October 12, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 5: Extraordinary Meetings, Extraordinary Adventures (Part 1)

 

Hari ke dua puluh lima di bulan pertama kalender lunar.

Chang’an.

Gao Jianfei tak mati.

Keputusannya telah benar, dan ia pun juga cukup bernyali, sehingga ia tak mati.

Satu-satunya hal yang ia sesali adalah ia tak mengetahui bagaimana akhirnya ia bisa meninggalkan tempat tersebut, Juga tak mengetahui dimana letak dari gua misterius itu berada.

**

Setelah meminum sebotol alkohol, tiba-tiba ia pingsan dan terkena koma. Pada suatu hari, Gao Jianfei menemukan dirinya berada dalam penginapan yang murah, tertidur dipapan kasur yang berada di kamarnya yang kecil.

Bagaimana ia bisa kembali? Kapankah ia kembali? Ia tak mengetahuinya.

Tak ada seorangpun yang mengetahuinya juga.

Tak ada yang tahu di mana ia telah pergi selama dua hari terakhir, dan tak ada yang peduli.

Untungnya, kejadian yang telah ia alami bukanlah sekedar mimpi.

– Kotak soliter. Sebuah kotak soliter, berwarna coklat tua, berlapiskan kulit lembu.

**

Ketika Little Gao terbangun, ia menemukan sebuah kotak.

Kotak Itu telah ditempatkan pada meja kecil di samping tempat tidurnya. Warna dan bentuknya persis sama seperti kotak yang telah ia buka sebelumnya. Bahkan lubang kuncinya juga terlihat sama.

Jika kotak ini benar-benar unik seperti kotak soliter itu, bagaimana bisa seseorang meninggalkannya di sini untuknya?

Little Gao tak mempercayai hal itu terjadi,namun dirinya tak dapat menahan untuk tidak tertarik dan melihat apa isi dari kotak tersebut.

Untungnya, Ia tak lupa dengan pelajaran yang ia alami terakhir kali.

Tidaklah menyenangkan jika setiap kali membuka kotak anda jatuh pingsan.

Pada saat kotak itu dibuka, Little Gao sudah berdiri di luar jendela. Angin dingin yang bertiup melalui jendela nampak seperti pisau. Apapun jenis bubuk KO tersebut, sudah pasti akan tersapu bersih oleh angin.

Kali ini, Little Gao perlahan masuk melalui jendela dan berputar mengelilingi sekitar ruangan.

Begitu ia melihat apa yang berada di dalam kotak, ia sedikit kecewa.

Satu-satunya benda yang ada didalamnya adalah beberapa mutiara, perhiasan dan batu giok, bersama dengan tumpukan daun emas.

Itu cukup untuk membeli seluruh jalan, cukup untuk dapat menyewa kota seluruh orang untuk mengabdikan hidup mereka untuk dirinya.

**

Tiga hari telah berlalu.

Selama tiga hari, ia pergi keluar membawa kotak soliter, tetapi hidupnya tak berubah sama sekali.

Dia masih tinggal di penginapan termurah, dan makan yang sup mie rebus kubis termurah.

Tampaknya ia seperti tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan isi kotak tersebut, dan tak mengetahui dirinya telah menjadi kaya raya.

Karena ia tak ingin memikirkan hal tersebut dan tak ingin mengetahuinya.

Dia benar-benar tak memiliki konsep tentang nilai uang. Dan ia tak akan membiarkan gaya hidupnya dirubah oleh hal apapun.

Tetapi pada tanggal dua puluh lima di bulan pertama kalender lunar, hidupnya berubah. Berubah dengan cara yang sangat aneh.

Translator / Creator: fatality