November 10, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 7: The Lion Clan Hall of Copper Camel Alley (Part 5)

 

Sebuah tombak besi, panci tembaga, panci berisi sake yang belum tersaring, dan unggun api.

Cleats menggantung panci tersebut di atas api unggun dengan tombak untuk memanaskan sake. Angin dingin berhembus melalui cabang-cabang pada pohon pinus. Dan pada saat itu juga anggur itu masih belum panas.

Namun darah Little Gao memanas.

“Zhuo Donglai,” kata Zhu Meng. “Bajingan itu benar-benar orang yang aneh.” Zhu Meng telah meminum tiga pot penuh sake dan mabuk. “Meskipun ia telah menyerang markasku, aku harus mengaguminya.” Perutnya terisi dengan sake, semangat heroiknya mulai pulih. “Kagum atau tidak, cepat atau lambat, akan tiba saatnya nanti dimana aku akan memenggal kepalanya dan menggunakannya sebagai pispot.”

Little Gao menatapnya Zhu Meng dalam waktu yang lama. “Mengapa kau masih belum pergi menemuinya?”

Zhu Meng tiba-tiba berdiri, dan perlahan-lahan duduk lagi, Wajahnya terlihat putus asa dan sedih lagi.

“Aku tak bisa pergi sekarang,” kata Zhu Meng. “Jika saya pergi, dia pasti akan mati.”

“Siapakah yang akan mati? Seorang wanita? “

Zhu Meng menggelengkan kepalanya. Dia tak mengatakan apa-apa, malahan dia minum-minum.

“Apakah karena wanita itu kau tak membunuh Cai Chong?” Tanya Little Gao.

Zhu Meng menggelengkan kepalanya sekali lagi. Setelah beberapa lama, ia menjawab dengan suara serak dan patah-patah: “Kau tahu berapa banyak orang yang telah diambil oleh bajingan itu?”

“Berapa banyak?”

“Mereka semua.”

“Mereka semua?” Little Gao terkejut. “Jangan bilang semua murid dari Lion Clan mengikuti dirinya?”

“Selain Cleats, mereka semua dibawa pergi bersamanya. Beberapa tahun terakhir ini, dia telah mengelola keuangan untukku. Semua kekayaan Lion Clan masuk dan keluar melalui tangannya. Dan aku tak pernah sedikitpun memperhatikannya.”

“Jadi kau berpikir bahwa mengejarnya adalah hal yang sia-sia, karena ia memiliki banyak orang dibandingkan denganmu.”

Zhu Meng tak mengakuinya. Tampaknya semangat heroik yang baru saja bangkit oleh sebotol alkohol yang kuat tiba-tiba menghilang lagi.

Dia memegang semangkuk anggur dengan kedua tangannya yang terlihat kurus, meminum seteguk minuman keras yang panas. Selain semangkuk anggur, nampaknya ia tak mempedulikan hal apapun yang ada di dunia.

Jantung Little Gao serasa tertusuk.

Tiba-tiba ia menyadari bahwa tak hanya penampilan Zhu Meng saja yang semakin memburuk, namun hatinya juga sudah mulai membusuk.

Sebelumnya, apabila Zhu Meng mengetahui pengkhianat itu masih berjalan-jalan serta menunggu untuk membunuh rekan-rekannya, ribuan orang atau penunggang kuda sekalipun tak akan dapat melindungi pengkhianat tersebut. Zhu Meng akan naik keatas kudanya, mengacungkan pedangnya, dan menemukan pengkhianat itu serta memenggal kepalanya.

-Mungkin itu adalah salah satu alasan utama kenapa murid dari klannya telah mengkhianatinya.

Di Jianghu siapakah yang akan bersedia mengikuti seorang pemimpin yang telah kehilangan keberaniannya?

Little Gao benar-benar tak paham bagaimana bisa seorang pria yang kuat dan gagah bisa berubah seperti ini. Dan bagaimana juga ia bisa berubah dengan begitu cepatnya?

Ia tak bertanya kepada Zhu Meng.

Zhu Meng telah mabuk. Mabuk lebih cepat daripada sebelumnya.

Tulangnya yang kuat tampaknya hanya mempunyai lapisan daging yang tipis. Sekarang ia mabuk, dan terlihat bagaikan tengkorak dari Fierce Lion.

Little Gao tak tahan melihatnya lagi.

Cahaya api masih menyala dan seketika itu juga Cleats terus menghangatkan anggur. Cleat tak memandang kearah mereka. Tatapan matanya terlihat begitu  putus asa dan menderita.

Little Gao berdiri dan berjalan kearah Cleats, dan menyerahkannya semangkuk anggur.

Cleat nampak ragu-ragu, namun pada akhirnya ia meminumnya seteguk.

Little Gao mengambil tombak besi darinya, dan kemudian menuangkan mangkuk anggur yang lain, meminumnya, dan mendesah. “Aku tak salah menilaimu. kau benar-benar seorang teman yang baik. “

“Hamba bukanlah teman ketua klan.” Ekspresi Cleats terlihat sangat serius. “Hamba tak pantas.”

“Kau keliru. Di dunia ini, mungkin kau adalah satu-satunya teman Zhu Meng yang sejati. Dan hanya kau yang layak untuk menjadi temannya! “

“Hamba tak layak,” kata Cleats sekali lagi. “Aku tak berani berpikir seperti demikian.”

“Tapi kau adalah satu-satunya orang yang selalu bersama-sama dengannya.”

“Itu karena hidupku telah menjadi miliknya. hamba akan selalu mengikuti dirinya untuk selamanya-lamanya.”

“Namun lihatlah sekarang ia menjadi seperti apa.”

“Tak peduli ia menjadi seperti apa, Ia tetap adalah ketua klanku,” kata Cleats dengan tegas. “Hal Itu tak akan pernah berubah.”

“Melihat Zhu Meng begitu banyak berubah, Apakah hatimu tak terluka?”

Cleat tak berkata apa-apa.

Little Gao menuangkan mangkuk anggur yang lain, melihat Cleats meminumnya, kemudian menghela napas lagi. “Aku mengerti, perasaanmu dan perasaanku pasti sangatlah buruk. kau juga harus berharap bahwa Zhu Meng dapat menguasai dirinya sekali lagi. “

Cleat terdiam.

Little Gao menatapnya. “Sayangnya, aku tak dapat memikirkan cara untuk membantunya.”

Cleat meminum mangkuk yang lain. Kali ini ia menuangkan untuk dirinya sendiri.

Little Gao juga meminum semangkuk anggur yang lain, kemudian dengan suara keras berkata, “Kau tak dapat memikirkan caranya, namun aku dapat memikirkannya.”

Tiba-tiba Cleat mengangkat kepalanya dan menatap Little Gao.

“Tapi pertama-tama kau harus memberitahuku terlebih dahulu, kenapa ia bertindak seperti ini?” Little Gao juga menatap ke arah Cleats. “Apakah itu karena seorang wanita?”

“Tuan Muda Gao,” kata Cleats, yang tampak terlihat menangis. “Mengapa kau menanyakan hal ini kepadaku?”

“Aku harus bertanya. Dan untuk menyembuhkan suatu penyakit, pertama-tama kau harus menentukan apa penyebab penyakit tersebut. “

Cleat tampak siap untuk berbicara, namun tiba-tiba dia menggelengkan kepalanya dengan terpaksa, “Hamba tak bisa mengatakannya. Tak berani untuk mengatakannya.”

“Kenapa?”

Cleat hanya duduk dan meletakkan kepalanya di tangannya, mengabaikan Little Gao.

-Mengapa Zhu Meng bisa berubah seperti itu? Apakah itu benar-benar karena seorang wanita?

-Siapa wanita ini? Di mana dia? Mengapa Cleats tak berani membicarakannya?

**

Malam semakin gelap dan dingin. Api unggun mulai meredup.

Dengan sedikit perjuangan, Cleats berdiri dan dengan tenang berkata, “Hamba perlu menemukan beberapa kayu bakar untuk api unggun.”

Sebelum ia pergi, Zhu Meng sedang mabuk dan bermimpi, serta mengeluarkan suara raungan.

“Die Wu, kau tak boleh pergi.”  Dia berteriak lagi dengan suara serak. “Kau adalah milikku, tak ada seorangpun yang dapat merebutmu dari diriku.”

Suara raungan ini tampak seperti sebuah cambuk yang menghantam tubuh Cleats.

Cleats tiba-tiba mulai gemetar.

Zhu Meng berbalik dan melanjutkan tidurnya. Little Gao menghalangi arah jalan Cleats, dan menggenggam bahunya.

“Ia adalah Die Wu, sudah pasti Die Wu,” kata Little Gao. “Zhu Meng telah berubah karena dirinya.”

Cleat menundukkan kepalanya, dan pada akhirnya mengakui bahwa hal tersebut benar.

“Apakah wanita itu masih berada di Luo Yang?” Tanya Little Gao

“Tidak. Ketika hamba dan ketua klan kembali dari Chang’an malam itu, orang-orang menyerang aula Lion Clan di tengah-tengah malam. Cai Chong sedang bertugas, dan karena kelalaiannya, musuh berhasil menyerang dengan begitu mudahnya. Mereka tak hanya membakar aula Lion Clan, namun mereka juga membunuh lebih dari empat puluh saudara-saudara kita, serta mereka semua pergi dan merampas barang-barang”

“Mereka semua sudah pasti diutus oleh Zhuo Donglai.”

“Sudah pasti mereka,” kata Cleats. “Mereka tak hanya profesional, namun mereka juga sangat akrab dengan situasi yang ada didalam markas kami.”

“Beberapa orang utusan dari Zhuo Donglai telah menyusup kedalam markas Lion Clan.”

“Karena kejadian tersebut, beberapa orang menduga bahwa Cai Chong memang bermaksud untuk mengkhianati ketua klan selama ini. serta beberapa orang yang lain mengatakan bahwa karena ia teledor dalam mengawasi markas dan takut terkena hukuman oleh ketua klan, Ia mengkhianatinya sebelum ia terkena hukuman tersebut.”

“Apakah Die Wu pergi bersama dengan Cai Chong?”

Cleat menggelengkan kepalanya. “Nona Die tak pernah suka dengan idiot itu, bagaimana bisa ia pergi bersama-sama dengan dirinya?”

“Jangan bilang ia telah diculik oleh orang-orang yang diutus oleh Zhuo Donglai? Ia ingin menggunakan wanita itu sebagai sandera untuk mengancam Zhu Meng?”

Cleat mendesah. “Karena alasan ini ketua klan tak bersedia pergi ke Chang’an untuk menyelesaikan persoalan dengan Sima.”

“Bahkan meskipun sebelum Cai Chong tak pergi melawannya, apakah dia masih tidak akan mau pergi?”

“Kemungkinan besar tidak. Jika ketua klan pergi ke Chang’an,” katanya sedih,” para bajingan itu mungkin akan membawa keluar Nona Die Wu dan menancapkan pedang kearahnya.” Cleats tampak ingin menangis lagi. “Ketua klan mengatakan kepadaku sebelumnya, selama Nona Die Wu baik-baik saja, ia dapat menangani segala jenis penderitaan.”

“Jadi semua ini dikarenakan oleh nona Die Wu sehingga ketua klan menjadi sangat depresi dan tak mau melakukan hal apapun. Sedangkan Cai Chong dapat berjalan-jalan dengan leluasa dan melakukan hal apapun yang ia inginkan.”

“Tak pernah terpikir oleh hamba bahwa ketua clan akan menjadi begitu tergila-gila dengan seorang wanita. Bahkan dalam mimpiku, aku tak pernah membayangkan hal itu akan terjadi.”

Pada awalnya, Cleats berpikir Little Gao akan menemukan bahwa seluruh kejadian ini adalah hal yang konyol. Konyol dan menyedihkan.

Namun ia keliru.

Tiba-tiba ia melihat mata Little Gao juga dipenuhi dengan perasaan sedih; ia menatap dengan pandangan kosong didalam kegelapan.

-Wanita yang tak diketahui, Sebuah kisah cinta romantis yang tak akan pernah bisa dilupakan.

Tentu saja, Cleats tak mengetahui tentang hal ini. Setelah beberapa lama ia mendengar Little Gao berbicara dengan nada lembut dan sentimental: “Ketua klan tak berubah. Ia masih seorang pria. Hanya pria sejati yang peduli terhadap orang lain. Jika ia tak peduli sama sekali dengan kehidupan orang lain, kau tak akan tetap bersama-sama dengannya.”

“Benar.” Cleats tampak kuatir untuk berkata-kata lagi. namun setelah beberapa saat, dia mengumpulkan keberaniannya dan berkata, “Tuan Muda Gao, ada sesuatu yang ingin hamba katakan kepada anda.”

“Silahkan.”

**

“Semua orang harus peduli terhadap orang lain. namun menyiksa diri sendiri karena orang lain bukanlah suatu hal yang benar. Melakukan hal itu hanya akan membuat orang yang anda sayangi terluka dan kecewa.”

Little Gao tertawa dengan terpaksa, dan kemudian merubah topik pembicaraan.

“Ada tempat di sana yang dapat melindungiku diriku dari hembusan angin. Aku akan tidur disana sebentar. Kau juga harus tidur.”

**

Dunia menjadi sunyi. Satu-satunya suara yang dapat terdengar adalah bunyi dari kayu bakar yang telah mati.

Cleat menempatkan selimut tebal  ke arah batu dan menggulingkannya diatas tubuh Zhu Meng, dan kemudian menutupinya dengan dua atau lebih selimut. Setelah itu, ia terbaring di batu yang dingin dan tertidur tepat di sebelah Zhu Meng, tubuhnya menyusut bagaikan udang yang terkupas kulitnya.

Sebelum fajar, hawa dingin membangunkan dirinya, dan menemukan bahwa Little Gao telah terbangun.

Dalam cahaya pagi yang redup, ia bisa melihat Little Gao membersihkan wajahnya dengan salju. Dan disitu nampak terlihat ia membuka bungkusan bundel yang selalu dibawanya.

Cleat tak dapat melihat jika isi bundle itu berisi sebuah pedang, apalagi melihat pedang itu berbentuk seperti apa.

Dia tidak berani melihatnya dari dekat.

Dia berpura-pura bahwa ia tak melihat apa-apa.

Namun jantungnya berdebar, berdebar dengan sangat cepat.

Translator / Creator: fatality