October 31, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 7: The Lion Clan Hall of Copper Camel Alley (Part 3)

 

“Tuan muda Gao, Aku tak pernah menyangka bahwa kau akan datang.” Cleats berhenti berlari. Ia berlutut ke permukaan tanah yang tertutup oleh salju. “Ketua klan berkata bahwa kau akan mencarinya, namun aku tak berpikir bahwa Tuan muda Gao akan datang.”

Butuh kekuatan yang cukup bagi Little Gao untuk menarik temannya yang setia keatas dari permukaan tanah bersalju dan menuju kakinya.

“Yang harusnya berlutut adalah aku,” kata Little Gao kepada Cleats. “Kau menyelamatkanku.”

Cleat membasuh air matanya yang keluar hingga kering, dan sekali lagi ia berekspresi keras.

“Hamba menyadari sejak awal bahwa Cai Chong  tak akan membiarkan rekan-rekan ketua klan pergi dengan bebas,” kata Cleats. “Hampir semuanya yang telah bertemu dengannya mendapat musibah karena tangannya yang sangat berbahaya. Ia tak membiarkan satupun orang kabur, tak satupun orang meskipun ia berada dari tempat yang jauh.

“Cai Chong si penjual kue yang aneh itu?”

 “Benar sekali.”

“Dia jelas-jelas bukan seorang penjual kue,” kata Little Gao. “Siapakah dia sebenarnya?”

 “Ia sama seperti badut bernama Yang. dulunya  ia adalah salah satu orang kepercayaan dari ketua Clan.”

“Dan sama seperti Yang Jian, ia juga mengkhianati ketua klan?”

“Ia jauh lebih licik jika dibandingkan dengan Yang Jian,” kata Cleats dengan penuh kebencian. “Ia mengkhianati ketua klan ketika masih dalam keadaan lemah dan sakit, serta membutuhkan pertolongan darurat pada saat itu.”

Little Gao akhirnya memahami. “Ketika kalian berdua kembali dari Chang’an, tak hanya aula Lion Clan yang runtuh, namun Cai Chong juga memberontak kepada Lion Clan.” Desau Little Gao. “Selama 2 hari itu merupakan hari yang sulit.”

“Benar. Sangat sulit.”

 “Namun betapa sulitnya hari-hari tersebut, mereka akan menyerah.”

“Ya.” Cleats menjawab pertanyaan Little Gao layaknya sebuah boneka: “Mereka akan menyerah.”

Tiba-tiba ekpresi tak terlukiskan bagaikan kepahitan dan kesedihan bersinar dari matanya. Terlihat seperti seseorang yang hendak tenggalam dalam pasir apung, tenggelam begitu dalamnya hingga mereka tak dapat lari.

 Little Gao mendadak merasa kecewa.

—Cai Chong memberontak kepada Zhu Meng di saat-saat ia dibutuhkan, dan sampai sekarang Zhu Meng membiarkannya hidup bahagia dan bebas di dunia ini?

Ini bukanlah gaya Zhu Meng.

Little Gao melihat ke arah mata Cleats, dan secara perlahan menanyakannya, “Kau tak berani mengatakannya kepadaku kan??”

Cleats mendadak kelihatan cemas. “Tak berani mengatakan kepadamu apa?”

Little Gao memegang pundaknya dengan paksa. “Apakah kepala klanmu sudah menjadi korban dari rencana pembunuhan ini?”

“Dia tidak.”

“Benarkah ia tidak?”

“Dia tidak.” Cleats nampak ingin mengeluarkan ekpresi bahagia. “Hamba dapat membawa Tuan Muda Gao untuk menemuinya sekarang juga.”

 

Translator / Creator: fatality