February 23, 2017

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 13 – Chapter 5: A Symbol of Prosperity that is Morata

 

Tak perlu dikatakan lagi, Weed akan menerima quest tersebut.

Keadaan tubuhnya tidaklah normal sat ini, tetapi dia tak bisa menolak permintaan yang dibuat oleh Order of Freya. Lagipula, tak ada orang lain yang dia bisa paksa untuk mengerjakan permintaan tersebut.

Dia tak bisa mengabaikan hadianya juga.

Sebuah quest yang tak bisa dibedakan dengan quest kelas A dimana dia bisa mendapatkan Fame dan hadiah melalui menciptakan patung terbaik.

Sebuah kesempatan untuk meningkatkan skill Handicraft dan skill Memahat level 5 tahap Advanced!

Khususnya, jika karya tersebut adalah simbol religius yang besar, seseorang bisa meminta bantuan dari Dewa/Dewi dalam setiap perubahan musim melalui berdoa. Dalam kasus Dewi Freya, mereka bisa meminta peningkatan hasil panen, bahkan jika itu hanya sejumlah kecil, dan bahkan meminta untuk mengurangi penyerangan monster.

Untuk Morata yang sedang tertinggal dalam kemajuan, patung suci adalah sebuah keharusan.

Bagaimanapun juga, dia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bisa mengambil keuntungan untuk itu.

“Kesulitan dari pekerjaan semuanya sama saja tanpa pengecualian, tetapi jika itu adalah Alveron yang meminta bantuan, aku tak bisa menolak.”

Kamu telah menerima quest.

Status Pembunuh telah menghilang berkat penerimaan do’a dari Order of Freya.

Infamy berkurang 30 dengan berhasilnya kesepakatan tersebut.

“Aku minta maaf, Weed-nim. Tak ada yang lain yang bisa kami berikan selain menyediakan ini untuk tugas yang sulit tersebut.”

Sambil meminta maaf, Alveron menyerahkan Berlian.

Ukuran dari Berlian tersebut lebih besar dari koin.

Dia dengan senang menerima Berlian yang diberikan oleh Order of Freya untuk misi tersebut, Weed yang gemetar merenung.

“Jika aku menyerahkan ini pada Jeweler, aku bisa mendapatkan lebih dari 130.000 gold. Perhiasan yang paling mahal bisa dihasilkan adalah Berlian, bagaimanapun juga. Aku akan menyelesaikan patung tersebut dengan hati-hati.”

Itu bisa saja membutuhkan satu minggu paling cepat untuk menciptakan patung yang besar, dan bisa molor selama 3 bulan. Namun, jika kau memiliki banyak orang yang membantu selama prosesnya, itu akan mempersingkat periode waktunya.

“Para Sahyeong pergi ke desa Orc.”

Para Geomchi yang meluncur ke desa Orc sedang sibuk. Dia mengirim pesan pada mereka tetapi tak satupun yang membalas.

“Aku harus meminta bantuan dari Pale-nim.”

Weed memutuskan untuk mengirim whisper kepada Pale.

— Pale-nim.

— Ya, Weed-nim!

— Dimana kau sekarang?

— Kami masih di Todeum.

Pale dan yang lainnya masing mengerjakan quest-quest yang tersisa disana.

Karena tak memenuhi syarat untuk memasuki Tower of Heroes, mereka mengerjakan quest-quest dari para Vampir hingga mengalami kematian.

— Kapan kalian akan kembali ke Morata?

— Aku tidak tau. Jika Weed-nim memanggil kami, kami bisa pergi kapan saja. Tetapi apa yang kau perlukan untuk kami lakukan?

— Itu…..

Sembunyi-sembunyi, Weed secara ragu-ragu mempertimbangkan ulang.

Jika dia memberitahu mereka bahwa dia hanya memerintah mereka untuk menciptakan patung, mereka bisa saja memilih untuk tidak datang dengan segera. Hal ini karena fakta bahwa mereka sudah menderita pengalaman yang sama selama pembuatan piramid.

— Aku memiliki sebuah quest yang bagus, kau tau? Seperti quest-quest yang pernah aku dapatkan dari Order of Freya untuk melawan para Vampir True Blood Clan dan Immortal Legion.

— Gulp! Begitukah?

— Kali ini aku menerima sebuah quest dari divisi Order of Freya yang sama juga. Jika kau mau melakukannya, maka datanglah.

— Tunggu disana. Kami akan pergi sekarang.

Weed tersenyum.

“Dapat sebuah kelompok perantara.”

Tetap saja, untuk menciptakan patung tersebut, dia membutuhkan lebih banyak bantuan.

“Itu penting untuk mendapatkan bantuan dari para pekerja dengan Vitality yang besar untuk menyelesaikan patung dalam waktu yang singkat.”

Dia tidak tau seberapa banyak monster yang akan datang untuk menyerang, tetapi mengasumsikan akan ada jumlah yang signifikan dari mereka yang menyerbu, dia tak boleh kekurangan orang.

Untuk menciptakan patung tersebut secepat mungkin, dari sudut pandang ini, Weed dipenuhi dengan motivasi.

Kau pikir siapa dia?

Dia adalah orang Korea!

Mengemudi taksi secepat peluru, belum lagi bis-bis juga.

Bis-bis yang menutup pintu mereka bahkan sebelum para penumpang bisa naik, atau sudah melaju sebelum mereka bisa turun.

Kendaraan berbudaya yang mengagumkan yang mengantarkan penumpangnya yang malang ke tujuan mereka sambil melaju dengan kecepatan yang tetap.

Pada sisi industri konstruksi. Setelah mereka melewati pengaturan, pembangunan dari jutaan apartemen akan segera dibangun.

Meskipun mall ambruk dan penopang jembatan patah terjadi sebagai efek sampingnya, kecepatannya tak tertandingi.

Tak ada yang seperti mereka selain bangsa-bangsa ekonomi liar seperti Yahudi dan Jepang!

Korea yang peduli tentang jam kerja yang santai, tak akan terjadi disini juga.

“Harus pergi ke pintu masuk selatan dari Morata. Disanalah aku akan melihat para pengunjung yang datang dari pusat benua untuk ku manfaatkan!”

****

Weed sekali lagi kembali ke alun-alun untuk mendapatkan lebih banyak pekerja.

“Dipilih dipilih! Pindaetteog murah!”

“Jual armor. Buatan Warlord Olsen! Siapa itu Olsen? Itu aku. Seorang Blacksmith yang sangat memahami baja.”

“Mencari orang yang mengetahui dimana Rubelin berada! Apakah ada panduan untuk pergi menangkap Blue Beetle? Aku akan memberi imbalan.”

Alun-alun itu sangat ramai dengan orang-orang yang menawar di toko, mencari rekan, menanyakan pertanyaan-pertanyaan mengenai informasi tentang medan atau hal-hal untuk quest.

Sibuk bergerak kesana kemari dan wajah yang penuh energi. Dibandingkan dengan pusat benua, ada kekurangan pada barang-barang, tetapi semangat dari petualangan dan Vitality kehidupan tidaklah kalah.

Profesi-profesi pengrajin bergembira.

Monster-monster di sekitar Morata tak pernah habis.

Kepala monster yang tertutupi sisik hijau seperti ikan.

Monster buaya yang berjalan dengan dua kaki.

Saat hari menghangat dan turun hujan, monster-monster baru akan muncul.

“Kui. Kuii!”

“Pwapapwa!”

Kemunculan senjata dan armor menggunakan material-material monster yang dibuat oleh pengrajin dijual laris manis.

“Dengan membuat ini, aku mendapatkan uang dan keahlian skill juga.”

“Disini, tempat ini adalah surga.”

Para seniman sangat cerdas tanpa kebingungan apapun.

****

Mishya membeli sebuah tongkat dari mereka untuk Teknik Staff.

“Ah, terasa bagus sekali.”

Dia memutar-mutarnya sepenuh hati. Tak ada yang menyembunyikan kegembiraannya.

Teringat pertama kali ketika dia membeli tongkat terbaru dan sedang mood untuk perburuan pertamanya!

Dia menerima pujian dari rekan-rekannya karena dia menaklukan para monster.

Tongkat lebih panjang daripada pedang, dan berguna untuk pertahanan. Serta dengan pembagian sekitar 80% dari skill Lancing, yang mana secara menyeluruh mempengaruhi beraneka ragam senjata-senjata dengan jangkauan luas.

Ketika dia mencoba meninggalkan alun-alun pusat, Mishya bertemu Weed.

“Eek!”

Itu seperti seorang cewek sekolahan yang menjerit ketika bertemu dengan seorang yang cabul!

“Tuan Morata!”

Kata-kata Mishya bisa menarik perhatian dari orang-orang yang tengah tenggelam dalam urusan mereka sendiri.

“Sculptor Weed.”

“Tuan Morata telah kembali.”

“Tunggu, dia tak memiliki tanda Pembunuh. Tanda itu hilang, namanya tak lagi muncul.”

Sesaat, kerumunan tersebut menyadari bahwa tanda merah itu telah menghilang.

“Ya ya. Perhatikan kata-katamu.

Kau membicarakan tentang Lord of Morata disini.”

“Lord of Morata! Ack, kau benar, aku lupa.”

“Sebuah salah kata terhadap seorang Bangsawan atau seorang Guild Master akan menghasilkan kematian, kau tau.”

“Pelankan suaramu. Berhati-hatilah.”

Pencipta Piramid dan Tower of Light, Lord of Morata Weed!

Di Morata, entah mereka sedang berdagang atau berburu, orang-orang sangat berhati-hati terhadap Weed. Jika mereka entah bagaimana tampak menentang di mata si Penguasa, dia bisa mengerahkan seluruh pasukan dari provinsi hanya untuk memberikan hukuman. Tentu saja, ini adalah untuk kasus-kasus dari mereka yang bukan penduduk Morata.

Weed melihat alun-alun yang penuh dengan orang-orang.

Karena perkembangan di Morata, banyak orang yang datang untuk berkunjung berarti bahwa kota tersebut adalah sebuah tempat yang bagus untuk tinggal.

Weed bukan hanya penguasa penuh cinta, dia sama seperti seorang player dan penduduknya.

“Sumber pajakku tercinta.”

Entah mereka adalah para player atau para penduduk, dia menatap mereka sebagai uang.

Karena itu dipertengahan hari, gelombang masuk yang dramatis dari para player bisa terlihat.

Orang-orang ini khawatir tentang perdagangan mereka membuat pasar tersebut gempar.

“Metode dari seorang penguasa yang baik adalah hanya mengungkapkan dirinya sendiri selama saat-saat yang sulit. Aku Lord of Morata, Weed, yang telah membuat semua keputusan pengaturan. Aku menyambut semua orang yang telah berkumpul.”

Reaksi dari para player yang berkumpul di alun-alun tidak semuanya menerimanya.

“Che, keputusan macam apa yang kau buat? Setiap keputusan dilakukan oleh kakek Tetua sendirian. Kau hanya bermain-main disuatu tempat dan baru saja kembali.”

“Sebelumnya kau merampok orang-orang dengan menjual barang-barang.”

“Kupikir kau menjual pada harga yang ditetapkan tetapi tampaknya menjadi sebuah perenggangan. Karena dibandingkan dengan teman yang tau harga yang tepat, itu bahkan tidak laku sedikitpun. Jadi kenapa kau tidak memberi informasi kepada mereka yang tidak tau?”

Para player menjadi semakin gelisah dengan meningkatnya gumaman.

Dalam jangka waktu yang singkat, dia menjadi target dari ketidakpercayaan mereka, Penguasa mereka!

Weed bisa memahami penderitaan dari para politisi dalam 10 menit itu.

“Disini, aku harus menjadi sedikit lebih vulgar dan cerdik. Kupikir itu akan mudah memperdaya mereka dengan memberi mereka sedikit suapan. Disini juga, hanya mereka yang ingin menjalani kehidupan yang jujur yang menderita.”

Dia mengeluarkan teriakan untuk meredakan gangguan yang meningkat.

“Keu..ha..heu..heuu heump! Uhh, aku memiliki sebuah Quest Religious di Morata. Aku membutuhkan orang-orang untuk membantu menciptakan patung raksasa untuk Order of Freya. Jumlah orang yang tak terbatas, menyediakan ruang dan kamar bebas! Menerima mereka yang akan bekerja selama sepanjang prosesnya.”

Mengumpulkan pekerja sebanyak yang dia bisa adalah hal bagus bagi Weed.

Tetapi dia hanya akan menerima mereka yang bisa memikul tanggung jawab.

Bagi orang-orang yang sibuk berdagang, memproduksi barang, berburu, quest itu bukanlah untuk mereka. Karena kamudian, produksi dari patung akan menjadi pekerjaan santai!

Dalam aspek tersebut, mereka yang tak pernah berpartisipasi tidak tau seberapa banyak imbalan yang ada untuk quest patung tersebut.

“Aku! Aku akan melakukannya!”

Kemudian dari belakang, ada sejumlah pemula!

Seharusnya, mereka adalah turis, tetapi mereka adalah orang-orang dari Kerajaan Rosenheim yang telah membantu membuat Piramid.

Atau para player yang mendengar dari orang-orang ini datang bersama-sama.

“Jika kau punya porridge maka aku akan bergabung!”

“Apa yang akan kau buat kali ini?”

“Apa kamu ingat aku? Aku Lemon!”

Gadis manis yang tampaknya masih di pertengahan usia remajanya.

Weed menyusuri ingatannya untuk mengingat dan menunjukkan senyumnya pada si gadis.

“Ahh, tentu saja aku ingat. Kamu Lemon-nim yang memindahkan 39 batu untuk membangun pyramid itu. Aku akan menyajikan porridgeku serta Gopaegi juga.”

“Ya! Itu benar!”

Weed menyapa orang-orang yang kembali.

****

Konstruksi Morata berskala besar!

Sejak penggalian pertama dari sekop, hal itu berjalan sangat lancar.

Ada 20 orang yang berpartisipasi dalam pembuatan Piramid di Kerajaan Rosenheim.

Personil yang memiliki Mana yang kecil ini sangat kurang dalam perbandingan jumlah yang diperlukan, tetapi mereka menggali dengan kecepatan yang bagus.

“Lakukan dengan cepat dan kita bisa makan porridge.”

“Horee! Kita juga menciptakan sesuatu kali ini juga.”

Mereka bergembira sambil bersenandung dan bernyanyi, pada saat yang sama, para peserta yang ragu-ragu jumlahnya 300’an yang ingin mencoba mengalami pembuatan patung sedang malu-malu.

“Apa bagusnya tentang hal ini untuk dibesar-besarkan?”

“Ini bahkan bukan Kerajaan Rosenheim.”

Kerajaan Rosenheim masih diklasifikasikan sebagai kerajaan baru.

Karena proporsi yang bagus dari kebanyakan player yang masih pemula, dengan demikian sudah jelas bahwa quest yang dibagi membuat mereka sangat antusias.

Tertinggal jauh dibelakang pada perkembangan di wilayah utara tak memiliki opsi titik mulai pemula bagi para player. Meskipun itu terkenal karena turis petualang yang berdatangan, jumlahnya masih rendah.

Meski demikian, lebih dari 300 orang bergabung untuk mendapatkan pengalaman bersama yang baru melalui quest milik Weed dalam kolaborasi dengan Order of Freya sebagai Lord of Morata.

Sejak pekerjaan awal dari para pekerja yang telah berkumpul, komposisi pintu masuk selatan Morata berubah secara drastis mulai dari sekarang.

****

“Yah, aku akan mati jika aku pergi terlalu jauh dari gerbang. Oleh karena itu, itu sebabnya aku bekerja disini.”

“Aku datang ke Morata untuk menyesuaikan equipmentku, tetapi diantara disini dan disana, uangku habis, jadi menerima quest berburu yang lain sekarang ini resikonya terlalu besar…. aku berpikir aku mungkin menggali dengan baik, apapun itu?”

“Yulha, mau melakukan itu bersama-sama? Kupikir itu akan menjadi sebuah monumen yang bagus.”

“Ya, ayo lakukan.”

Percakapan semacam ini terjadi diantara para pekerja yang ikut serta yang menyingkapkan niat-niat mereka.

Mereka yang datang dari Kerajaan Rosenheim juga berbagi kebanggaan mereka.

“Piramid di Kerajaan Rosenheim! Kalian yang mengerjakannya secara langsung? Aku memindahkan batu 56 kali secara horisontal dan 19 kali secara vertikal.”

Rumor-rumor tentang karya tersebut menjadi sebuah keajaiban dari Benua Versailles beredar diantara para penggali.

Di sebuah kedai dimana pria dan wanita makan dan minum!

“Hwaryeong-nim, pernahkah kamu mendengarnya?”

“Hm? Apa itu?”

“Sebelum Sculptor Weed memahat sesuatu, dia biasanya tak memiliki petunjuk tentang apa yang harus dia lakukan.”

“Jadi patung itu masih sebuah misteri? Kuharap patung ini akan seindah yang sebelumnya.”

“Itu adalah karya dari Sculptor Weed bagaimanapun juga, pastinya akan menjadi seperti itu.”

“Tetapi Zephyr-nim.”

“Ya?”

“Sebenarnya, ini adalah sebuah rahasia.”

“Apa itu? Itu hanya diantara kita saja….”

“Ini adalah sesuatu yang tak boleh dipublikasikan.”

Si wanita berbicara dengan nada yang sangat rendah.

“Tak masalah. Aku tidak akan memberitahu siapapun, jadi beritahu aku.”

Sebuah bar yang agak ramai yang sebelumnya riuh dengan teriakan, sekarang, volumenya telah mengecil saat orang-orang mendengarkan percakapan pria dan wanita itu.

Bahkan para peminum berhenti minum karena mereka tertarik mendengarkan isi percakapan tersebut.

Didalam kedai tersebut, dengan cepat menjadi tenang.

“Item yang akan dia ciptakan, itu ditugaskan oleh Order of Freya.”

“Itu aku tau.”

“Biasanya, Order of Freya tidak memberikan misi kepada siapapun untuk membuat sesuatu. Karena itulah, Order of Freya memberikan kredit kepada orang yang melakukannya. Sekarang, menurutmu apa yang akan terjadi jika kamu bergabung untuk membuat patung tersebut?”

“Gulp! Jadi ini yang Hwaryeong-nim maksudkan….”

“Itu benar. Pertama-tama, bukankah kontribusi yang dibuat kepada Order of Freya akan meningkat drastis? Itu tiga kali daripada yang biasanya. Dan, sebagai pertukaran karena ikut serta dalam pembuatan simbol yang paling ikonis dari Order of Freya, kamu akan mendapatkan blessing dan penyembuhan gratis, dan bahkan bisa mengatur jalan untuk menuju ke Clergymen yang tidak kamu ketahui sebelumnya, dimanapun ada Gereja Freya. Selama sepanjang hidup.”

“Itu seperti, berteman dengan Order of Freya. Menjadi teman.”

“Itu bahkan tidak hanya itu, kamu tau. Jika ada kontribusi, maka itu bahkan bisa menguntungkan pada kemungkinan dari menerima sebuah quest dari Order of Freya.”

“Ya, kalau dipikir-pikir, hadiahnya sangat besar….”

“Itu adalah Gereja, kamu tau. Bagi para Priest, apa yang lebih penting daripada keimanan?

Mendapatkan beberapa kepala monster? Bukan. Jika orang yang menciptakan patung tersebut mengetahui hal ini, maka dia tidak akan menyebarkan quest tersebut kepada orang lain, kamu tau. Dan diatas semua itu, itu adalah sebuah kesempatan yang langka. Jika itu adalah sesuatu seperti berburu, maka kamu bisa pergi kapan saja. Dungeon? Itu tidak seperti dungeon itu akan runtuh jika kamu tidak muncul! Tetapi apa menurutmu itu adalah hal yang umum untuk memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembuatan sebuah patung?”

Mhmmm mhmmm.

Itu sudah cukup jelas bagi para player didalam kedai tersebut untuk setuju.

“Jadi begitu. Meskipun itu sedikit sulit dan membosankan, jika itu demi kontribusi, bukankah akan bagus untuk menerima quest tersebut?”

“Aku tak tau jika ada banyak kontribusi pada Order of Freya…. tapi itu adalah 3 kali lebih banyak dari yang biasanya. Bahkan jika itu hanya sebuah quest memahat, tak banyak hadiah yang selayak ini.”

“Itu akan menjadi sebuah monumen, huh. Aku akan merasa bangga tentang hal itu pastinya. Aku bisa menahan monster tak peduli seberapa tinggi level mereka, tetapi itu adalah sebuah event yang kemungkinan besar tidak akan ada lagi kesempatan untuk menciptakan sebuah patung. Itu adalah sesuatu yang belum pernah aku alami sampai sekarang.”

“Hwaryeong juga ikut? Dia benar-benar cantik. Seperti wanita cantik yang ada dipatung-patung.

Membuat patung ini, itu adalah sebuah pengalaman yang penting!҆

Orang-orang di bar tersebut mengirim pesan pada teman-teman, keluarga, dan para anggota guild mereka, si pria dan wanita itu menghilang diam-diam.

Selama saat-saat ini, percakapan yang serupa dilakukan ketika mereka pergi ke toko senjata.

Kelompok-kelompok yang terdiri dari Pale dan Maylon, Romuna dan Surka, dan Mapan dan Irene melakukan kegiatan yang sama.

Manipulasi informasi!

Mengarahkan pendapat-pendapat publik, menyebarkan keributan logis, dengan demikian membentuk sebuah persetujuan diantara orang-orang, pada akhirnya, para parasit akan jatuh.

Dengan segera, perhatian dari Morata tertuju pada penciptaan dari patung di Pintu Masuk Selatan.

Para pekerja berbondong-bondong secara sukarela karena forum-forum Royal Road, video Hall of Fame, serta peliputan oleh stasiun.

Meskipun Weed menarik biaya 10 gold per orang, meski demikian, ada pertumbuhan jumlah dari para pekerja yang mendaftar.

Para player yang berpartisipasi yang berlevel tinggi memiliki efesiensi pekerjaan tertinggi.

Gerakan tangan dari seorang Wizard memberi isyarat untuk menggali, sementara para Warrior bisa memindahkan 5 tas atau lebih sekaligus.

Weed menyajikan porridge hangat.

“Porridge untuk dimakan.”

“Kyaa! Lezat.”

“Makanan lezat untuk dimakan. Bisakah aku mendapatkan lagi, please?”

“Aku tak tau berapa kali aku memakan ini sekarang.”

Para pekerja tidak lupa memberi rasa terimakasih mereka.

Porridge lezat ditelan dengan cepat saat mereka lapar, dan porridge itu dengan cepat memulihkan Stamina mereka!

Weed sedang bekerja pada kecepatan yang mengerikan.

Langkah pertama ini adalah dimana seluruh area yang luas sekarang telah berlubang.

“Tanah adalah hal yang penting sebagai material untuk konstruksi tipe apapun. Itu akan menjadi uang yang baaaaaanyak jika menjual ini kepada sebuah guild untuk konstruksi.”

Bekerja dengan rencananya untuk kepentingan pribadi!

Dia akan meraih kesempatan mengubah pekerjaan publik berskala besar dan memasukkannya kedalam sakunya.

Menciptakan sebuah danau yang luas, kemudian sebuah jalan ditengah-tengah danau tersebut, memberlakukan pajak jalan pada 5 lajur jalan tersebut pada kereta yang akan melintas.

“Harmoni dengan alam sangat penting untuk patung. Oleh karena itu, patung tersebut harus berada di air yang besar agar menjadi yang paling efektif.”

Dia adalah Sculptor yang paling mengagumkan di Benua Versailles, jadi tak seorangpun bisa benar-benar memahami sudut pandangnya.

Mayoritas orang tetap diam karena mereka adalah tipe biasa yang tak memiliki ketertarikan dalam memahat.

“Yah, kata-katanya memang ada benarnya.”

“Dia adalah orang yang memiliki skill memahat tahap Advanced bagaimanapun juga… kurasa dia benar.”

Mereka memiliki keraguan, tetapi dia tampak seperti seorang Sculptor yang cukup penuh gairah untuk memperhatikan rincian untuk membuat pekerjaannya menjadi sebuah karya yang bagus, jadi mereka membiarkan dia untuk mengatur sesuai kehendaknya sendiri.

Faktanya, semakin tinggi level dari patung tersebut, semakin tinggi hadiah yang akan mereka terima.

Jumlah orang-orang yang berkumpul, mereka yang menganggap dia sebagai Sculptor yang paling mengagumkan, yang berharap dia akan melakukan yang terbaik, tidaklah sedikit.

Bereaksi pada percakapan mereka, Weed tersenyum.

“Orang pandai sangat mudah untuk dibodohi, huh.”

Memiliki kepala yang bagus diatas pundak mereka berarti mereka tidak akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan!

Sambil dimanjakan, mereka dengan sungguh-sungguh menggali jalan.

Dari sini, komposisinya memberikan efek yang sama seperti parit dan saluran air yang terpasang.

Sekarang, untuk menyerang Morata, selain dari lintasan yang sempit, musuh harus berenang menyebrangi danau.

Bukan hanya itu bisa mempersempit perimeter mereka, tetapi selama mereka berenang, mereka akan rentan terhadap serangan-serangan panah dan sihir!

Dan juga, biasanya, saluran air digunakan oleh perahu-perahu untuk berpariwisata, sebuah sumber daya yang tersedia untuk dikembangkan.

Zephyr sudah merencanakan untuk membuat bisnis sampingan.

“Aku akan menangkap ikan dan menempatkannya disini. Jika kau menciptakan semacam tempat memancing, maka itu akan benar-benar bagus.”

Jika mereka membuat tempat memancing disamping Morata, itu tidak akan buruk.

Meskipun mereka tidak akan benar-benar tertarik pada hal itu, itu masih bisa mengarah pada citra positif dengan keterlibatan masyarakat umum.

Setelah bergerak lebih dari 10 km dari area tersebut, tetapi setelah hanya 4 menit dari pekerjaan menggali, Weed tiba-tiba berhenti.

Tak ada batasan pada pekerjaannya sendiri. Jumlah pekerjanya juga memadai, tetapi dia menetapkan bahwa kerugiannya terlalu besar.

“Itu akan sangat keterlaluan untuk orang-orang mengerjakan pekerjaan semacam ini. Mereka harus berhenti sekarang demi kegiatan-kegiatan ekonomi yang lain dari Morata.”

Pada poin ini, dia menghentikan pekerjaan pada danau tersebut pada ukurannya saat ini, karena itu tampak akan mengganggu kelancaran pajak yang masuk dari orang-orang yang akan berburu.

Sekarang, dipusat dari Lake Park otentik, itu adalah saat yang tepat untuk menciptakan patung!

Dia tidak perlu khawatir tentang material-materialnya berkat semua bantuan untuk menumpuknya.

Weed dengan percaya diri memegang pisau pahat, namun, masalah yang lebih menghawatirkan dimulai dari sini.

— Ukir aku.

— Demi Dewa.

— Buatlah sebuah perwujudan dari aku. Kecuali kau sebodoh yang sebelumnya, aku akan mengerahkan bakatku padamu lagi. Kuhahahahaha!

— Alasan apa yang kau miliki untuk mengabaikan kami? Jika kau mengabaikan kami, maka kami akan selamanya jauh dari dunia.

— Kenapa kau memahat Freya, tetapi kami….

Bisikan-bisikan ditelinganya dari mereka dengan lingkungan yang tak diketahui membuat dia epilepsi.

“Kenapa kalian tidak mengatakan tentang apa yang kalian inginkan untuk aku ukir?!!!!”

Weed, yang tak bisa menahan dirinya sendiri mengeluarkan teriakan, namun kemudian berpaling ke para player terdekat.

“Tentang apa itu?”

“Sifat sejatinya tidaklah bagus huh.”

“Biarkan saja, semua seniman memang seperti itu.”

“Itu pasti penderitaan dari seorang Sculptor untuk memikirkan sesuatu untuk dipahat.”

Beruntungnya, para player menunjukkan pemahaman dan terus bergerak.

Namun, Weed hampir gila karena sesuatu yang terjadi didalam dirinya.

— Buatlah aku menjadi sebuah karya, aku!

— Kau tidak akan memahat aku? Itu akan menjadi kehormatan besar bagimu…

— Dasar Sculptor bodoh, bebaskan kami.

Sambil tak memberitahu Weed mereka ingin diukir seperti apa, mereka terusmenerus menuntut dia untuk menggunakan skill miliknya untuk menciptakan mereka.

Meskipun dia menerima sebanyak ratusan kutukan, HP miliknya tidak berada dalam bahaya karena bantuan dari skill-skill proteksi.

Kemudian dia bisa lepas dari kutukan-kutukan tersebut dengan bantuan dari para Priest, tetapi karena penderitaan dalam jumlah yang besar, dia tak bisa mengeluarkan kecepatan yang normal yang bisa dia kerahkan dalam pemahatan.

Orang lain mungkin tak akan bisa menahan keluhan-keluhan tersebut, tetapi bagi Weed, suara-suara tersebut bukanlah semacam suara-suara acak.

“Aku merasa, karena itu bukanlah suatu patung yang jelas, itu pasti suatu macam quest.”

Weed menyadari bahwa itu adalah sesuatu yang tak biasa, tetapi itu sulit untuk mengaitkan subjek tersebut pada sesuatu yang pasti.

Sejak di Todeum, setelah skill Memahatnya mencapai level 5 tahap Advanced, dia mulai mendengar suara-suara ini, jadi dia berpikir bahwa pasti ada suatu macam hubungan.

Tetapi dia tidak tau apa yang harus dilakukan.

Saat itu, selama istirahat diantara menciptakan dan memperbaiki patung-patung, dia meluangkan waktunya dan dengan tenang memahat patung dari pria dan wanita.

— Bukan. Bukan itu.

— Bagaimana bisa kami terlihat tak tau malu seperti sampah ini…

— Kau bukan seorang Sculptor yang sangat berbakat.

Suara-suara yang tak diketahui tersebut mengungkapkan kekecewaan dan kemarahan mereka segera setelah mereka melihatnya.

Weed merasa bahwa misteri tersebut harus segera dipecahkan.

“Jika setiap kali aku mulai memahat dan kutukan-kutukan tersebut terjadi, hal ini akan membuatnya sulit bagiku untuk berkonsentrasi dalam jangka panjang.”

Dia akan mengukir patung-patung kecil selama saat-saat dia beristirahat diantara perburuan.

Bahkan jika profesi seseorang adalah seorang Sculptor, itu masih agak sulit untuk memahat, karena masing-masing patung yang dia buat bisa membutuhkan waktu yang lama untuk sampai diselesaikan.

Meskipun Weed menciptakan Masterpiece, Classic Piece, dan bahkan Magnum Piece, itu semua karena fondasi yang dia kumpulkan dengan membuat begitu banyak patung.

— kuekeokeokeoeko. Pria bodoh.

— Sculptor ini yang bahkan tak tau kemegahan kita, dia terlalu berlebihan untuk membuat kita.

Derita Weed, saat dia menerima semakin dan semakin banyak kutukan, semakin dalam hari demi hari.

Dia berjuang dengan perkembangan dari membuat Patung Freya.

Weed dipaksa menggunakan skill Stone Skin saat dia bekerja dengan kaku melalui cobaan tersebut.

Tubuhnya menjadi ribuan kali lebih berat.

Ttaddak!

Pada akhirnya, karena kutukan-kutukan tersebut menghabiskan Stamina miliknya, dia menggores patung yang dia ukir dengan pahatnya.

“Ini adalah masalah besar.”

Keringat mengalir ditulang punggung Weed.

Jika patung tersebut gagal, dia akan menghancurkan quest tersebut.

Akan ada penurunan reputasinya sebagai seorang Sculptor, serta penurunan Keakraban dengan Order of Freya, belum lagi keluhan-keluhan yang akan diutarakan oleh banyak player yang berpartisipasi.

Weed meyakinkan dirinya sendiri bahwa goresan tersebut bukanlah masalah yang sebesar itu, tetapi itu adalah sebuah kesalahan saat dia melanjutkan.

Penderitaan!

Dengan kesehatan yang buruk pada tubuhnya dan kutukan-kutukan tersebut menyebabkan dia menjadi kaku, menyebabkan kesalahan-kesalahan kecil terjadi dengan rangkaian yang cepat.

“Aku bisa mengatakan bahwa ini jauh dari menjadi sebuah Magnum Piece. Tetapi tolong, jangan biarkan ini gagal.”

Weed dipaksa untuk mengerahkan lebih banyak konsentrasi saat dia memahat.

****

Didekat Morata, kumpulan hitam tengah terbentuk.

Matahari masih belum terbit saat malam berlanjut untuk mendominasi daratan tersebut, kegelapan yang tampak yang menyenangkan saat hal itu memperkuat kekuatan monster.

“Apa itu?”

“Tak tau. Menurutku sesuatu yang besar akan terjadi.”

“Aku bisa merasakan aura yang tak biasa berasal dari para player yang cerdas itu. Mereka membuat sebuah keributan untuk sesuatu.”

“Wilayah ini adalah milik kami.”

“Ini bukanlah tempat bagi manusia untuk menyerang.”

Monster-monster tipe binatang tertutupi bulu dari kepala sampai ekor, para Goblin yang cenderung pada magic, para Werewolf yang bertransformasi dengan kemunculan bulan, kelompok Thief yang tinggal dan bersembunyi di gua-gua bersama dengan para predator yang lain seperti awan yang turun ke Morata.

Monster-monster di wilayah utara telah meningkat jumlahnya, dan seolah-olah untuk membuktikan hal ini, dengan berjumlah ratusan ribu, mereka menyerbu kearah Morata.

“Pasukan monster.”

“Mereka menargetkan desa kita.”

Semua orang yang berada di luar dinding, keringat mengalir dipunggung mereka.

Ini adalah sesuatu yang mirip dengan beberapa penyerbuan yang mereka tonton sebelumnya. Dan bagi kebanyakan dari mereka, penyerbuan-penyerbuan yang mereka lihat di TV sudah cukup menegangkan.

Namun, bagi mereka yang secara langsung berhadapan dengan kawanan monster yang mendekat, mereka sepenuhnya tertegun.

“Bisakah pasukan Morata bertahan melawan ini?”

“Nah. Morata tak memiliki pasukan bersenjata….”

Ada para Paladin dan Priest dari Order of Freya, tetapi mereka saja tak akan bisa menang melawan pasukan sebesar ini.

“Kenapa monster-monster tiba-tiba menyerang seperti ini? Pasti ada alasan kenapa bahkan ras-ras yang memiliki hubungan yang buruk diantara mereka datang bersama-sama seperti ini…”

“Patung itu! Menurutmu apa patung itu ada hubungannya dengan ini?”

Para player yang sebelumnya menerima tawaran tersebut tanpa sedikitpun kekhawatiran akhirnya memahami resiko yang menyertai pembuatan patung ini.

“Ini adalah sebuah quest yang benar-benar berbahaya.”

Situasinya berkembang menjadi sesuatu yang bahkan lebih menakutkan daripada menunggangi seekor harimau. Pada saat yang sama, itu adalah upaya yang sia-sia jika mereka menyerah ditengah-tengah quest, ataupun ada tempat dimana mereka bisa bersembunyi dari penyerangan ini.

Pale dan para Archer yang lainnya berkumpul didinding.

“Kamu harus bertahan.”

Maylon, kekasih Pale, memegang tangannya.

“Ya, Pale-nim juga.”

Romuna memasuki mode menyerang sambil tetap berada didekat para Archer.

Irene sedang sibuk memberi blessing kepada semua player yang ikut serta dalam pertempuran ini.

Yang mana termasuk Surka, yang berada didekat gerbang untuk menghadang mereka.

Para player bertarung untuk Order of Freya serta melindungi Morata!

“Kita tak boleh mundur dalam menghadapi monster-monster ini. Bertarung! Bertarung untuk kemenangan!”

“Ini adalah kota perintis di wilayah Utara! Jika kita kehilangan tempat ini pada para monster, maka kita pada dasarnya kehilangan wilayah Utara, setelah itu, mereka akan menekan kearah pusat benua juga.”

Para Knight yang ada diatas kuda meneriakkan kata-kata penyemangat.

Sama juga, pasukan monster menyerbu. Namun, karena berlawanan dengan tempat-tempat yang rentan pada dinding Morata, mereka meluncur kearah patung tersebut.

Plop. Plop.

Mereka melompat kedalam danau dalam upaya mereka untuk menghancurkan patung tersebut.

Danau luas yang digali untuk mendapatkan tanahnya, tanah tersebut yang akan dijual nantinya untuk penataan lingkungan.

“Eopu, eopu!”

“Kkorororeuuu!”

Namun, para monster membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk menyebrangi danau tersebut karena tubuh mereka jauh lebih berat daripada rata-rata manusia.

Setelah sampai sepertiga perjalanan ke patung tersebut, para monster menjadi sasaran dari anak panah milik para Archer yang terbang dengan bebas kearah mereka.

“Mereka adalah target yang lamban. Dan didalam air.”

“Tembak!”

Serangan anak panah yang banyak.

Pasukan sihir juga bergerak dengan sungguh-sungguh.

Dibandingkan dengan senjata yang dipegang para Warrior, damage yang dihasilkan dari para Wizard jauh lebih kuat daripada serangan fisik sebesar 5-6 kali. Selain itu, jika Wizard menggunakan sihir yang lebih kuat, perbedaan damage bisa sampai sebanyak 30 kali.

Tentu saja, mereka memiliki kelemahan karena membutuhkan banyak waktu untuk mempersiapkan sihir tingkat yang lebih kuat untuk digunakan.

“Kobaran api yang tak ada hentinya dari rasa sakit di dasar neraka. Flame of Hell!”

Api menyelimuti kepala dari para monster yang berusaha untuk tetap mengambang.

Tetap saja, meskipun didalam air, ada monster-monster yang berusaha menyerang para penduduk yang menyerang mereka dikejauhan, meskipun serangan-serangan tersebut bisa dengan mudah dihindari saat para penduduk menyebar.

Dalam selang waktu yang para Wizard butuhkan untuk memulihkan diri dan untuk menghasilkan kerusakan, ada orang-orang yang tak memiliki sesuatu untuk dilakukan.

“Sialan.”

“Mau melompat kedalam danau?”

Medan pertempuran berada didalam danau!

Diantara para monster, ada yang mengetahui bagaimana caranya untuk bertarung dibawah air, seperti monster-monster tipe Lizard.

Para Knight dan para Warrior yang berarmor berat berkumpul.

“Tembak mereka. Berharaplah kita bisa menghantam seseorang.”

Anak panah beterbangan ke danau.

Monster-monster yang datang menghadapi pemusnahan, jumlah panah dan sihir yang tak bisa ditanggulangi terbang ke danau, menambahkan efek dari kemegahan yang besar.

“Ini adalah hal yang baru.”

“Ini menarik.”

Tak banyak kesempatan bagi orang-orang ini untuk mengalami sesuatu yang baru.

Beberapa monster mendekati area sekitar patung tersebut, tetapi menghadapi perlawanan ganas yang tak bisa ditembus dari para Knight dan yang lainnya, mereka dikalahkan dalam sekejap.

Pasukan monster harus mundur, meninggalkan banyak korban, tetapi berulang kali, mereka terus menyerang siang dan malam.

Pada saat yang sama, Weed menghadapi sebuah peningkatan dalam kesulitan dengan meningkatnya ketinggian, setelah menyelesaikan pinggul dan pinggang, sekarang dia akan membuat dada dan pundak.

Dari bentuk konstruksi kasar, dia akan memberi wilayah tersebut detail yang lebih halus.

“Moonlight Sculpting!”

Cahaya lembut mengikuti jalur dari ukirannya.

Sejak mencapai skill memahat level 5 tahap Advanced, dia bisa menggunakan skill tersebut untuk mengukiir dengan memperlemah outputnya.

Serangan demi serangan, bentuk dari patung tersebut terwujud dengan lekukan dan aliran yang lembut dengan lebih banyak polesan.

Karena patung tersebut memiliki pengaruh secara langsung kapan serangan para monster akan berakhir, Weed melanjutkan tanpa berhenti saat dia mengukir di tengah malam.

Dia bergantungan pada tali saat dia bekerja, disekitar patung tersebut dipenuhi dengan gemerlapan cahaya yang berkumpul.

Sebuah pemandangan yang seperti mimpi diberikan kepada patung tersebut saat patung itu mengumpilkan cahaya bulan dan bintang ke tanah.

“Seni memahat sangat indah.”

“Itu benar-benar romantis.”

Pria, wanita single, dan pasangan diantara para player memilih lokasi yang bagus untuk duduk sambil menatap patung buatan Weed yang terungkap.

Tangan kiri dari patung itu memegang kantong uang, sementara tangan kanannya diangkat tinggi-tinggi ke langit.

Patung tersebut memegang sebuah obor!

Freya Statue of Liberty.

“Waaaa! Mengagumkan.”

Saat mereka melihat bentuk patung itu menjadi lebih jelas, mulut mereka menganga pada saat yang sama.

Sesaat sebelum penyelesaiannya, patung tersebut menjulang setinggi 160 meter.

Kepala patung itu mengenakan sebuah mahkota yang besar diimbuhi ukiran permata, sosoknya tampak tertutupi bulu.

Itu adalah hiasan dengan pemandangan kemewahan, cincin-cincin permata, kalung, dan tentu saja memakai anting-anting juga.

Itu benar-benar merupakan sebuah simbol dari kekayaan, dan Weed memberi merek masing-masing perhiasannya.

Music Box Plaza Merchant Association.

Supply and Demand Association. Merchant Mapan.

Dia menerima biaya pengiklanan dari asosiasi Merchant yang aktif dari Morata, serta diseluruh Benua Versailles, untuk menuliskan apa yang mereka harapkan.

Disini, dia menerima biaya periklanan yang lebih banyak daripada Berlian yang dibayarkan Order of Freya untuk biayanya.

Tak peduli seberapa menyakitkan kutukan-kutukan itu berlanjut tanpa henti, dia bersikeras untuk mendapatkan ini.

Weed sekali lagi menemukan cara lain untuk mendapatkan uang dari memahat!

Dia bahkan akan dengan teguh mengantongi uang dari sumber lain jika mereka memilih untuk menempatkan kaus kaki dan sepatu patung tersebut.

Akhirnya, dia menyelesaikan wajah dari patung tersebut yang secara langsung melukiskan wajah Hwaryeong.

Wajah dari orang kebarat-baratan sangat sesuai dengan perasaan kemegahan dari patung tersebut, dia melanjutkannya setelah meminta ijin dari Hwaryeong sebelumnya.

Ketika Weed mengatakan pada Hwaryeong bahwa dia ingin mengukir wajahnya, wajah Hwaryeong menyala seperti sebuah apel yang masak.

“Itu adalah Weed-nim… jadi…..”

Hwaryeong menganggap Weed sebagai orang yang sedikit kurang sensitif. Dia terlalu sibuk mencari nafkah untuk mempertimbangkan hal-hal kemewahan, seperti cinta. Kekhawatirannya dan pemikirannya tidaklah sangat ramah, yang mana membuatnya sulit untuk menghasilkan percakapan yang dalam dengan dia. Dia adalah seorang pria yang mana hal-hal seperti kisah cinta adalah sesuatu yang mustahil untuk diharapkan.

“Aku telah salah tentang segalanya.”

Hwaryeong tak bisa tidur pada hari itu.

Patung raksasa Morata. Gelombang-gelombang besar dari orang-orang mencari jawaban dari si Sculptor kenapa dia mengukir wajah Hwaryeong!

“Ini adalah kejadian terbesar.”

Meskipun itu tampak bahwa tahap-tahap dari hubungan mereka telah dilewati beberapa langkah, tetapi bagi Hwaryeong, ini adalah sebuah moment yang sangat menguntungkan.

Dan sekarang, patung Order of Freya mencapai tahap penyelesaian.

*Ding*

Patung Freya telah selesai

Dewi kecantikan, Dewi Freya.

Pada permintaan Order of Freya, patung tersebut didirikan di Morata, dan akan menjadi contoh dari menguatnya Faith, dan membuat wilayah ini lebih subur daripada yang sebelumnya.

Untuk memperingati Patung yang ditugaskan oleh Order of Freya, ziarah tahunan pada Gereja akan dibuat.

Efek Patung:

• Hasil pertanian di area sekeliling akan meningkat sebesar 45%

• Tingkat perkembangan komersial akan lebih cepat sebesar 3%

• Tingkat perkembangan industrial akan meningkat sebesar 2%

• Akan mengurangi kerusakan kekeringan, banjir, dan badai

• Tingkat pengingkatan Faith dari penduduk akan digandakan

• Kebahagiaan penduduk meningkat

• Kesediaan dari penduduk untuk membayar pajak meningkat sebesar 12%

• Kekuatan suci milik para Paladin dan Priest dari Order of Freya meningkat sebesar 30% di Provinsi Morata

Translator / Creator: alknight