October 13, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 5: Extraordinary Meetings, Extraordinary Adventures (Part 2)

 

Di hari yang sangat cerah. Setelah memakan semangkok mie di toko mie, ia bersiap-siap untuk kembali dan tidur.

Tak ada kabar dari Sima Chaoqun dan Zhuo Donglai, dan ia tidak tahu kapan tepatnya ia harus mempersiapkan diri untuk berduel.

Tapi dia tak merasa gugup.

Setelah memberikannya hadiah yang sangat besar, orang berpakaian hitam misterius itu juga tak mengirimkan pesan apapun.

Little Gao siap untuk memberikan kotak itu kembali kepadanya setiap saat, sehingga ia selalu membawa kotak itu bersama dengan dirinya. Tapi ia kuatir bahwa ia mungkin tak akan pernah melihat orang itu lagi, dan dengan begitu kotak itu akan berubah menjadi sebuah beban bagi dirinya.

Tapi Little Gao tak terlalu khawatir tentang hal itu.

Sepertinya tak ada sesuatu hal di dunia yang dapat mempengaruhi suasana hatinya.

Jika seseorang menginginkannya untuk menunggu selama dua hari, ia akan menunggu selama dua hari. Jika mereka menginginkannya untuk menunggu selama dua bulan, ia akan menunggu selama dua bulan. Dalam kasus apapun, Ia mengetahui bahwa didalam kehidupan, untuk mendapatkan informasi yang ingin dia ketahui haruslah menunggu hingga pada saatnya, jadi untuk apa ia harus khawatir dengan hal tersebut?

Dia telah membuat keputusan yang tegas; sebelum pertempuran yang menentukan ini dimulai, Ia tak akan melakukan apa-apa.

Dia harus menjaga tubuhnya dengan kondisi fisik yang sangat baik, dan mempertahankan suasana hati yang baik dan seimbang.

**

Sore ini, pada saat ia berjalan di sepanjang jalanan yang tertutup oleh salju, ia menyadari bahwa ada seseorang yang sedang mengawasinya. Little Gao tidak perlu berbalik dan melihatnya; ia sudah menduga siapa orang itu.

Kemarin malam ketika Little Gao sedang makan, ia melihat seseorang menatap dirinya, cara menatapnya seperti kucing melihat seekor tikus.

Orang itu mengenakan pakaian compang-camping dan topi lembek; tubuhnya tak terlalu tinggi, dan ia memiliki janggut yang sangat lebat; langkah kakinya ketika ia berjalan sangatlah ringan. Nampak ia telah berlatih kungfu.

Little Gao belum pernah melihat orang itu sebelumnya, dan juga tak tahu mengapa ia juga mengawasinya.

Dia tak pernah menganggap dirinya sebagai tipe orang yang akan dapat menarik perhatian dari orang-orang lain.

Setelah berjalan sebentar, ia tak dapat mendengarkan langkah kaki di belakangnya, sehingga ia mendesau lega. Namun tiba-tiba, dari gang tepat di sampingnya, muncul sebuah tali yang melayang.

Tali itu kasar, diikat seperti simpul berbentuk seperti penjerat leher. Dalam sekejap, tali itu melingkari leher Little Gao, mengitari sekitarnya dengan gaya aneh yang akurat.

Ketika leher seseorang terikat oleh tali, matanya akan menonjol keluar, lidahnya akan menjulur, dan pernapasannya dapat berhenti setiap saat.

Little Gao mengerti semua tentang hal ini. Jadi ketika tali pada lehernya ditarik, ia terbang bersama dengan tali itu, bagaikan layang-layang.

Orang di gang yang menarik tali itu adalah Big Beard.

Dia menariknya dengan keras, tapi sayangnya tali tersebut telah putus, dan pada bagian tali yang melilit ke leher sasarannya terlempar balik ke arahnya.

Big Beard berbalik dan berlari. Dia berlari sebentar, dan kemudian memiliki firasat yang aneh.

Karena pada kenyataannya, Little Gao tak mengejarnya.

Dia berlari dua langkah, lalu berhenti, melihat ke belakang untuk melihat apakah ia sedang dikejar.

Dia berbalik dan melihat Little Gao, terkejut dan berkata. “Mengapa kau tak mengejarku?”

Pertanyaannya sangat jelas, namun respon Little Gao bahkan lebih jelas lagi. “Mengapa aku harus mengejarmu?” jawabnya.

Big Beard memulai berkata-kata. “Apakah kau tak tahu bahwa aku telah menggunakan tali itu untuk mencekikmu sampai mati?”

“Aku tahu.”

“Jika kau tahu, maka mengapa kau membiarkanku pergi?”

“Karena kau tidak benar-benar mencekikku hingga mati.”

“Namun setidaknya kau menanyakan siapa diriku, dan kenapa aku ingin mencekik sampai mati.”

“Tidak, aku tak ingin bertanya.”

“Kenapa tidak?”

“Karena aku benar-benar tak ingin tahu.” Ketika dia selesai berbicara, dia berbalik dan mulai berjalan pergi, bahkan tak melihat sedikitpun ke belakang.

Big Beard tak dapat berkata apa-apa.

Belum pernah didalam hidupnya ia melihat seseorang seperti Little Gao.

Dan Little Gao juga belum pernah bertemu orang seperti dia sebelumnya. Meskipun Little Gao tak mengejarnya, namun orang itu mengejar Little Gao, dan sekali lagi ia mengeluarkan tali. Dengan cepatnya ia mengikat tali tersebut dan melemparkannya ke leher Little Gao.

Dia melemparnya dengan akurat, dan menangkap Little Gao sekali lagi.

Sayangnya, meskipun ia tertangkap, hal itu tak ada gunanya.

Tak peduli seberapa keras orang itu menariknya, Little Gao hanya berdiri di sana. Lehernya tak terluka dan ia tak sedikitpun bergerak.

“Orang macam apa kau ini,” tanya Big Beard. “Kenapa aku tak dapat mencekik lehermu?”

“Karena selain leherku, aku juga memiliki jari-jari.”

Ketika tali tersebut tergelincir di lehernya, ia hanya menggunakan jarinya untuk menghalangi tali itu, tepat di depan laring nya.

Little Gao menekuk jarinya, dan Big Beard tiba-tiba tertarik ke arahnya. Little Gao berbalik, dan kepala orang itu menabrak dadanya.

“Permainan talimu ini benar-benar jelek,” kata Little Gao. “Bisakah kau memainkan game yang lain?”

“Aku bisa bermain game pisau,” kata Big Beard.

Ia masih tidak dapat berdiri tegak, namun sebuah pisau muncul dari tangannya, menusuk ke arah bagian tengah tubuh Little Gao yang lembut.

Sayangnya, pisau itu tidak cukup cepat. Little Gao menggunakan jarinya untuk menepuk pergelangan tangan orang itu, dan pisau tersebut terlempar jauh.

“Sepertinya kau membiarkan aku pergi lagi.” Little Gao mendesau dan menggeleng. “Apa pun permainan yang kau mainkan, tak akan berguna terhadap diriku.”

Big Beard akhirnya tumbang. Namun tiba-tiba ia menggunakan suatu gerakan yang disebut dengan  “Straightening Carp.” Tubuhnya berbalik ke atas, dan dua kakinya melilit ke arah kepala Little Gao layaknya “mahua dough twist”.

Bahkan Little Gao tak menyangka bahwa hal ini akan terjadi.

Kaki Big Beard sangat lincah, fleksibel, dan sangat kuat. Little Gao hampir tak bisa bernapas. Bau celana yang menutupi kakinya terlihat agak kotor.

Little Gao tak dapat menahannya lebih lama lagi. Ia menggunakan metode yang sangat aneh, tubuhnya berputar, berguling, berbalik, dan beralun; Big Beard terlempar dan terbanting ke tanah. celananya terbelah, menampakkan kedua kakinya.

Celananya memang hampir terlihat sobek dari awal, dan ketika terbelah celananya benar-benar hancur, dan menampakkan hampir seluruh kakinya.

Dan sekarang, Litlle Gao terkejut dalam kebisuan. Seolah-olah dia baru saja melihat bunga segar yang indah mekar keluar dari tumpukan kotoran.

**

Setiap orang memiliki kaki, namun Little Gao belum pernah melihat sepasang kaki yang nampak seindah itu.

Tak hanya Little Gao yang belum pernah melihat sesuatu seperti itu sebelumnya, kebanyakan orang di dunia juga belum pernah melihatnya.

Hanya ada beberapa orang di dunia yang pernah melihat kaki tersebut.

Kakinya ramping, panjang dan sesuai, konturnya bahkan lembut dan anggun, otot-otot yang fleksibel, warna kulit seputih susu, nampak seperti susu segar.

Little Gao tak pernah membayangkan bahwa orang yang kotor dan bau seperti Big Beard akan memiliki kaki seperti ini.

Hal yang tak terbayangkan lagi adalah bahwa pria berjenggot ini yang mana telah menggunakan tali untuk mencekiknya hingga mati, dan kemudian mencoba untuk menggunakan pisau untuk membunuhnya, tiba-tiba mulai menangis. Dia menutupi wajahnya dengan tangan dan menangis seperti anak kecil, terdengar sedih dan patah hati.

Little Gao telah berencana untuk pergi tanpa menoleh kebelakang, setelah melewati kejadian sebelumnya, ia tak dapat menahan dirinya untuk bertanya, “Mengapa kau menangis?”

“Aku suka menangis, aku senang menangis, aku ingin menangis. Itu bukan urusanmu!”

Seorang pria dewasa dengan jenggot tebal, mengucapkan kata-kata yang terdengar tidak masuk akal dan seperti seorang anak kecil, begitu banyaknya sehingga suaranya tampak telah berubah menjadi seperti anak kecil … Keanehan macam apakah ini, dan bagaimana mungkin bisa Little Gao mengkhawatirkan dirinya terus?

Little Gao memutuskan untuk mengabaikannya dan pergi, namun tiba-tiba Big Beard berteriak, “Berhenti!”

“Mengapa aku harus berhenti?”

“Kau akan pergi begitu saja? Pergi begitu mudahnya? “

“Mengapa aku tak bisa pergi? Bukankah kau masih ingin mencekikku hingga mati, atau menusukku hingga mati? Meninggalkanmu seperti ini, sebenarnya aku memperlakukan dirimu dengan sangat baik. Apa lagi yang kamu mau?”

“Aku ingin kau mencongkel matamu keluar,” kata Big Beard. “Ambillah kedua matamu dan congkel keluar dari rongga matamu!”

Little Gao tertawa lagi. “Aku tidak gila, mengapa aku harus mencongkel bola mataku keluar?”

“Karena kau melihat kakiku,” kata Big Beard. “Kaki ini bukan untuk sembarang dilihat oleh orang.”

Little Gao harus mengakui bahwa kaki orang itu sangat spesial dan kelihatan menarik.

Tetapi ia tak melihat kepada tujuan, dan melihat kaki seseorang tidak dihitung sebagai sesuatu yang luar biasa.

“Jika kau tak puas,” katanya, “Kau dapat melihat kakiku. Melihatnya selama mungkin yang kau inginkan. “

“Kentut anjing!”

“Aku bukan anjing, dan aku tidak kentut.”

“Tentu saja kau bukan anjing, karena kau lebih bodoh daripada anjing. Semua anjing di bawah langit lebih pintar daripada dirimu, Baik itu anjing besar atau anjing kecil atau anjing jantan atau anjing betina, mereka semua seratus kali lebih pintar daripada kamu. Karena kau adalah babi.” Big Beard itu semakin marah. Tiba-tiba dia melompat. “Dasar kau babi, jangan bilang kalau kau masih tak bisa mengatakan aku adalah seorang wanita?”

“Bagaimana kau bisa menjadi seorang wanita? Aku tak mempercayainya,” katanya dengan nada kaku. “Bagaimana bisa seorang wanita memiliki jenggot?”

Big Beard tampaknya di ambang kegilaan bercampur amarah. Tiba-tiba, ia merobek jenggotnya dan melemparkannya ke arah wajah Little Gao.

Tubuhnya melayang ke depan juga, pinggang berputar, Kedua kakinya sekali lagi melilit ke arah Little Gao.

Dua kaki yang mulus, benar-benar tak berbulu sedikitpun.

Kali ini Little Gao benar-benar tak bisa bergerak, ia hanya bisa melihatnya dan tersenyum denga terpaksa. “Aku tak memiliki kebencian atau permusuhan denganmu, mengapa kau harus memperlakukan aku seperti ini?”

“Karena aku menyukai dirimu.”

Little Gao menjadi kaku. Untungnya Big Beard yang tak berjenggot itu melanjutkan dengan cepat: “Jangan merasa percaya diri. Apa yang aku sukai bukanlah dirimu.”

“Lalu apa yang kau sukai?”

“Kotak miilkmu,” kata wanita muda tak berjenggot itu. “Jika kau hanya memberikan kotak itu kepadaku, aku tak akan mengganggu dirimu lagi. Kau tak akan melihat diriku lagi.”

“Apakah kau tahu apa isi didalam kotak ini?”

“Tentu saja aku tahu,” kata wanita muda. “Kotak milikmu memiliki emas dan perhiasan senilai paling sedikit delapan puluh sampai satu seratus ribu keping perak.”

“Bagaimana kau bisa tahu?”

Little Gao jelas heran, karena ia tak pernah membuka kotak itu di depan siapa pun.

Gadis itu tak hanya tak menjawab pertanyaan, namun juga bertanya: “Apakah kau tahu siapa ayahku?”

“Tidak.”

“Dia seorang dewa diantara para pencuri. Dewa pencuri dengan tangan ajaib. Dia mencuri barang-barang dari manapun di bumi ini, dan belum pernah sekalipun tertangkap. “

“Hebat! Kemampuan yang hebat! “

“Tapi, ia tak dapat memenuhi standar dari kakekku. Apakah kau tahu siapa kakekku? “Tanyanya kepada Little Gao.

“Tidak.”

“Dia seorang perampok yang hebat. Jika ia melihat orang, ia akan merampoknya. Jika ia melihat hantu, ia akan merampoknya.”

Little Gao mendesau. “Jadi ternyata keluargamu memiliki tiga generasi dengan profesi yang sama.”

“Sudah mulai pintar kau sekarang,” kata Lady Big Beard. “Bagaimana bisa seorang anggota dari generasi ketiga pada profesi ini tak mengetahui benda apa yang ada di dalam kotakmu?”

“Aku pernah mendengar sebelumnya bahwa orang yang menguasai profesi ini memiliki kemampuan seperti itu. Dari cara seseorang berjalan, mereka dapat mengetahui dan menilai sesuatu yang dibawa oleh orang tersebut.”

“Betul sekali,” kata wanita muda. “Tapi, aku tak dapat mengatakan orang macam apakah kau ini.”

“Oh!”

“Kotak milikmu memiliki emas dan permata di dalamnya, tetapi yang kau lakukan setiap hari hanyalah makan semangkuk sup kubis rebus yang harganya tiga atau empat koin. Apakah kau semacam orang yang pelit? Atau hanyalah orang yang aneh? “

“Kotak yang kubawa ini mungkin penuh dengan emas dan permata, tapi sayangnya kotak itu bukanlah milikku. Bahkan jika aku ingin memberikannya kepadamu, aku tak akan bisa. Dan aku dapat menjaminmu, meskipun kemampuanmu sepuluh kali lebih hebat daripada sekarang, kau harus melupakan niatmu untuk mencuri kotak ini.”

Wanita muda itu tiba-tiba mendesau.

“Aku tahu aku tidak bisa mencurinya darimu. Tapi terlepas dari hal itu, aku harus mencobanya, meskipun itu beresiko terhadap nyawaku. Aku akan terus mencobanya meskipun aku akan mati! “

“Kenapa?”

“Karena kalau aku tidak datang dengan lima puluh ribu keping perak dalam waktu tiga hari ke depan, aku pasti akan mati.” Matanya berkedip dan air matanya mengalir keluar. “Aku berpikir bahwa, selain dirimu, di mana lagi aku bisa mendapatkan lima puluh ribu keping perak?” Air matanya jatuh seperti hujan. “Aku dapat melihat kau adalah orang yang baik. Tolong, bantulah aku. Aku akan berterima kasih kepadamu hingga akhir hidupku. “

Little Gao sudah mulai berkata dengan lembut. “Mengapa kau harus datang dengan lima puluh ribu keping perak dalam waktu tiga hari?”

“Karena Great Protection Agency Sima Chaoqun membutuhkan lima puluh ribu perak untuk mengawal saya pulang dengan selamat. Rumahku berada di Northeast China, tanpa kawalan mereka, aku akan mati di pinggir jalan setiap saat, tanpa ada yang mengurus mayatku.”

Little Gao tertawa dingin. “Membayar lima puluh ribu perak untuk mengawal seseorang ke Northeast China. Aku pikir itu adalah hal yang sangat jahat.”

“Aku tak menyalahkan mereka,” kata wanita muda. “Mengawal diriku bukanlah hal yang mudah. Jika aku adalah Sima Chaoqun, biaya awalku mungkin akan lebih tinggi lagi.”

“Kenapa?”

“Karena orang-orang yang ingin membunuhku terlalu jahat dan menakutkan. Tak ada yang bersedia untuk pergi melawan mereka. kau tidak akan percaya bahwa ada orang di dunia ini yang sebrutal dan sekejam seperti mereka.” Tubuhnya mulai gemetar, dan meskipun wajahnya tertutup oleh abu sekalipun, anda masih dapat melihatnya terbelenggu oleh perasaan terror dan panik.

Tampaknya gadis muda itu benar-benar takut akan kehidupannya.

“Siapa mereka?” Ceplos Little Gao.

Sepertinya wanita muda tak mendengar pertanyaannya. Air mata mengalir turun dan dia berkata, “Aku tahu mereka tak akan membiarkanku pergi. Aku tahu bahwa mereka dapat membunuhku kapanpun mereka mau.”

Sepertinya dia memiliki beberapa firasat kejahatan dan kesialan, seperti hewan liar yang mengetahui jerat yang terbentang di depan, dengan para pemburu yang muncul dari belakang untuk menyelesaikannya dengan cara membunuh hewan tersebut.

Meskipun biasanya firasat semacam ini tak dapat dijelaskan, biasanya hal tersebut selalu benar.

Pada saat itu, dari puncak dinding pendek di kedua sisi gang sempit, senjata tersembunyi ditembakkan. Dari arah kiri, Seperti rangkaian hujan pada jarum perak, dari arah kanan, beberapa benda bersinar berkedip.

**

Reaksi Gao Jianfei sangat cepat.

Dia menggunakan kotak di tangan kanannya, serta buntelan kain yang terbungkus, untuk memblokir hujan jarum yang datang dari sisi kiri.

Dia telah membawa wanita muda tersebut, yang kakinya masih melilit di sekitar leher Little Gao, sehingga ia miring ke kiri dan melayang.

Tetapi pada saat yang sama, Little Gao mendengar wanita muda tersebut memancarkan erangan mendesah, dan ia merasakan kedua kakinya mengendur. Wanita muda itu terjatuh ke tanah.

Little Gao tak tertarik kebawah bersama dengan dia. Sebaliknya, ia melompat ke atas, mengetuk kaki kirinya dengan tangan kanan, meminjam kekuatan untuk menciptakan kekuatan. Dia terbang hampir sembilan kaki ke udara. Di balik dinding pada kedua sisi gang sempit ia bisa melihat seseorang yang melarikan diri. Mereka sangat lincah, dan kungfu meringankan tubuhnya tidak rendah.

Pada saat mereka  berdua berlari beberapa meter di atas atap bangunan. Little Gao telah mendarat di puncak pada tembok. Tiba-tiba, kedua orang itu berbalik dan menatap ke arahnya. topeng mengerikan menutupi wajah mereka, dan mata mereka menyipit dengan tajamnya, Jahat tak berbelas kasih. Salah satu dari mereka berbicara kepada Little Gao dengan suara serak dingin: “Teman, kungfumu baik sekali. Untuk menguasai kung fu meringankan tubuh seperti ‘Climbing The Cloud Ladder’ bukanlah hal yang mudah. Itu benar-benar akan sangat disayangkan jika kau mati pada usia muda. “

“Untungnya, aku tak ingin mati pada saat ini. Dan pada kenyataannya, aku tak bisa. “

“Sekarang sebaiknya kau mendengarkan beberapa nasihat. Kau seharusnya tak terlibat dalam hal ini. “

“Mengapa aku tak boleh terlibat?”

“Jika kau memprovokasi kami, itu seperti kau sedang terjerat oleh setan. Apakah kau sedang makan atau tidur, tak peduli apapun yang kau lakukan, Tiba-tiba kau akan menemukan pisau tersembunyi menusuk di tenggorokanmu. Atau ketika kau bangun, kau mungkin menemukan pisau daging yang perlahan mengiris lehermu. ” Suaranya menyeramkan. “Tak peduli siapapun yang melibatkan diri dalam hal ini, nasib mereka tak akan berakhir bahagia.”

Little Gao mendesah.

“Hal ini terdengar tidak sangat menyenangkan. Namun sayangnya, aku memiliki temperamen bawaan yang aneh. “

“Oh?”

“Ketika seseorang tak ingin aku terlibat lebih jauh, itu hanya mendorong diriku untuk ikut terlibat lebih.”

Pria yang lain tertawa dingin. “Sekarang kau dapat kembali dan menunggu kematianmu.”

Serempak, dua orang itu melompat ke udara dan terbang menjauh.

teknik mereka cepat, namun Little Gao masih bisa menangkap mereka. bagaimanapun, disana terdapat seseorang yang tergeletak di tanah. Setelah dia jatuh, dia tak dapat bergerak sama sekali. Kakinya yang panjang dan berkilau dengan cepat berubah menjadi berwarna keunguan karena dingin beku.

Sebenarnya, ia tak memiliki hubungan dengan Little Gao, namun Little Gao tak dapat membiarkan dirinya dan kedua kakinya yang telanjang itu mati beku di salju pada gang sempit tersebut.

Gadis itu mengalami cedera di sekitar punggungnya. Sebuah luka yang sangat kecil, luka itu membengkak dan seperti terbakar.

-Senjata tersembunyi itu beracun, sudah pasti beracun.

Namun untungnya, ia telah bertemu dengan Gao Jianfei, yang dari usia kecil hidup di gunung terpencil penuh dengan serangga beracun, semut dan ular. Dia pasti akan memiliki obat penawar racun di tubuhnya.

Sehingga, gadis itu tak mati, dan pada akhirnya, Ia segera sadar kembali.

Translator / Creator: fatality