March 14, 2017

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 14 – Chapter 4: Commander of Tremors

 

Weed memutuskan untuk membeli patung Kelelawar Vampir Gua Shaspin.

Tetapi pemilik toko menjualnya dengan murah. Namun, harga itu bahkan tidak sepadan dengan nilai dari ruby itu.

“Itu hanya 3 gold, kuharap kau akan membantu Gudolph mencapai impiannya.”

Sebagai hasil dari cerita Weed tentang patung itu, pemilik toko mulai semakin berbaik hati pada dia.

“Aku tak tau bahwa patung-patungmu akan sebagus ini. Aku akan dengan senang membeli patung-patung yang kau buat dengan harga dua kali lipat, ditoko ini.”

Dua kali harga normal sangatlah mewah.

Jika ini akan terjadi, dia akan mendapatkan keuntungan yang signifikan, bahkan setelah mengurangi biaya dari material-material yang digunakan.

Dia mungkin bisa hidup dari menciptakan patung.

“Apa kau yakin kau akan membelinya dengan harga itu?”

Weed bertanya dengan sopan.

Sikap arogan Gudolph dengan cepat menghilang saat pemilik toko menawarkan untuk membayar dua kali dari jumlah aslinya.

“Itu dua kali semurah harga rata-rata. Art Hand, jika kau membuat karya murahan seperti ini, aku tak akan memaafkanmu!”

“Aku bukanlah seorang Sculptor sehebat itu, aku masih memiliki banyak hal untuk dipelajari. Terimakasih, tetapi kau tak perlu memujiku.”

Weed berkata dengan merendahkan diri.

Kerendahan hati selalu merupakan sebuah kebajikan. Bahkan jika itu masalahnya, pemilik toko benar-benar ingin menghentikan percakapan tersebut, tetapi dia akan mengecam diri selama setidaknya 3 hari.

“Bagaimana bisa aku tak memahami perasaan seorang senimanan.”

“…..”

“Senimanan memiliki sebuah kebiasaan meremehkan diri mereka sendiri. Aku punya keyakinan dan kebanggaan sebagai pemilik toko untuk membeli patung-patungmu dengan harga yang tepat. Aku menghargainya. Kau akan senang untuk menjual patung-patungmu di tokoku.”

“……”

Weed membeli patung Kelelawar Vampir Shaspin.

Kemudian, dia menerima sebuah quest baru.

*Ding*

Kelelawar Vampir dari Gua Shaspin

Balaskan dendam pada para Kelelawar Vampir yang merenggut nyawa dari Dwarf master pengrajin, Gudolph. Para Dwarf Warrior diharuskan untuk ikut serta dalam pertempuran.

Dwarf yang menerima warisan dari Gudolph tidak boleh mati.

Tingkat Kesulitan: B

Hadiah:

Kehormatan Dwarf

Persyaratan Quest:

Partisipasi dari para Dwarf adalah hal yang wajib.

Forced Race Quest

Weed terkejut oleh komisi tersebut.

Pada saat ini, semua Dwarf yang ada di Kuruso menerima jendela pesan yang mengandung informasi tentang quest tersebut.

Bantulah penerus Dwarf Gudolph bertarung melawan para Kelelawar Vampir di Gua Shaspin untuk mendapatkan kembali patung-patung Gudolph. Kamu harus membantu, dan jika kamu tidak mau berpartisipasi dalam quest tersebut, kamu akan dideportasi dari Kuruso. Para Dwarf akan memusuhimu.

Para Dwarf memiliki kebanggaan yang tinggi pada ras mereka. Dalam kasus kau tidak bersumpah untuk membalaskan dendamnya, para Dwarf tidak akan memperlakukanmu sebagai salah satu dari mereka.

“Aku mau berpartisipasi.”

“Kita akan menaklukan para Kelelawar Vampir dari Gua shaspin.”

Para Dwarf Warrior bersumpah dan menerima quest tersebut sesegera mungkin.

Mereka berseru.

“Temukan penerus dari quest patung Gudolph!”

“Siapa penerusnya?”

“Kami adalah party Dwarf Warrior. Pimpinlah jalannya.”

Kota Kuruso menjadi riuh.

Semua orang berpencar, berteriak, dan mencari Weed.

* * *

Penaklukan Gua Shaspin!

Para Dwarf Warrior menggila berusaha mengumpulkan persediaan dan mempersiapkan segalanya.

Para Dwarf Blacksmith meminjamkan senjata dan armor simpanan mereka.

“Gunakan ini dengan baik dan kembalikanlah.”

“Semoga questmu berhasil.”

Para Dwarf di Kuruso menunjukkan tanggapan yang menyenangkan.

Tak seperti kota-kota lain, Kuruso memiliki jumlah player yang rendah.

Para Dwarf Blacksmith atau Warrior tak memiliki pandangan yang tinggi pada pekerjaan orang lain.

“Race Quest…. Dibandingkan dengan para Manusia dan spesies-spesies lain ada banyak kemungkinan, ini adalah sebuah hal yang menakjubkan, bukankah kau berpikir begitu?”

“Sebuah quest untuk Dwarf Sculptor, sungguh mengejutkan!”

Herman juga tiba.

Dia datang sambil membawa sekumpulan senjata.

“Aku membuat senjata. Kebanyakan menyedihkan, tetapi kau boleh meminjam sebanyak yang kau butuhkan.”

Dalam pikirannya senjata-senjata itu adalah menyedihkan, tetapi senjata-senjata itu sebenarnya lebih unggul daripada apa yang dibuat Dwarf pengrajin lainnya.

“Meskipun kita bertemu lagi di Kuruso seperti ini, kurasa kau tak punya waktu luang untuk aku.”

“Tak masalah, mungkin lain kali.”

“Kedengarannya bagus, bagaimanapun juga sesuatu yang besar terjadi. Ini adalah sebuah quest dari seorang Sculptor.”

Weed bertemu dengan para Dwarf Senimanan yang lain.

Exper dan Bambi dianggap sebagai 5 pengrajin terkenal di Kuruso.

Herman juga salah satu dari mereka.

Meskipun sebagai perwakilan, Fabio juga memberi beberapa armor yang dia ciptakan.

Armor yang dibawa terbatas pada level 200, itu adalah level yang cukup rendah bagi Weed untuk mengenakannya dan tak ada pembatasan kelas.

“Aku akan menggunakan hal-hal yang biasanya aku gunakan.”

Equipment protektif spesial untuk pertempuran dan tidak dibuat secara murni untuk pertahanan!

Meskipun levelnya rendah dan itu memungkinkan untuk mengenakannya tanpa Strength dalam jumlah yang tinggi, itu sangat berat dan mengurangi Agility. Hal ini membuat dia frustasi, dan itu juga membuat dia tampak seperti seekor kuda nil yang gemuk.

Dia percaya bahwa armor yang kuat dan resitensi sihir sangat penting untuk bertahan hidup.

Weed menggelengkan kepalanya.

“Ini tak akan diperlukan.”

“Huh?”

“Aku tak akan mati.”

Kebenarannya adalah, kematian akan menjadi sebuah malapetaka yang besar.

Tentu saja, Sculptural Shapeshifting miliknya akan dilepaskan, dan dia akan dibangkitkan melalui Power to Reject Death!

Menurut pemikirannya, para Dwarf Warrior akan berada dalam sebuah kegemparan jika menyaksikan hal tersebut terjadi.

Karena dia tak lain tak bukan adalah Weed.

“Dwarf Gudolph telah mewariskan sesuatu.”

Tetapi berkat Gudolph, dia telah mempelajari lokasi dan pola serangan dari para Kelelawar Vampir di Gua Shaspin.

Dia tak bersedia untuk mengambil resiko apapun.

* * *

“Ayo bergerak.”

Setelah memasuki gua tersebut, Weed berjalan dengan langkah-langkah panjang seolah-olah dia sedang berjalan-jalan.

Para Dwarf Warrior tercengang.

“Art Hand, apa kau sudah gila?”

“Apa kau meminum puluhan gelas bir berkelas tinggi?”

Para Dwarf menjadi khawatir.

Agar misi ini berhasil, Weed harus bertahan hidup.

Misi mereka adalah untuk bertarung dibawah kepemimpinan Weed!

Namun, karena pemimpin mereka tak berpengalaman, kepercayaan diri mereka goyah.

Tetapi Weed tau secara tepat dimana para Kelelawar Vampir berada.

Didalam gua kosong tersebut, para Dwarf berkeliaran.

Ketika dia berada sekitar 500 meter jauhnya dari sarang Kelelawar Vampir, Weed mengangkat tangannya.

“Disini.”

“Huh? Apa maksudmu?”

Seorang Dwarf Warrior bernama Bindel bertanya.

Karena dia memiliki pengalaman pada lebih dari 4 tipe senjata yang berbeda dan telah menguasai berbagai skill tempur, dia adalah Warrior terbaik dari para Dwarf yang berkumpul disini.

“Pertempuran akan terjadi disini.”

“Apa maksudmu. Dimana monster-monsternya?”

Weed menjawab dengan jelas.

“Tentu saja aku akan membawa pertempurannya disini.”

Pada saat ini, wajah dari semua Dwarf Warrior mulai mengernyit.

“Itu bodoh, kami semua adalah ahli pertempuran, biarkan aku yang memimpin dari sini.”

“Kau cari saja tempat yang aman dan istirahatlah disana.”

“Kau tak tau apa-apa tentang pergerakan cepat dari para Kelelawar Vampir, cih cih! Selain itu kami para Warrior tak membawa busur.”

Mulai dari sekarang, para Dwarf tidak menunjukkan rasa hormat pada Weed.

Kepercayaan diantara dia dan para Dwarf telah hancur.

Aku akan memancing semua monster, dan kita akan melihat seberapa bagus kalian bertarung!

Berburu Kelelawar Vampir jauh lebih sulit daripada monster-monster biasa, oleh karena itu perburuan ini tidaklah sederhana.

Itu penting untuk memiliki pengalaman setidaknya sepuluh macam perburuan yang berbeda, dengan berbagai monster-monster.

Namun, semua Dwarf berusaha untuk mengabaikan Weed.

Weed mengeluarkan Zahab’s Sculpting Knife dan menggores lengannya.

“Apa yang kau lakukan!”

Bindel berteriak.

Semua Dwarf yang tidak mendengarkan dia, berpikir dia berusaha melakukan bunuh diri!

Jika Weed mati, misi akan gagal, jika quest gagal, para Dwarf akan mengalami kerugian besar untuk semua equipment yang mereka beli.

Semua Dwarf terkejut ketika dia dengan tenang berkata.

“Pasukan Dwarf bersiap untuk pertempuran!”

“Huh?”

“Kau, apa yang kau katakan?”

Merasa frustasi, Weed dengan cepat menjelaskan.

“Sarang Kelelawar Vampir Shaspin sekitar 200 meter didepan. Namun darah yang mereka cium dalam radius 600 meter, mereka menganggapnya sebagai makanan.”

“……”

“Gua ini panjangnya bervariasi kerena jalannya yang berliku-liku, tetapi mulai dari sini, ini adalah jalur yang lurus kearah mereka. Mereka tak bisa menggunakan kecepatan mereka karena langit-langit yang rendah dan stalaktit-stalaktit itu. Para Dwarf Warrior bersiap untuk pertempuran!”

Ketegasan Weed menyebabkan para Dwarf menarik senjata mereka sekali lagi dan bersiap untuk pertempuran.

“Apa-apaan suara yang barusaja kudengar?”

“Para Kelelawar Vampir tampaknya mendekat….”

Chwalalalalalalang!

Sekawanan Kelelawar Vampir terbang dalam kegelapan.

“Mereka benar-benar datang.”

“Itu musuh!”

Para Dwarf Warrior yang sudah siap untuk pertempuran, dengan ganas memukul para kelelawar dengan kapak dan palu, sementara para kelelawar melawan.

Namun, karena sayap mereka yang terspesialisasi dan memanfaatkan kegelapan, para Kelelawar Vampir bisa mengejutkan mereka. Para Kelelawar Vampir yang tidak terserang, menempel pada musuh-musuh mereka.

Meskipun Holy Magic milik Priest bisa menghasilkan damage, tetapi sayangnya mereka tak punya HP, Strength, atau equipment defensif yang cukup untuk menyediakan banyak dukungan.

Karena para Warrior memiliki kekuatan fisik dan Vitality yang tinggi, serta dengan armor defensif yang tinggi, mereka percaya bahwa mereka aman dari para Kelelawar Vampir yang menyerang secara beramai-ramai.

Kemudian Weed berteriak.

“Perubahan formasi, konsep lima kolom!”

*kwakwakwakwakwang!*

Lion’s Roar menggema didalam gua itu!

• Moral telah meningkat sebesar 276

• Segala kebingungan telah dibersihkan

• Luck naik sebesar 6 poin

Masing-masing Dwarf membentuk party dan bertarung, dan pada saat yang sama pesan tersebut muncul.

Moral dalam sebuah party sangat penting.

Ketika moral rendah, hal itu mempengaruhi damage dan serangan-serangan magic.

Karena moral telah digandakan, keadaan kebingungan dari serangan para kelelawar telah hilang, Luck mereka juga meningkat!

“Formasi Lima Kolom!”

Weed meneriakkan kata-kata yang sama berkali-kali.

Meskipun efek dari skill tersebut tidak tumpang tindih, itu menciptakan kebisingan yang besar.

Kata-kata yang sama bergema disepanjang gua yang sempit tersebut.

“Formasi Lima Kolom!”

“Berdiri dalam kelompok 5 orang, cepat!”

Meskipun mereka berada ditengah-tengah pertempuran, para Dwarf berdiri bersama-sama dalam kelompok 5 orang.

Alasan mereka mengikuti komando Weed adalah karena mereka tidak tau apa yang sedang terjadi.

Para Dwarf Warrior senior yang berpengalaman terkejut pada perkembangan ini.

“Dia menggunakan sebuah skill untuk mengkomando sebuah kelompok dari para Knight, kan?”

“Efek dari skill itu… aku tak pernah mendengar tentang sebuah skill yang meningkatkan moral dari sebuah party.”

Sambil berdiri dalam kelompok 5 orang bertarung di gua yang sempit, para Dwarf Warrior segera menyadari.

“Ada perbedaan yang besar.”

Meskipun itu tidak mudah untuk membentuk kelompok yang terdiri dari 5 orang ditengah-tengah pertempuran, karena mereka tak punya pengalaman melakukan hal itu dalam pertempuran.

Namun ketika mereka menyerbu bersama-sama, dan bertarung sebagai kesatuan, serangan mereka sangat ahli, pertempuran berjalan mulus karena mereka menolak untuk bertarung secara individual.

Ukuran kelompok-kelompok itu akan berubah berdasarkan ukuran dari area dimana mereka bertarung.

Terkadang akan ada 4 orang, dan terkadang 6 orang.

Setiap kali mereka masuk kedalam formasi pertempuran mereka, Weed akan berteriak menggunakan Lion’s Roar.

“Kolom ketiga maju, kolom kedua tetap pada posisi kalian!”

Kolom pemimpin mengetahui bahwa para Kelelawar Vampir berada 3 langkah didepan mereka.

Kemudian ruang diantara kolom muncul.

Para Kelelawar Vampir menargetkan Dwarf yang paling jauh dari kolom pemimpin.

“Kolom kedua, lindungi kolom pemimpin!”

Para Dwarf dari kolom kedua mengacungkan senjata mereka pada para Kelelawar Vampir yang datang beramai-ramai.

Selama pertempuran, prioritas tertinggi dari para Warrior adalah untuk memastikan keamanan sekutu mereka!

Komandonya mudah untuk diikuti semuanya berkat kekerabatan dari para Dwarf.

“3 orang dari kolom pemimpin, maju dan tutup celah yang terbuka, kolom kedua maju, dan kolom ketiga pertahankan posisi kalian saat ini!”

Para Dwarf segera menyadari bahwa situasinya memiliki sifat yang berulang-ulang dan mengetahui bagaimana caranya untuk menanganinya.

Itu penting untuk mempertahankan formasi mereka dan tetap bersatu sambil melawan para Kelelawar Vampir.

Para Dwarf bisa bertarung dengan benar karena rekan-rekan mereka yang sangat membantu yang mendukung mereka, dan mereka bisa mempertahankan formasi mereka dan tetap tenang.

Mereka yang terluka, melarikan diri dari para Kelelawar Vampir untuk mendapatkan penyembuhan, dan setelah mereka sembuh, mereka kembali ke pertempuran.

Dengan formasi yang Weed gunakan, itu lebih mudah untuk melawan para Kelelawar Vampir.

Namun, mereka tak bisa bertahan melawan para Kelelawar Vampir yang terbang diatas mereka melewati kolom 6, dan mengalahkan kolom 7.

Kegelapan dari gua tersebut tidak merugikan bagi para Kelelawar Vampir, dan karena sifat mereka, hal itu memungkinkan mereka untuk menempel pada tubuh orang dengan sangat baik. Dan dengan melakukan demikian, itu menciptakan kecemasan pada para Dwarf Warrior yang lainnya.

“Kita bisa menang, bertarung lebih keras.”

“Bertarung untuk kemenangan.”

Mata para Dwarf bersinar seperti lentera saat mereka menekan maju dengan energi yang baru didapatkan.

“Maju. Terobos!”

Para Dwarf dengan cepat menggerakkan kaki mereka.

*Ttadadadadag!*

Formasi kolom melawan para Kelelawar Vampir pada kecepatan yang stabil.

Rasa dingin menjalar pada tulang punggung dari para Dwarf.

Ini adalah sebuah pertempuran yang belum pernah mereka alami sebelumnya!

Itu adalah hal yang umum bagi 5 atau 6 orang untuk bersatu sebagai satu party.

Namun, itu sulit untuk membentuk sebuah party sembari ada ratusan Dwarf bertarung bersama-sama secara serempak.

Berdiri bersama-sama dan melawan kawanan Kelelawar Vampir, mereka merasakan perasaan kebanggaan dalam diri mereka sendiri.

Kegembiraan naik dalam tubuh mereka, dan mereka mendapati pertempuran tersebut menyenangkan dan menggembirakan.

Weed memberi komando secara terampil.

“Cepat!”

Dia memberitahu mereka untuk meningkatkan kecepatan.

Cepat, cepat, cepat!

Para Dwarf mengulangi kata-kata ini pada diri mereka sendiri untuk meningkatkan kecepatan mereka sambil memegang senjata mereka.

Para Kelelawar Vampir yang mengarah ke kelompok pemimpin dikalahkan, namun beberapa terbang melewati mereka dan menuju ke kolom ketiga dan keempat, mereka beruntung bahwa para kelelawar mati dalam satu serangan. Meskipun mereka mengalami beberapa kerugian.

Weed menggunakan Lion’s Roar lagi untuk meningkatkan moral party-party itu, dan dengan peningkatan dalam moral, para Dwarf menyerang para kelelawar.

“Bergegas!”

“Cepat!”

“Cepat!”

“Cepat! Cepat!”

Para Dwarf berbicara serempak saat mereka berlari.

Ini adalah pertempuran yang paling seru yang pernah mereka alami!

Mereka tidak tau mereka harus bertarung di gua yang gelap dan sempit.

Mereka tak pernah bertarung seperti ini sebelumnya.

“Dari kolom pertama sampai ketiga, menempel pada sisi kiri dan kanan gua. Kolom keempat, abaikan semuanya dan maju. Kelompok yang saat ini memimpin, berkumpullah dengan pasukan utama dan mundur!”

Para Dwarf awalnya khawatir tentang akan seperti apa formasi mereka.

Karena mereka melawan kawanan Kelelawar Vampir secara langsung, mereka kehilangan banyak stamina, dan Vitality mereka menurun drastis.

Namun, karena mereka tak mau menyuarakan keluhan mereka, mereka memutuskan untuk menahannya asalkan mereka bisa melanjutkan pertempuran yang seru tersebut.

Mereka bergerak dengan patuh karena seluruh formasi pertempuran bisa hancur jika kolom depan jatuh.

Namun, seolah-olah Weed bisa membaca pikiran para Dwarf yang ada didepan, menggantikan perasaan kekhawatiran mereka yang terbentuk.

Para Dwarf yang setelah bertarung dibarisan depan, bergerak, minggir ke sisi gua, bertukar tatap dengan para Dwarf yang lewat.

“Bagus.”

“Kerja bagus.”

Mata mereka dipenuhi dengan kepercayaan diri!

Hati dari semua Dwarf bersatu menjadi satu.

“Selesai!”

Unit barisan depan bertukar, melakukan komando Weed.

Setelah itu, para Dwarf berlari menerobos kawanan Kelelawar Vampir dan menyapu bersih mereka.

Ukuran dari komunitas para Kelelawar Vampir dari Gua Shaspin sangat besar.

“Jika kita bertarung secara normal, kita pasti akan berjuang mati-matian.”

“Bahkan penyesuaian formasi pertempuran bisa membuat kita, kelompok yang hanya terdiri dari prajurit dan Warrior, bertarung seperti ini.”

Kebenaran yang para Dwarf pelajari sangat mengejutkan.

Dengan pertukaran yang kelima kalinya dari unit-unit barisan depan yang mereka lakukan, mereka telah menerobos kawanan Kelelawar Vampir.

Para Dwarf masih memiliki kekuatan lebih dari cukup.

Itu karena para Dwarf yang ada di barisan depan masih memiliki cadangan kekuatan berkat pertukaran yang sebelumnya.

“Semuanya, maju.”

Para Dwarf berpaling tanpa ragu-ragu.

Tentu saja, Weed saat ini berada dalam kendali penuh.

Karena mereka bisa menyaksikan efek dari komando Weed, kesiapan mereka untuk mempertahankan diri mereka sendiri meningkat secara alami.

“Serang!”

“Sama seperti sebelumnya, mereka menyerbu kearah para Kelelawar Vampir, membunuh semuanya. Setelah pertempuran, party tersebut akan mengambil japtem yang dijatuhkan sepanjang perjalanan mereka dan akan berulang kali melakukan hal itu setelah masing-masing pertempuran. Kemudian, Dwarf bernama Bindel menanyai Weed. “Harus bagaimana kita mendistribusikan japtemnya?”

Awalnya, party yang menerima paling banyak exp akan mengurus japtemnya. Namun, selama pertempuran, mereka harus terusmenerus berpencar kedalam party yang berbeda dan masuk kedalam formasi, yang mana membuat hal ini menjadi rumit.

Selain itu, karena itu adalah ras Dwarf, ada banyak karakteristik yang tak bisa disepelekan.

Para Dwarf sangat serakah, oleh karena itu Weed harus memikirkan sesuatu dan memberitahu mereka.

“Kau bisa mengambil japtem sesukamu. Namun, jika kau mengambil lebih banyak daripada kapasitasmu dan kecepatan pergerakanmu melambat atau jika kemampuan tempurmu menurun, aku akan mengambil tindakan untuk secara paksa menarikmu dari medan pertempuran.”

“…..”

“Pertempuran dalam gua ini akan menjadi perjuangan dengan cara yang sama seperti sebelumnya, dan. Akan terus berlanjut sampai kau bosan akan pertempuran. Itu sebabnya perlu bagimu untuk menjarah secara tak berlebihan sehingga kemampuan tempurmu dan kecepatan pergerakanmu tidak menurun.”

Dengan ini, para Dwarf menganggukan kepala mereka.

Itu lebih baik untuk mengambil japtem secukupnya daripada menjadi serakah dan menjadi beban bagi timmu sendiri. Itu karena mereka akan bertarung dalam pertempuran-pertempuran seperti ini yang tak terhitung jumlahnya secara terusmenerus dan akan ada banyak kesempatan untuk menjarah nantinya.

* * *

Perburuan Kelelawar Vampir di Gua Shaspin!

Saat para Dwarf prajurit dan Warrior membangun semakin dan semakin banyak pengalaman tempur, mereka menjadi lebih efesien.

“Lebih cepat! Lebih cepat! Lebih cepat!”

“Maju, serbu!”

“Bantai mereka semua!”

Para Dwarf menyerbu kedalam gua dengan semangat berkobar-kobar.

Habitat utama dari para Kelelawar Vampir!

Gua gelap dan sempit yang mana sudah pasti para Manusia dan bahkan para Dwarf akan merangkak.

Ada keributan-keributan yang merajalela dan seperti berasal dari tanah seolah-olah itu adalah sebuah gua yang sepenuhnya berbeda.

Sampai sekarang tak seorangpun pernah mengalami ataupun membayangkan pertempuran semacam itu.

Beberapa Dwarf secara terbuka mengatakan kegembiraan mereka.

“Jika semua ini ditaruh di forum-forum Royal Road, kemungkinan akan ada banyak kehebohan.”

“Itu mungkin akan memutarbalikkan segalanya.”

Para Dwarf Soldier dan Warrior yang sangat terampil dari Kuruso, ada beberapa player yang akan bisa masuk ke Hall of Fame.

Para player itu juga menantikan kesempatan mereka untuk mengunggah video.

Weed tidak khawatir dengan hal itu.

Dia tak bisa memonopoli video quest karena mereka semua mengerjakan quest tersebut.

Selain itu, Weed berada dalam situasi dimana dia tak bisa membuat akunnya diketahui publik.

Jika dia diketahui bahwa dia yang memimpin orang-orang ini dalam wujud seorang Dwarf, maka rahasia dari profesinya dan skill Sculptural Shapeshifting miliknya akan bocor ke publik!

Weed memutuskan untuk hanya mengambil item-item penting.

“Hm, Vampir Bat Tears ini… menurutku item-item ini bisa menjadi bahan reaksi yang penting untuk para Mage.”

Agar tidak terbebani, dia hanya memilih dan mengambil japtem yang ringan dan bernilai.

Bagi orang lain, jika pembagian japtem adalah sebuah masalah, mereka biasanya terpaksa membuang item-item tersebut sepenuhnya.

Kata-kata Weed terusmenerus meningkatkan kendali dan otoritasnya.

Para Dwarf harus waspada pada Weed.

Namun, karena dia adalah seorang Sculptor, dia tidak harus berpartisipasi dalam pertempuran, dan para Dwarf lain berpikir baik-baik tentang dia.

“Seberapa banyak yang seorang Sculptor bisa ambil bahkan jika dia berusaha?”

“Dia kebanyakan menjauhkan dirinya dari pertempuran, dan memang benar bahwa kami semua bisa mengerjakan quest ini berkat dia… aku merasa tidak enak pada dia karena keuntungannya akan sangat kecil.”

Dia bahkan menerima beberapa simpati.

Shyashyashyashyashyashyak!

Namun, sepanjang waktu ini mereka tidak tau bahwa Weed menjejalkan japtem dalam jumlah yang besar kedalam saku rahasianya, lebih dari jumlah yang bisa dimasukkan kedalam ranselnya!

Perbedaan antara sudut pandang Weed dan sudut pandang mereka sangat besar.

Melihat para Dwarf, yang biasanya mengambil banyak item, dan mengumpulkan japtem beberapa kali membuat hal itu tampak seperti mereka sangat serakah.

Sementara itu, Weed nyaris tak melirik semua japtem tersebut.

*Ttoleuleug*

Sambil secara alami menggerakkan matanya, dia tidak mengarahkan tatapannya pada area-area dimana japtem murah berada.

Sambil tampak pengertian memberi para Dwarf lain waktu yang cukup untuk mengambil item, dia memilih dan mengemas banyak item-item mahal ketika konsentrasi mereka menurun.

Bahkan dalam kekacauan itu, kecepatan pertempuran tidak menurun, dan ujung dari Gua Shaspin bisa terlihat.

“Ini dia!”

Seorang Dwarf yang memimpin berteriak setelah menemukan mayat seorang Dwarf.

Weed menemukan mayat yang mengering seperti mumi setelah darahnya dikuras oleh para Kelelawar Vampir, dan bros ruby terakhir yang dibuat oleh Gudolph.

*Ding*

Kamu telah menemukan bros ruby milik Gudolph.

Weed berbalik dan berbicara.

“Selesai. Ayo kembali ke Kuruso sekarang!”

Para Dwarf prajurit dan Warrior telah menyelesaikan misi tersebut.

* * *

Mereka menemukan seorang Dwarf bernama Jenna di Kuruso, dan memberikan bros ruby tersebut pada dia.

Karena Weed adalah pemimpin yang bertanggung jawab untuk ini, para Dwarf lain berkumpul disekitarnya dan melihat dia.

“Ini berakhir cukup malang. Gudolph… dia sangat mencintaimu, dan pada akhirnya, dia meninggalkan ini untukmu.”

“Hi-Hiks hiks!”

Jenna si Dwarf perempuan menerima bros ruby tersebut dan menangis.

“Gudolph, tak terpikir bahwa kau mati seperti ini….”

*Ding*

Quest Impian Gudolph Selesai

Impian terbesar dari Gudolph Dwarf pengrajin telah terwujud.

Karena kamu membalaskan dendam pada Kelelawar Vampir, dan memberikan bros permata yang dibuat untuk si gadis Jenna, dia bisa beristirahat dengan tenang.

• Fame naik sebesar 120 poin

• Persahabatanmu dengan para Dwarf di Kuruso telah naik 10 poin

• Kamu telah menjadi orang yang paling dipercaya dan disukai si Dwarf, Jenna

• Kamu telah naik level

• Kamu telah naik level

Sebuah jendela muncul pada para Dwarf lain untuk memberitahu keberhasilan dari quest tersebut.

Weed tak memikirkannya dan melihat pada Jenna dengan pandangan penuh sesal.

“Tak seorangpun tau seberapa menyakitkannya hal itu bagi seseorang yang ditinggalkan… sampai mereka mengalaminya sendiri.”

Kesedihan yang dia alami setelah orang tuanya meninggal.

Orang tuanya tak bisa beristirahat dengan damai setelah pergi sambil meninggalkan anak mereka.

Jenna bangkit sambil menyeka air matanya.

“Aku tidak boleh disini seperti ini. Gudolph tidak menginginkan aku untuk menangis seperti ini.”

“Lalu?”

“Bros permata ini adalah bukti bahwa dia melamar aku. Dan selama aku masih hidup, aku akan dikenal sebagai istri Gudolph.”

Wanita Dwarf memiliki sisi yang tangguh pada diri mereka.

Jenna berbicara sambil tersenyum.

“Tambang Ruby dari Gua Shaspin yang ditemukan Gudolph mungkin berarti sebagai hadiah untukmu. Aku akan berdoa untukmu agar bisa menggali ruby-ruby indah sambil mengembangkan tambang tersebut.”

Kamu telah mendapatkan hak pengembangan dari Tambang Ruby di Gua Shaspin.

Dia mendapatkan hak pengembangan dari Tambang Ruby!

* * *

Weed mendaftarkan tambang tersebut pada Agensi Administratif.

Tambang Ruby dari Gua Shaspin milik Art Hand!

Dia merekrut para yatim dan prajurit di Agensi Administratif, dan berencana untuk mulai menggali ruby dari Gua Shaspin.

Sembari dia harus membayar 60% dari nilai ruby untuk mempekerjakan tentara bayaran dan untuk mengkompensasi biaya personal dan biaya keamanan, dia masih akan mendapatkan keuntungan yang besar.

Dia perlahan-lahan memulai dari membangun ketertiban publik. Dia akan menurunkan pekerjaan dari tentara bayaran, jadi keuntungannya akan semakin besar seiring berjalannya waktu.

“Kerja bagus.”

“Ini akan diingat sebagai penyelesaian tercepat dari sebuah quest dalam waktu belakangan ini. Jika ada pekerjaan lagi dimasa depan, panggil kami kapan saja bahkan jika bayarannya rendah.”

Secara mengagumkan, para Dwarf yang ikut serta dalam pertempuran tersebut merasa puas dan bubar.

 

Translator / Creator: alknight