October 1, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 2: An Important Head (Part 2)

 

Di sebuah kota kecil yang tak begitu maju, terdapat sebuah rumah bordil yang terlihat sederhana dan kasar.

Zhu Meng duduk bertelanjang dada di sebuah kang, mengenakan celana panjang yang terbuat dari kulit sapi, memegang sebuah mangkuk minuman besar yang terisi oleh anggur yang telah diproses dengan sangat baik. Ia bermain permainan berminum dengan tujuh atau delapan wanita terbaik, mencocokkan semua mangkok dengan mangkok.

Dia meminum Fenjiu, dan telah menghabiskan empat puluh tiga mangkok . Namun, warna pada wajahnya tak berubah sedikitpun.

Ini membuat para penonton merinding.

Pria berjenggot tebal dan kekar ini nampak kelihat seperti ditempa dari besi. Bahkan perutnya seperti ditempa dari besi juga.

“Giliran siapa sekarang yang minum?” Zhu Meng telah mengisi mangkok lainnya. “Siapa yang akan menjadi lawanku kali ini?”

Tidak ada satupun orang yang bersedia menyainginya. Bahkan salah satu gadis paling berani, yang berasal dari Provinsi Shandong dan memiliki julukan “Sea Bottle,” tidak bersedia untuk mau minum lagi.

pelanggan yang mabuk biasanya lebih bermurah hati, juga para gadis yang ada disini adalah peminum yang ahli.

“Tapi orang ini …” Sea Bottle akan memberitahu orang-orang nantinya. “Dia tak seperti manusia! Tong anggur, Tong anggur yang tak mempunyai alas.”

Zhu Meng menoleh ke belakang dan tertawa, kemudian meminum habis tiga mangkok besar. Tiba-tiba, ia mengambil mangkuk porselen yang tebal dan melemparkannya ke tanah, mangkuk tersebut hancur berkeping-keping. Matanya yang berwarna tembaga menatap dengan pandangan setajam pisau ke arah budak pria yang baru saja masuk. Pria itu berdiri dengan kaki gemetar.

“Apakah ada seseorang di luar?”

“Ya.”

“Mencari aku?”

“Ya.” Suara budak itu sambil gemetar. “Dia memiliki nama yang sangat aneh.”

“Siapa namanya?”

“Namanya adalah Cleats.”

Zhu Meng menepuk tangannya secara bersamaan. “Anak pintar. Akhirnya kau ada di sini. Katakan kepadanya untuk segera kesini! “

**

“Cleats” melepaskan cleatnya dan memasuki ruangan, membawa sebuah karung jerami. kang itu terisi penuh dengan bahan bakar, dan suasana ruangan terasa hangat seperti musim semi.

Begitu ia masuk, seseorang mengambil karung dari tangannya dan menggoyangkannya. Terdapat sesuatu yang jatuh keluar, dan berguling-guling di sekitar kang. Sebuah kepala manusia!

Para gadis-gadis itu ketakutan setengah mati. dan budak laki-laki itu terkencing dengan sendirinya.

Zhu Meng tertawa keras.

“Anak pintar. Aku tahu aku tidak salah menilaimu. Kau benar-benar dapat menyelesaikan urusanku. Ketika kita kembali nanti aku akan memberikan  imbalan kepadamu dua selir.”

Tiba-tiba dia berhenti tertawa, dan menatap ke arah Cleats. Dengan nada suara yang pelan, ia bertanya, “Apakah dia mengatakan sesuatu kepadamu?”

“Tidak,” jawab Cleats. “Satu-satunya hal yang saya perhatikan pada dirinya adalah ia membawa semacam kotak di tangannya. Aku bahkan tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas.”

Sebuah tatapan yang aneh terpancar dari mata Zhu Meng. Dia mendesau dengan lembut, dan bergumam, “Kamu tidak berhutang apa-apa lagi kepadaku. Aku hanya berharap bahwa kamu tak perlu mencariku kelak untuk minum bersama-sama”

Dia jelas tidak berbicara dengan Cleats. Dan juga tidak pernah mendesau dengan begitu beratnya.

Jadi dia tertawa dengan keras lagi. “Zhuo Donglai, Zhuo Donglai. Semua orang mengatakan engkau seperti si aneh Zhuge Liang . Apakah kamu pernah membayangkan bahwa aku akan berdiri tepat di sebelah rumah anjing anda di kantor pusat, dan minum-minum sepanjang malam ?”

“Ketua Clan, Anda selalu muncul dan menghilang secara misterius ketika anda berada dalam sebuah misi. Bagaimana bisa Mr. Zhuo mempunyai rencana untuk melawan anda? “Cleats menurunkan tangannya.” Tetapi dia dengan yakin dapat mengetahui jalan mana yang harus ditempuh untuk dapat mengembalikan kepala Yang Jian ke Luoyang. Dia sudah pasti akan mengatur penyergapan dan jebakan.”

“Lebih baik Dia mengentut.” Zhu Meng memelototinya. “Jika dia tak tahu aku ada disini, akankah ia mengirim pasukan utamanya kemari?”

“Dia tidak akan.”

“Apakah dia dan Sima Chaoqun akan datang?”

“Mereka tidak akan datang.”

“Jadi paling tidak, ia mungkin akan mengirim dua berandalan yang tak berjenggot. Dan dia pasti tidak akan mengirim Guo Zhang, melainkan Sun Tong. “

“Ya.” Cleats menundukkan kepalanya. “memang benar dia.”

Ia menundukkan kepalanya karena ia tidak ingin Zhu Meng melihat matanya yang terlihat takut.

Tiba-tiba ia menyadari bahwa pria berjanggut dan bermulut kotor ini mungkin terlihat kasar dan tidak berpendidikan, tetapi sebenarnya dia adalah seseorang yang sangat pintar dan menakutkan, lebih dari apa yang dibayangkan oleh orang lain.

**

Zhu Meng tiba-tiba melompat, berdiri di atas kang layaknya seperti seorang pendekar dari langit. “Apakah kau tahu siapa aku?” Teriaknya kepada para gadis yang sedang ketakutan dan budak laki-laki itu.

Tak ada yang berani menjawab. Tak ada yang berani membuka mulut mereka.

“Aku adalah si kakek buyut hebat Zhu Meng!” Dia menunjuk hidungnya dengan ibu jarinya. “Aku adalah musuh bebuyutan Sima Chaoqun!”

Dia tiba-tiba menerjang keluar ke kamar disebelah dan membawa sebuah semangkuk berisi tinta dari meja. Dia mencelupkan kuas ke dalam tinta itu hingga basah. Dalam sekejap, ia telah menulis sepuluh karakter ke dinding putih yang baru dibersihkan, masing-masing karakter besarnya seukuran dengan kepala manusia:

“Zhu Meng, pahlawan besar dari Luo Yang, telah kemari!”

**

Tinta menetes menuruni dinding putih yang telah dibersihkan. Zhu Meng melemparkan kuasnya, tertawa terbahak-bahak.

“Aku di sini sekarang, tetapi sekarang saatnya aku untuk pergi.” Dia menepuk bahu Cleats. “Mari kita basmi siapapun yang menghalangi perjalanan kita kembali, Lihat siapakah yang mampu menghentikan perjalanan kita.”

Translator / Creator: fatality