January 20, 2017

Heroes Shed No Tears – Chapter 18: Heroes don’t die (Part 5)

 

Air mata pahlawan itu telah berubah menjadi darah keadilan.

Tak ada darah dipedang itu, hanya ada beberapa tearstains. Tetapi sepertinya sekarang, pedang itu tampak memiliki tearstain misterius yang telah diwarnai merah oleh darah seorang pahlawan.

Zhuo Donglai masih memegang pedang, dan ia melihat kearah tearstains.

Dia tak melihat Sima, dan tak melihat Wu Wan.

Matanya benar-benar tak memiliki air mata.

Namun, matanya menatap bengong di tearstain itu, seolah-olah itu mengandung semacam kekuatan yang misterius dan jahat, dan itu juga merupakan sumber dari semua malapetaka yang telah terjadi. Setelah beberapa lama, kemudian tiba-tiba ia berkata, “Dari ketiga orang yang datang pada hari ini, sesuatu yang benar-benar menakutkan bukanlah Gongsun brothers, melainkan orang ketiga ini.” Suaranya bagaikan es yang dingin. “Orang ini seharusnya tak boleh mati, karena ia adalah orang yang sangat cerdas dan sangat kuat. Sangat sedikit orang yang bisa dibandingkan dengan dirinya ketika berurusan dengan senjata tersembunyi dan kemampuan merubah wajah. Jika ia diam-diam menyelinap pergi sekarang, aku mungkin akan berpura-pura tidak melihat, karena kemungkinan besar nanti aku akan memanfaatkan dirinya.”

“Dia tak pergi?”

“Tidak,” kata Zhuo Donglai. “Dia tahu bahwa ia telah melakukan kesalahan, dan ia tahu bahwa aku sekarang tak akan membiarkannya pergi.” Tiba-tiba ia berbalik kebelakang dan menghadap kearah musisi buta berambut putih. Satu kata pada suatu waktu, ia berkata, “Tuan Ji, Kau mungkin tak berpikir bahwa aku akan mengenali dirimu?”

Musisi berambut putih itu telah berdiri ditempat cahaya lampu yang memberi jalan untuk kegelapan. Cahaya itu bersinar redup, dan sosoknya juga terlihat redup.

Gadis muda dengan rambutnya yang terkuncir seperti ekor kuda berdiri di sampingnya, memegang sebuah pipa. Wajah wanita itu putih pucat dan dipenuhi dengan perasaan sedih dan teror. Mungkin  karena wanita itu tak bisa melihat, atau mungkin karena ia sudah tumbuh dewasa sehingga ia benar-benar mati rasa terhadap segala hal.

Musisi berambut putih membawa seruling dengan satu tangan. Tangannya yang lainnya bertumpu dibahu gadis itu. Tak ada ekspresi diwajahnya.

“Tuan Ji, “kata Zhuo Donglai. “Tiga kedipan untuk merampas nyawa, dua langkah untuk mengubah penampilan, satu strategi untuk Offspring Depriving (pencabut keturunan). Tuan Ji, kemampuan merubah wajahmu sangat brilian, dan metodemu bahkan lebih menakjubkan.”

Musisi berambut putih itu akhirnya berbicara. “Kau merayuku. Terima kasih, terima kasih.”

“Tuan Ji, kau telah membuat Wu Wan menarikan tarian milik Die Wu. Hanya dalam sekejap saja, dan itu menghancurkan semangat tempur dari Ketua Lion Clan Zhu Meng dan Sima Chaoqun. Ini merupakan langkah yang luar biasa. “

“Terima kasih, terima kasih.”

“Musisi berambut putih dan cucu mudanya yang cantik bernyanyi di jalanan untuk mencari nafkah. Siapa yang akan menyangka bahwa seorang pria tua buta bisa seperti itu? Jadi anda menyamar diri sebagai musisi itu dan membawa cucunya kemari bersama dengan anda. Anda menutupi kesalahan pada tarian Wu Wan dengan musik orang buta, dan menggunakan tariannya untuk mendapatkan perhatian semua orang. Pada kenyataannya, tak ada yang akan tahu apa-apa tentang fitur wajah musisi tua itu, tetapi anda tak mungkin cocok dengan suasana sedih pada musiknya. Pada poin ini, semua orang mendengarkannya. terkecuali dalam situasi tak ada yang memperhatikannya. “

“Kau benar,” Tuan Ji mengakuinya. “Itulah yang aku pikirkan sebenarnya.”

“Tuan Ji, Kau benar-benar mempunyai bakat yang langka. Bakat yang luar biasa. Aku selalu mengagumimu.” Dan kemudian suara Zhuo Donglai yang lembut dan sopan tiba-tiba berubah. Dalam nada suaranya yang unik ia berkata,” Namun seharusnya  kau tak memberikan jarum Offspring Depriving itu kepada Wu Wan. Itu benar-benar sebuah kesalahan.”

Tuan Ji mendesah. Dengan suara sangat sedih, ia berkata, “Aku akui bahwa aku salah. Meskipun aku tak pernah membayangkan bahwa Wu Wan akan menggunakannya kepada Sima, ia mati karena jarum itu. Aku seharusnya mengerti bahwa Tuan Zhuo akan memanggilku untuk menyelesaikan urusan tersebut.”

“Mungkin kau berpikir jarum itu akan lebih mematikan jika dipakai oleh orang lain, Kau lupa bahwa jarum-jarum itu adalah cara terbaik untuk mempertahankan hidupmu sendiri.”

Tuan Ji harus mengakui kenyataan ini. “Tidak peduli apapun situasinya, tak seharusnya aku diberikan tabung jarum itu untuk orang lain.” Dia menghela napas, dan kemudian dengan suara bisikan lembut, ia berkata, “Untungnya, aku masih memiliki beberapa tabung yang tersisa.”

Suaranya terdengar pelan, seolah-olah ia sedang menceritakan suatu rahasia yang paling dalam untuk seorang teman terpercaya.

Zhuo Donglai sudah pasti harus menperhatikan dengan seksama untuk dapat mendengarnya.

Bahkan saat ia sedang mendengarkan, Tuan Ji menembakkan jarum Offspring Depriving. Jaru-jarum itu berterbangan dari dalam lengannya yang kosong. Tiga tabung jarum sudah cukup untuk memotong setiap rute yang dilakukan oleh Zhuo Donglai untuk melarikan diri.

Satu tabung berisi tiga jarum sudah cukup untuk menangkap jiwa dan mengambil kehidupan. Bagaimana dengan tiga tabung? Belum lagi bahwa tabung dan jarum itu sendiri terbuat dengan ketrampilan tangan yang sangat hati-hati. Kecepatannya melebih semua senjata tersembunyi yang ada dimuka bumi.

Namun, Zhuo Donglai bahkan lebih cepat. Dia tak menghindari jarum-jarum tersebut. Pedang di tangannya berputar menjadi lingkaran cahaya. aura pedang berkecamuk dalam gerakan melingkar, seperti pusaran air pada kolam air. Dalam sekejap mata, sembilan kilatan cahaya tersedot ke pusaran tersebut. Ketika aura pedang menghilang, Ketiga tabung jarum berharga itu hilang.

Perasaan Tuan Ji kecewa.

Gao Jianfei adalah seorang murid dari perguruan pedang, dan ia tak dapat menahan diri untuk memuji. “Ilmu pedang yang hebat!”

Zhuo Donglai tersenyum. “Pedangmu menakjubkan. Sangat menakjubkan.”

Tiba-tiba ia berbalik lagi kearah Tuan Ji. “Ketika aku berbicara sekarang, itu juga merupakan kesempatan yang baik. Mengapa kau tak menggunakan kesempatan ini untuk menyerangku dengan dua tabung jarummu yang tersisa?”

Tuan Ji mengepalkan tangannya. Tangannya dipenuhi dengan keringat dingin. “Bagaimana bisa kau tahu bahwa aku masih punya sisa 2 tabung jarum? Bagaimana bisa kau mengetahui hal itu? “

“Mengenai dirimu, aku mengetahui segalanya. Aku mengetahui lebih dari apa yang kau bayangkan.”

Tuan Ji menghela napas panjang lagi. “Tuan Zhuo, kau jauh lebih kuat daripada diriku. Kau jauh lebih kuat daripada semua orang. Kau sudah pasti akan menang.” Dengan suara sedih, ia berkata, ” Mulai hari ini, aku tak akan pernah lagi mengkhianatimu.”

“Mulai hari ini?” Zhuo Donglai tampak heran. “Apakah kau benar-benar percaya bahwa kau akan memiliki hari yang lain setelah hari ini?”

Tak ada perubahan dalam ekspresi wajah Tuan Ji. Ketika seseorang menggunakan kemampuan untuk merubah wajah, ekspresi wajah mereka biasanya tak akan berubah.

Namun ekpresi tubuhnya berubah, sama seperti ular berbisa yang akan berubah ketika bertemu derek langit. Tubuhnya akan menjadi tegang dan terdistorsi.

“Apa yang kau inginkan dariku?” Tanyanya kepada Zhuo Donglai. “Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan.”

Zhuo Donglai mengangguk. “aku tak meminta banyak darimu. Aku hanya ingin kau melakukan sesuatu yang sangat sederhana. Ini merupakan sesuatu yang dapat dilakukan oleh banyak orang.”

Tuan Ji tak menyadari bahwa pupil matanya telah mengerut. Dia bertanya, “kau ingin aku untuk melakukan apa?”

Satu kata pada suatu waktu, Zhuo Donglai berkata, “Aku ingin kau mati.”

Kematian. Terkadang itu adalah hal yang sangat sederhana.

Tuan Ji menemui ajalnya dengan cepat. Pedang ditangan Zhuo Donglai melintas bersinar-sinar, dan kemudian Tuan Ji mati. Aura pedang itu berkedip-kedip, dan kemudian pedang itu tertancap ditenggorokan Tuan Ji.

Gao Jianfei tak dapat menahan untuk memujinya. “Teknik pedang yang menakjubkan. Gerakan yang sangat cepat! “

Zhuo Donglai tersenyum lagi. “Pedangmu benar-benar pedang yang sangat bagus. Lebih bagus daripada apa yang aku bayangkan. Sebenarnya, aku mulai berpikir bahwa aku tak tahan untuk segera mengembalikannya kepadamu.”

Translator / Creator: fatality