May 4, 2017

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 16 – Chapter 7: Weed’s Ideal Type

 

Kerajaan Vampire Todeum!

Skill Painting milik Yurin meningkat saat dia melukis para Vampire.

“Bagaimana?”

“Bagus sekali. Nona cantik, maukah kau pergi ke tempat yang sepi untuk menikmati segelas wine? Kita akan pergi ke kastilku dan masuk kedalam tirai yang gelap untuk mencegah sinar matahari menembus masuk. Kemudian kita akan menghabiskan waktu bersama sampai pagi, didalam peti matiku….”

“Tidak terimakasih!”

Dia menolak godaan dari para Vampir dengan dingin. Pergi bersama para Vampir bisa berakhir dengan taring tajam menusuk pada lehermu.

“Sepertinya aku sudah mendatangi sebagian besar dari tempat ini.”

Yurin memutuskan untuk menyudahi perjalanannya di Todeum.

Di Todeum, ada banyak lukisan yang dibuat oleh seniman-seniman hebat. Ada banyak karya ciptaan para master yang Painter manapun akan ingin melihat setidaknya sekali yang bergantungan disana-sini.

Berkat hal itu, skill Painting miliknya meningkat cukup pesat, tetapi dia ingin bepergian ke seluruh benua yang luas.

“Haruskah aku berpindah ke tempat yang berbeda?”

Yurin berdiri dari tempat duduknya.

Dengan topi bertepi lebar dikepalanya, dia mengemas buku gambar dan perlengkapan cat miliknya.

Dipunggungnya menggantung sebuah kuas besar.

Level 16. Pada level itu, mustahil untuk mempersenjatai dirinya sendiri dengan senjata yang bagus. Kuas ini hanyalah sebuah ornamen yang dia ambil dari ruang harta milik para Vampir. Besarnya sangat bagus untuk melukis dan kuas itu juga memiliki efek memberi stun pada monster lemah.

Kuas itu terbuat dari mithril!

Karena ketahanannya cukup tinggi hingga rambut pada kuas itu tidak berguguran, itu cukup berguna.

“Kalau begitu, haruskah aku pergi?”

Yurin secara kasar melukis sebuah gambar di tanah.

Tempat yang dia gambar adalah salah satu bar dimana Pale dan yang lainnya sedang minum bir sembari mereka menonton video pertempuran Weed. Dia menggambar hal-hal seperti Pale dan para anggota party, meja-meja dan orang-orang yang berkumpul, dan interior dari bar tersebut.

Ketika berpindah ke suatu area yang tak pernah dia datangi sebelumnya, dia harus membuat penggambaran yang cukup akurat. Bahkan jika ada sedikit saja perbedaan dalam penggambaran, dia akan berakhir di tempat yang benar-benar berbeda. Namun, ketika berpindah ke suatu tempat bersama seseorang, dia harus menggambar lukisan orang itu sama persis.

Jika dia menggambar para anggota party dan lokasinya, dia bisa menggunakan skill Picture Teleportation miliknya.

Setelah dia menggambar pemandangan bar tersebut, Yurin menggambar dirinya sendiri duduk di kursi kosong dimeja kelompok itu.

Setelah itu, dia duduk di bar itu.

“Kyaa. Seekor King Hydra muncul!”

“Ini adalah yang terbaik! Apa dia benar-benar seorang Sculptor? Ukuran dari monster itu benar-benar tidak normal.”

Bar itu sangat berisik, cukup menyakitkan untuk telinga, dari suara-suara orang-orang memesan bir dan makanan, dan bahkan ada kegemparan dari sorakan-sorakan yang riuh.

Meskipun Yurin muncul secara tiba-tiba, tak seorangpun yang memperhatikan.

“Kesinilah.”

“Apa kamu baik-baik saja, sis?”

Seperti yang diduga, Hwaryeong adalah orang pertama yang menyapa Yurin. Dengan itu, Yurin menyapa Irene, Romuna, dan Surka, yang tidak dia jumpai untuk waktu yang lama.

“Jadi kamu berada di Todeum sampai sekarang…. kamu seharusnya datang lebih awal.”

“Ada banyak hal yang ingin aku lukis. Aku sibuk mengerjakan quest-quest melukis. Sekarang karena aku sudah datang, tolong belikan aku banyak hal-hal yang lezat, sis.”

“Tentu. Aku akan membelikan kamu apapun.”

Hwaryeong dan Yurin benar-benar dekat. Mereka mengobrol ria bahkan sambil menonton video Weed.

Karena Irene dan Romuna juga cerewet, tak ada ujungnya untuk percakapan dari para gadis.

“Kamu mengganti equipmentmu?”

“Ya. Pakaian yang sebelumnya terlalu terbuka, kamu tau. Kali ini aku memilih pakaian yang elegan. Bagaimana menurutmu, apa itu bagus?”

“Itu benar-benar cantik. Dimana kamu membeli anting-anting itu?”

“Anting-anting ini adalah monster drop. Ini dari para Goblin, apa anting-anting ini cocok dengan aku?”

“Itu sangat cocok dengan kamu.”

Da’in juga memperkenalkan dirinya pada Yurin terlebih dulu.

“Aku Shaman party ini… Da’in. Senang bertemu denganmu.”

“Senang bertemu denganmu juga, unni.”

Da’in sangat pemalu, tetapi karena mereka adalah orang-orang yang benar-benar baik, dia menjadi terbuka pada mereka dengan cepat.

Kemudian, sembari mereka mengobrol dan menonton video petualangan itu, setelah saling bertukar sapa, sebuah pertanyaan tiba-tiba meluncur dari mulut Hwaryeong.

“Yurin, gadis seperti apa yang disukai kakakmu?”

“Apa?”

“Maksudku…. apa dia memiliki preferensi pada penampilan, kepribadian, atau semacamnya dari seorang gadis?”

“Apa kami bertanya tentang tipe idealnya?”

“Ya. Bukankah kau tau banyak tentang kakakmu sebagai seorang adik?”

Bar itu sangat riuh karena video pertempuran itu, tetapi perhatian orang-orang lebih tertarik ke meja dimana Yurin duduk.

Tipe ideal dari Weed, yang tak pernah menunjukkan sedikitpun ketertarikan pada wanita.

“Aku juga tak  tau.”

“Kenapa bisa begitu? Tidak pernahkah kakakmu berkencan dengan seseorang sebelumnya?”

Mata Hwaryeong berkilauan.

“Setauku tidak.”

“Aku mengerti. Tetap saja, pasti ada tipe ideal yang dia sukai.”

“Sepertinya aku tau, tetapi aku tak  tau bagaimana menjelaskannya.”

“Sebagai contonya, bagaimana dengan seorang gadis seperti aku?”

Hwaryeong tersenyum cerah ketika dia bertanya. Dia, yang berperingkat nomor satu sebagai kekasih dan istri yang paling diinginkan dalam majalah yang terkenal didunia! Hwaryeong penuh dengan martabat, pesona, dan kepercayaan diri.

Yurin sedikit mengelengkan kepalanya penuh permintaan maaf.

“Unni…. kemungkinan besar bukan tipe idealnya kakak”

Hwaryeong segera menjadi murung dan bertanya, “Bagian apa yang kurang dari aku?”

Party itu terkejut.

Bagaimana bisa dia berani tak  menyukai Hwaryeong? Alasan macam apa yang ada dibaliknya?!

Mungkinkah itu adalah sebuah cerita menyakitkan dari masa lalu? Atau karena Weed khawatir tentang terlibat dalam sebuah skandal karena Hwaryeong adalah seorang selebritis top?

“Sis, berapa banyak pakaian yang kamu beli dalam setahun?”

“Sekitar 50 atau lebih. Aku juga menerima banyak pakaian dari sponsor-sponsorku.”

“Kakakku membenci mengeluarkan uang untuk membeli pakaian.”

Hwaryeong, yang memakai pakaian merek ternama, sepatu merek ternama, dan parfum merek ternama, tak akan pernah menjadi tipe ideal Weed!

“Lalu bagaimana dengan aku?”

Tanya Irene, tersenyum malu-malu.

Karena dia cukup akrab dengan Yurin melalui whisper didalam game, Irene menanyakannya setengah bercanda.

Pale dan Zephyr mengangguk dalam diam. Tak ada pria yang tidak menyukai Irene. Dia memiliki kepribadian patuh, baik, feminim, dan sederhana. Plus dia juga cantik.

“Menurutku kamu juga bukan tipe idealnya, unni.”

“Kenapa?”

“Dia tak suka karena kamu kemungkinan tipe orang akan mudah tertipu karena sifat baikmu.”

“………!”

Romuna juga bertanya,

“Bagaimana dengan aku?”

“Karena unni memiliki kepribadian tegas dan tajam…. tetapi karena keadaanmu….”

“Apa yang salah dengan keadaanku?”

“Kamu seorang mahasiswa musik. Kakakku bilang dia tidak suka hal itu karena itu membutuhkan banyak uang untuk bermain musik.”

Prasangka buruk yang telah berakar dalam-dalam terhadap kesenian!

Hwaryeong berbicara dengan cara merajuk, “Apa dia memiliki tipe wanita ideal?”

“Sebenarnya, kakakku sendiri bahkan mungkin tak memikirkan tentang tipe idealnya. Aku tak benar-benar tau tentang hal-hal seperti preferensinya, tetapi itu akan bekerja dengan pola pikir yang tepat.”

“Pola pikir yang dia sukai, huh.”

Yurin menatap Da’in dan melanjutkan,

“Menurutku Da’in-unni adalah yang paling dekat dengan tipe ideal kakakku.”

“Kenapa?”

Da’in tersenyum senang.

Suatu ketika ditengah-tengah perburuan didalam gua di City of Heaven, Lavias, Weed mengatakan pada dia:

— Kamu adalah tipe idealku.

Mereka memiliki banyak percakapan pada saat itu, mereka juga membicarakan tentang tipe ideal.

“Aku benar-benar tak  tau apakah tak  apa-apa bagiku untuk bertanya….”

“Tak  apa-apa, bertanyalah.”

“Unni, bagaimana caramu merawat rambutmu yang panjang dan lurus? Apa kamu sering ke salon?”

“Tidak . Rambutku secara alami mudah ditata, jadi aku membiarkannya tumbuh selama beberapa tahun.”

“Kamu tak suka anting-anting, cincin, dan aksesoris yang lain, kan?”

“Ya. Aku tak  memakai benda-benda logam yang janggal.”

“Sudah kuduga! Kamu juga suka memakai pakaian-pakaian sederhana, kan?”

“Aku kebanyakan membelinya dari supermarket. Hanya barang-barang yang dijual di bulan Februari!”

Tipe ideal sempurna dari Weed telah muncul!

Da’in juga menyadari fakta ini ketika menjawab, dan warna kulitnya berubah pucat. Itu karena dia sekarang menyadari kenapa Weed berkata dia sangat bagus, dan tipe idealnya.

* * *

Bersama-sama, Weed dan para Barbarian mengambil alih tembok dengan kecepatan kilat. Para Undead sudah menekan masuk kedalam benteng sehingga temboknya kosong.

Weed mengeluarkan High Elf Yurica’s Bow.

“Roh angin.”

Dibantu oleh roh angin, anak panah terbang dan menembus kepala Dark Knight dalam sekejap mata.

Suku Salmere berseru, “Ayo tembakkan panah juga!”

“Tembak sampai panah kalian habis! Saatnya telah tiba bagi kita para Hunter untuk beraksi!”

Para Hunter Suku Salmere mengeluarkan busur mereka dan menembak. Meskipun menembakkan 2- 3 anak panah sekaligus, masing-masing tembakan menyerang target secara sempurna!

Dengan panah-panah ditembakkan dari atas, mereka memanfaatkan keuntungan penyerbuan musuh untuk melawan mereka. Weed tanpa henti hanya menargetkan para Dark Knight.

— Kamu telah menundukkan Dark Knight Benson dengan panah.

— Exp telah didapatkan.

Serangan panah membombardir kumpulan Dark Knight dibawah.

Di sebuah prasmanan, tanganmu akan mengarah ke makanan-makanan lezat terlebih dulu.

“Babi panggang dan bulgogi adalah hidangan yang harus didapatkan di sebuah prasmanan daging!”

Kau harus mengisi perutmu dengan daging yang dimasak secepatnya. Ketika Weed menerima gajinya, dia pergi ke sebuah prasmanan daging bersama adiknya. Mereka hanya berdiri diam setelah memakan daging dengan rakus sampai pada poin merasa mual.

Rasa kekenyangan yang dia rasakan ketika perutnya penuh adalah sulit untuk berjalan…. tak ada yang lebih indah dan damai daripada kenangan itu.

Kenangan berharga milik Weed dari masa remajanya.

“Ada monster dimana-mana!”

Situasi ini jelas-jelas mengingatkan dia tentang sebuah prasmanan. Menyerang musuh-musuh yang bertempur untuk meningkatkan exp dan kontribusi miliknya!

Karena para prajurit biasa bahkan tak senilai dengan nilai dari anak panah, dia bersikeras menghindari mereka. Bahkan jika Weed tidak menyerang mereka, panah-panah dari Suku Salmere meluncur layaknya hujan.

“Musuh telah muncul.”

“Kita harus menghentikan panah-panah itu…..”

Pasukan Order of Embinyu ingin membalas Weed dan Suku Salmere, tetapi mereka tak punya kesempatan karena pasukan Undead menghadang mereka.

Diatas tembok yang secara alami menguntungkan, mereka menembakkan anak panah keatas kepala dari para Undead. Para Undead secara sukarela melindungi pasukan Weed sambil bertarung. Dengan demikian, karena badai anak panah yang tak terduga, para prajurit Order of Embinyu menerima damage yang terus menerus.

Para prajurit yang mati segera dibangkitkan sebagai Undead. Para Undead meningkat tanpa henti.

Disaat yang bersamaan, keseimbangan dari pertempuran yang nyaris seimbang sebelumnya telah hancur dan pasukan Undead menekan maju.

Para Warrior Suku Vejague membunyikan perisai mereka dengan pedang mereka.

“Kami ingin bertarung juga.”

Weed mengangguk dengan sungguh-sungguh.

Situasi saat ini tak bisa diselesaikan dengan panah saja.

Mereka harus mengakhirinya ketika pasukan Embinyu sangat melemah.

“Aku akan memberimu seratus orang Suku Salmere. Untuk sekarang ini, pergilah kedalam kastil bersama mereka!”

“Kedalam kastil?”

“Lewati tembok dan masuki bagian dalm kastil. Kemungkinan ada Priest dan Mage dari Order of Embinyu disana. Bunuh mereka!”

Menggunakan skill observasi yang dia asah melalui memahat, Weed memperkirakan secara kasar struktur benteng itu. Order of Embinyu masih bisa bertahan karena kekuatan dasar dari para Priest mereka. Para prajurit mereka menerima kekuatan dari pemulihan serta holy magic dan terus bertarung.

Tempat peristirahatan mereka harus diserang.

Dengan demikian para prajurit tak akan bisa disembuhkan lagi, dan mereka tak akan bisa menahan serangan racun dari Imoogi dan para Undead, dan dengan begitu mereka akan terpecah belah.

Kemungkinan ada para Dark Knight melindungi para Priest, tetapi Suku Vejague bisa dipercayai.

“Tetapi kami tidak tau dimana para Mage dan Priest berada.”

“Skill tracking milik Suku Salmere akan membantu kalian. Yellowy, kau ikutlah bersama mereka juga.”

Komandonya bahkan dianggap spesialisasi dari ketiga suku.

“Yellowy, buka jalan dari depan.”

MOOOOOOO!

Dia ingin memanggil Death Knight Van Hawk dan mempercayakan komandonya pada dia, tetapi dia tak bisa memanggil Van Hawk selama Barkhan Demorph ada disekitar sini. Dia tak bisa menggunakan barang yang dia curi didepan pemilik aslinya. Selain itu, jika Van Hawk lebih memilih untuk pergi bersama Barkhan maka hal itu hanya akan menghasilkan kerugian yang besar bagi dirinya sendiri.

“Terima kasih karena mempercayakannya pada kami.”

“Kami akan masuk kedalam.”

Suku Salmere dan para Hunter Suku Vejague berlari dari tembok itu bersama Yellowy dan memasuki kastil.

Tatapan Yellowy!

Lukisan-lukisan, dekorasi, dan perabot kuno didalam kastil terbakar. Sekelompok penjaga dan para penganut menyiramkan air untuk memadamkan api.

MOOOOOOO.

Mata naif Yellowy yang sebelumnya kini dipenuhi dengan kemarahan, kebencian, dan rasa tidak senang.

Beberapa orang begitu miskin sehingga mereka bahkan tidak memiliki karung untuk melindungi mereka dari hujan, tetapi mereka membangun dan tinggal didalam sebuah kastil sebesar dan semegah ini!

Dengan mata yang ganas sekarang ini, Yellowy menendang tanah. Kecepatan bertempur Yellowy yang berkobar-kobar meningkat jauh diatas seekor kuda tempur. Sebenarnya, untuk kemampuan yang didapatkan pada level yang cukup tinggi, hanya ada kecepatan dan endurance yang tak ada habisnya.

Thud thud thud thud thud thud thud thud thud!

Yellowy menyerbu di koridor yang diliputi api dan dikelilingi karya seni.

“Itu seekor SAPI GILA!”

“Mahluk seperti seekor SAPI masuk ke kuil kita! Cepat bunuh sapi itu!”

“Kita harus mengorbankan dia.”

Yellowy menghujamkan kepalanya pada para penganut dan penjaga yang menghadang dia dengan tombak. Dia bertarung dengan memanfaatkan beratnya untuk melakukan serangan.

MOOOOOO!

Yellowy mengeluarkan lenguhan saat dia membuka jalan. Sembari berada didalam keadaan sapi gila, seolah-olah dia telah kehilangan akal sehatnya dan hanya menyerbu sambil menghujam apapun yang dia lihat. Dia mengangkat kepalanya, menendang kesamping, menedang berputar-putar, dan bahkan menendang menggunakan kaki belakangnya, mendemonstrasikan kekuatan serangan yang luar biasa dari seekor sapi!

Dia bertarung begitu baik hingga sulit untuk mempercayai itu benar-benar Yellowy si sapi yang lemah lembut. Setelah berpisah dengan Weed, sifat pendiam Yellowy telah sepenuhnya menghilang.

Sebagian dari Suku Vejague dan Suku Salmere bisa mengambil kesempatan dan dengan mudah melewati para penjaga.

Bahkan jika mereka mati, Prajurit Embinyu semuanya dibangkitkan sebagai Undead karena Dark Rule.

Karena mereka harus menghabisi para Undead juga, itu membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk maju.

Karena Barkhan, Feylord, King Hydra, dan Black Imoogi semuanya terlibat dalam pertempuran yang sengit dipusat benteng, guncangan dari dinding kastil karena ledakan-ledakan sering kali terjadi.

Ditempat-tempat yang disapu bersih, para Hunter dari Suku Salmere memasang jebakan. Para Prajurit Embinyu yang bergerak melewati aula atau mengejar menerima banyak damage karena jebakan-jebakan itu. Penggunaan yang bagus dari skill pemasangan jebakan milik Suku Salmere dilakukan didalam kastil.

Suku Salmere menemukan ruang tunggu para Priest.

“Invasi musuh.”

Para Priest, Dark Knight, dan Prajurit melawan, tetapi Suku Vejague menghabisi mereka semua, bahkan sambil menerima damage yang besar.

Jumlah dari para Dark Knight telah menurun banyak, dan diatas semua itu, holy magic milik para Priest sudah tidak ada lagi. Para Knight kehabisan kekuatan bahkan tak mampu untuk mengangkat perisai mereka, tak berdaya melawan serangan panah jarak jauh.

Mereka bisa mengakhirinya dengan serangan panah dari Suku Salmere, dan serbuan ganas Suku Vejague.

Dengan membunuh lebih dari 200 Priest Order of Embinyu, Embinyu tak lagi memiliki pasukan cadangan.

* * *

Sembari memperoleh hasil yang menakjubkan, Weed dan suku aliansi menembak ke arah pasukan Order of Embinyu.

Pasukan Undead yang meningkat berlarian di pusat benteng. Para Skeleton dan Death Knight menyerbu.

“Tampaknya kita akan berhadapan dengan Barkhan.”

Barkhan, King Hydra, Imoogi, dan Feylord sedang bertempur dengan sengit di pusat benteng. Pada komando Barkhan, para Undead menyerang King Hydra, Imoogi dan Feylord. Ada saat-saat dimana satu pihak akan berada pada posisi bertahan, tetapi kemenangan tidak akan datang dengan mudah.

Barkhan, Imoogi, dan King Hydra pulih dengan sangat cepat bahkan jika mereka mengalami luka. HP dan Defense mereka juga sangat tinggi.

Holy Barrier milik High Priest Feylord menetralisir sebagian besar serangan. Bahkan sihir milik Barkhan dan Imoogi bisa dinetralisir. Para Undead bahkan tak bisa mendekati dia.

Itu sulit untuk berkonsentrasi karena kepala-kepala King Hydra menyerang dari segala arah.

“Tak akan ada akhirnya jika terus seperti ini.”

Weed berpikir bahwa itu adalah saatnya untuk membuat sebuah keputusan. Titik lemah dari divisi empat pihak adalah meskipun satu pihak melemah, itu sulit untuk menghabisinya karena serangan-serangan hanya akan terkonsentrasi pada pihak yang lain.

“Tak ada waktu lagi. Jika hal ini berlangsung lebih lama lagi, aku tak akan tau siapa yang akan jatuh terlebih dahulu. Feylord tak akan bertahan lama, tetapi jika Barkhan menang atau Imoogi pergi, itu akan benar-benar sulit untuk menghabisi mereka.”

Itu cukup sulit untuk melawan pasukan Undead milik Barkhan, Imoogi si pengguna sihir yang terbang, dan HP yang banyak milik King Hydra.

Dengan patahnya sayap Imoogi, ini adalah kesempatan bagi dia. Weed mengeluarkan Copper Plate Of Rest.

“Deeeeeeeeath Seeeentence!”

Sebuah energi kegelapan berkumpul disekitar plat tembaga yang karatan dan retak itu dan menuju kearah benteng.

Daya tahannya rendah, jadi item itu tak bisa digunakan berkali-kali.

Weed menggunakan kalimat-kalimat yang setara pada King Hydra, High Priest Feylord, Lich Barkhan dan Black Imoogi. Sebuah simbol merah gelap terukir di dahi mereka.

• Kamu telah menggunakan Death Sentence pada King Hydra. Pemulihan HP dan regenerasi tubuh telah disegel selama sehari.

• Kamu telah menggunakan Death Sentence pada High Priest Feylord. Dia tidak bisa memulihkan HP, MP, dan Stamina selama sehari.

• Kemampuan Drain Life dan Drain Mana milik Lich Barkhan Demorph telah tersegel selama sehari.

• Pemulihan HP dan MP milik Imoogi tidak akan bekerja selama sehari.

• Daya tahan Copper Plate of Rest tersisa 4.

Death Sentence menerapkan pembatasan kritikal pada mahluk! Sebagai gantinya, Copper Plate of Rest berada diambang hancur.

Weed menggunakan Copper Plate of Rest lagi.

“Para Demonic Spirit, ikuti tuan kalian yang sebenarnya!”

Para Demonic Spirit yang telah menjadi boneka dari Order of Embinyu dan bertarung melawan para Undead dan Kong Hydra! Para Demonic Spirit memberontak dan tidak mendengarkan Feylord. Weed menggunakan Copper Plate of Rest untuk membuat mereka menyerang para prajurit Order of Embinyu yang melindungi area sekeliling Feylord.

• Daya tahan Copper Plate of Rest tersisa 3.

Dengan simbol merah gelap pada Imoogi, King Hydra, dan Lich Barkhan, mereka dipaksa untuk menerima damage yang serius.

Penyerapan HP dan MP tanpa akhir milik Lich Barkhan telah dihentikan, sehingga dia tak lagi bisa mengeluarkan serangan-serangan sihir yang nyaris tak terbatas.

Satu-satunya yang memiliki serangan paling besar kemungkinan adalah King Hydra. King Hydra menggerakkan kesembilan kepalanya untuk melahap targetnya dan menyemburkan racun, tetapi tubuh besarnya hampir tak bergerak, jadi dia menerima banyak serangan. Dia dengan cepat sembuh ketika para prajurit Embinyu dan para Undead menusuk dan menebas dengan tombak dan pedang, tetapi sekarang tak lagi pulih.

— KUAAAAAAAAAAAAA!

Jeritan King Hydra bergema secara mengerikan diseluruh benteng.

Dengan pemberontaan para Demonic Spirit, pertempuran besar dimana kawan atau lawan tak bisa dibedakan telah terjadi didalam benteng.

* * *

“Berhasil.”

Setiap kali dia menggunakan Copper Plate of Rest, Weed tak bisa menekan kegugupannya. Karena item itu berada diambang hancur, Copper Plate itu bisa saja tidak bekerja dengan benar. Ada lebih dari satu atau dua item-item palsu atau cacat yang tampak bagus diluar tetapi dalamnya tak bisa dipercaya.

Dia khawatir jika item hancur bahkan sebelum dia mencoba menggunakannya, apa yang bisa dia lakukan!

“Seperti yang diduga, aku harus menggunakan item ini secara hati-hati.”

Dia hanya merasa lega setelah dia menggunakan Copper Plate of Rest, namun kecerobohan sangat tidak dianjurkan disini!

Seekor mahluk raksasa mengamuk sambil menghancurkan menara-menara benteng. Si King Hydra.

King Hydra mendekat untuk menyerang dia setelah mengetahui bahwa Weed adalah biang keladi dibalik seluruh bencana ini.

— KUBUNUH KAU.

Dengan Undead bergelantungan dibadannya, King Hyda mendekati dia dengan kekuatan yang luar biasa.

Weed mendecak lidahnya. Penafsiran untuk apa yang bisa dia peroleh telah menurun drastis dengan sangat cepat.

“Akan sulit untuk mendapatkan harga penuh untuk kulit itu.”

King Hydra hanya punya 5 kepala yang tersisa, dan seluruh tubuhnya juga dipenuhi dengan luka. Setelah kehilangan kemampuan regenerasinya, tergigit oleh Imoogi, dan menerima kutukan Barkhan, King Hydra tidak dalam kondisi terbaiknya.

Monster raksasa yang mendekati kematian.

Sebaliknya, Weed, Bingryong, dan para Phoenix dalam keadaan baik-baik saja, dan lebih dari 5.700 Barbarian juga masih tersisa.

Weed mengangkat tangannya.

“Pasukan panah serang!”

Suku Salmere menembakkan panah kearah King Hydra. Kekuatan penetrasi panah-panah yang berujung tajam meningkat ketika panah-panah itu berputarputar.

— KYAAAAAAA!

King Hydra menjerit ketika terserang oleh ribuan panah.

Weed akhirnya menyatakan, “Aku bahkan telah menyerah untuk mengulitimu untuk mendapatka uang tambahan.”

Kulit King Hydra sangat berat dan tebal. Meski begitu, karena kulit itu berharga, itu jarang digunakan untuk membuat armor kuit. Priest, Elemental Shaman, Summoner, dan Mage tak bisa memakai kulit King Hydra yang berat sambil bertarung. Defense’nya juga rendah dibandingkan dengan plat baja yang dicampur mithril, sehingga itu bukanlah sebuah material yang mudah untuk dijual.

“Paling bagus, material ini hanya sesuai untuk membuat kaos kaki musim dingin. Semuanya, serang!”

Weed mengeluarkan sebuah komando yang brutal.

Bingryong segera terbang mendekat dan menggigit leher King Hydra.

Tubuh raksasa yang sepanjang ratusan meter!

Bingryong, yang diukir dari bongkahan es yang dibentuk dari mengumpulkan es dan salju, memblokir serangan King Hydra dengan tubuhnya yang besar dan kokoh.

Suku Salmere menembakkan panah, Suku Vejague mengayunkan pedang mereka setelah kembali dari mengerjakan tugas mereka, dan Suku Lekiye menggunakan sihir untuk menyerang King Hydra.

— Bangsat! Tak kusangka serangga-serangga seperti kalian akan berani melakukannya!

Meski demikian, King Hydra melompat-lompat dengan tangkas.

Bahkan sambil dibebani oleh Bingryong, King Hydra mengayunkan ekornya dan menelan para Barbarian. Dia bahkan melilit tubuh Bingryong dengan kepalanya dan menekan kebawah.

King Hydra bukanlah sekedar monster boss berlevel super tinggi.

Dia berlevel diatas 500, dan mampu bertahan dalam pertarungan melawan Imoogi, kutukan Barkhan, dan serangan-serangan Order of Embinyu.

Weed menunggu beberapa saat.

“Meskipun melawan seperti itu, dia tak akan bertahan lama sampai dia mati.”

Untuk saat ini, dia mengeluarkan High Elf Yurica’s Bow dan hanya menembakkan panah.

King Hydra adalah sebuah batu loncatan ke tujuannya, dan karena ada banyak musuh yang harus dia lawan, Weed tidak menganggap itu adalah hal yang tepat untuk menggunakan semua energi miliknya disini.

Meskipun dia memiliki skill Power to Reject Death, dia ingin bermain secara aman karena skill itu hanyalah sekali pakai.

Dia hanya harus menunggu King Hydra tewas karena kelelahan!

Lebih dari 100 anggota Suku Vejague telah dimakan.

— Sesuatu sepertimu tak bisa membunuhku!

King Hydra meraung dengan ganas.

Dia membuka kelima mulutnya dan berteriak kearah langit.

Meskipun King Hydra tertusuk oleh ribuan anak panah sampai pada poin menyerupai seekor landak, dan luka-luka itu menjadi semakin dan semakin besar, dia menolak untuk mati.

“Jadi itu… memang benar?”

Weed mendecakkan lidahnya saat dia berdiri dihadapan keagungan dari seekor monster yang tidak akan mati.

Legenda dari King Hydra.

Menurut catatan Benua Versailles, King Hydra tak akan mati sampai sembilan kepalanya terpotong.

Sekarang, mereka harus memotong 5 kepala yang tersisa.

“Tetapi ada batas pada vitality King Hydra.”

Berkat Death Sentence kepala-kepala yang menjengkelkan itu tidak akan beregenerasi. Akan sangat sulit jika harus memotong kesembilan kepala itu, tetapi sekarang itu bukanlah hal yang mustahil.

Weed merentangkan Wings of Light dan terbang kedepan King Hydra.

— KYAO!

King Hydra mengarahkan kepalanya. Dia membuka mulutnya dan gigi-gigi tebal yang bisa mengunyah besi bisa terlihat. Air liurnya yang sangat beracun menetes kebawah dan melelehkan batu. Siapapun yang tertelan oleh monster ini akan menghadapi kematian pasti.

“Master, menghindar!”

Bingryong memperingatkan. Dia sedang bergulat dengan King Hydra, jadi dia tak bisa menyelamatkan Weed.

“Master, itu berbahaya.”

“Menghindarlah!”

“Kami akan membantumu!”

“Master, kembalilah!”

Komitmen Yellowy dan para Phoenix terlihat satu demi satu.

Mereka semua khawatir pada Weed.

Weed yang dikenal para patung miliknya sebagai seseorang yang suka menindas mereka, mempermainkan mereka, dan hanya bertarung untuk mencari item drop!

Pertempuran melawan Order of Embinyu menampilkan sisi yang berbeda dari dia, tetapi dia hampir kehilangan nyawanya karena pertempuran itu.

Mungkin hal itu tak terelakkan karena terbatasnya Vitality dan Mana, tetapi semua patung milik Weed selain Bingryong memandang Weed sebagai seseorang yang harus mereka lindungi.

“Ini adalah pertempuranku.”

Weed melipat Wings of Light dan merendah.

Dia menghindari serangan King Hydra dan terbang ke samping dari salah satu kepala disamping Bingryong.

— Kyaooooooooo!

Kepala King Hydra mengarah pada Weed layaknya ular viper. Empat kepala yang lain yang berada diluar jangkauan menembak kearah Weed.

Bingryong membuka sayapnya untuk mencoba menghentikan mereka, tetapi dua kepala masih menimbulkan bahaya pada Weed.

Weed menghindari kepala-kepala itu dengan jarak selebar rambut dengan cara terbang ke udara.

Tak ada tempat untuk pergerakan-pergerakan santai. Karena jarak yang dekat, itu mustahil untuk bergerak secara asal tanpa memprediksi serangan.

“Bingryong, aku ingin kau melakukan sesuatu untuk aku.”

Bingryong menjawab sambil menggigit leher King Hydra.

“Apa yang kau inginkan disaat seperti ini, Master.”

“Lepaskan kepalanya.”

“Kau akan menjadi targetnya, Master.”

“Tak masalah. Lepaskan, sekarang.”

Bingryong percaya pada Weed. Selama pertempuran Ekspedisi Utara, Bingryong tak akan bisa menghabisi Bone Dragon tanpa Weed.

Segera setelah kepala King Hydra terbebas, dengan kebencian yang kuat, dia menyerang Weed.

Weed telah menjadi prioritas utamanya daripada Bingryong yang berada tepat disampingnya.

— KUAAAAAAA!

Serangan King Hydra sangat mengerikan dan berbahaya.

Weed mendekat dan menghindari serangan King Hydra yang menakutkan.

Dia terbang kebawah kaki Bingryong dan King Hydra dan berada diantara ketiaknya untuk menghindari serangan.

Ketika dka selesai menghindari semua serangan itu, leher-leher panjang King Hydra saling terlilit satu sama lain layaknya baju yang ada didalam mesin cuci.

Weed teringat pengalaman kerja paruh waktunya di tempat laundry. Orang-orang bodoh yang secara sembarangan menggunakan mesin cuci otomatis untuk mencuci pakaian-pakaian bagus yang seharga lebih dari 100.000 won! Itu adalah sebuah kesalahan besar untuk berpikir bahwa memasukkan detergen akan menyelesaikan segalanya!

“Yang lebih baik adalah laundry manual.”

Weed duduk diatas leher King Hydra dan mengangkat pedangnya.

“Blessing!”

Ring of the High Priest yang dia pakai menyelimuti tubuhnya dengan cahaya.

• Blessing High Priest telah digunakan.

• Kemampuan fisik diperkuat selama 20 menit.

Durasinya memang singkat tetapi dia memutuskan untuk menggunakan blessing tersebut disaat yang kritis.

Pedang legendaris yang dikatakan telah menebas Inferior Demonic Ice Daemon mengayun dan memotong leher King Hydra.

“Sword Kaiser!”

Skill terkuat miliknya.

Weed menggunakan pedangnya untuk memotong leher King Hydra yang saling terjalin layaknya sebuah bola benang. Tentu saja, kulit yang tebal itu tidak robek dengan satu tebasan.

“Sword Kaiser!”

Menggunakan teknik serangan titik tunggal miliknya, dia memukulkan pedangnya seolah-olah dia sedang membelah kayu bakar.

“Tak ada leher yang tidak terpotong setelah sepuluh serangan!”

Saling terjalin dengan tubuh besar milik Bingryong, leher-leher King Hydra dipotong satu demi satu dan menyemburkan darah berwarna biru. King Hydra tidak bangkit lagi.

Kemudian, setelah kesembilan kepala King Hydra jatuh

• Level up.

• Level up.

King Hydra si monster ganas yang mendominasi Nopren Swamp, telah pergi menuju peristirahatan abadi.

Karena mencapai prestasi yang besar,

• Fame naik 350 poin

• Strength naik 3 poin

• Vitality naik 10 poin

Dia berhasil naik level dua kali karena menyarangkan serangan penghabisan pada King Hydra yang terluka sangat parah.

Tentu saja Weed tidak melupakan apa yang harus dia lakukan untuk mengambil item dropnya.

• Permata kristal safir yang besar telah didapatkan.

• Topi kulit yang berbentuk aneh telah didapatkan.

• Sophia’s Great Spear telah didapatkan.

• Koin emas antik total 3.140 telah didapatkan.

1 gold dan koin emas biasanya nilai tukarnya sama. Namun, koin-koin itu juga memiliki nilai antik.

“Ini bukanlah keuntungan yang buruk.”

Dia juga harus memeriksa item-item yang lain, tetapi pertempurannya masih belum berakhir.

“Yellowy, kesinilah!”

Weed mengeluarkan pisau pahatnya setelah memanggil Yellowy.

Slice slice slice.

Pergerakan tangannya sangat cermat untuk memotong King Hydra untuk mendapatkan kulitnya!

Meskipun kulit itu memiliki banyak goresan, dia masih mengambilnya untuk berjaga-jaga jika suatu saat memerlukannya.

Weed bahkan memastikan untuk mengambil kepala King Hydra.

Kepala King Hydra #1 telah didapatkan.

Lima kepala!

Tubuh monster normal hanya meninggalkan bagian-bagian yang berguna dan menghilang, tetapi karena bagian-bagian ini tetap utuh, dia mengambil semuanya.

Dia membuat Yellowy membawa kulit King Hydra dan kepalanya yang besar.

“Seperti yang diduga, ada banyak yang bisa didapatkan dari seekor monster yang besar.”

Pasti seperti inilah perasaan seorang nelayan ketika dia menangkap seekor paus.

Kisah dari pria tua yang menangkap paus…. Bahkan ada novel terkenal tentang seorang pria kembali ke daratan setelah menghadapi badai dan kehilangan daging paus miliknya gara-gara hiu.

Seberapa besar penyesalan pria itu hingga itu bisa menggema didalam hati orang diseluruh dunia!

Translator / Creator: alknight