March 10, 2017

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 14 – Chapter 2: Kuruso

 

Para Dwarf memiliki sebuah sistem peringkat dalam smithery mereka.

Para Dwarf berperingkat rendah harus mendirikan bengkel mereka di bagian bawah dari desa.

Tentu saja, bahkan para Dwarf berperingkat rendah lebih terampil daripada manusia, serta ras-ras yang lain.

Mereka bisa dengan cepat memperbaiki armor, senjata yang rusak parah, dan lain sebagainya.

Kualitas dari item yang mereka buat tidaklah buruk, dan para pedagang membeli dan menjual item-item ini diseluruh Benua Versailles.

Smithery milik Noble Hand berlokasi ditempat tertinggi dari Desa Iron Hand. Mereka adalah yang paling dihormati dari Dwarf pengrajin.

Ketika Weed pergi ke smithery Noble Hand, dia menemukan Dwarf yang berkeringat sambil mempertajam sebuah kapak.

“Ada apa dengan Dwarf kecil ini!”

“Atas nama Dane Hand, aku membawa 20 iron ore tingkat 2.”

“Jadi bocah kecil itu bisa menepati janjinya kali ini. Jika kau mau melihat aku bekerja, kau bisa melihat dari sudut.”

Setelah 30 menit berlalu, Weed berhasil menerima sebuah permintaan dari Noble Hand.

Karena Noble Hand tak punya waktu untuk melelehkan iron ore tersebut, dia meminta Weed untuk melakukannya untuk dia!

Ketika pesanan ditempatkan di smithery bergengsi ini, pelanggan hanya akan mengharapkan item-item dibuat dengan iron ore berkualitas tinggi yang dimurnikan.

Hal itu hanya bisa dilakukan ketika seseorang memiliki skill Blacksmith lebih tinggi dari level 3 tahap Beginner.

“Ini mendesak aku akan menghargainya jika kau bergegas. Dan juga….”

Tetapi ketika Noble Hand melihat iron ore yang dimurnikan, dia sangat terkejut.

“Siapa yang memurnikan bijih mentah itu?”

“Apakah ada masalah dengan ini?”

“Bijih mentah itu semuanya berukuran dan berbobot sama, dan itu dimurnikan pada kualitas tertinggi. Jika seorang Blacksmith membuat 100 pedang dengan bijih-bijih ini, mereka akan bisa membuat pedang-pedang berkualitas tinggi.”

Noble Hand sangat senang dengan iron ore yang Weed murnikan.

Dalam kebanyakan kasus, jika seorang Blacksmith membuat 100 pedang, beberapa akan menjadi kegagalan.

Karena perbedaan dari materialnya, dan suhu api, mengurangi kualitas dari pedang tersebut.

Dalam perbandingan dengan patung kayu, jumlah iron yang kecil akan membutuhkan untuk disesuaikan dengan rasio emasnya, namun rincian yang lebih banyak diperlukan untuk memahat.

Berkat pengalamannya dengan mengukir kayu, hal itu melatih keahliannya, karena itulah, itu tidak sulit untuk secara terusmenerus memproduksi iron berkualitas tinggi.

Noble Hand berbicara dengan wajah yang serius.

“Tetapi kupikir itu tampaknya lebih ringan 40 gram. Apa kau yakin menggunakan 20 iron ore untuk menciptakan iron ini?”

“…….”

“Yah, ini bukanlah masalah besar asalkan kau tidak mengambilnya terlalu banyak. Apakah mungkin kau ingin mengejutkan semua orang dengan menciptakan sebuah senjata besar?”

Menurut informasi yang dia baca di website Dark Gamer, jawaban untuk pertanyaan ini seharusnya “ya”.

“Aku ingin menciptakan sebuah senjata yang mencengangkan seluruh dunia. Aku yakin jika aku bisa membuat sebuah senjata seperti itu, pada saat itulah aku akan layak menyebut diriku seorang Dwarf.”

Noble Hand membelai jenggotnya sambil tersenyum puas.

“Ya. Kita para Dwarf telah melupakan air sebagai pertukaran untuk kemampuan untuk menangani logam-logam kita yang tercinta. Kemampuan manusia tak akan pernah bisa menyaingi skill kita.”

Harga diri dari para Dwarf memang tak ada ujungnya!

Para Dwarf dikenal akan skill mereka dalam bekerja dengan api, oleh karena itu kebanggaan mereka tak ada ujungnya.

“Senjata-senjata Dwarf…. Berapa banyak senjata yang ingin kau buat?”

Dia tidak harus memasang harga jual yang tinggi untuk mendapatkannya, tetapi dia akan menyatakan harga sedikit diatas rata-rata.

Weed berkata dengan bangga.

“Aku ingin membuat senjata yang senilai 5 miliar gold.”

Tiba-tiba Noble Hand menjadi jengkel dan berkata.

“5 miliar gold! Bahkan jika semua Dwarf mengumpulkan uang kita, itu akan mustahil. Aku tidak menyadari bahwa kau memiliki impian tak masuk akal semacam itu. Segera enyahlah dari bengkelku!”

Jika ini berlanjut, semua penderitaanku akan sia-sia.

Weed segera memuji dia.

“Kau bilang bahwa senjata-senjata Dwarf memang layak. Aku saat ini memiliki sekitar 20.000 gold.”

Tetapi dalam kenyataannya, dia bahkan tak memiliki 2.600 gold.

Dia begitu serakah akan uang, dia bahkan mempertimbangkan menjual japtem atau equipment yang tak diperlukan miliknya!

“Apa kau punya 20.000 gold?”

“Ya.”

“Kau berencana membeli senjata Dwarf dengan semua uangmu?”

“Tepat.”

“Kalau begitu, kurasa aku bisa membantumu. Semua Dwarf tampak kaya, tetapi dalam kenyataannya itu sebaliknya. Kita selalu menciptakan sesuatu, kegagalan dan keberhasilan yang berulang-ulang adalah sebabnya kita khususnya tidak kaya. Kita selalu berjuang dengan banyak hutang karena material-material yang mahal.”

Bagi para Merchant ada dua hal yang paling menguntungkan di Kerajaan Dwarf.

Material-material mentah dan bir.

Para Dwarf cenderung bebas dengan uang ketika mendapatkan persediaan untuk kerajinan, harganya benar-benar melambung.

Namun, mereka hampir tak pernah membeli kemewahan yang lain.

Inilah alasan para Dwarf jarang memiliki aksesoris yang tepat untuk menyesuaikan penampilan mereka.

Bayangkan para Dwarf dengan hidung-hidung ditindik dan mengenakan anting-anting yang besar.

Tanpa pengecualian, setiap Dwarf yang ada di benua ini menderita karena kemiskinan.

“Jika kau memang memiliki 20.000 gold, aku mengenal beberapa Dwarf yang akan bersedia membantu. Mereka bisa membuat item-item asli dengan kemungkinan tingkat kualitas tertinggi.

Sekarang pergilah ke timur desa dengan pengantar tertulis ini kepada Nein Hand. Kau harus menemukan tambang tua yang ditinggalkan, dan kemudian kau akan bisa menemukan dimana para Dwarf yang benar-benar luar biasa tinggal.”

*Ding*

Kamu mendapatkan sebuah pengantar dari Dwarf, Noble Hand.

Apa yang Weed butuhkan adalah sebuah surat pengantar.

Dengan mengakses dan mencari-cari di website Dark Gamer Union, dia akhirnya bisa mendapatkan informasi yang dia butuhkan.

Sebuah tempat dimana dia bisa mempelajari skill Blacksmith tahap Advanced dari beberapa Dwarf dengan bakat yang mengagumkan.

Jika kau berjalan ke sebuah tambang tua yang ditinggalkan tanpa cahaya, melalui danau, Kota Dwarf Bawah Tanah akan muncul.

Itu adalah sebuah Kota yang dibangun dari emas, batu, dan besi, dimana para Dwarf Senimanan tinggal.

Dia akan sampai disana jika dia memenuhi persyaratan.

****

Weed tak mendapatkan masalah apapun saat mencari jalan ke desa Nein Hand. Dia dengan mudah menemukan tambang tua yang ditinggalkan itu.

Jauh didalam tambang terlantar tersebut, ada sebuah lorong yang terhubung ke bawah tanah.

*Jeobeok jeobeok*

Setiap kali obor berkedip-kedip, bayangan Weed menarinari.

Menyusuri lorong bawah tanah sambil mengandalkan cahaya dari satu obor menanamkan rasa takut yang besar pada seseorang.

Membutuhkan kira-kira 30 menit berjalan untuk sampai di pintu tambang terabaikan. Tempat itu dikelilingi oleh stalaktit dengan air yang menetes dari sana, memecahkan keheningan dan menciptakan perasaan takut.

****

Semenjak Royal Road menjadi populer, semakin dan semakin sedikit orang yang ingin menonton film horor.

Ada banyak area-area berbahaya di Benua Versailles, seperti dungeon yang dipenuhi monster, yang mana telah diputuskan untuk dijelajahi. Untuk alasan itu, banyak orang telah kehilangan ketertarikan dalam menonton film-film horor.

Dikehidupan nyata, alasan utama kenapa orang-orang berhenti menonton film-film horor adalah karena elemen dasar dari film horor lebih menakutkan pada monster-monster yang ditemukan di dungeon.

“Zombie!”

“Mereka sekitar level 30. Kau tak akan pernah menemukan monster dengan karakteristik seperti ini sebelum level 30!”

“Kau tak bisa menyingkirkannya dengan satu Holy Blessing.”

Ini adalah beberapa komentar yang penonton buat sambil menonton sang pahlawan melarikan diri dari para Zombie.

****

Weed tidak takut saat dia turun ke gua yang gelap.

“Itu akan lebih menarik jika monster-monster muncul untuk menyergap.”

Faktanya, meskipun dia tau monster-monster sedang menunggu untuk menyergap atau ada perangkap yang dipasang, dia tidak akan tegang.

Ada coretan diseluruh dinding, ditulis oleh para Dwarf.

Namun, kebanyakan adalah coretan-coretan acak yang tidak penting.

— Apa yang bisa aku buat dengan 5 iron ore dan 1 silver ore?

— Ambil jalur yang benar ke Desa Dwarf. Itulah… tepatnya yang coba aku lakukan. Apa kau tau jalan yang benar ke Desa Dwarf?

— Jangan pernah melihat kebelakang. Jika kau melihat kebelakang…..

Coretan tersebut adalah provokasi tak berguna yang berniat untuk menanamkan rasa takut.

Para Dwarf sangat optimis, tetapi mencelakakan, mereka sama dengan Smaragus.

Mereka suka api dan tidak suka kegelapan, dan menggambar grafiti untuk kesenangan mereka.

Semua player tingkat atas akan menyadari grafiti tersebut sebagai provokasi tak berdasar dan meneruskannya.

Namun, dengan begitu banyak grafiti dari para Dwarf, tak seorangpun akan menyalahkanmu untuk berpikir bahwa mungkin ada harta karun yang besar dibaliknya.

Tepat ketika dia hendak terbiasa untuk berjalan berjalan didalam kegelapan, tempat itu perlahanlahan menjadi terang. Akhirnya, dia mendekati tujuannya.

Weed tiba-tiba mempercepat langkahnya. Dan akhirnya, dia bisa melihat ujung dari gua tersebut.

Ada sebuah area perkumpulan yang besar.

Semua sungai bawah tanah mengarah pada satu saluran dan kemudian menuju ke sebuah danau.

Saat air mengalir, itu berkilauan seolah-olah mengandung butiran perak. Dan sepanjang pesisir danau, ada desa dengan struktur gaya timur, sungguh pemandangan yang mempesona.

Rumah dari para Dwarf.

Dari danau tersebut, air mengalir dan mengarah ke setiap rumah.

Desa Dwarf adalah sebuah pemandangan yang menakjubkan untuk dilihat dengan saluran airnya yang seperti urat perak.

Bengkel pandai besi terusmenerus mengeluarkan gumpalan asap putih.

Beberapa rumah dibangun dengan material-material berharga seperti perak, emas, dan mithril.

Para Dwarf, seperti manusia, menyukai perhiasan, tetapi tak menyukai sesuatu yang terlalu mewah.

Seperti rumah-rumah, bar-bar dibangun menggunakan emas dan material-material lain.

Bar-bar tersebut pasti menghasilkan bir yang sangat nikmat jika mereka bisa membeli batu-batu mulia.

Kuruso sudah pasti tampak seperti tempat berkumpul bagi para Dwarf senimanan.

*****

The Priest of Death Question.

Di forum-forum Royal Road, Daymond memposting quest kelas S yang pertama yang didapatkan di Royal Road.

— Kami, guild Predator of the Land, akan memburu monster bos di wilayah utara. Kami menerima semua profesi. Mencari para petualang pemberani untuk menerima tantangan ini. Jika perburuan berhasil, item drop yang didapatkan akan dibagi secara merata diantara semua orang. Hadiah setidaknya 10.000 gold ditawarkan untuk informasi apapun tentang lokasi monster bos.

Para player menanggapi secara acuh tak acuh.

“Guild Predator of the Land sudah melewati masa kejayaan mereka.”

“Mereka telah mengambil kepemilikan atas desa Seongdo… Jika kau mau berburu monster, pergilah ke utara lebih jauh.”

“Memang, itu mungkin berhasil.”

Tak banyak player yang akan ikut serta dalam perburuan ini.

Wilayah Utara dipenuhi begitu banyak monster-monster yang kuat dan pasukan-pasukan kejahatan, itu membutuhkan sebuah pasukan ekspedisi yang terdiri dari player-player berlevel atas.

Namun, meskipun beresiko, pasukan ekspedisi petualang kecil dikirim untuk mengumpulkan informasi.

“Oh pesisir timur dari Wailing Swamp adalah tempat dimana kau akan menemukan para Hydra. Hydra memiliki kepala yang besar yang tidak biasa…. aku tidak tau rincian yang lebih banyak lagi.”

Mereka menerima informasi tentang monster bos.

Anggota guild Daymond menuju ke danau dimana para Hydra tinggal.

Mereka menemui informan di sebuah desa kecil dekat perbatasan untuk memberi dia 10.000 gold, dan kemudian melanjutkan ke Wailing Swamp.

Hydra memiliki tinggi lebih dari 6 meter. Pergerakan kepalanya pelan, tetapi masing-masing kepala itu bisa mengeluarkan racun yang kuat.

Asam yang bisa mengurangi ketahanan perisai dan armor sampai nol dalam hitungan detik!

Hydra menghuni area berawa dimana kaki mereka akan tenggelam cukup dalam, jadi memburu mereka ternyata cukup mudah.

“Ayo.”

Daymond si Warrior memimpin jalan.

Setelah para Hydra dikalahkan, informasi baru menyatakan bahwa monster bos telah ditemukan.

Monster itu memiliki 7 kepala dan masing-masing dari kepala tersebut akan terusmenerus menyemburkan racun.

Kepala-kepala itu bahkan bisa menyergap dan melahap pasukan ekspedisi.

Nyaris gagal dalam perburuan, lebih dari 25 orang dalam guild Predator of the Land terluka. Dan itu dengan jelas ditampilkan di Hall of Fame.

“Tampak seperti monster bos yang benar-benar sulit.”

“Apa ini pertemuan pertama dengan Hydra?”

Kemudian, lebih banyak informasi datang.

Daymond memilih untuk pergi ke tempat terdekat dari lokasi mereka.

“Tempat ini masih memiliki sisa-sisa peradaban manusia. Disebelah sana terdapat cacing tanah besar yang menggeliat…. Dan sebuah pasukan ekspedisi yang sembarangan masuk tempat tersebut akan dimusnahkan.”

Cacing tanah itu tak bisa diabaikan.

Mereka adalah tipe langka dari cacing undead yang terus berjuang dan menggeliat demi hidup mereka.

Cacing tanah undead!

“Monster kelas bos bernama Lava sepertinya yang memiliki tubuh berwarna hijau dan kepala yang seperti manusia.”

Guild Predator of the Land menerima kerusakan yang parah sembari berusaha memburu Lava.

Tak seorangpun tau berapa banyak monster bos yang ada. Guild Predator of the Land terus menyerang monster tersebut dengan sembarangan, menarik lebih dan lebih banyak perhatian.

*****

Kuruso layak menjadi sebuah tempat yang disebut surganya para Dwarf Blacksmith.

*Ttungttangttungttang.*

Dikejauhan, mudah untuk melihat sejumlah Dwarf memegang palu dan memukul-mukul sesuatu.

Mineral tersebar dimana-mana, sembari barang-barang yang sudah selesai tertumpuk.

Dibandingkan dengan Desa Iron Hand, desa Dwarf yang terpencil tersebut sangat panas dan populasinya sedikit.

“Exper, apa kau sudah tau bagaimana caranya membuat tombak?”

“Aku tau. Damage dasarnya tidak lebih dari 90, sekarang lihat Rantai ini.”

“Ada permata roh api dan permata roh angin, jika kau menambahkan permata-permata ini, kau akan mendapatkan efek tornado api.”

“Lalu, seberapa banyak damage tambahan yang akan ditambahkan?”

“Untuk masing-masing upaya, sampai 23 damage tambahan bisa ditambahkan. Tak perlu dikatakan lagi, itu adalah sebuah senjata yang menakjubkan.”

“Ini meningkatkan kemampuanmu, Exper. Jenis senjata yang kau buat pasti memiliki ketahanan yang besar.”

“Jadi aku juga berusaha membuat tombak. Untuk pertama kalinya, aku ingin melihat apakah aku bisa membuat sebuah tombak dengan attack damage diatas 100.”

Para Dwarf mengatakan banyak cerita tentang produksi senjata.

Ketika Weed lewat, mereka mengabaikan dia dan melanjutkan diskusi mereka.

“Senior Fabio, kudengar bahwa kau sangat familiar dengan membuat armor.”

“Dia sangat ahli dalam membuat armor, cukup untuk disebut seorang master seni, jika kau punya uang yang cukup, maka dia bisa mengupgrade armormu, lebih baik daripada senjata manapun.”

“Sialan. Jika saja aku punya uang, aku tidak akan melakukan ini.”

“Jangan mengatakan itu. Kau pikir senior Fabio menggunakan skill-skillnya hanya untuk mendapatkan uang? Dia tidak pilih-pilih dengan pekerjaan yang dia pilih.”

“Semua orang mengetahui hal itu.”

Bahkan telinga Weed telah mendengar dan mengukir nama “Fabio”.

Dwarf Faboi, Blacksmith terpilih dari Kerajaan Thor, sangat terkenal diantara para player.

Ketika Weed mendapatkan armor Death Knight di City of Heaven, Lavias, Fabio sudah dikenal luas.

Dikatakan bahwa ketika Fabio mengerjakan armor tua yang terlantar, armor itu akan menjadi sebagus baru.

Fabio adalah master dalam bidangnya.

Guild-guild elit, dan yang disebut “Ranker” dari Benua Versailles, akan mengumpulkan uang untuk meminta pelayanannya.

Orang-orang menginginkan armor kuat, tetapi menolak untuk memiliki armor yang diperkuat, karena armor itu menjadi tebal dan lebih berat.

Dan juga pada level yang lebih tinggi, pinalti kematian meningkat.

Selain Weed, hanya ada sangat sedikit orang yang memiliki kesabaran untuk menahan penderitaan dari meningkatkan level skill-skill mereka.

Namun, banyak orang memilih untuk memiliki armor yang lebih baik dibandingkan dengan senjata yang menakjubkan, oleh karena itu mereka tidak menahan uang untuk mengupgrade armor mereka.

Selama waktu itu, Fabio mendapatkan keuntungan yang besar.

Dia telah menjadi orang pertama yang menguasai Blacksmith.

Ketika CTS Media menyiarkan tentang Weed, bersama dengan 8 player lain, Fabio juga merupakan salah satu dari player yang terpilih.

Setelah program tersebut, para player dengan skill Blacksmith tahap Intermediate mulai bermunculan.

Dengan berusaha meningkatkan level skill mereka, lebih banyak tambang mithril dikembangkan dan material-material Blacksmith yang lebih baik bermunculan, yang mana membuatnya lebih mudah untuk meningkatkan skill Blacksmith.

Saat waktu berlalu, lebih banyak player telah meningkat skill mereka hingga cukup untuk memperkuat armor dan Fabio menghilang dari Benua Versailles.

Weed bertanyatanya apakah Fabio terakhir terlihat di Kuruso, dan apakah dia berusaha untuk meningkatkan skill Blacksmith miliknya.

Weed mulai memperlambat langkahnya.

Disisi jalan, Weed menemukan banyak Dwarf Blacksmith membuat barang-barang, sembari yang lainnya mengumpulkan produk-produk yang sudah selesai.

Para Dwarf membuat barang-barang mereka sendiri, dan tidak peduli bahwa Weed sedang menonton mereka.

Mereka membuat barang-barang untuk berjaga-jaga seseorang mau membelinya, tetapi itu tak tampak seperti seseorang akan membeli sesuatu.

“Apakah senior Herman sibuk sekarang ini? Aku belum melihat dia selama beberapa saat.”

“Aku gak tau. Sekarang para manusia itu telah kembali, mungkin dia membuat beberapa pedang?”

“Tsk tsk. Senior Herman waspada pada detail. Para Blacksmith tidak mengikuti gaya pengerjaannya lagi.”

“Dulu, sekitar 4 atau 5 bulan yang lalu, aku mengikuti gaya berhati-hati yang sama. Saat itu, skill Herman lebih unggul dari kita para senimanan.”

“Bahkan jika kau keras kepala dan berusaha menciptakan sebuah pedang dengan segenap hati dan jiwamu… paling bagus, itu akan membutuhkan 1 minggu. Tetapi jika kau membutuhkan lebih dari sebulan, tak seorangpun yang akan mau membeli pedang darimu.”

“Ya. Itu benar.”

“Kau bisa menjualnya di rumah pelelangan dengan harga yang lebih tinggi, tetapi itu membutuhkan waktu. Dan mengenai Blacksmith segalanya adalah tentang uang.”

Sampai baru-baru ini, Herman bersama Weed.

Di Benua Versailles, itu bukanlah tidak biasa bagi satu atau dua orang dengan nama yang sama untuk saling bertemu. Namun itu tak mungkin bagi Dwarf Blacksmith lain didekat Kuruso, dengan profesi yang sama seperti Herman.

“Siapa yang tau, aku mungkin bertemu mereka lagi disini.”

Weed tidak terlalu fokus pada hubungannya dengan orang lain.

Namun, itu adalah fakta bahwa dia telah menghabiskan banyak waktu berburu bersama Pale dan partynya. Dan sebagai seorang Dark Gamer, dia tak bisa menolak tugas berburu yang berbahaya ketika dia diminta.

Selain untuk tidur dan pergi ke kampus, dia menghabiskan semua waktu luangnya bermain Royal Road, dan itu akan sulit untuk melakukan hal itu jika dia berburu bersama orang lain.

“Kita akan melihat apakah hubungan ini ditakdirkan҆”

Weed berjalan kearah agensi administratif Kuruso.

*****

Tak seperti desa-desa Dwarf yang lain di Kerajaan Thor, agensi administratif memegang kekuasaan yang besar dan mengatur Kuruso.

Di kerajaan-kerajaan lain, Raja dan para bangsawan mengatur negeri, oleh karena itu, itu tak biasa bagi agensi administratif untuk membuat semua keputusan untuk Kerajaan Dwarf.

Tetua Dwarf ditunjuk pada minggu pertama setiap tahun baru. Si Tetua kemudian menyetujui semua keputusan dan menetapkan kebijakan. 3 Dwarf kuat dengan ilmu pedang yang menakjubkan, 7 Tetua dipilih untuk memimpin agensi Administratif, totalnya 10 Dwarf yang dipilih. Para Dwarf yang baru saja menginjak dewasa dianggap terlalu muda, dan oleh karena itu tidak memenuhi syarat untuk pemilihan.

Namun, dikatakan bahwa kursi Tetua dibuka untuk siapa saja, termasuk player.

Masing-masing Tetua akan bekerja di agensi Administratif secara bergantian.

“Kau Dwarf baru disini di Kuruso. Apakah kau akan mendaftar?”

“Ya. Aku ingin mendaftar.”

“Apa profesimu?”

“Aku seorang Sculptor.”

Di Kuruso, kau tidak harus membayar pajak pada Akryong Kaybern. Kau tidak akan diganggu oleh Dwarven Liberation Corp untuk dimintai uang. Semuanya diatur sesuai dengan para Dwarf.

Datang ke Kuruso itu bebas!

Namun, ada persyaratan jika kau mau meninggalkan Kuruso.

Mereka harus menyumbangkan sebuah karya kepada kota agung. Karya tersebut harus diciptakan dengan pengabdian, dan ketika selesai, harus lebih baik daripada produk ratarata mereka.

Untuk seorang Sculptor, dia harus membuat sebuah patung.

Tak ada alternatif tetapi untuk menciptakan sesuatu yang bagus, kau tak boleh menciptakan sesuatu yang buruk. Oleh karena itu, untuk meninggalkan Kuruso, kau harus menyumbangkan sesuatu yang layak.

Itulah syarat minimum untuk memasuki Kuruso.

Tak seperti tempat-tempat lain di kerajaan, tak ada pajak karena persyaratan khusus tersebut.

Tetua Dwarf menanyai Weed.

“Siapa namamu?”

“Namaku Art Hand.”

“Nama yang bagus.”

“Proses registrasi sekarang sudah selesai. Sebelum meninggalkan Kuruso, kau diharuskan untuk meninggalkan sesuatu yang kau ciptakan, dalam kasusmu, sebuah patung.”

Tepat ketika Weed hendak meninggalkan agensi administratif.

“Aku punya sebuah pertanyaan untukmu.”

“Biarkan aku bertanya. Apa kau mau beberapa informasi tentang Kuruso? Jika kau tidak sibuk, maukah kau mendengarkan permintaanku?”

Sebuah permintaan dari Tetua Dwarf!

Namun penawaran tersebut tidak tampak menyenangkan bagi Weed.

Meskipun Weed memiliki Fame dalam jumlah yang tinggi, setelah berubah menjadi Dwarf, Fame yang dia miliki, tak memiliki efek sama sekali.

Karakteristik ras Dwarf menyesuaikan Fame yang terkumpul oleh karya seni yang diciptakan, tetapi ada pembatasan sementara pada Fame yang dia dapatkan melalui pertualangannya.

Meski demikian, Fame miliknya masih mempertahankan reputasi yang tinggi. Namun, Kuruso berbeda karena mereka tidak sering berdagang dengan kerajaan-kerajaan lain.

Fame yang dia kumpulkan dari Benua Versailles dan wilayah Utara, tak mencapai Kuruso.

Bahkan dengan Fame milik Weed yang tinggi, dia tidak mendapatkan banyak permintaan dari luar tempat-tempat itu.

“Kau tak perlu menyelesaikan permintaanku sebagai pertukaran untuk informasi. Pernahkah kau mendengar tentang Dwarf Sculptor?”

Weed berpikir bahwa jika tak bisa mendapatkan menemukan informasi di Kerajaan Thor, dia mungkin bisa mendapatkannya di Kuruso!

Weed mengangguk pada pertanyaan yang Tetua Dwarf tanyakan pada dia dan berkata.

“Dia adalah Sculptor terbaik diantara semua Dwarf. Patung-patungnya hebat dan penuh misteri. Tetapi aku punya cerita Dwarf yang lain yang diturunkan dari leluhur mereka.”

Dia bisa mendapatkan informasi tentang Kendellev. Paling tidak, dia telah mengkonfirmasi eksistensi dari si Dwarf Sculptor, Kendellev.

Weed bertanya dengan harapan yang baru.

“Dimana aku bisa menemukan murid-muridnya, atau patung apapun yang dia tinggalkan?”

“Bahkan aku tak tau jawaban dari pertanyaan itu. Yang aku tau, orang itu tidak meninggalkan patung apapun… Kurasa kita tidak akan bisa menemukan murid-muridnya bahkan jika mereka ada. Yang bisa aku ingat, telah ada banyak Dwarf yang bertanya tentang Kendellev.”

“Selain aku, pernahkah Dwarf lain menanyakan pertanyaan ini?”

“Ada banyak yang bertanya. Setidaknya lebih dari 20.”

Sama seperti Weed, lebih dari 20 Dwarf telah datang ke Kuruso untuk mengumpulkan informasi tentang Kendellev. Namun, mereka gagal mendapatkannya.

“Sebuah petunjuk dikatakan ada di Kuruso. Alasan kenapa kebenaran ini menyebar sebagai rumor adalah karena mereka yang menyerah tidak ingin memberi kesempatan pada Dwarf lain untuk menemukan dia.”

Tak seorangpun bisa menemukan jejak dari Kendellev sendirian.

Namun, karena Dwarf lain mungkin menemukan dia, mereka tidak membuat informasi publik dan menyimpannya untuk mereka sendiri.

Weed menanyakan pertanyaan lain.

“Mahluk-mahluk tak diketahui, apa yang harus aku lakukan untuk bisa memahat mereka yang berbicara padaku?”

Si Tetua Dwarf hanya menatap kosong pada dia.

“Apa kejadian semacam itu terjadi?”

“……”

“Jika ada sesuatu yang kau butuhkan di Kuruso, kau harus mencarinya sendiri. Jika kau ingin sesuatu, kau harus mendapatkannya sendiri.”

Dengan kata lain, si Tetua mengatakan bahwa kau tak bisa dengan mudah mendapatkan informasi.

Itu memungkinkan bahwa jawaban yang Weed cari adalah salah satu yang tak seorangpun bisa memberitahu dia.

“Mahluk-mahluk tak diketahui. Aku tak tau apa bentuk mereka, dan jika seseorang sudah memahat mereka, tak akan ada gunanya bagi mereka untuk mengusik aku untuk mengukir mereka.”

Pahatan adalah sebuah seni yang bisa dinikmati siapapun, tetapi hanya satu yang bisa menguasai!

Meskipun dia tidak terburu-buru, dia sudah menebak bahwa informasi yang dia perlukan tidak mudah untuk didapatkan.

 

Translator / Creator: alknight