October 7, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 3: Surprise Attack (Part 3)

 

Bagian dalam pada kereta itu luas, nyaman dan mewah. Kereta itu bergerak sangat cepat dan stabil; empat kuda yang menariknya, beserta sopir, semuanya telah mendapat pelatihan yang sangat baik. Pikulan dan kereta itu sendiri dibangun dengan sangat baik; bahkan kereta kaum bangsawan terkaya yang paling stabil tak dapat menandingi kereta itu.

Bagaimana bisa orang yang terlihat biasa ini, mengenakan pakaian tenunan sendiri, bisa memiliki sebuah kereta yang begitu megah?

Little Gao memiliki banyak pertanyaan yang ia ingin tanyakan, tetapi segera setelah ia memasuki kereta tersebut, pria itu menutup matanya dan jatuh tertidur lelap.

Kotak misterius terbaring di sampingnya.

hati Little Gao mulai berdebar lagi.

– Apakah yang akan terjadi jika aku hanya membuka dan melihatnya dengan cepat? Meskipun aku hanya melihat dan ia mengetahuinya, ini tak akan menjadi masalah yang besar.

Godaan itu terlalu banyak, terlalu banyak bagi siapapun untuk menahannya.

Little Gao tidak dapat menahan lagi. Ia mengulurkan tangannya.

Tangannya sangat terampil, dan telah menerima latihan yang sangat ketat. Pada suatu hari saat tes, ia telah mengambil sebelas kunci yang dibuat oleh guru pengrajin yang berbeda-beda, semua dalam satu baris.

Kebanyakan orang akan kesulitan untuk membuka kunci tersebut meskipun mereka memiliki kunci, tetapi yang ia digunakan adalah kawat logam yang ramping.

Dengan cepat ia menemukan lubang kunci; suara “geng” dapat terdengar ketika dilepaskannya.

Pemilik kotak itu masih tertidur nyenyak.

-Sebenarnya apakah yang terdapat dalam kotak itu? Mengapa itu merupakan senjata yang paling menakutkan di dunia?

rahasia itu akhirnya akan terungkap. Jantung Little Gao berdetak lebih cepat dan cepat.

Perlahan-lahan dan hati-hati, ia membuka tutupnya. Di dalamnya terdapat satu set tabung logam yang berbentuk aneh dan beberapa potongan-potongan. Disitu tampaknya terdapat sekitar tiga belas jumlahnya, masing-masing ukuran dan bentuknya berbeda-beda.

Sayangnya, Little Gao tidak bisa melihat semuanya dengan jelas.

Ketika kotak dibuka, ia tiba-tiba menangkap aroma wangi seperti melati.

Dan kemudian dia pingsan.

 

Translator / Creator: fatality