October 14, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 5: Extraordinary Meetings, Extraordinary Adventures (Part 3)

 

Ketika gadis itu tersadar, ia menemukan dirinya terbaring di atas ranjang papan kayu dengan Little Gao di penginapan kecil. Luka itu teroles oleh obat-obatan dan tertutup oleh potongan kain kasar.

Dia memandang Little Gao dalam waktu yang lama, dan kemudian dengan lembut bertanya, “Kau belum mati?”

“Masih belum.”

“Lalu, aku juga belum mati?”

“Masih belum.”

“Bagaimana mungkin aku tidak mati?” Dia nampak terkejut. “Mereka sudah mengejarku, bagaimana mungkin aku tidak mati?”

“Keberuntunganmu sangatlah baik, kau telah bertemu denganku.”

Wanita muda yang tak berjanggut itu mendadak marah. “Aku sudah dipaksa habis-habisan menggunakan tali oleh orang-orang itu, dikejar kemana-mana seperti anjing liar, bersembunyi di mana-mana. Lalu aku diracuni oleh senjata tersembunyi. Bagaimana bisa kau mengatakan keberuntunganku sangatlah baik?” Dia menatap Little Gao. “Aku benar-benar ingin mendengarkan penjelasanmu. Bagaimana mungkin hal ini bisa dianggap sebagai keberuntungan? “

Little Gao hanya bisa tersenyum kecut.

Wanita muda menatapnya untuk waktu yang lama, lalu menghela napas. “Aku tahu kau tak akan memberikanku kotak milikmu. Jadi kau mungkin akan meninggalkan diriku sendiri.”

“Kenapa?”

“Kau seharusnya tak terlibat dalam masalah ini. Hidup dan matiku tak ada hubungannya denganmu. Kau bahkan tidak mengenal diriku.”

“Aku tak tahu sebelumnya, tapi sekarang aku tahu sedikit tentangmu.”

“Kentut anjing!” Serunya. “Apa yang kau ketahui tentang diriku? Katakan padaku! “

Little Gao tak mengatakan apa-apa.

Dia belum pernah bertemu seseorang seperti ini. Tidak pernah dan tidak akan pernah lagi.

“Tempat apa ini?” Tanya gadis muda itu. “Mengapa kau membawaku kerumah anjing seperti ini?”

“Karena ini bukan rumah anjing, ini adalah tempat dimana aku tinggal.”

Wanita muda itu menatapnya kearahnya lagi, dengan mata lebar.

“Kau babi, kau benar-benar babi,” katanya dengan nada keras. “Seluruh orang dijalanan tahu kau tinggal di sini, dan kau membawa diriku kesini? Akankah kau akan senang jika melihat diriku mati ditangan mereka? Apakah kau hanya menunggu mereka untuk datang dan memotong-motong diriku sehingga kau bisa bahagia? “

Little Gao tertawa.

Aku tak sering bertemu dengan seorang wanita yang tidak masuk akal seperti ini.

Wanita muda itu lebih marah daripada sebelumnya.

“Kau tertawa? Apa yang kau tertawakan? “

“Kau ingin aku melakukan apa,” tanya Little Gao. “Kau ingin aku menangis?”

“Kau adalah babi, bagaimana bisa babi menangis? Kapan kau pernah melihat babi menangis? “

“Kau benar.” Little Gao tiba-tiba menyadari sesuatu. “Babi benar-benar tak bisa menangis. namun babi juga tak bisa tertawa. “

Wanita muda itu terlihat nampak menggila dan menghela napas. “Kau benar. kau bukanlah babi, kau adalah orang. orang yang baik. aku mohon kepadamu, kirimkan saja aku kembali. Kirimkan aku kembali segera. Lebih cepat lebih baik.”

“Mengirimmu kembali kemana?”

“Kembali ke tempat tinggalku. Mereka tak akan dapat menemukanku di sana. “

“Jika mereka tak dapat menemukannya, bagaimana mungkin aku bisa menemukannya?”

“Tak pernah terpikir olehmu bahwa ada seseorang di sini yang pasti tahu bagaimana cara untuk sampai ke sana?”

“Siapa itu?”

“Itu aku!” Teriak wanita muda itu.

Translator / Creator: fatality