February 17, 2017

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 13 – Chapter 1: Skeleton Knight

 

Ttadadadadak.

Menggeretakkan rahangnya dan menatap tubuhnya.

Penampakan dari tulang-tulang tanpa sedikitpun daging!

Hal ini disebabkan oleh Power to Reject Death hingga dia dibangkitkan kembali sebagai seorang undead.

Tubuh tersebut tampak aneh karena hanya ada tulang-tulang saja, dibandingkan dengan yang sebelumnya, tubuh ini tampak lebih tebal dan penuh dengan kekuatan.

*Ding*

1.     Telah dibangkitkan dari kegelapan. Level skill Power to Reject Death naik 1 level. Mencapai level 2 tahap Beginner.

2.     Mendapatkan tambahan HP 3%, 1% berasal dari Kekuatan Kegelapan.

3.     Efek tambahan akan diberikan dengan bertarung lebih ganas.

4.     Kemungkinan untuk membangkitkan Undead meningkat.

5.     Setelah kebangkitan, jumlah tipe yang tersedia didalam kategori telah meningkat seiring level skill.

Itu mustahil untuk mendapatkan exp untuk skill Power to Reject Death dengan cara yang lain.

Satu-satunya cara adalah mati.

“Informasi karakter!”

Character Name Weed Alignment Undead
Level 354 Class Skeleton Knight
Reputation 7904
HP 146800 MP 6400
Strength 1265 Agility 1130
Stamina Infinite
Wisdom 70 Intelligence 65
Fighting Spirit 922 Endurance Infinite
Perseverance 665 Physical Resistance 470
Leadership 459 Guilt 96

• Karena karakteristik unik dari Skeleton Knight, kamu tidak akan merasa lelah

• +2 skill pedang

• Karena kekuatan kegelapan menyelimuti seluruh tubuh, memberi tambahan damage dan Defense

• Sangat rentan terhadap Holy Magic

• Melemah dihadapan matahari dan api

Level Weed awalnya adalah 355. Karena mati, levelnya turun 1.

Mastery skill-skill juga menurun.

Setelah mati berkali-kali, dia mendesah dalam-dalam dan entah bagaimana bisa menerima kenyataan. Kerja keras akan mengisi kembali mastery skill sekali lagi.

“Skeleton Knight. Sudah cukup lama sejak aku bisa menggerakkan tubuhku, harus melepaskan ini dari dadaku.”

Weed menarik pedang tersebut dan menebas Ghost Knight yang membunuh dia.

“Guah!”

“Musuh.”

Semua Ghost Knight tiba-tiba memblokir setiap jalan yang berpotensi bagi dia.

Namun, mereka belum menyerang Weed, karena mereka tak bisa menyebutkan entah dia kawan atau lawan.

Dia adalah seorang undead yang memiliki kerangka terkutuk sebagai tubuh fisiknya.

Tetapi karena Weed menyerang terlebih dulu, mereka semua mengangkat pedang karatan, perisai busuk dan tombak patah milik mereka kearah dia.

“Sakit, sungguh sakit.”

“Menyakitkan. Rasa sakit itu berasal dari manusia, Skeleton itu juga bukan salah satu dari kita.”

“Kita dihianati. Dasar penghianat. Unnng, aku akan membunuhmu.”

Sejumlah besar Ghost Knight bergerak.

Untuk menyelesaikan pertempuran dan kembali tidur.

Seiring berlalunya waktu, semakin dan semakin banyak Ghost Knight dan Ghost Soldier yang bangkit dari tanah.

Para hantu ini!

Mereka adalah orang-orang yang menghianati teman, berdosa terhadap raja mereka, dan melakukan penghianatan terhadap negara mereka.

Dalam sekejap, lebih dari 30 musuh kembali dan siap untuk bertarung.

Bahkan setelah dilahirkan kembali sebagai mahluk tanpa daging oleh Kekuatan Kegelapan, jawaban dari kebangkitannya sangatlah jelas.

“Stone Skin.”

Tulang-tulang putih milik Weed mengeras seperti batu.

Jumlah Mana’nya sangat sedikit jadi dia tak bisa menggunakan skill-skill menyerang miliknya setelah itu.

“Dasar penghianat. Kau akan menderita seperti kami!”

Seorang Ghost Soldier berlari mendekat.

Weed dengan cepat membungkuk untuk menghindari tombak yang mendekat, kemudian dia mengarahkan pedang miliknya kearah leher si penyerang.

Critical hit!

Puseuseu.

Ghost Soldier itu berubah menjadi asap kemudian menghilang.

Ketika dia hidup, karena sebuah kesalahan dari kelas Sculptor, statistiknya dibagikan secara merata sesuai dengan profesinya. Art, Faith dan Attractiveness, semuanya memainkan peran pada Strength yang lemah miliknya.

Tetapi setelah dilahirkan kembali sebagai seorang Skeleton Knight, output damage’nya sangatlah tinggi.

Begitu juga dengan Agility, kecepatan pergerakannya menjadi jauh lebih cepat.

Defense dasar miliknya juga meningkat banyak.

Pababababak!

Weed terus maju sambil menerima serangan dari segala arah.

Tak perlu untuk mewaspadai musuh-musuh yang jauh.

“Aku hanya perlu berkonsentrasi pada apa yang ada dihadapanku.”

Dengan banyaknya serangan yang datang pada saat yang sama, dia membalas dengan menyerang senjata-senjata tersebut, dan kemudian menggunakan teknik untuk melucuti senjata-senjata yang saling terjalin tersebut.

Namun, rekan-rekan mereka tidak menghentikan serangannya.

Puwak!

Tombak-tombak menusuk tubuh Ghost Soldier saat mereka menyerang.

Weed mengayunkan pedangnya seolah-olah sudah dia sudah mengantisipasi serangan yang datang dari belakang.

Dia bertarung seakan dia telah kerasukan.

Dia memiliki pergerakan  bagai mengalir didalam pertempuran tersebut.

Setelah bertarung lebih dari satu hari, jumlah mereka terus bertambah pada tingkat yang mencengangkan.

Mengsingkronkan pernafasan dengan serangan musuh dan pergerakannya sendiri. Dia menyesuaikan dirinya sendiri pada poin ini.

Pergerakan Weed telah melampaui kemampuannya dalam menggunakan pedang yang sebelumnya.

Kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh peran dari Skeleton Knight.

Karena pembatasan fisik dari manusia, keputusan membuat pergerakan yang kuat setiap saat tampaknya harus diperhatikan dengan baik-baik.

Dengan pergerakkan yang lebih cepat, lebih banyak stamina yang dikonsumsi dan akan segera menyebabkan kelelahan.

Katakan saja diawal pertempuran, damage 100% bisa dikeluarkan, namun, seiring dengan menurunnya Stamina, output damage’nya juga menurun.

Dalam hal Defense, Stamina memainkan peran yang kecil meskipun Stamina telah terkuras, tetapi Physical Resistance, Perseverance, Wisdom, dan yang lainnya, semuanya akan sangat terpengaruh oleh Stamina.

Namun, berkat karakteristik unik dari Skeleton Knight, dia tidak akan pernah kelelahan. Meskipun bertarung secara terusmenerus selama berjam-jam, Stamina akan tetap seperti itu tanpa adanya penurunan.

Lebih jauh lagi, dia tidak akan kelaparan.

Weed tenggelam didalam pertempuran, tetapi dia merasa begitu sedih.

“Karena Sculptor itu aku menjadi Skeleton Knight!”

Kesedihan dan kekecewaan.

Hasilnya, dia bertarung dengan sungguh-sungguh dengan setiap tulang ditubuhnya.

Dengan pengalaman bertarung yang tak terhitung, serta ilmu pedang yang dipelajari di kehidupan nyata.

Bahkan dengan skill-skill, dia masih harus berhadapan dengan pertarungan langsung.

Hasilnya, Weed bisa mengendalikan tubuhnya secara sempurna. Meskipun tidak sama seperti para Geomchi, pola pikirnya tidaklah sependek itu.

Lantai empat dari Tower of Heroes menguji skill pedang dan tekad seseorang.

Jika dia terdesak serangan musuh, semakin dan semakin banyak musuh yang akan berkumpul dan tidak akan membiarkan dia untuk menerobos.

Tahap ini tak akan bisa dilewati oleh mereka yang memiliki tekad lemah.

“Beri aku daging pada tulang-tulang ini.”

Setiap kali Weed melangkah maju, sejumlah besar Ghost Knight dan Ghost Soldier terjatuh karena getarannya.

“Uhaaaaaa!”

Dari mulit Weed, teriakan penuh semangat keluar.

Selama tantangan yang mustahil ini, dia bersenang-senang.

Entah itu akan berhasil atau berakhir dengan kegagalan, dia tak lagi peduli!

Chwararara!

Hasilnya, siku dan pergelangan tangan Weed patah.

Penggunaan pedang yang spektakuler. Kontras dengan batasan di kehidupan nyata, hal itu bisa dilakukan disini.

Dengan penggunaan skill, serangan bisa menjadi semakin ganas, tetapi tanpa memiliki Mana untuk digunakan, dia kebanyakan bertarung dengan menebaskan dan menikamkan pedangnya.

“Pedang tak boleh berhenti, untuk mendapatkan kekuatan yang besar ketika menebas.”

Setelah mendapatkan Heraim Sword Skill, dia segera menyadari hal yang penting dari skill ini sejak merasakannya.

Dengan dengungan pedang yang datang dari sebuah serangan, daya tolak dari pemblokiran memaksa dia berada dalam keadaan terhenti selama sesaat. Tetapi berada disituasi yang sama, dia tak lagi memblokir justru menyerang.

Sword Mastery milik Weed berada pada level 4 tahap Intermediate!

Tentunya, itu bukan sesuatu yang bisa dibandingkan dengan skill milik para Geomchi yang berada pada tahap Advanced. Karena sifat dari Sculptor, pertumbuhan skill tersebut dua kali lebih lambat daripada mereka.

Tetapi sekarang, tingkat tersebut meningkat karena fakta bahwa dia adalah seorang Skeleton Knight, dan seiring dengan atribut ini, kekuatannya juga sangat besar.

“Kkirikkkirik!”

“Meskipun seorang Skeleton Knight, tetap saja dia seorang knight yang hebat.”

Dengan pertempuran yang sedang berlangsung, sikap dari para Ghost Knight berubah.

“Misi kami adalah untuk menghentikanmu disini.”

“Rasa sakit, ini menjengkelkan…. sebagai pertukaran untuk penghianatan, aku harus mengalami siksaan abadi ini.”

“Kami adalah para Knight. Jadi aku mengakui kekuatan dan keberanianmu.”

“Tapi kami tak bisa mengijinkanmu untuk lewat.”

Mendekati yang ke-8 kalinya dia menerobos gerombolan Ghost Knight di lantai 4, mereka mulai menyerbu dengan lebih ganas lagi.

Weed hanya mengandalkan pedangnya.

Tak ada pilihan lain, dan dengan jumlah Stamina tak terbatas yang diberikan, Satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah memegang pedang tersebut.

Mirip dengan orang-orangan sawah saat di Benteng Serabourg dulu!

Mengecualikan istirahat sejenak ditengah-tengah pertempuran, dia tak pernah memegang pedang secara terus menerus sebelumnya.

Dengan mengabaikan segalanya, dia terus bertarung.

Akhirnya, tak ada lagi Ghost Knight atau Ghost Soldier yang memblokir jalannya.

Dihadapan Weed, sebuah tangga putih bisa dilihat.

Dia melewati tantangan dilantai 4!

Dengan masing-masing langkah, dia terus naik, mendaki tangga yang mengarah ke lantai 5 dari Tower of Heroes.

“Keukeukeu.”

“Seorang ksatria hebat.”

“Ini adalah sebuah kehormatan.”

Dengan itu, para hantu tak lagi mengejar dia, menunjukkan etika seorang ksatria. Meskipun babak belur, mereka mengakui kekalahan mereka.

“Tampaknya meskipun mereka telah menjadi Ghost dan Specter untuk waktu yang lama, mereka masih mempertahankan beberapa kode ksatria mereka bahkan setelah kematian.”

Weed memeriksa keadaan tubuhnya.

HP yang tersisa sebesar 63%.

Berkat Power to Reject Death, jumlah HP dasarnya sangat besar.

Dia melepaskan Armor Tallock, High Priest Ring dan yang lainnya, dan menggantikan equipment-equipment tersebut, dia memakai armor yang terbuat dari tulang naga serta Farrot’s Ring, yang mana meningkatkan pemulihan Mana miliknya.

Biasanya, dia mempertahankan semua equipment miliknya dalam kondisi terbaiknya dengan cara perbaikan. Berkat perawatannya yang terusmenerus, meskipun baru saja melewati banyak pertempuran, ketahanan dari equipment-equipment tersebut masih diatas 80%. Sekarang dia mengenakan sebuah armor yang jauh lebih keras yang terbuat dari tulang-tulang naga.

Ketahanan dari pedangnya masih 75%.

“Ini sudah cukup.”

Weed berpaling dari tangga dihadapannya. Dan dari belakang, para Ghost Knight menyerbu dengan pedang-pedang mereka yang terayun dalam gerakan lambat.

“Sakit!”

“Ke..Kenapa dia masih mengganggu kita?”

Para knight dan para prajurit berteriak dan terserang.

Mereka nyaris tak bisa bertahan dan menderita.

Mereka melewati gerbang setelah mendaki tangga untuk menjepit Weed.

Weed tidak mengatakan apa-apa.

“Aku tak pernah menolak quest, monster, ataupun tantangan untuk bertarung.”

Saat di Continent of Magic, Weed tidak tau bagaimana caranya menahan diri.

Jika itu adalah sesuatu yang menonjol, entah mereka adalah orang atau monster, dia hanya akan menghancurkan semuanya.

Menyerang segalanya, menghancurkan semuanya.

Itu adalah saat-saat dimana dia akan berdiri seorang diri diantara semua pembantaian itu.

Di tangga dari lantai 4 yang menuju keatas, nalurinya sebagai War God Weed dibangkitkan.

****

Chung Il Hoon sedang manatap telepon.

“Waktu untuk teleponnya berbunyi sudah datang.”

Dia adalah Geomchi2 di Royal Road!

Chung Il Hoon menjaga Orc Seechwi dengan baik. Dan perasaannya semakin dalam saat dia ingin mengetahui lebih banyak tentang Seechwi.

Chung Il Hoon biasanya sangat bodoh dalam menghadapi seorang wanita, tetapi entah bagaimana dia bisa dengan nyaman menangani Seechwi.

Pada akhirnya, keduanya menjadi kekasih di Royal Road.

Dan hari ini, dia telah mengatakan dia akan menelepon Chung Il Hoon.

“Berapa lama aku harus menunggu.”

Chung Il Hoon berkata penuh kegembiraan.

Layanan panggilan telpon kencan yang berharga, bujangan tua yang sulit untuk mundur dari panggilan telepon dengan seorang wanita yang akan membutuhkan sebuah kartu untuk berbicara.

Tetapi dia tak pernah menyangka dia akan memiliki seorang pacar yang akan menelepon dia!

*Kriiiiing!*

Chung Il Hoon mendengar telpon tersebut berdering sekali dan segera mengangkatnya.

“Ya! Aku Chung Il Hoon!”

Suaranya menegang.

“Lupa bahwa aku telah makan 7 telur mentah, apa suaraku akan baik-baik saja?”

Dia tak pernah sekalipun bermasalah dengan hal ini sebelumnya. Tetapi tetap saja, berbicara lewat telepon dengan seseorang yang dia cintai, siapapun akan mulai sedikit peduli.

— Hallo, Il Hoon-ssi.

Dari dalam telpon, sebuah suara merdu dari seorang wanita terdengar.

Kening Chung Il Hoon mulai mengkerut.

“Ini bukan suaranya.”

Seechwi harusnya memiliki suara sengau yang kuat. Suara kasar dan serak seperti seorang laki-laki.

Suaranya tidak merdu.

Chung Il Hoon berbicara cepat dengan nada kasar.

“Aku tak mau mendaftar untuk sebuah kartu. Tak mau menggunakan sebuah telepon pinjaman. Tak mau bergabung dengan jaringan komunikasi kecepatan tinggi. Harap tutup telponnya karena aku sangat membutuhkan teleponnya.”

Bagi seorang bujangan yang menanti telpon, dengan panggilan yang datang, dia harus tegas dengan segera mengatakannya. Dia yakin panggilan telepon sekarang ini adalah dari sales sebuah layanan pinjaman atau berlangganan.

Tetapi ini adalah kesalahan Chung Il Hoon.

— Kurasa kamu sedang sibuk, Il Hoon-ssi. Aku memaksa untuk menelepon saat ini… yah, kurasa aku harus menutupnya. Aku akan menelepon lagi besok.

“Ah! Tunggu! Mungkinkah kamu Seechwi?”

— Ya, itu benar.

Chung Il Hoon bisa mendengar tawa ringan berasal dari telpon tersebut saat Seechwi menjawab.

Panggilan Orc Seechwi sedikit aneh.

Itu adalah rasnya di Royal Road. Jadi tentu saja, suaranya disana bukanlah sesuatu yang umum.

Seperti umumnya seorang Orc, dia akan mengeluarkan kata-kata chwiichwii bersama dengan suara sengau. Karena itulah, Chung Il Hoon mengira bahwa itu adalah suara aslinya, namun, dia tidak menyadari kebenarannya.

“Suara di telepon tampaknya sangat cantik. Mungkin sama dengan aku, dia makan beberapa telur mentah.”

Namun, menerima telepon pertama dari dia, Chung Il Hoon sudah senang hanya dengan fakta itu saja.

Berbicara selama 5 menit!

Meskipun dia bisa dengan mudah mengangkat pedang logam yang berat hanya dengan satu tangan, dia memegang gagang telepon dengan kedua tangannya.

Ini adalah saat yang paling penting dalam kehidupan Chung Il Hoon.

Dia biasanya mengucapkan kata-kata sederhana, bahkan ketika dia berbicara kepada murid-muridnya, tak pernah sekalipun berkata lebih dari 8 suku kata.

Masuk.

Ayo pergi!

Pertahankanlah.

Ambil!

Tutup pintu rapat-rapat.

Mari makan.

Dia biasanya berkata dengan jawaban yang pendek dan ringkas, dan ini adalah saat yang paling menarik yang pernah dia alami saat telpon. Meskipun hanya berbicara tentang sedikit cerita di Royal Road, apa yang mereka makan saat sarapan, dan sedikit mengobrol, dia sangat senang.

“Gratis 300 menit. Aku bisa memahami kenapa mereka memberi layanan ini.”

Sekarang telepon tersebut harus diakhiri.

Mendengar suaranya yang manis sangatlah bagus, tetapi sekarang hatinya dipenuhi dengan kegembiraan yang membuatnya sulit bagi dia untuk melanjutkan pembicaraan.

Kurangnya topik adalah masalah yang lainnya.

“Berbicara tentang cuaca, penyalahgunaan para politikus, cerita-cerita militer, bahkan berbicara tentang sepak bola, aku telah kehabisan hal untuk dibicarakan dengan dia.”

Dia sudah menyelesaikan semua percakapan yang dipersiapkan untuk berbicara dengan seorang pacar, dia berpikir dia harus mengakhirinya dengan rapi dan memeriksa segalanya dengan cepat untuk lain hari. Mengetahui bahwa dia bisa berbincang-bincang dengan Seechwi kapan saja, tak ada gunanya untuk tak sabaran.

“Berbicara denganmu, itu adalah sebuah kehormatan, Seechwi-ssi!”

— Tidak, untukku juga, senang bisa mendengar suara Il Hoon-ssi juga.

“Panggilan telepon memang bagus tapi akan lebih bagus jika kita bisa bertemu secara langsung.”

Tanpa pikir panjang, Chung Il Hoon berbicara dengan jelas tanpa sadar.

Seechwi menyetujuinya.

— Yah, haruskah?

“Ya?”

Dia menarik nafas dalam-dalam saat dia mendengarnya. Itu adalah sesuatu yang luar biasa yang bisa dia dengarkan puluhan ribu kali.

— Mari bertemu besok. Pertemuan pertama kita…. Aku akan sangat menyukai ini. Aku akan membawa kimbap dan ingin makan bersamamu. Apa tidak apa-apa jika kita bertemu di Dojang?

“Ki..Kimbap?”

— Kenapa, apa kamu tidak suka kimbap?

“B..Bu..Bu..Bukan begitu! Aku benar-benar menyukai kimbap. Aku menantikannya untuk bertemu kamu!

Jika kebetulan kamu terlambat, atau sesuatu terjadi besok, dan bahkan jika kamu tidak datang, aku akan menantikannya!”

Chung Il Hoon berteriak pada telepon tersebut!

Panggilan tersebut terputus.

“……..”

Dia duduk dalam keadaan linglung. Setelah waktu yang lama yang dibutuhkan untuk menjernihkan pikirannya, para instruktur lain mendekat dan banyak murid juga mendekat.

Choi Jong Bom, Ma Sang Bom, dan Roi Lee!

Meskipun bukan tipe-tipe yang kasar, mereka adalah pria-pria kekar yang layak dipanggil monster dari spesies manusia.

Beberapa saat setelah dia melihat saudara-saudaranya hingga dia akhirnya bisa mendengar mereka.

Bukannya sebuah mimpi, ini adalah realitas.

“Sahyeong!”

“Apa panggilan telepon dengan Seechwi-nim berjalan dengan baik?”

Pada pertanyaan mereka, Chung Il Hoon menganggukkan kepalanya.

“Ya, berjalan dengan baik. Meskipun besok dia akan datang membawa kimbap.”

“Apa.”

“Ki..Kimbap…..”

Terjadi sebuah ledakan reaksi dari semua praktisi.

Roi Lee tetap yang paling tenang.

“Apa maksudmu dia akan datang membawa makanan dari Kimbab Haven atau buatan sendiri?”

“Buatan sendiri. Dia bilang dia juga akan memasukkan tuna.”

“Termasuk tuna!”

Semua orang iri pada Chung Il Hoon.

****

Lantai kelima!

*Ding*

Mencapai tahap terakhir dari Tower of Heroes

• Charisma naik sebesar 10

• Strength naik sebesar 15

• Fighting Spirit naik sebesar 60

Karena bisa melampaui batas, kamu akan mendapatkan exp yang berharga

• Level up

• Level up

Peningkatan statistik secara permanen, serta 2 level.

Level Weed sekali lagi mencapai 356.

Dengan level-level yang dia dapatkan, dia memasukkan semua poin statistik pada Agility.

Melewati lantai empat telah meningkatkan skill pedang miliknya, dan sekarang skill tersebut mencapai level 5 tahap Intermediate.

Bertarung melawan musuh yang muncul dalam jumlah yang tak terbayangkan meningkatkan keahlian skill miliknya cukup banyak.

Tepat setelah menyelesaikan pertempuran tersebut dia menyadari ketahanan pedangnya menurun sampai 23%. Itu adalah keinginannya sendiri untuk bertarung melawan para Ghost Knight dan Ghost Soldier hingga ketahanan pedang tersebut menurun sebanyak itu.

“Kami menyerah kepada seorang prajurit hebat.”

“Kehidupan kami, berakhir.”

Mereka tak lagi mau menerima serangan Weed yang mematikan dan dibangkitkan lagi.

Pada dasarnya, para Specter telah pasrah menerima akhir penderitaan mereka, pikiran mereka sudah lemah. Dan sekarang, harga diri, kepercayaan diri, semangat juang mereka, semuanya telah hancur.

Di lantai empat, Weed memperbaiki equipment miliknya dan menunggu sampai dia berada dalam keadaan sempurna sebelum menaiki tangga ke lantai lima.

“Hal yang hebat menunggu.”

Dia menolak untuk ketakutan.

Tak diragukan lagi bahwa rintangan di lantai lima dari Tower of Heroes adalah sesuatu yang sulit.

Dia menarik nafas dalam-dalam dan sudah mengakhiri kecemasan tersebut.

Ketika dia sampai di lantai lima, dugaannya akan monster memenuhi area tersebut ternyata sia-sia, sebagai gantinya, sebuah meja bulat bisa terlihat.

Disana terdapat beberapa buku yang berbeda.

«Knight»

«Blade Master»

«Champion»

«Fighter»

«Warrior»

«Paladin»

«KungFu Master»

«Archer»

«Ranger»

«Hunter»

«Thief»

Total ada 11 buku berkilauan emas.

“Yah itu sudah jelas.”

Weed menyadari dia harus memilih satu buku.

Jika dia adalah seseorang dengan kelas tipe petualang, dia bisa menggunakan skill ‘Reserarch’ atau ‘Observation’ pada buku-buku tersebut. Yang mana akan memungkinkan dia untuk melihat apakah disana terdapat suatu jebakan tersembunyi, atau memungkinkan dia untuk menyelidiki buku-buku tersebut.

Bisa dikatakan bahwa ini adalah salah satu dari hak-hak istimewa dari sebuah profesi tipe petualang.

Bisa dipahami, ini bukanlah sebuah skil yang tersedia bagi profesi Sculptor. Dan karena menjadi Skeleton Knight, dia tak memiliki skill semacam itu juga.

“Tak ada bedanya buatku kalau begitu.”

Weed menderita sejenak kemudian membuka buku untuk Knight.

Dia memiliki sedikit minat pada buku Thief atau Hunter. Namun dalam keadaan dirinya saat ini sebagai seorang Skeleton Knight, dia mengambil buku yang sesuai dengan kelasnya.

Dari kejauhan, itu seperti pemandangan yang mengerikan, tampak seolah-olah sebuah kerangka dari kelas anatomi biologi sedang membaca sebuah buku.

“Waktu perang. Para King berjuang dalam peperangan invasi yang kompetitif. Karena wilayah manusia meluas, para Goblin, Demon, Elf, dan Dwarf sangat menentangnya. Dari seluruh perbatasan, monster-monster agresif membuat kehidupan dibenua yang luas terancam. Para penguasa yang tidak kompeten dan para bangsawan korup, dan kebrutalan dari para monster semuanya menyebabkan kehidupan menjadi semakin terpuruk, mayat-mayat membusuk terbaring dimana-mana.

Nasib dari semua Manusia, spesies-spesies lain, dan dari para Monster yang berakhir dipertempuran di Jagsen Plains, terletak di Kerajaan Bromba 102 tahun yang lalu.”

Weed membaca buku tersebut sampai pada bagian itu.

Kemudian area disekitarnya tertelan cahaya.

“Bunuh dia!”

“Para bajingan kotor! Bantai para sampah dari Kerajaan Bromba!”

“Para prajurit elit dari Kerajaan Mapon! Berjuang dan menang!”

“Untuk kemuliaan Yang Mulia Ratu!”

Weed terbangun ditempat yang penuh dengan kebisingan. Bukan hanya itu, itu adalah sebuah tempat yang sangat kacau.

Para Drake terbang dilangit sambil menyemburkan api, sementara dari kejauhan, para Archer dan para Wizard mengeluarkan serangan-serangan mereka.

Sebuah medan perang yang besar!

Weed jatuh ditengah-tengah pertempuran skala besar yang sedang berlangsung.

“Keulelelel!”

“Hueumcha!”

Teriakan-teriakan dari kejauhan bersama dengan suara-suara penuh kekacauan yang datang.

Weed berpikir bahwa menggerakkan kakinya bukanlah ide yang bagus, tetapi itu adalah sebuah kesalahan. Ada raksasa Cyclop bermata satu mengambil batu-batu dari galian tanah dan melemparkan batu-batu tersebut sekuat yang mereka bisa.

Suuuuuuuuuungkwakwakwakwang!

Batu-batu itu terbang dilangit, mendarat di tanah dan hancur berkeping-keping.

Para prajurit dan para Knight yang bernasib malang terhantam batu-batu itu berteriak-teriak.

“Tolong selamatkan aku!”

Para komandan tetap tidak terpengaruh.

“Sebagai tentara Kerajaan Bromba, mati penuh kehormatan!”

“Jangan biarkan mereka dibantai seperti itu!”

Para tentara berjuang dengan diri mereka sendiri.

Manusia vs Manusia, serta serangan para Enchanter.

Bersama dengan pergerakan besar-besaran dari pasukan Monster yang mendekat kearah mereka dari kejauhan.

Puhihing!

Tiba-tiba, seekor kuda putih berada disebelah Weed.

Meskipun tak bisa terbang seperti Pegasus, itu tetaplah seekor kuda yang bagus dan berotot.

Kuda itu menjilati tengkorak Weed.

Chyabchyabchab!

Tengkoraknya basah karena air liur kuda itu seperti mengolesi tabis surya pada dia dengan lidahnya.

Kuda putih itu menunjukkan tanda kasih sayang terhadap Weed.

Weed menilai ulang situasinya.

“Aku sedang membaca buku Knight di lantai atas Tower of Heroes… maka tempat ini pasti Konflik Palrangka di Jagsen Plains.”

Situasinya saat ini berada disalah satu pertempuran paling sengit di Benua Versailles, Konflik Palrangka!

Tujuh kerajaan yang memegang kekuasaan di benua bertempur pada pertempuran ini di Jagsen Plains. Terutama orang-orang dari Kerajaan Bromba dan Kerajaan Mapon, yang bertempur seolah-olah untuk saling melenyapkan satu sama lain.

Pada ujung dari pertempuran yang dibuat para Manusia, pasukan Monster ikut campur. Mereka bergerak kearah bau darah dari jarak yang jauh untuk ikut serta dalam konflik tersebut.

Spesies-spesies lain juga terlibat.

Para Elf dan para Barbarian, yang tak mau kehilangan sarang mereka lagi, juga datang ke dataran tersebut.

Secara bertahap, inilah yang dihasilkan dari semua itu.

Setiap ras, dengan masing-masing bendera perwakilan terangkat tinggi-tinggi, menyerang segalanya untuk bertahan hidup.

Para Barbarian yang kekar mengayunkan pedang dan tongkat mereka sementara itu para Elf menyerang pasukan tersebut dengan busur mereka.

Tapi mereka tidaklah aman juga. Dari belakang, spesies ini digempur oleh para Monster yang berkumpul seperti awan badai.

Ditengah-tengah medan perang ini, berdiri dipusatnya, adalah Weed.

Yang membuat masalahnya semakin buruk, ada seorang gadis menunggangi kuda putih yang menjilati dia.

Gadis itu bahkan lebih cantik daripada bunga desa dari Morata!

Dia dengan hati-hati melihat Weed dan membuka bibir merahnya.

“Knight-nim, aku percaya bahwa kau adalah manusia. Tolong bawalah aku ketempat yang aman.”

*Ding*

Permintaan dari Putri Remy

Putri pertama dari sebuah negara kecil diperbatasan dengan populasi 80.000 orang, Isran.

Dia suka laut dan ingin tinggal di rumah. Tetapi dia akan dijadikan selir kelima Putra Mahkota Kerajaan Bromba.

Namun, karena terjadinya perang yang tiba-tiba, keduanya tak bisa menikah karena Putra Mahkota telah memasuki peperangan yang kacau tersebut.

Dia ingin pulang lagi.

Tingkat Kesulitan: Quest Pahlawan Sejarah

Hadiah: Exp dalam pertempuran Sejarah, bisa menjadi Pahlawan Sejarah.

Persyaratan Quest: Mendapat tempat dihati sang Putri, Knight tidak bisa menolak.

Weed kebingungan selama beberapa saat.

“Apa yang harus aku lakukan?”

Weed telah menerima banyak quest yang tampak mustahil sebelumnya, tapi dia bisa melihat rute untuk masing-masing quest sampai batas tertentu.

Dia tetap berdiri diam tak bergerak, sehingga bibir merah Putri Remy cemberut dan berbicara.

“Bagiku, tidak ada orang lain lagi selain Knight-nim. Bahkan sekarang, dalam wujud terkutukmu, meskipun aneh, aku masih bisa percaya. Yang aku tau adalah bahwa Knight-nim lah yang akan membantu aku.”

Kamu telah menerima quest!

Benar-benar tidak ada pilihan!

Quest tersebut baru saja diterima dengan sendirinya.

Bagi para Knight, beberapa kasus semacam ini memang terjadi.

Entah itu adalah wanita lemah, wanita bangsawan, atau kehendak tuan mereka, mereka tidak bisa menolak.

Ini adalah karakteristik dari para Knight!

“Mengeeeeeerikan.”

Weed merasakan angin dingin bertiup melalui tulang rusuknya.

Dia melihat sekeliling, tempat itu dipenuhi dengan para Monster, Manusia, Elf, dan Barbarian.

Salah satu pertempuran paling ganas dalam sejarah, Konflik Palrangka!

Dia harus membawa sang Putri pergi dari sini.

Si cantik dan kuda putih.

Musuh ada dimana-mana!

Ini sangat sesuai dengan romansa dari Knight.

Dan bahkan ada para Drake berlevel tinggi yang menyemburkan api.

Seiring dengan fakta bahwa para Knight manusia yang saat ini bertempur tampaknya setidaknya berlevel 300.

Para prajurit biasa juga tangguh. Makhluk-mahluk dari jaman peperangan, mereka adalah tentara berlevel tinggi.

Belum lagi peringkat para Barbarian, Elf, dan Monster dari tingkat yang lebih rendah ke atas, bersama dengan monster-monster raksasa, semuanya ada.

Banyak dari mereka, jika tidak diperingkat Lich Shire, berada disekitar peringkat dari para Vampire Lord.

Sihir-sihir area meledak disekeliling, batu-batu besar terbang sangat jauh dan ketika mendarat, menghantam tanah dan hancur dengan mudah seperti telur yang pecah.

Dia harus bekerja sendirian dan bertahan sambil mengawal sang Putri yang menunggangi kuda putih untuk menerobos medan perang yang sangat luas.

 

Translator / Creator: alknight