January 21, 2017

Heroes Shed No Tears – Chapter 18: Heroes don’t die (Part 7)

 

Cahaya awal subuh secara bertahap mulai mendekati, membuat cahaya pada lentera tampak lebih dan lebih redup. Diantara puncak-puncak gunung, untaian susu berwarna putih dari sinar matahari pagi mulai muncul.

Dalam kabut tebal tiba-tiba dapat terlihat sebuah bayangan orang yang tak terduga, membawa sebuah kotak yang lebih misterius.

“Xiao Leixue, itukah engkau.”

“Ya, ini aku,” kata Xiao Leixue, yang selalu dingin. “Kau pasti berpikir bahwa aku tak akan tiba, mengingat kau begitu yakin dengan Fragrance of Gentleman milikmu. Namun seharusnya kau tahu, bahwa Gentleman jenis seperti itu tidak selalu dapat diandalkan. “

Zhuo Donglai mendesah panjang. “Xiao Leixue. Tuan Xue. Kenapa kau selalu muncul di saat-saat yang tidak tepat? “

“Aku rasa, aku memang tipe orang seperti itu.”

“Aku tak menyukai tipe orang seperti itu. Tidak sama sekali.” Suaranyanya yang tenang telah kembali. “Aku pernah bertemu orang seperti itu sebelumnya.”

“Dan mereka semua mati dibawah tanganmu?”

“Ya.”

“Apakah kau mencoba untuk memprovokasiku untuk menyerang?”

“Ya.”

Zhuo Donglai menghadapi bayangan dalam kabut tanpa sedikitpun rasa takut. “Seperti yang telah aku katakan sebelumnya, ketika waktunya telah tiba untuk mati, siapa yang dapat melarikan diri?” Suaranya tampak sangat mirip dengan Xiao Leixue, sama dingin dan arogannya. “Aku benar-benar mempercayai hal tersebut, sayangnya, sulit untuk mengatakan siapa yang akan mati pada hari ini.”

Zhu Meng menatapnya, terkejut, seolah-olah ia tak pernah melihat seseorang seperti ini sebelumnya.

Hal itu dikarenakan ia tak pernah membayangkan bahwa Zhuo Donglai adalah tipe jenis orang yang begitu sombong.

Hal itu juga dikarenakan, sebagai gantinya, karena ia tak mengetahui bahwa ketika hati seseorang dipenuhi dengan perasaan rendah diri, hal itu akan sering menimbulkan perasaan arogansi.

Dalam kasus apapun, Zhuo Donglai masih memegang “Tearstains.”

Beberapa orang percaya akan takdir, beberapa orang tidak.

Tetapi kebanyakan orang mengakui bahwa didalam dunia bawah tanah ada sebuah kekuatan dingin, kejam, dan misterius, dan banyak peristiwa yang tak dapat dijelaskan didunia terjadi karena hal tersebut.

-Ketika Pedang Pusaka itu ditempa, pedang itu membuat iri para dewa dan setan. Untuk itu diperlukan sebuah pengorbanan oleh dia yang menempa pedang tersebut, darah dari seseorang yang relatif dengannya, untuk dapat membersihkan tearstains (Noda air mata) pada pedang, untuk membersihkannya dari setan iblis.

Dia yang menempa pedang pasti percaya akan takdir, dan oleh karena itu tertinggal sebuah tearstains.

Dan bagaimana dengan Xiao Leixue?

Entah ia percaya atau tidak percaya, bayangan itu, sosok yang tak terduga dalam kabut, Siapa yang dapat menebak apa yang ada didalam hatinya?

Dan kemudian, tiba-tiba ia bertanya, “Gao Jianfei, apakah kau masih memegang pedangmu?”

“Tidak. aku kehilangan pedang itu. Dia yang memegangnya.”

“Kesempatan.” kata Xiao Leixue. “Kehilangan pedangmu merupakan suatu keberuntungan. Dan menggertakan pedang yang lainnya juga benar-benar merupakan kesempatan yang besar. “

“Kesempatan?” Kata Little Gao. “Aku tak mengerti.”

“Karena aku hanya dapat mewariskan ‘Technique of the Broken Sword’ kepada seseorang yang tak memiliki pedang. Meskipun pedang itu hanyalah pedang yang patah ditanganmu, Aku tetap tak akan bisa memberikannya kepadamu. “

“Memberiku … apa? Technique of the Broken Sword?” Little Gao masih tak mengerti. “Apa itu Technique of the Broken Sword?”

“Tak ada teknik pedang dibawah langit ini yang tak dapat rusak, dan tak ada pedang yang tak dapat diambil. Bahkan hal itu cenderung seperti menemukan seorang pendekar yang tak terkalahkan.” Xiao Leixue melanjutkan, “Jika persenjataan dan sikap gerakan yang kau gunakan cocok, maka kau sudah mencapai tingkatan sebagai seorang pengguna pedang, Kau dapat mematahkan tekniknya mematahkan pedangnya, mengalahkan dirinya. Ini adalah Technique of the Broken Sword. “

Suaranya tampak seperti membawa semacam kekuatan misterius.

“Dua puluh tahun yang lalu, aku melihat seorang master pengguna pedang dibawah langit sebagai seekor kalajengking dan burung bangkai. Namun sekarang, aku melihatnya sebagai sesuatu yang tak lebih dari debu dan kotoran. Sejauh yang aku ketahui, tak ada satupun dari mereka yang dapat menahan satu pukulan.” Dia tiba-tiba bertanya kepada Little Gao, “Gao Jianfei, apakah kesempatanmu masih ada disini?”

“Sepertinya begitu.”

“Kalo begitu kemarilah.”

“Bagaimana dengan Zhuo Donglai?”

“Dia bisa menunggu sebentar. Aku tak akan membuatnya menunggu terlalu lama. “

Translator / Creator: fatality