October 1, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 2: An Important Head (Part 5)

 

Disana tak ada suara pisau, suara pedang, suara orang-orang, dan suara kuda.

Karena setiap orang dan kuda-kuda itu telah melalui latihan yang keras selama bertahun-tahun, dan bila perlu, dapat sepenuhnya tak bersuara. Bahkan jika kepala mereka dipotong sekalipun, mereka tak akan mengeluarkan suara.

Dalam suasana hening seperti kematian tersebut seorang pria berjalan masuk, tangannya yang menggenggam sesuatu berada di belakang punggungnya. Dia mengenakan mahkota dan jubah musang berwarna keunguan.

“Eastern Violet Clouds” Zhuo Donglai telah tiba.

**

Sikapnya sangat tenang dan mudah untuk mengendalikan diri. Hanya orang yang mengetahui dirinya berada dalam kendali penuh dan mendominasi, yang dapat menunjukkan           tingkat ketenangan seperti ini.

Hidup ketiga orang yang berada didalam kedai teh itu sudah pasti berada didalam kekuasaannya.

Tetapi Little Gao dan Zhu Meng bahkan tak melihatnya.

“Aku harus bersulang kepada anda tiga kali,” kata Little Gao. “Untuk ketiganya, aku berharap anda panjang umur dan kaya, punya banyak anak dan cucu.” Sebelum ia selesai menuangkan anggur, Zhuo Donglai telah berdiri di hadapan mereka.

“Bukankah seharusnya kalian bersulang kepadaku dengan ketiga mangkok itu?” Katanya dengan tenang.

“Kenapa?”

“Ketua Clan Zhu telah melakukan perjalanan yang sangat jauh. Kami belum memenuhi kewajiban sebagai tuan rumah sama sekali. Sudah seharusnya kalian bersulang kepadaku dengan ketiga mangkok tersebut”.

Zhu Meng tak berkata apa-apa. Dengan mudahnya ia menghabiskan tiga mangkuk. Zhuo Donglai juga menghabiskan minumannya dengan cepat.

“Saya harus bersulang tiga mangkok lagi kepada Ketua Clan Zhu. ketiga itu merupakan sesuatu hal yang wajib. “

“Mengapa?”

“Karena setelah ketiga mangkuk ini, ada suatu masalah yang perlu aku konsultasikan kepada Ketua Clan Zhu.”

“Apa masalah apa?”

Zhuo Donglai yang pertama meminum ketiga mangkuk. “Keberadaan Ketua Clan Zhu tak selalu pasti. Dia muncul dan pergi seperti bayangan. Sejauh ini hal yang ia kuatirkan, bahwa tempat ini benar-benar sudah ditelantarkan.” Dia menghela napas. “Jadi, jika ketua Clan Zhu telah pergi sekarang, kita tak akan berdaya untuk menghentikannya.” Dia mengangkat kepalanya dan melihat Zhu Meng dengan tatapan dingin. “Dan sekarang, Ketua Clan Zhu masih belum pergi.”

“Kau tak mengantisipasinya?”

“Tidak!”

“Sebenarnya, begitu pula aku. Karena sebelumnya, aku belum berteman dengannya” Zhu Meng menampar bahu Little Gao. “Tetapi sekarang kita adalah teman. Tentu saja aku mau sedikit minum-minum dengannya. Ia tak bisa pergi bersamaku ke Luoyang, Setidaknya aku dapat tetap tinggal menemaninya.” Zhu Meng tertawa. “Ini benar-benar mudah. Aku hanya kuatir kalo orang-orang sepertimu tak dapat memahaminya.”

Zhuo Donglai tak berkata apa-apa. Dia tak bersuara, tak bergerak, tak mendesau, dan tak minum.

Tiba-tiba ia terlihat tampak seperti sebatang kayu, Bahkan matanya pun tak berekspresi.

Tak ada gerakan apapun dari luar. Tanpa perintah dari Zhuo Donglai, maka tidak akan ada yang bergerak.

Waktu telah berlalu.

Seiring berjalannya waktu, apa yang Little Gao dan Zhu Meng lakukan? Zhuo Donglai tampaknya tidak tahu, atau peduli.

**

Seiring berjalannya waktu, hanya wajah Little Gao yang terlihat berekspresi. Ekpresinya sangat aneh.

Dari ekspresi wajahnya, tampak seolah-olah beberapa kalajengking atau kutu busuk menggeliat dari dalam pakaiannya, dan ia pun tak dapat menahan diri untuk bergerak.

Sebenarnya, ia melihat sesuatu yang tak dilihat oleh orang lain. Karena dari arah menghadap bangku yang ia duduki, ia bisa melihat langsung ke jendela di belakang ruangan. Dan kebetulan jendela itu terbuka.

Dari luar jendela tersebut dapat terlihat kuda-kuda yang dibawa oleh Zhuo Donglai. Tapi dari sudut Little Gao, Dia dapat melihat sedikit ruang diantara orang-orang, kuda, pedang, dan busur panah. Dia dapat melihat sebuah pohon.

Pohon tulip itu mati dan layu, dan ada seseorang yang berdiri dibawahnya.

Dari tempat duduknya, Little Gao dapat dengan jelas meilihat orang itu.

Seorang yang pendiam, biasa, membawa sesuatu yang kuno, kotak biasa.

Little Gao merasakan dorongan untuk menerjang ke arah pintu, merasakan beberapa dorongan, namun dia tidak bergerak.

Karena ia tahu bahwa sekarang adalah saat yang menentukan. Kehidupan dan nasib mereka semua akan diputuskan hanya dalam beberapa saat, dan apa pun yang dia lakukan dapat membahayakan temannya.

Jadi dia tak bergerak.

Tapi dia benar-benar berharap bahwa orang yang membawa kotak dan berada dibawah pohon itu tidak pergi.

Waktu yang begitu lama telah berlalu, dan kemudian ia melihat suatu hal yang sangat aneh.

Dia tiba-tiba melihat Zhuo Donglai tersenyum.

Dan mendadak ia menyadari bahwa senyum Zhuo Donglai ini benar-benar sangat memukau.

Dia melihat Zhuo Donglai tersenyum dan berdiri, kemudian memberikan busur elegan dan formal kepada Zhu Meng.

“Ketua Clan Zhu, saya tidak akan bersulang lagi untuk anda. Perjalanan ke Luoyang sangatlah jauh, jadi tak baik kalo terlalu banyak minum.”

Little Gao terkejut, seperti Zhu Meng.

“Kau membiarkan dia pergi?” Tanya Little Gao. “Kau benar-benar membiarkan dia pergi?”

Zhuo Donglai tersenyum dingin. “Jika kau dapat berteman dengan dia, kenapa aku tidak bisa? Dia bersedia mengambil risiko hidupnya untuk minum dengan anda, mengapa saya tidak bisa membiarkan dia pergi? “

Dan kemudian secara pribadi dia menuntun kuda Zhu Meng untuk diserahkan. “Ketua Clan Zhu, kita akan berpisah di sini. Kita akan bertemu lagi suatu hari nanti. Maafkan saya karena tidak bisa menemani anda lebih jauh lagi. “

**

Debu bergolak. Seekor kuda, ekor kuda, sepasang cleat, dan dua orang bergegas pergi.

Little Gao mengawasi mereka pergi, lalu berbalik dan bertanya kepada Zhuo Donglai, “Sekarang aku percaya apa yang dikatakan oleh orang-orang di Jianghu adalah benar. ‘Eastern Violet Clouds’ Zhuo Donglai benar-benar seorang tokoh yang luar biasa.”

Zhuo Donglai mendesau lagi. “Sayangnya, kau tidak akan berteman denganku. Karena kau ingin menjadi terkenal, kau ingin Sima Chaoqun mati dipedangmu.”

Little Gao terdiam lama sebelum ia berkata, “Mungkin orang yang akan mati bukanlah dia, melainkan aku.”

“Ya. Kemungkinan besar yang mati adalah anda,” kata Zhuo Donglai dengan nada dingin. “Jika saya bertaruh maka aku akan memasang satu banding sepuluh bahwa kau yang akan mati.” Dia menatap Little Gao. “Jika kau mau ikut bertaruh bersamaku, saya bersedia.”

“Tidak, terima kasih.”

“Kenapa tidak?”

“Karena aku tak boleh kalah.”

Begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya, ia pergi menghilang dengan sangat cepat. Tiba-tiba, dia melihat bahwa pria yang berdiri di bawah pohon itu menghilang.

Kali ini, Little Gao bertekad untuk mengejar dia.

**

 

Translator / Creator: fatality