November 2, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 7: The Lion Clan Hall of Copper Camel Alley (Part 4)

 

Di suatu hutan yang layu dan terselimuti oleh salju, beserta batu-batu karang yang terlihat menyeramkan.

Didepan batu karang tersebut terbakar sebuah api unggun dan di atas batu karang itu terdapat seseorang yang sedang duduk.

Orang ini nampak seperti telah kehilangan esensi dalam diri mereka, bagaikan seekor burung pemakan bangkai dalam waktu yang sangat lama tak melihat mayat-mayat.

Api itu berkedip-kedip ke wajah orang tersebut.

Wajah itu penuh dengan perasaan kesepian, keputusasaan dan kesedihan. Alis tebal yang berkerut dalam kecemasan, mata lelah, tulang pipi yang cekung kedalam, memandang ke arah api dan tak menoleh ke arah lain sedikitpun, seolah-olah seperti ia mengharapkan sebuah keajaiban muncul dari dalam api tersebut.

Orang itu adalah Zhu Meng.

“Fierce Lion” Zhu Meng selalu terlihat kuat dan berani, seorang pria sejati yang tak akan dapat dikalahkan oleh siapapun.

Cleats bersujud sebelum mencapai batu karang tersebut. “Hamba melapor kepada ketua klan, orang yang sangat dicari-cari oleh ketua sudah berada disini.”

**

Little Gao tak meneteskan air mata.

Air mata memenuhi dan mengancam untuk segera keluar dari matanya. Namun ia tidak meneteskan sedikitpun air mata.

Ia sudah terlalu lama tak meneteskan air mata.

Zhu Meng mengangkat kepalanya dan menatap Little Gao dengan tatapan kosong, seolah-olah ia tak tahu siapa yang sedang berdiri di depannya.

Little Gao menunduk.

Sekarang ia mengerti kenapa tatapan cleats terlihat begitu putus asa. Ia tak mengerti bagaimana bisa seorang pahlawan yang pada saat itu berada di Red Flower Bazaar dan menunggang seekor kuda serta membantai seseorang dalam sekejap, bisa terlihat begitu kasihan seperti ini.

“Little Gao, Gao Jianfei.”

Zhu Meng tiba-tiba mengeluarkan teriakan liar, lalu melompat turun dari batu, bergegas ke depan dan memeluk Little Gao.

Pada saat ini, nampak seolah-olah ia bersemangat lagi. “Aku tahu kau akan datang, dan sekarang kau sudah berada disini.”

Dia memegang Little Gao dengan erat, wajahnya menekan Little Gao.

Dia tertawa, tertawa lebar hingga puncak nafas dari paru-parunya, tertawa seperti yang ia telah lakukan sebelumnya di Red Flower Bazaar ketika ia memenggal lawannya.

Namun Little Gao tiba-tiba menyadari bahwa wajahnya basah.

-Apakah adakah seseorang yang menangis? siapakah yang menangis?

**

“Wanderer menyanyikan tiga lagu, dia tidak menyanyi dengan melodi sedih, dalam dunia manusia, begitu banyak hal yang begitu menyedihkan. Wanderer menyanyikan sebuah lagu untuk raja, mendesak raja untuk tak meneteskan air mata, jika beberapa ketidakadilan berada di dunia manusia, minumlah secara berlebihan, ayunkan sebuah pisau dan penggallah kepala. “

Translator / Creator: fatality