January 4, 2017

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 10 – Chapter 3: Rise of the Undead

 

Weed dengan satu tangan memegang Fallen Saint’s Staff dan ditangan yang lain memegang Magic Tome of Barkhan.

“Para Wyvern, maju ke medan perang!”

Wah1, Wah2, Wah3, Wah5, Wah6, Wah7

Para Wyvern mengepakkan sayap kebanggaan mereka dan terbang.

“Ahchoo!”

“Sialan aku terjangkit flu.”

“Dosaku adalah bahwa aku bertemu dengan pemilik yang salah, sekarang aku menderita dan menderita!”

Di bagian atas Valley of Death, angin dingin menghembuskan partikel-partikel es. Weed takut tak bisa menahan rasa dingin tersebut hanya dengan mendekatinya!

Para Wyvern terbang sambil gemetar kedinginan. Jika bukan karena pakaian kulit serigala yang berwarna-warni, mereka tidak akan bisa mendekati tempat itu.

Orang-orang yang selamat dari pasukan ekspedisi jatuh kedalam keputusasaan saat mereka melihat kemunculan para Wyvern.

****

“Oh sial, para Wyvern datang.”

“Sekarang aku tak bisa melarikan diri.”

Namun, wajah mereka dengan cepat menjadi cerah.

“Apa-apaan itu, aku yakin para Wyvern itu memakai pakaian. Kenapa para Wyvern memakai pakaian?”

“Penampilan para Wyvern itu, bukankah itu tampak sedikit aneh?”

“Wajah kaku itu, leher yang sangat pendek dan perut buncit, aku jelas-jelas telah melihatnya disuatu tempat…..”

“Lands of Despair!”

“Para Wyvern yang membantu para Orc bertempur melawan pasukan undead.”

“Jadi…….”

“Weed! Weed ada disini di tempat ini!”

Pasukan ekspedisi bergembira.

Pahlawan dari mimpi mereka!

Ketika berbicara tentang petualang dan jagoan dari benua, nama Weed akan muncul.

“Para Wyvern bodoh, jangan lewatkan makanan!”

Ketika Weed mengeluarkan perintah untuk menurunkan dirinya, para Wyvern dengan penuh semangat terbang untuk mencari tempat untuk dia mengamati pertempuran.

Para Wyvern menghindari pasukan ekspedisi yang berkumpul untuk menyerang para monster.

Sementara itu Geumini dengan ganas menembakkan panah.

Para Geomchi, Priest dan Wizard berkumpul disekitar monster dan mulai bertarung.

Bahkan dengan bantuan tersebut, situasinya masih akan sulit untuk berbalik.

Weed membuka Magic Tome of Barkhan.

Untuk menghadapi monster dalam jumlah itu, sekutu sangat diperlukan. Sekutu yang bisa digunakan ada banyak disini.

“Bangkitlah roh-roh yang tinggal disini yang tak kasat mata. Balas dendamlah pada mereka yang membunuh kalian! Dead Rise!”

Dataran es dimana pasukan ekspedisi berdiri warnanya berubah menjadi gelap.

Tanah itu menghasilkan para Zombie, Ghoul dan Skeleton Soldier!

“Kiyahooh!”

“Keuhehel.”

Saat pasukan undead itu bergerak, Weed menunjuk dan memerintahkan mereka.

“Bertarung. Bunuh mereka. Semua musuh kalian!”

“Keurerere!!”

Dibawah perintah Weed, para undead berjalan dengan pelan kearah para Priest Embinyu dan para monster.

Braak.

Dengan pergerakan tak wajar, mereka terpeleset diatas es.

Meski demikian, pada kuku-kuku tangan yang diacungkan oleh para zombie yang dibangkitkan mengandung kekuatan yang sangat besar.

Mereka adalah monster-monster kuat yang lambat pada kecepatan.

“Weed menciptakan para undead itu!”

“Para undead bertarung melawan para monster.”

Kata pasukan ekspedisi yang telah jatuh pada kekacauan.

Undead adalah musuh dari mahluk hidup, namun mereka hanya menghancurkan para monster!

Profesi Necromancer yang telah lama dibuka untuk publik, tetapi orang-orang belum ada yang menyelesaikan perubahan profesi, jadi melihat skill memanggil undead dengan matamu sendiri sangatlah menakjubkan.

“Summon Death Knight Van Hawk! Summon Vampire Lord Tori!”

Pemanggilan dari seorang Death Knight dan Vampire Lord!

Seorang Death Knight yang tinggi dan Vampire berwajah pucat muncul.

“Hari ini sudah pasti sangat beruntung bagiku untuk bertemu master favoritku.”

Si Death Knight mulai menyanjung segera setelah dia dipanggil. Sekarang bahwa Weed telah menjadi seorang Origin of the Skeleton, ada perasaan kedekatan. Weed mengakui hal itu sejak lama.

“Death Knight!”

“Master, berikan perintahmu. Yang mana yang harus aku lawan? Katakan saja dan aku akan membawa mereka ke hadapanmu sebagai persembahan.”

Si Death Knight yang menyukai kemenangan menjawab dengan percaya diri, tetapi Weed menggelengkan kepalanya.

“Bukan itu. Lepaskan helmmu dan berikan padaku.”

“……”

“Apa kau tidak dengar? Lepaskan helmmu dan berikan padaku. Aku akan memakainnya.”

Berada didunia hanya dalam 5 detik dan sudah menghadapi perilaku yang sangat kejam!

Dikembalikan hanya untuk direnggut lagi.

Helm itu awalnya milik si Death Knight, Weed hanya akan mencurinya.

“Ini adalah benda milikku.”

Si Death Knight berdiri tegak dan mencoba untuk melindungi helm sihir miliknya.

Weed mengepalkan tinju.

“Apa kau lebih senang aku menghajarmu?”

Pilihan diantara percampuran pemaksaan dan kekerasan!

Weed tidak melatih kesabaran.

“Jangan membuat aku mengatakan dua kali.”

“….Akan aku berikan padamu.”

Si Death Knight dipaksa untuk dengan lembut melepaskan helm sihir miliknya.

Bagi orang lain, suasana menakutkan ini dianggap sebagai sebuah intimidasi, tetapi Weed telah mencapai penguasaan pemukulan fisik. Dengan keahlian skill miliknya, dia hanya memerlukan beberapa hari untuk membuat seseorang tunduk!

Itu akan bagus untuk melihat orang seperti itu tanpa kehendak yang bebas.

“Jangan khawatir. Aku akan mengembalikannya padamu nanti untuk kau gunakan lagi. Bertarunglah.”

“Dimengerti master.”

Si Death Knight melaju kearah para Priest Embinyu.

Weed kemudian menatap Tori.

“Kau hadapi Bone Dragon.”

“Dimengerti.”

“Fokus pada pertahanan daripada menyerangnya. Kau tak perlu mengalahkannya.”

Tori diberi perintah untuk menghadapi Bone Dragon dan bertarung hingga titik darah penghabisan.

“Vampire Queen dan Vampire Children, jangan berdekatan. Kita adalah penguasa malam.”

“Baik tuanku!”

Tori juga berubah menjadi kelelawar bersama mereka.

Gigi tajam vampir!

Mengepakkan sayap hitam mereka, mereka menempel pada Bone Dragon raksasa dan mengeluarkan serangan.

Kau tak bisa mengalahkan lawan, tetapi setidaknya kau bisa mengulur waktu.

Weed memakai helm sihir tersebut.

“Selama itu tertulis, biarkan saja terlihat.”

Helm sihir tersebut terbuat dari besi terkutuk.

Di area berlubang diantara mata, memancarkan cahaya cemerlang namun membahayakan.

Mata berpijar seperti api dari neraka!

Magic Helm milik Van Hawk adalah salah satu item yang didapatkan dari Death Knight di Lavias.

Pada suatu waktu, dia selalu memakai item tersebut, tetapi belum lama ini, dia membuat Mithril Helmet of Noble Grace. Meskipun dia mengembalikannya pada si Death Knight, dia mendapati dirinya perlu memakainya sekali lagi.

• Resistensi terhadap Dark Magic meningkat

• Afinitas dengan undead meningkat sebesar 10

Magic Helm tersebut memberi efek.

Weed sekali lagi menggunakan sihir untuk memanggil undead.

“Cukup banyak Mana yang tersisa.”

Langkah pertama dari dasar sihir pemanggil undead.

Menciptakan ratusan mayat hanya mengkonsumsi sekitar 4.000 Mana.

Staff of Fallen Saint!

Berkat efek yang sangat besar dari senjata tersebut dan sisa Mana miliknya, Weed memutuskan untuk memakainya.

“Kekuatan fisik dari Origin of the Skeleton cenderung pada sisi terkuat.”

Meskipun tanpa Mana, kau bisa terlibat dalam pertarungan jarak dekat.

Weed membuka Magic Tome of Barkhan dan menggunakan langkah kedua dari sihir pemanggilan undead.

“Orang-orang yang telah kembali ke negeri mahluk hidup. Tanah hitam dan tercemar ini adalah sebuah tempat yang gelap. Hukum kegelapan abadi tak akan pernah menghilang, ukirlah hal ini pada dirimu. Undead Rise!”

Bureureu.

Getaran keluar dari Staff of the Fallen Saint.

Weed melihat banyak tubuh tercipta.

Mereka tak memiliki leher, para Dullahan!

Para prajurit yang menyukai pertarungan.

Selain itu, sejumlah Skeleton Mage bangkit.

Ada ratusan undead. Skala yang besar membuatnya sulit untuk mengendalikan mereka.

Berkat Staff dan Magic Helm tersebut, Weed telah mengkomando pasukan tersebut, tetapi dia tak bisa menciptakan lebih banyak undead karena sebagian besar Mana miliknya telah digunakan.

Hanya sekitar 200 Mana yang tersisa!

Kilatan cahaya keluar dari Magic Helm yang Weed pakai.

“Bertarung! Perang! Luapkan kebencian kalian terhadap musuh!”

Teriakan Weed yang keras berkumandang. Skill Lion’s Roar tahap advanced miliknya menghabiskan Mana yang tersisa.

Para undead melompat kearah Bone Dragon dan para monster dibawah perintah Weed untuk bertarung.

Para Zombie bertarung dengan tulang-tulang patah dan bahkan memilih untuk menggunakan anggota tubuh mereka.

Para Dullahan memegang kepala mereka disamping badan mereka dan di tangan yang lain, mereka mengacungkan pedang.

“Bertarung!”

“Musuh ada dimana-mana!”

Weed juga menciptakan beberapa monster kelas boss!

Para Dullahan dan Skeleton Mage kelas boss memunculkan kemampuan yang memukau.

Untuk pertama kalinya dalam pertempuran tersebut, pasukan ekspedisi berdiri membeku, terpaku pada kekuatan sejati yang dimiliki sihir Necromancer.

“Tak bisa dipercaya!”

“Begitu banyak undead.”

Biasanya dalam game kau menghindari berburu undead!

Selama ekspedisi, kebanyakan orang melihat undead untuk yang pertama kalinya.

Namun, beberapa orang tak bisa percaya bahwa mata mereka bisa bersinar seperti itu.

“Tidakkah menurutmu undead itu tampak agak familiar?”

“Hmm? Kurasa begitu.”

“Mungkin itu Oberon?”

Itu adalah seorang Dullahan yang pendek secara tak biasa. Bukannya menghindari musuh, si Dullahan dengan tubuh pendek itu bertarung dengan ganas.

Sihir Necromancer menggunakan mayat-mayat yang ada ditempat itu. Dengan kata lain, jika tak ada mayat, kekuatan dari mantra Necromancer akan menurun.

Mayat-mayat dari pasukan ekspedisi yang tewas saat bertarung melawan monster dibangkitkan sebagai undead.

Puluhan Zombie dan kecacatan mereka berlari kearah musuh, terhuyung-huyung karena anggota tubuh mereka yang mati.

Skill-skill mereka adalah ketiadaan, tetapi mereka memiliki penampilan yang sangat mirip dengan mereka yang telah mati di masa lalu.

“Tetapi apa mereka sebenarnya?”

Prajurit beramor karatan. Para Dullahan juga terdiri dari para prajurit yang memakai armor berpola kuno. Ini adalah para prajurit dan ksatria dari Kekaisaran Niflheim.

Mereka yang telah gugur di Valley of Death dibangkitkan oleh panggilan Weed.

“Kyaohoh!”

Para undead yang menakutkan menyudutkan para monster.

Weed melihat informasi yang diam-diam muncul pada panel pesan.

• Kamu mendapatkan exp

• Dullahan telah membunuh seorang Priest Embinyu dengan kekuatan yang menakjubkan. Karena kemenangan yang sulit dipercaya, Fame naik 1 poin

• Ghoul telah terbunuh

• Mengenai para Skeleton Soldier yang hancur karena serangan, jika kamu menggunakan sihir Dead Rise Again, penggunaan Mana akan berkurang setengah

• Sisa Mana milik Skeleton Mage adalah 35%

Undead berbeda dari patung.

Tak seperti patung, para undead mengkonsumsi Mana, tetapi segera setelah mereka diciptakan, mereka bisa bertarung. Selain itu, mereka biasanya lebih kuat dibandingkan dengan level-level pada umumnya.

Undead tidak akan menjadi sekuat itu, namun kau menghasilkan jumlah undead yang signifikan kapanpun jika memungkinkan.

Dari para undead ada persentasi tertentu dari perolehan Fame dan exp mereka.

Para Necromancer harus menilai situasi lebih cepat daripada profesi-profesi lain untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dengan pasukan monster milik mereka. Dengan kata lain, itu adalah sebuah profesi yang membutuhkan Leadership yang sangat banyak.

Weed memanggil undead kelas boss yang mengagumkan!

“Kiwowol!”

“Corpse Explosion!”

“Bone Shield!”

Beberapa Skeleton Mage menggunakan Corpse Explosion. Mayat-mayat berhamburan dihadapan sekelompok musuh tanpa ampun.

Para Dullahan yang kuat menjadi liar, sangat liar.

Mereka berbeda dari manusia. Tak ada hal bagus yang terjadi dengan mereka yang berasal dari dalam kuburan. Setelah runtuh ke tanah, mereka merangkak diatas perut mereka dan menggigit pergelangan kakimu, mencoba segalanya untuk mencapai tujuan mereka!

Kengerian dari pasukan undead yang kejam.

Mereka menyerang dengan cara yang tak terduga. Gaya bertarungnya berdasarkan pada tubuh yang hancur.

****

Hall of Fame Royal Road!

Ratusan dari ribuan penonton sudah melihat rumor-rumor yang menyebar melalui internet. Setiap ruang dalam masyarakat meneriman siaran laporan. Mempertimbangkan jutaan orang mengikuti mereka, jumlahnya mungkin telah melampaui 20 juta.

• Perburuan Bone Dragon.

• Panas dan kekeringan akan dihilangkan dari benua dengan segera.

Suka cita dan kesenangan!

Orang-orang menikmati menonton momen menggembirakan dari kemenangan.

Kemudian penghianatan Terose terhadap pasukan ekspedisi ditampilkan.

Jika itu hanya penghianatan sederhana, hal itu tidak akan sepenting itu, namun, karena penghianatan tersebut, pertempuran menjadi sangat merugikan. Oberon juga kehilangan nyawanya.

• Seperti itulah orang-orang itu.

• Dasar para parasit pengecut, kenapa melakukan sejauh itu?

• Bangsat.

• Sampah tak berguna!

Kru ekspedisi dipenuhi dengan kemarahan atas kematian pemimpin mereka.

Namun, mereka kekurangan kekuatan untuk memerintah dunia. Secara moral, mereka pantas disalahkan karena penghianatan tersebut.

Selain itu, jika mereka gagal, panas harus ditahan untuk periode waktu yang lebih lama lagi!

Penghinaan-penghinaan sembarangan dikeluarkan.

Ratusan dari ribuan penghinaan memenuhi papan buletin. Beberapa video harus ditutup karena begitu banyak orang yang menonton mengeluh. Kemudian dia muncul.

Weed!

• Kawan, kawan, itu Weed dari Continent of Magic!

• Weed memimpin undead.

• Tidak, dia menciptakan undead!

Orang-orang menjadi heboh.

Sebuah nama yang didengar dimana-mana.

Weed!

Banyak orang yang memakai nama Weed yang terkenal, tetapi hanya ada satu Weed yang asli.

Orang tertinggi dalam Continent of Magic yang mengalahkan keluarga vampir penghisap darah dan pasukan undead.

Weed sudah menjadi seorang selebritis.

Berkat kehebohan yang dibuat dari berbagai media, ketika dia menjual akun miliknya dengan harga yang tinggi, dia adalah segala sensasi.

Kemunculan Weed saja sudah cukup untuk membuat orang-orang senang.

Weed memerintahkan prajurit undead yang dia ciptakan untuk mencakar dan menggigit para Priest Embinyu dan Evil Soldier yang mengikuti mereka.

“Serang! Bertarung! Lenyapkan mereka!”

Weed secara menyeluruh memerintahkan pasukan undead miliknya untuk hanya menargetkan para monster itu.

• Kamu mendapatkan exp

• Ghoul pengikut telah mengambil 3 gold dan 15 silver

• Dullahan mendapatkan kain longgar

• Skeleton Mage telah mengambil paket herbal merah

Setiap kali mereka membunuh seekor monster, kau menerima pendapatan. Exp cenderung naik dengan cukup cepat juga. Kapanpun para undead bertarung, kau menerima persentasi tertentu dari exp, jadi terlibat dalam pertempuran langsung akan baik-baik saja tanpa mengubah situasinya kedalam kekacauan.

“Ini adalah sebuah profesi tempur juga!”

Saat perburuan Weed berlanjut dengan mulus, air mata kesedihan tampak mengalir.

Gugusan profesi tempur yang sebenarnya.

Profesi Necromancer membanggakan tentang tingkat pertumbuhan tertinggi yang diketahui dan merasakan kesempurnaan.

Karena Roman’s Necklace, tingkat akumulasi exp bervariasi hingga empat kali lebih cepat dari profesi-profesi lain.

Tentu saja, perburuannya terbatas pada waktu. Para Necromancer biasanya berkeliaran sendirian karena kebanyakan party tidak pernah merasa nyaman disekitar mereka.

Necromancer adalah sebuah profesi pembuat tubuh-tubuh undead. Oleh karena itu, untuk menggunakan skill-skill mereka, mereka membutuhkan mayat.

Undead pertama!

Untuk membuatnya, pertama-tama kau harus menangkap dan membunuh monster dengan serangan sihir yang menyedihkan. Saat jumlah undead meningkat, masalah yang sebelumnya menjadi lebih mudah untuk diatasi, tetapi masih ada beberapa keluhan. Mereja memiliki kelemahan yang rentan terhadap para Priest dan Paladin. Selain itu, setelah periode waktu yang ditetapkan, kau tak lagi bisa mempertahankan para undead dan mereka kembali menjadi mayat. Untuk membangkitkan mayat-mayat tersebut membutuhkan jumlah Mana yang besar.

Memimpin kelompok-kelompok undead yang lambat kedalam pertempuran sangatlah rumit karena hal itu menguras Mana yang menghabiskan berjam-jam untuk mengisi ulang.

Sebagai tambahan pada skill-skill magis dari para undead, kualitas dari materialnya juga sangat penting. Bergantung pada mayat yang digunakan, kekuatan dari masing-masing individu sangat bervariasi dan perbedaannya sangat besar.

Jika level mayat tersebut lebih dari 300, bahkan dengan skill sihir rendah, kau masih bisa menciptakan undead yang kuat.

“Death Knight, Lich, Wight, Banshee atau Spector. Kuharap aku bisa memanggil monster-monter itu, tapi…..”

Origin of the Skeleton memiliki kecenderungan dari seorang Wizard, membuat langkah-langkah primer dan sekunder dari mantra sihir pemanggil undead milik Necromancer mudah untuk digunakan! Hanya langkah ketiga dari mantra sihir pemanggil undead milik Necromancer memiliki pembatasan.

Meski demikian, bahan-bahan yang menakjubkan menunjukkan permainan yang luar biasa.

Mayat-mayat dari pasukan eskpedisi, tubuh-tubuh dari para prajurit yang mati dari Kekaisaran Nifleheim, dan bahkan mayat-mayat dari para monster dibangkitkan sebagai undead. Lawan menang jumlah dari mereka 1:4, tetapi jumlah sebanyak ini sudah cukup memadai.

“Kemungkinannya adalah kau akan mati.”

Saat pertempuran berlanjut, para undead tanpa syarat terus meningkat. Profesi Necromancer memiliki sebuah keuntungan yang besar.

“Mengagumkan!”

“Orang itu master, Weed-nim.”

Pasukan ekspedisi menatap dengan mata penuh kecemburuan.

Seorang petualang sejati dari Benua Versailles.

Sebuah eksistensi mutlak yang menunjukkan tak ada quest yang mustahil.

Orang-orang dalam kru ekspedisi terikat untuk menghormati sosok yang seperti itu.

“Hmm.”

Weed juga merasakan perhatian tersebut saat dia berdiri menyilangkan tangan sambil menonton pertempuran. Agar tidak mengungkapkan tubuh tulang-tulang miliknya, dia berdiri dalam cara bermartabat saat dia menonton pertempuran tersebut.

“Hu hu, pasukan undeadku bertarung dengan baik.”

Weed berdiri diatas 50.000 anak buah.

Tentu saja, pasukan eskpedisi tersebut mengkonsentrasikan semua perhatian mereka pada situasi ditempat itu. Mereka sangat penasaran bagaimana bisa orang lain selain diri mereka sendiri datang ke tempat ini.

Weed mendengar ocehan dari kru ekspedisi melalui telinganya. (Memangnya tengkorak punya telinga???)

“Meski demikian, kenapa seorang Skeleton?”

“Aku tidak tahu, mungkin dia menyerang seseorang disuatu tempat dan dikutuk karena hal itu?”

“Aku tidak berpikir begitu. Kutukan tersebut masih sepenuhnya utuh.”

“Ngomong-ngomong, apakah dia akan menunjukkan pada kita pertunjukkan black magic asli?”

“Jika itu benar, kita harus menunggu dia untuk mendemonstrasikan kekuatan dari para Necromancer.”

“Weed sang master pasti akan menunjukkan sebuah adegan yang menakjubkan.”

Telinga Weed memerah. Hal itu bukan karena malu, tetapi lebih tepatnya dia tak bisa mengungkapkan fakta bahwa dia telah kehabisan Mana!

“Tak bisa menggunakan skill-skill Necromancer lagi.”

Darah mengalir.

Staff yang dipegang ditangannya menambahkan kekuatan.

Seperti biasa, tubuh akan menderita karena pemikiran jahat.

Weed mengarahkan staff miliknya kearah tubuh dari para monster.

Pabababak!

Gerakan dari staff tersebut sangat lembut. Staff tersebut bergerak dengan bebas dibawah telapak tangannya dan menusukkan dirinya sendiri pada monster-monster yang bergerak.

Keterampilan pedang miliknya yang fantastis ditampilkan didepan orang-orang menggunakan sebuah staff.

Ada perbedaan besar diantara pedang dan staff.

Pedang adalah sebuah senjata tajam yang menebas lawan, sementara staff hanyalah sesuatu yang menghantam lawanmu.

Serangan dari Staff of the Fallen Saint jauh lebih baik daripada pedang miliknya!

Weed tanpa pandang bulu memukul monster-monster yang ada dihadapannya.

“Exp! Exp memanggilku.”

Item-item dan uang yang diambil oleh para undead semuanya kembali pada Weed. Namun, lebih dari setengah exp akan menghilang pada para undead.

Oleh karena itu, Weed secara menyeluruh memilih monster-monster yang HP mereka tinggal sedikit.

Dengan bidang pandang luas miliknya yang tertinggi, dia menyadari segalanya!

Meskipun Weed tak bisa membunuhnya, dia menyerang banyak monster sekaligus.

Kapanpun dia lewat, monster-monster berubah menjadi bangkai.

Weed menyapu kamp tersebut seperti badai.

“Lagian, setelah Bone Dragon tewas, aku harus dengan rajin bertarung untuk menutupi exp yang hilang.”

Selain itu, poin penguasaan dalam banyak skill berharga, tak perlu dikatakan lagi itu adalah sebuah kerugian yang besar.

Untuk menutupi damagenya yang rendah, Weed hanya memilih monster-monster dengan sisa HP yang sedikit.

“Itu benar-benar Weed-nim!”

“Bahkan tanpa sihir dia bisa bertarung.”

“Sialan! Aku ingin berburu monster dengan menggerakkan tubuhku seperti itu.”

“Dengan tingkat skill itu sebagai seorang Wizard, damage macam apa itu…….”

“Berapa levelnya?”

Kekaguman semakin dalam di mata dari pasukan ekspedisi.

Pemandangan ini tak terhindarkan lagi karena ada pengurangan jumlah monster yang signifikan di tempat-tempat yang dia lewat.

Seperti angin, dia menyapu para monster, induk dari situasi yang bermasalah.

Weed tidak menghilang dari mata mereka.

Para undead bertarung di tempat dimana orang-orang tidak aktif bertempur saat Weed berlari secara langsung kedalam kerumunan dan secara langsung menghancurkan sejumlah musuh.

Pergerakan misterius dari staff tersebut.

Gerakan-gerakan menakjubkan dan dengan lancar menghubungkan tindakan-tindakan.

Itu tampak pertempuran jarak dekat yang terus menerus tersebut sampai sekarang hanyalah fiksi, untuk pertempuran yang sekarang telah menjadi bersih dan terorganisir.

Dalam kenyataannya, Weed berencana untuk melepaskan para undead yang hampir mati untuk dihabisi oleh orang-orang, tetapi pandangan mereka benar-benar berlawanan.

“Kau sangat kuat!”

“Bertempur seperti itu, keren sekali!”

Pasukan ekspedisi terus menerus mengeluarkan pujian.

Pergerakan artistik milik Weed sudah cukup untuk mengumpulkan kekaguman.

Origin of the Skeleton adalah sebuah profesi yang menyeluruh, cukup kuat dalam pertempuran.

Dalam kombinasi terbaik dengan senjata tersebut, Staff of the Fallen Saint, kerusakan dari Weed bersinar semakin terang.

Bagi orang-orang biasa, itu sulit untuk membayangkan keganasan dan intensnya skill-skill yang didemontrasikan Weed.

30 meter didepan, seorang Priest Embinyu telah sekarat.

Hampir tewas!

Namun, pedang diatas Dullahan sudah mengarah turun.

Saat ini, Weed menarik salah satu dari tulang rusuk miliknya dan dengan marah berteriak.

“Bonethrow!”

Dia melemparkan tulang rusuknya yang patah kearah target.

Tulang yang tajam terbang! Hanya Origin of the Skeleton yang memiliki sebuah skill unik semacam itu.

Tulang itu terbang dengan momentum yang kuat dan merenggut nyawa targetnya sebelum dia mati terbunuh oleh Dullahan.

Kamu telah menggunakan bagian dari tubuh.

Sampai tulang tersebut pulih, damage berkurang sebesar 1.3% dan defense menurun 2%.

Weed sangat sibuk bergerak untuk bertarung. Mendapatkan item-item, melemparkan tulang-tulang dan sering mengarahkan pasukan undead. Dia bergerak sepanjang waktu tanpa berhenti, menyerang semua monster seperti sebuah badai tanpa akhir.

Dalam beberapa hal, semangat dari para Geomchi juga bertarung bersama pasukan ekspedisi.

Sebagai hasilnya, para Priest Embinyu dan Evil Soldier tak bisa menahan pembantaian tersebut.

“Kuaaaaa!”

Raungan dari Bone Dragon!

Yang tersisa adalah menghadapi monster kelas boss, Bone Dragon.

Vampire Tori juga bertarung, tetapi dia menerima kerusakan yang parah. Dari semua Vampire yang melayani dia, hanya setengah yang tersisa!

Undead yang tak terhitung jumlahnya meraung dimedan perang, tetapi mereka tidak akan banyak membantu dalam pertempuran melawan Bone Dragon dan pasukan ekspedisi sekarang ini kelelahan tanpa memiliki kekuatan untuk bertarung lagi.

Weed berada dalam konflik.

“Haruskah aku mundur ke samping sekarang?”

Dia sudah mengamankan sebuah rute melarikan diri. Jika dia mengorbankan nyawa Tori, dia bisa melarikan diri.

“Tetapi aku tidak akan tahu kebenaran dari sejarah Kekaisaran Nifleheim yang berada di Valley of Death.”

Quest tersebut harus diutamakan.

Mengingat karena quest tersebut adalah satu dari jenisnya, dia entah bagaimana harus membersihkan situasi dilapangan!

Bone Dragon itu muncul dari sebuah gua besar. Mungkin didalam sana mengandung rahasia sejati dari Kekaisaran Nifleheim, tetapi masuk kedalam gua itu sambil menghindari pandangan Bone Dragon akan menjadi sebuah tugas yang sulit. Selain itu, saat naga itu bertarung, sekeliling gua itu mungkin akan runtuh, menjebak dia didalamnya. Ketika sudah saatnya untuk keluar, mungkin akan ada masalah yang bahkan lebih besar.

“Untuk melangkah mundur disini akan mengarah pada sebuah kesempatan yang lebih sulit. Bunuh Bone Dragon itu sekarang!”

Weed membuat keputusan.

Selama pertempuran monster berlangsung, dia tak pernah berdiri dibelakang. Kadang-kadang bekerja dengan teliti selama berjam-jam kemungkinan tidak mendapatkan imbalan, tetapi tantangan tak akan pernah sukses tanpa mengerahkan usaha.

Weed memulihkan semangat dari petarung tanpa kenal lelah dari Continent of Magic.

“Sepertinya itu akan membutuhkan serangan yang tajam.”

Weed mengkonfirmasi Mana yang terkumpul selama pertarungan. Hanya dengan bertarung menggunakan tubuhnya, dia menyimpan Mana dan memulihkan 43%.

“Kegelapan yang suram menimpa tombak. Tombak yang lahir dari kegelapan, menembus jantung musuh. Muncullah, Dark Spear!”

Weed merentangkan lengannya dan menangkap Spear of Black Life ditangannya.

Kabut berbahaya mengalir dari tombak tersebut.

Tombak itu diciptakan melalui black magic.

Diantara serangan sihir yang paling kuat yang bisa digunakan, itu adalah sebuah skill yang mengkonsumsi banyak Mana.

Lebih dari setengah dari sisa Mana miliknya telah digunakan.

“Maju!”

Weed melalui kekuatan dari jiwanya mengarahkan Dark Spear kearah Bone Dragon.

Tori membantu Seoyoon menuju ke beberapa Dark Gamer yang bertahan melawan Bone Dragon itu.

Deklarasi perang.

Mengenai si Bone Dragon sebagai permainan, dia menghadapinya dengan ekpresi penuh tekad yang menginginkan untuk menyakitinya.

Translator / Creator: alknight