January 21, 2017

Heroes Shed No Tears – Chapter 18: Heroes don’t die (Part 8)

 

Zhuo Donglai melihat Little Gao berjalan. Ia tak mencoba untuk menghentikannya, dan tampaknya juga tak bereaksi sedikitpun. Dia tampak sangat bersedia menunggu Little Gao untuk mempelajari Technique of the Broken Sword.

Namun Zhuo Donglai tak akan mempelajarinya, Zhuo Donglai berkata pada dirinya sendiri: Bahkan jika Xiao Leixue benar-benar memiliki semacam Technique of the Broken Sword, ia tak akan bisa mengajarkannya kepada Little Gao dalam waktu yang singkat.

Namun mungkin saja disana benar-benar ada beberapa pemahaman misterius atau hubungan diantara mereka berdua, semacam kemampuan untuk berkomunikasi secara spiritual.

Mungkin Little Gao benar-benar dapat menggunakan beberapa jenis inspirasi spesial untuk menguasai kedalaman dari Technique of the Broken Sword.

Meskipun Zhuo Donglai terus mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri, jauh didalam hatinya ia merasakan tekanan yang ekstrim.

Zhuo Donglai merasakan ketakutan yang tak tergambarkan dari Xiao Leixue kedalam dirinya sendiri, karena Xiao Leixue tampak seperti memiliki beberapa kekuatan bawaan sejak lahir – kekuatan misterius yang diberikan oleh para dewa dan iblis, kekuatan baik dan jahat yang mendalam.

Xiao Leixu telah membuka kotak miliknya.

Langit menjadi terang sekarang. Matahari baru saja terbit, dan sinar matahari menembak melalui awan yang berakumulasi.

Pada saat itu satu-satunya hal yang dapat didengar adalah “klik, klik, klik, klik,” empat suara. Kemudian senjata misterius muncul dari tangan Xiao Leixue.

Sinar matahari yang pertama menembak keluar dari arah timur, sinar itu mendarat kearah senjata, dan berubah menjadi sebuah cahaya yang penuh misteri dan jahat.

Tak ada seorangpun yang pernah melihat senjata seperti itu sebelumnya, dan tak ada yang tahu kemampuan misterius apa yang dimiliki oleh senjata itu.

Namun semua orang dapat melihat bahwa senjata itu berisi kekuatan misterius dan jahat.

Mata Zho Donglai bersinar.

Dalam hatinya tiba-tiba muncul adanya kemungkinan dari sebuah kesempatan. Dia telah membayangkan sebuah rencana yang memungkinkan 90% berhasil untuk mengirim Gao Jianfei kepada kematiannya.

Dan setelah itu terdapat kekuatan yang memenuhi dirinya, Sebuah kekuatan yang sangat besar yang belum pernah ia rasakan. Bahkan ia sendiri terkejut dengan kekuatan itu.

Perasaan yang terbawa oleh kekuatan itu seperti kutukan supranatural, dengan kemampuan untuk mengambil kendali tangannya untuk menyingkirkan dunia dari tangan seseorang.

Seolah-olah dalam kotak itu telah terkunci semacam roh jahat yang bisa menangkap jiwa dan mengambil nyawa seseorang. Begitu kotak dibuka, hidup seseorang akan direnggut dan terkunci di dalam kotak tersebut, menghilang untuk selamanya.

Zhuo Donglai tak pernah mempercayai adanya para dewa, hantu, sang abadi dan Buddha. Tetapi ia percaya terhadap hal ini; ia percaya bahwa didunia ini terdapat suatu kekuatan yang tak diketahui oleh orang-orang.

Karena pada saat sekarang, ia mengalami kekuatan tersebut.

Xiao Leixue menyerahkan senjata ke Little Gao.

“kau mungkin dapat pergi sekarang juga,” katanya.” Pergi dan ambillah nyawa Tuan Zhuo lalu bawalah kemari. Senjata ini belum pernah terlihat sebelumnya didunia, dan senjata sepert ini tak akan pernah muncul lagi.” Suaranya tampak seperti kutukan dari dunia bawah tanah. “Langit membutuhkanku membuat senjata ini secara khusus untuk menangani Tuan Zhuo. Ketika senjata ini muncul, itu merupakan cap kematian baginya. Terlepas dari yang tangan siapa yang memegang senjata itu, ia tetap akan mati.”

 

Translator / Creator: fatality