March 29, 2017

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 14 – Chapter 11: Dain’s Wait

 

Direktur Kim Han Seo sedang menatap Yoo Byung Jun, gurunya, ilmuwan jenius yang bagaikan dikirim oleh surga.

Rambut keputihan dikepalanya, mata merah, dan kacamata tebal.

Meski itu adalah penampilan Yoo Byung Jun tampak stres, otaknya berada di tingkat dimana dia bisa disebut seorang jenius.

“Meski dunia tau bahwa Royal Road diciptakan bersama dengan aku dan 17 ilmuwan yang lain…”

Direktur Kim Han Seo menggeleng ringan.

Ada banyak perbedaan pada kebenaran yang diketahui publik.

“Kenyataannya, konsep tersebut berasal dari guru, dan dia juga mengembangkan teknologi intinya. Yang dilakukan oleh para ilmuwan lain dan aku hanyalah menyempurnakan kerangka yang dibuat guru.”

Bagi Direktur Kim Han Seo dan para ilmuwan lain, itu menakutkan hanya untuk melakukan bagian-bagian yang menjadi tanggung jawab mereka.

Ada banyak saat-saat ketika menurut anggapan sistem Virtual Reality mustahil untuk sempurna dianggap sebuah fantasi. Puluhan kali dia bangun dari tidur dipagi hari setelah mengalami mimpi buruk tentang kegagalan.

Setiap kali mereka terhenti pada pekerjaan mereka, Yoo Byung Jun masuk untuk membantu mereka, dan dia juga merupakan orang yang memahami keseluruhan sistem.

Meskipun para ilmuwan lain termasuk Direktur Kim Han Seo secara umumnya bisa mengelola Versailles demi tugas mereka, daya mereka terbatas.

Melangkah dengan hati-hati, Direktur Kim Han Seo berhenti didepan Yoo Byung Jun.

“Aku kembali.”

“Ya, kerja bagus. Apa yang dikatakan bocah-bocah dikantor?”

“Ya. Mereka sangat khawatir tentang Pasukan Kebangkitan.”

“Haha. Sudah kuduga.”

“Khususnya, Kepala Departement Strategi Management Son Il Kang mengeluh bahwa dia harus kerja lembur setiap hari.”

“Hahaha.”

Yoo Byung Jun hanya tertawa seolah-olah dia sudah menduganya.

“Player bernama Daymond, bagaimana menurut anda tentang dia, guru?”

“Coba lihat. Yah, dia tidak buruk.”

Yoo Byung Jun menanggapi tampak kecewa.

“Quest Pasukan Kebangkitan…. Yah, kekuatan dalam jumlah yang luar biasa bisa didapatkan dari misi itu.”

Para ilmuwan yang menangani konsol utama dalam Departement Sistem Management menajamkan telinga mereka untuk mendengarkan percakapan ini.

Yoo Byung Jun adalah seorang ilmuwan yang melampaui kecerdasan itu sendiri dan mengasingkan dirinya sendiri tanpa mengungkapkan dirinya pada dunia.

Dunia luar lah yang tak mengetahuinya, tetapi dalam kenyataannya, Yoo Byung Jun mengambil peran memimpin semua orang.

Tetapi apa yang benar-benar mengejutkan para ilmuan dan membuat bulu kuduk berdiri, adalah kekuatan dari Goddess of Versailles. Tanpa kecacatan apapun, mereka bahkan tak perlu untuk ikut campur pada hal-hal yang dimodifikasi oleh AI tersebut.

Itu adalah AI super yang secara sempurna mengatur Royal Road sejak perilisannya, sistem yang menakutkan yang bahkan bisa disebut Dewi yang sebenarnya.

Dan itu bukan hanya Royal Road, AI itu bahkan mengendalikan yang berkaitan dengan urusan-urusan eksekutif dari Unicorn Corporation. Bahkan sampai sejauh itu, Goddess of Versailles hanya menggunakan 20% sumber daya administratifnya.

Bagi para ilmuwan, itu adalah sebuah prestasi yang tak diragukan lagi sangat luar biasa.

Jika seseorang diberitahu bahwa sistem ini hanya dikembangkan oleh 1 ilmuwan, mereka tak akan pernah mempercayainya. Ini adalah penilaian dari para ilmuwan yang mengetahui Yoo Byung Jun. Seorang ilmuwan yang tak bisa digantikan oleh sepuluh juta umat manusia.

Dia adalah seorang ilmuwan yang bisa memajukan teknologi dunia sejauh 30 tahun, dia telah menghasilkan sesuatu selain Royal Road.

Dia adalah seseorang yang dihormati para ilmuwan dan dianggap sebagai mengagumkan, sampai pada poin bahwa memiliki usia yang hampir sama dengan Yoo Byung Jun adalah sumber kebanggaan bagi mereka.

“Keserakahan menghancurkan pekerjaan mereka. Meskipun mereka sudah berada pada sebuah keadaan karena mereka menggunakan trik-trik picik… nantinya mereka akan mendapatkan lebih banyak musuh.”

Tak ada ilmuwan yang meragukan kata-kata Yoo Byung Jun.

Kata-kata dari si jenius abad ini tak pernah salah. Jika dia berkata demikian, maka pada beberapa poin itu akan menjadi seperti itu. Dan bagi para ilmuwan yang mengetahui tentang penyusunan quest dan bahaya yang tersembunyi diseluruh Benua Versailles, mereka tidak merasa bahwa Pasukan Kebangkitan merupakan sebuah krisis.

Royal Road adalah sebuah Virtual Reality yang hebat.

Serumit teknologi yang diterapkan, ada kisah-kisah diseluruh benua, dan sejarah-sejarah yang tak terhitung jumlahnya.

Para ilmuwan tau para petualang yang bersembunyi dan meningkatkan kekuatan mereka, berapa lebel dari para Warrior, quest-quest apa yang sedang terjadi, dan mereka tak menemukan alasan untuk menjadi tegang.

Dengan sebuah benua yang begitu luas, dan jumlah player yang sangat banyak yang bisa disebut integrasi sosial virtual dari umat manusia, para ilmuwan menampilkan senyum pada wajah mereka.

Meskipun mereka ikut serta dalam pengembangannya, Royal Road benar-benar merupakan virtual reality yang menyenangkan. Setelah perilisan Royal Road, bahkan ada sebuah laporan bahwa kebahagiaan manusia telah meningkat setidaknya 40%.

Dengan kebanggaan bahwa mereka telah membuka pintu ke sebuah dunia baru, para ilmuwan kembali ke tugas mereka masing-masing.

Yoo Byung Jun bergumam.

“Orang-orang di dunia ini terlalu mudah memperdaya diri mereka sendiri.”

Di layar yang sedang dia tonton, dia bisa melihat kegiatan-kegiatan dari para pertualang di Benua Versailles.

Seorang player yang meningkatkan Strength sambil berburu di sebuah hutan yang tak seorangpun akan mendatanginya.

Seorang player yang melatih Stamina dasar mereka sambil mendaki gunung yang paling berbahaya di benua.

Seorang player yang semakin kuat saat mereka merasakan batasan mereka sendiri di sebuah pulau sunyi yang penuh dengan monster.

Yoo Byung Jun merasa senang setiap kali dia melihat player-player ini.

Dengan ujian tanpa akhir pada keterbatasan mereka, mereka mengalami situasi ekstrim yang tak bisa didapatkan.

“Untuk mengatakan bahwa Royal Road adalah sebuah game….”

Setelah penciptaan Royal Road dan perilisannya, media publik menjadi semakin liar atas teknologi.

Teknologi canggih yang mewujudkan virtual reality yang paling realistis!

Perkembangan pesat basis pengguna Royal Road menandakan kehancuran game-game yang sudah ada.

Dunia baru telah terbuka untuk para player.

Hal ini menyebabkan orang-orang bahkan di kemasyarakatan umum yang tak akrab dengan game menjadi terpesona, dan artikel-artikel yang menyatakan bahwa Royal Road telah menurunkan industry hiburan bermunculan satu per satu.

Para manager dan para direktur perusahaan di dunia nyara menemukan kesenangan yang besar dalam menjual buah didalam dinding kastil abad pertengahan, atau bahkan pergi berpetualang, bersenjatakan sebuah pedang yang menggantung pada pinggang mereka.

Saat mereka memberikan dana yang besar, mereka menerima pujian sebagai bintang dari industry game generasi selanjutnya.

Yoo Byung Jun menyeringai setiap kali dia melihat artikel-artikel itu.

“Para manusia lembek dan malas. Mereka bahkan tak tau masa depan mereka menggantung disini.”

Itu adalah sesuatu yang begitu menyedihkan hingga Yoo Byung Jun tak bisa menahannya.

Dia mendedikasikan hidupnya pada Royal Road. Itu adalah karya seni yang besar yang dia curahkan energi dan hidupnya untuk menciptakan seolah-olah itu adalah anaknya sendiri.

Jika itu sekedar untuk membuat satu game, dia pasti sudah menyerah sejak lama.

* * *

Setelah mengejar Glowing Skeleton selama 7 hari, akhirnya mereka menemukan hadiah utamanya didekat kuburan, dan mereka bisa memurnikan dan mengalahkannya dengan sihir suci milik Cleric.

“Sukses!”

“Kerja bagus, semuanya.”

Si Cleric dan si Pikeman sangat senang.

“Dain-nim sangat membantu. Terimakasih.”

Mengejar Glowing Skeleton sangatlah sulit bahkan dengan seorang pemburu terampil. Itu karena si Skeleton akan pergi ke gunung yang dihuni banyak monster, atau mencari dungeon dan bersembunyi didalamnya. Saat mereka berhenti untuk bertarung sambil mengejar si Glowing Skeleton, dia akan melarikan diri ke suatu tempat bahkan sebelum mereka menyadarinya.

Jika mereka tak memiliki sihir milik seorang Shaman untuk meningkatkan kecepatan pergerakan, menangkap Glowing Skeleton akan menjadi jauh lebih sulit.

Gigi Dain sedikit kelihatan saat dia tersenyum.

“Bukan apa-apa. Aku bahkan tak terlalu membantu dalam pertempuran.”

“Itu tidak benar. Meskipun kau seorang Shaman, kekuatan dari penyembuhanmu dan segala macam skill sangat bermanfaat… Jika Dain-nim tak ada disini, itu akan benar-benar sulit untuk menyelesaikan quest ini.”

“Dain unni adalah seorang Shaman sejati.”

Dain dengan tegas telah mendapatkan kepercayaan dari para anggota party’nya.

“Unni, tetaplah bersama kami.”

“Maukah kamu mengerjakan quest yang selanjutnya bersama kami?”

“Ya, tentu.”

Selama beberapa bulan, Dain dengan bebas menikmati petualangan bersama para anggota party tersebut.

Fame miliknya juga meningkat hari demi hari. Ketika tak banyak player di Morata yang tidak tau siapa itu Shaman Dain, dia pergi berpetualang di Land of the Black Curse.

Itu adalah sebuah ekspedisi yang lebih dari 20 petualang paling berpengalaman di Morata berpartisipasi didalamnya!

Setelah menemui monster-monster baru dan dungeon baru, dia kembali ke Morata.

* * *

“Phew! Aku kembali ke Morata lagi.”

Dain tersenyum lebar.

Dia kembali ke Morata setelah waktu yang lama… dia tidak tau seberapa besar dia akan merindukannya.

Itu karena setelah mengalami cukup lama kesendirian di kota langit Lavias, dia telah mengamankan sebuah posisi baru di Wilayah Utara dan memiliki teman di Morata.

“Tetapi aku harus mendapatkan penghilang kutukan…”

Dain menampilkan wajah khawatir.

Seluruh pasukan ekspedisi menerima kutukan di. Land of the Black Curse.

Kulit mereka menjadi gelap seperti seorang Dark Elf, dan pola-pola seperti suku primitif telah muncul.

Sebuah kutukan yang mengurangi setengah dari efek skill dan sihir!

Itu adalah kutukan yang tak bisa dihilangkan bahkan dengan holy magic dari seorang Shaman atau Cleric.

“Aku harus menemui Priest terlebih dahulu.”

Meskipun para Priest didalam pasukan ekspedisi juga tak berdaya, mereka hanya bisa mempercayai para Priest mereka.

Dain pergi ke Order of Freya.

Sama dengan pasukan ekspedisi yang barusaja datang, ada kerumunan yang mengantri untuk mendapatkan blessing.

Setelah menunggu untuk waktu yang lama sampai gilirannya tiba! Dia bertemu dengan seorang Priest dari Order of Freya.

“Aku ingin menyembuhkan kutukan yang ada padaku.”

“Kau telah menerima kutukan dari kejahatan kuno.”

“Ya.”

“Itu karena kau pergi ke tempat yang seharusnya tidak kau datangi. Itu adalah kutukan yang terbentuk saat kau menjelajahi tanah yang tidak menerima penyusup. Untuk mengangkat kutukan tersebut, kau membutuhkan Kelpie Wood, Sebuk Platinum, Wortel, dan Darah Kelinci Putih. Jika kau melumurkan bahan-bahan ini pada tubuhmu, kemudian campurkan semuanya dan meminumnya, kau akan terbebas dari kutukan tersebut.”

Selain Kelpie Wood, meskipun itu mungkin membutuhkan sedikit waktu, bahan-bahan itu tidaklah sulit untuk dikumpulkan.

Dain tersenyum karena dia tidak menduga penyembuhannya begitu sederhana.

“Terimakasih banyak,”

“Itu adalah kehormatan bagiku. Semua harmoni sesuai dengan kehendak Dewi.”

* * *

“Membeli dan menjual item!”

“Beritahu aku jika ada sesuatu yang kau butuhkan.”

Suara-suara keras tersebut berasal dari para Merchant yang berbaris di alun-alun diluar Order of Freya. Persaingan dari para Merchant adalah pemandangan yang bisa dilihat dimanapun di Benua Versailles.

Setelah menjual semua item jarahan yang dia kumpulkan, Dain dengan tenang berkeliling alun-alun tersebut.

“Kali ini aku akan bersantai dan menunggu.”

Bertemu dengan Weed adalah alasannya datang ke Morata.

Namun, Weed belum kembali ke Morata, dan dia bosan menunggu dan pergi untuk berpetualang.

Ketika dia pergi, Patung Dewi Freya dibangun, serta banyak patung-patung lain dan kastil telah berubah juga.

Rumor bahwa Weed, Count of Morata, telah kembali beredar. Namun, dia tampaknya pergi berpetualang lagi, jadi bisa dikatakan bahwa menemui dia akan sulit.

“Apa ada kemungkinan dia kembali saat aku pergi?”

Saat Dain menatap bangunan yang tak ada disana sebelumnya di jalanan Morata yang baru dikembangkan, dia berjalan-jalan kesepian.

“Patung Dewi Freya, huh…”

Saat dia menatap Patung Dewi Freya yang glamor, dia merasa sedikit cemburu. Bagi dia, yang hanya sedikit lebih cantik daripada seorang gadis rata-rata bahkan ketika dia melihat dirinya sendiri secara positif, dia benar-benar merasa sedikit jengkel.

Dia ingin kembali ke Lavias lokasi patung-patung dalam kenangannya, tetapi jika dia melakukan hal itu, akan semakin sulit untuk menemui Weed.

Ketika Dain melihat-lihat alun-alun.

“Permisi.”

Dia berbalik kearah suara yang memanggil dia.

Pendek dan ramping, itu adalah seorang gadis dengan mata yang tampak sangat ramah. Dari jubah putih yang dia kenakan, dia pasti memiliki profesi seorang Cleric atau seorang Priestess.

“Apa kau memanggil aku?”

“Ya.”

“Apa ada yang bisa aku bantu?”

“Oh, aku minta maaf untuk menanyakan ini tepat setelah bertemu denganmu… Kamu adalah Shaman Dain, kan?”

“Itu benar.”

“Phew! Akhirnya aku menemukanmu. Namaku Irene.”

Memulai percakapan membuat Irene merasa canggung dan sangat tidak nyaman, tetapi dia tak bisa menyembunyikan ekspresi gembiranya ketika dia menemukan Dain.

“Party ku sedang berusaha mengerjakan aebuah quest sekarang ini. Tetapi itu sangat jauh, dan kami berpikir itu akan bagus untuk memiliki seseorang dengan banyak sihir petualangan, jadi kami berusaha untuk merekrut seorang Shaman.”

Nama quest yang Pale temukan adalah, “Rahasia Pembuatan Ancient Chest Plate.”

Dikatakan bahwa buku catatan metode dari pembuatan tersebut terkubur disuatu tempat di Utara, jadi mereka ingin merekrut seorang Adventurer dan seorang Shaman, dan pergi. Kemudian mereka mendengar bahwa Shaman terkenal bernama Dain telah kembali dan kemudian mencari dia.

Irene menjelaskan lagi dengan penampilan gugup.

“Tingkat kesulitannya C. Jika kamu tak keberatan, maukah kamu berpetualang bersama kami?”

Dain perlahan-lahan mengamati wajah Irene.

“Dia tampak seperti orang yang baik. Dia juga tampaknya seumuran dengan aku.”

Tetapi dia malas untuk pergi mengerjakan quest. Dia sedang menunggu seseorang.

Dia tak bisa selalu menunggu Weed kembali ke Morata, tetapi karena dia barusaja kembali setelah menyelesaikan sebuah petualangan, dia ingin beristirahat sekarang ini.

“Aku minta maaf. Sekarang ini aku akan beristirahat…”

Tepat saat Dain mengatakan ini, seorang gadis mengenakan pakaian megah diimbuhi dengan permata berjalan kearah mereka dari arah sebuah toko.

Setiap kali dia melangkah maju, dia diikuti oleh mata dari para player yang ada dialun-alun.

Hanya melihat dia berjalan bisa memberi perasaan kesenangan dan semangat.

“Dia adalah seorang Dancer.”

Namun, satu-satunya profesi yang bisa pergi berpetualang atau berburu sambil mengenakan gaun adalah para Dancer dan para Minstrel. Dia juga memakai gelang, kalung, anting-anting, dan sepatu hak pendek yang nyaman untuk menari.

Karena dia tidak memegang alat musik, Dain menyimpulkan bahwa dia adalah seorang Dancer.

“Hwaryeong unni, darimana kamu?”

“Aku makan di restoran. Tapi siapa ini?”

“Ini Dain-nim. Dia adalah seorang Shaman terkenal….”

“Ah, dia!”

Hwaryeong menatap wajah Dain dengan begitu penasaran.

Karena dia adalah seorang Shaman dengan kulit gelap dan seperti permata, dia sangat mencolok.

“Apa kamu menanyakan apakah dia akan pergi bersama kita untuk mengerjakan quest?”

“Ya. Tapi sayangnya itu tak tampak dia akan bisa melakukannya bersama kita.”

Dain, yang berdiri diam dan mendengarkan percakapan Irene dan Hwaryeong, tiba-tiba menyela.

“Sebentar, aku berubah pikiran.”

“Apa?”

“Petualangan yang barusaja kalian bicarakan, aku juga ingin melakukannya bersama-sama.”

“Benarkah? Itu bagus! Terimakasih.”

“Ya. Terimakasih sudah mengajakku.”

Dain menerima tawaran Irene.

Patung Dewi Freya yang diukir oleh Lord of Morata Weed!

Itu karena wajah patung itu dan wajah Hwaryeong sangat mirip.

* * *

Lee Hyun melatih tubuhnya secara rutin di dojo Ahn Hyundo.

Otot-otot kencang yang tak memiliki lemah berlebihan milik Lee Hyun, kekuatan fisik dan ketahanannya semakin kuat setiap hari. Sambil menerima pelatihan dari neraka dari 4 instruktur pelatihan yang berbeda masing-masing 30 menit, tubuh Lee Hyun telah menjadi sebuah senjata.

“Bahkan pedang yang tajam benar-benar tak berguna ditangan orang yang lembek. Jika kau tak memiliki kendali penuh atas tubuhmu, maka kau bisa melupakan tentang memegang sebuah pedang. Meskipun pelatihan itu keras, itu adalah sebuah proses yang diperlukan untuk memegang pedang.”

Lee Hyun dengan setia mengikuti pidato keras dari Chung Il Hoon. Dia menahan pelatihan neraka tanpa satupun keluhan. Sampai pada poin bahwa para instruktur berkonsultasi diantara mereka sendiri.

“Bukankah intensitas pelatihannya terlalu tinggi?”

“Jika kita terus seperti ini, akankah dia tidak mengatakan bahwa dia akan berhenti?”

“Bahkan aku tidak tau. Karena Master memberitahu kita untuk melakukannya, dia pasti memiliki pemikiran tersendiri.”

“Itu mungkin benar, kan?”

“Meskipun terkadang dia benar-benar tak memiliki pemikiran apapun…”

“……”

Saat Lee Hyun menguasai tubuhnya, dia merasakan perasaan bahwa skill-skill sejatinya semakin kuat.

Jika tubuhnya diperkuat, maka kekuatan mentalnya akan meningkat.

Tekad yang terbentuk jika dia melewati pelatihan yang berat!

Katika dia menyelesaikan satu sesi dari pelatihan neraka bersama para instruktur, dia akan beristirahat sebentar sambil minum teh yang diberikan Ahn Hyundo pada dia.

“Ini teh ginseng.”

“Terimakasih, Master.”

Lee Hyun meneguk teh ginseng tersebut.

Dia haus, tetapi karena itu dia bisa meminum secangkir teh yang sehat!

Ahn Hyundo berbicara setelah menuangkan secangkir teh ginseng.

“Apa latihannya tidak sulit?”

“Itu masih bisa dilakukan.”

“Ya. Itu layak dipuji. Dengan sikap itu, kau seharusnya bisa berkembang lebih jauh. Bagaimana dengan kehidupanmu yang lain?”

“Kehidupanku?”

“Aku berbicara tentang kehidupanmu sendiri. Aku berbicara tentang bagaimana kehidupanmu berjalan.”

Setelah berpikir sejenak, Lee Hyun mengangguk.

“Bagus.”

“Bagus? Apanya yang bagus?”

“Nenek menerima perawatannya dengan baik, dan adikku kuliah dengan baik. Dan aku….”

Lee Hyun ragu-ragu sejenak dan berbicara.

“Tak ada keluhan yang besar dalam kehidupanku.”

Di hari-hari yang sulit, makan dan nafkah telah menjadi kekhawatiran terbesar.

Meskipun ada saat-saat ketika dia tak bisa mendapatkan perawatan ketika dia sakit, sekarang dia bahkan bisa menabung uang dalam jumlah yang lumayan. Karena dia bermain Royal Road, dia bisa membeli hal-hal yang mereka perlukan, jadi tak banyak hal-hal yang membuat dia sedih.

Ahn Hyundo menggelengkan kepalanya.

“Apakah itu kehidupan sehari-harimu?”

“……”

“Apa kau puas dengan kehidupanmu saat ini?”

“Ya.”

Lee Hyun menjawab dengan mudah.

Pelajaran sekolah memang sedikit membosankan dan merepotkan, tetapi selain masalah itu dia mendapatkan hal-hal yang dia inginkan, jadi dia menjalani kehidupan dengan puas.

“Itu sempurna sekarang ini. Aku bahkan kuliah, adikku juga kuliah, dan nenek memulihkan kesehatannya….”

Ahn Hyundo bertanya bertanya secara tiba-tiba.

“Lalu pekerjaan apa yang ingin kau kerjakan.”

“….Pekerjaan yang ingin aku lakukan?”

“Entah itu adalah sebuah tujuan yang kau miliki sejak kau masih muda, atau suatu pekerjaan yang ingin kau lakukan.”

Lee Hyun terdiam sementara waktu.

Dia hidup sampai hari ini demi adiknya.

Saat dia tidur dimalam hari, ada saat-saat dia ketakutan pada hari yang akan datang. Saat-saat ketika dia khawatir saat dia makan, hal-hal seperti apa yang akan dia lakukan setelah rasa lapar tersebut menghilang.

Tanpa harapan, dia telah menjalani kehidupan sambil berputus asa.

Jika tak ada tanggung jawab untuk mendukung keluarganya, dia mungkin bisa mengambil keputusan yang ekstrim dengan segera.

Sekarang adik kecilnya telah tumbuh, dan dia bahkan kuliah dengan beasiswa yang dia terima. Dan juga operasi neneknya telah berakhir dan dia menunggu untuk pulih.

Tujuan kehidupannya adalah untuk hidup demi keluarganya. Dalam kejadian bahwa dia tak lagi harus mengurus keluarganya, apa yang akan dia lakukan setelahnya adalah sesuatu yang tak pernah dia pikirkan.

Setelah menarik nafas, Lee Hyun berbicara.

“Aku tak punya impian.”

* * *

Para Geomchi melintasi Land of Despair dan tiba di desa Orc di Pegunungan Yuroki.

Tempat tersebut penuh dengan player Orc berwajah babi, dan kerena mereka memiliki tingkat reproduksi yang tinggi, disana bahkan ada seluruh keluarga yang berkumpul.

Setelah laki-laki atau perempuan menentukan pasangan mereka, bahkan jika mereka hanya makan satu makanan bersama-sama, bayi Orc akan lahir entah dari mana.

Geomchi5 memegang kepalanya.

“Kita telah hancur. Untuk mengatakan mereka menikahi para Orc….”

Geomchi3 menepuk pundaknya.

“Tak apa-apa, sahyeong, itu hanya sekedar pria dan wanita berbagi satu makanan bersama-sama. Kita harus mengerti bahwa ini adalah sifat alami dari para Orc.”

Geomchi4 juga menyela.

“Sahyeong, berpikiran luas secara jantan adalah yang memenangkan permainan.”

Tentu saja, sex yang sebenarnya bisa dilakukan di Royal Road.

Para Manusia atau para Elf juga bisa berusaha mendapatkan sebuah rumah, dan ada banyak kasus dimana pasangan kekasih melakukan hal itu untuk menghabiskan saat-saat intim bersama-sama.

Namun, para Orc adalah kasus yang special, jika mereka hanya makan makanan sekali saja bersama dengan pasangan mereka, atau seseorang yang dekat dengan mereka, bayi Orc akan terlahir.

Pertama-tama, tentu saja itu terlalu tidak praktis, dan ada banyak laki-laki Orc yang sedih yang mengatakan perkembangannya terlalu mudah. Itu adalah karakteristik ras milik Orc, fitur reproduksi yang subur.

Ada niat-niat jahat untuk mengambil keuntungan dari pertentangan ini, dan banyak yang menginginkan untuk memuaskan diri mereka sendiri.

Namun, dengan segera mereka menyadari alasan kenapa para Orc membutuhkan untuk bisa membuat bayi Orc hanya dengan memakan satu makanan.

“Itu tampak seperti 4 jari akan masuk kedalam lubang hidung dari partner Orc perempuan.”

“Partnernya adalah seorang Orc laki-laki! Jika dia membuka mulutnya dan menguap, semangka utuh mungkin akan bisa masuk disana.”

“Lihatlah pada sisi lemah yang gemuk dan perutnya, pada pemikiran yang sadar, itu sulit untuk melakukannya dengan dia.”

“Sungguh melegakan.”

Mereka sangat puas bahwa yang harus mereka lakukan adalah hanya memakan makanan bersama-sama, dan para Orc mengulangi reproduksi tersebut.

Desa-desa Orc di Pegunungan Yuroki telah meluas.

Para Orc dewasa akan membawa para Orc bayi muda dan membuat mereka tumbuh. Seluruh keluarga dari suku-suku Orc berkembang, dan para Orc yang mengendalikan keluarga-keluarga tersebut muncul.

Karena Seechwi adalah seorang Orc Commander, setelah dia sampai di Pegunungan Yuroki, dia memancarkan cahaya berkharisma.

“Kalian para Orc, chwichwichwik!!

Kita harus makan lebih banyak. Harus memiliki lebih banyak makanan. Ayo bertarung. Chwik!”

Tak ada penjelasan yang masuk akal atau alasan atau semacamnya. Dia membuat para Orc puas hanya dengan logika makan dan bertarung, dan mendapatkan bawahan.

Di area sekitar desa-desa Orc ada banyak turis yang datang untuk menyaksikan pemandangan untuk memuaskan rasa penasaran mereka.

“Para Orc benar-benar tampak unik.”

“Para Orc secara indiviual memang lemah, tetapi tingkat reproduksi mereka adalah sesuatu yang menakutkan. Mereka tidak merekrut tentara bayaran, para bayi Orc muncul begitu mudah dan mempersembahkan kesetiaan mereka yang tanpa akhir… Kupikir para Orc akan bisa berkembang benar-benar cepat.”

“Akankah tidak apa-apa meskipun mereka mengatakan para Orc memiliki hubungan yang sangat buruk dengan para Dark Elf?”

“Karena para player sekarang bisa memilih Dark Elf juga, konflik besar diantara mereka mungkin akan terjadi.”

“Perang dengan Manusia juga bisa saja terjadi dimasa depan.”

“Perang ras antara Orc dan Manusia? Ada kemungkinan tentang hal itu. Jika jumlah para Orc berkembang dan mereka datang ke Pusat Benua, maka tak diragukan lagi mereka akan saling berhadapan.”

“Bukankah sekarang ini adalah kesempatan untuk menyerang ketika para Orc masih lemah?”

“Tak ada untungnya kita bertarung dengan Orc. Dan itu terlalu berlebihan bagi tentara Manusia untuk melintasi Land of Despair. Jika pertempuran dengan Orc terjadi, maka itu sendiri akan menjadi sebuah quest, jadi ada kemungkinan banyak orang yang menantikan hal itu terjadi.”

Para turis tidak masuk kedalam desa dan mengamati dari luar. Itu karena hubungan antara Orc dan Manusia tidaklah bagus, jadi itu berbahaya untuk mendekat.

Namun para Geomchi memasuki desa Orc tanpa reservasi apapun, dan setelah melihat para Geomchi mengerjakan quest-quest bersama seorang Orc perempuan, para turis sangat terkejut.

“Bagaimana bisa seorang Manusia bertindak seperti itu? Para Orc bahkan tak mempedulikan mereka.”

“Itu pasti bagian dari sebuah quest.”

“Menurutku itu mungkin karakteristik dari profesi mereka. Kudengar ada profesi yang memiliki kedekatan yang tinggi dengan ras-ras lain.”

Ketika para turis saling mengatakan pendapat mereka, sebuah jawaban yang meyakinkan muncul.

“Lihatlah penampilan mereka. Apa ada perbedaan antara mereka dan seorang Orc laki-laki?”

“……”

Pengamatan yang lebih cermat mengungkapkan bahwa penjelasan tersebut masuk akal.

Meskipun tak ada keraguan bahwa mereka adalah Manusia, bahu mereka yang lebar dan fisik mereka mengungguli para Orc.

Hanya dengan melihat tubuh-tubuh itu, para Orc sederhana dengan mudah menjadi ramah terhadap mereka.

* * *

“Hyaaaa!”

Geomchi dengan ganas mengayunkan pedang dua tangan.

Ogre. Dalam hal kekuatan fisik saja, monster itu adalah lawan yang tak ada duanya.

Geomchi yang berada pada puncak dari kelas, ajaran dan seni pedang miliknya tak bisa menekan amarahnya yang tertumpuk.

Pergerakan dari pedang tersebut sangat cepat dan ganas.

*Kuooooooo!*

Si Ogre mengayunkan kapaknya dengan kemarahan yang ekstrim, dan meskipun angin menyisir wajahnya saat kapak tersebut lewat, Ogre itu tak bisa mengikuti pergerakan-pergerakan alami dari Geomchi.

“Tak!”

Pedang Geomchi yang terayun menghantam sisi Ogre. Bahkan dengan kekuatan serangan luar biasa miliknya, si Ogre tidak mati dengan mudah.

Karena dia tidak menggunakan skill apapun, dia memiliki banyak Mana yang tersisa. Dia secara sengaja tidak menargetkan tempat vital yang fatal dan mencincang seluruh tubuh Ogre.

Kata-kata dari muridnya yang paling berbakat, yang telah datang pada dia, tak akan meninggalkan pikirannya.

“Tak memiliki impian…..”

Kenangan Geomchi dari masa mudanya melintas dalam pikiran.

“Hanya ada bertarung untukku.”

Dia mengejar kekuatan dan bergerak maju kearah pertarungan yang membuat darahnya berpacu.

Ada banyak saat-saat ketika dia harus mempertaruhkan nyawanya, dan dia bahkan berjuang dengan luka-luka yang mengerikan dalam situasi mematikan. Meskipun dia merasa puas yang sangat singkat setelah mengalahkan seorang lawan yang kuat, hal itu hanya mengarah pada proses dari mencari orang yang lebih kuat untuk ditantang.

Setelah hanya bertarung dan berlatih seolah-olah kerasukan sesuatu, masa mudanya telah berlalu.

Kemudian, suatu hari ketika dia mendapatkan kembali kesadarannya dan melihat sekeliling, dia telah naik ke posisi puncak dari pendekar pedang ternama.

Kejayaan dari kekaguman dan bekas-bekas luka yang dia terima setiap kali dia mengalahkan seorang lawan yang kuat. Dia telah menembus batas, menjadi Geomchi yang tak seorangpun bisa lampaui dengan sebuah pedang.

Meskipun ada banyak orang dalam masyarakat umum yang tidak mengetahui dirinya, para senimanan bela diri dan orang-orang dari dunia beladiri yang berbeda, semuanya mengagumi dia, dan takut pada dia.

Meski begitu, satu bagian dari hati Geomchi tetap kosong. Setelah dia mencapai tujuannya, dia tak punya seorang pendamping hidup, dan seluruh keluarganya berpikir bahwa dia telah meninggal.

“Aku tak punya keluarga.”

Kekosongan dan kesedihan yang dihasilkan dari tujuan yang telah dia capai atas hidupnya!

“Meskipun aku menjadi yang terbaik dalam hal ilmu pedang, tak ada siapa-siapa disekitarku.”

Sebelum Geomchi kembali ke kehidupan normal dengan kembali ke Korea, menemukan keluarganya, dan merawat murid-muridnya, dia telah menghabiskan banyak waktu sendirian.

Tak ada perlunya bagi murid-muridnya untuk mengikuti jejaknya.

Itu karena beban dari keluarga dibebankan pada pundaknya. Karena itu adalah sesuatu yang bisa dilakukan bersama-sama dengan keluarga, teman, dan saudara, tak ada perlunya untuk merasa kesepian.

Weed memiliki kehendak dan penilaian yang kuat, dan memiliki kemampuan untuk mengambil tindakan dengan segera dan mengerahkan kemampuannya kedalam penerapannya. Jika ada sesuatu yang perlu dia lakukan, dia tidak ragu-ragu.

Meskipun terkadang dia menunjukkan sebuah kecenderungan pada rasa takut, dia adalah seorang pria.

Dalam keadaannya saat ini dia seperti seorang anak kecil yang mencari impian dan tujuan hidupnya.

“Aku iri pada bocah itu.”

Perasaan jujur milik Geomchi memahami murid terbaiknya 100%. Jika dia juga punya seorang adik secantik dan semanis Lee Hye Yeon, dia tak akan pernah meninggalkan keluarganya.

“Dan begitu pula dengan teman-temannya.”

Dia bahkan memiliki nona-nona yang cantik dan menyenangkan seperti Hwaryeong, Irene, dan Romuna disampingnya.

Geomchi menatap kembali pada kenangannya.

Bagaimana dengan masa-masa mudanya?

“Hanya ada pria berpenampilan malang! Aku harus menjadi lebih kuat hanya untuk menginjak-injak para bajingan arogan itu.”

Jika dia berada dalam lingkungan yang menimbulkan rasa iri seperti Weed, kenapa juga dia harus bertarung di masa-masa mudanya!

“Kehidupan tanpa menikah yang menjijikkan ini.”

Geomchi menggerutu dan mengeraskan tekadnya.

“Aku telah meninggalkan dia sendirian ditangan para instruktur yang lain terlalu lama. Sudah saatnya untuk mengajari dia sekarang.”

Dia akan menunjukkan pada Weed apa itu pelatihan neraka yang sebenarnya.

Dia bertekad untuk mengajari Weed pedang yang sebenarnya.

* * *

Dengan mendekatnya festival, jumlah mahasiswa yang tetap berada di Korea University meningkat.

Masing-masing fakultas mempersiapkan drama dan musikal, dan sebuah panggung untuk pertunjukan musik telah dipasang. Perkiraan dari festival musik, pertunjukan sulap, dan bahkan pertemuan olahraga universitas tetangga menyebar melalui rumor.

Lee Hyun tak mungkin memahami hal ini.

“Kenapa kita harus melakukan sesuatu yang bisa dilihat di TV?

Dengan sensitivitas miliknya yang benar-benar lemah, hanya dengan tidak menghadiri festival sekolah selama beberapa hari akan memuaskan. Bagi Lee Hyun, festival di Korea University yang sepadan dengan budaya regional sangat sesuai dan dicari oleh banyak selebritis terkenal merupakan sebuah ketidaknyamanan.

Namun, para senior fakultasnya muncul dan mengancam mereka.

“Kita tak boleh kalah dari fakultas-fakultas lain dalam festival ini. Kita tak bisa membiarkan mereka meremehkan kita hanya karena kita adalah fakultas baru. Apa semuanya mengerti?”

“Ya!”

Para mahasiswa baru menjawab dengan wajah-wajah tersenyum.

Lee Hyun menahan lidahnya.

“Sungguh mentalitas kompetitif yang tak berguna. Kenapa kita tak boleh dipandang rendah? Kehidupan yang dijalani sambil berlalu tanpa disadari sudah cukup nyaman. Menghentikan antagonisme dan prasangka sekolah? Omong kosong.”

Dia memiliki cukup banyak keluhan, tetapi karena dia tak mau terlibat dalam sesuatu yang merepotkan, jadi dia tetap diam.

“Meskipun aku tak mengatakannya, seseorang mungkin akan mengatakannya.”

Tak ada peraturan yang mengatakan semua orang harus ikut serta dalam festival, jadi yang harus dia laukan adalah menunggunya berlalu.

Saat hari festival semakin dan semakin dekat, fakultas virtual reality belum membuat rencana pasti pada apa yang akan dilakukan.

“Bagaimana kalau berpakaian seperti karakter Royal Road kita dan melakukan sebuah parade?”

“Kita harus membuat dinosaurus besar. Kita bisa membuat seekor Tyrannosaurus hologram, dan jika kita membawanya berkeliling festival, itu bisa menjadi sorotan dari festival ini.”

“Bagaimana dengan Velociraptor ganas yang tak tertandingi? Jika kita memiliki ratusan Velociraptor berlarian dan memburu para manusia….”

Hanya pendapat-pendapat tak masuk akal yang muncul dan rencana yang layak tak terbentuk.

Ketika hanya tersisa 2 minggu sampai festival.

Badan eksekutif mahasiswa mengadakan rapat dengan seluruh fakultas.

“Kita harus melakukan sesuatu juga.”

Ini adalah pandangan bersatu dari para senior eksekutif, termasuk ketuanya.

Namun, tak ada entah itu persiapan ataupun rencana.

“Ini melelahkan untuk menyiapkan sesuatu untuk setiap festival, dan sudah tak ada waktu lagi, jadi tak bisakah kita melewatkannya?”

Choi Sang Jun dengan hati-hati mengatakan pendapatnya. Kemudian senior tahan semester berbicara dengan nada yang netral.

“Para profesor saat ini bertanya-tanya apakah mereka harus melakukan MT fakultas lagi sebelum liburan atau tidak.”

“…..”

“Lebih tepatnya, kemungkinan besar Silmido, kursus 7 hari 6 malam….”

“Sudah pasti aku mau berpartisipasi dalam festival!”

Para senior dan para mahasiswa baru yang sebelumnya tidak tertarik, mengatakan pendapat mereka.

“Masalahnya adalah apa yang bisa kita lakukan….? Tentu saja kita harus melakukan pertandingan olahraga atas nama fakultas kita. Karena ada banyak gadis di fakultas kita, itu akan bagus jika mereka berpartisipasi. Apa ada yang menentangnya?”

“…..”

“Kurasa tak ada. Kalau begitu semua orang akan ikut.”

Kata-kata ketua adalah mutlak.

Sedikit menderita di festival adalah ratusan kali lebih baik daripada pergi ke Silmido.

“Setelah itu kupikir kita sangat memerlukan untuk melakukannya setidaknya festival musik, karena para profesor tak pernah absen dan menonton.”

“Untuk festival musik, dapatkan sekitar 5 tim dan kirim mereka.”

Mereka dengan cepat mencapai persetujuan. Meskipun itu adalah sebuah festival yang para mahasiswa harus nikmati, mereka akan melalukan apapun untuk membuat para profesor terkesan.

Bahkan bagi para mahasiswa, hanya menghadiri saja sudah mmerepotkan, tetapi karena festival Korea University sangat terkenal dan ada banyak hal untuk ditonton, mereka menantikan festival tersebut.

“Dan kupikir kita harus membuka kedai juga, karena kita harus mendapatkan dana event dari kedai. Siapa yang mau berpartisipasi dalam kedai?”

Jika itu adalah sebuah kedai, mereka harus memasak sampai larut malam, dan ada banyak pekerjaan rumahan yang harus dikerjakan.

Semua hal dipertimbangkan, meskipun itu adalah pekerjaan yang melelahkan, Lee Hyun bersedia mengangkat tangannya.

“Kau adalah Lee Hyun, kan? Oke, terimakasih. Ada lagi?”

Dari suasananya, itu tampak seperti semua mahasiswa baru dan para senior harus berpartisipasi setidaknya satu tugas.

Dia telah menilai bahwa itu lebih baik untuk bekerja di kedai yang relatif nyaman.

“Permainan atau apapun itu sudah dipersiapkan sepanjang minggu, jadi hanya menderita selama waktu festival kemungkinan lebih baik.”

Karena kedai dibuka selama siang hari, dia bahkan mungkin bisa meluangkan sedikit waktu. Namun, selain Lee Hyun, tak ada mahasiswa lain yang mengangkat tangan mereka. Dalam berbagai cara, bekerja di kedai akan membuatnya sulit untuk melihat pemandangan dan mereka menganggapnya sebagai penderitaan, jadi tak ada yang mau berpartisipasi.

Kemudian, 1 mahasiswi mengangkat tangannya dan menghancurkan dugaan semua orang.

Meskipun hanya dengan datangnya dia kampus yang sama dengan mereka, itu adalah sebuah kehormatan. Meskipun mereka melihat dia di kampus setiap hari, itu karena dia yang begitu cantik hingga mereka bertanya-tanya apakah itu sebuah mimpi, kenyataan, atau surga.

Seoyoon mengangkat tangannya.

Bahkan Ketua sangat kaget hingga dia berbicara secara formal.

“Apakah kamu berencana untuk berpertisipasi dalam kedai?”

Seoyoon mengangguk ringan.

Kemudian para mahasiswa laki-laki yang lain secara bersamaan mengangkat tangan mereka.

“Ketua, aku juga! Aku juga ingin mencoba bekerja di kedai.”

“Aku mengangkat tanganku terlebih dulu. Tolong biarkan aku melakukannya.”

“Seonbae, bukan, hyung-nim!

Ini aku, Dong Hun! Kau akan memasukkan aku, kan? Iya kan?”

“Sang Hyuk, aku akan membelikanmu minuman keras sampai kita lulus, jadi aku hanya akan meminta bahwa kau akan memberikan pekerjaan kedai itu padaku. Aku akan menganggapmu sebagai penyelamat hidupku!”

Mata para mahasiswa lain menyala terang saat mereka berteriak bahwa mereka akan berpartisipasi, dan daftar staf kedai tersebut dengan cepat penuh.

Translator / Creator: alknight