July 6, 2017

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 19 – Chapter 2: Dinner on the Island of Ipia

 

“Laut!”

“Baiklah! Kalau begitu pertama-tama, ayo mulai dengan membangun pondasi!”

Para pelaut pemula memulai di Pulau Ipia berseru dari darat. Mereka memotong kayu untuk membuat rakit yang layak berlayar. Tetapi sebuah peringatan pada semua calon pelaut di Ipia! Produksi papan kayu sebenarnya cukup mahal. Pertama kau harus pergi ke hutan di pegunungan dan menebang pohon sendiri. Kemudian kau harus membawa kayu tersebut menuruni gunung untuk membuat rakitmu.

“Setelah kau memiliki skill memancing, kau bisa makan apa saja yang kau tangkap. Kelak aku akan berlayar dilautan.”

Tapi banyak pelaut yang memiliki mentalitas yang berbeda.

“Ada bajak laut dipulau itu. Jika aku bisa menemukan harta karun terpendam milik mereka… fufufu.”

“Jika kau pergi untuk mendapatkan kekayaan yang melimpah, maka tentu saja itu adalah lewat laut!”

“Jika kau ingin menghadapi resiko, sudah pasti itu adalah laut!”

Para player pemula!

Awalnya banyak yang berangkat menggunakan perahu jelek yang dibuat dari batang kayu yang diikat dengan rotan. Mereka menggunakan selembar kain untuk layarnya saat mereka memulai petualangan mereka!

Ada banyak nama yang terukir pada tiang bendera.

Ada banyak nama yang terukir di bagian samping.

Transportasi Terbaik Ipia.

Federasi Perkapalan Benua Versailles.

Chateau de Balleroy Ocean Peace Corps.

Kapal-kapal tersebut hanyalah sebuah rakit, tetapi nama-nama mereka menunjukkan aspirasi yang besar.

Surka mendesah dengan puas.

“Pulau ini benar-benar menyenangkan.”

Dia duduk di sebuah kedai menatap laut sambil minum jus jeruk. Zephy duduk didekat dia, mengamati seluruh wanita hanya dengan memutar-mutar matanya. Bahkan jika dia berusaha untuk berhenti, tanpa sadar matanya akan mulai berkeliaran lagi.

“Ini adalah sebuah resort yang bagus… ini memiliki suasana yang bagus.”

Dia tidak melewatkan satupun wanita dalam radius 100 meter.

“Hmm, pahanya sedikit tebal untuk ukuran tubuhnya. Dia memiliki rambut sebahu. Posturnya seperti seseorang dengan pelatihan militer dan tampaknya dia bisa melakukan tendangan yang tinggi. Kesimpulanku dia adalah seseorang yang berlatih keras untuk mengatasi tubuhnya yang mungil.”

Sebuah analisa yang dalam tentang wanita!

“Hal itu menunjukkan bahwa wanita itu kesepian.”

Bagi dia, itu mudah untuk menjadi teman dan kekasih. Membelikan minuman untuk seorang gadis yang tampak kesepian dan kemudian… insting alami akan mengambil alih. Setelah itu mudah untuk mendaftarkan mereka sebagai teman dan bahkan mungkin mengajak mereka makan malam.

Tetap saja Zephyr tidak beranjak dari tempatnya. Dia muak dengan pacar-pacar yang didapatkan dengan cepat yang sangat mudah tergoda oleh beberapa kata. Dia menginginkan pasangan sejati. Banyak wanita menyukai penampilan, latar belakang akademis, dan kekuatan finansial miliknya.

Kepemilikannya termasuk pakaian-pakaian designer, mobil buatan asing, kepemilikan hotel-hotel kelas pertama dan jam-jam mewah. Dia lelah menggunakan asset-aset miliknya untuk mendapatkan keuntungan. Dia merasa seolah-olah palsu, dan dia bosan dengan orang-orang yang mendekatkan diri hanya karena kekayaannya.

Jika hati tak tergerak, maka itu tak berguna.

“Aku bisa menyembuhkan kesendirian dalam sekejap namun itu tak akan bertahan lama.”

Zephyr ingin bertemu seorang wanita yang benar-benar dia cintai. Bisakah seseorang benar-benar bahagia dalam kehidupan tanpa saling berdampingan dengan seseorang yang dicintai? Tentunya tidak.

Namun kau juga tak bisa menilai seseorang tanpa mengenal mereka.

“….Apa yang harus aku lakukan….”

Menghabiskan waktu berduaan saat kencan akan bagus, tetapi berkecan dengan orang lain sebagai sebuah kelompok kedengarannya juga menarik. Akankah hanya menghabiskan waktu bersama-sama bisa menyelesaikan masalah dan membuat mereka merasa lebih dekat?

Bahkan ditengah pemikiran yang rumit ini, dia mengaduk-aduk kayu manis dalam minumannya sembari matanya berpaling kembali pada wanita itu.

“Itu? Dia tampak baik-baik saja namun lehernya bergerak dengan sendirinya… cih!”

Dia bergumam pada dirinya sendiri.

“Karena hal itu tak akan berhasil.”

Hwaryeong, bersama dengan Maylon dan Romuna hanya melihat. Meminum soda dari gelas, mereka bersantai tanpa peduli apapun. Liburan musim panas di Pulau Ipia! Itu seharusnya merupakan tempat yang paling menyejukkan hati di Royal Road.

* * *

Weed mengapung diatas sebuah perahu agak jauh dari Pulau Ipia. Dia melihat perahu-perahu yang mengapung disekitar hanya dengan selembar plastik dan sebuah bendera.

“Mereka pasti menaruh banyak keyakinan pada rakit-rakit kecil itu.”

Dia merasa iba pada para player pemula karena rakit yang dia gunakan lebih dari sekedar rakit sederhana! Itu adalah sebuah sampan Korea! Dia merasa seperti dia bahkan bisa membunuh seekor Kraken dengan sampan itu! Dia mengambil nama dari seekor mahluk laut yang perkasa! Ini adalah kapal pertama yang dia buat dengan skill Shipbuilding miliknya. Kapal hantu itu bisa dioperasikan dengan benar setelah kemajuan skill sailing tahap Beginner ke level 7. Itu terlalu besar untuk skill miliknya yang rendah untuk mengoperasikannya sekarang, jadi saat ini jika dia berusaha untuk mengemudikan kapal, itu hanya akan mengarah ke arah yang salah. Untuk meningkatkan skill miliknya, dia membutuhkan kapal yang lebih kecil, jadi sampan yang muat satu orang sangatlah sempurna.

Penguasaan skill Sailing telah meningkat.

Bahkan hanya dengan mengapung dilaut sudah meningkatkan skill miliknya. Weed telah meningkatkan skill Sailing miliknya sampai level 3 hanya dengan mondar mandir dipulau itu dan melihat pemandangan-pemandangan.

Saat level skill miliknya meningkat, dia menjadi lebih baik dan lebih cepat menggerakkan sampan tersebut sembari merasakan dampak gelombang semakin dan semakin berkurang. Sampan itu sangat mudah ditangani dengan level skill yang rendah. Di mulai kembali menuju ke salah satu dari banyak pelabuhan di Pulau Ipia.

Karena berlayar untuk waktu yang lama ada peningkatan sebesar 13% pada penguasaan skill.

• Skill Sailing sekarang level 4 tahap Beginner

• Tambahan akselerasi 2% telah ditambahkan

• Kemungkinan terjebak dalam cuaca yang buruk telah berkurang sebesar 5%

• Statistik Endurance telah meningkat sebesar 15%

Skill Sailing level 4!

“Skill ini naik begitu cepat!”

Weed cukup senang. Skill itu memiliki tingkat pertumbungan yang sangat cepat dibandingkan dengan skill memahat dan skill produksi. Skill ini berkembang pesat dalam waktu yang singkat, tetapi Weed sudah menentukan untuk tak pernah menjadi seorang Sailor.

“Akankah skill meningkat lebih cepat jika kapalku rusak? Menurutku itu akan mempercepat peningkatan mastery jika aku menenggelamkan kapalnya…”

Dia menatap koral terdekat dan mengayuh dengan ganas!

Ketika daya tahan kapal mencapai nol, skill perbaikan kapal akan berguna. Potongan tali diikatkan disekitar bagian cabang pohon. Dia mendapatkan makanan dengan memancing dan air tawar ketika hujan, setelah perjalanan yang panjang mengitari Pulau Ipia, sampan kecil itu bisa karam setiap saat.

Weed kembali ke pelabuhan dengan santai!

Kapal milik Deorol telah tenggelam.

• Fame 35

• 4 muatan rumput laut telah hilang

Dia hanya tinggal membuat sebuah perahu baru.

Tak ada gunanya menyelamatkannya karena itu adalah sebuah sampan murah. Tetap saja, itu bukanlah kapal pemula yang biasa.

“Skill Sailing level 4. Sekarang aku akan bisa mengendalikan perahu kecil berkecepatan tinggi.”

Itu adalah kesenangan yang besar untuk membangun skill Navigation miliknya untuk menjadi seorang pelaut hebat. Sekarang dia bisa mendapatkan sebuah perahu berkualitas tinggi, mempekerjakan kru, berlayar lagi, dan pergi berlayar di lautan. Sebuah impian nyata!

Tetapi karir profesional Weed dengan skill Sailing akan berakhir disini. Dia hanya bermaksud untuk menikmati liburan yang singkat di Pulau Ipia. Liburan beberapa hari yang bisa dinikmati adiknya!

Namun lautan sungguh, sangat menarik. Berbagai spesies ikan yang berbeda bisa dilihat di perairan yang berbeda warna. Air yang begitu jernih di beberapa bagian hingga ikan-ikan bisa dilihat berenang kesana-kemari.

Batu koral dan ikan memancarkan efek cahaya yang cerah dan misterius. Jika kau berlayar kau akan bisa menemukan pulau-pulau tak berpenghuni.

Perdagangan laut adalah bentuk perdagangan yang sangat menguntungkan yang diremehkan oleh kebanyakan player. Yang paling mengetahui rute perdagangan dengan baik bisa mendapatkan uang banyak pada sekali perjalanan.

Mereka bisa mendapatkan banyak uang dengan menyediakan transportasi pada orang-orang.

Pergi menaiki kapal mengarungi benua jauh lebih cepat dibandingkan berjalan kaki, pepatah Versailles mengatakan: “Yang pertama diatas tanah adalah para petualang yang penuh otot. Selanjutnya adalah para pedagang.”

Tak ada tempat di Benua Versailles dimana para Merchant tidak bekerja. Itu mungkin bukan kekuatan yang sebenarnya, namun kekuasaan yang dipegang oleh seorang Merchant yang memperdagangkan barang-barang dalam jumlah yang besar diseluruh benua tak bisa diabaikan. Keinginan para Merchant yang memanfaatkan laut memiliki sebuah keuntungan ketika mereka mengakrabkan diri mereka dengan skill-skill pelayaran.

“Sudah pasti bahwa guild-guild bergengsi tak akan bertahan lama jika tak ada Merchant yang mendukung mereka.”

Bukannya pergi bersama Weed ke Guild Mariner, Hwaryeong dan yang lainnya pergi ke bar dimana mereka mendengar sebuah quest yang berkaitan dengan Zahab. Quest-quest yang berkaitan dengan sisa-sisa Order of Matallost, quest-quest yang berkaitan dengan Kekaisaran Niflheim.

Pulau Ipia menarik banyak orang dengan spesialisasi birnya dan kau akan sering melihat pesta-pesta barbekyu di pantai. Tetapi Weed memiliki tujuan lain dalam benaknya. Dia akan mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan quest Kekaisaran Niflheim.

Dikatakan bahwa Pulau Ipia adalah sebuah resort raksasa, tetapi itu dikunjungi oleh begitu banyak orang hingga itu juga bisa disebut sebuah pelabuhan penting. Setiap pelabuhan memiliki kedai dan para pelayan wanita memiliki sebagian besar informasi. Untuk mendapatkan informasi tentang quest-quest laut, kau harus “menangkap” mereka. Perlakuan dari para pelayan di bar-bar adalah sebuah kompetisi sensitif yang sering memicu persaingan.

“Menaiki kapal hantu akan tak berguna jika aku tak memiliki informasi apapun.”

* * *

Pulau Bajak Laut Croix berlokasi didekat Pulau Ipia! Perahu-perahu nelayan kecil yang terdiri dari party-party berburu penuh dengan Warrior dan Priest kesana kemari, menyelesaikan quest-quest.

“Kuharap kita tidak mengarah pada masalah yang terlalu banyak.”

“Tidak sama sekali. Aku menikmati berbicara denganmu.”

“Shank, nih 3 gold yang kami janjikan.”

Croix adalah sebuah tempat berburu yang sangat berbahaya karena setengahnya adalah basis bajak laut dengan berbagai pertahanan yang dibangun disekitar benteng. Dan setengah yang lainnya dipenuhi dengan monster!

Hanya player-player berlevel 340 atau lebih tinggi yang bisa masuk dan keluar hidup-hidup.

Pada jalur daratan yang sempit namun aman, para player berdiri disekitar mengumpulkan party untuk berburu secara hati-hati dan mengeksplorasi Croix!

Namun, kapal layar tua dengan kehadiran yang mencolok tiba dari laut. Itu adalah armada hantu dari bajak laut Deorol. Seorang bajak laut bermata satu, bertangan satu, berkaki satu memegang kantong uang di satu tangan dan tangan yang satunya memegang bendera besar.

“Tweeeeeeet! Pwap pwap pwap pwap. Sha! Invasi musuh!”

Para bajak laut dari pulau itu segera merespon. Teriakan-teriakan alarm dan suara terompet menyatakan keadaan darurat. Para player yang berusaha berburu duduk dalam keadaan takjub.

“Apa yang harus kita lakukan?”

“Apa lagi, kita tunggu saja sampai para idiot itu tewas.”

Biasanya tak ada player yang cukup gila untuk menyerang Pulau Croix. Croix adalah tempat berkumpul bagi beberapa geng bajak laut yang paling jahat. Bahkan sejauh bahwa berburu dipulau ini akan membuat para player merasa bangga.

“Dasar para bajingan tolol.”

Para player tertawa saat para bajak laut berbaris satu demi satu untuk melindungi rumah mereka yang ada ditepi laut. Kapal layar tua itu terus maju tanpa mengubah arahnya. Geomchi3 tengah duduk di kursi kapten sembari si First Mate Nickey mengemudikan kapal. Nickey dengan rendah hati membungkuk dan berkata.

“Kapten sementara! Pada kecepatan ini, kita akan menghantam pantai. Apa kau mau memperlambat?”

Geomchi3 menggeleng.

“Maju terus dengan kecepatan penuh.”

“Baik, pak.”

Maju terus tanpa mengubah arah! Berlabuh di pasir. Di Pulau Croix, para penyerang membawa pedang dan tali-tali dengan kait sedang menunggu kapal hantu itu mendekat.

“Uwaaaah!”

Muncul dari lubang lambung Kapal Hantu, Geomchi keluar.

Operasi pendaratan di Pulau Bajak Laut Croix yang terkenal sedang dijalankan.

* * *

Ada lebih dari 20 bar di pelabuhan Pulau Ipia. Juga ada banyak tempat peristirahatan yang terkenal, tetapi bagi para pelaut yang kembali dari pelayaran yang panjang, mereka ingin bersantai dan menghilangkan rasa lelah mereka dengan bir di tempat bersantai mereka yang biasanya. Itu diklasifikasikan sebagai bar yang nyaman didekat pelabuhan dan pantai yang mengijinkan pakaian renang santai. Para pelaut biasanya pergi kesana karena suasananya yang tenang. Hwaryeong memberitahu dia untuk bertemu di bar tersebut karena suasananya yang bagus dan nama bar tersebut ” Girl Waiting at the Harbor “.

“Ini birmu dan makanan ringan rumput laut kering. Silahkan beri tip disini.”

Weed selesai memesan dan duduk di bar tersebut dimana musik lembut tengah dimainkan.

“Suasana yang tidak buruk. Zephyr dan yang lainnya masih belum datang.”

Weed memasukkan sepotong rumput laut kering pada giginya yang membusuk dengan jari-jari tulangnya. Bahkan setelah berubah menjadi seorang undead, itu masih memungkinkan untuk merasakan aroma rasa. Biasanya seorang Skeleton tak memiliki banyak indra perasa, namun berkat efek dari Sculptural Shapeshifting, dia secara efektif membatasi tubuh sejatinya. Jadi dia masih memiliki beberapa keuntungan dari tubuh manusia.

Ketika dia mempelajari Sculptural Shapeshifting, dia tidak tau apakah sifat-sifat pembatasan itu akan menghilang, namun sekarang rasa dan aroma dimaksudkan untuk dinikmati. Sambil meminum bir, Weed mendengarkan cerita-cerita yang ada disekitar.

“Aku senang kita datang ke Pulau Ipia. Aku akan datang lagi tahun depan.”

“Lalu mengundang Oze dan yang lainnya untuk datang di Tahun Baru.”

“Tim Palowin mengikuti pasukan Berwick kedalam dungeon ini. Disana mereka mengungkapkan mereka sedang mengerjakan sebuah quest yang benar-benar besar, dan Fame’nya luar biasa.”

“Kau tau bahwa kau bisa membawa keju ke Kerajaan Brent untuk mendapatkan banyak uang.”

“…Apa kau benar-benar berpikir demikian?”

“Informasinya berasal dari sumber yang kurang terpercaya, namun kurasa itu mungkin menjadi sebuah penghasilan yang besar.”

Para player dengan berbagai profesi dan para Merchant berbicara dengan bebas dan berbagi cerita.

Kau bisa mendapatkan keuntungan dari mendengarkan, dan mereka mungkin menerima bantuan juga.

Jika tak ada rahasia-rahasia yang dibagikan, seseorang bisa mendengarkan band musik. Itu sudah sewajarnya untuk membayar harga minuman sambil mengumpulkan informasi. Weed menguping pembicaraan banyak orang di pusat kedai tersebut sambil mengenakan sebuah jubah berat. Setelah sekitar 10 menit memata-matai, dia mendengar.

“Tapi setiap kali aku pergi ke Morata, sang Lord sibuk. Aku ingin melihat wajahnya sebelum aku pergi.”

Setiap telinga didalam tempat itu pasti mendengarnya dan mulai berbicara.

“Dimana kau mendapatkan sebuah quest memahat?”

“God of War Weed, quest Order of Matallost… menurutmu apa dia hanya membagi questnya dengan para player yang membantu dia menyelamatkan tahanan dari Order of Matallost?”

“Kudengar bahwa semua orang yang mengerjakan quest aslinya termasuk kedalamnya tetapi mereka tak punya hal eksklusif, jadi semua orang bisa bergabung.”

“Itu adalah pengalaman yang bagus bagi profesi-profesi tempur, suatu exp yang mudah untuk didapatkan dari satu quest tak sering terjadi didalam organisasi yang besar.”

“Ratusan orang bekerja sama untuk sebuah quest… kedengarannya menyenangkan.”

Weed tiba-tiba merenggangkan bahunya yang lebar meski itu hanyalah tulang-tulang yang kecil. Para player yang menyelesaikan quest Order of Matallost bertekad untuk menyelesaikan quest yang selanjutnya. Di Royal Road, itu bukanlah suatu hal yang semudah itu untuk ikut serta dalam sebuah quest besar, itu juga akan menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan.

“Obsesi Lord of Morata dalam mendapatkan uang tentunya sangat unik. Dia melakukan lebih banyak bisnis daripada kebanyakan Merchant.”

“Oh, ngomong-ngomong, pernahkah kau mendengar tentang pertunjukan malam dari Hairen Benti?”

Mereka dengan cepat mengubah topik. Ketika sedang minum-minum tak ada keharusan untuk berbicara terlalu dalam tentang Lord-Lord dari wilayah lain.

“Maksudmu pertunjukkan yang diadakan di alun-alun pusat itu?”

“Apa sudah sampai di alun-alun pusat? Pada tingkat ini, akan ada banyak orang yang hadir.”

“Itu adalah sebuah pertunjukan yang bagus.”

Hairen Benti adalah seorang Bard perempuan. Menyanyi dan menari dari Morata, dia mendapatkan popularitas yang sensasional. Berkat investasi dalam budaya, para Bard bekerja dengan sungguh-sungguh.

Ada banyak lagu dengan tema Morata yang ditampilkan diseluruh Benua Versailles. Morata penuh dengan kesenangan petualangan dan termasuk sentral perdagangan yang kuat.

Fakta bahwa cerita-cerita tentang Morata telah menyebar jauh sampai Pulau Ipia yang berada di utara adalah bukti bahwa Morata berkembang pesat. Setiap kali quest-quest milik Weed disiarkan, setiap bar selalu membicarakan tentang hal itu.

“Sebelah sini, pelayan!”

Weed memanggil salah satu karyawan.

“Ya, tuan?”

Dengan segera seorang pelayan dengan rambut dikepang datang.

“Sepertinya, para Bard di meja itu tampaknya memanggilku… bisakah aku langsung memberikan tagihannya padamu sekarang?”

“Tidak tidak. Tolong berikan aku dua untaian rumput laut lagi. Aku akan menjumlahkan tagihannya nanti.”

“Sheeeesh! Baiklah, tuan.”

Dia mengabaikan perilaku buruk si pelayan. Inilah yang terjadi ketika kau memiliki intimasi yang buruk.

Weed adalah seorang Skeleton dan tidak dikenal, bahkan empat minuman tidaklah cukup untuk membuat akrab dengan Weed.

“Terimakasih.”

Weed berterimakasih pada si pelayan yang memiliki perilaku buruk itu kemudian dia menerima rumput laut dengan lambaian tangan yang lembut. Dan dia segera berjalan kearah si nyonya rumah dengan kibasan dari mantel miliknya. Telinga yang direnggangkan segera menciut.

“Apa kau menyukai patung?”

Bekerja untuk membangun intimasi! Weed berbicara pada para karyawan perempuan dibawah mata-mata waspada dari para player. Itu adalah sebuah bar disamping laut, mempertahankan sebuah hubungan yang bersahabat dengan para pelayan wanita bisa menghasilkan informasi yang diperlukan untuk sebuah quest. Orang lain bersimpati saat mereka terus melihat, bertanya-tanya informasi macam apa yang akan diberikan oleh para karyawan perempuan itu.

“Namaku Delia, bukan “kau”, dan aku benci patung!”

Sebuah penolakan yang tajam! Dia bahkan tidak harus mengerahkan upaya sebanyak ini untuk mengukir sebuah Masterpiece. Jika dia harus membangun kedekatan seperti ini, itu akan membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan informasi yang dia butuhkan untuk quest miliknya.

Weed tidak akan menyerah hanya karena itu sulit, bagaimanapun juga dia bisa berbagi makan siang dengan instruktur, dan mengambil ubi yang berharga dari Tetua Morata hanya dengan hanya penampilan pasrah yang tersisa di wajah si Tetua.

Weed mengetukkan jari tulangnya di meja dan berkata ringan.

“Kau sangat cantik.”

“Mendengar pujian seperti itu dari seorang Skeleton tidak membuatku senang.”

“Pria seperti apa yang kau sukai?”

“Aku suka seorang pria dengan rambut pendek. Aku benci pria yang botak.”

Kesedihan dari seorang Skeleton! Penampilan menusuk dan bermata satu dihadapkan dengan rasa tidak suka yang parah dari Delia.

“Seorang Skeleton tidak indah?”

Itu tidak keren? Bagaimana bisa pakaian miliknya tidak indah? Dia tak pernah mengerti selera wanita.

Memang, bagian retak dari tengkorak secara alami memberikan penampilan yang tidak elegan dari sebuah tengkorak bercelah. Karena penampilannya jauh dari Orc Karichwi yang memiliki pesona terhadap wanita, Weed memutuskan untuk mengubah arah.

Mengasumsikan seseorang tak bisa mendapatkan kedekatan dari berbicara, masih ada cara khusus yang bisa mendapat keuntungan.

“Hadiah.”

Cara tercepat untuk mendapatkan perhatian dari karyawan perempuan! Namun, kedekatan yang diperoleh dari hadiah tidak berlangsung lama. Jika hadiah yang kau berikan tidak setimpal, maka kedekatan akan segera menurun.

“Dan kemudian kau menyesali hadiah tersebut.”

Weed memutuskan untuk bertanya secara langsung.

“Cerita-cerita macam apa yang kau sukai?”

“Hmmm… Aku sangat suka cerita petualangan, terutama cerita petualangan dari laut! Namun aku mungkin tak akan memiliki ketertarikan apapun pada cerita-cerita dari seorang Skeleton.”

Weed berpikir tentang sebuah petualangan yang berhubungan dengan laut dan wilayah-wilayah sekeliling.

“Aku punya banyak petualangan hebat dari lautan.”

“Oke, aku akan menceritakan padamu sebuah cerita yang menarik.”

“Tampaknya itu seperti buang-buang waktu.”

“Pernah aku mendengar seorang petualang tertentu dari Kerajaan Rosenheim…”

Dimulailah sebuah cerita petualangan untuk merebut perhatian si pelayan perempuan itu, membuat para pelayan terkesan, dan membuat bar itu menjadi lebih bergembira.

*Kkiruru!*

Tepat saat dia hendak mengungkapkan kisah dari petualang itu, seekor burung terbuat dari emas terbang dan hinggap dipundaknya. Si Golden Bird dengan matanya yang terbuat dari safir menatap Delia. Sesosok manis memakai sebuah mahkota berlian. Si Golden Bird muncul disaat yang sangat tepat!

Para tamu di bar itu menatap dengan terkejut pada si Golden Bird. Golden Bird membuat para player takjub karena mereka tak pernah mendengar tentang hal semacam itu.

“Ya ampun! Apa kau memelihara burung misterius ini?”

“Ya.”

Kekuatan persahabatan dengan Delia, karyawan dari kedai “Girl Waiting in the Harbor”, telah meningkat sedikit.

“Boleh aku menyentuhnya?”

“Tentu saja.”

Karena itu tak merugikan untuk menyentuh, sentuhan berkali-kali diijinkan. Delia secara ringan mengeluskan jarinya pada si Golden Bird.

“Aku tidak tau bahwa ada burung yang seperti ini. Kau pasti seorang petualang yang hebat!”

Kekuatan persahabatan dengan Delia, karyawan dari kedai ” Girl Waiting in the Harbor “, telah meningkat secara signifikan

Perlakuan si Skeleton yang norak meningkat pesat! Jika kau melewatkan sebuah peluang untuk mendapatkan kedekatan yang besar, kau pasti akan menyesalinya jika menyia-nyiakannya.

Meskipun sekarang dan nanti dia jatuh kedalam kemalangan di Benua Versailles, dia sekarang menjalani petualangan yang diimpiimpikan di laut.

Namun sekarang dia bisa memiliki kapal layar berukuran sedang, tak ada perlunya untuk khawatir tentang bencana-bencana kecil… Mengkomandani Kapal Hantu memiliki bencana-bencana kecil yang tak ada habisnya. Juga tak ada perlunya untuk membicarakan tentang kebocoran air yang sudah menjadi kebiasaan, penyaringan udara yang mengerikan, rumput laut yang terjerat di kemudi, dan sekelompok pelaut kotor dan rekan-rekan yang siap untuk melompat ke mulut monster laut tanpa banyak bicara.

Satu-satunya alasan dia datang ke laut adalah karena si Golden Bird telah menunjuk ke lokasi disebrang laut. Weed siap untuk menculik Golden Bird dengan suaranya yang halus. Ya, suasana tersebut mempertahankan sebuah tema Skeleton tertentu, dan telah memberi dia harapan yang berkelanjutan.

“Si Golden Bird menunjuk suatu tempat bukan? Apa itu ada hubungannya?”

“Sayangnya aku belum tau. Namun aku yakin ada hubungannya dengan runtuhnya Kekaisaran Niflheim. Apa kau pernah mendengar tentang hal itu?”

“….Itu adalah Kekaisaran Niflheim, kan? Topik itu mencakup banyak nama sejak dahulu, tetapi aku tidak tau apa-apa tentang mereka. Namun jika kau berbicara tentang Laut Utara, maka kau harus berbicara pada kakek North Thira, dia sering berlayar di utara. Bukankah akan lebih baik untuk berbicara dengan dia kemudian menanyai aku?”

“Boleh aku tau dimana aku bisa bertemu dia?”

“Dia tinggal di dekat pulau Imperial Villa timur. Lebih mudah untuk menemui dia didepan rumahnya selama siang hari.”

Weed merasakan sebuah firasat.

Kadang-kadang pentunjuk terkecil pun bisa menyebabkan terjadinya hal-hal besar. Ada kemungkinan bahwa North Thira tidak tau apa-apa tentang Kekisaran Niflheim. Namun itu adalah informasi yang dia tidak harus membayarnya, jadi dia menerimanya sebagai sebuah hadiah.

Weed merenggangkan bahunya yang lebar.

“Ini semua berkat keberuntunganku!”

*Kkiruru!*

Si Golden Bird tertawa bersama Weed! Patung-patung yang diciptakan oleh seorang master memahat seperti sang Kaisar benar-benar unik, mereka memiliki hubungan yang tenang.

“Patung hidup seperti yang satu ini benar-benar tidak biasa. Burung ini jauh lebih cerdas daripada yang aku buat.”

Weed berpikir tentang semua kelemahan dari bentuk-bentuk burung besar.

“Dalam hal bentuk, ada banyak ketidakefesiensian. Penampilan indah dan sayap yang menarik mata, tetapi kakinya tidak nyaman untuk menulis, makan, dan membawa sesuatu.”

Sembari Weed merenungkan geometri dari makan dan membawa.

“Hyung-nim, kau datang duluan.”

Zephyr muncul membawa sebuah joran pancing.

Rekan-rekannya sebelumnya pergi secara terpisah di Pulau Ipia, tetapi Zephyr menghabiskan waktunya untuk minum di bar.

“Selamat datang, tuan!”

Delia menunjukkan sosok keramahan yang ceria!

“Mister, kau sangat luar biasa! Kau telah menangkap seekor ikan yang sangat besar!”

Salah satu dari tas milik Zephyr terdapat berbagai ikan langka.

“Bagi seorang Angler hebat seperti aku, ini sangatlah mudah!”

“Oh, aku tak pernah melihat Sunfish sebesar itu.”

Para pelayan wanita mengerumuni Zephyr!

“Bukankah ini Cinnamon Ganhan? Aku secara pribadi akan memberimu sebuah piring yang diasini jika kau mau menjual ini.”

“Juga ada rumput laut, kulit kerang, dan bubuk mutiara yang bagus yang mana mungkin bagus untukmu menurut beberapa jurnal pengobatan.”

“Ini mungkin akan bagus!”

“Tuan Angler, duduklah disini. Apa kau punya pertanyaan-pertanyaan atau membutuhkan sesuatu yang lain?”

Popularitas Zephyr diantara para pelayan wanita sangatlah besar.

“Orang ini… dia bahkan tidak harus memesan rumput laut.”

“Apa kau mengetahui suatu macam rahasia?”

“Kayu manis.”

Sementara itu Yurin menggunakan skill Picture Teleportation untuk bepergian.

“Oh Yurin, aku ingin menggunakan banyak kayu manis.”

Seolah-olah untuk menjawab pemikirannya, Yurin segera muncul setelahnya.

“Uh huh, sungguh sistem yang bagus.”

Dia tidak bertanya kenapa Yurin baru muncul. Hanya saja tiba-tiba ada awan hitam di latar belakang kehidupan cinta Zephyr, dia merasa ingin menangis.

* * *

Sebuah pesta malam bulan pernama di Pulau Ipia, semua orang berbagi cerita-cerita mereka sambil minum bir. Dalam suasana tersebut, Hwaryeong menceritakan kisahnya tentang bagaimana dia menulis lagu-lagunya di berbagai negara.

“Aku pertama kali melihat Menara Eiffel ketika aku berusia 16 tahun.”

“Menara Eiffel… maksudmu bangunan baja di Perancis?”

“Weed, kapan kau melihat itu?”

“Dalam perjalanan liburan musim panasku. Apa kau mau melihat foto-fotonya?

Aku juga punya beberapa poto perjalanan yang lain.”

Perancis, Italia, Belanda. Jerman, Inggris! Weed bisa bercakap-cakap dengan Hwaryeong tentang Negara-negara itu.

“Rasa perjalanan ke luar negeri sangat berbeda…”

“Hei, aku harus bepergian karena bandku. Aku melakukan yang terbaik ketika aku bepergian! Jalur Inggris benar-benar kecil tetapi yang paling ramai, kan?”

Hwaryeong kebanyakan hanya mendatangi kota-kota besar saja karena pertunjukkannya membutuhkan ruang yang luas, jadi dia tidak melihat banyak pedesaan. Berbicara tentang band yang diselaraskan dengan bakat Hwaryeong membuat dia meneteskan air matanya.

“Apa menurutmu kita punya waktu untuk pergi sekarang?”

Wajah Bellote tersipu merah cerah.

Mata Mapan dengan panik berkeliaran seolah dia sedang menunggu sesuatu dan kemudian mengangguk dengan hormat.

Dia memegang satu set kartu dengan desain yang bagus.

Yurin secara khusus melukis adegan tersebut dan bermain kartu.

Meminum alkohol pada suatu suasana yang bagus! Hanya ada jumlah orang yang sempurna untuk sebuah pesta besar!

“Ini taruhannya, 10 gold.”

“Itu akan menjadi cukup besar. Semua taruhan adalah akhirnya.”

* * *

Dai’n berada di pesta pantai dibawah malam bulan purnama.

“Tampaknya kau baik-baik saja.”

Weed tampak bahagia bersama rekan-rekannya.

Itu adalah gambaran yang dia bayangkan di rumah sakit.

“Sebelum operasi itu, aku tidak tau apakah aku akan meninggalkan dunia ini selamanya… Aku takut, jadi aku tidak mau mengakui bahwa aku sangat memikirkan kamu.”

Itu gila. Apa yang dikatakan pikiranmu tidak selalu apa yang ingin diterima hati.

“Ah, Royal Road tidak terlalu menarik. Aku tidak tau kapan aku bisa log in nanti. Sejak awal, keluarga dan teman-temanku hanya akan khawatir. Aku merasa begitu kesepian. Aku hanya ingin ketenangan melakukan operasi. Jadi aku tidak memberitahumu tentang hal itu pada akhirnya. Tapi akhirnya, aku mendapatkan keberanian karena aku tau bahwa seseorang akan mengingat aku selamanya, bahkan tanpa sebuah penyampaian secara terus terang. Aku ingin tetap sebagai orang yang sespesial itu tanpa menyebabkan kamu khawatir tentang ketidaknyamanan yang lain. Kemudian aku khawatir tentang cerita seperti apa yang harus kukatakan padamu, jadi aku secara sengaja tidak mengubah penampilanku yang dikutuk ini.”

“Maaf.”

“Namun, Weed, sekarang kamu tampak benar-benar bahagia bersama teman-teman dekatmu. Aku minta maaf bahwa aku tidak bisa berbicara secara langsung padamu. Dan sekarang itu mustahil untuk bertanya apakah kamu menyukaiku. Ini adalah takdirku untuk bertemu denganmu lagi. Aku punya sebuah ilusi fantastis. Dengan kenangan tentang kita yang kamu ukirkan pada bumi, aku benar-benar senang.”

“Tapi semuanya tak masalah sekarang. Weed, sekarang bahwa kamu baik-baik saja, pikiranku tenang sekarang. Itu artinya kamu bisa mencintai seseorang yang lain kan? Mungkin untuk yang terbaik… tapi… bahkan jika kamu mengatakan bahwa sekarang itu baik-baik saja kan?… untuk tetap ada di sampingmu.”

Air mata mengalir dengan lembut dari mata Dain. Namun, dia berjalan ke lokasi lain, mereka perlahan-lahan digantikan dengan tawa yang nyata.

“Cinta pertama…. Pada akhirnya cinta pertamamu adalah aku, kan?”

sumber : http://sekkinokyou.id/

Translator / Creator: alknight