October 18, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 5: Extraordinary Meetings, Extraordinary Adventures (Part 6)

 

Little Gao tak bisa tertidur. Hal Itu bukan dikarenakan kedua kaki yang panjang, indah, dan berada di sisi sampingnya, juga bukan karena ia gugup atau cemas tentang pertempurannya besok pagi.

Ia tertidur lebih awal.

Ia percaya diri dan percaya kepada wanita yang berada di sisi sampingnya.

“Aku tahu kau akan menungguku untuk kembali,” katanya kepada wanita itu. “Mungkin pada saat kau terbangun, aku sudah kembali.”

“Mengapa aku harus menunggumu kembali? Mengapa aku tak dapat pergi bersama-sama denganmu? “

“Karena kau adalah seorang wanita, dan wanita biasanya gugup dengan mudah. Ketika aku akan melawan Sima Chaoqun, hidup dan mati, menang dan kalah, semua bisa diputuskan dalam sekejap. Jika kau menyaksikannya, kau akan gugup. Jika kau gugup, aku juga akan gugup. Dan jika aku gugup, aku akan mati. “

“Dapatkah kau menemukan seseorang untuk pergi bersamamu yang tak akan membuat dirimu gugup, Namun ia masih tetap bisa mengawasimu?”

“Aku tak dapat.”

“Kenapa tidak?”

“Karena aku tak bisa menemukan satupun orang seperti itu.”

“Jangan bilang kau tak mempunyai teman?”

“Dulunya aku tak memiliki teman, sekarang aku ada satu teman. namun sayangnya dia berada di Luoyang. “

“Luoyang?”

“Jika kau pernah pergi ke Luoyang, kau pasti pernah mendengarnya. Nama marganya adalah Zhu, dan ia dijuluki Zhu Meng. “

Wanita itu tak mengatakan apa-apa, tak satu katapun. Dan Little Gao tak memperhatikan bagaimana ekspresi di wajah wanita itu telah berubah.

Little Gao mulai berlatih gerakan-gerakan yang aneh dan tak biasa lagi.

Latihan tersebut tak hanya dapat membuat otot-ototnya fleksibel, namun juga dapat membuat dirinya semangat, membuat pikiran menjadi jernih, dan menstabilkan suasana hatinya.

Oleh karena itu, ia pergi tidur dengan cepat dan pulas. Biasanya ia dapat tertidur hingga siang hari.

Namun disaat tengah malam tersebut ia tiba-tiba terbangun, terbangun dengan perasaan aneh.

Pada saat ini adalah saat dimana langit dan bumi sedang berdamai. Begitu tenangnya hingga terdengar suara kepingan salju lembut yang jatuh diatas atap.

Suatu suara yang tak akan membangunkan siapa pun.

Pada awalnya, Little Gao merasakan hal yang sangat aneh, dan ia tak mengerti mengapa ia tiba-tiba terbangun.

Namun pada akhirnya dia mengerti.

– Hanya ada satu orang yang tersisa di kamar ini. seseorang yang tidur di sampingnya telah hilang.

**

Ketika seseorang berada di puncak suatu bangunan yang sangat tinggi, dan orang itu terjatuh dari gedung tersebut, Bagaimanakah perasaannya?

Itulah perasaan yang dirasakan oleh Little Gao sekarang.

Tiba-tiba ia merasakan pusing dikepalanya, tubuh lemas, terbaring tak berdaya, dan muntah-muntah.

Karena pada saat itu, ia mengetahui bahwa wanita tersebut tak akan pernah kembali ke sisinya lagi.

**

Mengapa wanita itu pergi?

Mengapa ia pergi diam-diam dan tak mengatakan apa-apa, serta tak meninggalkan satupun surat?

Little Gao tak mengerti, karena sekarang ia tak dapat berpikir.

Di dalam kesunyiannya, malam yang begitu beku pada saat yang paling dingin, ia hanya dapat berpikir satu hal.

-Ia bahkan tak mengetahui namanya.

**

 

Translator / Creator: fatality