October 15, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 5: Extraordinary Meetings, Extraordinary Adventures (Part 4)

 

Halaman rumah itu berukuran menengah. dan rumah itu ditempati oleh enam belas keluarga.

Enam belas keluarga yang jelas-jelas tak mempunyai uang. Hanya orang-orang miskin yang akan tinggal ditempat seperti ini.

Jika anda tidak dapat membayangkan bagaimana delapan keluarga bisa hidup di sebuah ruangan kecil seukuran kandang merpati, maka Anda harus datang ke kompleks ini, dan melihat bagaimana beberapa orang di dunia ini dipaksa untuk hidup.

**

Akhir-akhir ini, enam belas pintu yang berada dalam kompleks ini telah menjadi tujuh belas pintu. pemilik telah membagi gubuk kayu di belakang halaman menjadi dua bagian dan menyewa salah satu dari mereka untuk orang luar. Seseorang yang mengenakan topi lunyu dan memiliki jenggot panjang.

Setelah melihat tempat di mana wanita muda tak berjenggot ini tinggal, Little Gao tertawa lagi.

“Sepertinya istana Yang Mulia jauh lebih kecil daripada rumah anjing saya.”

Little Gao itu telah mengantar wanita tanpa jenggot itu kembali ke tempat asalnya.

Pada pagi hari, kompleks ini akan berisi dengan ayam terbang, anjing melompat, babi memekik, orang-orang berbicara keras, suami dan istri berdebat, mertua bertengkar, orang tua meludah, anak-anak kencing; bahkan lalat yang memasuki kompleks akan diperhatikan.

Untungnya, pada saat itu hari masih gelap, dan mereka menyelinap melalui dinding belakang.

Jika seseorang ingin bersembunyi, akan sangat sulit untuk menemukan tempat yang lebih baik daripada ini.

Bagaimana bisa wanita muda ini menemukan tempat seperti itu? Little Gao tak ada pilihan selain untuk mengaguminya.

Apa yang Little Gao tak ketahui sekarang adalah, gadis muda itu nampak benar-benar terlihat jelas dan sadar. Semua racun tampaknya telah keluar dari tubuhnya, namun tiba-tiba ia jatuh kembali ke dalam koma. Dan kali ini ia tak sadarkan diri, bahkan lebih lama daripada yang sebelumnya. Little Gao selalu berpikir penawar racunnya sangat efektif, namun sekarang ia sedikit agak ragu.

Apakah racun yang diderita dirinya terlalu kuat, dan telah memasuki sumsum dan arteri nya? Ataukah penangkal obatnya tak cukup kuat?

Apa pun alasannya, Little Gao tidak punya pilihan lain.

Kondisinya tak stabil. Kadang-kadang gadis itu akan jatuh ke dalam ketidaksadaran, kadang-kadang ia akan bangun. Ketika tak sadar diri, ia akan basah kuyup dengan keringat dingin, kejang, dan mengigau. Ketika terbangun, ia akan menatap Little Gao dengan lesu, tatapan tanpa ekspresi, seolah-olah ia takut kalau Little Gao akan meninggalkannya.

Little Gao hanya bisa tinggal di sisinya. Bahkan kebiasaannya makan kubis rebus mie sup disingkirkan. Ketika ia lapar, ia akan membeli beberapa mantou atau roti di luar belakang halaman untuk meredakan rasa laparnya. Ketika lelah, ia akan tertidur di kursi untuk sementara waktu.

Ia tak tahu mengapa ia melakukan hal ini, mengapa ia mengubah kebiasaan hidupnya untung seorang wanita asing pada saat itu.

Gadis itu tak diragukan lagi kecantikannya.

Pertama kalinya Little Gao menggunakan kain lembab untuk membersihkan wajahnya yang berdebu dan berkeringat. ia juga mengetahui bahwa tak hanya kakinya yang indah, namun wajahnya juga sangat cantik.

Namun jika ada seseorang yang mengatakan alasan dia tinggal adalah karena ia jatuh cinta padanya, Little Gao akan menyangkalnya hingga mati.

Dia tidak pernah berpikir tentang wanita sebelumnya. Dia selalu menganggap wanita seperti satu butir dalam wajan besar nasi.

Lalu kenapa dia melakukan hal ini?

Apakah karena situasinya yang menyedihkan? Apakah karena kedua matanya yang memohon, terdiam, namun penuh dengan rasa syukur terhadap Little Gao?

Atau mungkinkah ini adalah hubungan antara kedua orang yang tak pernah bisa dijelaskan oleh orang lain?

**

Tampaknya dua atau tiga hari telah berlalu. Little Gao kotor dan lelah, tetapi ia merasa tak menyesal.

Jika hal yang sama ini terjadi lagi, ia akan membuat semua pilihan yang sama.

Beberapa hari ini, Gadis itu tak berbicara satu katapun, namun dengan melihat ekspresi di matanya, Anda bisa melihat bahwa Little Gao sudah menjadi orang yang paling dekat dengan gadis itu di dunia. Little Gao adalah satu-satunya orang yang bisa ia andalkan.Perasaan macam apakah itu?

Little Gao mengetahui perasaan dalam hatinya sendiri. Tak pernah ada seorangpun yang menggantungkan kehidupannya kepada Little Gao seperti itu sebelumnya.

Suatu hari ketika Little Gao terbangun, ia menemukan dirinya menatap gadis itu dengan pandangan kaku. Menatapnya dalam waktu yang lama, dan kemudian tiba-tiba berkata, “Kau lelah. Kau seharusnya berbaring dan tidur sedikit. “

Suaranya lembut dan lemah. Little Gao bahkan tak berpikir tentang hal itu. Ia membagi setengah dari tempat tidurnya untuk wanita tersebut. Kedua orang itu tampaknya berpikir bahwa ini adalah suatu hal yang sangat alami, alami bagaikan bunga-bunga mekar disaat angin musim semi berhembus dari atas permukaan tanah.

Begitu Little Gao terbaring, ia jatuh tertidur.

Benar-benar sangat lelah, ia tertidur dengan lelap. Ia tak tahu berapa lama dia tertidur, Namun pada saat ia terbangun, hari sudah menjadi gelap.

Orang yang tidur di sampingnya sudah terbangun, mandi dan berpakaian. Ia sudah berganti pakaian, dan telah mengikat kembali rambutnya yang berhamburan panjang dengan pita sutra. Ia duduk dibawah tempat tidur, menatap Little Gao.

Karena langit diluar menjadi gelap, hembusan angin dingin perlahan-lahan menjadi reda.

Semuanya menjadi tenang dan sunyi. Tiba-tiba, Gadis itu dengan lembutnya bertanya, “Apakah anda tahu nama saya?”

“Tidak, aku tidak tahu.”

“Anda bahkan tak mengetahui namaku. Mengapa anda memperlakukanku dengan baik? “

“Aku tak tahu.”

Apakah dia benar-benar tak tahu?

Dia hanya tahu bahwa setelah ia bertemu dengan seorang wanita seperti ini, dia telah melakukan hal-hal tersebut

Ia tak mengerti apa-apa lagi.

Gadis itu mendesau pelan. “Sebenarnya, aku juga tak tahu siapa anda , dan aku tak mengetahui nama anda.” Gadis itu menatap wajahnya. “Tapi aku tahu bahwa anda telah membuat ruang bagi saya untuk berbaring.”

Little Gao membuat ruang untuknya, dan gadis itu terbaring. Ia terbaring di sampingnya, dan kemudian ke dalam pelukannya.

Semuanya terjadi dengan alami, alami seperti segala sesuatu bertumbuh ketika hujan musim semi membasahi bumi.

Begitu alami, begitu indah, indah mempesona.

Translator / Creator: fatality