March 16, 2017

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 14 – Chapter 5: Fight Against Death Hand

 

Weed bisa memulai questnya berkat patungnya.

Pemandangan dari air mata seorang gadis!

Itu adalah sebuah patung yang terpendam disamping jalan.

“Identify!”

Ayahnya membuat kapak setiap hari.

Ibunya menjahit setiap hari.

Mereka tak akan pernah bermain dengan adikku dan aku.

Tak ada siapapun yang akan bermain dengan kami.

Quest tingkat kesulitan kelas E!

Weed menemukan para Dwarf itu.

Namun, karena patung tersebut dibuat cukup tua, dia sudah tumbuh dan berkembang menjadi wanita Dwarf dewasa!

Dia sedang menjahit sesuatu.

“Permisi. Apakah kau keberatan jika aku bermain?”

Weed memanggil dia.

Weed membawakan dia beberapa apel rasa madu yang disukai anak-anak Dwarf dan bermain dengan dia sekitar 30 menit.

“Impian masa kecilku telah terpenuhi seperti ini. Ini adalah pakaian yang aku buat… aku akan memberikannya padamu.”

Blue Robe buatan Dwarf!

Itu adalah sebuah jubah Mage dengan persyaratan level 130, tetapi bahkan dengan persyaratan level yang rendah, itu adalah sebuah jubah penyihir yang sangat penting.

Para Mage sadar akan Defense mereka yang rendah.

Karena mereka memiliki damage yang paling kuat, mereka fokus pada regenerasi Mana dan kekuatan serangan.

Faktanya, tak peduli seberapa buruk atau seberapa bagus sebuah jubah, mereka tak memberi ekstra HP atau Defense. Namun, Blue Robe buatan Dwarf adalah sesuatu yang diinginkan setiap Mage. Jubah tersebut memiliki opsi untuk memberi casting spell yang cepat dan ekstra Mana, yang mana bisa dijual seharga 7.000 gold.

Meskipun staff milik seorang Mage menyediakan peningkatan terbesar pada kekuatan serangan magic, jubah Mage sangat langka dan oleh karena itu harga jualnya lebih mahal.

Inilah sebabnya imbalan untuk quest ini sangat tak masuk akal.

“Patung-patung bisa dianggap sebagai bunga dari seni sejati!”

Weed memuji patung secara berlebihan.

“Selamat datang, Art Hand!”

“Halo para penjaga yang terhormat. Apakah tidak apa-apa jika aku memasuki rumah?”

“Jika itu adalah kau, kau disambut kapanpun disini!”

Weed bahkan mengunjungi rumah Dwarf Penjaga.

Weed memiliki sebuah hubungan dekat dengan menggunakan pujian yang mana tak mengeluarkan uang sedikitpun dan dengan cara ini, dia bisa menjadi akrab dengan para Penjaga.

Ada sebuah patung didalam rumah jaga.

Ada perbedaan yang besar diantara para Manusia dan para Dwarf pendiam.

Karena mereka menyukai patung dan karya-karya seni yang lainnya, seperti lukisan, selalu ada 1-2 patung di setiap rumah. Ada sejumlah kecil dari patung-patung yang tak memiliki makna dan dibuat untuk pajangan, tetapi juga ada banyak patung-patung yang diminta untuk dibuat atau menyimbolkan sesuatu.

“Ini tampak seperti sebuah patung yang mengagumkan.”

“Ah. Itu adalah sesuatu yang terus dijaga oleh leluhurku.”

“Boleh aku melihatnya lebih dekat?”

“Jika seorang Sculptor seterampil dirimu mengamatinya, itu akan memberiku kehormatan yang besar.”

“Terimakasih. Identify!”

Tak banyak Dwarf yang mengetahui kebenaran tentang mahluk jahat dan keji yang tinggal di Kuruso.

“Makhluk jahat….”

Untuk beberapa alasan quest tersebut tampak seperti akan cukup merepotkan.

Makhluk jahat itu berubah bentuk dan berkeliaran sambil menggoda para Dwarf polos. Karena Makhluk jahat itu mengubah identitasnya secara rutin, dia tak bisa ditemukan dengan mudah. Namun, Makhluk jahat tersebut selalu memiliki wujud yang menyerupai seorang Dwarf yang cerewet. Jika seorang Dwarf bisa membuat sebuah item yang bagus, Makhluk jahat ini akan mendekati mereka. Dia akan selalu berusaha untuk mengatakan dirinya sendiri sebagai seorang Dwarf yang tidak terampil, dan akan menghasilkan item yang lebih baik setelah meneliti dan menguasai skill mereka.

Sebuah tindakan tercela pada para Dwarf yang bekerja keras untuk meningkatkan skill mereka!

Weed berpikir ini cukup ekstrim.

“Aku juga tak akan bisa memaafkan dia.”

Jika, sembari seseorang menghasilkan 1 gold, dan tetangga mereka menghasilkan 2 atau 3 gold, itu akan menyebabkan trauma mental yang tak bisa diperbaiki!

Kamu harus membalas dendam pada Makhluk jahat itu.

Dia harus memastikan Makhluk jahat itu tak akan pernah menginjakkan kakinya di tanah Dwarf lagi.

Namun, karena para Dwarf membela yang lemah dan tak berdaya, dia tak bisa begitu saja menghukum Makhluk jahat itu.

Jika dia melakukan hal itu, harga diri dari ras tersebut tak akan bisa dipulihkan.

Lebih baik bagi dia untuk mengidentifikasi Makhluk jahat itu dan kemudian secara terbuka menantang dia pada sebuah kompetisi skill dan mengalahkan dia.

Beruntungnya, Makhluk jahat itu tidak mahir dalam segala bidang, jadi ada peluang untuk keberhasilan.

Kali ini, tingkat kesulitan dari quest tersebut adalah kelas C!

“Kupikir itu akan memberi hadiah yang cukup bagus kali ini.”

Bukannya bertarung melawan Makhluk jahat dan menghajarnya, dia harus mengalahkannya dalam pencapaian skill.

Weed segera mengidentifikasi seorang Dwarf yang kemungkinan besar adalah si Makhluk jahat itu.

Setiap kali seorang player Dwarf memproduksi item, ada Dwarf lain yang membuat item yang lebih unggul disamping dia.

Namanya adalah Death Hand!

“Keulkeulkeul.”

Tak seperti seorang Dwarf yang gagah berani, dia akan membuat keributan dan kemudian menciptakan sesuatu.

Dia adalah seorang Dwarf yang terkenal di Kuruso karena meminta hal-hal sembarangan.

“Jika dia tidak meminum minuman keras apapun, tak ada keraguan lagi.”

Setelah mengikuti dia selama sehari, Weed telah yakin.

Seorang Dwarf yang tidak minum minuman keras tidaklah normal!

Weed berpikir tak ada keraguan lagi karena, meskipun dia berdiri disampingnya dan minum seolah-olah mengundang dia untuk minum bersama dirinya, dia tak menunjukkan ketertarikan.

“Ya ampun, kau bahkan tak bisa memotong semangka dengan pedang semacam ini.”

“Keueuk….”

Ada Dwarf lain yang frustasi didepan Death Hand.

Dia telah menghabiskan seluruh tabungannya untuk mendapatkan tulang tingkat tertinggi. Pedang yang dibuat dari tulang seekor monster!

Setelah membuat sebuah pedang yang cukup layak dari tulang paha Ogre, dia berteriak senang.

“Baiklah! Aku akhirnya menyelesaikan Ogre Sword!”

Sebelum dia bisa berbagi kegembiraannya dengan para Dwarf lain, Death Hand berjalan mendekat.

“Heh, itu tampak sangat rumit. Bagaimana caranya kau membuat pedang dari tulang?”

Dia berusaha membuat pedang dari beberapa tulang Ogre yang dia miliki, dan setelah beberapa kegagalan, dia akhirnya berhasil.

“Tak mungkin.”

Si Dwarf yang membuat pedang dari tulang-tulang Ogre menjadi terfokus sepenuhnya pada Death Hand.

“Itu tak mungkin. Itu tak akan menjadi seperti itu kali ini.”

Besi adalah material termudah untuk membuat pedang.

Itu mudah untuk mengubah bentuknya setelah melelehkan dan memukulnya, dan itu mudah untuk menyelesaikan pedang tersebut karena kekuatan dari materialnya.

Daya tahan pedang yang sudah selesai juga akan meningkat setelah mengasahnya pada batu asah.

Pedang tulang yang lebih rendah tak akan mengijinkan kesalahan apapun selama seluruh proses, dan materialnya itu sendiri sangat sensitif.

Meskipun orang itu adalah seorang Dwarf dengan skill Blacksmith level tinggi, mereka tak akan membuat pedang jika mereka tak tau bagaimana caranya mengerjakan materialnya. Death Hand telah

menghasilkan beberapa kegagalan, tetapi tiba-tiba dia mengeluarkan sebuah tulang Ogre.

“Ini adalah harta, sangat berharga….”

Dan kemudian, setelah mengerjakannya beberapa saat, secara menakjubkan dia membuat sebuah Ogre Bone Sword!

Itu adalah pedang yang lebih baik, itu juga memiliki bentuk yang menarik.

Namun, Death Hand melempar pedangnya ke tanah dan pedang itu hancur seperti vas.

“Sialan, ini adalah kegagalan! Pedang ini tak bisa memotong semangka. Itu tak akan bisa memotong apel. Dan bahkan tak akan bisa memotong pisang!”

“Keuheuheuheuehug!”

Korban terakhir Death Hand dihari itu menangis pahit.

* * *

Tanpa peringatan, Weed dengan bangga berjalan kearah Death Hand.

“Ahem, apa yang harus kita buat? Memproduksi item pasti sulit bagimu mengingat kurangnya bakatmu.”

Pakaiannya memberikan aroma dari seorang Sculptor pemula. Dengan sebuah pisau pahat pemula dan skill yang bisa membuat dia menghabiskan lebih dari 10 jam untuk mengukir seekor tupai.

Mengukir ekor membutuhkan 4 jam, kepalanya membutuhkan 2 jam, meskipun dia secara kasar membuat badannya, itu masih membutuhkan waktu yang lama, dan masih ada kaki yang tersisa untuk diukir.

Itu adalah seekor tupai, tapi tanpa mengetahui dimana kaki lucunya berada, itu menyerupai seekor luwak atau musang.

Ukurannya sekitar sebesar seekor babi hutan dan kualitasnya tak layak disebutkan.

Sebagai hasil dari patung yang gagal, Fame menurun sebesar 23 poin.

“Keulkeulkeul.”

Ketika patung itu selesai, Death Hand tertawa.

Siapapun yang melihatnya bisa melihat patung tupai itu adalah sebuah kegagalan!

Weed sekali lagi memegang pisau pahat pemula miliknya dengan motivasi baru.

“Kegagalan itu tak masalah karena itu dibutuhkan untuk berkembang!”

Kali ini, dia berencana mengukir seekor sapi.

Seekor sapi penurut, lembut, dan pekerja keras.

Meskipun dia mengerahkan lebih banyak upaya untuk memahat sapi tersebut daripada tupai, hasilnya masih begitu buruk, itu tak layak dilihat.

Ketebalan dan panjangnya dari keempat kakinya berbeda ukuran dan ekornya 1 cm lebarnya!

Beruntungnya, kepalanya ternyata bagus meskipun bagian tubuh yang lainnya mengerikan.

Tak ada bukti yang bisa dikenali bahwa itu adalah seekor sapi.

*Woodangtang!*

Meskipun itu adalah patung yang telah selesai, patung itu hancur karena kakinya yang kurus tak bisa menopang beratnya.

Itu adalah sebuah pemandangan mengerikan.

Skill memahatnya perlahan-lahan menurun.

Sebagai hasil dari patung yang gagal, Fame menurun sebesar 39 poin.

“Keulkeulkeul! Kuhahahaha!”

Death Hand tertawa bahkan lebih keras daripada yang sebelumnya.

Dia suka melihat penderitaan orang lain dan Weed adalah korban favoritnya sekarang ini.

“Mungkin tak ada gunannya bagiku untuk repot-repot jika itu adalah seorang Sculptor semacam ini, tapi….”

Terlepas dari apa yang Death Hand pikirkan, dia tidak mau berhenti melihat Weed.

“Aku harus menghancurkan dia sehingga dia tidak akan membuat patung-patung lagi!”

* * *

Sebuah pertandingan memahat antara Death Hand dan Weed.

Dikota kecil Kuruso, kata-kata menyebar dengan cepat.

Sampai sekarang, Death Hand telah mempecundangi setiap Dwarf secara telak. Meski demikian, ini adalah pertandingan memahat, oleh karena itu hasilnya sulit diprediksi.

Didalam bar sambil meminum bir mereka, Weed menjadi topik dari semua Dwarf.

“Berbicara secara logis, menurutmu siapa yang akan menang?”

“Death Hand pastinya.”

“Tidak, aku yakin Art Hand akan memenangkannya, mengalahkan dan menghancurkan si Death Hand berhidung rata yang arogan itu!”

Para Dwarf Warrior yang bersama Weed di Gua Shaspin menyemangati dia.

“Apa kau pikir skill itu semudah itu didapatkan? Kau bisa bertarung dengan baik dalam sebuah pertempuran yang tak menguntungkan, tetapi skill yang kau miliki tak akan berbohong.”

“Tetapi Art Hand mungkin bisa melakukannya.”

“Mau taruhan?”

“Oke! Yang kalah akan membelikan si pemenang alkohol selama seratus hari, termasuk hari ini.”

“Sesukamu. Beri 2 tong kecil bir disebelah sini!”

Kau terkadang bisa melihat orang-orang taruhan sembari semua orang berpesta pora.

* * *

Death Hand menciptakan patung dari Ghost Knight of Balgest.

Knight monster ganas yang bertarung sambil menunggangi kuda!

Ketika Knight of Balgest muncul, bahkan monster-monster gemetar ketakutan. Itu adalah monster kelas tinggi yang memiliki kekuatan absolut.

“Keulkeulkeul.”

Death Hand menyelesaikan Knight of Balgest dengan kecepatan yang sangat cepat. Karena patung itu besar, dia mengumpulkan banyak tanah liat untuk membuatnya.

“Ah, memahat benar-benar sulit.”

Death Hand melebih-lebihkan.

Weed membuat keributan untuk menunjukkan bahwa dia sedang menderita.

Meskipun pada awalnya, Weed membuat ketebalan dan panjang yang berbeda ketika dia mengukir kaki. Namun, karena dia tidak puas dengannya, dia membuat beberapa perbaikan. Saat dia mengukir kaki tersebut, dia juga mengukir badan dan mengubahnya sehingga cakarnya semakin panjang.

Mulut Death Hand berkedut keji.

“Aku bahkan belum mencoba membuat ini… Keberuntunganku tentunya sangat bagus.”

Dia membiarkan otot-otot halus yang kuda miliki, dan itu menjadi Ghost Knight of Balgest yang indah.

Dari armor dan gada besi sampai baju terkoyak yang dikenakan, Knight of Balgest secara sempurna dibuat.

“Phew. Tak terpikir bahwa aku hanya bisa membuat sesuatu seperti ini… Apakah ada seorang Sculptor yang tidak kompeten seperti aku? Seorang Sculptor seperti aku harus mati. Kematian adalah satu-satunya yang layak.”

*Hiks hiks* Death Hand menangis sedih.

Masterpiece!

Patung Elite Knight of Balgest.

Ghost Knight dari Kerajaan Balgest yang hancur.

Ini adalah sebuah patung yang menunjukkan raungan peperangan.

Terbuat dari tanah liat rendah, dan tertutup dengan warna hitam.

Nilai Artistik: 416

Efek Spesial:

• Kecepatan pergerakan dalam pertempuran meningkat sebesar 7%

• Skill dari Knight meningkat 1 level

“Ya ampun, aku seharusnya tak pernah membuat patung lain lagi. Bagaimana bisa aku punya hak untuk membuat patung lain dengan skill yang rendah ini?”

Death Hand mengeluarkan suara penderitaan didepan Weed.

Para Dwarf yang datang karena mereka penasaran, mendecakkan lidah mereka.

“Itu tampak seperti penampilan dari korban menyedihkan.”

“Ngomong-ngomong, kali ini, itu benar-benar kejam, itu tak ada harapan ketika dia bahkan melibatkan kuda semacam ini.”

Karya mengagumkan Death Hand yang merenggut kepercayaan diri seseorang dan menjatuhkan diri ketanah!

“Namun, karena lawannya kali ini adalah Art Hand, akankah sesuatu berbeda?”

“Dia tidak akan mundur tanpa bertarung. Pastinya.”

Para Dwarf tak bisa mengukur secara akurat skill milik Weed. Namun, karena dia bisa menerima sebuah quest tingkat kesulitan B, tak peduli seberapa bagus keberuntungannya, mereka menduga dia setidaknya memiliki skill-skill dasar yang penting.

Namun, Weed menciptakan patung lain seperti buatan pemula.

“……”

Death Hand dan para Dwarf melihat setiap pergerakannya.

Namun, setelah mengangkat pisau pahatnya dan berpikir sebentar, Weed menurunkan kembali tangannya.

Terjadi ledakan keluhan pada saat itu.

“Hei!”

“Apa kau benar-benar menyerah?”

Para Dwarf kehilangan kesabaran.

“Aku tak membutuhkan sesuatu seperti pisau pahat.”

Weed secara acuh tak acuh mengatakan ini sambil mengangkat tangan kosongnya.

Dia tidak memiliki pisau pahat, dan yang terburuk, dia tidak memiliki material untuk memahat. Dia mulai menggerakkan tangannya diudara seperti orang gila.

Dan kemudian, cahaya samar muncul seperti sihir!

Weed dalam diam mengulangi tindakan yang sama.

“Ini adalah Moonlight Sculpting, kan?”

Itu mudah dan nyaman untuk mengukir sebuah patung cahaya bulan.

Secara kekanak-kanakan membentuk cahaya patung tersebut, nilai artistiknya meningkat.

Namun, seorang Moonlight Sculptor sejati bisa menggunakan cahaya itu sendiri untuk membuat sebuah patung.

Weed mengeluarkan benang-benang cahaya dari sepuluh jarinya, seolah-olah mereka adalah untaian benang.

“Whoa! Apa itu?”

“Itu tampak seperti sihir… Seorang Dwarf menggunakan sihir?”

Para Dwarf berkumpul disekitar.

Seolah-olah dia adalah seorang artis yang melakukan pertunjukan di panggung, Weed yang menggunakan cahaya untuk mengukir, adalah karakter utamanya.

Bahkan Death Hand menatap Weed dengan takjub.

* * *

Benang-benang cahaya yang tipis memancarkan keindahan yang tenang.

Itu sulit untuk menghasilkan warna dengan cahaya, tetapi itu mengandung warna yang mendalam.

Tangan Weed menari di udara.

“Kumpulkan. Satukan. Sebarkan. Itu meluber. Perluas. Tak boleh ada… kesalahan apapun.”

Weed memperkuat dan memperluas konsentrasinya.

Ini adalah pertama kalinya dia memperlihatkan dengan benar seni dari Moonlight Sculpting.

Selain dari mendapatkan perintah secara tak sengaja untuk menggunakannya, itu mustahil untuk benar-benar mempelajarinya dari memahat secara santai.

Ini adalah sebuah patung yang memanfaatkan teknik-teknik yang sepenuhnya berbeda dari memahat batu atau kayu.

Ini adalah sebuah patung cahaya.

Setiap kali dia menggerakkan jari-jarinya, warna yang berbeda muncul, dan itu mengkonsumsi sedikit Mana miliknya.

Pengaturan yang halus dari cahaya.

Bahkan warna dari cahayanya fleksibel.

Jika kau membuat masing-masing bagian dari patung dengan warna yang berbeda maka itu mengubah hasil secara keseluruhan dari produk akhir.

Patung tersebut terbuat dari ribuan warna yang berbeda dengan mudah melampaui skala dari piramid!

Meskipun itu menjadi sebuah karya spektakuler yang tak terbayangkan, tanpa perbaikan, itu akan menjadi kasar.

Selama beberapa hari, dia harus menggunakan konsentrasi tingkat tertingginya yang mana bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Skill tingkat tinggi dari seorang Sculptor, seorang Moonlight Sculptor!

Ketika skill tersebut digunakan secara terusmenerus, itu membutuhkan banyak Mana untuk mempertahankannya, dan bahkan membutuhkan Mana yang lebih banyak lagi untuk menambahkan atau mengubahnya pada warna yang berbeda.

“Skillku masih belum seimbang.”

Weed memutuskan untuk menambahkan warna-warna yang berbeda.

Pertama dia menambahkan warna merah cerah.

“Warna merah. Sangat berani dan mempesona.”

Patung itu sekarang terbatas pada warna-warna yang cocok dengan merah.

Kemudian dari jari-jari Weed, mengalir warna kuning.

Sama seperti warna merah, itu adalah warna yang sangat menantang.

Warna hijau, oranye, biru, hitam dan ungu semuanya berubah.

Meskipun ada banyak warna-warna yang berbeda, semuanya dicampur dengan baik.

Warna yang jelas dan spektakuler yang menarik perhatian seseorang layaknya mereka telah kerasukan!

Pilihan warna tersebut berasal dari kenangan masa kecil Weed.

“Sial! Meskipun aku tampak benar pada itu, aku tak bisa menentukan warna yang tepat.”

Itu adalah sebuah efek dari hanya bisa menggunakan 8 warna krayon sejak SD, karena kemiskinannya!

Sulit untuk membedakan satu warna karena rasa yang tak berwujud dari warna.

Warna-warna selalu berubah.

Tak hanya ada empat puluh delapan warna, ataupun ada enam puluh warna.

Warna, rona, dan kontras mengarah pada perubahan yang halus dari puluhan ribu warna.

Weed memutuskan untuk memilih warna berdasarkan pada intuisinya.

“Bukan warna yang paling cantik, tetapi warna yang aku pilih.”

Ada terlalu banyak warna, dan mereka berubah dengan cepat.

Warna apapun yang akan dia pilih, dia mungkin akan menyesalinya nanti, tetapi dia akan memilih warna yang menyentuh hatinya.

“Selesai. Ini dia.”

Akhirnya, Weed memilih percampuran warna perak cerah dan warna biru muda.

Itu adalah sebuah cahaya yang memancarkan rona biru perak cerah.

Itu adalah biru perak dari seorang Weed, yang hanya tau 8 warna krayon, tak bisa menjelaskan ataupun memahami!

Itu adalah sebuah warna jauh lebih mulia dan indah daripada yang cahaya bisa ekspresikan.

*Pass!*

Cahaya yang mengalir dari Weed dan menumpuk sampai sekarang, meredup seluruhnya.

Ratusan cahaya berwarna yang berkumpul menjadi sebuah bola besar berhamburan dalam sekejap, dan cahaya biru keperakan bersinar dari tangan Weed.

Itu adalah awal dari Moonlight Sculpting.

“Apa yang harus aku buat?”

Kekhawatiran Weed meredup segera setelah dia melihat cahaya itu.

Memahat adalah sebuah profesi yang bekerja dengan material.

Bergantung pada materialnya, beberapa karya dibatasi.

Karena dia memutuskan untuk menggunakan Moonlight Sculpting sejak awal, dia sudah memiliki beberapa ide dalam pikiran.

“Seoyoon. Meskipun aku menggunakan dia secara berlebihan, jika aku mengukir dia menggunakan Moonlight Sculpting, dia akan secantik seorang Dewi, kan?҆

Namun, dalam kenyataannya, sangat sulit untuk menciptakan seseorang menggunakan cahaya. Itu sulit untuk mengabadikan kecantikan, dan luar biasa sulit untuk mengekspresikan kulit.

Dia berpikir itu akan menjadi sebuah tantangan yang layak suatu hari nanti, tetapi itu mustahil untuk sekarang.

“Bingryong atau para Wyvern akan bagus.”

Itu akan menjadi sebuah pengalaman yang menyegarkan untuk membuat patung yang sudah dia buat menggunakan cahaya.

Namun, setelah melihat cahaya yang memancar dari tangannya, Weed mengubah pikirannya.

“Buat saja sebuah patung yang sesuai dengan cahaya ini.”

Daripada memilih sebuah patung yang sudah dia buat dimasa lalu, dia memutuskan untuk membuat motif yang menyentakkan perasaannya yang mendalam.

Tangan Weed mulai bergerak diudara.

Saat cahaya-cahaya tersebut terjalin dan bergoyang-goyang, dia membentuk pola.

Bukannya batu atau kayu, cahaya lah yang digunakan untuk menciptakan sebuah patung!

Itu adalah sebuah pekerjaan yang membutuhkan kecermatan dan ketelitian.

10 jarinya bergerak dengan mulus seolah-olah dia sedang memainkan sebuah instrument.

Ketebalan dari cahaya tersebut berubah bergantung pada daya intensitas dan waktu.

Karena benang tersebut bisa berubah kualitasnya, jika seseorang tak bisa memfokuskan konsentrasi dan perasaan mereka pada tingkat tertinggi, maka mereka tak akan bisa mengukir.

Sambil mengerjakan patung cahaya tersebut, Weed memiliki aura karismatik disekitar dirinya.

Mengumpulkan dan membelai cahaya, itu adalah puncak dari seorang senimanan yang mengerjakan cahaya!

Patung cahaya tersebut begitu memikat yang bahkan jika petir menyambar disampingnya seseorang tak akan menyadarinya.

Akhirnya, sepasang sayap yang terbuat dari benang-benang cahaya berwarna biru-perak selesai!

Silahkan tetapkan sebuah nama untuk patung ini.

Weed, yang menatap patung tersebut saat pesan itu muncul, berkata.

“Wings of Light.”

Jika para penonton mengetahui nama yang diberikan pada patung tersebut pada saat itu, mereka akan merasakan kesedihan merobek hati mereka.

Sayap yang terbuat dari cahaya fantastis.

Seolah-olah Wings of Light memberi namanya sendiri!

Bibir Weed membentuk senyum lebar yang hangat.

“Seperti yang diduga, persepsi pemberian nama milikku adalah yang terbaik.”

Apa kamu ingin menggunakan nama “Wings of Light”?

“Ya.”

*Ding*

Moonlight Grand Masterpiece! Wings of Light
Benua Versailles telah menantikan patung-patung cahaya untuk waktu yang sangat lama!

Hanya segelintir Master Sculptor dan murid-murid mereka yang mengetahui tentang mengukir dengan cahaya. Seni dari mengukir cahaya yang tercatat dalam legenda-legenda dari sejarah telah dibangkitkan, dan dijadikan kedalam sebuah karya seni. Itu mencakup nilai-nilai tradisional, dan merupakan karya yang layak menjadi sebuah wasiat pada seni memahat. Itu disayangkan bahwa sepasang sayap ini tak memiliki keseimbangan yang sempurna.

Nilai Artistik: 17.900

Sebuah karya dari seseorang yang menapaki jalan dari Eternal Sculptor.

Efek Spesial:

• Mereka yang melihat Wings of Light akan mendapatkan peningkatan regenerasi HP dan MP sebesar 15% selama sehari

• Semua statistik naik sebesar 25 poin

• Resitensi pada Kegelapan naik sebesar 35%

• Kekebalan pada sihir Blind

• Karena patung ini, kota akan menerima tambahan keamanan pada malam hari

• Penekanan kekuatan monster sebesar 3% aktif pada malam hari

• Para Priest of Light akan menerima peningkatan Faith dan skill-skill mereka

• Efek-efek ini tak bisa ditumpuk dengan efek patung lain

Jumlah Moonlight Grand Masterpiece yang diselesaikan sejauh ini: 2

• Skill memahat meningkat

• Keahlian skill Handicraft meningkat

• Skill Sculptural Understanding naik 1 level

• Fame naik 332 poin

• Statistik Art naik 30 poin

• Wisdom naik 2 poin

• Charm naik 7 poin

• Wings of Light dicatat dalam sejarah patung-patung cahaya, Sculptor yang melihat ini akan semakin memahami pemahatan dan menciptakan karya-karya yang lebih baik

• Sebagai hasil dari menciptakan patung Moonlight Grand Masterpiece, semua statistik naik

sebesar 4 poin

Karya yang luar biasa mencengangkan!

Meskipun dia telah menciptakan beberapa patung menggunakan Moonlight Sculpting, kali ini seseorang bisa mengatakan bahwa itu adalah Patung Moonlight yang sebenarnya.

Patung yang memiliki nilai artistik tertinggi dari semua patung-patung milik Weed berkat nilai historisnya.

Sepasang Sayap Cahaya mengapung diudara sambil mengepak-kepak.

Weed meratap sambil memukul tanah.

“Ini adalah sebuah kegagalan, kegagalan besar.”

“……”

Sayap tersebut akan menusuk pikiran dari Dwarf manapun yang melihatnya.

Mereka ingin mencemooh dan mengkritik Weed.

“Apa kau gila, dasar Dwarf gila!”

“Menyebut karya seperti ini sebagai kegagalan, apa kau mengejek kami!”

Sebuah legenda telah dibuat.

Dalam kenyataannya, tak satupun dari para Dwarf yang ada, pernah melihat sebuah patung cahaya.

Patung semacam itu telah dibuat, namun si pembuat kecewa pada patung itu!

“Seorang Sculptor seperti aku yang tak punya bakat layak mati. *hiks hiks*. Bagaimana bisa aku menciptakan sebuah patung sangat buruk.”

“?”

“Aku menyalahkan upayaku yang setengah hati. Jika saja kau mengerahkan lebih banyak upaya untuk membuatnya.”

Namun, patung Wings of Light milik Weed jauh lebih sulit untuk dikerjakan daripada patung manapun yang telah dia buat sejauh ini.

Dia harus mempertahankan konsentrasinya secara terusmenerus dari jari-jarinya untuk menyesuaikan intensitas dari warna cahaya dan mengendalikannya secara serempak. Dia tak boleh ragu-ragu ketika membuatnya. Pergerakan-pergerakan harus tepat.

Semua orang yang berkumpul mengetahui bahwa kira-kira 4 jam yang dihabiskan untuk mengukir Wings of Light.

Keringat dingin membasahi kening dan punggung Weed.

“Death Hand.”

“Huh? Ap-Apa kau memanggilku?”

Death Hand malu saat dia menatap kosong pada Wings of Light. Dia tertegun.

Weed meminta maaf.

“Aku minta maaf.”

“Apa, apa? Kenapa kau meminta maaf padaku…”

“Kau memang benar. Seorang Sculptor tak kompeten seperti diriku tidak layak menciptakan seni.”

“……”

“Menggunakan skillku yang rendah untuk membuat suatu kegagalan memalukan seperti itu, aku tak berpikr aku bisa menanggungnya untuk hidup dengan rasa malu.”

“……”

Ada sedikit kecacatan pada Wings of Light.

Ketika membuat sepasang sayap, kedua sisi harus identik, tetapi jika kau melihat dengan cermat kau akan bisa melihat bahwa sayap itu berbeda ukuran.

Ada kecacatan kecil, tetapi itu tak terlihat oleh mata telanjang. Tetapi jika orang melihat patung itu dengan cermat, mereka akan menyadari kecacatan kecil tersebut.

Mengingat bahwa patung-patung sempurna sangatlah langka dan ini adalah patung cahaya yang pertama, patung ini lebih dekat pada kesempurnaan daripada kegagalan. Patung itu sebenarnya merupakan salah satu dari Grand Masterpiece milik Weed.

“Itu memalukan dan menyakitkan. Jika ada lubang tikus, aku akan merangkak kedalamnya. Seorang Sculptor tak kompeten, seperti diriku, mati adalah satu-satunya jalan.”

Weed meniru kata-kata Death Hand dan melemparkannya kembali pada dia.

“Patungku tampaknya sangat tercemar. Sculptor sepertiku tak berguna dimasa depan, Death Hand, bagaimana menurutmu?”

“Aku, aku….”

Death Hand yang terkenal jahat di Kuruso merasa malu dan kehilangan kata-kata.

Para Dwarf yang terpesona oleh “Wings of Light” mendapatkan kembali akal sehat mereka.

Pertandingan memahat antara Weed dan Death Hand!

Weed adalah pemenangnya.

“Art Hand menang.”

“Death Hand akhirnya dikalahkan!”

* * *

Weed dan para Dwarf lain mendengarkan kata-kata menyerah dari Death Hand.

“Sebelumnya aku secara sombong memamerkan skill ku. Aku minta maaf.”

Kamu telah membasmi Makhluk Jahat dari Kuruso.

Dengan ini quest dari patung Penjaga telah selesai!

“Kau adalah Dwarf yang berbakat. Setelah aku mengasah skill memahatku, aku akan kembali untuk menantangmu lagi.”

Death Hand mengeluarkan patung setinggi 15 cm dari dadanya dan memberikannya pada Weed.

Kamu telah mendapatkan sebuah patung dari Death Hand

“Kuharap bahwa kau akan menyimpan patung ini sampai dihari kita bertemu lagi.”

Dengan sedih, Death Hand berbalik dan pergi.

“Apa, dia pergi setelah hanya memberiku satu patung?”

“Jadi begini akhirnya….”

Para Dwarf melihat dia dengan kecewa.

Knight of Balgest telah dilukiskan secara mengagumkan pada patung tersebut, itu adalah sebuah karya yang hebat. Selain itu, pemandangan dari pembuatan Wings of Light akan menjadi sebuah kenangan yang tak terlupakan.

Namun, dengan reputasi dan kemampuan Death Hand, ini masih sangat jauh dari kata berakhir!

Translator / Creator: alknight