March 13, 2017

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 14 – Chapter 3: The Secret Commissioned Sculpture

 

Weed meninggalkan agensi administratif dan melihat-lihat Kuruso dengan teliti.

Dwarf Blacksmith dan para senimanan yang lain berada dijalanan menciptakan item-item secara terus-menerus. Ada juga toko-toko Blacksmith seperti Fabio, Bambi, dan Exper.

Nama-nama diatas kemungkinan para Blacksmith yang menghasilkan banyak uang dari penjualan item-item terkenal yang mereka buat. Setelah kontribusi yang diperlukan telah dibuat untuk kerajaan, itu memungkinkan untuk mendapatkan gelar kebangsawanan, dan memiliki sebuah rumah atau vila.

“Di Kuruso, orang-orang dievaluasi berdasarkan pada skill Blacksmith mereka.”

Tak seperti menjahit atau skill-skill kerajinan lainnya, para Dwarf secara alami suka mengumpulkan material-material berkualitas tinggi, dan menggunakan keahlian Blacksmith terbaik mereka, menempa sesuatu yang baru.

“Aku si Dwarf, Heins. Batas waktunya hampir habis, tetapi apa ada orang yang bersedia mengambil tantangan dari membuat 100 panel jendela bersamaku? Ini adalah sebuah permintaan dari toko blacksmith.”

Rekan-rekan disesuaikan berdasarkan kebutuhan, bahkan di Kuruso.

“Sungguh permintaan yang berlebihan. Kami harus membuat 20 buah armor, tetapi syaratnya sedikit sulit untuk terpenuhi. Kami mencari para ahli dalam peleburan dengan skill Blacksmith setidaknya level 8 tahap Beginner. Kau harus menyediakan materialmu sendiri, dan harganya sekitar 300 gold.

Pekerjaan ini hanya tersedia untuk para Dwarf yang tertarik dalam perkembangan skill!”

“Monster-monster telah muncul di 8 terowongan, membuatnya sulit untuk menambang. Kita harus merebut kembali terowongan-terowongan ini dan mengembalikan kedamaian. Bayarannya 20 gold per orang.”

“Setiap armor perlindungan harus dibuat dengan baik. Ini adalah permintaan pemilik toko, tetapi aku harus membuat dan mengantarkan perisai-perisai dengan defense diatas 30. Haruskah kita membuatnya bersama-sama, Dwarf?”

Disetiap kastil atau desa, ada sebuah tempat yang disisihkan untuk merekrut rekan dan menjual dan membeli persediaan untuk quest-quest.

Dan ditempat ini, mereka membuat barang-barang mereka, oleh karena itu ada banyak permintaan-permintaan untuk mendapatkan material-material yang diperlukan.

Ketika itu tentang komisi, lebih baik untuk mengumpulkan rekan daripada berusaha untuk menyelesaikannya sendirian.

Berkat berbagai komisi yang terus-menerus diberikan, para Dwarf dengan level skill yang rendah mendapatkan banyak kesempatan untuk meningkatkan skill mereka.

* * *

Kuruso!

Dinamai berdasarkan Kerajaan Dwarf Kuno, sebuah kota yang mulia bagi semua Dwarf Pengrajin!

Pintu masuk rumah-rumah Dwarf kecil dan sempit, tetapi langit-langitnya cukup tinggi untuk dimasuki seorang manusia.

Didalam berbagai toko, ada puluhan senjata dan armor yang dipajang.

Diantara banyak hal tersebut, disamping sebuah toko blacksmith, adalah sebuah bar dimana para Dwarf meminum alkohol.

“Menurut pendapatku, senjata yang aku buat kali ini ternyata bagus. Itu sangat sesuai untuk menyerang kepala Orc.”

“Jika kau seorang Blacksmith, kau sudah pasti harus tinggal di Kuruso.”

“Di seluru Benua Versailles, kita memiliki teknologi tertinggi, kita harus bangga.”

Diluar bar tersebut, para Dwarf player yang ribut bercakap-cakap bisa didengar.

Banyak orang yang masuk dari jalan belakang dari tambang terlantar seperti Weed, ada para manusia dan para Elf.

“Jiah! Kenapa segalanya begitu mahal.”

Seorang player Elf yang cantik wajahnya menjadi kesal. Dia menemukan busur dengan bentuk yang sempurna untuk dia. Namun, si Dwarf penjual berkata penuh hormat.

“Kami tak punya pilihan selain menjualnya dengan harga yang mahal kepada para Elf. Jika kau tak mau membelinya, enyahlah!”

“Hueng, tapi aku benar-benar menginginkannya….”

“Kalau begitu berikan uangnya untuk membeli busur itu!”

“Apa yang harus kita lakukan. Bukankah kau punya uang yang cukup, Lumiya?”

“Tidak, uangku kurang sekitar 1500 gold. Aku berharap mereka akan memberi kita sedikit diskon. Mereka tak pernah memberi kita diskon.”

Para Dwarf pemarah!

Tak seperti sesama Elf dan manusia, para Dwarf tidak terlalu ramah dengan mereka, ataupun ras-ras lain.

Meskipun ada 5 Elf cantik didalam toko tersebut, harganya tidak berkurang sedikitpun. Weed mendekat diam-diam ke samping dimana Elf dan Dwarf itu sedang tawar-menawar.

Namun dia bahkan tidak memiliki sedikitpun keinginan untuk membantu gadis Elf itu. Dia hanya penasaran busur dengan kualitas seperti apa yang dijual di Kuruso.

Selain itu, toko ini memiliki banyak ketertarikan karena berlokasi di pusat dari Kuruso dan dikenal akan kemampuan yang tinggi dari item-item yang dijual.

Weed menunjuk busur yang diinginkan si wanita Elf itu.

“Aku ingin melihat ini.”

“Aku yang menemukan produk ini lebih dulu.”

Si gadis Elf berkata sambil mendesah. Namun, ekspresi Weed tidak berubah.

“Begitukah?”

“Namun, aku tak punya uang yang cukup….”

“Kalau begitu, bisakah aku melihatnya?”

“Tapi….”

Saat si gadis Elf mengangguk, dia menerima tatapan-tatapan tajam dari rekan-rekannya.

Mata Weed bersinar seolah-olah dia telah menangkap mangsa!

Si Dwarf pemilik toko menyerahkan busur itu pada dia.

“Toko kami akan lebih senang jika sesama Dwarf akan menggunakan busur ini.”

Weed mengambil busur yang diserahkan pada dia dan melihatnya dengan cermat.

“Identify!”

The Dwarf Unoban’s tribute to combat Ketahanan: 40/40

Damage: 65

Jangkauan: 14

Sebuah busur untuk berburu diciptakan oleh Unoban si Pengrajin Busur.

Membidik cepat dan akurat.

Sebuah senjata yang kuat dibuat dengan tali busur mengoptimalkan untuk kecepatan.

Persyaratan:

• Level 280

• Intelligence 730

• Archer, atau Warrior tahap Intermediate bisa menggunakan busur ini

Efek:

• Kecepatan meningkat 20%

• Meningkatkan damage penetrasi

• Meningkatkan akurasi tembakan cepat

• Panah Baja, panah Api, dan panah Beracun bisa digunakan

“Tidak buruk.”

Dia menerima informasi dari skill Identify tahap Intermediate miliknya.

Karena skill Blacksmith tahap Intermediate miliknya, Weed bisa mendapatkan informasi yang lebih rinci tentang item tersebut.

— Weapon Production.

Atribut dari senjata ini hanya bisa dilihat oleh mereka yang telah meningkatkan skill Blacksmith mereka sampai tahap Intermediate. Jika kamu secara terus-menerus menggunakan 45 panah baja atau lebih, talinya akan mengendur dan menyebabkan jangkauan dan akurasi menurun sebesar 20%. Damage dari panah meningkat rata-rata sebesar 23%. Karena ini adalah salah satu dari senjata yang dibuat Pengrajin Unoban secara sembarangan, pusatnya tidak dikalibrasi dengan benar dan mungkin ada penyimpangan sekitar 15cm ketika menembak dalam jangkauan 100m. Namun, sebagai sebuah produk yang dibuat dengan keyakinan, busur ini bisa memancarkan cahaya yang memandu anak panah pada jalur penerbangan yang tepat. Jika seorang Blacksmith dengan lebih banyak keahlian memperkuat busur ini, ada sebuah peluang untuk sedikit meningkatkan jangkauan maksimum dan damage anak panah.

Setelah memperhatikan busur tersebut selama beberapa saat, Weed mengembalikannya.

“Berapa harga senjata ini?”

Si Dwarf menjawab.

“15.500 gold.”

“Hmmm.”

“Kau akan membelinya atau tidak?”

Weed mundur selangkah.

“Tidak, aku tidak akan membelinya.”

Dia adalah orang yang memiliki High Elf’s Bow. Alasan kenapa dia melihat-lihat item bukan karena dia ingin membeli dan menggunakannya tetapi karena dia ingin memeriksa harga equipment. Itulah satu-satunya alasan dia melhat-lihat equipment Dwarf.

Dia tak punya keinginan membeli senjata apapun.

Si Dwarf mendecakkan lidahnya.

“Sayang sekali. Kalau dipikir-pikir, kita para Dwarf, tidak membutuhkan busur untuk memenangkan pertempuran.”

Itu adalah senjata yang disukai si gadis Elf, karena Weed mengatakan dia tidak akan membelinya, Elf itu merasa bahwa peluang yang lain telah datang.

Kemudian Weed berkata pada orang-orang ini.

“Jangan beli busur itu.”

“Apa?”

Mata si wanita Elf bersinar.

Meskipun para Elf sudah cantik secara alami, ada orang-orang yang berpenampilan lebih cantik diluar sana.

Mereka memiliki mata bulat yang besar, kulit bersih, tubuh ramping. Dengan telinga runcing dan rambut berwarna hijau, itu wajar bahwa pria akan berpikir mereka sangat cantik.

“Itu adalah item murahan.”

“Apa? Apa yang kau….”

“Kawan Dwarf kecil! Apa maksudmu?”

Itu wajar bagi pemilik toko untuk marah.

Namun, Weed mengabaikan kemarahan si pemilik toko dan terus berbicara.

“Itu bukanlah senjata yang dibuat dengan pertimbangan yang cermat pada kualitasnya. Daripada untuk para Elf, itu dibuat untuk digunakan non-Dwarf. Keseimbangan senjata itu tidaklah bagus, dan damagenya rata-rata serta ketahanannya dibawah rata-rata.”

Senjata tersebut tidak cukup bagus untuk digunakan para Elf. Wajah Dwarf pemilik toko menyala merah tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

“Huh?”

“Para Dwarf memiliki harga diri yang kuat. Kenapa kau tidak marah?”

Weed melanjutkan perkataannya.

“Tingkat tembakannya tinggi, yang mana akan membuat harganya lebih tinggi, tetapi senjata ini tidak dikalibrasi dengan tepat pada pusatnya dan merupakan sebuah tipu daya. Jika kau mau, kau bisa mencari target tembakan dan menguji sendiri busur itu.”

Setelah dia selesai mengatakan ini, Weed dengan cepat berjalan menjauh dari toko tersebut karena tak ada lagi yang perlu dikatakan.

Dia memberi si Elf beberapa nasihat hanya karena si Elf sepertinya seusia dengan adiknya.

Si Dwarf menyala merah cerah karena rasa malu.

Para Dwarf memulai dengan skill Handicraft dasar yang mana membuat mereka menjadi pengrajin mengagumkan.

Dwarf itu tau bahwa Weed sepenuhnya benar dan tak bisa berargumen balik.

“Elf, apa kau akan membeli ini atau tidak?”

Si Elf dengan hati-hati meletakkan senjata tersebut dan dengan gugup bertanya.

“Berapa harga untuk busur ini?”

“12.500 gold.”

“Tapi kudengar bahwa itu tidak seimbang….”

“Kalau begitu jangan dibeli.”

Si Dwarf arogan membalas dan melipat tangannya.

Si gadis Elf mengerti bahwa Weed membantu dirinya dan berlari mengejar dia dengan buru-buru agar tidak kehilangan Weed dan mendaftarkan dia sebagai teman.

“Daftarkan teman!”

— Permintaan pertemananmu telah ditolak.

“?”

Sebagai seorang perempuan Elf, Weed adalah orang pertama yang menolak untuk mendaftarkan dirinya sebagai teman.

Di medan pertempuran atau quest-quest, ras Elf selalu menjadi yang paling populer.

Karena gerak kaki mereka yang cepat, para Archer akan bereaksi dengan sangat cepat. Dan karena wajah cantik dan tubuh ramping dari wanita Elf, para pria selalu melindungi mereka.

Direalitas, penampilan mereka sebenarnya biasa dan mereka tampak seperti siswa kutu buku, tetapi mereka populer di Royal Road.

Si gadis Elf membuang harga dirinya dan mencoba lagi.

“Permintaan pertemanan!”

— Permintaan pertemananmu telah ditolak.

“Permintaan pertemanan!”

— Kamu dan Weed-nim telah terdaftar sebagai teman.

Setelah 3 upaya untuk permintaan pertemanan, pada akhirnya namanya adalah Weed.

“Nama orang itu adalah Weed?”

Pada saat itu, si Elf Edel mengirim whisper, dan tepat seperti yang dia duga, kata-kata yang pertama dia dengar sangat tumpul.

— Skill dan ketekunan para Dwarf….

Kata-kata bisikan yang Edel dengar tepat seperti itu.

“Itu tidak seperti kami para Elf meragukan skill dan kualitas para Dwarf, tetapi busur ini terlalu mahal bagi kami para Elf polos untuk menggunakannya. Aku tau bahwa para Master Dwarf bisa membuat busur seperti ini dengan mudah.”

“12.000.”

Seorang Elf berusaha untuk tawar-menawar dengan Dwarf arogan si pemilik toko yang dikatakan mustahil untuk diajak tawar-menawar.

Itu adalah sebuah subjek yang layak disebutkan.

— Damage rata-rata…..

Edel dengan hati-hati melihat reaksi si Dwarf dan berkata.

“Dikatakan bahwa damage rata-rata tidak konsisten. Jika damage sebuah busur tidak konsisten, itu adalah sebuah masalah yang besar. Aku harus memburu para Orc jahat sebelum mereka mendekat.”

Itu sudah diketahui semua orang bahwa para Orc adalah musuh alami dari para Elf dan para Dwarf.

Seseorang bisa mengatakan bahwa para Dwarf membenci eksistensi para Orc.

“11.000 gold. Itu adalah harga terendah yang bisa aku berikan.”

“Kudengar ketahanannya buruk….”

“10.500 gold.”

Jika harganya segini, Edel bisa membelinya dengan uang yang dia miliki.

“Wow!”

“Aku tidak tau Edel punya bakal untuk tawar-menawar.”

Rekan-rekan Elf Edel menyemangati dia, namun Edel memutuskan untuk menekan masalah tersebut.

Edel belum membeli busur itu sekarang ini. Ini karena dia tidak yakin tentang harganya.

Edel bertanya sekali lagi untuk memastikan harganya.

“Itu… apakah tidak apa-apa jika aku menembak target yang jauh dan memeriksa hasilnya? Jika itu adalah sebuah senjata yang dibuat oleh Master Dwarf seharusnya tak ada masalah, tetapi aku ingin melihat seberapa bagus busur tersebut sebelum aku memutuskan. Namun, jika anak panah menyimpang bahkan sedikit dari targetnya, kau akan memberiku diskon, kan?”

Untuk pertama kalinya, raut wajah si Dwarf berubah dan menjadi pucat.

“Beri aku 9.000 gold untuk busur itu. Meskipun busur itu agak cacat, itu tidaklah buruk jika kau membelinya seharga 9.000 gold.”

Begitulah, Edel akhirnya membeli dengan harga 9.000 gold.

Ada sedikit kerugian ketika kau menggunakan busur tersebut karena damage serangan yang tidak konsisten!

Namun, skill Archery akan lebih dari cukup untuk menutupi kekurangan dari busur tersebut.

Itu menakjubkan untuk bisa mendapatkan sebuah busur yang menyediakan damage dasar yang kuat serta kemampuan tembakan cepat pada tingkat ini dan dengan harga segitu. Seorang Manusia akan mendapati para Elf sangat ramah, tetapi itu menakjubkan untuk bisa tawar menawar dengan para Dwarf yang egois.

Edel berusaha untuk mengirim whisper kepada Weed dengan kata-kata terima kasih.

— Terima kasih banyak. Berkat kamu aku bisa membeli busur ini….
— Penerima telah memblokirmu.

* * *

Kebanyakan quest yang diberikan di Kota Kuruso adalah untuk ras Dwarf atau para Blacksmith.

Memahat adalah selangka kacang yang tumbuh saat kekeringan, dan itu adalah sebuah situasi dimana tak seorangpun bisa mengatakan bahwa mereka mahir dalam hal itu.

“Heol-heol. Aku tak bisa membeli bir karena uangku untuk membeli bir telah hilang. Meskipun ini benar-benar malang, aku tak bisa mengemis karena kehormatan seorang Dwarf.  Beruntungnya nona pemilik bar itu berkata dia menyukai patung, maukah kau membuatkan patung untuk dia? Sebagai imbalannya, aku akan memberimu beliung yang aku gunakan. Kau tak bisa menjualnya dimanapun, tetapi kau bisa menggunakannya dalam berbagai cara.”

*Ding*

Permintaan dari seorang Dwarf Penambang.

Buatlah sebuah patung beliung.

Ketika selesai, kamu bisa mendapatkan sebuah beliung.

Tingkat Kesulitan: F

Hadiah: Beliung

Persyaratan Quest: Terbatas untuk para Sculptor

“Aku akan langsung mulai mengerjakan patung tersebut.”

Kamu telah menerima quest

“Kau bilang kau adalah seorang Sculptor? Seorang Sculptor… Ketika aku masih muda, aku juga bisa melihat beberapa patung spektakuler. Apa, kau bilang aku tidak terlihat tipe itu?”

“Bukan itu. Para Dwarf adalah senimanan legendaris, mereka adalah pengrajin yang sensitif.”

“Itu benar. Para Manusia arogan mengatakan bahwa para Dwarf tidak memiliki ketertarikan dalam seni, tak seperti para Orc bajingan, kita para Dwarf yang cerdas menyukai hal-hal yang indah dan tahan lama. Bahkan di kota Kuruso kita, kita memiliki banyak Dwarf Warrior yang tak kenal kata mundur. Aku ingin menyimpan kenangan-kenangan itu di rumahku. Buatkan aku sebuah patung dari seorang Dwarf Warrior yang gagah.”

*Ding*

Kegagahan dari Dwarf Warrior

Para Dwarf sesumbar bahwa jika mereka memakai armor dan senjata yang mereka buat, serangan-serangan nafas pun bisa mereka blokir dan bisa memotong apapun, mereka bahkan bisa mengalahkan naga jahat, Kaybern.

Ini mungkin menjadi alasan kenapa skill Blacksmith mereka dikembangkan, tetapi kemungkinan bahwa hal ini adalah benar tidaklah ada!

Bahkan dalam lukisan, asalkan lawan mereka bukan seekor naga, para Dwarf tak mengenal takut dan mundur.

Ukirlah seorang Dwarf Warrior pemberani.

Tingkat Kesulitan: F

Hadiah:

Set senjata yang dibuat Dwarf secara sembarangan untuk melepaskan kebosananannya.

Pesyaratan Quest:

Harus seorang Sculptor

Kamu harus membuat patung perunggu

“Aku akan segera memulainya.”

Kamu telah menerima quest

Dia mendapatkan quest ini bahkan tanpa menerima quest kelas F.

Seseorang bisa mengatakan bahwa dia ahli dalam mendapatkan quest-quest profesi!

Dia memiliki harapan bahwa akan selalu ada quest Sculptor kemanapun dia pergi.

Dengan cara ini, dia secara acak menerima permintaan-permintaan yang berkaitan dengan Sculptor.

“Kuruso adalah sebuah tempat kecil.”

Tak lebih dari 1000 Dwarf yang tinggal disini.

Ada banyak bangunan kosong, dan itu tenang untuk ukurannya.

Jika disana tak ada petualang Elf atau Manusia, itu akan benar-benar menjadi sebuah tempat yang sunyi.

“Jika aku terus melakukan quest-quest Sculptor, kurasa akan ada sebuah permintaan untuk mengukir suatu hal yang tak diketahui.”

Dia berpikir bahwa dia setidaknya akan bisa menemukan sebuah petunjuk.

Namun, meskipun dia menyelesaikan puluhan permintaan, sebuah permintaan khusus tak pernah muncul.

Meskipun tingkat kesulitan dari permintaan-permintaan tersebut meningkat pada rata-rata setelah dia menyebutkan Iron Hand, mereka tak pernah melampaui kelas D.

Quest-quest berantai sangat sulit untuk ditemukan, dan, paling bagus, mereka mengenalkan dia pada Dwarf lain yang membutuhkan seorang Sculptor.

Pemikiran menakutkan melintasi benaknya pada saat ini!

“Ini tak mungkin batas untuk quest-quest Sculptor, kan?”

Jika dia berprofesi yang berkaitan dengan pertarungan, dia bisa pergi berpetualang begitu saja.

Tak ada perlunya untuk berbicara untuk melakukan petualangan. Dia bisa menggali sebuah reruntuhan, atau mempelajari flora dan fauna lokal. Dia bisa menangkap monster.

Permintaan-permintaan menarik saling terhubung tanpa akhir.

Bahkan para Priest bisa mengalami ritual spesial yang diadakan Gereja.

Namun, dia mulai berpikir bahwa quest-quest semacam itu sejak awal tidaklah ada bagi para Sculptor.

“Itu benar. Bahkan quest untuk membuat sebuah makam untuk Raja di Kerajaan Rosenheim memang seperti ini.”

Itu adalah quest Sculptor kelas B!

Jika tingkat kesulitannya lebih tinggi daripada misi-misi lain maka exp dan hadiahnya akan lebih besar dan itu mungkin juga memberi pengaruh pada seluruh Benua Versailles.

Tetapi apa yang membuat makan dari sang Raja begitu sulit adalah pekerjaan fisik yang dibutuhkan untuk membuatnya.

“Itu adalah sebuah tugas yang bisa dengan mudah dikerjakan dengan para pekerja sederhana. Selain itu, ketika memahat patung Dewi Freya, tak ada tantangan khusus.”

Weed ahli dalam pekerjaan fisik, dan setiap kali pekerjaan baru muncul, dia menerimanya dengan optimis.

Memang benar bahwa dia takut pada permintaan memahat yang sulit dalam realitas.

Akan seberapa merepotkannya hal itu jika ada sebuah permintaan untuk mengubah suatu permata yang senilai puluhan ribu gold menjadi sebuah kalung yang akan terus ada didunia selama berabad-abad?

Weed dengan senang menerima pekerjaan sederhana, dan menciptakan bagian yang signifikan dari patungnya seperti itu.

Namun, itu tampak sulit, sembari dia melakukan hal itu, dia tak pernah sungguh-sungguh memikirkan tentang patung.

“Itu mungkin bahwa quest-quest yang kuterima melalui pemahatan terjebak pada tingkat yang menyedihkan ini.”

Sambil dia secara khusus membuat patung-patung besar, itu mungkin bahwa itu adalah batas dari permintaan-permintaan patung.

Hal itu tidak sesuai dengan citra dari seorang Sculptor untuk melakukan hal seperti mencari party, bertarung, atau melakukan petualangan!

Itu mungkin lebih baik untuk menetap disuatu tempat dan menciptakan patung tanpa henti.

Seseorang bisa mengatakan bahwa para Tailor dan para Blacksmith berada pada situasi yang mirip, tetapi apapun kasusnya, dia mulai memiliki keraguan bahwa sebagai seorang Sculptor, dia mungkin tak bisa pergi berpetualang.

“Tidak. Sialan. Ini adalah realitas. Tak ada Sculptor yang pergi berpetualang, kan?”

Weed jatuh kedalam keputusasaan.

* * *

Setiap hari, Guild Predator of the Land dan Daymond mendapatkan semakin dan semakin banyak perhatian.

Alasan para Manusia khawatir tentang insiden ini adalah karena itu hampir waktunya mereka pergi memburu King Griffin di Havelin Gorge.

Itu dianggap mustahil untuk membunuh King Griffin!

Mereka melakukan petualangan yang tek terhitung jumlahnya ke Negeri Utara untuk memburu para Yellow Griffin.

Karena para Griffin bisa terbang dilangit, mereka memiliki Agility yang tinggi, dan sangat cerdas, dengan demikian mereka dianggap bunuh diri untuk memburunya.

Havelin Gorge adalah sebuah tempat yang memancing banyak petualang ke kematian mereka.

Daymond dan Guild Predator of the Land memasuki Havelin Gorge tanpa takut.

Para Griffin yang cerdas menyambut para penyusup dengan menggelindingkan batu kearah mereka dan melemparkan cabang-cabang kayu pada mereka sambil berada di udara.

Namun, para Griffin tidak menggunakan serangan frontal apapun.

“Jika kau mau masuk lebih jauh lagi, maka datanglah. Tak mungkin kalian para bajingan bisa selamat.”

Hal ini menakuti mereka, dan dengan penyerbuan malam setiap malam, mereka harus memperhatikan sekeliling mereka dengan cermat.

Mereka sekitar sepertiga jalan di lembah tersebut, yang mana sudah terlalu jauh untuk berbalik, serangan-serangan para Griffin mulai semakin gencar.

Guild Predator of the Land mengalami serangkaian kematian. Kata-kata dari upaya mereka yang gagal menjadi bahan diskusi.

Guild-guild lain menertawai Guild Predator of the Land atas kesembronoan mereka.

“Kecuali kau sudah gila, kau tak mungkin menantang Havelin George.”

Ada guild-guild lain yang memiliki kekuatan militer lebih besar dibandingkan Guild Predator of the Land.

Meski demikian, mereka tak berani menantang suatu area berbahaya seperti Havelin Gorge.

Terutama ketika kekalahan sudah bisa dipastikan.

Karena guild mereka memiliki reputasi yang tinggi, mereka akan menjadi fokus dari semua player di Benua Versailles.

Jika mereka gagal, reputasi mereka akan menurun secara signifikan.

Selain itu, bahkan jika mereka berhasil, jika banyak player inti yang tewas, mereka akan menderita kerugian yang besar.

Meskipun guild-guild terkadang melatih kakuatan militer mereka, mereka sangat berhati-hati tentang hal itu.

Oleh karena itu, Guild Predator of the Land ditertawakan karena tanpa takut menantang Havelin Gorge.

“Karena mereka memimpin guild secara sembrono, mereka akan gagal dan berakhir tersesat di wilayah Utara.”

Meski demikian, Daymond dan Guild predator of the Land melanjutkan untuk bertahan meskipun mengalami kerugian.

Namun, mereka cemas karena para Griffin.

Karena para Griffin adalah monster-monster udara, hanya panah dan sihir yang bisa membunuh mereka.

Meski demikian, ada sebuah tempat yang menjadi tempat perlindungan bagi mereka.

Sarang Griffin berada di pusat Havelin Gorge!

Disarang itu, ada bayi-bayi Griffin yang tak memiliki sayap ataupun mengetahui caranya terbang. Setelah Guild Predator of the Land yang dipimpin oleh Daymond mencapai sarang tersebut dan memulai pertarungan berdarah dan mengerikan, mereka mendapatkan kemenangan yang tak bisa dipercaya.

Untuk membunuh King Griffin, mereka harus menangkap 35 Griffin kecil. Nilai dari berhasil menangkap dan menjinakkan satu Griffin dalam sebuah pertempuran udara, sangatlah besar.

Ada video realtime dari pertempuran di Havelin Gorge yang diposting di Hall of Fame.

Banyak yang kehilangan nyawa mereka di pertempuran tersebut, tetapi guild tersebut bertarung sampai King Griffin terbunuh yang mana mengesankan banyak penonton.

Orang-orang sepenuhnya terpukau oleh kesembronoan Guild Predator of the Land.

* * *

Kekhawatiran Weed tentang nilai dari permintaan memahat semakin dalam.

“Namun, mau bagaimana lagi. Mereka mengatakan bahwa belajar adalah pencurian…”

Tak ada cara lain untuk mengembangkan seni patung. Dia hanya bisa menyelesaikan permintaan-permintaan tersebut diam-diam!

“Kerja bagus.”

“Tidak, sama sekali tidak.”

Meskipun Dwarf yang telah mempercayakan permintaan tersebut pada dia mendekat, Weed hanya memberi tanggapan singkat.

“Oh! Itu adalah karya seni yang benar-benar hebat.”

“Aku hanya mengukirnya.”

“Tak terpikir bahwa kau bisa merapikan permukaannya begitu halus… dan lihatlah lengkungan dari permukaan tersebut. Tak terpikir bahwa kita bisa melihat puncak keanggunan pada lekukan itu!”

“Karena aku membuatnya dengan banyak pertimbangan, tolong hentikan pembicaraan murahan itu dan beri aku uang.”

Keletihan yang besar!

Meskipun dia mendapatkan hadiah, permintaan-permintaan memahat tidak memberi kompensasi yang bagus. Dia hanya mendapatkan jumlah yang sudah disetujui sebelumnya.

Tentu saja, jika dia membuat sebuah patung yang lebih baik daripada yang diminta, dia bisa mendapatkan sedikit peningkatan pada hadiahnya. Namun, hadiahnya tak akan naik jika dia hanya bertukar kata.

Para Dwarf tertawa lembut pada Weed yang kelelahan.

“Jika kau adalah seorang Sculptor, setidaknya kau harus memiliki kebanggaan sebanyak ini.”

“Ah, baik! Kau bisa bertindak seperti itu.”

“Seorang Sculptor dengan kepribadian yang mengagumkan. Jika aku punya permintaan lain, aku akan datang lagi.”

“Mintalah sebuah komisi yang memiliki hadiah yang lebih bagus lain kali.”

Meskipun Weed menunjukkan rasa frustasinya, para Dwarf mengambil patung tersebut dan pergi dengan puas.

Dia bahkan memiliki situasi-situasi dimana dia menerima permintaan-permintaan patung yang biasa!

Dia juga banyak waktu ketika dia menciptakan hal-hal seperti makam atau seorang Dewi di Benua Versailles. Namun, tak ada yang tak dimiliki kota Kuruso.

Ada banyak monumen, tanda peringatan, museum, dan sebagainya, ditumpuk oleh Dwarf pengrajin yang luar biasa, tetapi toko pembuat patung sangat jarang.

“Bahkan benar-benar tak ada toko.”

Meski demikian, Weed terus mengukir patung.

— Kubilang ukir kami.

— Sculptor, kenapa kau mengikuti jalan yang berlawanan?

Dia menjadi terbiasa dengan gumaman-gumaman dari makhluk-makhluk yang tak diketahui itu.

Weed hanya melakukan bisnis di toko patung tertentu, toko-toko material memahat dan tempat tertentu disamping jalan.

Namun, suatu hari pemilik toko patung mengeluarkan sebuah patung yang tampak seperti seekor kelelawar.

“Art Hand, lihatlah ini.”

“Kenapa?”

“Bisakah kau memberi kesanmu tentang patung batu ini?”

Weed memeriksa karya tersebut saay dia menyerahkannya.

“Ini menjengkelkan, tetapi kau tau bahwa para Sculptor alaminya tidaklah sangat bagus pada pekerjaan ini?”

“Aku tau, tapi aku tidak akan meminta tanpa adanya alasan. Ya, kau tak akan kecewa dengan kompensasinya.”

“Maka akankah patung yang aku buat terjual dengan harga yang tinggi?”

“Hanya untuk mendapatkan 1% lebih banyak. Sebuah patung populer akan terjual dengan harga yang sangat tinggi, dan patung-patung lain bisa dijual dengan harga tinggi bahkan jika patung-patung itu tidak populer….”

Dan juga sesuai dengan transaksinya, harga dari patung bisa naik.

Jika banyak Merchant datang menginginkan patung maka harganya juga akan naik. Namun, nilai dari equipment defensif di Kerajaan Thor dan Kuruso sangat mahal karena popularitasnya.

Untuk menetapkan harga mengikuti ekonomi dari pasar, patung-patung tak akan bisa dijual dengan harga yang cukup tinggi, bahkan jika itu adalah patung buatan Weed. Itu adalah sebuah patung yang dibuat secara sembarangan, bukan patung yang dibuat menggunakan material-material bagus dan tanpa banyak pertimbangan.

“Karena itu hanyalah kesan, aku akan mencobanya.”

Weed dengan cermat memeriksa patung kelelawar itu.

“Aku tak berpikir ada yang spesial tentang patung ini….”

Karena dia membuat banyak patung, skill observasinya telah sangat meningkat.

Patung kelelawar yang dibuat menggunakan batu terdiri dari tanah liat berkualitas buruk tidak tampak menjadi sebuah karya yang dibuat dengan skill yang bagus.

“Itu tidak mengungkapkan kerumitan, dan ada banyak tanda pisau yang kasar. Ini dibawah rata-rata.”

Itu adalah sebuah karya yang Weed akan anggap sebagai kegagalan.

Itu adalah sebuah peraturan bahwa semakin banyak waktu yang kau kerahkan pada sebuah patung, semakin banyak kesalahan yang akan terbenahi, tetapi patung ini dipenuhi dengan banyak kesalahan.

“Aku akan tau lebih banyak jika aku melihatnya lebih dekat. Identify!”

Ini adalah sebuah Patung Kelelawar dengan nama yang tak diketahui.

Patung Kelelawar ini menutupi tubuhnya dengan sayapnya.

Bentuknya menyerupai Kelelawar Vampir dari Gua Shaspin.

Nilai Artistik: 3

Weed hendak menyerahkan kembali patung tersebut kepada pemilik toko dan berkata.

“Tampaknya tak terlalu bagus. Itu tak bernilai dan sepertinya dibuat secara sembarangan.”

“Begitukah? Itu mengecewakan. Aku punya banyak harapan pada patung ini, karena aku menemukannya di sebuah sungai yang deras.”

Tetapi pada saat ini.

Weed menatap mata dari patung itu.

Mendebarkan!

Mata dari Kelelawar Vampir itu merupakan mata yang penuh dengan ketakutan!

Mereka mengatakan bahwa pandangan kelelawar sangat buruk, tetapi kelelawar masih memiliki bola mata.

Seolah-olah mata cerah yang mengejutkan itu bergerak-gerak.

Matanya tidak terbuat dari batu, tetapi terbuat dari ruby yang berharga.

Weed menelan ludah dan memeriksa patung batu itu lagi. Dia menyentuh ruby tersebut dengan ujung jarinya, dan mengamatinya sambil menyorotkan cahaya pada mata itu.

“Itu adalah sebuah ruby yang belum dipangkas dan kasar. Karena itu adalah sebuah ruby, aku bisa mendapatkan ribuan gold jika aku mengasah keindahannya sedikit, aku tak bisa paham bagaimana sesuatu seperti itu ada pada sesuatu seperti Patung Kelelawar ini.”

Kemudian dia menerima sebuah pesan!

Kamu telah menemukan bukti dari Kelelawar Vampir Shaspin di patung batu ini.

Weed merasakan perasaan aneh yang lain.

“Identify!”

Shaspin Vampire Bat

Karya dari Gudolph si Dwarf Pengrajin.

Itu adalah karya terakhir yang diselesaikan didalam Gua Shaspin.

Nilai Artistik: 245

* * *

Di Kota Kuruso, wilayah dibelakang danau penuh dengan gua.

Itu sudah pasti bahwa tanpa panduan, seseorang akan tersesat didalam gua rumit yang seperti sarang semut itu.

Berkat indra bawaan Dwarf dan kemampuan untuk membaca jejak-jejak dari bijih mentah yang tersimpan, mereka tak pernah bisa tersesat di bawah tanah.

Namun, karena siapapun bisa tersesat didalam sebuah gua yang rumit meski menggunakan peta, jika itu bukanlah Dwarf pemberani, mereka tak akan pernah menjelajahi terlalu dalam.

Gudolph si Dwarf muda dengan hati-hati berjalan kedalam gua.

“Kali ini… harus memiliki keberanian untuk pergi ke tambang batu permata.”

Gudolph sangat terkenal sebagai seorang senimanan, tetapi lebih dari itu, dia memiliki pemahaman yang bagus dari bijih mentah yang tersimpan dibawah tanah.

“Aku harus memberi dia sebuah bros yang cantik sebagai hadiah.”

Dia ingin memberi sebuah bros yang dia buat dengan permata yang dia temukan kepada kekasihnya ketika dia melamar.

Gudolph berjalan cepat kearah gua Shaspin.

“Ini adalah jalan yang mengarah ke sebuah gugusan lapisan ruby.”

Shaspin adalah sebuah tempat yang para Dwarf tak berani mendatanginya. Gudolph telah dibutakan oleh cinta dan dengan hati-hati masuk ke kedalaman gua.

Gua yang gelap dan sempit!

Dia melewati stalaktit-stalaktit dan para kelelawar vampir yang tidur di stalaktit-stalaktit itu.

Dia bersedia mempertaruhkan hidupnya untuk untuk bergerak lebih jauh lagi kedalam gua untuk menambang permata.

Dan dari kedalam gua tersebut, dia menemukan jejak-jejak cahaya yang terpancar dari permata.

“Disini!”

Bersorak, Gudolph memukulkan cangkulnya pada lapisan mineral tersebut.

Dia menemukan tambang dari permata ruby merah berkelas tinggi!

“Ini akan lebih dari cukup untuk membuat sebuah bros untuk dia!”

Gudolph tenggelam dalam kegembiraan.

Namun, suara yang dihasilkan dari beliung saat dia menggali ruby tersebut membangunkan semua Kelelawar Vampir di Gua Shaspin.

Para Kelelawar Vampir mengepakkan sayap mereka dan terbang mendekat untuk menggigit Gudolph.

“Be-Berhenti! Ampuni Dwarf ini!”

Gudolph lari lebih dalam kedalam gua sambil para kelelawar menempel pada tubuhnya. Di tidak memperhatikan sekelilingnya dan berlari secara sembarangan.

Tempat dia sampai adalah sebuah zona yang memiliki lava panas yang mendidih!

Para kelelawar melarikan diri karena panas tersebut, tetapi Gudolph tak lagi memiliki kekuatan yang tersisa.

Darah yang hilang membuat kesadarannya kabur, dan dia tak punya kekuatan untuk berjalan keluar dari gua.

Meskipun dia mencari jalan keluar, itu adalah Gua Shaspin, dimana para Kelelawar Vampir menunggu dia.

“Aku tak punya cara untuk kembali….”

Gudolph mengeluarkan permata ruby yang dia miliki dan membentuk sebuah bros yang berharga dari ruby tersebut.

Itu adalah sebuah item yang ingin dia gunakan sambil melamar gadis Dwarf Jena.

Dia memahat batu kecil menjadi salah satu dari para Kelelawar Vampir Shaspin, dan memasukkan ruby sisanya sebagai matanya.

“Kuharap seseorang akan menemukan ini…”

Gudolph merasa bahwa dia tak punya banyak waktu lagi untuk hidup. Itu sebabnya dia membungkus patung batu tersebut dalam pakaian atasnya dan melemparkannya pada aliran sungai yang deras.

Patung itu mengandung harapannya bahwa patung itu akan mencapai Kuruso setelah mengikuti aliran air tersebut….!

Patung Kelelawar yang terbungkus itu mengikuti sungai bawah tanah.

Keleuleuleu.

Udangtangtang!

Ada saat-saat ketika itu menjadi sungai yang dalam, atau kecepatan alirannya melambat, dan tanpa memberi waktu untuk bersantai, lorong labirin yang terblokor menjadi sangat bergelora.

Bungkusan tersebut mengumpulkan kerusakan saat bungkusan tersebut bertabrakan dengan tanah atau stalaktit dari bawah tanah.

Setiap kali itu terjadi, patung tersebut menerima beberapa dampak benturan, tetapi karena patung itu terbungkus dalam pakaian Gudolph, patung itu tetap aman.

Begitulah, membawa harapan Gudolph, patung itu mengarah ke danau Kuruso.

Meskipun itu sudah lebih dari satu bulan, patung itu dengan aman mengalir ke Kuruso dan ditemukan oleh Dwarf. Seperti itulah bagaimana patung itu sampai di toko patung.

* * *

Saat Weed menggunakan pemahamannya, dia bisa melihat asal-usul dari Kelelawar Vampir dari Gua Shaspin.

*Ding*

Kamu mendapatkan Skill Understanding the Memories of the Sculpture

Bisa melihat masa lalu yang tersembunyi dalam patung.

*Ding*

Impian Gudolph

Dwarf senimanan Gudolph membubuhkan kekuatan terakhirnya pada patung ini.

Balaskan dendamnya pada para Kelelawar Vampir, dan berikan bros yang ditinggal Gudolph kepada si gadis Jena.

Jika kamu melakukan ini, kamu akan bisa mendapatkan Tambang Ruby yang ditemukan Gudolph.

Tingkat Kesulitan: B

Hadiah:

Tambang ruby dari gua Shaspin

Persyaratan Quest:

Mendapatkan informasi tentang Kelelawar Vampir di gua Shaspin, dan skill memahat tahap Intermediate.

Weed merasa seperti dia telah dihantam dengan sebuah palu, saat dia terkejut secara tak masuk akal.

Para Sculptor selalu diabaikan dan ditertawakan oleh orang lain!

Tetapi ketika dia mengerahkan banyak upaya dan kerja keras dalam menciptakan sebuah patung, hal itu tak pernah mengecewakan dia.

“Aku adalah seorang Sculptor. Seorang Sculptor.”

Tak ada gunanya untuk cemas pada pendapat dari orang lain.

Tak ada perlunya untuk mengemis untuk quest-quest kelas rendah, itu diberikan tanpa meminta.

Ada quest-quest tersembunyi didalam patung-patung yang hanya tersedia untuk para Sculptor.

Dengan profesi Sculptor, segalanya menjadi mungkin!

Itulah arti dari menjadi seorang Sculptor.

Translator / Creator: alknight