October 17, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 5: Extraordinary Meetings, Extraordinary Adventures (Part 5)

 

Di malam yang dingin dan disuatu jalanan yang tenang.

Mereka berdua berjalan bergandengan tangan menyusuri jalanan yang tertutup oleh salju, Disana mereka menemukan sebuah warung kecil. Dibawah atap warung itu mereka makan semangkuk sup roti daging domba yang panas, harum, dan pedas.

Mereka tak meminum anggur.

Mereka tak perlu anggur untuk membangkitkan perasaan mereka.

Kemudian, mereka berjalan bergandengan tangan kembali menuju penginapan. Little Gao masih memiliki beberapa urusan yang harus diselesaikan.

Begitu mereka mengitari sudut jalan, mereka melihat sesuatu yang sangat aneh.

Di tangan wanita itu, yang berada didalam genggaman telapak tangan Little Gao yang hangat, tangan itu berubah sedingin es

**

Penginapan itu sudah tutup, namun ada seorang pria yang berdiri dengan lentera bercahaya samar-samar di luar pintu penginapan tersebut.

Pria itu berdiri bagaikan kayu, tak bergerak sedikitpun disaat suasana hawa dingin dimalam hari. Wajahnya berwarna keunguan karena kedinginan, namun ia tetap berdiri di sana dengan sangat tenangnya.

Little Gao menggenggam tangan wanita yang dingin itu, dan dengan tenang berkata, “Jangan khawatir. Ia kemari untuk bertemu dengan diriku. “

“Bagaimana bisa engkau tahu?”

“Dia berasal dari Great Protection Agency. Aku pernah melihatnya sekali pada hari kelima belas di bulan lunar pertama. “

“Jika kau melihat seseorang sekali, apakah kau tak akan pernah melupakannya?”

“Ya, Kebanyakan begitu.”

Mereka berdua masih belum melangkahkan kakinya, namun pria itu membungkuk ke arah Little Gao dan memberi hormat.

“Hamba Sun Da kesini untuk memberi hormat kepada pahlawan Gao.”

“Bagaimana bisa kau tahu mengetahui diriku?”

“Pada hari kelima belas di bulan lunar pertama, hamba melihat pahlawan Gao,” kata Sun Da dengan mantap. “Saya melihat anda di dalam ruang dimana Yang Jian tewas.”

“Jangan katakan kepadaku bahwa setelah kau melihat seseorang, kau tak akan pernah melupakannya?”

“Benar.”

Little Gao tertawa. “Aku juga mengingatmu. Kaulah satu-satunya orang yang tak kurobohkan pada saat itu. “

“Pahlawan Gao menunjukkanku belas kasihan.”

“Untuk apa kau berdiri disitu? Apakah kau menungguku?”

“Ya,” kata Sun Da. “Hamba sudah menunggu di sini selama dua hari dan satu malam.”

“Kau berdiri disini sepanjang waktu?”

“Sejak dua hari terakhir, keberadaan pahlawan Gao tak dapat dipastikan keberadaannya. hamba khawatir jika kehilangan pahlawan Gao, dan hamba tak akan bersedia untuk melangkah pergi jika hamba tak bertemu dengan anda. “

“Bagaimana jika aku tak kembali sekarang?”

“Hamba akan terus menunggu anda.”

“Bagaimana jika aku tak kembali selama tiga hari tiga malam. Akankah kau terus menungguku selama tiga hari tiga malam? “

“Bahkan jika pahlawan Gao tidak kembali selama tiga bulan, hamba masih akan tetap terus berdiri di sini menunggu.” Sun Da sangat tenang saat ia berbicara.

“Siapa yang mengutusmu kemari?” Tanya Little Gao. “Apakah dia  Zhuo Donglai?”

“Ya, benar sekali Tuan Gao”

“Apakah kau benar-benar melakukan apa pun yang ia minta?”

“Perintah Tuan Zhuo sangat tinggi bagaikan sebuah gunung. Hingga saat ini, tak pernah ada yang berani untuk tak mematuhinya.”

“Mengapa kalian semua mematuhinya seperti itu?”

“Hamba tak mengerti. Yang hamba tahu hanyalah bagaimana untuk mematuhi perintah, hamba tak pernah berpikir kenapa dan mengapa tentang hal tersebut. “

Gao Jianfei mendesau. “Zhuo Donglai benar-benar orang yang menakjubkan. Tak hanya memiliki keberanian, akal budi, dan pemikiran akan masa depan, namun juga memiliki kemampuan untuk menjadi seorang jenderal. Saya selalu bertanya-tanya, kenapa bukan dia saja yang menjadi kepala dari Great Protection Agency? “

Sun Da tak bereaksi sedikitpun. nampak seolah-olah ia tak mendengar sepatah katapun ucapan dari Little Gao. Dari dalam pakaiannya, ia mengeluarkan sebuah amplop undangan merah yang besar. Ia menyerahkannya kepada Little Gao dengan sikap hormat di kedua tangannya.

“Ini adalah apa yang Mr Zhuo perintahkan kepada hamba untuk disampaikan kepada pahlawan Gao.”

“Kau menunggu di sini selama dua hari dan satu malam hanya untuk menyampaikan amplop undangan ini kepadaku?”

“Benar Tuan Gao.”

“Apakah tak pernah terpikir olehmu untuk menaruhnya didepan pintu sama saja dengan mengantarkannya kepadaku?”

“Tak pernah terpikir sedikitpun oleh hamba. Begitu banyak hal yang belum pernah terpikir oleh Hamba. Memikirkan hal-hal terlalu banyak bukanlah suatu hal yang baik. “

Little Gao tertawa lagi.

“Benar. Itu benar. ” Ia mengambil amplop itu. “Mungkin saya harus belajar banyak dari anda.”

**

Gao Jianfei tak perlu membuka amplop itu karena ia mengetahui bahwa amplop tersebut bukanlah undangan untuk kunjungan pertemanan, melainkan sebuah surat tantangan.

Sebuah tantangan yang sederhana dan jelas.

“Hari pertama di bulan lunar kedua. Sebelum fajar.

Li Village, The Temple of Maternal Grace, Great Wild Goose Pagoda.

Sima Chaoqun. “

**

“Hari pertama di bulan lunar kedua. Sekarang hari apa?” tanya Little Gao kepada Sun Da.

“Hari ini merupakan hari ketiga puluh di bulan lunar pertama.”

“Jadi, Ia memilih hari esok?”

“Benar.”

Sun Da memberikan salut hormat. “Sekarang hamba akan pamit untuk pergi.”

Dia berbalik arah dan berjalan pergi. Dalam jarak beberapa meter perjalanannya tiba-tiba Little Gao berteriak kepadanya untuk berhenti.

“Nama panggilanmu Sun Da?” Little Gao bertanya kepada pemuda dengan sikap tenang tersebut. “Apakah kau saudara Sun Tong?”

“Hamba.” Sun Da berhenti sejenak, tapi ia tak membalikkan kepalanya. “Hamba adalah saudara Sun Tong.”

**

 

Malam yang sangat dingin. Dingin bagaikan ujung pisau.

Saat ia melihat sosok dari Sun Da pada salju perlahan-lahan menghilang dari kejauhan, Little Gao tiba-tiba mengajukan pertanyaan kepada wanita yang telah berdiri di sisinya sepanjang waktu. “Apakah kau memperhatikan sesuatu?”

“Memperhatikan apa?”

“Kau adalah seorang wanita yang sangat cantik. Dari lahir, semua pria ingin melihat wanita sepertimu. Namun dari awal hingga akhir, Sun Da tak menoleh kearahmu sedikitpun. “

“Mengapa aku ingin Sun Da melihat diriku? Mengapa kau menginginkannya untuk melihat? ” Tampaknya wanita itu sedikit tersinggung. “Jangan bilang kau ingin orang lain untuk melihatku agar kau bahagia? Itukah maksudmu? “

Little Gao tak membuatnya marah. Ketika wanita berada dalam genggaman kekasihnya, Ia tak akan pernah marah dengan hal apapun.

“Sejujurnya, aku paham akan maksudmu tadi,” kata wanita itu dengan nada lembut. “Akan kuberitahu bahwa Sun da adalah seseorang yang rumit.” Suaranya bahkan menjadi lebih lembut. “Namun aku tak ingin kau mengatakan sesuatu hal yang lainnya kepadaku. Aku tak ingin mendengarnya.”

“Hal-hal apakah yang kau maksud?”

“Aku ingin tahu mengapa Sima Chaoqun mengundangmu untuk menemuinya besok di Wild Goose Pagoda.”

“Sebenarnya, ia tak mengundangku,” kata Little Gao, “akulah yang pertama kali mengundangnya pada tanggal lima belas di bulan lunar pertama”

“Mengundang untuk apa?”

“Karena aku selalu penasaran dan ingin mengetahui, apakah benar Sima Chaoqun itu benar-benar tak terkalahkan selamanya?”

Sebelum ia selesai berbicara, ia menemukan bahwa tangan wanita itu menjadi sedingin es.

Little Gao berpikir bahwa wanita itu akan memohonnya, memohonnya untuk tak pergi besok, sehingga wanita itu tak akan takut dan khawatir.

Namun Little Gao tak dapat menduga bahwa wanita itu akan berkata, “Kau harus menemuinya besok dan mengalahkannya. Dan kau harus berjanji satu hal kepadaku.”

“Apakah itu?”

“Jangan menyentuhku malam ini. Mulai sekarang, jangan pernah menyentuh diriku.” Ia mendorong Little Gao untuk pergi. “Sekarang, aku ingin kau pulang kembali denganku dan beristirahat dengan baik.”

 

Translator / Creator: fatality