June 2, 2017

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 17 – Chapter 8: Encounter with Da’in

 

Pavo berambisi besar sebagai Architect. Dia sekarang terampil dalam membangun rumah dan bangunan untuk berbisnis.

Ada cukup banyak preferensi untuk rumah di Morata. Di kerajaan kaya lainnya, kau harus menjadi pemain berlevel tinggi atau memiliki banyak uang untuk memiliki rumahmu sendiri. Itu karena mereka harus membangun villa atau rumah mewah agar tidak kalah dengan yang lain. Tapi di Morata, ada tipe rumah khusus.

Gubuk!

Itu dapat dibangun dengan mudah, dan hampir tidak ada biaya konstruksi ataupun pemeliharaan.

Gubuk yang jelek hanya bisa menahan hujan dan angin, tapi jumlah gubuk begitu banyak sehingga tidak ada alasan untuk malu tinggal disana.

Karena bahkan para pemain pemula pun bisa membangun satu gubuk jika mereka memperoleh kayu, mereka cenderung akan mempersiapkan suatu rumah hanya setelah mencapai level 20 atau 30.

Mereka bisa dengan mudah mewujudkan impian mulia memiliki rumah mereka sendiri. Setelah menyiapkan suatu rumah, pemula akan meninggalkan peralatan atau barang yang tidak mereka gunakan dalam rumah, dan bahkan memanggil teman-teman untuk mengadakan pesta. Morata adalah kampung halaman bagi mereka dan bahkan memiliki sebuah rumah; itulah alasan utama mengapa pemula tidak bisa meninggalkan Morata bahkan setelah tumbuh berkembang.

Biasanya, izin untuk membangun gubuk-gubuk itu jarang diberikan karena keamanan publik dan kesehatan akan turun dengan drastis jika banyak gubuk dibangun. Harga tanah juga sangatlah tinggi di kota-kota lain, sehingga membangun rumah memerlukan uang dalam jumlah besar. Tapi tanah Morata berharga murah, dan keselamatan dan kesehatan masyarakat cukup baik juga. Lord telah membuat jalur air yang mahal, membentuk satuan pengamanan, dan bantuan bagi masyarakat miskin terus mengalir dengan lancar karena pengaruh Order of Freya, sehingga hampir tidak ada pencuri.

“Tak ada desa lain yang mengidealkan gubuk sebagai tempat tinggal lebih dari yang satu ini.”

Pavo telah membangun sejumlah besar gubuk. Gubuk-gubuk yang dia bangun sangatlah popular karena kokoh dan tata ruang juga dirancang dengan baik. Sebuah gubuk yang baru saja dibangun memiliki pesona tersendiri. Itu akan memburuk setelah waktu yang lama, membusuk atau rusak dan bocor, akan tetapi, setidaknya itu adalah gubuk yang layak huni dan tampak seperti baru.

Adventurer, Merchant, dan pemain kaya yang menyeberang dari Pusat Benua menginginkan hunian kelas tinggi.

“Tolong bangunkan aku rumah di tempat yang bisa melihat pemandangan Morata di bawah. Kau harus membuat suatu gudang yang besar, dan gunakan bahan yang mahal juga.”

Ada juga banyak permintaan untuk rumah kelas tinggi atau bangunan bisnis, sehingga Pavo bekerja keras. Ribuan gubuk, ratusan villa mewah, jembatan Morata, serta bangunan bisnis yang dia telah bangun sendiri, sudah menjadi landmark.

“Skill Construction dan Designing belum berkembang dengan baik belakangan ini.”

Kemahiran dari teknik membuat gubuk sangatlah diremehkan. Fame yang dia peroleh dan pertumbuhan kemampuannya untuk menyelesaikan suatu bangunan bisnis atau villa, juga menurun.

“Aku harus membuat suatu karya yang benar-benar mengagumkan.”

Kasih sayang Pavo terhadap Morata sangatlah tinggi. Karena dia telah membangun banyak bangunan yang digunakan oleh Merchant dan warga, sebagai Architect, dia seperti menyukai kota itu, seolah-olah kotanya sendiri.

“Mari coba membuat suatu bangunan yang tepat.”

Dengan waktu yang tepat, permintaan Weed mengobarkan api semangat yang menantang dalam dirinya, sebagai seorang Architect. Dia harus membuat pekerjaan konstruksi untuk menyimpan patung tentang kelahiran dan kematian, serta boneka yang tak terhitung jumlahnya.

“Intermediate Designing!”

*Ding!*

— Designing sedang berlangsung.

Rancangan muncul sebagai gambar 3D tembus pandang di depan Pavo.

Dengan menggunakan Mana, dia bisa mencoba mendirikan dinding, kolom, dan bahkan menghias interior, seolah-olah dia benar-benar membuat suatu rumah. Skill Designing pemula memiliki batas untuk ukuran secara keseluruhan, dan kau juga tidak bisa menggunakan material yang beragam.

Skill Contruction dan Designing tak terpisahkan. Material dan gaya baru yang diterapkan pada Contruction mampu secara langsung mempengaruhi skill Designing dan mengembangkannya. Hal-hal seperti penataan furnitur dan struktur rumah diselesaikan melalui Designing. Setelah membuat rancangan, kau bahkan bisa memberikan instruksi kepada para pekerja.

Skill Designing Pavo adalah Intermediate level 3. Itu bukanlah level yang mampu membangun kastil, tapi dia pasti bisa membuat bangunan yang cukup besar dan taman.

“Itu adalah skill yang bisa membuat 3 villa mewah sekaligus.”

Pavo membuat rancangan dengan struktur yang sangat besar.

Weed mengatakan bahwa dia telah membuat boneka untuk beberapa anak.

“Itu adalah suatu tujuan yang mulia… Aku tidak boleh mengecewakan itu.”

Weed telah memberi anggaran 1980 Gold! Itu adalah sejumlah uang yang hampir cukup untuk membuat satu rumah. Namun, Pavo berencana untuk berinvestasi dengan material sangat bagus untuk konstruksi.

“Mari kita menggunakan pohon dan bunga yang bagus dari benua untuk menghias taman. Kita akan membuat taman seluas sekitar satu setengah akre (1 akre = 0,405 hektar), dan luas bangunan setidaknya harus 8 akre.”

Sembari membayangkan bangunan landmark utama, itu memiliki ukuran dan desain yang tidak pernah dia buat sebelumnya. dia bermaksud untuk memanfaatkan keunggulannya sebagai seorang Architect, yaitu profesi yang dikatakan memiliki uang paling banyak setelah Merchant, untuk mencoba membuat suatu bangunan yang layak sebagai lambang Morata.

“Sebagai seniman, adalah konyol jika Weed tidak memiliki satu ruang yang cukup layak untuk memajang patung-patungnya.”

Dia akan membuatnya sehingga patung-patung hasil karya Weed bisa dipamerkan, sehingga memungkinkan warga dan adventurer untuk melihatnya.

Pavo memulai konstruksi. Dia terjun langsung ke dalam proses produksi karena pekerjaan itu begitu luar biasa.

* * *

Pale sedang berburu dengan partynya dalam dungeon ketika whisper datang dari Weed.

— Aku harus berburu di suatu penjara bawah tanah. Ini mungkin sedikit berbahaya, tapi tolong kirimkan padaku satu orang atau lebih.

Penjara bawah tanah Benteng Embinyu sangatlah rumit. Ada party-party yang berburu dan monster yang tak terhitung jumlahnya ada dimana-mana.

Karena tampaknya, ada juga monster yang menggunakan racun, jadi sangatlah sulit untuk bertarung sembarangan.

— Aku mengerti.

Setelah mengakhiri whisper, Pale berbicara kepada partynya.

“Weed meminta kita mengirimkan satu orang.”

“Haruskah aku yang pergi?”

Hwaryeong langsung saja melangkah maju, seolah-olah dia telah menantikannya. Tak mungkin dia melewatkan kesempatan untuk pertama kalinya bertarung bersama Weed setelah sekian lama.

“Tentu saja Weed akan menyambutmu, Hwaryeong, tapi dia mengatakan bahwa dia membutuhkan seseorang yang bisa menyembuhkan racun. Irene, apakah kau mau pergi juga?”

“Apa yang akan kau lakukan disini jika aku pergi?”

“Kami akan mencari tau, entah bagaimana caranya. Tidak masalah, karena kita masih memiliki Da’in disini.”

Party Pale menyelesaikan berbagai permintaan dari Morata. Mereka berburu dan melaksanakan quest secara bergantian, sembari mendapatkan buku yang berisikan “Rahasia Pembuatan Breastplate Kuno.” Meskipun quest yang saat ini mereka kerjakan memiliki tingkat kesulitan C, itu adalah perburuan di dungeon yang berbahaya, dimana mereka diserang oleh monster dengan damage sangat tinggi.

“Bukankah berbahaya bagi mereka yang ditinggalkan, jika Hwaryeong dan aku pergi sekaligus?”

“Mungkin. Hal ini tergantung pada berapa lama Zephyr bisa bertahan, tapi pasti akan sedikit berbahaya, ya kan?”

Sebagai party yang tak memiliki Warrior atau Knight, benar bahwa mereka akan gelisah setiap kali mereka melakukan eksplorasi dungeon. Meskipun Zephyr mengambil alih pertahanan, adalah suatu hal yang sulit ketika ada banyak monster menyerang mereka sekaligus. Hwaryeong mengganggu monster dengan Confusion Dance atau Seduction Dance, jadi jika dia dan Irene pergi pada saat yang sama, itu akan sangat menghambat eksplorasi.

“Aku akan pergi.” Sembari memegang sebuah gada, Da’in melangkah maju.

Shaman adalah profesi yang bisa disebut jack of all trade! Gadis itu memiliki kekuatan menyerang, tapi dia juga punya keunggulan untuk menghajar monster dengan keras ketika menggila. Saat dia mengayunkan gadanya, Da’in sesekali bergumam pada dirinya sendiri.

“Bagaimanapun juga, pencambukan harus dilakukan dengan tangan. Tidaklah menyenangkan ketika kau berburu tanpa kepuasan menghajar musuh.”

Sebagai Shaman paling populer di Morata, dia selalu membantu dalam party Pale.

Zephyr mengangguk.

“Nona Da’in dapat diandalkan karena dia dapat menetralisir racun dan bahkan menyembuhkan. Sepertinya, Hwaryeong dan Da’in bisa pergi bersama-sama untuk membantu Weed.”

Setelah mereka memutuskan siapakah orang-orang yang akan pergi ke penjara bawah tanah, Yurin menggambar sebuah lukisan berdasarkan penjelasan Weed. Dalam gambar, Yurin, Da’in, dan Hwaryeong berdiri di samping Weed di pintu masuk penjara yang gelap. Keuntungan dari Picture Teleportation adalah, beberapa orang bisa dipindahkan sekaligus. Memang, melakukan teleportasi pada sejumlah besar orang adalah suatu hal yang tidak mungkin karena semua orang harus digambar pada selembar kertas. Mereka juga tidak bisa teleport di bawah tanah yang terlalu dalam karena keterbatasan Mana.

“Picture Teleportation!”

Yurin, Hwaryeong, dan Da’in menghilang, seolah-olah mereka tersedot ke gambar. Kemudian, seolah-olah digoyangkan, mereka tiba-tiba muncul pada tempat dimana Weed sedang menunggu, yaitu pintu masuk penjara bawah tanah.

MOOOOO!

Yellowy menyambut mereka dengan wajah lembut, seolah senang melihat mereka. Dia adalah seorang pejantan, dan sebagai ciri khas makhluk berjiwa seni, dia menyukai wanita cantik.

“Ohh, betapa tampan dan gagahnya banteng ini.”

Hwaryeong dengan lembut membelai leher Yellow. Ini adalah saat yang bahagia bagi Yellowy, dia langsung saja mengendurkan rahangnya dengan ekspresi naif.

“Oppa, berapa berat kawan kita ini?”

“Dia adalah sapi Korea kelas top. Aku menambahkan sedikit bagian-bagian khusus, seperti ribeye.”

“Dia tampak lezat. Mestinya cukup nikmat jika kau memasaknya dengan perlahan dan makan kaldu tulangnya dicampur dengan nasi.”

Yurin, bercanda karena dia berada di depan Weed! Kulit Yellowy tampak memucat.

Sementara itu, Weed dan Da’in melihat satu sama lain.

Wajah Da’in sulit untuk dikenali karena kutukan yang telah diterimanya di Morata. Dia bisa saja menyingkirkan kutukan itu, tapi dia urung melakukannya untuk melihat bagaimana rekasi Weed terhadap dirinya.

Da’in membungkukan pinggang dengan ringan saat pertama dia menyambutnya.

“Halo. Aku mendengar banyak hal tentangmu.”

Gadis itu menyambutnya sambil menyembunyikan perasaan rumit karena sudah tidak bertemu dengan Weed dalam waktu yang lama.

Weed memperkenalkan diri secara singkat.

“Aku adalah Sculptor Weed. Jadi kau Shaman yang diperkenalkan oleh Pale.”

“Namaku Da’in.”

Suatu percikan melintas pada mata Weed. Sejak dia mendengar bahwa ada seorang Shaman bernama Da’in di party Pale, dia pikir itu adalah suatu kebetulan yang aneh.

“Da’in… dan kau mengatakan bahwa dirimu adalah seorang Shaman.”

“Kenapa memangnya?”

Weed menggeleng seolah untuk membersihkan sesuatu dari pikirannya.

“Bukan apa-apa. Hanya saja aku teringat suatu memori lama sebentar.”

“Jenis memori apakah itu?”

“Hanya… suatu kenangan yang kusimpan seorang diri. Sekarang bukan waktunya untuk berbagi cerita panjang.”

Weed berbicara dengan dingin karena dia ingat memori pahit dari Lavias.

Banyak orang berkumpul untuk melihat-lihat setelah mendengar kabar, bahwa dia telah tiba di pintu masuk penjara bawah tanah. Ada juga orang-orang yang mengikutinya dari kuil Order of Matallost.

Akan lebih baik untuk menyewa tentara bayaran Smith, dan sampai ke cepat tujuan.

“Mari kita pergi ke penjara bawah tanah terlebih dahulu, dan ngobrol kemudian.”

Weed mengeluarkan pedangnya dan maju. Dia telah menggunakan Sword Grind dan Armor Polish sebelumnya, jadi tidak ada yang bisa menahannya saat ini.

Da’in mengayunkan gada saat dia melantunkan mantra. Weed terbungkus efek mantra yang

memperkuat Strength, meningkatkan Agility, kecepatan gerak, dan kecepatan serangan, dan bahkan mengeraskan kulitnya. Efeknya begitu luas, sehingga sulit dipercaya apakah dia benar-benar seorang Shaman biasa. Kekuatan Weed meningkat sebesar lebih dari 230, dan kecepatan gerakannya juga menjadi sangat cepat. Seluruh tubuhnya diluapi dengan kekuatan, seakan-akan dia telah melepaskan sebuah barang bawaan yang berat. Dengan meningkatnya Stamina dan Agility, dia merasa bisa berlari seperti angin dan melompat dari tebing ke tebing. Dia merasa seolah-olah bisa berjalan seperti seekor cheetah!

“Dia seorang Shaman yang luar biasa,”

Weed berpikir demikian dalam hati.

Salah satu Shaman terbaik di Morata, kemahiran skillnya jauh dari rata-rata.

* * *

“Sunggu luar biasa dungeon penjara bawah tanah ini. Aku tidak berpikir akan sedalam ini.”

Warrior Hon melihat tempat sekelilingnya. Penjara bawah tanah Embinyu dikabarkan memiliki ukuran besar, serta labirin rumit dan berbagai tes subjek. Level monster yang ada disini juga tinggi, dan terdapat begitu banyak perangkap juga. Para Thief dalam party mencoba untuk menonaktifkan semua perangkap, tapi masih butuh lebih dari dua puluh lima hari bagi mereka untuk berjuang menemukan jalan ke tempat para Priest Order of Matallost ditahan.

Ada lebih dari 40 pemain yang telah menerima quest Rescue the Prisoners of the Order of Matallost bersama-sama, dan level mereka juga cukup tinggi. Mereka hanya mampu menyisir dungeon luas tersebut sampai ke titik ini, karena mereka mendapatkan bantuan dari para pemain seperti Explorer dan Elementalist.

Paladin Billeo mengatakan, “Karena itu adalah suatu penjara di bawah Benteng Embinyu… ini benar-benar bukan penjara biasa. Menurutmu, kapan kira-kira Weed akan datang?”

Mage Easton menyalakan api unggun dengan tenang, sembari dia menjawab.

“Kami mendengar sudah dia meninggalkan Morata, jadi tidakkah perjalanannya ke sini menghabiskan waktu selama lima hari atau lebih?”

Galia tampak tidak yakin.

“Secepat itu?”

Maksudnya, itu adalah jeda waktu yang terlalu cepat jika dibandingkan dengan seberapa lama yang mereka habiskan dalam penderitaan.

“Kami memberitahu jalannya pada dia. Karena kita juga sudah menyingkirkan semua perangkap, dia harusnya bisa lebih mudah tiba ke sini dalam waktu empat atau lima hari. Meskipun mungkin memakan waktu lebih lama, kau tahu.”

Hon membuat keputusan sebagai pemimpin party.

“Kalau begitu, karena kita tidak bisa membuang-buang waktu juga, mari kita berburu di area sementara kita menunggu.”

“Haruskah?”

“Lihatlah di sekitarmu. Yang lainnya juga berburu.”

Ada monster dalam jumlah besar di penjara bawah tanah. Karena itu adalah tempat dimana cahaya tidak bersinar masuk, disana dihuni oleh iblis-iblis mengerikan atau makhluk yang telah dikutuk oleh Embinyu. Mereka juga berlevel cukup tinggi. Kebanyakan, yang muncul adalah monster berlevel 350.

“Dia harusnya bisa sampai ke sini dalam waktu lima hari jika dia bergegas.”

* * *

Weed mendekati para Dark Knight yang menjaga pintu masuk ke penjara bawah tanah. Karena dia mendapatkan efek dari mengamati patung legendaris dan juga mendapatkan skill dari Shaman pada dirinya, dia bergerak dengan cepat, layaknya terbang.

“Musuh yang harus kita hadapi adalah lima belas Knight Dark.”

Mereka adalah penjaga gerbang Order of Embinyu. Seorang Priest yang dikucilkan dari Order of Demeter juga membantu para Dark Knight, tapi mereka benar-benar harus dikalahkan untuk memasuki penjara bawah tanah. Itu hanyalah waktu yang singkat, tapi adalah hal yang umum bagi orang-orang untuk melawan penjaga gerbang ketika sejumlah party yang berburu berkumpul di lembah River of Lamentation. Mereka membutuhkan setidaknya 20 orang untuk melawan Dark Knight secara mudah!

Weed akan melawan mereka bersama Hwaryeong, Da’in, dan Yurin.

“Itu hanya akan menjadi rumit jika ada terlalu banyak orang.”

Juga akan menghabiskan waktu ketika berburu sendirian, jadi dia pikir rekan tim sebanyak ini adalah lebih dari cukup. Jika jumlah orang semakin banyak, dia bahkan harus mendistribusikan japtem tersebut; penderitaan yang dia akan rasakan tidaklah terlukiskan!

“Apa, dia akan pergi berburu hanya dengan orang sebanyak itu? Apakah dia gila?”

“Kau melihatnya di siaran. Dia super kuat.”

“Dia berhasil dalam quest karena ada banyak Barbarian yang membantunya.”

“Dia hanya akan bisa masuk ke penjara bawah tanah jika kita bertarung bersamanya…”

“Mari kita tunggu dan lihat untuk sekarang ini. Dia mungkin akan meminta kita untuk membantu jika dia membutuhkannya.”

God of War Weed. Tanpa menyembunyikan kegembiraan mereka karena bisa menjadi rekan setimnya, para penonton memandang dari jauh.

Tentu saja, mereka akan melompat langsung untuk membantu jika Weed memanggil dan mampu memamerkan kekuatan mereka. Itu karena berada di party yang sama dengan Weed adalah kehormatan yang luar biasa.

Hwaryeong berbicara dengan khawatir, “Sekitar level berapa para Knight itu?”

“Diawal level 330’an. Elite Dark Knight sekitar 380.”

Tidak terlalu banyak Elite Dark Knight disini, tapi Weed menjelaskan untuk saat ini.

“Jika para Knight memiliki semangat yang teguh, Seduction Dance mungkin tidak akan bekerja dengan baik pada mereka.”

Charm milik Hwaryeong sudah cukup untuk membuat Yellowy mengibaskan ekornya. Selain statistic Charm yang sangat penting baginya sebagai Dancer, dengan kombinasi pakaian dan aksesoris, semua pria akan terpikat jika dia main mata dengan tarian mencolok dan menggugah miliknya.

“Hanya saja HP’ku rendah. Aku akan mati cukup cepat jika aku terkena serangan dari monster selevel dengan Dark Knight; apakah kau pikir itu akan baik-baik saja?”

“Aku akan menarik perhatian mereka terlebih dulu, jadi tolong menari setelah itu.”

“Aku hanya akan percaya padamu, Weed.”

Dark Knight mengenali Weed dan bereaksi.

“Musuh Gereja kami!”

“Dia adalah konspirator yang menghancurkan markas agama kita dan menyebabkan kematian sang High Priest.”

“Orang jahat yang mengendalikan kaum Barbarian yang tidak beradab dengan lidah liciknya dan menantang kami, yaitu para pengikut tujuan suci, dan dia telah datang.”

Dark Knight menyerang dengan kemarahan yang sengit.

Para Knight menyerang!

Ada banyak kasus dimana Knight bersikeras pada pertempuran satu lawan satu. Karena mereka memiliki kehormatan dan harga diri, para Knight menawarkan untuk bertarung satu lawan satu. Namun, peraturan tersebut tidak berlaku untuk Weed. Dia telah menjadi musuh yang tidak bisa hidup berdampingan dengan Order of Embinyu.

Cling, cling, cling.

Mereka bergegas dengan suara dentingan persendian armor, serangan Dark Knight sangatlah luar biasa. Suatu serangan dari para Knight sudah cukup untuk melukai tubuh tebal King Hydra. Karena mereka menanggung bobot armor mereka yang sangat berat, Vitality dan HP akan turun walaupun serangan itu diblokir dengan perisai. Banyak terjadi kasus dimana kau lumpuh karena dampak hantaman.

Tapi Weed memiliki skill pertahanan juga.

Closed Eyes Tightly!

Itu adalah teknik Warrior yang meningkatkan Perseverance dan Toughness melalui pembatasan pandangan.

Tidak hanya itu saja; dia jarang menggunakannya, tapi Moonlight Sculpting Blade adalah skill yang menggabungkan serangan dan pertahanan. Ketika dia menggunakannya sebagai skill serangan saja, dia bisa mengabaikan pertahanan musuh dan menghasilkan banyak damage. Itu berkat karakteristik Sculptor, yang mengukir material yang sebenarnya, dan teknik itu mampu memanfaatkan cahaya. Juga memungkinkan menggunakan cahaya untuk membutakan mata musuh atau sepenuhnya mengelilingi dirinya dalam cahaya untuk menggunakannya sebagai pertahanan. Ada kelemahan, yaitu tidak bisa memblokir pukulan fisik, dan juga serangan sihir. Itu juga menghabiskan Mana dengan cepat, tetapi hasil yang Weed sudah dapatkan dari bereksperimen dangan itu, sangatlah menakutkan.

Seluruh tubuhnya ditutupi cahaya dan sayapnya terbuka, dia telah menembus gumpalan monster.

Sebuah teknik pedang yang tepat diarahkan pada monster yang mendekat dengan kecepatan layaknya rollercoaster! Dia juga bisa menembakkan cahaya dan menghantam mereka, tetapi konsumsi Mana’nya terlalu besar jika dia melakukan hal itu. Bahkan ketika dia mencincang mereka dengan mengayunkan pedangnya, hanya butuh beberapa saat untuk melenyapkan monster-monster itu sampai menjadi abu.

7 Caltrop! Pertempuran melawan mereka akan menghabiskan waktu beberapa saat jika dia bertarung secara normal, tetapi secara membosankan mereka telah dimusnahkan hanya dalam 30-40 detik dengan Moonlight Sculpting Blade. Memang, dia harus beristirahat untuk waktu yang lama setelah mengakhiri pertempuran karena dia menggunakan hampir semua Vitality dan Mana.

Dia juga bisa menggunakan Wings of Light yang telah diberikan nyawa untuk memotong monster atau menyerang mereka dari belakang. Metode pertempuran yang bisa dia gunakan tak ada habisnya.

Namun, hampir tidak ada kesempatan dimana dia harus bertempur dengan menggunakan kemampuan terbaiknya. Kesempatan bertarung terbesar ialah ketika dia merebut Benteng Embinyu, tapi Barkhan, King Hydra, dan Imoogi yang dipanggil telah bertarung lebih baik dari yang diharapkan. Dia pernah mencoba mengungkapkan skill yang sebenarnya walaupun hanya sedikit, ketika memotong leher King Hydra sekaligus, tapi dia begitu lelah, sehingga serangan akhirnya terlalu lembek.

“Aku muak dengan berburu, itu membosankan.”

Mengikuti perkembangannya sendiri, Weed berada pada titik dimana dia bosan menjalani pertempuran. Dia tidak bisa menaikkan Perseverance atau Toughness dalam pertarungan, ketika dia harus melakukan yang terbaik. Untuk berburu paling efisien, ada hal-hal yang harus dia korbankan di luar kebutuhan.

Penjara bawah tanah dikatakan memiliki monster dimana-mana.

Karena dia menduga bahwa pertempuran itu akan berlangsung terusmenerus, dia tidak bisa mengandalkan skill yang menghabiskan begitu banyak Mana.

“Dirtman, ubah tanah di sekitarku menjadi lumpur.”

Spirit tanah dipanggil dalam sekejap mata. Itu masih segar karena Weed telah membuatnya sendiri, mengonsumsi sedikit Mana selain pemanggilan, dan itu adalah Spirit yang patuh. Pada tingkat kecepatan pemulihan Mana seperti sekarang ini, dia bisa menggunakan Spirit sebanyak yang dia mau.

“Aku datang karena aku menerima perintah dari Weed-nim, pria paling tampan di Benua Versailles. Aku akan membuat tanah menjadi lumpur dengan segera.”

Kebanyakan Spiri-tSpirit lain adalah makhluk yang sombong dan menghabiskan banyak waktu dalam menanggapi pemanggilan. Bahkan dengan tingkat keakraban yang tinggi dengan Elementalist, jarang bagi mereka untuk patuh. Namun, Dirtman muncul secepat itu ketika dipanggil.

Tanah di bawah para Knight yang sedang menyerang segera berubah menjadi lumpur sampai ke pergelangan kaki. Armor yang dikenakan para Knight berhamburan dan berceceran di tanah yang sudah menjadi tumpukan lumpur.

“Spirit apa itu?”

“Apakah itu Spirit tanah? Dia muncul begitu cepat!”

Itu adalah reaksi terkejut dari orang-orang yang melihat Dirtman.

“Hidup Weed-nim, sesosok pemimpin berkarisma mutlak! Aku telah menyelesaikan perintahmu. Apakah kau memiliki pekerjaan lain yang harus aku kerjakan? Silahkan pangil aku untuk urusan apa pun.”

Weed berbicara seolah-olah bermurah hati.

“Kau boleh bertarung dengan kami juga.”

“Terima kasih, Master. Aku tidak akan melupakan kebaikan ini. Aku akan menghargainya jauh di dalam hatiku.”

Dirtman mengangkat gundukan lumpur dan menyerang Dark Knight. Tidak banyak damage yang terjadi karena itu adalah lumpur, tapi dengan cerdik, ada beberapa batu yang tersembunyi didalamnya sehingga para Dark Knight tidak punya pilihan selain melawannya. Dirtman juga tidak menggunakan banyak Mana, mengingat dia hanyalah Spirit. Karena Weed saat ini punya banyak Mana, maka bukan waktunya untuk menjadi pelit.

“Dirtman, kau boleh menggunakan Manaku sebanyak yang kau inginkan.”

“Aku merasa terhormat, Master.”

BOOOOM!

Barisan lumpur terbang ke langit layaknya panah.

Weed berlari ke kubangan dimana Dark Knight tercelup sampai bagian pahanya, dan mereka jadi bulan-bulanan. Tanah di bawah kakinya mengeras, sehingga sulit untuk berjalan.

“Musuh Order of Embinyu!”

“Senang sekali kau datang; aku akan mencincangmu.”

Bahkan ketika disibukkan karena jeratan lumpur, Dark Knight mengayunkan pedangnya ke arah Weed.

Mereka adalah Knight yang besar, namun tingginya hampir sama dengan Weed karena kaki mereka tenggelam didalam lumpur.

Para Dark Knight dengan liar mengayunkan pedang kotor mereka. Weed mengayunkan pedangnya dengan suara yang indah, seakan-akan dia mengikuti sabetan pedang Dark Knight dengan selaras.

Claaaaassh!

Seolah-olah badai salju yang tersibak, suatu jalur memotong kawanan Dark Knight yang terjebak di lumpur.

“Bone Cutter!”

“Sharpness Blade!”

“Illusion Sword!”

Pedang-pedang milik Dark Knight bersinar ketika mantra dilantunkan. Suatu skill yang memperkuat damage dan membelah tulang lawannya! Suatu skill yang sanggup menembus apapun dengan konsentrasi kekuatan pada ketajaman! Dark Knight bahkan menggunakan skill untuk membagi pedang, dan mengubahnya menjadi lima.

Dark Knight mengelilingi Weed dan melepaskan serangan mereka. Weed berbelok tajam. Dia menghindari Cutter Bone yang akan memberikan luka fatal jika dia terkena pukulan langsung ke tubuh tanpa pelindung, dan dia berputar ke samping untuk menghindari pedang yang datang secara langsung ke arahnya. Setelah nyaris menghindari mereka, pedang yang dibagi menjadi lima menyerangnya.

Mata Weed berkilat.

“Selalu ada titik lemah pada skill seperti ini.”

Kerugian yang menentukan bahwa kekuatan dan damage akan terbagi!

“Sword Dance.”

Weed dengan cerdik menggerakkan kakinya sembari dia mengayunkan pedang untuk menangkis kelima serangan sekaligus.

“Arghh!”

Tampaknya Dark Knight merasa malu yang luar biasa karena serangan mereka gagal. Itu karena, meskipun mereka telah merendahkan harga diri mereka yang tinggi dengan mencoba serangan gabungan, mereka tidak mampu membunuh Weed.

“Bone Cutter!”

“Terus menyerang!”

Disela-sela para Dark Knight, Weed melesat layaknya belut rawa. Setelah melompat ke tengah-tengah mereka, dia memanfaatkan tubuh musuh-musuhnya sehingga mereka tidak bisa menggunakan skill dan bergerak dalam kisaran yang cukup dekat sehingga kulit mereka saling bersentuhan.

“Pertarungan jarak dekat bisa disebut sebagai pertarungan ultimate.”

Swordsmen menggunakan skill mereka sejak awal. Mereka mengeluarkan keahlian pedang mereka tanpa keraguan, dan bahkan menggunakan skill serangan jarak jauh seperti terjangan. Dengan efek yang menyilaukan, mereka menampilkan begitu banyak kekuatan. Swordsman adalah profesi yang memiliki damage semakin tinggi, seiring dengan semakin tingginya level mereka. Itu adalah alasan mengapa mereka mengambil bagian tengah ketika berburu.

Disisi lain, Weed percaya pada Sculpting Blade saja, dan ketahanan tubuhnya dalam sebagian besar pertempuran yang dilaluinya. Dengan konsumsi Mana seminimal mungkin, dia semakin kuat melalui pertempuran jarak dekat, yang mana dapat meningkatkan skill dan Toughnessnya.

Meskipun Knight begitu cepat dan tajam, dia sudah berpengalaman dan bisa menghindari mereka dengan cukup baik.

“Dan… mereka jauh lebih lambat dibandingkan dengan pedang milik master atau para sahyung.”

Seseorang bisa dengan kasar memprediksi dimanakah serangan tersebut akan mendarat, hanya dengan melihat gerakan kaki. Di kepalanya, Weed mengingat penempatan dari Dark Knight dan arah serangan yang mereka lancarkan, dan Weed pun berpindah di antara mereka.

“Jika kalian cepat dan akurat, kalian tidak akan berantakan bahkan ketika bertarung dalam jumlah yang lebih besar.”

Pedangnya mengalir dan membenamkan mereka, sembari terus menangkis.

Skill Sword Mastery telah naik sampai ke level 7 tahap Intermediate, itu menjadi dasar Weed pada pertempurannya. Karena skill Sword Masterynya lebih tinggi daripada para Dark Knight, ada banyak keadaan dimana skill serangan lawannya akan dinetralisir ketika Weed mengalahkan mereka pada titik serangan yang tepat.

“Triple!”

Weed menggunakan skill seminimal mungkin saat dia menebas para Dark Knight, seolah-olah dia menebas sesuatu. Dia menyembunyikan Sculpting Blade, yang bisa disebut juga sebagai jurus pamungkas miliknya, untuk menghindari perhatian penonton. Alasannya adalah, tidak menunjukkan sebagian besar skillnya akan sangat membantu dalam situasi yang buruk. Sculpting Blade begitu efektif ketika menghadapi monster yang jauh lebih kuat daripada monster normal, dan itu sangat optimal untuk mencincang Knight atau Warrior.

“Ack!”

“Dia berhasil melewatinya.”

Para Dark Knight mengerang dengan suara berat, tetapi mereka tidak jatuh. Itu karena mereka memiliki defense dan HP yang besar dari full plate armor, itulah alasan mengapa Knight begitu sulit untuk dihadapi. Namun, damage tidak berakhir dengan luka kecil, karena pedang Weed, Daemon Sword dikatakan sanggup membelah iblis.

— Daemon Sword’s Freezing Curse.

Sebagian tubuh telah dibekukan, sehingga Strength dan Agility akan menurun dengan drastis. Akan mengurangi HP sebesar 35 poin setiap detik karena damage beratribut es.

— Daemon Sword Cracked Rock Curse.

Suatu celah telah terbentuk pada armor yang dipakai, menyebabkan daya tahan terus menurun. Mengurangi defense.

— Daemon Sword Nightmare Curse.

Spirit-Spirit jahat akan menyerang untuk menyebabkan ilusi optik; setelah semangat telah melemah, tubuhnya akan cepat hancur.

Para Dark Knight terjebak dalam kekacauan yang disebabkan oleh gangguan dari Weed. Hwaryeong memanfaatkan celah yang terbuka dengan seketika untuk menekan para Knight.

“Seduction Dance!”

Bubi bubi sensual, yang hanya bisa dilihat di suatu klub atau panggung malam!

Ketika tubuh Hwaryeong ini menyerempet mereka, Dark Knight membeku di tempat. Mereka meneteskan air liur dengan mata kabur dan bahkan kehilangan pikiran. Hwaryeong telah berkembang sangat pesat ketika mereka terpisah, sehingga saat dia menari, kupu-kupu terbang di sekitar dan bunga berserakan.

“Seorang Dancer harus selalu anggun!”

Dia bahkan menggunakan skill Flower Scattering!

Sembari Hwaryeong menari, dia meninggalkan aroma pemikat di belakangnya. Dalam sekejap, lebih dari 10 Dark Knight terpesona dan kehilangan keinginan mereka untuk bertarung.

“Arrrghhh!”

Weed dengan mudah menghabisi Priest dengan pertahanan yang lemah terlebih dahulu. Membunuh Priest tidak butuh waktu lama karena HP mereka rendah meskipun mereka berlevel tinggi. Pada saat dia menyingkirkan si Priest, Dark Knight yang menyerang Weed telah berkurang menjadi hanya 3 orang berkat kerja Hwaryeong.

“Terlalu mudah.”

Weed dan Hwaryeong bersinkronisasi dengan sempurna.

Weed menyelinap melewati serangan dari tiga Dark Knight dengan mudah sembari dia memberikan serangan balik yang agresif.

— Serangan fatal telah dihantamkan.

Pukulan akurat dilepaskan setiap kali dia menyerang!

Weed dengan efektif menggunakan Kolderim’s Daemon Sword, yaitu pedang iblis. Daemon Sword mengijinkan skill untuk terbang. Itu penting untuk mendaratkan pukulan yang fatal dengan Strength dan damage, tapi dia mendapat banyak luka kecil. Dia membunuh Dark Knight setelah mereka sangat melemah, melalui 7 kutukan bergiliran dari Daemon Sword. Weed bergerak begitu fantastis, bahkan armor yang dia kenakan terasa seperti kapas.

Rahang penonton ternganga.

“Apa apaan itu?”

“Bagaimana bisa seseorang bergerak seperti itu? Apakah dia melihat serangan dari para Dark Knight?”

“Itu bukan sesuatu yang bisa kau lakukan hanya dengan melihat serangan. Dia menghujamkan pedang yang dia ayunkan ke tengah untuk mengubah arah mereka.”

Adegan itu tidak bisa mereka percaya, bahkan setelah menggosok mata mereka satu demi satu.

Warrior pemula atau Knight bertarung sembari menerima sebagian besar serangan lawannya, dan mempercayakan pertahanan pada Toughness, skill, dan armor mareka. Bahkan jika mereka mengumpulkan sejumlah skill, mereka hanya pada tingkat menggunakan perisai atau menempatkan senjata di depan untuk memblokir. Weed mengelak serangan musuh yang hanya berjarak selebar jari, menembus titik vital, dan menyelinap keluar. Jika mereka sudah tau bahwa Weed memiliki banyak skill, orang-orang mungkin akan semakin ragu dan frustasi.

“Bahkan video Swordsmen yang terkenal di Benua Versailles tidak sampai pada tingkatan seperti ini.”

“Namun, apakah dia tidak memiliki rasa takut sama sekali? Bagaimana dia bisa berlari ke depan dalam situasi seperti itu?”

“Aku mengenalinya saat dia bertarung menunggangi Wyvern. Suatu pertarungan seperti itu benar-benar terlalu biasa bagi Weed!”

Pertempuran setara dengan apa yang penonton telah pikirkan itu tersaji di depan mata mereka. Mereka hanya bisa terpesona oleh gerakan alami Weed. Mereka tidak akan terkejut seperti ini jika dia berlevel tinggi atau bertarung sembari menggunakan skill, tetapi gerakan tubuh Weed adalah suatu karya seni.

Adegan pertarungan itu tampak seolah-olah dia sedang menikmati pertempuran dan mengendalikan setiap gerakan!

Para pemain tau betapa luar biasa aksi Weed saat ini.

“Statistik dan skillnya, semuanya begitu optimal.”

“Dia mencurahkan segala yang dia punya ke dalam pertempuran.”

Standar biasa untuk pemain berlevel tinggi adalah menggunakan teknik khas mereka dengan baik.

Mereka memutuskan berbagai skill serangan untuk mencocokkan situasi dan bertarung untuk menang.

Sebagai perbandingan, layaknya seseorang yang lahir untuk bertarung, Weed menunjukkan prediksi dan gerakan yang tepat.

Bahkan jika karakternya sama, kinerja mereka dalam pertempuran hanya bisa dibedakan berdasarkan bagaimana cara mereka bertarung. Dalam suatu game berkelahi, itu seperti perbedaan antara langit dan bumi bahkan jika karakter dengan kemampuan yang sama digunakan untuk bertarung. Seorang pemain normal tidak akan mau melompat tepat ke tengah-tengah Dark Knight yang mengayunkan pedang mereka, dan bahkan tidak akan mencoba untuk menyerang mereka dengan menyelipkan pedang. Tidak, sejak awal mereka bahkan tidak akan bertarung dengan Dark Knight secara berlebihan, dan akan memilih untuk secara aman mengumpulkan lebih banyak rekan tim.

Ketika penonton yang bergegas tanpa reservasi melihat pertempuran Weed, ada sesuatu yang membuat darah mereka mendidih. Itu membuat mereka tenggelam di dalam kegembiraan yang liar, dan mereka seakan-akan terserap ke dalam pertempuran tersebut.

“Ada lebih dari 10 Dark Knight, tapi dia benar-benar memburu mereka dengan 4 orang. Itu mungkin saja terjadi jika mereka adalah party beranggotakan pemain berlevel 300’an, tapi…”

“Lihat saja Painter yang ada disana! Dia mengenakan tunik dengan persyaratan level 30.”

“Apakah dia benar-benar di bawah level 50?”

“Profesinya adalah Painter. Dia bahkan tidak bergabung dalam pertempuran, dan hanya mencoret-coret.”

Yurin menggambar Dark Knight yang kuat mengenakan armor normal sebagai manusia gua yang buruk. Dengan jenggot lebat dan rambut hidung yang mencuat, dan mereka malah mengenakan stoking elastis, bukannya armor.

“Senjata yang telah pakai oleh Shaman juga tidaklah bagus?”

“Dia adalah seorang Shaman yang sangat terkenal di Morata. Aku berada di party yang sama dengannya sekali sebelumnya, tapi… dia bahkan belum berada di level 250.”

“Maksudmu dia memburu para Dark Knight meskipun kemampuannya hanya segitu? Bahkan jika Weed ada disini, itu adalah hal yang konyol.”

“Shaman itu juga mengesankan, dan aku belum pernah melihat seorang Dancer yang begitu agresif terlibat dalam pertempuran. Andaikan saja aku juga bisa menari dengan penari menawan seperti dia…”

Ketika penonton terus memuntahkan pujian, Weed hanya memberikan ekspresi acuh.

“Ini membosankan.”

Kemampuan Dark Knight sangat mengesankan. Mereka adalah Knight, dan mereka menghujani lawan dengan serangan berat dan besar, sehingga kau tidak boleh gegabah. Jika dia berada pada level 300 seperti sebelumnya, dia akan berburu dengan kegembiraan besar karena mereka monster yang secara obyektif lebih kuat dari dirinya. Tapi karena Weed sekarang berada pada level 370, dia bisa mengalahkan mereka dengan cukup mudah. Setelah tumbuh saat bertarung dalam situasi tidak menguntungkan, lawan yang sempurna di mata orang lain, hanyalah membuat Weed mengantuk.

“Terlalu lemah.”

Bahkan setelah memburu beberapa Dark Knight sekaligus, dia menganggap hal ini sebagai sesuatu yang tidak signifikan.

Bahkan setelah memasuki penjara bawah tanah, Weed dengan mudah membantai monster. Dia mampu berburu monster dengan sangat simpel, dan itu semua sia-sia karena Hwaryeong telah membuat mereka tertidur. Itu juga karena dia tidak menerima pukulan langsung dari Dark Knight, untuk tujuan meningkatkan Toughnessnya, sebab ada banyak penonton. Karena ini terjadi setelah dia membuat patung, kecepatan pemulihan HP dan Mananya berada pada tingkat yang luar biasa, sehingga dia akan lambat merasa lelah bahkan setelah bertarung dan terus bertarung.

Para Monk Order of Embinyu muncul di depan Weed. Mereka sangatlah kuat dan kelompok cepat yang menggunakan pukulan atau tendangan sebagai serangan utama mereka.

Weed menumpul skill lain pada Sculpting Blade. Itu adalah serangan yang mungkin terjadi karena Sculpting Blade adalah suatu teknik yang diterapkan secara murni pada Sword Mastery itu sendiri.

“15 Chain Strike.”

Bababababababababababam!

Dia berlari tanpa ancang-ancang, dan tanpa ampun mengalahkan mereka dengan pedangnya. Dia benar-benar tidak punya belas kasihan, dan juga tidak memiliki kemurahan hati.

“Hammer Fist!”

Ketika para Monk hendak membentangkan tinju mereka, dia berdiri dan menerima semua pukulan itu.

Perlengkapan Weed cukup memadai, sehingga menerima beberapa hantaman langsung dari Monk tidaklah masalah baginya.

“Apakah kau barusan memukul aku?”

Mata Weed berkedut. Perseverance atau Toughness bahkan tidak naik ketika menerima pukulan-pukulan itu. Dia benar-benar tidak perlu menahannya dan menerima pukulan bahkan saat statistiknya tidak naik!

“15 Chain Strike!”

Pababababababababam!

Dia dengan ganas memukuli para Monk. Dia menghajar mereka disini, menghajar mereka disana, mengejar dan menghajar mereka, dan menghajar mereka sekali lagi. Adalah suatu tindakan yang mubazir ketika menggunakan skill tepat sebelum musuh mati. Pedangnya mengamuk saat dia tanpa ampun mengalahkan para Monk. Pemandangan yang disaksikan oleh para penonton bahkan membuat mereka merasa kasihan pada para Monk Order of Embinyu tersebut.

Kecepatan pemulihan Mananya sangat cepat sehingga seketika terisi penuh lagi, walaupun dia menggunakan skillnya.

“Weed! Kau bisa sampai sejauh ini…! Aku mendengar banyak tentang kejahatan kotormu. Aku akan membalaskan dendam Order of Embinyu.”

Elite Dark Knight mendekatinya di penjara bawah tanah dengan jubah yang berkibar. Andaikan saja itu adalah orang selain Weed, suasana yang menarik dan tegang mungkin telah terbentuk.

“Elite Dark Knight, kau muncul juga. Sword Kaiser!”

Dia menghindari serangan Elite Dark Knight dan mengaktifkan skill pamungkasnya secara langung!

“Argh!”

Elite Dark Knight terlempar ke dinding seberang dengan begitu mudah.

— Elite Dark Knight telah berada dalam keadaan panik akibat kejutan besar.

Weed mengangkat pedangnya dan mengayun-ayunkannya.

“Lalu mengapa kau muncul, cepat mati sana. Mati! Mati!”

Elite Dark Knight menjatuhkan sebuah Shoulder Pad dan kehilangan nyawanya sia-sia.

“Equipment!”

Weed menjilat bibir bawah dengan lidahnya. Ini adalah situasi dimana dia membasahi bibirnya dengan keserakahan dan rasa haus mencekik tenggorokannya.

“Sementara kau seperti ini, kukira, aku akan mengumpulkan beberapa Sword Mastery dan kemampuan skill serangan!”

Babaaam!

Crunch! Boom! Whaam!

“EEEK!”

Powowowow!

Menyenangkan dirinya sendiri dalam perburuan tanpa memikirkan peningkatan statistiknya untuk pertahanan, sehingga yang tersisa hanyalah monster yang mengerikan.

Penonton yang mengikutinya dari belakang, kini semakin jauh dan terus menjauh.

“Euu…”

“Jadi inilah mengapa mereka mengatakan bahwa tempat-tempat yang dilewati Weed akan bersih dari monster.”

“Tak disangka kepribadiannya sebusuk ini. Dia tidak menyisakan bahkan satupun, dan hanya menghajar mereka lagi dan lagi dan lagi.”

“Apakah kau melihatnya barusan? Dia memukul monster yang sudah tewas tiga kali sebelum akhirnya monster itu jatuh ke tanah.”

“Aku belum pernah melihat suatu metode berburu yang membunuh monster seperti itu.”

“Ketenarannya bukan hanya rumor palsu.”

Penonton mundur dengan cepat, karena takut pada orang yang sedang berburu dengan sifat begitu kotor! Meskipun mereka mundur jauh, mereka masih bisa mendengar kata-kata Weed. Itu merupakan ucapan setelah dia memusnahkan kawanan yang terdiri dari 5 Dark Knight beserta murid-murid dari Order of Embinyu.

“Mari kita bertarung lebih cepat.”

“Bagaimana caranya?”

“Fiery Pebble, keluarlah.”

Delapan Spirit api premium dipanggil dengan Mana miliknya yang meluap-luap.

Spirit-Spirit dengan tubuh yang menyala, dan berwarna merah-panas, keluar dan berlutut di hadapan Weed, dan mereka mempertontonkan pertunjukan berapi-api sembari bertingkah secara mempesona. Sepertinya, pengendalian Weed terhadap Spirit-Spirit telah mencapai puncaknya.

“Apakah kau memanggil kami, wahai pencipta kami yang juga merupakan makhluk paling luar biasa di bawah langit ini!”

“Kalian, bermain-mainlah dengan api sebentar. Dari ujung lorong pada sisi ini, sulutlah api pada segala sesuatu secara berurutan.”

“Mengerti, Master.”

Weed tahu tentang jalan terblokir pada penjara bawah tanah yang rumit ini dari ekspedisi yang pernah dia lakoni. Ada perangkap di pada beberapa bagian lorong, dan juga dipenuhi oleh monster.

“Pastikan kalian memeriksa dan memilih tempat tanpa membakar orang,”

Weed memperingatkan mereka. Jika tempat dimana party berburu, dibakar dan mereka mati tanpa sengaja, dia bisa menjadi seorang pembunuh.

“Kami akan mengabdikan hidup kami untuk memenuhi perintahmu. Adalah suatu kehormatan besar bahwa kau tidak melupakan kami, dan mempercayakan tugas ini. “

Dark Knight dan monster menumpuk di lorong untuk memblokir penjara bawah tanah.

“Rawr.”

“Kekeke.”

Udara kering mengaliri lorong sehingga membuat monter-monster menjadi lebih panas dan semakin panas.

“RAAAGGHH!”

Air liur beterbangan ketika para monster meronta-ronta!

Setelah api meningkat secara eksplosif dari penyumbatan lorong, mereka berteriak dalam penderitaan sembari bergegas keluar.

“Ini adalah panen. 15 Chain Strikes!”

Weed membunuh setiap monster berpijar yang muncul.

Layaknya petani terampil yang memegang sabit, dia dengan jitu membidik tenggorokan, kepala, dan titik lemah dari monster-monster tersebut.

“Ini adalah nikmatnya berburu.”

Monster jatuh tersapu di depan Weed. Ketika japtem dan equipment berjatuhan sembari monster berubah menjadi cahaya abu-abu, Weed mengurutkan harganya dan menempatkan harta-harta itu ke punggung Yellowy, bahkan dia melakukan hal itu di tengah-tengah pertempuran. Tangannya bergerak secara otomatis untuk menangani urusan yang sama sekali berbeda.

“Wah! Itu benar-benar konyol.”

“Apakah mungkin berburu dengan cara seperti ini?”

Penonton belum pernah melihat cara berburu seperti ini. Suatu party yang berburu dengan normal, akan berburu dengan berkemah di salah satu sudut lorong atau hutan yang terbuka. Mereka juga akan ngobrol, membuat masakan untuk dimakan, dan beristirahat. Jika kecepatan munculnya monster cukup lambat, mereka akan bergerak sembari berburu lebih banyak. Ketika mereka melakukannya, pemimpin party akan mempercayakan berbagai hal pada Thief, Adventurer, atau Assasin, karena mereka harus mencari jejak monster dan mengejar mereka. Menemukan monster dengan baik sembari mempertimbangkan keadaan anggota partynya, adalah tanggung jawab seorang pemimpin. Oleh karena itu, mengetahui kondisi geografi, memahami karakteristik monster, dan meningkatkan efisiensi berburu… ketiganya adalah standar mutu yang harus mereka jaga.

Namun, Weed berbeda. Kisaran berburunya tidak menetap di suatu lorong sempit, atau satu titik saja. Dia memahami karakteristik dari penjara bawah tanah yang sangat besar ini, dungeon ini, lantas mengubah pengetahuan itu menjadi suatu pertimbangan, kemudian menjadikan semua area di sekitarnya sebagai kawasan berburunya.

“EXP miliknya pasti meningkat dengan begitu baik.”

“Lihat saja japtem-japtem itu. Kecepatan berburunya sangatlah cepat, sehingga banyak item dijatuhkan.”

Penonton hanya bisa cemburu!

Ini adalah metode berburu yang Weed hanya bisa lakukan karena kecepatan pemulihan Mananya sudah dipercepat. Itu cara Weed untuk bertarung, sambil mengatur Vitality dan Mananya dengan baik, akan tetapi masih ada batas yang jelas. Situasinya juga cukup nyaman, karena dia mengurus monster licik menakutkan yang sulit dilawan dengan menidurkannya melalui Seduction Dance milik Hwaryeong.

Berkat Da’in yang memiliki skill mengesankan sebagai seorang Shaman, dan gadis itu member dukungan yang sangat efektif dalam pertempuran ini. Agilitynya meningkat dan Strengthnya juga berkembang, itu memungkinkan dia untuk membatalkan serangan dari Dark Knight dengan lebih tepat.

Pertempuran itu menjadi cukup nyaman dan lebih mudah, semua ini berkat Da’in.

* * *

Salah satu party yang telah berburu di penjara bawah tanah sedang istirahat.

“Fiuh.”

Seorang Warrior menyeka keringat yang menetes di dahinya.

“Level monster disini cukuplah tinggi.”

Cleric juga merebahkan diri tanpa memikirkan untuk merapikan jubahnya yang kusut.

“Aku harus membanggakan cerita ini pada teman-temanku, ketika kita kembali ke Morata nanti. Kita berburu di penjara bawah tanah ini dengan serius.”

“Kita mestinya bisa berburu lebih baik jika kita membawa rekan…”

“Pft. Jangan mengatakan itu, karena seharusnya tak banyak orang yang berburu sembari meningkatkan EXP mereka sebaik kita.”

“Kita bertarung tujuh kali penuh selama 2 jam. Itu adalah catatan bertarung yang luar biasa.”

“Ini adalah pertarungan tercepat yang pernah kujalani sepanjang tahun. Banyak monster keluar, jadi itu adalah tempat yang sangat bagus untuk berburu.”

“Ini sedikit kurang karena kita hanya memiliki 7 anggota party saat ini. Lain kali, mari kita tambahkan lagi anggota lain, Swordman dan Mage yang memiliki damage tinggi, dan mari kita coba berburu dengan cara yang lebih layak.”

Mereka mengobrol sembari beristirahat, di saat itu juga, 11 Heretic Hunters Order of Embinyu mendekati mereka dari dalam lorong.

Para anggota party mengambil senjata mereka dan bangkit dari duduknya.

“Mereka tidak memberi kita kesempatan untuk beristirahat.”

“Apa yang harus kita lakukan? Masih ada jarak antara kita dan musuh, jadi haruskah kita lari?”

Ketika mereka berbagi pendapat disertai rasa cemas, makhluk besar dan orang-orang mendekati lokasi para Hunters Heretic. Seorang pria dilengkapi dengan Armor Tallock, helm, dan sarung tangan berwarna hitam legam berlari dengan cepat. Setelah dia, seorang tentara bayaran tua dan tiga wanita datang sembari naik sapi hitam besar yang berotot.

“Seductive Dance!”

Seorang Dancer yang turun dari sapi mengganggu Hunters Heretic saat dia menari. Si Shaman pun menggunakan sihirnya.

“Kaburkan mata, memperkuat rasa takut agar mereka melihat apa yang paling mereka benci.”

Tekad dari para Heretic Hunter sangat rentan, dan mereka adalah para pria, sehingga tatapan mereka dengan mudah dicuri oleh tarian Hwaryeong. Kemahiran tinggi dari sihir Da’in membuat celah. Da’in bahkan tidak turun dari punggung Yellowy.

“God Embinyu, sudahkah engkau mengabaikan aku?”

“Aku sesat. Hukum aku!”

Sementara para Heretic Hunter berteriak, Weed mengacungkan pedangnya.

“15 Chain Strikes!”

Pedangnya tidak mundur atau berhenti. Dengan limu pedang yang ditambahkan ke kekuatannya saat dia maju, dia dengan tepat menebas titik-titik lemah dari para Heretic Hunter. Strength, Agility, dan kemampuan bertarung miliknya secara keseluruhan, semuanya diperkuat karena sihir buff Da’in.

“15 Chain Strikes!”

Dia menggunakan skill yang efektif untuk berburu dalam kelompok, dan dia menumbangkan para Heretic Hunter. Heretic Hunter bersiap untuk pertarungan dan mengayunkan senjata mereka, tapi mereka tak berdaya. Mereka dikutuk setiap kali Weed menebaskan pedangnya, dan tubuh mereka terbakar oleh api, serangga merangkak di atas mereka, atau rambut mereka berubah menjadi ular yang berserabut. Pada akhir pertempuran, Yurin turun dari Yellowy dan mengambil japtem-japtem yang dijatuhkan.

“Lari!”

Setelah membersihkan para Heretic Hunter dalam sekejap, mereka lari ke tujuan berikutnya.

Kemunculan party itu, cara berburu, dan gerakan mereka, semuanya terjadi seperti secepat kilat!

Monster saling bertabrakan satu sama lain karena mereka berlari dari jauh bersama dengan gelombang panas. Party melaju ke arah kelompok monster tersebut, melawan mereka dalam sekejap, dan pergi ke lokasi lain yang belum mereka singgahi.

Orang-orang yang dari tadi sudah berburu disana, bergumam kebingungan.

“Apa-apaan ini?”

“Mereka yang mengalahkan para Heretic Hunter begitu cepat… apakah kau melihat gerak kaki Swordsman itu? Bahkan jika itu adalah murni skill, bagaimana bisa dia berjalan ke arah musuh pada sudut seperti itu? Dia berputar ke belakang musuh terlalu mudah, lantas menikam mereka, meskipun begitu dia terkena pukulan beberapa kali.”

“Bukankah itu tampak seperti dia sengaja menerima serangan karena sudah bosan menghindar?”

Belum 5 menit sesudah mereka pergi, segerombolan orang mendesak masuk pada lorong searah dengan Weed, Yellowy, dan yang lainnya muncul. Mereka adalah penonton yang telah mengikuti mereka sejak tadi berada di River of Lamentation.

“Permisi.”

“Ya?”

“Apakah Weed dan rekan timnya melewati sini?”

“Weed?”

“God of War Weed. Dia tidak datang ke arah sini?”

Seorang Warrior muda berbicara dengan mendesak dan cemas, seolah-olah dia telah melewatkan sesuatu yang penting!

“Aku tidak tahu ada orang seperti itu… Ah, party yang datang menunggangi seekor sapi hitam sungguh-sungguh membantai para Heretic Hunter dan berlalu begitu saja.”

“Para Heretic Hunter!”

Penonton lain yang juga bertanya, “Berapa banyak mereka?”

“11 orang.”

“11 orang! Berapa menit waktu yang dibutuhkan untuk mengalahkan mereka?”

“Huh, bagaimana ya cara menghitung waktunya… agak sulit, karena itu benar-benar terjadi dalam waktu yang singkat.”

“Tolong beritahu kami juga.”

“Kira-kira sekitar 2 sampai 3 menit?”

“Sangat cepat!”

Para penonton bersorak sembari mereka lari ke tempat Weed dan Yellowy menghilang.

“Apa itu tadi?”

“Mungkin… itu adalah Weed yang itu? God of War Weed! Dia berburu di penjara bawah tanah!”

* * *

Saat terengah-engah mengikuti Weed, Da’in bisa merasakannya.

“Dia benar-benar… sudah banyak berkembang.”

Dia telah menawarkan untuk membentuk party bersama-sama dengan Sculptor yang dia temui di Lavias karena dia menganggap bahwa berburu sendirian tanpa adanya tim tidaklah memuaskan.

Meskipun adanya keterbatasan pada profesi Sculptor, dia mampu merasakan semangat yang kuat dari dirinya sendiri, karena dia melawan monster dengan segenap kekuatannya. Seorang Sculptor yang telah meningkatkan Perseverancenya dengan melakukan tindakan nekad, yaitu menerima pukulan langsung dari monster dengan sengaja, dan sekarang dia menguasai skill Blacksmith dan Tailoring. Dia juga pernah membuat makanan untuk dirinya sendiri di Lavias, tapi skill Cookingnya juga meningkat menjadi Intermediate di waktu mereka terpisah. Dia bahkan menyeret banteng bernama Yellowy bersama dengannya.

“Dasar sapi lamban.”

Moooooooooo!

“Yurin, jika kau memiliki cat yang tersisa, cat dia menjadi kuning.”

Moooooooooooo!

Sementara mereka sedang beristirahat sebentar karena telah bertarung berulang kali, pemandangan pertengkaran mereka dengan patung hidup bernama Yellowy terlihat begitu ceria. Yurin dan bahkan Hwaryeong bermain sembari menyesuaikan diri dengannya.

“Oppa, bagaimanapun juga, dia akan dimakan kelak, jadi kenapa harus dicat?”

“Mereka mengatakan bahwa babi hitam Jeju sangat bergizi dan lezat; kalau begitu biarkan saja dia berwarna hitam.”

MOOO!

Yellowy meratap sedih dan meminta belas kasihan. Namun, dia tidak selalu diperlakukan tidak ramah.

Ketika waktu makan tiba, Weed memberinya jerami yang sangat bergizi, meskipun begitu, tidak ada yang mengetahui kapan dia mendapatkannya. Yurin memberinya makan tumbuh-tumbuhan yang dia punya di tangan, dan Hwaryeong yang baik hati mengambil air dan membasuh wajah dan tubuhnya.

* * *

Hari kedua berburu di penjara bawah tanah!

Di waktu sudah lewat tengah malam, ketika orang lain sudah tidur, Weed bangun pagi-pagi buta dan login. Saat dia bergerak lebih dalam lagi dalam dungeon, dan log out, para penonton tak bisa mengikuti dia lagi. Weed sedang berlatih penanganan patung cahaya dengan memanfaatkan waktu ketika dia menjauh dari orang-orang.

Da’in juga telah sudah login pada pagi-pagi buta, jadi hanya mereka berdua yang ada disana.

Dengan tenang, Weed sedang asyik pada patung cahayanya. Ada suasana hati yang berat antara mereka berdua.

“Ini adalah kesempatan untuk berbicara dengan dia.”

Da’in lah yang memulai pembicaraan pertama kali, dengan kesulitan.

“Permisi.”

“Ya?”

Weed menjawabnya dengan sigap dan terus waspada. Itu adalah cara yang sama ketika dia bertemu Weed untuk pertama kalinya di Lavias. Weed telah curiga sejak awal, seolah bertanya-tanya apakah dia akan mencuri japtemnya meskipun mereka hanya bertemu secara kebetulan di dungeon.

“Patung apa yang sedang kau buat sekarang?”

Cahaya warna-warni bergerak senada dengan setiap pergerakan tangan Weed. Dia tidak menggunakan hanya satu jenis cahaya, tetapi warna yang beragam terjalin dan bercampur ketika itu memberikan perubahan yang tak terhitung jumlahnya. Cahayanya mengembang ketika dia menjentikkan lengannya, dan itu tersebar dengan cemerlang ketika dia membengkokkan pergelangan tangannya.

“Ini bukan apa-apa, hanya untuk latihan.”

Patung yang Weed buat secara bertahap membentuk wujud seseorang, seperti peragawati. Da’in masih duduk di sampingnya dan hanya menonton penggunaan pamahatan cahaya. Karena Weed mencoba untuk membuat bentuk dengan memanfaatkan helaian cahaya, itu bukanlah hal yang mudah. Terdapat warna yang tak terhitung jumlahnya, jadi cahayanya juga mencoba untuk mencocokkan satu sama lain.

Da’in tidak tahan pada keheningan berat yang menghentikan percakapan mereka seketika, dan dia pun berbicara lagi.

“Apakah ada seorang gadis yang kau sukai?”

Setelah menanyakan itu, hatinya dipenuhi kekhawatiran. Dia telah menanyakan sesuatu yang selalu membuatnya penasaran setelah melihat bahwa dia membuat patung dewi Freya di Morata berdasarkan wajah Hwaryeong. Da’in berharap bahwa Weed akan mengatakan dia masih menyukainya.

Weed menggeleng.

“Tidak ada.”

Menyesakkan kekecewaannya, dan terus berusaha, Da’in pun membalas, “Ah, begitukah. Maafkan aku karena telah menanyakan sesuatu yang tidak perlu.”

“Tidak, tidak apa-apa.”

Weed kembali berkosentrasi pada patungnya. Meskipun konsentrasinya kuat dan dia membuat patung bahkan dalam waktu istirahatnya, anehnya, sikapnya berbeda dari biasanya. Ketika ada orang lain bersama dengan dirinya, dia tidak pernah mengabaikan seseorang tersebut, yang mencoba untuk berbincang-bincang.

Namun, karena tertekan oleh kata-kata yang terucap dari mulut Weed, Da’in tidak menyadari itu.

“Kita sudah pernah mengucapkan selamat tinggal dulu, jadi tak apa-apa jika dia tidak menyukaiku.”

Da’in menahan hatinya yang berdebar kencang dan berbicara lagi.

“Lalu… adakah seorang gadis yang kau suka di masa lalu?”

Meskipun dia kadang-kadang bertindak tak terduga dan memiliki banyak sisi aneh, misalnya: menyembuhkan monster seperti Ghoul, si gadis mengerahkan segenap keberanian untuk mengajukan pertanyaan itu.

Jari-jari Weed berhenti sejenak, dia gemetar sedikit dan tegang. Namun, dia segera menahannya dan menjawab.

“Tidak ada gadis yang pernah aku sukai.”

“Ya ampun!”

Da’in bersusah payah tersenyum.

“Kalau begitu, kau tidak pernah mengatakan kepada siapapun bahwa kau menyukainya, bahkan tidak sekali pun?”

“Ya, karena tidak ada yang aku suka.”

Da’in menggigit bibirnya. Dia berpikir bahwa ternyata di dunia ini ada seorang pria yang berputus asa pada gadis dengan hati yang dingin.

“Aku paham. Ada sesuatu yang harus aku lakukan sebentar, jadi aku akan pergi sekarang.”

Weed bahkan tidak melihat ketika membalas.

“Silakan saja.”

“Lalu…”

Da’in log out.

“Fiuh.”

Weed mengumpulkan patung cahaya. Cahaya yang menyilaukan matanya menghilang, dan dungeon menjadi gelap. Hanya ada bunyi api unggun yang telah dinyalakan untuk merebus air dan menyiapkan makanan.

“Yellowy.”

Mooooooo!

Sembari duduk di tanah, Yellow mengangkat kepalanya dan menjawab.

“Apakah kau tahu siapakah gadis itu tadi?”

Moooo!

Yellowy memukulkan ekor pendeknya di tanah sambil memiringkan telinganya. Dia mungkin akan mendapatkan ribuan omelan jika dia pura-pura mengabaikan Weed.

Weed berbicara dengan tenang.

“Cinta pertamaku.”

Cinta pertama yang seorang pria tak pernah bisa lupakan. Dia tidak bisa melupakan kenangan yang tercipta oleh cinta pertamanya, bahkan dengan berlalunya waktu.

“Namanya Da’in… profesinya adalah Shaman. Aku pertama kali bertemu dengannya di Lavias.”

Dia tidak bisa mengenalinya pada pandangan pertama, karena penampilannya telah sangat berubah karena kutukan. Namun, dia adalah gadis yang mendengarkan perkataan orang lain dengan baik, dan juga begitu menyenangkan untuk diajak berbicara tentang segala sesuatu. Weed sudah menyadari keberadaan gadis itu hanya dari salam ataupun beberapa patah kata yang dia ucapkan. Sebagai Shaman, kemahiran skill miliknya bisa disebut tiada bandingnya, dan kemampuannya dalam menggunakan berbagai macam sihir juga tiada lawannya. Dia memberikan sihir dukungannya begitu saja karena itu nyaman baginya, layaknya suatu kebiasaan. Tapi dari perspektif Weed, dia bisa dengan jelas menyadari siapa si gadis yang seketika dia menggunakan sihir pendukungnya.

“Da’in. Itulah dia. Bagaimana bisa aku lupa pada seseorang yang begitu penting?”

Itulah perasaan batin Weed, dia tidak sanggup mengkhianati perasaan tersebut ketika gadis itu hadir di dekatnya.

“Aku senang melihat dia karena setelah sekian lama kami tidak bertemu. Fakta bahwa dia masih hidup, agaknya… tapi apakah dia ingin melupakan masa lalu karena dia menyelesaikan operasi dan mendapatkan hidup baru? Aku tidak tau mengapa dia pura-pura tidak mengenaliku, tapi pasti ada suatu situasi atau alasan.”

Yellowy menatap Weed dengan matanya yang besar dan jernih. Yang tercermin di mata si sapi lugu adalah seorang pria yang sedang dalam keadaan sedih dan melemaskan bahunya.

Translator / Creator: alknight