January 10, 2017

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 11 – Chapter 4: Roselyn Rescue Mission

 

Menerima quest tersebut cukup mudah, terlepas dari banyak statistik berubah, tak mengejutkan mengingat permintaan tersebut datang dari seorang vampir.

“Wah! Fame menurun.”

Setelah Weed menerima quest itu, Surka berteriak, sementara yang lainnya menunjukkan ekspresi jengkel. Mendapatkan Fame sangat sulit, seseorang bisa memburu monster atau mengulangi quest-quest yang sama selama satu minggu atau lebih untuk meningkatkan 200 Fame.

Juga ada penurunan pada Faith dan Luck, tetapi jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan Fame. Dan karena Fame memiliki hubungan langsung dengan quest-quest yang mungkin diambil seseorang, sementara itu untuk mendapatkan profesi kedua dan ketiga juga membutuhkan jumlah tertentu dari Fame, hilangnya Fame cukup besar.

Geomchi bertanya dengan serius.

“Weed.”

“Ya?”

“Jika hal ini terus terjadi, apa yang akan terjadi jika Fame kita mencapai nol?”

Meskipun Fame milik para Geomchi tidaklah terlalu tinggi, hasil kehilangan itu bukanlah masalah yang besar. Dalam kenyataannya, Weed menyimpulkan akan ada semacam pinalti ketika menerima quest.

“Sebuah quest kelas B ditawarkan tanpa memperdalam keakraban seperti quest-quest yang sebelumnya, jadi hilangnya Fame di negeri vampir bukanlah masalah yang besar.”

Awalnya Weed hendak mengatakan pada mereka hasilnya bukanlah masalah besar, tetapi dia memutuskan untuk mengatakan sesuatu dengan santai untuk mencegah mereka menerima tawaran sembarangan.

“Yah, toko senjata tidak akan menjual senjata yang bagus pada kita.”

“Kenapa?”

“Mereka akan mengatakan tak memiliki Fame dan orang tak dikenal tidak layak mendapatkan senjata-senjata bagus.”

“……..”

Keserakahan Geomchi akan senjata-senjata bagus tidak akan kalah pada siapapun, jadi sebenarnya, fakta bahwa dia mungkin tidak bisa membeli senjata-senjata bagus untuk persenjataannya yang lebih jauh lagi menyebabkan dia menerima kesedihan yang cukup besar.

Kemudian Geomchi3 bertanya.

“Tetapi itu tidak berarti satu-satunya pilihan kita adalah membeli senjata dari toko senjata. Bukankah kita bisa meminta para Blacksmith untuk membuat senjata secara langsung?”

“Masalahnya adalah para Blacksmith akan lebih sulit karena mereka memiliki harga diri yang lebih tinggi. Karena mereka membuat senjata sendiri, mereka ingin memberikannya ke tangan-tangan para selebritis. Dan jika Fame kita jatuh maka harganya akan naik, itu akan lebih sulit lagi.”

Geomchi3 tersenyum secara paksa.

“Kita mungkin bisa menahannya.”

Mereka masih bisa membeli senjata-senjata melalui Weed atau Mapan.

Untuk meminta para Blacksmith untuk membuat senjata unik menurut pesanan yang sesuai dengan preferensi pribadi mereka akan bagus, tetapi itu bukanlah kekhawatitan utamanya. Dan juga, para Blacksmith bisa saja memasang harga premium jika mereka benar-benar ingin membuat perlengkapan pribadi mereka.

Sekali lagi, Weed mencoba untuk membuatnya menjadi masalah besar.

“Juga akan sulit jika kau ingin masuk ke sebuah restoran.”

“Ke…kenapa begitu?”

“Sebuah restoran bergengsi tidak akan membiarkan siapa saja masuk.”

“Guaaah.”

Geomchi3 mengalami penderitaan atas hal itu.

Yang dibutuhkan untuk menekan nafsu makannya adalah jalan yang panjang dan penderitaan yang tak tertahankan. Dalam kenyataannya, makanan di Royal Road adalah sesuatu yang meringankan dorongan yang dihasilkan oleh dietnya yang ketat.

“Ayolah, apa Fame sepenting itu?”

“Tak seorangpun mengatakan hal itu akan menghasilkan masalah semacam ini?”

Para praktisi yang lain juga bergejolak.

Semangat mereka, hancur!

Weed kemudian beralih ke metode miliknya yang paling sederhana.

“Para sahyung sekalian!”

“……?”

“Bertarung! Saatnya untuk menyelamatkan si vampir cantik. Dan kemudian…. bersatu….”

“Bersatu…..”

Oryaaaa!

Mereka semua pada dasarnya meneteskan air liur. Seluruh wajah dari para praktisi, semuanya membentuk poker face yang mudah dibaca.

“Sekarang bukan saatnya untuk mempedulikan tentang sesuatu seperti itu!”

“Aku akan menjadi pria yang pertama untuk mendapatkannya…..”

“Harus cepat! Seorang gadis dalam kesulitan!”

Weed tidak melanjutkannya. Hanya isyarat disini dan disana akan mendapatkan hasilnya!

“Whoooaaaaaaaa!!!”

Para praktisi berteriak saat mereka menyerbu melintasi medan menuju ke desa itu, diikuti oleh para instruktur. Seolah agar tidak kalah, para instruktur juga mengeluarkan suara mereka.

“MINGGIR! Aku akan menyelamatkan Roselyn!”

“Peringkatmu dibawahku! Ikuti dan perhatikanlah!”

“Hyung, kenapa otoritas peringkat menjadi masalah disini!? Ada seorang wanita dalam masalah!!”

Baik para instruktur dan para praktisi meluncur!

“Minggir! INI SUPER MENDESAK!”

Geomchi juga, berlari seperti angin.

Para vampir perempuan adalah monster-monster yang sangat menyerupai manusia, dan cenderung sangat cantik.

Tak seperti High Elf dan Wood Elf yang polos menawan, para vampir perempuan memiliki sosok tubuh yang menarik dan sensual.

Si Ratu Vampir Roselyn yang tertangkap yang menunggu diselamatkan memiliki sosok yang sangat cantik.

Surka mendesah dalam-dalam. “Mereka tak berguna.”

Romuna juga, mengerutkan alisnya.

“Semua pria sama saja.”

Tetap saja, para Geomchi yang tampak macho dan gagah yang langsung melompat pada kesempatan untuk menyelamatkan ratu vampir adalah sebuah pemandangan mengecewakan yang sulit didipercaya.

Sementara itu, langkah dari Geomchi2 dan Geomchi16 tetap tak berubah

Maylon cukup penasaran kenapa begitu.

“Geomchi16nim, kenapa kamu tidak pergi bersama mereka untuk menyelamatkan ratu vampir itu?”

Kesannya pada Geomchi16 didalam kelompok Geomchi mirip dengan punggung tangan seseorang, hanya satu garis besar. Punggung tangan milik salah satu keponakan yang menangis keras, sementara dia diantara banyak yang lainnya memegang tangan itu di hari pertama dari tahun baru.

Geomchi16 menjawab dengan sebuah senyum cerah.

“Aku mengirim whisper dengan pacarku.”

“Pacar?”

Mata semua orang melebar takjub.

Geomchi16 punya seorang pacar!

Kemungkinan itu terlalu sulit untuk dipercaya.

Ini adalah pertama kalinya diantara kelompok Geomchi yang menyebutkan seorang pacar, jadi hal itu terdengar tak bisa dipercaya.

“Aku tak bisa percaya apa yang dia katakan.”

“Mungkinkah dia mengalami semacam gangguan mental?”

“Untuk berbicara dengan seorang khayalan, mungkin dia telah….”

“Jangan bicara seperti aku telah diculik!”

Banyak spekulasi yang keluar, dan saat Maylon mengatakan teorinya sendiri, kemarahan Geomchi16 menyebabkan Maylon tersedak kata-katanya.

Kemudian dia bertanya dengan susah payah.

“Bisakah kamu memberitahuku apa yang terjadi ketika kamu bertemu dia?”

“Aku mengenal dia sejak pertempuran dengan naga. Namanya adalah Libby. Bukankah itu nama yang indah? HAHAHA!!!”

Kejadian bagus terjadi pada Geomchi16 yang tak seorangpun mengetahuinya.

Dia mengabdikan bar terakhir dari HP miliknya untuk menambahkan seorang teman. Sebuah mimpi kemudian dijadikan kenyataan oleh Libby. Dia mengirim whisper pada Geomchi16 setelah mereka berpisah. Geomchi16 sangat kikuk, tetapi Libby terhibur dengan mengetahui Geomchi16 sangat jujur dan bisa dipercaya, dan sangat menghibur.

Dia kemudian dipandang oleh para Geomchi, tindakan itu adalah sesuatu yang layak ditiru! Oleh karena itu, mereka semua menyerbu seperti orang gila untuk menyelamatkan si vampir perempuan itu.

Mata Maylon berkedip-kedip penuh kekaguman.

“Tentu saja aku memahaminya! Sikap menjadi bisa diandalkan, tentu saja ini akan membuatmu populer. Oh, dan ngomong-ngomong, Geomchi2-nim, kenapa kau tidak masuk kedalam pertempuran?”

“Aku disini untuk mendampingi dia.”

Geomchi2 menghunus pedangnya dan berdiri di samping Seechwi untuk terus menjaganya.

Orc perempuan tinggi serta gemuk dan manusia!

Tubuh berotot Geomchi2 dan setinggi 2 meter, masih sedikit lebih kecil dibandingkan dengan Seechwi.

Jadi untuk mengatakan dia akan melindungi Seechwi mungkin terdengar sedikit tak biasa, tetapi dia masih tetap diam untuk menjaga Seechwi.

“Geomchi2-nim!

Chwiik, chwiyiit!”

Seechwi tidak tahu maksud kebaikan tersebut saat dalam tubuh kedua ini. Party-party yang dia ikuti sebelumnya penuh dengan kepahitan!

Memiliki orang baik tidak berarti status quo dibagi secara merata. Faktanya, item-item jarahan dan exp yang dia peroleh berada diukuran seekor kutu yang ada di tempat tidur dibandingkan dengan tempat tidur itu sendiri. Tak mampu masuk dalam pertempuran, dia hanya diijinkan sebagai seorang yang bertugas pembawa item, membawa tas.

Dia merasakan perasaan kesepian dan kesedihan, dan bahkan rasa malu. Namun, seseorang seperti itu muncul dihadapannya.

“Ini bukanlah pertama kalinya seorang pria mengatakan hal semacam itu padaku, tapi….”

Di kehidupan nyata, si psikiater cantik telah pergi berkencan dan semacamnya, sementara banyak pria berpakaian rapi mengantri dihadapannya.

Meskipun berlawanan dengan preferensi laki-laki di Royal Road dengan memilih ras Orc yang jelek, dia tidak harus khawatir tentang penampilan luarnya atau khawatir tentang pria yang berpura-pura tertarik tanpa agenda mereka sendiri.

Geomchi2 adalah kakak tertua diantara para instruktur, jadi dia secara alami sensitif pada orang-orang disekitarnya.

Weed melangkah maju.

“Kalau begitu, kami juga akan masuk kedalam pertempuran.”

“Weed-nim, aku akan memberi blessing. Biarkanlah kekuatan suci memenuhi tubuh engkau untuk melindunginya dari bahaya. Origin of Eternity!”

Doa dari Irene.

Saat dia melantunkan doanya, area tersebut dipenuhi cahaya putih.

Irene mendapatkan sebuah skill blessing baru!

Hal itu secara sementara meningkatkan pertahanan sihir dan fisik, juga meningkatkan kemampuan tubuh untuk sembuh.

“Biarkanlah kekuatannya mengalahkan segala bentuk kejahatan. Bless!”

Dia melanjutkan dengan blessing pada Weed, dan kemudian berpaling untuk memberi blessing pada anggota party yang lain. Meskipun kemampuan terbaiknya saat ini jauh dari kemampuan Alveron si kandidat High Priest, kekuatan suci milik Irene masih sangat efektif.

Sekarang mereka siap untuk pertempuran.

Weed kemudian berbalik kearah Yurin.

“Sis.”

“Huh?”

“Tetaplah disini dan bersembunyilah dengan baik. Mapan-nim akan ada disini bersamamu.”

“Ok.”

“Jika para monster mendekat, maka biarkan para sahyung mengurusnya, jika tidak, larilah.”

“Jangan khawatir, aku akan lari dengan cepat.”

“Jika kamu lapar, makanlah dendeng daging sapi didalam kereta itu.”

“Makan sampai aku kenyang.”

“Tetapi jika aku tidak kembali….”

“Aku akan mempersembahkan nasi terbaik ke alam baka.”

“Ya ampun……”

“Bercanda. Tak usah dihiraukan.”

Weed kemudian melanjutkan sebentar.

Dari hal-hal yang seperti biasanya para vampir perempuan sangat menggoda, tetapi jika seorang vampir laki-laki mengirimmu, jangan pergi. Ketika kau lelah, beristirahatlah. Memiliki stamina rendah artinya kau akan kelelahan dengan cepat. Jadi jangan melakukan hal yang berlebihan, untuk menghindari kelelahan kronis dan flu, itu akan….

Wajah Mapan terkesima.

“Kepekaan Weed-nim menurun dengan masing-masing kata yang diucapkan.”

Pale juga setuju.

“Untuk dengan tenang mendengarkan hal ini, Yurin-nim mengagumkan.”

Zephyr tampaknya mengetahui alasannya kenapa bisa begitu.

“Aku bisa mengaitkannya dengan hubungan antara kakak dan adik. Ketika dia keluar mengenakan rok mini, sebagai kakak aku tak bisa menyuarakan masalah yang dihadapi.”

Setelah mengomel beberapa saat, Weed memalingkan pandangannya kearah medan pertempuran.

“Situasinya disana lebih mendesak, jadi ayo bergegas.”

“Ya, kakak.”

“Masih ada banyak waktu setelah ini.”

“Beritahu aku lebih banyak nanti karena ada banyak subjek yang belum terselesaikan.”

“Tentu!”

Orang-orang disekitar mereka ketakutan.

Weed bergerak kearah gerbang desa fanatik yang terbuka lebar.

“Para vampir telah menyesatkan kalian orang-orang bodoh.”

“Bertobatlah. Bertobatlah!”

“Disini kami akan mengirim mereka ke neraka untuk menyesali dosa mereka! Dan kami telah diberi tugas oleh Dewa!”

“Skuad pertama, para Paladin, MAJU!”

Para fanatik.

Shadow Paladin dan Shadow Priest bersiap untuk menyerang. Dugaan dari penyerbuan membosankan saat desa menunggu untuk diserang telah sirna, karena para NPC manusia ini cukup agresif.

“Jalan yang kalian tempuh tidaklah sesuai dengan kehendak Dewa!”

Kecepatan berlari dari para Geomchi menurun secara signifikan. Langkah kaki mereka yang berat terus-menerus menghambat saat mereka maju melawan arah hembusan angin. Para Shadow Priest terus mengeluarkan sihir mereka.

“Kalian yang telah disesatkan oleh kejahatan, kalian adalah mahluk-mahluk terkutuk! Aroma yang memancar darimu sekarang akan membuat kalian sakit!”

Tubuh para Geomchi mulai berubah menjadi hijau. Sebuah aroma tak menyenangkan memasuki lubang hidung saat mereka menghirup nafas dalam wabah itu.

Biasanya hal ini akan menjadi perkembangan yang merepotkan! Kebanyakan akan kehilangan kehendak untuk bertarung, menahan nafas mereka dan melarikan diri.

Tetapi sayangnya, para Geomchi bukanlah manusia-manusia normal.

Geomchi3 menyeringai.

“Hanya segini!? Ini bahkan nyaris tak bisa dibandingkan dengan tidak membasuh kakiku selama 10 hari!”

Geomchi4 juga, mengeluarkan senyum sadis saat dia teringat satu kejadian dari masa lalunya.

“Aku pernah bertamasya ke hutan hujan selama 2 tahun, dan kemudian kembali ke Korea. Semua orang melarikan diri dari kamar mandi ketika aku mulai menggunakannya. Hehe!”

“Tak pernah ada aroma yang bisa membuat rambut di kulitku berdiri!”

Dia telah menjalani pelatihan mengerikan untuk mendisiplinkan dirinya sendiri terhadap segala macam bau.

Geomchi tanpa tujuan mengeluarkan tawa kecil.

Itu adalah masa-masa yang lalu. Di masa kanak-kanannya, saat ketika dia mempelajari seni pedang, rumahnya sangat miskin, dan tak ada sesuatu untuk dimakan. Kadang-kadang ditengah-tengah latihannya, dia menemukan makanan dan makan di kamar mandi saat itu.

Ini adalah salah satu dari zona nyaman miliknya!

Pada saat itu, itu disebut sebuah dwitgan (sebut saja ‘toilet’). ‘Fasilitas’ tersebut tidak memiliki air. Itu adalah sebuah pondok tua dan usang, dimana kau harus menyekop limbahnya, tak seperti toilet modern yang lazim!

Makanan di dalam dwitgan sangat lezat.

“Berjongkok disana sambil makan mie instan adalah yang terbaik.”

Masa lalu dari masing-masing Geomchi begitu tragis!

Meskipun tubuh mereka penuh dengan wabah yang melemahkan persendian mereka, mereka terus maju.

“Warrior’s Assault!”

“Endless Sword!”

Tubuh para Geomchi mengeluarkan cahaya samar.

Kecepatan berlari dan kecepatan menyerang milik mereka meningkat.

Warrior’s Assault.

Sebuah buff yang meningkatkan kecepatan berlari si penerima sebesar diatas 25%! Serbuan serangan yang kuat sangat efektif melawan para Knight.

Meskipun itu mengkonsumsi stamina dalam jumlah yang lumayan besar, pertukarannya sepadan. Saat buff tersebut berlangsung, apapun yang ada dihadapannya tidak memiliki kesempatan.

Menebas, menusuk, dan memukul segalanya!

Pedang-pedang itu dipaksa mengalir terus-menerus seperti aliran air. Buff tersebut tidak efektif pada mereka yang tidak familiar dengan pedang. Jika seseorang mengacaukan alirannya dihadapan monster, potensi pedang itu bisa keluar kendali.

Seseorang harus berada tiga atau empat langkah didepan monster dan mengubah pola serangan mereka dengan tepat.

Dan meningkatkan keahlian skill bisa dilakukan melalui usaha, tetapi untuk sepenuhnya memanfaatkan kemampuan tersebut sampai potensial penuhnya bergantung pada kemampuan bertarung individual.

“Bantai mereka!”

“Tak ada yang bisa menghentikan kami!”

Para Geomchi mengacungkan pedang mereka dan melaju seperti orang gila. Pedang-pedang itu menebas angin! Mereka menyerbu kearah para Priest yang mengeluarkan hembusan angin tersebut.

Dan lebih banyak Paladin yang masuk didalamnya.

“Serang!”

“Rasakan amarah Dewa, orang-orang sesat!”

Para fanatik dan para Geomchi masuk dalam pertempuran.

“Hammer of God!”

“Ground Reversal!”

Perisai-perisai yang diperkuat secara magis dan pedang-pedang berbenturan.

“Pembenci. Benci kehendak Dewa!”

Itu bukanlah sebuah skill, hanya kedua kawanan beradu mulut.

“O kekuatan dari Holy Spirit, berikan aku kekuatan untuk melepaskan penderitaan. Therapeutics

Touch!” (Sentuhan pengobatan)

Para Paladin terus menerima blessing dari para Priest setiap kali HP mereka menurun.

Para Priest, Clergy dan semacamnya tidak memiliki serangan sihir yang sangat kuat, tetapi blessing perlindungan dan penyembuhan milik mereka tak tertandingi.

Para Geomchi melanjutkan serangan-serangan ganas mereka, tetapi damage yang mereka sebabkan pada para Paladin dengan cepat dipulihkan. Bukan hanya itu, armor-armor mahal yang dipakai para Paladin memperkuat defense mereka tak bisa dibayangkan.

Kemudian para Priest yang ada dibelakang terus memberi buff pada kekuatan serangan para Paladin.

Selain itu, para Paladin mengenakan armor-armor hebat!

Mata Weed tertuju pada mereka.

“Set armor! Bahkan milik para Paladin!”

Paladin adalah salah satu dari profesi-profesi yang paling populer. Mereka bisa menggunakan berbagai senjata seperti pedang dan tombak. Mereka juga bisa menggunakan sihir, dan memiliki pertahanan yang tinggi untuk bertahan hidup, jadi profesi itu sangat disukai banyak orang.

“Jika itu adalah set armor Paladin, aku bisa menjualnya dengan harga yang luar biasa tinggi.”

Kebanyakan orang tidak suka memeriksa pelelangan untuk mendapatkan sebuah bagian pada suatu waktu. Kebanyakan orang hanya akan membeli satu set penuh bahkan jika itu lebih mahal.

“Ini menakjubkan untuk datang ke Negeri Vampir.”

Kemudian, mereka harus memenangkan pertempuran itu.

Para Priest di barisan belakang membuatnya semakin sulit dengan buff dan penyembuhan mereka yang terus-menerus.

“Kenapa orang-orang bodoh ini tidak mati!”

“Para Priest menyembuhkan mereka.”

“Pengecut…..”

Para Geomchi berteriak.

Meskipun tak miliki Vitality setinggi yang dimiliki para Geomchi, para Paladin itu terusmenerus mendapatkan penyembuhan dari para Priest. Bahkan seseorang yang tampak hampir mati, para Priest merawat mereka sampai mereka sepenuhnya pulih.

Para Paladin melanjutkan pertarungan yang sengit, membentuk dinding yang tak bisa ditembus.

Mereka dengan tegas berdiri ditengah-tengah pertempuran, sambil bertahan dengan perisai mereka, dan perlahan-lahan menekan mundur para Geomchi.

“Magic Arrow!”

“Ice Bolt!”

Pada saat yang sama dengan barisan defensif mereka, para Priest juga menggunakan beberapa mantra serangan yang kuat.

Karena damage yang terus-menerus mereka terima, akumulasinya menjadi lebih dan lebih signifikan.

Para Geomchi berada terlalu jauh didepan bagi dia untuk ikut campur, tetapi Pale menjadi semakin dan semakin gelisah.

“Jika hal ini terus berlanjut, apakah kita akan gagal dalam quest tersebut?”

Weed menggelengkan kepalanya.

“Kita baik-baik saja.”

Quest yang didapatkan dari kota para vampir!

Mirip dengan quest yang dia terima dulu untuk bertarung dengan klan milik Tori, juga quest kelas B.

Untuk menyelesaikan quest tersebut pada saat itu, dia harus berjuang untuk meningkatkan dan memanfaatkan semua skill miliknya sambil dibantu Alveron.

Namun, situasinya telah berubah. Para Geomchi memiliki level yang lebih tinggi dibandingkan Weed pada saat itu, dan menguasai kemampuan mereka. Meski demikian, optimisme Weed masih tampak sedikit masam.

“Quest akan berhasil, tetapi akan ada pengorbanan.”

“Ya?”

“Kita akan berakhir jika kita tewas ditempat ini.”

“Ah, itu adalah sebuah pembatasan sialan!”

Pale dan Zephyr tertegun. Jika kau gagal dalam sebuah quest, atau mati, kau akan dibuang selamanya dari dunia vampir. Dalam hal kematian, kebangkitan bukanlah sebuah pilihan.

Memiliki Strength yang tinggi adalah fitur luar biasa dari para Geomchi. Tetapi hal itu juga berarti defense mereka tidak cukup memadai jadi mereka cukup rentan. Selain itu, mereka bahkan tak bias menggunakan mantra penyembuhan diri yang sederhana seperti para Paladin.

Karena segalanya terjadi seperti itu, damage yang berkelanjutan secara alami akan mengarah pada kematian, dan jumlahnya relevan dengan total kekuatan mereka.

Pale menyadarinya.

“Kita akan dimusnahkan jika ini berlanjut!”

Irene tak memiliki kekuatan untuk menyembuhkan orang-orang dalam jumlah yang besar. Oleh karena itu, fakta yang mereka hadapi adalah bahwa siapapun mungkin akan dimusnahkan. Terutama, para Geomchi yang memiliki Defense rendah memiliki kemungkinan tertinggi akan mati setiap saat.

Berbicara secara terus terang, jika pertempuran berlanjut seperti situasi saat ini, jumlah sekutu mereka akan berkurang banyak.

Cara Weed melakukan sesuatu adalah secara cermat melewati persiapan yang menyeluruh.

Memanfaatkan sekutunya, menguji kekuatan musuhnya, sambil memanfaatkan dengan baik lingkungan sekelilingnya.

Tetapi sekarang bukan itu masalahnya.

Mereka diijinkan berada di negeri ini selama 3 bulan.

Situasi saat ini: cobaan vampir penyihir.

Tak banyak waktu yang tersisa untuk menyelamatkan Roselyn dari tempat pembakaran tersebut.

Sementara para Paladin dan para Priest terus bertahan dengan penghalang mereka yang tak bias ditembus.

“Harus mempertaruhkan segalanya pada yang satu ini.”

Hati Weed hendak hancur karena rasa sakit yang tumbuh perlahan-lahan.

“Set armor Paladin. Harus menyerah menahan damage sekarang.”

Organisasi didalam sifat pertempuran bisa meminimalisir korban. Sambil mengkomando ratusan perwira adalah sebuah tugas yang luar biasa, pada saat yang sama, pertempuran terorganisir bias berarti mengabaikan kemenangan, dan menderita lebih banyak kerusakan.

Dalam ‘formasi’ pertarungan jarak dekat yang kacau ini, pengendalian pertarungan itu tidaklah serumit itu. Selain itu, niat dari para Geomchi yang tidak dalam mood untuk mendengarkan siapapun bisa diketahui dengan baik.

Weed berteriak.

“Roselyn, bertahanlah sebentar! Zephyr-nim datang untuk menyelamatkanmu!”

Kureureureung!

Teriakan mengerikan menggema di medan pertempuran.

Lion’s Roar milik Weed membangkitkan riak efek yang besar.

Sampai sekarang, masing-masing individu yang enggan membantu dari para Geomchi terus bergerak maju kearah Roselyn, memeras kemarahan mereka.

“Apa? Si playboy itu akan menyelamatkan Roselyn kita?”

“Tidaaaak! Jangan harap!”

“Lebih baik aku membiarkan para sahyung kami yang mendapatkan dia.”

“Semua pria tampan mati saja!”

Pergerakan para Geomchi berubah.

Daripada hanya berpikiran memaksakan jalan mereka ke Roselyn, mereka menekan para Paladin dan secara sungguh-sungguh bertarung dalam jarak dekat.

“Rotating Lunge!”

“Crisscross Cut!”

“Seven Stroke!”

Para Geomchi memanfaatkan skill-skill mereka dan dan menyerang dengan agresif.

Menghantamkan pukulan langsung dengan pedang mereka.

Mereka menggunakan serangan jarak jauh dengan pedang mereka, sambil menghasilkan sedikit damage dengan menggunakan banyak Mana. Sekarang mereka memanfaatkan serangan jarak dekat mereka.

Skill-skill yang mudah dan lebih efektif.

Beberapa orang berguling-guling di tanah untuk menghindari panah-panah sihir yang datang, dan kemudian melompat ke udara segera setelahnya.

Mengayunkan pedang mereka pada musuh selagi berputar-putar diudara.

Hasil dari agility, kecepatan, penilaian, dan pengalaman!

Adegan yang ada disini tak terdapat difilm-film apapun.

Dari berlari, merunduk, bahkan melempar pedang mereka untuk menyerang….. menyerang tanpa pikiran-pikiran terganggu seperti gerakan-gerakan mencolok dan bertahan.

Para Paladin dengan panik menghindari penyerangan para Geomchi yang habis-habisan dengan mengeluarkan sihir-sihir mereka.

“Aku pasti tidak akan membiarkan dia lewat!”

“Aku tidak peduli seberapa tak adilnya dunia terhadapku, ini bukan demi kepentingan Zephyr!”

Sebuah pertarungan terhormat satu lawan satu selama sebuah pertikaian. Didalam perang, masa bodoh dengan hal itu!

Para Geomchi mengulangi taktik menyerang yang sama kemudian mundur sambil mengeroyok satu Paladin dengan 34 orang.

Mereka melanjukan melakukan hal itu saat mereka mengisolasi beberapa Paladin, dan menghabisi mereka. Para Priest terusmenerus mengeluarkan penyembuhan dan virus, tetapi para Geomchi bias menekan para Paladin sampai pada batas mereka.

Para Geomchi memiliki banyak pengalaman menyerang kelompok musuh yang besar, jadi para Priest tak memberi kerusakan yang berarti saat mereka mencoba untuk turut campur.

Di sisi Paladin, mereka tidak diberi sedikitpun waktu untuk menghirup nafas saat mereka menghadapi gempuran membabi buta dari para Geomchi.

Dalam pertempuran tersebut, hanya dalam sesaat pada momen tersebut!

Untuk satu Paladin yang terkurung, dia diserang 56 kali dalam waktu yang singkat itu.

Air mata Weed yang terhibur memudar saat dia mendekati para Priest pada rute yang berbeda dari kejauhan. Dia berniat menyerang para Judge dan para Priest yang berlokasi dibelakang unit Paladin.

Dadadadadadadadak!

Dari suatu tempat, langkah-langkah kaki mendekati dia tanpa sebab yang jelas.

Oleh karena itu, Weed tanpa mempedulikannya, mempercepat langkahnya di medan tersebut. Tetapi kemudian, Zephyr juga melakukan hal yang sama.

Awalnya, niatnya murni. Weed hanya mempercepat untuk mendapatkan tingkat kecepatan berlari yang sama. Kemudian tiba-tiba, mereka berdua terus meningkatkan kecepatan mereka seolah-olah berada dalam sebuah kompetisi.

Harga diri pria.

Untuk alasan sepele semacam itu, bahkan jika stamina mereka terkuras, mereka sudah pasti menolak untuk tertinggal dibelakang.

Jika mereka berada dalam kondisi yang sama, Weed akan sedikit lebih cepat. Tetapi pada saat ini, dia memakai armor berat. Jadi Zephyr bisa menyaingi kecepatan Weed.

Weed adalah yang pertama membuka mulutnya. Meskipun dia terengah-engah, kata-katanya mengalir keluar dengan tenang.

“Medannya lumayan sulit.”

“Bukan masalah besar.”

Zephyr juga mempertahankan kebugarannya.

“Bagaimana kalau kau melambat? Itu akan sedikit sulit untukmu….”

“Apa hyung-nim mengatakan itu sulit karena sedikit lebih tua dari aku? Aku memiliki tubuh yang sangat ringan.”

“Hu hu hu, anginnya cukup tenang. Sejauh ini, aku hanya menggunakan 1% dari kekuatanku.”

“Hanya 0.2% dari kekuatan sejatiku yang telah terpakai saat ini.”

Pola pikir persaingan yang kekanak-kanakan dari pria tidak akan berakhir.

Weed mengangkat tangannya.

Masih ada jarak yang lumayan jauh dari para Priest. Namun, dia memiliki senjata rahasia yang tersembunyi.

High Elf Yurika’s Bow.

Impian dari semua Archer.

Weed memasang anak panah pada busur tersebut. Kemudian menembakkannya kearah Priest.

Syusyuk!

Busur tersebut mengandung kekuatan dari roh air. Panah tersebut membesar saat meninggalkan aliran tetesan air pada lintasannya.

Segera panah itu mencapai targetnya.

Puwawak!

Panah itu menyapu para Priest seperti sebuah gelombang.

Busur megah yang bisa menggunakan kekuatan roh air!

Skill Archery milik Weed tidaklah sangat bagus. Kebanyakan dari pertempurannya dia mengandalkan pedangnya. Panah yang dia tembakkan sebelumnya hanya melayang kearah monster dari kejauhan.

Dan juga, karena skill tersebut tidaklah satu set dengan mastery miliknya, itu memiliki kekuatan yang sangat kecil seolah-olah menurun.

Tetapi tembakan dari Yurika’s Bow mencapai para Priest pada jarak yang mengejutkan dan menghasilkan damage standart.

“Busur ini benar-benar bagus.”

Weed terus menembakkan panah menggunakan Yurika’s Bow kearah para Priest. Mana miliknya dengan cepat terkuras, tetapi dia tidak peduli.

“Bajingan pengecut!”

“Kami adalah penganut Dewa.”

“Kau pasti menerima amarah Dewa!”

Teriakan dari para fanatik!

Weed dan Zephyr mendekat pada para Priest dengan lari mereka yang cepat.

Tatapan Weed menjadi dingin.

“Aku akan memenangkan pertempuran ini dan mengambil set armor itu.”

Banyak orang juga mengambil peran para Priest. Sayangnya, harga daru jubah para Priest jauh lebih rendah.

Karena mereka biasanya tidak berada di barisan depan dari pertempuran, armor mereka tidak memerlukan banyak defense.

“Set armor!”

Mati-matian mendapatkan item-item!

“Moonlight Sculpting Blade!”

Mengarahkan pada para Priest!

Weed memaksa masuk diantara para Priest saat dia mengacungkan pedangnya.

Karena fakta bahwa level miliknya lumayan tinggi daripada quest saat ini, para Priest kehilangan nyawa mereka dalam 2 atau 3 serangan.

“Gelang, cincin, anting-anting, staff sihir! Semuanya MILIKKU!”

Weed menjarah para Priest saat dia melewati mereka.

Zephyr juga menyerang dengan radius yang luas saat dia mengayunkan joran pancingnya, sementaraSurka menggunakan tinjunya dalam pertarungan jarak dekat. Pada saat yang sama, Maylon dan Pale memposisikan diri mereka diatas sebuah bukit.

“Triple Shot!”

“Fatal Blow!”

Dan untuk mendukung mereka berdua saat menembakkan panah mereka, Romuna mengeluarkan sihirnya.

“Fire Tornado!”

Sebuah topan api yang besar terjadi.

Daripada menyerang secara langsung, sihir itu memiliki jangkauan yang luas dan menghantam banyak musuh, pada dasarnya, mencegah para Priest menggunakan sihir mereka.

Hwareureureu!

“Kueahak!”

Para Priest berteriak.

Tanpa menghiraukan api yang ada disekitarnya, Weed terus menargetkan para Priest.

Tanpa perlindungan dan penyembuhan dari para Priest, para Paladin tewas dengan cepat satu per satu.

Geomchi2 dan Geomchi3 bergabung dengan Weed ditengah-tengah api tersebut.

“Aku akan membantu.”

“Kita harus memecahkan pasukan mereka.”

Saat mereka membaca aliran pertempuran, para Paladin bersatu menjadi satu perkumpulan yang kokoh. Sementara tampaknya melewati batas mereka, mereka tidak hancur.

Untuk keyakinan kami, kami mempersembahkan penderitaan kami.

Semoga Dewa menghukum orang-orang sesat ini.

Para Paladin.

Mengorganisir diri mereka sendiri dan memanjatkan doa mereka. Kontras dengan karakteristik mereka, mereka bahkan membuang perisai mereka.

Kami akan selamanya tetap setia, bahkan untuk mengikuti dalam kematian.

Demi Dewa, kami serahkan hidup kami.

Saat mereka melanjutkan menyanyikan pujian, para Paladin dengan ganas mengayunkan pedang mereka. Sambil mengabaikan pertahanan, mereka bertarung siap menghadapi kemusnahan. Para Geomchi membalas demi hidup mereka.

“Sialan!”

“Darimana mereka mendapatkan kekuatan itu….”

Kehendak untuk hidup dari para Paladin dua kali lebih besar daripada para Geomchi.

Para Geomchi dikepung oleh para Paladin sampai pada poin dimana hanya ada sedikit jarak diantara masing-masing Geomchi. Kemudian para Paladin menyerang tanpa henti saat mereka mengabaikan pertahanan mereka, tetapi karena damage yang mereka hasilkan cukup sedikit, masing-masing dari mereka jatuh satu per satu.

Pertempuran ganas tersebut belangsung selama lebih dari 40 menit!

Saat para Shadow Priest dijatuhkan dihadapan mereka, para Shadow Paladin juga kehilangan nyawa mereka. Para Geomchi terkulai saat mereka duduk.

“Uhuk.”

“Sudah lama aku tidak merasa gugup.”

Stamina mereka terkuras setelah pertempuran yang panjang tersebut. Bahkan jika mereka melawan monster yang sulit, mereka bisa dengan mudah beristirahat diantara pertempuran. Tetapi perang melawan para Paladin ini adalah sebuah keharusan demi kepentingan quest, dan tak boleh berhenti karena mereka harus memenangkan pertempuran tersebut.

Geomchi13 menyeringai.

“Syukurlah. Anak-anak tidak terluka.”

Geomchi19 juga setuju.

“Apa kita cukup bermartabat? Akan memalukan jika kita tidak bisa melindungi mereka.”

Mereka menghadapi serangan dari para Shadow Priest dan para Paladin untuk memastikan keamanan Seechwi dan Yurin dibelakang.

Harga diri pria.

Meski mereka tampak dekat dengan kematian, mereka bersedia untuk bertarung pada jarak yang dekat untuk memastikan keamanan dari para wanita di belakang.

Pada pemeriksaan lebih cermat setelah memenangkan pertempuran, jumlah dari para praktisi menurun sebesar 34. Mereka kehilangan nyawa mereka selama pertempuran sengit tersebut.

Utamanya mereka yang kekurangan pengalaman yang tewas selama pertempuran yang membingungkan.

“Ahem ahem!”

Geomchi terbatuk tidak nyaman. Selain itu, Geomchi2 dan Geomchi3 tidak mengangkat kepala mereka, sama juga dengan para instruktur yang lain.

“Bagaimana kita akan menginstruksi anak-anak itu…. sungguh kekecewaan yang besar.”

“……”

“Malam ini, buat mereka mengerjakan masing-masing yang telah ditetapkan.”

“Baik.”

“Tulis nama-nama dari yang telah meninggal secara terpisah.”

“Baik!”

Hukuman untuk kehilangan nyawa mereka didalam game adalah kehilangan exp dan menjalani hukuman kecil.

Latihan Neraka!

Mereka akan menjadi sasaran untuk setidaknya sebulan berada didepan gerbang neraka.

“WOW.”

“Lebih baik untuk tidak bersantai-santai terlalu berlebihan untuk menghindari kematian.”

“Dimasa depan, para instruktur juga memiliki sebuah tanggung jawab pada para praktisi mereka.”

Bahu para instruktur jatuh.

Tetapi ini adalah semacam sikap pelatihan yang lain pada mereka.

Bukannya mengajar seleksi yang mereka miliki pada para praktisi, secara komparatif, Royal Road menawarkan cara-cara yang tak terbatas untuk mempelajari seni.

Royal Road lebih unggul dalam hal pelatihan lima indera dan seseorang bisa sepenuhnya memanfaatkan pedang.

Bahkan tanpa membutuhkan menggunakan skill, tak seorangpun yang tidak berbahaya saat benar-benar menggunakan pedang jika mereka telah mengantisipasi perilaku dari para monster.

Meski demikian, para praktisi menghadapi resiko yang lebih tinggi, jadi akan lebih baik bagi para instruktur untuk memonitor kelompok murid mereka.

Setelah itu, para Geomchi, para instruktur, dan setiap praktisi mendekati Roselyn yang masih berada di salib tersebut.

Gulp!

Geomchi menelan ludahnya.

Makhluk yang tergantung disalib itu memiliki penampilan yang sangat menggoda.

“Bi-Biar aku turunkan kamu.”

“Terima kasih.”

Geomchi melepas ikatan tali pada Roselyn. Dia berpegangan pada Geomchi setelah itu untuk menunjukkan rasa terima kasih.

“Aku bisa dibebaskan berkat Yongsa-nim.”

(Ksatria pemberani)

“Ahem!”

*Ding*

Vampire Rescue selesai

Roselyn telah diselamatkan dari cengkraman Taron’s Cult.

Dia ditakdirkan untuk menjadi seorang ratu yang hebat. Sesuai dengan jumlah darah yang dia minum, dia akan menjadi lebih cantik.

Hadiah Quest:

Ambilah dari Minorue

Saat Roselyn mengucapkan terima kasih pada semua orang, dia mendekati mereka dan menunduk untuk mencium tangan mereka.

“Oh pahlawan manusia yang hebat, aku dengan rendah hati memberi kalian rasa terima kasih tulusku karena menyelamatkan aku.”

Para Geomchi merasa tersanjung.

“OHH!”

“Bagus!”

“Kerja bagus untuk datang ke Negeri Vampir ini!”

Setelah menyelesaikan quest tersebut, perasaan dari pencapaian memenuhi udara! Dari para guru berlanjut pada para praktisi, Roselyn memberi rasa terima kasih dengan cara memberi pelukan secara bergantian.

Quest selesai, Pale dengan halus memeriksa pemberitahuan penyelesaian quest.

“Maylon-nim, apakah tidak berlebihan untuk bertanya, apa yang kita terima dari penyelesaian quest ini…..”

“Alayot!”

Dari Minorue, masing-masing orang menerima 10 boneka kutukan sebagai hadiah. Item-item semacam ini bisa dipersembahkan pada Kuil untuk mendapatkan peningkatan reputasi.

Mereka juga menerima exp dalam jumlah yang cukup besar, para Geomchi yang berlevel paling rendah bisa mendapatkan 23 level.

“Hadiahnya tidaklah buruk sama sekali.”

Weed puas.

Setelah mendapatkan rasa terima kasih dari si vampir cantik, para Geomchi sangatlah senang.

“Kuharap quest ini bisa diulangi….”

“Menyelamatkan dia adalah hal yang benar untuk dilakukan, ini adalah salah satu contoh dari sifat ksatria.”

Mulai dari situ, mereka mulai menerima quest-quest Vampir!

Quest-questnya berkisar dari kelas B dan C, dan mendapatkan sebanyak 4 quest sekaligus.

Meskipun mereka menerima kerusakan yang cukup besar dari pertempuran pertama, melalui pimpinan Weed, kerusakannya sekarang telah berkurang secara drastis.

Diluar dinding merah dari kota tersebut, dimana sapi-sapi liar berkeliaran, adalah mangsa favorit mereka.

Dan alasannya adalah bahwa mereka bisa memakan daging sapi setelah penyerbuan! 19 Geomchi tewas.

Mereka menjadi lebih waspada ketika mereka memburu Beasts of Chaos. Karena para binatang itu bisa menggunakan seni kegelapan dan fisik mereka sangat tinggi. Oleh karena itu, serangan frontal tampak lebih membahayakan daripada bagus.

Weed dan top 100 praktisi memutuskan untuk masuk kedalam pertempuran.

“Bagaimana kita akan bertarung? Haruskah kita menyerang habis-habisan?

Menurutku jika kita melakukan hal itu, kita bisa menguras sekitar setengah dari HP mereka.”

Kata Geomchi12 sambil mengepalkan tangannya.

Sebagai perbandingan, sudah jelas bahwa binatang-binatang itu jauh lebih kuat daripada mereka, tetapi bagaimanapun juga, dia tidak mau membiarkan dirinya sendiri untuk menunjukkan tanda-tanda kelemahan apapun.

“Tetaplah berdiri selama yang kalian bisa ketika bertarung melawan mereka.”

“Apa kita bisa menang?”

“Tentu saja! Mereka akan menyerang kita dengan segala kekuatan mereka, jadi itu bagus untuk menunjukkan bahwa kalian bisa menentang mereka. Itu akan sangat sulit. Jangan melawan mereka sampai mati, larilah dari mereka untuk bertahan hidup.”

“Oh? Kedengarannya menarik. Ayo lakukan kalau begitu.”

Weed bersama dengan para Geomchi tingkat atas menyerang para binatang. Dan mereka dihajar dengan sungguh-sungguh dengan segala macam sihir dan serangan fisik. Dan sebelum nyawa mereka melayang, mereka melarikan diri seperti angin.

“First Aid!”

Dia menggunakan skill First Aid pada mereka.

Weed membawa banyak bahan-bahan pertolongan pertama pada kereta itu untuk situasi-situasi seperti ini. Sementara itu, 100 orang gelombang kedua dipimpin oleh Geomchi2 meluncurkan serangan.

“Yo binatang iblis!”

“Majulah!”

Mareka diserang dengan kutukan dari seni kegelapan dan serangan fisik yang berkelanjutan, berbalik dan mundur.

Seperti sekelompok tank!

Pelan-pelan membuat jalan mereka kearah kemenangan!

Seiring waktu, kekuatan dan HP Beast of Chaos terus menurun. Dan karena Intelligence mereka rendah, monster-monster itu mulai lepas kendali.

Rush, rush!

Tanpa berhenti sedikitpun, pertempuran tersebut meningkat dan menyebabkan lebih banyak pelarian.

Metode bertarung ini didapatkan Weed sambil bertarung berkali-kali bersama dengan Alveron si kandidat High Priest. 100 orang pada masing-masing penyerangan secara bergantian menurunkan kekuatan para binatang itu, ketika mereka sepenuhnya hangus, hal itu mengarah pada kematian mereka, sebagai hasilnya, hanya 13 Geomchi yang tewas untuk kemenangan tersebut!

Mereka tak bisa melarikan diri dari serangan-serangan binatang itu yang cukup cepat.

Pale bergumam.

“Quest ini juga sulit.”

Zephyr juga setuju.

“Terlalu lelah untuk merayakan kemenangan.”

Beberapa quest melalui kerja keras menghasilkan skill-skill baru.

Mereka yang mengklaim bahwa kerja keras tidak akan menghasilkan apa-apa, tiba-tiba menyadari keyakinan Weed.

Berkat hal itu, Pale dan Irene bisa mendapatkan beberapa skill baru. Meskipun persyaratan skill-skill tersebut begitu amburadul hingga mereka mengeluarkan jeritan teror.

“Aku harus menembak sekali setiap 1000 langkah, jika aku tidak bisa, aku tidak akan diijinkan menembak selama 10.000 langkah.”

“Apa sesulit ini untuk meningkatkan keahlian pada Sacred Blessing? Aku harus melatihnya setiap hari selama masing-masing 10 jam…..”

Jumlah kematian perlahan-lahan menurun saat mereka mengerjakan quest, tetapi mereka menghabiskan lebih banyak waktu daripada yang sebelumnya. Meski demikian, tak seorangpun mengeluh.

Segera setelah mereka memasuki Negeri Vampir, party Pale menyadari bahwa mereka tidak berpersiapan untuk suatu tugas semacam itu, sekarang ini utamanya berfokus pada keselamatan.

Dari sudut pandang para praktisi, jika mereka mati, gerbang neraka akan terbuka untuk mereka.

Para instruktur, yang mengemban tanggung jawab serta hukuman untuk para muridnya, khawatir tentang keselamatan mereka juga. Meskipun perkembangan questnya menjadi sangat lambat, mereka masih akan memprioritaskan keselamatan diatas segalanya!

Pada saat ini Geomchi terpengaruh oleh makanan lezat dan Hwaryeong.

Weed adalah satu-satunya yang berpikiran berbeda.

Dia ingin memanfaatkan periode dobel exp yang diberikan.

Dia akan mencoba untuk mendapatkan quest-quest bertarung dengan monster lain sehingga hal itu tidak akan mengganggu quest-quest yang sedang dikerjakan rekan-rekannya.

“66 orang dari kita telah mati. Jumlahnya akan meningkat tanpa diragukan lagi, dan mungkin lebih banyak lagi saat mereka mendapatkan quest-quest dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Lebih baik untuk bertahan hidup selama mungkin. Masih ada hal-hal yang harus dilakukan setelah kita selesai disini.”

Perasaan isolasi sepenuhnya keluar di Negeri Vampir ini. Sementara hal itu akan terus meningkat sesuai dengan jumlah orang yang mati.

Cara Weed untuk memastikan jumlahnya tidak secara drastis meningkat dengan menghabisi sekelompok monster yang lebih kuat saat dia berburu.

Jadi dalam beberapa perburuan, dia menghabisi monster lebih banyak daripada jumlah yang diminta, seperti mengalahkan para Wizard dan para Cleric dari Killer Blade Army sebagai tambahan untuk permintaan tersebut.

Dengan cara ini, Weed jauh lebih sibuk daripada kelompok orang-orang itu.

Karena quest-quest didahului dengan peringatan, mereka mempersingkat waktu istirahat makan sesingkat mungkin. Sementara Weed dan Mapan mengerjakan persediaan untuk persiapan makanan, yang lainnya mengerjakan tugas-tugas mereka.

Para Geomchi terbiasa untuk membuat makanan mereka sendiri, sementara Yurin dan Irene serta gadis-gadis yang lain mencoba untuk membantu, dari mencuci beras sampai piring-piringnya atau menyalakan api.

Tugas Weed berkurang hingga hanya mengeluarkan bahan dan bumbu makan karena tugas para gadis meningkat.

Ketika Weed memasak sendiri untuk kelompok tersebut, itu bisa menghabiskan waktu 5 jam untuk setiap kali memasak. Dan berkat hal ini, skill Cooking miliknya meningkat pesat.

Hwaryeong berkata sambil tersenyum setelah dia mencicipi kimchi.

“Kimchi sungguh sangat lezat.”

Irene kemudian bergumam sedih.

“Tetap saja itu berasal dari China.”

“…….?”

Dia masih tidak bisa menyingkirkan perasaan dari bahan-bahan yang mendekati tanggal kadaluarsa.

Meski demikian, Hwaryeong dan yang lainnya menikmatinya. Perasaan duduk di tanah makan makanan yang baru dibuat telah memikat dirinya. Yurin dan Surka yang diusia yang sama juga ingin memasak makanan.

Tentu saja Zephyr dan Pale yang jantan tidak mau berdiam diri. Mereka mendapatkan kayu bakar yang dibutuhkan dan juga mempersiapkan bahan-bahannya.

Bahkan sampai sejauh menghilangkan bagian beracun dari monster-monster yang mereka buru. Pale dengan busur panahnya mendapatkan burung-burung, sementara Zephyr pergi ke sungai untuk memancing.

Mereka menambah bahan-bahan makanan dengan rajin.

“Cepat! Kami butuh ikan disini.”

“Ya ya, sebentar lagi.”

Zephyr tak pernah terburu-buru saat memancing. Sambil memancing di sungai, dia hanya akan memperhatikan aliran sungai dengan pikiran yang damai.

Tetapi sejak dia bergabung dengan Weed, dia diharapkan untuk mendapatkan makanan. Dia sekarang ini memancing menggunakan 10 joran pancing sekaligus, jadi tak ada waktu bagi dia untuk masuk ke mode bersantai-santai.

Tekanan hal aneh meskipun dia menangkap ikan tidaklah jarang, tingkat keahlian pada skill miliknya meningkat dengan cepat.

“Mungkin alasan tingkat keahlian tahap Advanced milikku terhenti karena aku terlalu santai.”

Dia yakin bahwa skill Fishing meningkat dengan cara menangkap ikan-ikan langka.

Bahkan ada sebuah catatan dari ikan-ikan yang telah seseorang tangkap. Tetapi sekarang, hanya menangkap banyak ikan, keahlian skill miliknya meningkat dengan sangat jelas.

“Mungkin profesi ini bukanlah untuk melegakan hobi. Ini adalah sebuah pertarungan untuk kelanjutan eksistensi, mungkinkah memancing memiliki arti untuk bertahan hidup? Itu masuk akal……”

Zephyr bergerak dengan cepat dan dengan seksama saat dia berusaha untuk meningkatkan skill miliknya dengan cara memancing. Sebagai seorang Angler, kekuatan serangan miliknya sedikit lebih tinggi daripada yang sewajarnya, dan HP milikya adalah yang paling tinggi, jadi kemungkinan dari kemampuan bertahan hidup miliknya sangat tinggi.

Tak peduli bagaimana masalahnya, bahkan ketika dia mendekati kematian, dia menolak untuk jatuh.

Kegigihan adalah keuntungan terbesar dari seorang Angler!

Lambat seperti zombi, tetapi tetap bertahan.

Meskipun, karena dia terobsesi tentang penampilan luarnya, dia tidak akan mengijinkan dirinya sendiri untuk berada di posisi mereka.

Jadi dari hari ke hari itu adalah sebuah perjuangan yang berkelanjutan.

Dari mengerjakan quest kemudian mendapatkan makanan, dia akhirnya mengetahui seberapa sulitnya hal itu.

Dia teringat saat ketika dia berburu di Dungeon Basra tanpa adanya istirahat dan berpikir bahwa itu akan menjadi perburuan terakhirnya. Tetapi sekarang, dia telah sepenuhnya salah.

Dengan berpartisipasi dalam mendapatkan bahan-bahan, beban kerjanya meningkat lebih jauh lagi.

Seolah-olah dia semakin matang langkah demi langkah, beban kerjanya meningkat saat dia berkembang.

Seperti seekor kuda yang menderita meninggalkan kandangnya untuk kesenangan dari sebuah petualangan hanya untuk menemukan penderitaannya tidak berubah.

Seolah-olah dengan sengaja membawa rasa sakit pada dirinya sendiri. Sambil makan, Zephyr menggumamkan sesuatu yang aneh.

“Tapi ini adalah pertama kalinya aku layak menerima makanan.”

Mapan mengangkat kepalanya dari makanan.

“Hmmm?”

“Untuk beberapa alasan aku merasa seperti makanan ini menurun dalam hal kualitas.”

“……..”

Mereka sekarang makan daging unggas, mie, daging, dan entalah apa saja yang dicampur didalamnya tanpa rempah-rempah.

Sebelumnya, makanannya dipenuhi dengan buah-buahan beraroma bumbu. Tetapi sekarang, makanan yang mereka makan murni dengan banyak rempah-rempah, dan rasa dari hari yang sebelumnya masih ada.

Tubuh telah terbiasa dengan sedikit perubahan pada rasa!

Meski demikian, biaya pengeluaran makanan tersebut tetap sama.

Mapan memanggil Weed dengan buru-buru.

“Kau disana, Weed-nim!”

Tetapi Weed tiba-tiba bangkit dan buru-buru pergi.

“Aku baru saja ingat aku harus melakukan sesuatu, aku pergi!”

“…….”

Dimanapun didunia ini, selalu ada korupsi, bahkan dalam makanan!

Makanan di hari-hari sebelumnya cenderung pada sisi bagus. Tetapi perlahan-lahan, kualitas makanannya menurun sedikit atau menjadi sepenuhnya tak tertahankan lagi.

Proses yang serupa terjadi pada makanan Weed dan keluhan terkumpul hingga sangat banyak, dia membuat sikap yang sesuai.

Bukannya memasak makanan yang biasanya dia buat sambil menerima pujian, makanan yang sekarang tidak selezat itu.

Dan sekarang semua orang telah sepakat!

Weed berbicara tanpa sedikitpun kewaspadaan.

“Kalau begitu jangan makan ketika kau lapar!”

Dia mengeluarkan ancaman pada mereka!

Dan terdengar tidak puas bepergian dengan kelompok itu.

Sementara itu, party itu melanjutkan.

Hari demi hari, exp dan keahlian skill meningkat secara mengerikan. Mereka yang berada dibawah level 100 naik level dengan cepat. Tentu saja mereka adalah para Geomchi, berkat 2x exp selama minggu pertama.

Tetapi tetap saja, pencapaian mereka tak bisa menyaingi pencapaian yang didapatkan Weed.

Dia bisa menentukan posisi musuh, dengan cara yang efesien, dan mendominasi mereka dalam pertempuran.

Dia berada dibawah tekanan dan tantangan yang besar, jadi dia memiliki sedikit waktu untuk dirinya sendiri.

Tingkat perburuan Weed meningkat semakin jauh saat dia mempelajari pola mereka. Dia kemudian memberitahu yang lainnya mengenai masalah tersebut.

Alasan lain kenapa dia tidak bergabung dengan party yang lain adalah seperti kegagalan quest dan yang lainnya adalah karena fakta bahwa dia terlalu kuat.

Jika Weed memimpin party manapun, itu akan menjadi perburuan yang membosankan.

Tetap saja, bahkan para praktisi berlevel rendah mendapatkan exp yang sangat cepat melalui informasi dari dia.

Setiap kali mereka berhasil mengerjakan quest, mereka mengubah penilaian mereka terhadap dirinya.

“Ini seperti apa yang dia katakan.”

“Dia bukanlah mahluk yang sepenuhnya kejam.”

“Kepalaku…..”

Weed diakui sebagai sebuah kekuatan yang harus diperhitungkan.

Sekitar seminggu telah berlalu, dan hampir semua quest di kota Seirun telah diselesaikan.

Mereka mendapatkan Olderin Boots yang memberi 45 Agility, dan Circlet of Blaine yang meningkatkan maksimum MP serta pemulihan Mana.

Meskipun pendapatan terbesar berasal dari quest Beasts of Chaos, dimana mereka menerima sejumlah batu perbaikan untuk senjata dan armor setelah penyelesaiannya.

Dan sementara itu Weed mendapatkan 2 level dari quest itu, sementara yang lainnya mendapatkan peningkatan berkisar 5-10 level.

Sekarang periode 2x exp untuk quest telah berakhir.

Jumlah total dari para Geomchi turun sebanyak 92. Romuna dan Surka, yang nyaris mati dua kali, berhasil selamat.

Sekarang, mereka telah mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai Todeum.

“Awalnya, tak seorangpun boleh mendekati Todeum. Para vampir yang pergi kesana tak pernah kembali. Kenapa? Kami tidak tahu. Jika ada, maka…..”

“Kau akan pergi ke Todeum untuk mengetahui alasannya? Ini mungkin sebuah hukuman yang kami hadapi untuk dosa-dosa yang telah kami lakukan.”

“Mungkin kalian para manusia bisa menyelamatkan para aristokrat. Kenapa harus dalam perjanjian dengan kalian para manusia? Itu adalah sesuatu yang bahkan tidak kami pedulikan.”

Translator / Creator: alknight