October 6, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 3: Surprise Attack (Part 2)

 

Ketika Gao Jianfei bangun, tangan dan kakinya terlihat hampir membeku.

Ruangannya yang sempit dan berada di penginapan murah terdapat sebuah tungku arang kecil didalamnya, namun arang tersebut sudah lama terbakar.

Ia berdiri dari tempat tidurnya dan melakukan enam atau tujuh gerakan yang aneh, tubuhnya tampak seperti mengikuti jalan pikirannya untuk berputar dan berbolak-balik seperti mie. Setelah ia berada pada posisi kesebelas, tubuhnya mulai merasakan kehangatan, disaat ia selesai, jiwanya seperti bangkit, wajahnya bersinar, dan suasana hatinya menjadi sangat bahagia.

Ia sepenuhnya percaya bahwa pada hari ini ia akan menemukan orang misterius yang membawa kotak soliter tersebut.

Setelah meninggalkan kedai teh kemarin malam, ia telah melihat orang misterius itu tiga kali. Terlihat sekali di sebelah sungai kecil yang beku,  di kaki bukit, dan di gang kecil Chang ‘an yang kotor.

Ia melihatnya dengan sangat jelas.

Meskipun hingga saat ini ia tidak dapat melihat wajah orang tersebut, Ia terlihat dengan sangat jelas mengenakan sebuah jubah katun berwarna abu-abu dan dibawanya sebuah kotak soliter berlapiskan kulit lembu berwarna kecoklatan.

Sayangnya, setiap kali ia melihat orang misterius itu, ia lenyap bagaikan udara.

Jadi ia memutuskan untuk berhenti mengejarnya, dan kembali pulang untuk tidur sementara.

Ia menyadari bahwa orang tersebut juga ingin bertemu dengan dirinya. Jika tidak maka orang misterius itu tak akan muncul tiga kali sebelumnya.

Orang misterius itu sudah pasti ingin mencari tahu tentang dirinya, menguji seni bela dirinya, dan merasakan niatnya.

Little Gao merasa yakin bahwa meskipun dirinya tak melanjutkan pengejarannya, Orang misterius itu cepat atau lambat akan menampakan dirinya.

Salju telah berhenti turun, namun cuaca menjadi lebih dingin daripada sebelumnya. Little Gao memutuskan untuk memakan sup mie panas.

Begitu tiba di toko mie kecil yang sering ia kunjungi, ia melihat seseorang dengan kotak soliter. Seperti yang ia harapkan.

Pada saat itu masih belum waktunya makan siang, sehingga tak begitu banyak para pelanggan yang berada di toko kecil itu.

Orang misterius itu duduk di sudut yang sama persis dengan tempat duduk yang biasa dipakai oleh Little Gao, dengan tenangnya orang misterius itu memakan semangkuk mie, jenis mie yang dimakan juga sama persis dengan mie yang biasanya dimakan oleh Little Gao.

Kotak itu berada di sampingnya. Kotak soliter itu datar, lebarnya sekitar satu kaki, dan panjangnya dua kaki.

– Sesuatu apakah yang terbaring di dalam kotak soliter tersebut? Bagaimana bisa sebuah kotak yang biasa dapat menjadi sebuah senjata yang sangat ditakuti dibawah langit?

**

Little Gao ingin bergerak dengan sangat cepat dan membawa kotak tersebut, kemudian membuka dan melihatnya.

Namun, ia menahan dirinya.

Tak peduli apapun yang terjadi, pada saat ini ia akan melihat wajah orang misterius itu dengan sangat jelas.

Wajah orang misterius itu terlihat datar, berwarna kuning pucat dengan sepasang mata tanpa ekspresi dan berhawa lesu, orang ini terlihat nampak seperti  telah menderita semacam penyakit serius selama bertahun-tahun, dan ia dapat meninggal setiap saat.

Meskipun ada banyak kursi kosong di toko mie itu, Little Gao memberanikan dirinya, berjalan ke depan, dan duduk berhadapan dengan orang tersebut. Ia memesan semangkuk mie, dan kemudian berkata, “Saya bermarga Gao, bagaikan ungkapan dari ‘High Mountains and Flowing Waters.’  Nama lengkapku adalah Gao Jianfei. Seperti, aku ingin terbang secara bertahap di udara.”

Orang misterius itu tak bereaksi sedikitpun, seolah-olah ia terlihat seperti tak menyadari bahwa ada seseorang telah duduk di depannya.

Berwarna hitam kecoklatan, kotak yang berlapiskan kulit lembu itu terbaring di salah satu sisi pada meja. Little Gao dapat menjangkau dengan tangannya dan mengambilnya.

Jika ia benar-benar dapat menjangkau dan mengambil kotak tersebut, kemudian melarikan diri, apakah yang akan terjadi?

Little Gao tak mencobanya.

Ia adalah seseorang yang pemberani, dan ada begitu banyak hal didunia ini yang telah ia coba.

Namun tampaknya orang misterius yang terlihat sekarat dan sakit itu memiliki semacam kekuatan yang tak terduga dan mampu membuat orang-orang tak bisa melakukan berbagai gerakan yang mengganggu atau melampaui dirinya.

Little Gao menatapnya dalam jangka waktu yang lama, lalu menurunkan suaranya sehingga tak ada orang lain yang dapat mendengarnya, dan berkata, “Aku tahu siapa engkau. Aku tahu bahwa engkaulah yang telah membunuh Yang Jian.”

Orang misterius itu akhirnya mengangkat kepala dan menatap kearahnya, tatapannya yang sebelumnya tak menunjukkan ekpresi apapun tiba-tiba menyorotkan suatu cahaya. Seperti petir yang tiba-tiba menyambar dari langit kelabu yang gelap.

Namun pada saat petir itu menyambar, tak ada suara guntur yang terdengar.

Ekspresi yang lesu itu datang kembali. Perlahan-lahan orang misterius itu meletakkan beberapa koin ke meja, mengangkat kotak itu, dan pergi.

Little Gao mengikutinya.

Anehnya, orang misterius itu tak menghilang seperti yang telah ia lakukan tiga kali sebelumnya.

Orang misterius itu berjalan dengan sangat lambatnya, begitu pula dengan Little Gao, ia takut jika kehilangan jejaknya.

Setelah berjalan dalam waktu yang lama, Tiba-tiba Little Gao menyadari bahwa mereka telah kembali ke gang kecil yang kotor sama seperti malam sebelumnya.

Tak ada seorangpun di gang tersebut, dimana sebenarnya gang tersebut merupakan jalan buntu.

Jantung Little Gao mendadak berdetak sangat kencang dan lebih kencang.

– Apakah mungkin karena Little Gao telah mengetahui rahasia orang misterius tersebut, sehingga ia membawanya ke tempat tersebut dan melenyapkan Little Gao dengan cara menggunakan kotak misterius miliknya?

Little Gao tak mengetahui jenis senjata apakah kotak itu, dan ia pun tak tahu apakah ia dapat menggunakan pedang di tangannya untuk melawan orang tersebut.

Dan karena kurangnya pengetahuan akan hal tersebut, hatinya dipenuhi oleh sesuatu hal yang menakutkan dan belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Tapi, tampaknya orang misterius itu tak berencana untuk membunuhnya. Sebenarnya, Ia tak terlihat seperti dapat membunuh siapa pun.

Dia berbalik dan menghadap Little Gao. Setelah beberapa lama. Kemudian ia berkata, dengan suara yang lembut dan serak. “Apakah kau tahu siapa aku?”

“Tidak.”

“Sebelum hari ke-15 kalender lunar, pernahkah kau melihatku?”

“Tidak.”

“Apakah aku terlihat seperti seseorang yang dapat membunuh siapapun?”

“Tidak.”

“Apakah kau pernah melihat aku membunuh orang?”

“Tidak.”

“Lalu mengapa kau berpikir bahwa aku yang membunuh Yang Jian?”

“Karena kotak milikmu,” kata Little Gao.”Aku tahu disana ada senjata yang misterius dan menakutkan didalamnya”

Orang misterius itu menatapnya.

Ekspresi Little Gao, sikap, postur, tingkat pernapasan, bahan pakaian, pedang yang terbungkus oleh kain di tangannya, setiap bagian pada dirinya dari atas hingga bawah, berada  dalam tatapan orang misterius itu.

Tatapan orang itu terlihat lebih perhatian daripada Zhuo Donglai, Matanya yang berwarna abu-abu dan tak berekspresi nampak memiliki kemampuan untuk melihat berbagai jenis senjata rahasia yang mungkin tersembunyi dari orang tersebut.

Ia menggunakan nada suara lembut dan serak seperti sebelumnya kepada Little Gao, “Kau bilang namamu adalah Gao Jianfei?”

“Ya.”

“Darimana kau berasal?”

“Suatu pegunungan.”

“Apakah itu suatu pegunungan yang tinggi? Tempatmu tinggal, apakah disitu ada sumber mata air yang sejuk dan sebatang pohon pinus yang kuno? “

“Ya.”

“Pakaian yang kau pakai, Terbuat dari jerami yang kau tanam di pegunungan dan  kau pintal sendiri menjadi pakaian?”

“Ya.”

Little Gao sangat terkejut. Orang misterius itu nampak mengetahui tentang dirinya daripada siapapun.

“Apakah di pegunungan itu terdapat seorang kakek yang suka meminum teh?” Tanyanya kepada Little Gao. “Dia suka duduk di bawah pohon pinus kuno dan membuat teh dari sumber mata air?”

“Ya,” kata Little Gao. “Kakek itu adalah orang yang bercerita tentang kotak soliter ini.”

“Dan dia memberitahumu tentang diriku?”

“Tidak.”

Orang misterius itu menatap Little Gao, matanya yang berwarna abu-abu berkedip. “Ia tak pernah menyebut tentang diriku? Bahkan sekalipun? “

“Tak pernah. Kakek hanya mengatakan kepadaku bahwa senjata paling menakutkan di dunia adalah kotak soliter. “

“Apakah kau memberitahu orang lain tentang hal ini?”

“Tidak.”

“Apakah ada yang tahu tentang masa lalumu?”

“Tidak. Zhuo Donglai mencoba untuk menyelidiki pakaianku. Ia berpikir dapat mengetahui tempat asalku dengan cara menganalisa bahan pakaian. Tapi ia tak dapat mengetahuinya. “

Litlle Gao telah menanam jerami sendiri, menenun kain sendiri, dan menjahit pakaian sendiri. Gunung itu tak terkenal, selain dirinya dan seorang kakek, tak ada satupun orang yang pernah menginjakkan kakinya disitu.

Little Gao tertawa. “Meskipun Zhuo Donglai memiliki beberapa kemampuan yang luar biasa, Ia tak dapat mengetahui apa-apa tentang masa laluku.”

“Dan pedangmu?” Orang misterius itu bertanya. “Apakah pernah ada seseorang yang melihat pedangmu?”

“Beberapa orang.”

“Beberapa orang? Orang seperti apa mereka. “

“Beberapa orang yang telah mati. Setiap orang yang telah melihat pedang milikku ini telah berakhir mati di dalamnya. “

“Apakah ada sesuatu yang spesial tentang pedangmu?”

“Ada.”

“Apa itu?”

“Di balik pedang  terdapat beberapa tanda yang aneh. Mereka terlihat sama persis seperti ‘Tearstains’.

**

Mata orang yang membawa kotak itu tiba-tiba terisi oleh sesuatu yang aneh dan misterius. Ekspresi wajah yang tak terlukiskan, seolah-olah wajahnya terisi dengan kesedihan dan kebahagiaan.

” ‘Tearstains’, ‘Tearstains’,” kata orang misterius itu dengan pelannya. “Ternyata pedang ini benar-benar ada. Mengapa pedang pembunuh ini memiliki ‘Tearstains’ di atasnya? Mengapa dunia memiliki pedang seperti ini? “

Little Gao tak tahu bagaimana menjawabnya.

Itu adalah pertanyaan yang sangat aneh, dan mungkin tak ada satupun orang yang dapat memberikan jawaban.

Little Gao tak dapat menahan dirinya untuk bertanya, “Jadi, bisakah kau memberitahuku siapa dirimu? Bagaimana bisa kau tahu begitu banyak tentang diriku? “

Orang misterius itu tak berkata apa-apa. Ia menempatkan ibu jari dan jari telunjuk ke dalam mulutnya, dan tiba-tiba suara yang begitu menusuk telinga terdengar.

Little Gao tiba-tiba mendengar suara roda kereta dan tapak kuda.

Dia berbalik dan melihat seekor kuda hitam dan kereta, menunggu di luar gang yang kotor.

Orang yang membawa kotak itu berjalan, membuka pintu kereta, dan kemudian duduk. Lalu ia memandang Little Gao. “Apakah kau mau masuk?”

-Darimanakah kereta ini berasal?

Little Gao tidak tahu.

-Kemanakah kereta itu akan pergi?

Little Gao tidak tahu.

Tetapi Little Gao memasuki kereta tersebut. Meskipun ia mengerti bahwa kereta itu telah datang dari neraka, dan akan menjemputnya kembali kesana, ia tetap akan menerima hal itu.

Translator / Creator: fatality