan untuk berkembang. Para pembeli dengan cepat mengerumuninya.

Dengan impian bahwa ia akan menguasai Rosenheim Kingdom suatu saat nanti, Mapan bekerja keras untuk mendapat uang. Mengumpulkan uang sedikit demi sedikit adalah kesenangan yang hanya bisa dirasakan oleh merchant. Mapan mendorong gerobak barang miliknya ke pojokan setelah menjual seluruh barang yang ia punya dan merenggangkan tubuhnya, sambil melihat ke atas langit.

Sesuatu tengah terjatuh dari langit.

“Hu…huh? Itu…”

Sesuatu itu adalah seseorang.

“Seseorang, seseorang jatuh dari langit!” Mapan berteriak sekeras mungkin, sambil menunjuk langit.

“Ngomong apa sih?” Banyak orang menganggapnya omong kosong, namun beberapa melihat ke arah yang ditunjuk Mapan.

Seseorang benar-benar jatuh dari langit. Seseorang yang membawah 9 tas raksasa muncul dari atas, dan jatuh ke arah tanah dengan kecepatan yang mengerikan!

“Ahhhhh!”

“Lariiiiiiiiiiiii!”

Secara instan, alun-alun jadi kacau.

***

Whoosh!

Telinga Weed sakit karena angin yang terus menerpanya, dan jika ia sampai di tanah dengan kecepatan seperti ini, seluruh tulang di tubuhnya akan patah, dan hasilnya ia akan jadi pancake yang mengerikan. Bahkan batu yang keras dan batu raksasa akan terbelah dan hancur berkeping-keping.

Dalam situasi yang mengerikan ini,ia merasa tenang. Sambil menyipitkan matanya, ia melihat ke arah tanah untuk mengarahkan tubuhnya.

‘Sedikit ke kanan…’

Weed mengatur tubuhnya dan mempercepat lajunya ke arah tanah, tampak bahwa ia ingin sampai secepat mungkin.

“Ahhhh!”

“Lari! Cepat!”

Ia bisa melihat orang-orang berteriak dan lari ketakutan dengan sangat jelas. Para merchant melompat dan mengabaikan toko mereka layaknya ada api yang membakar mereka.

‘Sejak kapan ada orang sebanyak ini di Baran?’

Weed menggunakan Feather of Lightness ketika ia berada sekitar 500 meter di atas tanah. Tubuhnya yang jatuh dengan bebas dengan cepat melambat. Hanya beberapa debu terbang saat ia mendarat. Namun, karena berat dari 9 tas raksasa yang ia bawa, kakinya masuk ke dalam tanah hingga kedalaman 10 cm.

“…..”

“Siapa dia?”

“Apa dia seorang Mage?”

Para player menunjuk ke arah Weed, dan menebak-nebak identitas pria misterius yang jatuh dari langit. Pada awalnya semua orang mengira bahwa ia adalah mage yang menggunakan sihir terbang. Tapi sihir terbang tak bisa digunakan oleh semua orang. Hanya mage dengan level diatas 300 mampu melakukannya.

Level 300 bisa dibilang salah satu top gamer di Royal Road. Mage sehebat apa yang akan muncul seperti itu, jatuh dari langit?

Karena Weed jatuh kebawah dengan kecepatan tinggi, ia menarik lebih banyak perhatian dari yang seharusnya ia dapat. Lebih dari seratus player melihatnya ketika ia melihat-lihat sekeliling.

Weed fokus pada toko yang masih buka sekalipun terjadi kekacauan, dan melihat Mapan yang bersembunyi dibalik patung dewi Freya, yang juga melihat balik ke arah Weed.

“Hey, kau.”

Mapan menjawab dengan terkejut, “Ya? ya.”

Weed berkata dengan lembut, “Kau seperti seorang merchant, apa kau juga membeli item?”

“Ya, tentu!” Mapan buru-buru mengangguk selagi ia muncul dari belakang patung, takut kalau Weed mengubah pikirannya. Toh Mapan adalah pengusaha, dan ia memiliki keahlian khusus dalam berdagang dengan item.

Setelah membeli item dari kota-kota besar dengan murah menggunakan Item Trading Skill yang hanya bisa didapat merchant, ia menjualnya dengan harga tinggi di toko. Merchant bisa mendapat EXP dari membeli barang dengan harga murah dan menjual dengan harga tinggi.

Weed dengan santai berkata, “Berani berapa kau mau membayarnya?”

“Kalau kau jual ke toko, keuntungannya adalah 2% dari harga aslinya. Aku bisa membayar paling tidak 15% lebih banyak dari toko-toko, dan kalau borongan, aku akan membayar 18% lebih. Aku akan membeli dengan hanya 2% keuntungan tersisa untukku.”

Weed melihat sekeliling untuk melihat apa ada yang mau menawarkan harga lebih tinggi daripada Mapan, tapi tak ada yang mau. Harga yang diajukan memang harga yang pas.

Skill berdagang merchant tergantung pada seberapa cepat ia bisa menjual barang-barangnya. Mapan, yang bisa menyisakan keuntungan sebesar 2%, bisa dianggap sebagai merchant berkemampuan tinggi. Weed memutuskan untuk membuat kesepakatan dengannya.

“Jika kau memiliki item yang ingin kau koleksi, aku akan menjualnya padamu secara terpisah.”

Mulut Mapan pun menganga.

‘Orang ini mempunyai tangkapan yang besar!’

Berapa banyak item yang ia punya sampai-sampai ia bisa berkata bahwa ia akan menjual item secara terpisah bila ada yang ingin dikoleksi oleh Mapan?

Ketika menjual item, tentu saja jauh lebih menguntungkan untuk menjualnya secara borongan.

“Semuanya. Itemku sudah laku semua, jadi sudah waktunya aku membeli beberapa item lagi.”

“Oh begitu?”

Weed membalikkan tas miliknya dan menggoyangnya. Dari dalam keluar kaki Dullahan, pecahan tulang Skeleton, charcoal, batang tumbuhan, spear pendek berkarat, stik dari tulang, dan item lain terus menerus. Celana lunak, benang emas, kain tunik, dan item lain seperti itu juga keluar dengan bebas. Mereka terus menumpuk hingga membentuk gunung.

“B-bagaimana bisa!” Mata Mapan tak bisa terbuka lebih lebar lagi.

‘Untuk bisa mendapat item sebanyak ini… dimana ia berburu?’

Logikanya, item dengan jumlah yang sangat banyak tak mungkin bisa di dapat: item-item ini hanya bisa didapat dari berburu, namun jumlah sebanyak ini sudah pasti diluar kemampuan semua orang.

Mengingat fakta bahwa tak banyak orang yang menemukan Lavias, Weed mengumpulkan item-itemnya di tempat persembunyian rahasia yang ada dalam dungeon. Ia tak bisa menjualnya dengan harga tinggi di toko Lavias. Ia akan untung lebih banyak bila menjualnya ke merchant yang mau membeli item seperti itu dengan harga yang lebih tinggi.

Keuntungan!

Uang!

Weed tak akan pernah mengalah soal ini. Ia tak akan membuang bahkan satu item yang hanya berharga 1 copper.

“I-item sebanyak ini…” Mapan tampak tersentak. Ia tak pernah membayangkan bahwa ada orang yang pernah melihat item sebanyak itu seumur hidupnya!

“Berapa banyak yang mau kau beli?”

Mapan menjawab dengan cepat, tak perlu berpikir lagi tentangnya, “Aku akan membeli semua yang aku bisa.”

159 gold adalah semua uang yang dimiliki Mapan. Merchant dapat mendapat uang dengan cara menjual item yang mereka beli dari player lain, tapi karena kompetisi yang tinggi, harganya sering naik, jadi mereka lebih sulit untuk mendapat keuntungan.

“Kalau begitu ambillah.”

Disaat Weed memberi ijin; Mapan mulai mengkategorikan item-item dengan harga mereka. Kemampuannya untuk menilai item digunakan untuk saat seperti ini, jadi menilai item di toko hanya membutuhkan waktu beberapa detik.

1 gold… 2 gold… nilainya terus naik, dan tak lama ia selesai menghitung bahwa tumpukan equipment yang dijual Weed memiliki nilai sekitar 157 gold.

Magic backpack, bisa menampung item dari 10x dari tas normal dan mengurangi berat barang menjadi 1/3, tak bisa menahan longsoran item.

“Pe-permisi…” Mapan tersenyum kesakitan kearah Weed selagi berjalan sambil bergoyang kekanan dan kekiri ke toko miliknya.

‘Ew berapa berat itu…?’

“Aku bisa merasakan sakitnya…”

Kerumunan player mulai bubar, namun penonton yang tersisa tampak mengasihani Mapan. Sementara itu, merchant yang lain menunjukkan ekspresi yang penuh dengan kecemburuan, karena jika mereka bisa menjual item sebanyak itu, mereka pasti akan bisa menaikkan level mereka.

Setelah daerah di sekitar Baran mulai diperluas, toko senjata dan pandai besi belum dibangun. Di sisi lain, bermacam-macam toko muncul dan menjual dan membeli banyak jenis item.

“Aku sungguh berterima kasih kau mau berbisnis denganku. Karena ada banyak, aku akan memberimu 169 gold sebagai bonus. Apa kau mau menerimanya?”

“Terima kasih tuan!” Mapan berhasil menjual seluruh item dengan harga 169 gold dengan cara menawar beberapa pemilik toko. Mapan dengan senang berlari keluar toko.

“Aku harus cepat dan berterima kasih padanya.”

Karena level dan experience nya naik dengan besar karena menjual item dengan jumlah banyak, Mapan lari ke arah alun-alun untuk paling tidak berterima kasih. Weed masih berada di tempat yang sama.

“Terima kasih! Namaku Mapan. Jika kau datang kembali, kapan saja…”

Pada saat itu, Weed membuka tas lain dan membaliknya. Tiba-tiba, tumpukan item lain tumpah ruah!

“E-e-eh itu…” Mapan terpaku di tempatnya berdiri selagi melihat gunung kecil yang baru saja terbentuk di depannya. Ia sudah cukup terkejut dengan satu dari sembilan tas yang dibawa oleh Weed.

‘… tak mungkin!’ Seperti yang mapan duga: seluruh isi dari 9 tas diisi dengan bermacam-macam item.

Weed mengosongkan 8 tas yang lain di tempat ia berdiri. Tak menghitung tas yang pertama, 6 tas diisi oleh item-item kecil, dan 2 lainnya diisi oleh senjata dan armor. Digabungkan, item-item itu mencapai nilai 1.000 gold. Tas terakhir diisi dengan armor Death Knight dan bermacam-macam ore yang ia simpan sampai ia mencapai level 200.

Ia telah mengumpulkan 145 iron ore dan 109 copper ore!

Setelah level skill Repair seseorang mencapai tingkat intermediate, ia bisa belajar skill Blacksmith, jadi Weed menyimpan barang-barang itu untuk nantinya.

“Tolong beritahu aku dimana kau berburu seperti itu!”

“Kau datang dari langit, tapi bagaimana caranya? Bahkan mage seperti ku tak bisa merasakan aliran MP darimu!”

“Bisakah kau memberiku beberapa uang?”

Player mengerumuni Weed.

Hanya dalam sesaat, ia menjadi selebriti dari Baran Village. Namun, prajurit yang tengah menjaga desa tak lama berkumpul disekitar Weed.

“Apa itu kau, komandan?”

“Kalian…”

Mereka adalah prajurit dari Lair of Litvart: Hosram, Dale, dan Becker.

“Ooh! Kau akhirnya kembali!”

Si tetua, Ghandilva dan juga penduduk lain juga datang untuk menyapa Weed. Melihat pemandangan itu, keingintahuan semua orang bertambah besar. Siapakah orang ini yang benar-benar jatuh dari langit dan mendapat hormat dari semua NPC?

Weed bertukar salam dengan Ghandilva dan prajurit lain. Melihat perubahan yang telah dialami Baran Village, ia merasakan sebuah emosi.

‘Ternyata patung buatanku bisa memberi efek seperti ini…’

Dibawah lengan dari patung Dewi Freya terukir tulisan yang hanya diketahui oleh Weed. Setiap saat ia melihatnya, ia menjadi cemas. Bila secara tak sengaja Seo Yoon menemukannya, pertempuran diantara keduanya tak akan bisa dihindari!

Regenerasi HP dan MP naik sebesar 15%. Efek ini bertahan satu hari penuh.

Efek patung ini juga mempengaruhi Weed. Dan tak hanya player, namun patung ini juga memberikan efek sama pada NPC. Efeknya memberikan bantuan besar pada prajurit NPC ketika menghabisi monster dan menaikkan level. Jika sebuah Fine Piece memiliki efek sebanyak ini, apa yang akan terjadi dengan kota yang memiliki Grand atau Master piece?

Patung bisa meningkatkan kekuatan militer dari sebuah kota.

Mengukir patung bisa jadi sesuatu menakjubkan yang tak bisa dideskripsikan…

Ketika Weed sedang melihat patung, tenggelam dalam pikirannya, merchant yang membeli item milknya, Mapan, datang.

“Permisi… kalau tak apa, bolehkah aku bertanya kemana tujuan anda pergi berikutnya?”

Mapan, berkat Weed, mendapat jackpot. Ia naik level 14 kali, dan skill berdagang miliknya naik 3 level.

Bisa dibilang itu adalah keajaiban untuk merchant. Weed menjawab,

“Aku akan pergi melewati Baruk Mountain Range.”

“Baruk Mountain Range?”

“Ya. Tempat yang ingin aku tuju adalah kota Somre.”

Kota itu adalah tempat dimana Order of Freya berada. Weed harus mengirimkan Helain’s Grail ke sana. Ada dua cara untuk mencapai Somre, yang memiliki sebuah kuil.

Jalan yang sering digunakan adalah dengan cara kembali ke Serabourg, melewati Brent Kingdom, dan sebelum melewati Hilcos Badlands, pergi lurus ke arah barat daya. Hal itu terlalu ruwet, karena tak hanya butuh waktu 3 bulan untuk sampai, tapi kau juga harus mengikuti jalur yang benar.

Jelas terlalu membosankan untuk Weed, jadi sebaliknya, ia berencana untuk menyebrangi Baruk Mountain Range, dan mencapai Somre lebih cepat. Sekalipun Baruk Mountain Range terkenal akan monster-monsternya, Weed memiliki senjata rahasia untuk keadaan darurat, jadi ia tak terlalu memikirkannya.

“Oh begitu.” Mapan tersenyum.

“Bisakah kau membawaku denganmu? Oh, tolong jangan salah pengertian! Setelah melihat item yang kau bawa, aku mengetahui bahwa level kita terpaut sangat jauh, tapi aku tak mencoba untuk merepotkanmu. Aku tahu dengan baik bahwa merchant sangat lemah dalam pertempuran,” ia menjelaskan.

Merchant adalah salah satu profesi terlemah yang tak berhubungan dengan pertempuran. Namun, sculptor biasanya dianggap lebih lemah daripada Merchant, dan Mapan tak tahu bahwa Weed adalah seorang sculptor.

Sculptor seperti apa yang bisa membunuh Death Knight dan Dullahan? Apalagi, seorang Sculptor yang mencari monster yang lebih kuat karena bosan melawan Death Knight itu tak mungkin ada.

“Sekalipun kita membuat party, tak akan banyak experience yang akan kudapat. Aku bahkan akan membayar semua biaya herbal dan perban yang kau gunakan.”

Kerugian terbesar Weed didapat dari membeli herbs dan bandage. Mapan si merchant berkata bahwa ia akan mengurus masalah itu, mengetahui bahwa jika ia memberi sesuatu, tentunya ia akan mendapat balasan.

“Apa yang sebenarnya kau mau?”

“Item. Kalau kau memilih untuk membawa semua yang di drop monster, kau akan mendapat batasan dalam macam-macam hal. Tas mu akan jadi terlalu berat dan kau tak akan bisa bertarung, jadi aku akan membeli semuanya. Item yang ingin kau jual akan ku beli, dan tentunya bebanmu akan berkurang banyak.”

Tujuan Mapan adalah item berlevel tinggi. Mengikuti petarung yang kuat tentu akan menjadi keuntungan yang besar untuknya. 1 item dari monster level 200 sudah 10x lebih mahal dari item yang di drop monster level 50.

Ia ingin mendapat item selagi mengikuti Weed, daripada menunggu di kota. Karena ia bisa menjual itemnya di tiap kota, itu bukanlah bisnis yang buruk.

Weed mempertimbangkan tawaran Mapan sementara waktu. Itu adalah kondisi yang menguntungkan dari sisi manapun ia lihat, jadi ia menerima tawarannya. Taktik yang ia gunakan sebelumnya untuk menyimpan item di tempat persembunyian ketika ia berburu hanya bisa digunakan di Lavias. Jika seseorang menggunakan taktik itu di daratan bawah, orang lain bisa mencurinya dan pergi tanpa mendapat hukuman apapun.

“Bagus! Ayo pergi bersama-sama.”

Translator / Creator: alknight