November 18, 2016

Horizon, Bright Moon, Sabre – Chapter 02: Wild at the Horizon

 

Chapter 2 – Wild Rose at the Horizon

“The flowers have not yet wilted,
The moon has not yet waned,
So where doth the moon shine
Wild rose are at the horizon.”

Apakan Yan Nanfei benar- benar mabuk?

Dia duduk di sebelah bunga tadi, di antara wanita cantik, di depan sebuah cangkir emas yang berisikan anggur.

Anggurnya terlihat berwarna kuning, dan bunganya sangat indah.

Wangi dari bunga yang ada di tangannya sangat wangi, tetapi tidak dapat dibandingkan dengan anggurnya.

Dia sudah mabuk total, dan jatuh ke dalam pangkuan wanita cantik yang ada disebelahnya.

Wanita tersebut juga sangatlah indah; mereka tertawa seperti orioles, dan wajah bahagia mereka berubah begitu cantik.

Ia masih begitu muda; seorang pemuda dengan kemewahan. Dia memiliki banyak sekali emas, dan bunga – bunga yang wangi, anggur yang enak dan wanita yang cantik. Sungguh kehidupan yang sangat bahagia.

Tetapi kenapa dia datang ke desa yang telah mati ini untuk menikmati semua ini?

Apakah dia ke sini untuk Fu Hongxue?

Dia bahkan tidak melihat Fu Hongxue, atau mungkin dia tidak menyadari kehadiran Fu Hongxue

Fu Hongxue juga bertingkah sama , seperti dirinya tidak ada. Disekitarnya tidak ada bunga ,wanita, ataupun anggur; ini seperti ada dinding yang tidak terlihat membagi mereka berdua.

Dia tidak terlalu peduli dengan apa yang mereka lakukan untuk waktu yang lama.

Penjaga memukul kembali drumnya. Sekarang ini adalah yang kedua kalinya.

Mereka masih terus minum dan berpesta. Mereka terlihat telah melupakan segala frustasi yang ada, kesedihan dan rasa sakit yang ada di dunia.

Dia masih memegang secangkir anggur di tangannya, dan setangkai mawar di tangan yang lain. Seorang wanita yang cantik kemudian menarik tangannya dan bertanya,” mengapa kamu menyukai bunga mawar?”

“Bunga mawar memiliki duri.”

“Kamu menyukai duri?”

“Aku suka menusuk orang orang. Menusuk tangan dan hati mereka.”

Tangan wanita cantik itupun tertusuk, dan juga hatinya.

Dia meringis kesakitan, mengerutkan kening dan menggoncangkan kepalanya,”itu bukanlah alasan yang bagus, aku tidak menyukainya.”

“Kamu tidak menyukainya? Lalu apa yang mau kamu dengar?

Yan Nanfei tertawa.”Apakah kamu mau mendengar cerita yang lain?”

“Tentu saja akumau”

“Suatu hari, di tempat yang sangat jauh, sebuah burung bulbul melihat mawar yang sedang mekar dan jatuh cinta padanya. Burung tersebut sangat menyukainya, membuat dia melompat dari dahan dan jatuh ke kolam kemudian tenggelam.”

“Itu adalah cerita yang indah,” mata dari wanita cantik itu berubah menjadi merah,”tetapi ceritanya begitu sedih.”

“Kamu salah.” senyum Yan Nanfei semakin lebar,” kematian bukanlah sesuatu yang menyedihkan. Jika ada sebuah kebanggaan dalam kematian, atau kebaikan di dalamnya, maka tidak ada yang perlu ditakutkan.”

Wanita cantik itu kemudian menatap bunga mawar yang ada di tangannya. Seperti bunga mawar itu tersenyum juga.

Dia menatap bunga mawar itu untuk sementara, dan berbisik.,

“Pagi ini, aku ingin memberikanmu beberapa tangkai bunga mawar.
Aku menghabiskan banyak waktu mengikat bunga bunga itu.
Tetapi saat ikatannya meloggar maka bunga bunga itupun melonggar juga.
Mereka jatuh dan tersebar, beberapa terhembus angin dan yang lain jatuh ke air.
Arah aliran sungai itu menuju ke arah timur, dan bunga tersebut, tidak pernah kembali.
Aliran sungai menjadi kemerahan dan penuh dengan dedaunan, tetapi ada wangi yang menetap di lengan bajuku.”

Sajak yang iya keluarkan begitu indah, seperti nyanyian.

Dia menaikan lengan bajunya,”tolong cium ini. Aku meminta kamu untuk mau menciumnya, sebagai ingatan terakhir kita.”

Yan Nanfei melihat lengan bajunya dan memegang tangannya dengan lembut.

Kemudian, pengawas membunyiak drumnya kembali.

Itu adalah yang ketiga kalinya!

“The road to the horizon,
A path of no return,
In the third watch past midnight,
Time for destruction of man soul.”

Yan Nanfei tiba- tiba melepaskan tangannya.

Musik berhenti seketika.

Dia melambaikan tangannya dan memberikan perintah.”pergi”.

Ini seperti kalimat sihir. Baru saja pengawas tersebut memukul drum tersebut untuk ketiga kalinya. Tiba – tiba perintah tersebut diucapkan dan seluruh kebahagiaan itu hilang.

Kedai itu kembali kosong, dan hanya ada dua orang yang tersisa.

Bahkan wanita cantik yang tangannya terluka itu pergi. Tangannya terluka tapi hatinya jauh lebih terluka.

Kereta kuda pergi, dan pulau pun kembali seperti keadaan semula penuh dengan kematian dan kesendirian.

Hanya satu lampu yang tersisa di dalam, dan cahaya redup dari kedipan mata Yan Nanfei.

Dia memang mabuk, tetapi matanya tidak terlihat mabuk sama sekali.

Fu Hongxue masih duduk di pojok.

Tidak mendengar, melihat atau bergerak.

Tetapi Yan Nanfei berdiri dan menarik pedang dari pinggangnya.

Sarung berwarna merah terang; dengan gagang merah cerah

Lebih merah daripada mawar merah; lebih merah dari darah.

Kedai itu diisi oleh kebahagiaan sebelumnya, yang tiba tiba berubah dipenuhi udara dengan nafsu membunuh.

Dia berjalan lurus, menuju Fu Hongxue

Dia mungkin mabuk, tetapi pedangnya sama sekali tidak terpengaruh.

Pedangnya sudah berada di tangannya.

Sebuah tangan putih pucat yang sedang mengepal pedang berwarna merah darah.

Tangan Fu Hongxue juga menggeggam pedangnya

Pedangnya tidak pernah meninggalkan tangannya, apapun yang terjadi

Tangan putih pucat menggenggam erat pedang berwarna hitam!

Pedangnya hitam seperti kematian, dan sarungnya merah seperti darah.

Jarak antara kedua pedang semakin mendekat.

Jarak antara Fu Hongxue dan Yan Nanfei semakin mendekat.

Aura rasa ingin membunuh semakin terasa.

Yan Nanfei akhirnya berdiri tepat di depan Fu Hongxue. Dan tiba tiba dia menarik pedangnya; cahaya terpantul dari pedangnya seperti terbitnya cahaya matahari, secantik bunga mawar di bawah sinar matahari.

Pedang itu memancarkan aura yang kuat, tepat di depan mata Fu Hongxue.

Fu Hongxue tetap tidak mendengarkan, melihat, ataupun bergerak!

Cahaya dari pedang itu melewatinya. Manik-manik yang ada di pintu terbelah menjadi dua; manik-manik itu jatuh seperti air mata wanita.

Cahaya dari pedang itu menghilang tiba -tiba.

Pedang itu tetap berada di sana di tangan Yan Nanfei. Dia mengangkat pedangnya dengan kedua tangan dan menghadiahkan ke Fu Hongxue.

Ketajaman dari pedang itu sangatlah tak tertandingi!

Tehnik pedang yang dia gunakan juga sangatlah hebat!

Kenapa dia menghadiahkan pedang itu kepada Fu Hongxue?

Dia datang dari tempat yang sangat jauh, membuat pesta dan mabuk.

Dia menarik pedangnya, mengayunkannya, dan memberikannya sebagai hadiah.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi?

Tangannya pucat, dan pedang nya juga menjadi terlihat pucat di bawah cahaya lampu.

Wajah Fu Hongxue menjadi semakin pucat.

Dia akhirnya menaikan kepalanya perlahan dan menatap pedang yang ada di tangan Yan Nanfei.

Dia tidak menunjukkan ekspresi apapun, tetapi pupil matanya menyempit.

Yan Nanfei juga menatapnya; mata yang cerah, menampakkan ekspresi yang aneh. Apakah ini adalah ekspresi dari seseorang yang penuh dengan kebahagiaan yang sangat, atau salah satu dari orang yang tidak dapat berkata-kata dan tidak berdaya?

Fu Hongxue mengangkat kepalanya lebih tinggi dan mulai melihat mata Yan Nanfei. Ini seperti dia mengenali Yan Nanfei

Kedua mata itu saling berkontak. Ada seperti sejenis cahaya, percikan; seperti ada komunikasi dalam kediaman di antara mereka.

“Kamu ada di sini,” kata Fu Hongxue, tiba – tiba

“Aku di sini” balas Yan Nanfei

Fu Hongxue berkata ”aku tahu kamu akan datang.”

Yan Nanfei membalas,”aku pasti datang, dan kau tahu itu. Jika tidak, kau tidak akan membiarkanku setahun yang lalu.”

Fo Hongxue terlihat muram, dan terus melihat dengan tajam pedang yang yang berada pada tangan Yan Nanfei dan berkata dengan pelan,

“Sekarang setahun telah berlalu”

Yan Nanfei membalas “Ya tepat setahun.”

Fo Hongxue menghela nafas,”betapa tahun yang panjang.”

Yan Nanfei juga menghela nafas,”betapa tahun yang singkat.”

Yang mana yang benar apakah rentang waktu setahun panjang atau pendek?

Yan Nanfei tertawa terbahak- bahak; tertawanya dicampur dengan sarkasme,”kau merasa waktu setahun begitu lama karena kau menunggu sampai hari ini datang.”

“Bagaimana denganmu?” tanya Fo Hongxue

“Aku tidak menunggu sama sekali.” jawab Yan Nanfei

Dia memberikan sebuah senyum kecil dan melanjutkan,”meskipun aku tahu hari ini adalah hari dimana aku akan mati, tetapi aku bukannlah tipe orang yang menunggu kematian.”

Fo Hongxue bertanya,”apakah itu karena kau memiliki banyak hal yang kau lakukan dalam setahun ini sehingga terasa begitu pendek?”

Yan Nanfei menjawab,”tahun ini terasa begitu cepat.”

Fo Hongxue bertanya,”Apakah kau telah menyelesaikan semua hal yang mau kau selesaikan? Hasrat dan harapanmu?”

Sinar pedang yang begitu indah; pedang yang tipis dan bergerak seperti kilat.

Pedang tersebut terlihat lebih lambat jika dibandingkan dengan pedang Fo Hongxue.

Sinar pedang tersebut belum sampai, tetapi pedangnya sudah membalas.

Kemudian pedangnya sudah berada di tenggorokan Yan Nanfei.

Itu adalah pedang Fu Hongxue yang berada di tenggorokan Yan Nanfei.

Pedang tersebut berada di tangan Fu Hongxue dan kemudian kembali menaruh tangannya di meja.

Yan Nanfei menatap pedang hitam ini dengan begitu lama dan berkata perlahan,”setahun yang lalu, aku dikalahkan oleh pedangmu.”

Fu Hongxue membalas,”Mungkin kau tidak seharusnya kalah. Kau terlalu muda, tetapi tetap permainan pedangmu terlalu usang.”

Yan Nanfei terdiam mendangar kata-kata Fu Hongxue. Setalah begitu lama, dia berkata dengan pelan,”kau bertanya padaku, jika aku mempunyai keinginan yang belum terpenuhi.”

Fu Hongxue mengangguk,”aku telah menanyakan itu!”

Yan Nanfei melanjutkan,”aku akan menjawabnya kalau begitu, dan aku pikir aku punya pekerjaan yang belum selesai, pekerjaan itu untukku dan hanya aku yang bisa melakukannya.”

Fu Hongxue menjawab,”aku ingat.”

“Aku akan memberitahumu kalau begitu, kau bisa saja membunuhku kapanpun, tapi kau tidak akan bisa memaksaku menungkapkan segalanya jika aku tidak mau melakukannya.” Yan Nanfei menjawab

Fu Hongxue mengangguk,”Dan sekarang?”

Yan Nanfei menjawab,”Tetaplah sama!”

Fu Hongxue bertanya,”tetap tidak mau berbicara?”

Yan Nanfei menjawab,”Kau memberikanku waktu setahun, untuk menyelesaikan semua pekerjaanku. Sekarang setahun telah berlalu, aku….”

“Datang untuk mati!” Kata Fuhongxue

Yan Nanfei mengangguk,”Itu benar, aku ke sini untuk mati!”

Dia memegang pedangnya dan berbicara setiap kata dengan hati-hati,”kau dapat membunuhku sekarang.”

Dia datang ke sini untuk mati!

Dia berasal dari Jiangnan. Dia berjalan ribuan mil jauhnya, hanya untuk sampai ke desa Phoenix, hanya untuk mati!

(*Jiangnan, berada pada sungai di sebelah selatan, membatasi bagian selatan dari sungai Yangzi, juga diketahui sebagai Chang Jiang.)

Dia minum anggur dari cangkir emas dan mengadakan pesta; tetapi semua itu hanya untuk hiburan sebelum kematian.

Betapa kematian yang sungguh indah.

Pedang Fu Hongxue berada di tangannya dan pedang Yan Nanfei masih berada di meja.

“Pada saat ini dan ditempat yang sama setahun lalu, aku bisa membunuhmu.”kata Fu Hongxue

Yan Nanfei berkata,”Kau membiarkanku pergi setahun lalu, apakah karena kau yakin aku akan kembali?”

“Jika kau tidak kembali, aku mungkin tidak akan pernah menemukanmu,” jawab Fu Hongxue

“Sangat mungkin”Yan Nanfei setuju

“Teatapi kau datang” kata Fu Hongxue

“Aku pasti datang tidak peduli apa yang terjadi,” balas Yan Nanfei

“Karena ini, aku bisa memberikanmu satu tahun lagi untukmu untuk menyelesaikan urusanmu yang belum selesai,”kata Fu Hongxue

“Tidak perlu” jawab Yan Nanfei

“Tidak perlu?” tanya Fu Hongxue

“Sejak aku datang di sini, aku sudah siap untuk mati.” kata Yan Nanfei

“Kau tidak ingin hidup satu tahun lagi?” tanya Fu Hongxue

Yan Nanfei tiba-tiba tertawa terbahak-bahak,”jika seorang laki-laki sejati hidup di dunia, tetapi tidak dapat membantu yang lemah dan tidak bisa menghancurkan yang jahat; membalas yang salah dan membalas kebaikan. Dia tidak lebih baik dari orang yang mati, bahkan jika hidup seratus tahun lagi.”

Dia tertawa, meskipun dalam keadaan sakit dan derita yang tidak dapat dijelaskan lagi.

            Fu Hongxue melihatnya dengan seksama menunggu tawanya berhenti dan berkata,”teatapi kamu tetap memiliki keinginan yang belum terwujud.”

“Siapa yang bilang itu?” balas Yan Nanfei.

“Aku yang mengatakannya. Aku dapat memberitahukannya.” jawab Fu Hongxue

Yan Nanfei memberikan tawa dingin,”bahkan jika seseorang memiliki keinginan yang belum terwujud, itu bukan urusanmu.”

Fu Hongxue berkata”tetapi aku ….”

Yan Nanfei memotong’”Kau bukanlah orang yang banyak berkata-kata, dan aku datang ke sini bukan untuk berbicara denganmu.”

“Kau hanya berharap kematian yang cepat?” tanya Fu Hongxue

“Ya.” jawaban Fu Hongxue singkat dan padat.

“Kau lebih baik mati dari pada mengungkapkan keinginanmu yang belum terwujud?” tanya Fu Hongxue

“Ya” jawab Yan Nanfei

Kata “Ya” keluar dengan kuat dan tegas. Tidak ada di dunia ini yang akan mengubah keputusannya.

Di tangan Fu Hongxue yang memegang pedang dapat terlihat pembuluh darah yang muncul.

Sekali saja pedangnya meninggalkan sarungnya, kematian pun akan mengikuti. Tidak ada di dunia yang akan menghentikannya.

Apakah pedangnya sudah siap untuk meninggalkan sarungnya?

Yan Nanfei menghadiahkan pedangnya dengan kedua tangannya,”aku lebih baik mati dengan pedang milikku.”

“Aku tahu!” jawab Fu Hongxue.

“Tetapi kau tetap akan menggunakan pedangmu bagaimanapun juga?” Yan Nanfei bertanya.

“Kau memiliki sesuatu hal yang tidak ingin kau lakukan, dan aku juga.” jawab Fu Hongxue.

Yan Nanfei terdiam, dan berbicara dengan perlahan,”Setelah aku mati, maukah kau menjaga pedangku?”

Fu Hongxue bicara dengan dingin’”Jika pedang memiliki kehidupan, manusia memiliki kehidupan, jika orang itu mati, maka pedangnya juga. Ketika kau mati, pedangmu juga akan ikut bergabung denganmu.”

Yan Nanfei menarik nafas panjang dan menutup matanya,”baiklah, bunuh aku sekarang!”

Pedang Fu Hongxue telah meninggalkan sarungnya, tetapi belum menunjukan tandanya. tiba – tiba ada suara gemuruh yang memekakan teliinga, seperti ada roda besar menggelinding di tanah. Kemudian, ada sebuah ledakan yang besar.

Ledakan itu membuat pintu kedai rusak, dan ada sesuatu menggelinding ke dalam. Itu adalah bola emas yang besar dan mengkilap; bola itu seukuran dengan dengan roda di gerobak.

Fu Hongxue tidak bergerak, dan juga kepala Yan Nanfei

Bola emas itu menggelinding menuju Yan Nanfei, dan seperti berlalri ke arahnya.

Tidak ada orang yang tetap berdiri diam dengan tabrakan seperti itu. Kekuatan seperti itu dapat membuat darah dan jantung berhenti.

Pada saat itu juga Fu Hongxue menarik pedangnya!

Pedangnya melintas dan berhenti bergerak.

Semua gerakan dan suara berhenti juga.

Seperti terlihat bola emas yang tidak terhentikan seakan-akan berhenti juga setelah tersentuh oleh pedangnya.

Pada saat yang sama, tiga belas tombak keluar dari dalam bola emas tersebut, lurus ke arah punggung Yan Nanfei.

Yan Nanfei tetap tidak bergerak, dan pedang Fu Hongxue bergerak lagi.

Cahaya dari pedang itu sangatlah terang dan, dan seluruh ujung tombaknya jatuh dan hancur. Bola emas tersebut terlihat berat sekitar satu ton, tetapi tealh dipotong menjadi empa bagian oleh pedangnya.

Bola tersebut menjadi berongga, dan terbelah menjadi 4 bagian seperti bunga petal. Seorang kerdil duduk di di lantai di antara empat potong bola tersebut. Dia duduk di sana tanpa bergerak.

Pedang tersebut menghancurkan seluruh ketiga belas tombak dan bola emas tersebut menjadi empat bagian hanya dengan satu tebasan; kecepatan dan kekuatan dari tebasan ini sangatlah mengagumkan dan tidak dapat dibayangkan. Ini seperti semua sihir dan energi di dunia ini masuk ke dalam tebasan pedang itu.

Tehknik pedang yang digunakan diantara seluruh tehknik pedang yang lain;ini dapat menghancurkan apapun.

Meskipun tombak- tombak dan bola emas tersebut hancur, orang kerdil itu tetap dalam keadaan baik-baik saja dan duduk di lantai. Dia hanya tetap diam, tanpa ekspresi. Ini seperti orang yang terbuat dari kayu.

Pintu dan jendela menjadi retak; beberapa genteng hancur dan berjatuhan. Genteng tersebut tepat jatuh di orang kayu tersebut; suara keramik hancur yang berjatuhan menabrak kayu pun terdengar.

Ini seperti orang tersebut benar-benar orangan dari kayu.

Fu Hongxue melihatnya dengan tatapan dingin. Sejak orang tersebut tidak bergerak, Fu Hongxue juga tidak bergerak.

Bagaimana pun bagaimana caranya patung kayu dapat bergerak?

Tiba-tiba dia bergerak.

Dia bergerak dengan sangat cepat dan menuju punggung Yan Nanfei.

Dia tidak memiliki senjata.

Dia mengguanakan dirinya sebagai senjata, seluruh tubuhnya. Bahkan sebuah senjata yang paling bahaya harus ada seseorang yang menangani mereka, karena mereka tidaklah hidup. Bagaimanapu, senjata ini sungguhlah hidup.

Juga pada saat ini, sepasang tangannya muncul dari tanah dan memegang kaki Yan Nanfei. Pergerakan ini sungguh sangat tidak diduga. Bahkan sekarang jika Yan Nanfei ingin melakukan serangan, dia tidak bisa melakukannya.

Serangan ini sangat terkordinasi; gerakan tiba-tiba dari patung kayu; tangan yang muncul dari tanah; serangan dari dua arah atas dan bawah. Kaki dari patung kayu tersebut pun melingkari pinggang Yan Nanfei, kedua tangannya bergerak dengan cepat menuju tenggorokan Yan Nanfei.

Serangan ini sungguh sangat tidak biasa, tetapi juga sangat direncanakan dengan baik. Serangannya tidak akan gagal.

Sangat diaku ngkan kalau dia lupa bahwa Yan Nanfei sedang berada dalam ancaman!

Pedang Fu Hongxue

Pedang yang benar-benar tidak dapat dibandingkan!

Pedang yang sangat cepat!

Di keempat tangan boneka kayu tersebut terdapat luka terbuka, tangan tersebut berdarah.

Darah tersebut keluar dari luka baru seperti merah. Tetapi wajahnya terlihat meringis.

Tangannya melonggar, keempat tangannya. Seseorang yang sekujur tubuhnya dipenuhi oleh tanah. Dia terlihat seperti seseorang yang terbuat dari lumpur.

Manusia lumpur yang juga seorang kerdil.

Keduanya melompat ke atas, memutar di udara, dan setiap dari mereka mundur ke pojok. Tidak ada yang menyerang.

Pedang Fu Hongxue tidak bergerak, seperti dirinya. Yan Nanfei ahkan tidak menggerakan kepalanya.

Manusia lumpur itu mengangkat tangannya tiba-tiba, berputar, dan mengatakan,”ini semua salahmu. Kau mengatakan tidak akan ada yang salah dengan rencana penyerangan kita.

Manusia kayu menjawab,”sekarang kita telah gagal, kita lebih baik bunuh diri sekarang. Kembali dengan sebuah kegagalan berarti mati juga.”

“Bagaimana cara yang kau mau unutk mati?” tanya manusuia lumpur

“Aku adalah manusia kayu, cara yang terbaik ialah dengan membakar diri.”kata manusia kayu.

“Baiklah kalau begitu, kau lebih baik bakar dirimu sampai menjadi abu.”manusia lumpur memberi tahunya.

Manusia kayu mendesah kecil, dan benar2 menyalakan api ke pakaiannya.

Api membakarnya dengan sangat cepat. Dalam waktu yang cepat, manusia kayu itu terbakar.

Manusia lumpur berdiri jauh untuk menghindari panasnya api. Tiba-tiba dia mengatakan,”Tahan, kau tidak dapat mati terlebih dahulu; kau memiliki beberapa ribu keping uang perak. Mereka tidak berguna jika terbakar menjadi abu.

tiba -tiba suara keluar dari api tersebut,”ke sini dan ambil sendiri.”

Manusia lumpur berkata,”aku takut dengan panas.”

Terdengar desahan keras dari dalam api dan tiba tiba ada semburan air yang keluar secara vertikal dari dalam api. Mematikan api seperti hujan, menyebabkan asap yang sangat tebal.

Api tersebut kemudian mati dengan cepat, dan menimbulkan banyak asap.

Manusia kayu berada di dalam asap tersebut, tidak ada yang dapat melihat seberapa parah manusia kayu tersebut terbakar.

Fu Hongxue bahkan tidak mengalihkan perhatian darinya, dia hanya fokus pada satu orang.

Yan Nanfei, bahkan tidak terlihat dia peduli pada dirinya sendiri atau orang lain.

Asap itu memenuhi seluruh kedai. Asap itu keluar melalui jendela-jendela.

Ada sedikit angin yang bertiup diluar.

Asapnya tertiup dan hilang terbawa angin.

Kucing hitam yang sebelumnya menyebrang bersembunyi di pilar yang jauh.

Sebagian kecil asap tertiup ke arah kucing tersebut. Keadaan menjadi menegangkan dan mencekam.

Meskipun keadaan sangat menakutkan akibat kehancuran dan kelaparan, itu masihlah kehidupan. Tetapi, asap kecil tersebut mengubah semua menjadi tulang busuk dalam sekejap. Pada saat ini, Fu Hongxue dan Yan Nanfei masih berada dalam asa tersebut.

 

Translator / Creator: alknight