March 22, 2017

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 14 – Chapter 9: Dark Gamer’s Conversation

 

Lee Hyun masuk ke ruang chatting Dark Gamer. Penyingkapan informasi, pertanyaan, penjualan, dan kenaikan tingkat adalah topik-topik utama dari ruang chat.

Didalam ruang-ruang chat normal, ada orang-orang yang berada disana hanya untuk membuang-buang waktu. Informasi tentang kegiatan-kegiatan kerajaan, profesi, informasi quest, dan informasi lain yang diperlukan dipertukarkan secara real time.

Percakapan-percakapan ini tidak terbuka untuk semua orang. Ruangan-ruangan chat tersebut tersedia melalui forum-forum, yang mana hanya bisa diakses jika peringkat mereka memungkinkan, jadi hanya sedikit kelompok dari Dark Gamer yang diijinkan untuk berbagi informasi.

Itu adalah keterampilan dasar untuk menggunakan obrolan untuk mengungkapkan rahasia-rahasia dari gamer yang lain.

— Huni: Cepat, cepat, masuk Hyun-nim.

— Hyun: Kita ketemu lagi.

— Huni: Ya, senang berjumpa denganmu.

— Wicked Me: Ini adalah pertama kalinya aku bertemu kamu, Hyun-nim.

Ada sekitar 7 pemain didalam ruang chat itu.

Selain orang-orang yang mengintai dibawah permukaan, sebenarnya hanya Huni dan Wicked Me yang mengobrol.

— Huni: Hyun-nim, kau datang kesini hanya saat larut malam. Apa yang kamu lakukan belakangan ini?

— Hyun: Aku hanya… aku mempelajari skill-skill profesiku.

— Huni: Skill-skill profesi memang sangat penting. Biasanya, kau mengakses ruang chat dan tidak mengatakan apa-apa, tetapi kau juga memeriksa harga pasar dari item-item, kan?

— Hyun: Ya.

— Wicked Me: Aku juga sering melakukan itu.

— Huni: Semua Dark Gamer kemungkinan seperti itu. Itu karena tak ada pekerjaan sesibuk pekerjaan kita.

Itu sangat penting bagi para Dark Gamer untuk secara teratur memeriksa harga pasar item-item, misi, dan tempat-tempat berburu. Demi mendapatkan uang, bukan hanya usaha, tetapi informasi juga sangat penting.

Hanya para Dark Gamer yang melebihi para player lain yang bisa menikmati pertemuan mereka.

— Huni: Aku menjadi seorang Dark Gamer selama 7 tahun. Sudah berapa lama kalian berdua menjadi Dark Gamer?

— Wicked Me: Aku sekitar 1 sampai 3 tahun. Yah, 2 tahun sebenarnya.

— Huni: Kalau begitu kurasa aku seniormu, meskipun itu tak berarti. Jika 2 tahun, maka apa kau mulai menjadi Dark Gamer sejak peluncuran Royal Road?

— Wicked Me: Itu benar. Aku memulai pada saat yang sama Royal Road dirilis. Karena aku berkembang lebih cepat daripada orang lain, aku bisa mengumpulkan cukup banyak uang sejak awal.

— Huni: Aku iri padamu. Bagaimana denganmu, Hyun-nim?

— Hyun: Aku menjadi seorang Dark Gamer sekitar 1 tahun.

— Huni: Itu Menakjubkan!

— Wicked Me: Apa itu benar? Jika kau bisa masuk ruang chat peringkat ini, kau mungkin tidak pada level yang biasa…. dan itu bukan hanya level, tetapi kualitas dari informasi yang dibagikan dan tanggapanmu sangat penting dalam menentukan peringkatmu.

— Huni: Satu tahun sangatlah mengejutkan. Bisakah kau memberitahuku rahasiamu?

— Hyun: Aku hanya bekerja sangat keras. Dan aku mulai menghasilkan uang sebagai seorang Dark Gamer jauh sebelumnya, hanya saja aku baru mendaftar disini setahun yang lalu.

— Wicked Me: Sudah kuduga. Itu sulit untuk menjadi seorang Dark Gamer di Royal Road.

— Small Dragon: Senang bertemu denganmu. Kulihat kalian memiliki percakapan yang menarik ketika aku memperhatikan. Aku telah menjadi seorang Dark Gamer selama 6 tahun.

User yang mengintai bergabung dalam percakapan dan ruang chat segera menjadi ramai.

Saat mereka saling bertukar sapa dan percakapan dimulai, teks lama naik dengan cepat. Terlepas dari itu, keramaian tersebut bahkan tak bertahan selama 10 menit sebelum menjadi tenang.

Para user pergi untuk mencari informasi yang mereka butuhkan, atau beristitahat sambil membiarkan ruang chat terbuka.

Lee Hyun juga pergi sebentar untuk melihat informasi yang berbeda dan kembali untuk menemukan Huni dan Wicked Me mengobrol.

— Huni: Hyun-nim. Apa kau disana?

— Hyun: Ya.

— Huni: Sebenarnya, sekarang ini ada sebuah quest yang ingin aku selesaikan… Aku ingin berkonsultasi dengan kalian berdua.

— Wicked Me: Quest apa itu?

— Huni: Pertama-tama, tolong mengertilah ketika aku mengatakan bahwa aku tidak ingin mengungkapkan rincian dari isi quest tersebut.

— Wicked Me: Tentu.

— Hyun: Aku mengerti.

— Huni: Terima kasih untuk pengertiannya. Sejujurnya, aku sedang mengerjakan sebuah quest yang sedikit spesial.

— Wicked Me: Apa itu sebuah quest yang berbahaya?

— Huni: Kau bisa menyebutnya begitu. Quest itu juga memiliki tingkat kesulitan yang tinggi… Quest tersebut mencegahmu dari dibangkitkan lagi.

— Wicked Me: Aku tak paham apa yang kau katakan tentang tidak dibangkitkan lagi. Apa maksudnya itu?

— Hyun: Karakternya akan benar-benar mati di Royal Road, kan?

— Huni: Ya. Itu benar.

Kematian yang sesungguhnya dari sebuah karakter.

Itu adalah sesuatu yang bisa terjadi jika kau mempelajari sebuah sihir terlarang, atau jika kau memberikan jiwamu untuk suatu alasan.

Itu adalah standart dari para Dark Gamer untuk menolak quest semacam ini.

Kutukan yang sulit untuk disembuhkan bisa dipecahkan setelah waktu tertentu, tetapi jika karaktermu menghilang, kau harus memulai lagi dari awal.

Setelah profesi miliknya berubah menjadi Legendary Moonlight Sculptor, dia awalnya sangat tidak puas, tetapi alasan dia menyerah untuk membuat profesi lain adalah karena itu sulit untuk memulainya lagi.

— Hyun: Bagaimana bisa kau mendapatkan quest tersebut?

— Huni: Aku bersama dengan guild yang aku kelola, itu adalah sebuah quest yang kami dapatkan sebagai sebuah guild.

— Wicked Me: Jika kau mengelola sebuah guild, kau pasti memiliki sebuah karakter yang cukup luar biasa, itu cukup disesalkan.

— Huni: Ya. Sekarang aku merasa sedikit menyesal. Aku bertanya-tanya apakah aku memulai sesuatu terlalu berlebihan karena teman-teman dan rekan-rekan guildku, tetapi hadiah yang bisa didapatkan melalui quest tersebut sangat banyak.

— Wicked Me: Sebagai seorang Dark Gamer, apa itu layak memulainya?

— Huni: Aku harus melihat bagaimana perkembangan quest tersebut, tetapi sekarang ini aku berpikir itu adalah tantangan yang layak. Bahkan jika kami tak bisa menyelesaikan quest tersebut, kami menerimanya karena kami bisa mengharapkan hadiah yang besar.

— Wicked Me: Jika itu adalah aku, aku akan khawatir. Meski demikian, untuk meningkatkan karakter lain akan sulit.

— Huni: Selama 7 tahun aku menjadi seorang Dark Gamer, kupikir ini adalah peluang dan tantangan yang terbesar. Karena ada uang yang aku dapatkan, bahkan jika aku mati, aku mungkin akan bisa memulainya lagi.

Jika kau membacanya barisan kalimat tersebut, kau bisa merasakan bahwa si Dark Gamer Huni berusaha memaksakan dirinya untuk menanggapi secara positif tentang situasi dirinya.

Bagi seorang Dark Gamer, kehilangan karakter mereka itu sama halnya dengan menjadi pengangguran!

Tak bisa mengharapkan asuransi pekerjaan dan tunjangan pensiunan, jika kau mempertimbangkan bencana semacam itu, kau hanya akan menjadi cemas. Jika Lee Hyun juga berada dalam sebuah situasi dimana karakter Weed miliknya mungkin akan terhapus secara permanen, kecemasannya akan terlalu besar untuk diungkapkan lewat kata-kata.

“Aku masih belum menghasilkan uang yang cukup!”

Mungkin karena semua pekerjaan yang telah dia lakukan akan sia-sia, jadi dia tak berpikir dia akan bisa menerima sebuah quest seperti itu.

Dia hanya akan menderita karena perasaan ketakutan yang sangat parah. Di kehidupan nyata, biaya rumah sakit neneknya dan biaya hidup mereka akan terancam dengan bahaya yang mendekat ini.

Meskipun Huni mungkin telah menabung sedikit uang, itu saja tak akan mengamankan dia, untuk hal ini adalah sesuatu yang memiliki kemungkinan besar bisa menghancurkan kehidupan seorang Dark Gamer.

Jika kau mati ketika berburu, level dan keahlian skill milikmu akan menurun, dan jika suatu insiden seperti itu terjadi lagi dan lagi, itu akan menjadi sebuah pukulan mematikan yang tak terduga pada seorang Dark Gamer.

— Wicked Me: Kuharap kau mendapatkan banyak item. Item-item yang tertinggal.

— Huni: Tentu saja. Semua item yang kami dapatkan pada quest tersebut dikumpulkan secara terpisah, dan dijual. Namun, ketika aku membayangkan karakter yang aku kembangkan dan sangat cocok denganku benar-benar menghilang…. itu bukanlah sesuatu yang akan terjadi secara langsung, tetapi dadaku benar-benar sakit memikirkan tentang hal itu.

— Hyun: Kau pasti sangat khawatir.

— Huni: Tak ada pilihan lain yang bisa aku lakukan selain terus maju.

— Hyun: Karena kau telah mengalaminya, kau akan bisa berkembang lagi, dan quest itu….

Tangan Lee Hyun yang mengetik di keyboard tiba-tiba berhenti.

Meskipun itu hanyalah spekulasi, meskipun quest semacam itu akan berhasil, karena peluang yang konyol dari terhapusnya karakter, tak ada yang akan mau menerima quest semacam itu.

Tetapi Dark Gamer Huni bahkan mempertimbangkan kematian.

“Tampaknya dia telah menerima sebuah quest yang benar-benar sulit.”

Dia menebak itu akan jauh lebih sulit untuk menyelesaikan quest ini daripada menemukan jarum dalam tumpukan jerami.

— Hyun: Kudoakan kau berhasil. Hanya kata-kata itu yang bisa aku berikan.

— Huni: Terima kasih. Aku akan berusaha sebaik-baiknya. Aku membutuhkan beberapa penenangan batin.

— Wicked Me: Itu benar-benar menghangatkan hati untuk melihat kalian berdua berbicara.

— Huni: Wicked Me-nim, Hyun-nim. Boleh kita berteman? Meskipun aku tak tau berapa usia kalian atau dimana kalian tinggal, aku tak berpikir itu akan buruk untuk bersama-sana sebagai teman didalam ruang chatting Dark Gamer.

— Hyun: Aku juga suka itu.

— Huni: Aku akan memperkenalkan diriku terlebih dulu. Aku berusia 28 tahun.

— Hyun: Aku 23 tahun.

— Huni: Hyun seperti adikku kalau begitu.

— Hyun: Ya, kakak. Berbicaralah secara informal.

— Huni: Kau tak keberatan? Lalu Wicked Me-nim, berapa usiamu?

— Wicked Me: Kakak-kakak sekalian! Aku 15 tahun. Aku yang paling muda. Kedua kakakku, jagalah dengan baik adik kalian yang manis ini.

— Huni: ……

— Hyun: ……

— Huni: Hei Me.

— Wicked Me: Ya!

— Huni: Ini sudah jam 11. Tidur sana.

— Wicked Me: Ah! Sudah jam segitu. Itu hampir waktunya mamaku pulang… kurasa aku akan berpura-pura belajar dan tidur. Sampai jumpa.

— Hyun: ……

— Huni: ……

* * *

Kehidupan sekolah Lee Hyun berjalan dengan sibuk. Meskipun dia lulus tes, tugas-tugas terus berdatangan.

Ujian dan tantangan mengenai Royal Road.

Karena itulah, Choe Sang Jun dan Park Soon Jo mengumpulkan informasi tentang dungeon-dungeon, dan persiapannya dengan cepat dilakukan.

“Hyung, datang saja ketika kau bisa, dan yang perlu kau lakukan adalah menunjukkan patung-patungmu pada kami.”

Cheo Sang Jun berkata dengan tulus.

Bagaimanapun juga, karena itu adalah sebuah tugas tim, Lee Hyun harus berpartisipasi juga, tetapi tak banyak yang diharapkan dari seorang Sculptor. Lee Hyun akan menunjukkan patung-patung miliknya pada mereka, dan jika Choe Sang Jun dan rekan timnya bertindak seolah-olah mereka sangat pengertian, dia memperhitungkan bahwa profesor akan memberi mereka poin.

“Jika sebuah tim yang termasuk seorang Sculptor bisa menjelajahi sebuah dungeon yang sulit, itu bisa dilihat sebagai kesuksesan besar.”

Choe Sang Jun bertekad untuk menggunakan penjelajahan dungeon sebagai cara untuk menonjolkan diri. Kakaknya, yang merupakan seorang player berperingkat tinggi di Guild Black Lion, meminjamkan sebuah item pada dia dan membantu dia menaikkan levelnya.

Tetapi orang yang paling membuat dia khawatir adalah Park Soon Jo, si Thief!

“Para Thief tidak sangat berguna didalam dungeon seperti anggapanmu. Meskipun itu tidaklah buruk untuk memiliki 1 Thief untuk membantuku. Itu benar, aku harusnya senang tentang hal itu.”

Bahkan jika seorang Thief membantu, yang bisa mereka lakukan adalah membongkar jebakan dan membuka pintu.

Demi penjelajahan dungeon, tim tersebut mengadakan pertemuan saat makan siang tanpa Lee Hyun.

Sambil makan sandwich miliknya di kantin sekolah, Min Sura menanyakan sebuah pertanyaan.

“Tetapi teman-teman, siapa dua orang yang lain yang akan bergabung dengan tim kita? Semua orang bersemangat dan menjadi sibuk, tetapi kita harus memutuskan dan bersiap terlebih dahulu.”

Saat ini ada 5 orang dalam tim C mereka!

Itu adalah saatnya untuk merekrut 2 orang yang diperlukan.

Choe Sang Jun juga sangat tertarik pada anggota-anggota tim yang baru.

Bagi dia agar menjadi yang paling menonjol, para anggota yang lain tak boleh terlalu luar biasa.

Namun, dia ingin mendapatkan anggota tim yang setidaknya bisa cukup berguna.

“Akan bagus untuk memiliki seorang Cleric atau seorang Shaman… Siapa yang belum mendapatkan tim? Haruskah kami menarik seseorang dari tim lain?”

Itu terjadi saat dia sedang memikirkan hal itu. Jun Eun Hee dan Hong Sun Ye, yang berada di tim MTnya, mendekati dia.

“Hey, kami belum mendapatkan kelompok, bisakah kami ikut?”

Choe Sang Jun bergembira dan bertanya.

“Apa profesi kalian dan berapa level kalian?”

“Elemental Magician. Level 266. Posisi saat ini di Kerajaan Dale.”

“Aku seorang Ranger. Level 285. Aku berada di Kastil Nekan. Aku berburu bersama Eun Hee.”

Seorang Mage yang berhubungan dengan element dan seorang Ranger.

Itu jauh dari Cleric dan Shaman yang Choe Sang Jun inginkan.

“Ayo kita lakukan bersama-sama!”

Meski begitu, Choe Sang Jun tetap tersenyum.

Gadis selalu disambut.

Khususnya Ju Eun Hee dan Hong Sun Ye, yang memiliki wajah dan tubuh yang cantik yang menarik mata dari banyak laki-laki di fakultas mereka.

“Eun Hee benar-benar sangat cantik.”

Che Sang Jun tak punya alasan untuk menolak Eun Hee yang ideal.

Jun Eun Hee tersenyum begitu cerah hingga lesungnya keluar.

“Sungguh? Aku senang sekali, Choe Sang Jun.”

“Ya.”

Dengan penampilan memelas, Lee Yu Jeong berbicara pada Choe Sang Jun setelah memperhatikan dia.

“Jika kau ada di Kerajaan Dale… kami juga berada di Kerajaan Dale sekarang ini. Kastil Nekan hanya berjarak satu hari.”

“Yu Jeong, berapa levelmu?”

“Swordman, level 237. Sura disini adalah seorang Enchanter. Dia level 144.”

“Be-Begitukah?”

Ekspresi tidak puas dari Jun Eun Hee dan Hong Sun Ye tampak sangat jelas.

Itu karena level si Swordman terlalu rendah, dan Enchanter tak terlalu berguna didalam dungeon.

Mungkin karena dia merasakan ketidaknyamanan mereka, Min Sura bertanya.

“Apakah benar tidak apa-apa berada didalam kelompok yang sama dengan kami?”

“Tentu. Yah, itu tak masalah. Tapi kau tahu….”

Hong Sun Ye bertanya sambil sedikit memerah.

“Kenapa Lee Hyun oppa tak ada disini? Bukankah Lee Hyun oppa satu kelompok dengan kalian?”

“Oppa tidak ikut serta dalam pertemuan.”

“Kenapa?”

“Dia bilang dia sibuk. Dan karena dia adalah seorang Sculptor, kami tak membutuhkan dia untuk penjelahan.”

“……”

“Kalian berdua. Kalian benar-benar memutuskan untuk bergabung dengan kelompok kami, kan?”

“Ka-Kau benar.”

Entah bagaimana, mereka telah masuk kedalam sebuah situasi dimana mereka tak bisa menolak dan berakhir dengan bergabung.

Namun, setelah mereka mengetahui level dan profesi dari para player yang lain, semuanya bisa merasakan keengganan mereka.

“Ini adalah yang terburuk….”

“Bagiku untuk berada didalam sebuah kelompok seperti ini…”

“Aku mengacaukannya.”

“Aku akan mengurusnya nanti.”

* * *

Saat makan siang, Lee Hyun pergi ke taman untuk makan bekalnya.

“Hari ini ada lagi.”

Sebuah kotak bekal berwarna merah milik seorang gadis.

Sejak sekitar 10 hari yang lalu, ada kotak bekal berwarna merah ditempat dimana Lee Hyun biasanya makan. Tentu saja dia tidak menyentuh kotak bekal itu.

“Itu adalah makan siang milik seseorang.”

Dia berpikir bahwa pemiliknya mungkin datang mencarinya, jadi dia tidak membuka kotak bekal tersebut.

Hari berikutnya, kotak bekal itu ditempatkan diposisi yang sama. Namun, kali ini adalah kotak bekal berwarna kuning terbungkus dalam sapu tangan berwarna putih. Bahkan ada sebuah catatan diatasnya.

— Tolong makanlah aku.

Tulisan tangan yang indah dan berkelas.

Lee Hyun bergumam sambil menatap kotak bekal itu.

“Aku tak tahu untuk siapa itu, tetapi aku iri pada mereka.”

Kotak bekal bisa disebut bunga cinta!

“Secara tradisional, tak ada yang lebih baik untuk dimakan selain itu. Pastilah pria itu sangat bahagia, untuk memiliki seorang pacar seperti itu. Dia bahkan mendapatkan makanan gratis.”

Lee Hyun tertawa kesepian dan memakan makan siang yang dia bawa.

Dia berpikir secara pasti bahwa seseorang selain dirinya akan datang dan memakan kotak bekal itu.

Dia, yang tak pernah berkencan sebelumnya, tak akan pernah percaya bahwa kotak bekal itu adalah untuk dirinya.

Hari berikutnya.

— Lee Hyun, makanlah bekal ini.

Pesan itu sedikit lebih panjang dan lebih rinci, ditulis dengan indah.

Mungkin karena si pengirim tegang, teks tersebut dengan tegas melekuk pada kertas tersebut, tetapi Lee Hyun tak menyadari ini.

“Ini adalah makan siangku!”

Dia berlutut untuk membuka kotak bekal tersebut.

Itu dikemas penuh dengan sushi roll (kimbap)!

“Sushi roll Korea, semuanya.”

Lee Hyun mengeluh.

Makanan yang selalu dia bawa ke sekolah adalah sushi roll. Dia membawa makanan tersebut karena itu sederhana dan tidak membutuhkan banyak waktu untuk membuatnya, tetapi itu tak berarti dia tidak mau memakan sesuatu yang berbeda.

“Yah, bahkan sushi roll tak masalah asalkan rasanya enak.”

Lee Hyun mencoba 1 sushi roll tersebut.

Ada harmoni dari citarasa yang menggugah meledak didalam mulutnya.

Rasanya tak bisa dideskripsikan dengan kata-kata!

Lobak, kepiting, dan bayam yang digunakan si gadis itu sudah berada di dimensi yang berbeda dari bahan-bahan pada umumnya.

Kemilau samar dari samping gulungan tersebut adalah dari telur ikan dan daging kaki lobster yang berisi!

Lee Hyun berpengetahuan dalam memasak, tetapi dia tak pernah melihat bahan-bahan ini.

“Telur ikan Pollack-nya segar. Dan bagaimana bisa kepiting imitasi ini rasanya begitu lezat?”

Itu adalah kemewahan sushi roll terbaik!

Setelah Lee Hyun memakan sushi roll yang lezat tersebut, dia meninggalkan sebuah catatan didalam kotak bekal yang kosong itu.

— Kali ini juga….

Dia meninggalkan catatan sambil menyembunyikan sebuah harapan samar.

Hari berikutnya dia pergi ketempat yang sama, disana ada kotak bekal lagi.

— Terima kasih karena menikmatinya. Silahkan makan hari ini juga.

Lee Hyun membuka penutup kotak bekal tersebut.

Hari ini kimbap juga, tetapi hari ini isiannya adalah sirip hiu, belut, dan salmon. Bahkan ada salad buah segar untuk pencuci mulut.

“Lezat.”

Mulai dari hari itu, Lee Hyun pergi ke kampus tanpa membawa makan siang. Bahkan jika dia tidak mengemas makan siang, disana selalu ada makanan yang menunggu dia.

Saat Lee Hyun makan, Seoyoon memperhatikan dari kejauhan.

Setiap kali Lee Hyun makan dengan senang, Seoyoon merasa kenyang, meskipun dia belum makan.

“Teman….”

Temannya yang berharga, satu-satunya orang yang dia miliki didunia ini.

Seoyoon bersyukur karena dia memakannya.

Karena kekurangannya dalam kemampuan memasak, penumpukan pertama kimbap buatannya sobek dan isinya berhamburan keluar. Untuk mengemas kimbap yang lezat, dia belajar dari para chef hotel bintang lima.

Saat Seoyoon melihat Lee Hyun makan dengan senang, dia tersipu. Itu adalah pemandangan dari seorang dewi yang sedang tersipu malu.

* * *

Untuk memulihkan statistik Art yang telah terkonsumsi, Weed mulai bekerja di Kuruso.

“Cara tercepat untuk mendapatkan statistik Art adalah melalui membuat kerajinan tangan.”

Sebuah patung yang berhasil bisa memberi dia banyak statistik Art.

Meskipun itu adalah metode yang sederhana secara teori, kemungkinan dari keberhasilan sangat rendah.

Karena ada batas pada teknik-teknik yang Weed bisa ekspresikan dengan imajinasi, terusmenerus membuat patung yang berhasil sangat sulit.

Sebagai perbandingan, kerajinan tangan pembuatan perhiasan meningkatkan statistik Art sebesar 1 atau 2 poin, jadi itu bagus untuk pengisian kembali. Meskipun itu membutuhkan 10 karya untuk meningkatkan statistik tersebut sekaligus, dia memiliki bakat yang sempurna untuk mengerjakan pekerjaan membosankan semacam ini.

“Prinsipnya adalah bahwa kerja keras tidak berbohong. Tak ada yang aku lebih bersyukur daripada kerja keras.”

Selain itu, video-video dari Kendellev Water Park for Children telah diunggah didalam forum-forum Royal Road. Para player Dwarf bersaing mengunggah video mereka secepat yang mereka bisa.

Sampai saat ini, eksistensi Kuruso begitu rahasia yang bahkan diantara para Dwarf, hanya ada sedikit orang yang mengetahuinya. Namun, bayangan dari para Dwarf yang menikmati taman air tersebut dipublikasikan, penutup kerahasiaannya telah hancur.

Saat jumlah orang-orang yang tertarik meningkat, jalan ke Kuruso dipublikasikan.

“Kita sampai!”

“WOW! Ini adalah Kerajaan Dwarf.”

Lebih banyak Manusia dan Elf datang dan menemukannya, dan jumlah player di Kuruso meningkat lebih dari 5 kali lipat.

Patung-patung dari para Dwarf pendatang baru!

Patung-patung yang mereka dapatkan diatas tanah melalui quest atau cara yang lain, dibawa kepada Weed.

“Art Hand-nim, kudengar kau bisa mengevaluasi patung.”

“Ya. Meskipun aku tidak melakukan ini untuk sembarangan objek… Tetapi karena aku punya waktu, aku akan menafsirkan nilainya untukmu.”

“Terima kasih.”

Bahkan di Kuruso, dimana para pengrajin terbaik berkumpul, Art Hand adalah Sculptor yang paling menakjubkan.

Pertempuran di Gua Shaspin, dan kemenangan melawan Death Hand!

Ada para Dwarf Prajurit dan Warrior yang membual di bar tentang quest memahat yang telah terjadi di Kuruso, dan legenda Art Hand mencapai telinga dari para pendatang baru melalui gosip mereka.

Weed yang merubah dirinya menjadi Art Hand, sedang mengumpulkan patung-patung.

“Identify!”

The Repentant Bird

Merpati tanah liat bermeditasi diatas satu kaki.

Dibuat oleh seorang Sculptor tanpa nama.

Meskipun ini adalah patung yang dibuat dengan skill pemolesan yang luar biasa dan pengambaran

yang superior, arti yang dimaksudkan patung ini tak bisa dipahami.

Nilai Artistik: 30

Kamu telah mengapresiasi karya ini dan statistik Art milikmu naik sebesar 1 poin.

Untuk mendapatkan statistik Art melalui identifikasi!

Entah itu adalah lukisan, pedang-pedang terkenal, atau bahkan lemari armor legendaris, semuanya memberi dia sedikit statistik Art.

“Statistik Art tampaknya berbeda dari statistik-statistik yang lain.”

Setiap kali dia menghidupkan patung atau menggunakan skill, statistik Art terkonsumsi. Namun, ketika dia meningkatkannya lagi, ada kekuatan pemulihan yang memberi dia perasaan bahwa statistic tersebut sedikit lebih mudah untuk ditingkatkan daripada statistik yang lain.

Walaupun menantang untuk mendapatkan kembali statistik Art dengan mengidentifikasi patung-patung saja, statistik Art miliknya meningkat dua kali lebih cepat setelah dia mengaktifkan Eternal Sculptor.

Bahkan hanya dengan menjahit dengan material bagus, statistik Art miliknya akan meningkat. Ketika dia membuat sesuatu dari skill Blacksmith, statistik Art miliknya juga meningkat.

“Tetap saja, itu bukanlah metode yang bisa sering aku gunakan.”

Seperti yang diindikasikan oleh namanya, kekuatan pemulihan benar-benar memulihkan statistic dengan cepat!

Jika dia hanya mengkonsumsi statistik Art dan tak meningkatkannya, dia tak akan bisa mencapai level yang lebih tinggi.

Untik memulihkan statistik Art miliknya, Weed bertemu dengan banyak Dwarf di Kuruso.

“Art Hand, apakah kau suka bir? Aku yang traktir.”

“Apa kau sudah bergabung dengan sebuah guild?”

Ada guild-guild yang mendekati dia untuk merekrut seorang Sculptor.

Weed selalu menolak mereka.

Suatu hari, Herman yang melihat adegan ini, berkata dengan nada yang sopan.

“Itu akan bagus jika kau bergabung dengan guild kami. Profesi produksi, eh! Meskipun kau tidak berprofesi produksi. Ngomong-ngomong, bagi orang-orang seperti kita, yang memiliki profesi pengrajin, itu nyaman untuk berada didalam sebuah guild.”

“Aku juga tahu itu.”

“Lalu apakah ada alasan khusus kenapa kau tidak bergabung dengan sebuah guild?”

Dia terjebak pada keragu-raguan atas fakta bahwa dia adalah seorang Dark Gamer. Meskipun ketika dia bermain Continent of Magic, dia selalu bertindak sendirian, jadi terbatasi oleh sebuah guild adalah sebuah beban baginya.

Mata Herman berkedip-kedip saat dia tertawa.

“Kau tampaknya memiliki situasi yang tak bisa kau katakan. Tetapi hanya karena kau anggota sebuah guild bukan berarti semua orang ingin mengetahui kisah hidupmu.”

“…..”

“Kau tidak harus mengatakan sesuatu yang kau tak ingin orang lain tahu, hanya bertindak secara nyaman. Dan jika kau tak menyukai guild tersebut, tak bisakah kau meninggalkannya begitu saja?”

“Mungkin begitu, tapi…..”

“Ketika kau berada diusiaku, penyesalan terbesar adalah tidak mencoba banyak hal berbeda dimasa mudamu. Tak bisakah kau menyesalinya ketika kau telah mencoba? Itu tak baik buat kesehatan untik terlalu banyak khawatir ketika kau masih muda.”

Weed memutuskan.

“Jika ada guild yang mana aku bisa bergerak dengan nyaman didalamnya, maka kurasa itu tidaklah buruk untuk mencoba bergabung.”

Dalam banyak artian, dia mungkin menjadi pria yang aneh, tetapi dia tak menemukan alasan untuk menghindari konsep dari guild-guild.

Bahkan para Geomchi tidak membuat guild dan bertindak didalamnya, meskipun mereka menjadi begitu terkenal di Kerajaan Rosenheim yang mana mereka mungkin dipaksa untuk melakukan hal itu.

“Meskipun aku tak perlu bergabung dengan guild milik instruktur.”

Dia sangat dekat dengan para Geomchi, dan dia juga melihat wajah mereka setiap hari. Mereka juga terdaftar sebagai temannya, jadi dia sering berbicara dengan mereka. Tak ada perlunya untuk bergabung dengan guild yang dibuat oleh para Geomchi.

Seolah-olah merasakan keraguan Weed, Herman berbicara.

“Pernahkah kau mendengar Guild Travelers of the Wilderness?”

“Aku belum pernah mendengarnya.”

“Aku berada di guild itu. Cukup sering, kami berburu tanpa berbicara, dan ada juga orang-orang yang hanya pergi berpetualang… Itu adalah sebuah guild yang berisi orang-orang keras kepala.”

“Berapa banyak anggotanya?”

“Sekitar 25? Tingkat aktifitasnya berada pada sisi yang tinggi. Adapun untuk kelompok usianya… ada orang-orang tua seperti aku, dan ada banyak yang berusia 20’an, 30’an, dan 40’an. Kami tak berhubungan dengan kerajaan apapun, dan tak ada upacara pengenalan, jadi itu akan mudah untuk bergabung. Kenapa kau tidak bergabung saja dengan guild kami?”

“Dan jika itu ternyata tak nyaman untukku?”

“Maka kau bisa meninggalkannya.”

Weed merasa bahwa usulan Herman bisa diterima.

“Mereka tak akan mempermasalah tentang ini dan itu karena aku seorang Sculptor.”

Kebanyakan guild yang berusaha untuk merekrut Weed mendekati dia mengetahui bahwa dia adalah seorang Sculptor.

Patung untuk guild mereka.

Itulah motivasi mereka untuk mengundang dia ke sebuah guild. Tampaknya hal semacam itu tak akan terjadi di guildnya Herman.

“Baiklah. Bagaimana caranya aku bergabung?”

“Aku bisa mengundangmu. Itu adalah hak istimewa yang diberikan kepada semua anggota yang telah menjadi bagian dari guild selama lebih dari setahun.”

*Ding*

Herman mengundangmu ke guild Travelers of the Wilderness.
Informasi tentang guild Traveler of the Wilderness

 

Members 25 Guild Leader Vacant
Alignment Good Hostile Guilds None
Hostile Kingdom None

 

Hanya setelah jumlah waktu tertentu sejak menjadi anggota, kamu akan bisa melihat informasi yang lebih rinci dari guild.
Apa kamu mau menerima undangan ini?

Guild yang berada dalam peperangan atau bermusuhan dengan guild-guild lain membuat para player enggan untuk bergabung, tetapi jika guild tersebut netral, tak ada kerugian apapun.

“Aku akan bergabung.”

*Ding*

Kamu telah bergabung dengan guild Travelers of the Wilderness.

Kemudian, guild baru muncul di jendela pesan milik Weed.

— Sabrina: Selamat datang di guild, anggota baru!

— Pin: Selamat datang.

— Edwin: Senang bertemu denganmu.

Sebuah guild yang menyambut anggota barunya!

Melihat pada daftar anggota guild tersebut, ada 24 dari 26 orang, termasuk Weed.

Meskipun kau bisa mengatakan kesibukan para pemain pada tingkat yang ekstrim, karena hanya ada 3 orang yang menyambut dia.

— Weed: Halo, aku Weed. Untuk semua anggota guild, senang bertemu dengan kalian.

— Herman: Tampaknya yang lainnya sibuk berburu atau mengerjakan quest. Didalam guild kami, ada banyak orang sepenuhnya mematikan pesan guild mereka. Jadi jika ada sesuatu yang kau perlukan, kau perlu untuk mendaftarkan mereka secara pribadi sebagai teman dan berbicara dengan mereka dengan cara itu.

— Weed: Aku mengerti.

— Pin: Tetapi kakek Herman, bukankah kau mengatakan Art Hand-nim bergabung juga?

— Herman: Apa yang kau katakan? Orang yang barusan bergabung adalah Art Hand.

— Pin: Tak mungkin. Orang yang bergabung adalah Weed. Periksalah, kek.

— Herman: Tak mungkin aku salah. Aku mengundang Art Hand ketika aku secara pribadi mengangkat tanganku kearah dia…. Huh, bagaimana bisa ini terjadi? Seperti yang dikatakan Pin, orang yang bergabung benar-benar Weed.

Segera setelah Weed bergabung, dia segera mengatur level dan profesinya agar tersembunyi.

Dia belum mau untuk menjadi terlalu dekat dengan guild ini. Dia enggan untuk mengungkapkan dirinya pada sebuah guild yang para anggotanya tidak dia ketahui.

Namun, namanya terlihat apa adanya.

— Weed: Aku adalah Art Hand.

— Herman: Apa kau benar-benar Dwarf Sculptor Art Hand?

— Weed: Ya. Tapi aku bukan seorang Dwarf.

— Herman: Kau bukan seorang Dwarf?

— Weed: Karena keadaan, untuk saat ini aku berpura-pura menjadi seorang Dwarf.

— Pin: Art Hand, itu bagus untuk melihatmu, tetapi apa maksudmu, kau bukan seorang Dwarf? Kau sudah jelas seorang Dwarf pendek… Ack! Aku benar-benar minta maaf karena mengatakan para Dwarf itu pendek. Ngomong-ngomong, apa kau bukan ras yang sama seperti kakek Herman?

— Weed: Tidak.

— Pin: Lalu apa ras aslimu?

— Weed: Manusia.

Herman yang berdiri bengong disamping Weed tiba-tiba menyadari sesuatu.

Patung-patung luar biasa yang Weed buat dan pemandangan dari dia mengerjakan quest-quest Sculptor, dan saat dia membuat Wings of Light.

Ada sebuah pemikiran melintas dalam benak Herman.

— Herman: Seorang Manusia serta Sculptor Weed…. Tak mungkin, Lord of Morata?

— Weed: Itulah aku.

 

Translator / Creator: alknight