October 5, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 3: Surprise Attack (Part 1)

 

Hari ketujuh belas dari bulan pertama kalender lunar.

Chang’an.

Pagi hari, Dingin yang sengit.

Ketika Zhuo Donglai turun dari tempat tidurnya, Sima Chaoqun telah berada di luar ruangan kecilnya, menunggu. Ia duduk di kursi ungu berlapis kulit musang, meminum anggur merah dari gelas kristal.

Sima Chaoqun adalah satu-satunya orang yang boleh melakukan hal tersebut. Pada suatu kali ada seorang wanita, berpikir bahwa Zhuo Donglai tak dapat menahan beban untuk berpisah dengannya, ia pun menduduki kursinya. Pada akhirnya ia terusir keluar dengan telanjang di daerah yang bersalju.

Segala sesuatu yang dimiliki oleh Zhuo Donglai benar-benar terbatas untuk orang lain, Terkecuali untuk Sima Chaoqun.

Akan tetapi, Zhuo Donglai telah membuatnya menunggu di luar dalam waktu yang lama sebelum ia mengenakan jubahnya yang panjang lebar ke dirinya  dan berjalan tanpa mengenakan alas kaki keluar dari kamar tidur. Hal pertama yang ia katakan adalah, “Engkau kemari begitu awal. Apakah kau ingin tahu mengapa aku membiarkan Zhu Meng pergi kemarin?”

“Ya. Aku tahu kau mempunyai alasan, tetapi aku tak dapat mengetahuinya.”

Zhuo Donglai duduk di lipatan kulit musang berwarna keunguan. Biasanya ketika berada dihadapan Sima, ia akan berpakaian rapi, dan akan bertindak sangat hormat dan formal. Ia tak pernah duduk bersama-sama dengannya sebagai orang yang sederajat.

Hal ini disebabkan karena ia ingin semua orang melihat bahwa Sima Chaoqun adalah seseorang yang lebih tinggi dibandingkan dengan semua orang yang ada.

Tetapi sekarang, di kamarnya sendiri, hanya ada mereka berdua.

“Aku tak bisa membunuh Zhu Meng,” kata Zhuo Donglai. “Pertama-tama, karena aku tak ingin membunuhnya. Kedua, aku tak yakin akan berhasil. “

“Kenapa kau tak ingin membunuhnya?”

“Dia menunggang kudanya sendirian ke wilayah kita, dengan tenang dipenggalnya salah satu perwira tinggi dari kita, dan bisa lolos tanpa masalah. Malahan, ia tetap tinggal untuk minum-minum bersama dengan temannya. Jika aku membunuhnya, ” katanya dengan nada dingin, “orang-orang di Jianghu selamanya akan mengatakan bahwa ‘Fierce Lion’ Zhu Meng benar-benar layak untuk disebut sebagai seorang pria yang pemberani, teman dan saudara sejati.” Dia tertawa dingin. “Bukankah dengan membunuhnya akan membantu dirinya untuk mencapai tujuannya?”

Sima Chaoqun menatap anggur pada cangkir kristal. “Aku tahu kau mempunyai alasan, hanya saja aku tak mengerti kenapa kau tak begitu yakin. Ada banyak para ahli yang pergi bersama denganmu. Kau benar-benar tak bisa menangani ketiga orang itu?”

“bukan hanya tiga, melainkan empat.”

“Siapa orang keempat itu?”

“Aku tak dapat melihat. Tapi aku bisa merasakannya ia berdiri diluar jendela belakangku. Meskipun ia berdiri jauh di luar sana, nampak seolah-olah aku dapat merasakan hembusan nafasnya dileherku. “

“Kenapa?”

“Dia membawa suatu aura kematian. Dalam seluruh hidupku, aku tak pernah merasakan aura kematian yang begitu mengerikan. “

“Kau tak berbalik untuk melihatnya?”

“Tidak. Aku tahu ia sedang menatapku sepanjang waktu, dan aku merasa seolah-olah dia memberikanku semacam peringatan. Jika aku membuat sedikit gerakan, tak peduli apapun itu, dia akan menyerang. Dan meskipun aku tak melihatnya, Gao Jianfei melihatnya.”

“Bagaimana kau tahu?”

“Gao Jianfei duduk berhadapan denganku, menghadap ke arah jendela. Segera setelah aku merasakan aura kematian, wajah Gao Jianfei mendadak berubah. Nampak seperti ia tiba-tiba melihat hantu.” Ia melanjutkan, “dari generasi baru para pendekar, Gao Jianfei sudah pasti adalah seorang pendekar yang sangat hebat. Terkecuali ada alasan khusus, mengapa ia bisa begitu takut kepada seseorang yang tak dikenal?”

Sima Chaoqun tiba-tiba tertawa. Tertawa lebar.

“Dan kau juga takut.” Tawanya penuh dengan ejekan. “Tak pernah terpikirkan olehku bahwa suatu saat nanti Eastern Violet Clouds Zhuo Donglai akan merasa ketakutan, takut terhadap seseorang yang tak dapat dilihatnya.”

Zhuo Donglai menatapnya dengan dingin. ia menunggunya hingga selesai tertawa sebelum ia melanjutkan dengan tenang, “Meskipun aku tak dapat melihatnya, aku tahu siapa dia.”

“Siapa dia? Jangan bilang dia adalah orang yang telah membunuh Yang Jian? “

“Iya. Memang benar dia. orang ini begitu akrab di Jianghu, dan siapa pun dia, dia pasti memiliki hubungan khusus dengan Zhu Meng. Namun, ia bukanlah bawahan Zhu Meng. Dia menggunakan suatu jenis senjata hebat yang sangat menakutkan dan belum pernah dilihat oleh siapapun, sesuatu yang dapat melepaskan kekuatan dari beberapa senjata. “

“Apa lagi?” Tanya Sima Chaoqun.

“Tak ada lagi.”

“Ini semua yang kau tahu?”

“Ini semua yang aku ketahui untuk saat ini. Aku bahkan tidak tahu apa bentuk umum dari senjata ini. Tetapi,” katanya dengan nada dingin, “Pengetahuan yang sedikit ini melebihi apa yang diketahui oleh kebanyakan orang.”

Sima Chaoqun ingin tertawa, tetapi tidak bisa.

Zhuo Donglai adalah temannya, seorang teman yang telah berbagi banyak kisah tentang perjuangan hidup dan mati. Zhuo Dong Lai juga merupakan asistennya yang paling handal.

Tapi tak ada yang dapat menyangka bahwa pada saat mereka tinggal berdua sendiri. Zhuo Donglai akan saling bertentangan dengannya. Seolah-olah ia mencari setiap kesempatan untuk menyakiti temannya.

Zhuo Donglai tak pernah melawan, bahkan tak pernah menunjukkan berbagai macam reaksi.

Sima Chaoqun meminum segelas anggur yang lain. Lalu ia bertanya, “Sun Tong telah mati. Bagaimana dengan Guo Zhuang? “

“Guo Zhuang telah pergi.”

“Aku melihatnya kemarin pagi. Mengapa ia pergi?

“Karena kemarin pagi aku sudah mengatakan kepadanya untuk pergi ke Luo Yang secepat mungkin. Jika ia melakukan perjalanan dengan kecepatan ganda, dia seharusnya bisa sampai ke sana satu hari sebelum Zhu Meng tiba.”

Mata Sima Chaoqun bersinar. “Apakah sudah pasti ia sampai kesana tepat waktu?”

“Pasti.”

“Bagaimana kalau tidak?”

“Aku akan membunuhnya di Luoyang. Dia tak akan kembali.”

Sima Chaoqun tak bertanya kepada Zhuo Donglai kenapa ia mengirim Gao Zhuang ke Luoyang, atau apa yang akan dilakukannya di sana.

Dia tidak perlu bertanya.

Dia sudah mengerti rencana Zhuo Donglai, dan tindakannya.

– Dengan kembalinya Zhu Meng dari perjalanan yang sangat jauh, perwiranya pasti akan bertemu dengannya di perjalanannya pada suatu tempat untuk mendampinginya. Orang-orang yang ditinggalkannya untuk mempertahankan markas “Lion Clan” sudah pasti akan menjadi lengah. Ini adalah kesempatan yang sempurna untuk meluncurkan serangan kejutan.

– Selama hal tersebut benar-benar tepat pada waktunya, satu serangan kejutan jauh lebih efektif daripada sepuluh perang sengit di daerah yang terbuka.

Ini adalah strategi pilihan Zhuo Donglai.

Rencana ini sudah pasti hebat dan jelas. ini benar-benar gaya Zhuo Donglai.

Pertanyaan berikut Sima Chaoqun adalah, “Kau hanya mengirimkan satu orang? Gao Zhuang? “

“Ada orang-orang kami di Luoyang,” kata Zhuo Donglai. “Dan Gao Zhuang tak pergi sendiri.”

“Siapa lagi yang pergi?”

“Wooden Chicken.”

“Wooden Chicken?” Sima Chaoqun tampak terkejut. “Kau tak membunuhnya?”

“Dia adalah seseorang yang berguna, bahkan untuk kita. Mengapa aku harus membunuhnya? “

“Apakah kau tak khawatir kalau orang-orang kiriman Zhu Meng yang ditugaskan untuk membunuh Yang Jian itu akan mengkhianati kita kelak?”

“Orang yang ingin dibunuhnya sekarang bukanlah Yang Jian, melainkan Zhu Meng.”

“Kenapa?”

“Karena ia tahu bahwa Zhu Meng hanya memperalatnya, memakainya sebagai pengalih perhatian, sengaja mengirimkannya pada kematian. Ia tahu bahwa Zhu Meng tak pernah berharap kepadanya untuk berhasil. Ia tak keberatan diperalat oleh orang-orang, tapi ia tidak dapat menerima sebuah penghinaan. ” Lanjut Zhuo Donglai, “Dalam hal apapun, saya membayarnya lebih daripada Zhu Meng membayarnya.”

Sima Chaoqun menatap ke arahnya, tatapannya penuh dengan senyuman mengejek.

“Dan sekarang aku mengerti kenapa kau tidak membunuh Zhu Meng. Kau ingin dia hidup sehingga ia bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri pelajaran pahit yang telah kau persiapkan. Kau ingin dia tahu betapa kuatnya dirimu.” Dia melihat Zhuo Donglai tersenyum. “Kau selalu seperti ini. Kau hanya ingin orang-orang menjadi lebih dan lebih takut kepadamu. “

“Benar. Saya ingin Zhu Meng menjadi takut. Begitu ketakutan sehingga ia tidak akan pernah lagi melakukan sesuatu hal yang bodoh. Bagaimanapun, aku ingin orang yang ditakutinya bukanlah diriku, melainkan engkau. ” Suaranya menjadi lembut. “Selain kita, tak ada yang tahu bahwa rencana ini telah dilaksanakan olehku dan bukan engkau.”

Sima melompat, pembuluh darah pada dahinya berdenyut.

“Tetapi aku tahu!” Teriaknya. “Kau melakukan suatu hal seperti ini, bagaimana bisa kau tak memberitahuku? Bahkan tak bertanya kepadaku tentang hal tersebut? Mengapa kau menunggu semuanya selesai dulu baru memberitahuku? “

Sikap Zhuo Donglai itu masih tenang seperti sebelumnya. Dia menatap Sima Chaoqun dengan lembut.

“Karena kau tidak suka melakukan hal-hal seperti ini. Kau suka mengerjakan sesuatu hal yang besar, menjadi pahlawan terhebat di Jianghu, membuat prestasi terbesar di dunia persilatan.”

Sima mengepalkan tangannya dan memelototinya. Setelah beberapa lama, ia mendesau dan mengendurkan tangannya.

Setelah berdiri, ia perlahan-lahan berbalik untuk pergi.

“Gao Jianfei masih di daerah Chang’an,” kata Zhuo Donglai. “Ia menunggu jawabanmu. Apakah kau siap untuk berduel? “

Sima Chaoqun tak melihat ke belakang.

“Terserah engkau,” katanya, suaranya terdengar hampa. “Aku mengerti kau telah merencanakan segalanya. Kapanpun duelnya, ia tak akan dapat menang, karena kau tak akan membiarkannya. Jadi,” Ia melanjutkannya dengan nada dingin, “Kau tak perlu menanyakan hal itu lagi kepadaku.”

Translator / Creator: fatality