January 19, 2017

Heroes Shed No Tears – Chapter 18: Heroes don’t die (Part 2)

 

Tarian dan musik telah berhenti. Penari berbaring meringkuk ketanah, seakan tak mau mengangkat kepalanya untuk melihat darah orang mati.

Little Gao memegang pedang yang terhunus. Tak ada jejak darah yang dapat dilihat pada pedangnya yang indah dan panjang itu, hanya ada tearstain (noda air mata).

Gongsun Qi’er menatap kagum orang itu dan pedangnya. Meskipun ia sudah memegang tongkat ditangannya dalam posisi seperti menyerang dengan tombak, ia tak cukup berani untuk menyerang.

Zhu Meng dan Sima Chaoqun masih berdiri bengong disana, seolah-olah mereka tak melihat apa-apa.

Gongsun Qi’er tiba-tiba berteriak, “Kemana semua orang? Apakah kalian semua mati? Mengapa kalian tak keluar? “

Dari luar lampu itu terdengar suara lembut: “Kau benar. Semua orang-orangmu telah mati. Orang-orang yang memegang lentera itu sekarang adalah milikku.”

Seseorang melangkah keluar dengan santai dari kegelapan. Dia berpakaian megah, dengan mantel marten berwarna keunguan. Tangannya terlipat di belakang punggungnya.

Ekspresi wajah Gongsun Qi’er berubah. “Zhuo Donglai. Itukah engkau.”

“Ya. Tentu saja ini adalah aku,” katanya dengan santai. “Hanya aku yang dapat menggunakan metodemu milikmu untuk berurusan denganmu. pasukan Zhu Meng semuanya mati, dan begitu pula engkau. Metode yang  rencananya kau gunakan untuk membunuh orang, akan aku gunakan untuk membunuhmu.” Dia tersenyum. “Kau seharusnya tahu bahwa aku selalu melakukan segala sesuatu dengan sangat adil.”

Gongsun Qi’er tiba-tiba melesat kedepan. Tongkatnya yang panjang menusuk kearah wajah Zhuo Donglai bagaikan phoenix merah.

Tongkat itu melayang lurus ke depan. Namun tongkat itu sudah lepas dari tangannya. Dia berbalik mundur, melayang ke udara bagaikan burung elang, melarikan diri dari cahaya menuju kegelapan yang tak terlihat. Reaksinya sangat cepat, kemampuannya untuk beradaptasi dengan situasi cukup tangguh. Itu esensi dan akumulasi seumur hidup dari pengalaman seni bela diri.

Tetapi sayangnya dia hanya sedikit terlalu lambat.

Begitu tubuhnya beterbangan di udara, ia melihat aura mempesona dari pedang terbang seperti pelangi. Dalam sekejap, pedang itu berada didepannya, aura dingin yang mengejutkan terlihat sangat terang sampai-sampai ia tak dapat membuka matanya.

Pada saat ia dapat membuka matanya, ia tak dapat melihat aura pedang itu lagi. Apa yang dapat ia lihat adalah gagang pedang, menonjol dari dadanya.

Bahkan pada saat tubuhnya terjatuh ketanah seperti batu, ia menatap gagang pedang itu dengan perasaan terkejut dan ngeri. Seolah-olah ia tak bisa memahami bagaimana bisa gagang pedang itu menonjol dari dadanya. Namun, dia sudah tahu dengan pasti dimana ujung pedang itu.

Ujung pedang itu berada didalam dadanya.

Pedang melayang, serangan yang mematikan.

“Seperti pedang yang cepat. dan gerakan yang sangat cepat!” Zhuo Donglai membungkuk dan menepuk tangannya dengan hormat kearah Little Gao. “Berdasarkan hanya pada kekuatan pedang ini, kau sudah memenuhi syarat untuk memimpin Great Protection Agency.”

“Memimpin Great Protection Agency?” Tampaknya Zhu Meng baru saja tersadar dari mimpinya. Dia perlahan-lahan berbalik, menatap Little Gao dengan mata yang sepertinya akan meledak dari rongga matanya.

“Kau memimpin Great Protection Agency?”

Little Gao tak mengatakan apa-apa.

“Bagus. Bagus sekali, Gao Jianfei.” Zhu Meng tertawa. “Sepertinya kau sekarang secara bertahap melayang.”

Tawanya menjadi gila. “Jika kau datang untuk mengambil kepala dari leherku, maka silahkan saja kau ambil kepalaku.” Zhu Meng tertawa serak. “Aku ingin memberikannya kepadamu selama ini. Lebih daripada orang lain. “

Xiao Gao tak tertawa, dan tampaknya tak memiliki reaksi apapun. Dalam beberapa hari ini, ia telah melatih dirinya untuk menjadi seperti batu. Wajahnya bahkan tak berekspresi sedikit pun.

“Kenapa kau kemari?” Teriak Zhu Meng. “Apa yang kau tunggu?”

“Aku tak terburu-buru,” kata Little Gao dengan tenang. “Kenapa engkau? Jika aku bersedia untuk menunggu, maka harusnya kau juga.” Tiba-tiba ia berbalik dan menghadap kearah Sima Chaoqun. “Seharusnya kau lebih sadar apa yang sebenarnya aku tunggu-tunggu.”

Setelah beberapa lama, kemudian Sima Chaoqun mengangkat kepalanya. Seolah-olah ia seperti melihat Little Gao untuk pertama kalinya, dan nampak sepertinya ia sudah melupakan segala sesuatu dan semua orang.

Selama beberapa waktu kemudian. Akhirnya, dengan nada suara yang sangat aneh, ia bertanya kepada Little Gao, “Apa yang kau tunggu?”

“Aku menunggu untuk menyelesaikan urusan denganmu.”

“Bagus. Bagus sekali.” Suaranya tampak terdengar dengan kesedihan yang tak terkatakan. “Sudah waktunya untuk menyelesaikan urusan. Utang orang terhadapku, atau utangku terhadap orang, itu semua harus diselesaikan.”

“Mengingat situasimu pada saat ini, aku tak akan memaksamu untuk bergerak,” kata Little Gao dingin. “Namun ketika kau mengalahkan diriku terakhir kali, situasiku tak jauh lebih baik.”

Sima Chaoqun tiba-tiba tertawa.

“Aku tak pernah menyalahkanmu, tak ada alasan untuk berbicara begitu banyak.”

“Tunggu,” Zhu Meng tiba-tiba berteriak. “Jangan bilang kau lupa perjanjian kita?”

Wajah Sima Chaoqun terlihat sedih. “Kau lebih baik melangkah mundur sedikit. Ini adalah antara aku dan Gao Jianfei. Jika ada yang ikut campur dengan urusan kami, dengan terpaksa aku akan mengakhiri hidupku. “

Zhuo Donglai mendesah lembut. “Ketika seorang pahlawan berada dijalan buntu, mereka masihlah seorang pahlawan. Ketua Clan Zhu, Kau juga pahlawan yang berusia. Seharusnya kau memberinya pengertian. Mengapa membiarkan reputasi seorang pahlawan yang lain terseret menjadi debu? “

Dia tak melemparkan pandangan lainnya kearah Zhu Meng, melainkan berjalan kedepan dan menarik pedang keluar dari dada Gongsun Qi’er.

Tak ada darah pada pedang, hanya ada Tearstain. Dia menggenggam pisau pada pedang itu dengan ibu jari dan telunjuknya, serta menyerahkannya gagang pedang itu ke Gao Jianfei. “

“Pedangmu.”

Little Gao tak mengambilnya.

“Aku tahu itu pedangku. Tetapi aku juga tahu bahwa ia tak memiliki pedang. “

“Dia tidak. Tetapi kau punya. “

Little Gao tertawa. “Benar. Dia tidak, tetapi aku punya. Tampaknya itulah situasi pada saat ini. “

Zhuo Donglai dengan tenang mengatakan, “Ada banyak hal di dunia ini yang berakhir seperti ini.”

“Aku mengerti,” kata Little Gao. “Aku benar-benar mengerti.”

Dia akhirnya mengulurkan tangan dan mengambil pedangnya.

Pada saat ini, senyumnya menghilang dari wajahnya, digantikan dengan wajah seorang pembunuh.

Pada saat itu, ia menikam kedepan dengan pedangnya.

Ujungnya pedangnya berada kurang dari satu inci di dada Zhuo Donglai, dan ia mengarahkan langsung pedang kearah jantungnya. Dia telah menggunakan tangannya sendiri untuk memegang pedang dan menyerahkannya. Ini adalah sebuah kesalahan yang tak bisa dimaafkan. Orang yang membuat jenis kesalahan seperti ini biasanya berakhir mati.

Zhuo Donglai bukanlah pengecualian.

Dalam keadaan ini, dia tak punya cara untuk melarikan diri atau membela diri.

Gao Jianfei telah menunggu, menunggu jenis kesempatan seperti ini.

Matanya tertuju kewajah Zhuo Donglai, karena segala sesuatu yang telah ia lakukan telah dipersiapkan untuk sepersekian detiknya.

Pada saat ujung pedangnya akan menembus jantung Zhuo Donglai.

-Dalam hitungan detik pada saat ini, seperti apakah ekspresi wajah Zhuo Donglai?

Tak ada ekspresi. Karena ia telah meramalkan bahwa segala sesuatu dapat terjadi. Tubuhnya bergerak mundur.

Kekuatan pedang tak berhenti, pedang itu terus menusuk ke depan.

Dan ia terus bergerak mundur.

Kekuatan, energi yang terbatas, benar-benar memenuhi pedang itu.

Dia terus mundur.

Dia masih mencengkram ujung pedang itu dengan kedua jarinya, dan pedang itu masih berjarak sama seperti sebelumnya di dadanya.

Little Gao berhenti.

Keringat membasahi pakaiannya.

Zhuo Donglai menatapnya dengan dingin. Dengan suara sangat hangat dan tenang, ia berkata, “Kau benar-benar membuat banyak masalah sekarang. butuh banyak cara licik untuk mendapatkan kesempatan seperti ini, membutuhkan banyak usaha. Kau melakukannya dengan sangat baik. seharusnya aku membiarkanmu untuk membunuhku.”

Suaranya tidak mengandung tanda-tanda sarkasme, karena ia hanya menyatakan fakta-fakta.

“Tetapi seharusnya kau tahu bahwa membunuh orang sepertiku bukanlah hal yang mudah. Aku tak akan membiarkan dirimu berhasil begitu mudah. Jika tidak, membunuhku akan menjadi tak berarti. “

Gao Jianfei mendengarkannya.

Ia hanya mendengarkan.

Pada saat ini, semua orang tak mempunyai pilihan selain untuk mendengarkan Zhuo Donglai. Selain dia, siapa lagi orang disana yang dapat berbicara?

Dan kemudian dia mengatakan sesuatu yang membuat semua orang terkejut.

“Jika kau membunuhku, maka sudah pasti kau juga akan mati. Jika pedangmu menusuk dadaku, pada saat itu juga, kematianmu tak dapat dihindari. Kau bahkan mungkin mati lebih cepat daripada aku. “

Zhuo Donglai jarang berbohong, tetapi kali ini apa yang ia katakan itu sulit untuk percaya.

Little Gao tak bisa menahan diri untuk bertanya: “Kau berkata bahwa jika aku menusukmu dengan pedangku, maka kematianku akan lebih cepat daripada dirimu?”

“Ya.”

“Mengapa?”

“Karena aku tahu bahwa di dunia ini ada setidaknya 5 jenis senjata tersembunyi yang benar-benar dapat menyegel tenggorokan dan membunuh seseorang dalam sekejap. Dan setidaknya ada tiga orang di Jianghu yang dapat menggunakan jenis-jenis senjata seperti itu.”

“Oh?”

“Dan poin yang sangat penting dari semua itu adalah bahwa salah satu dari mereka ada disini, dan salah satu senjata itu mengarah langsung dari belakang punggungmu. Jika kau menusukku, itu akan menjadi momen yang sangat menarik, dan kau akan sangat bangga dengan dirimu sendiri. Dalam situasi itu, akan sulit bagi siapapun untuk menghindari gangguan. Tak terkecuali dirimu juga.”

Ini merupakan fakta.

“Pada saat itu ketika kau menjadi orang yang paling bahagia dan bangga, Tiba-tiba kau merasakan tusukan pada punggungmu seperti gigitan serangga. Kemudian kau terjatuh, dan ketika kau jatuh, jantungmu akan berhenti berdetak, dan kau akan mati. “

Keringat dingin mengalir di punggung Little Gao.

Zhuo Donglai dengan santai melanjutkan, “Tetapi kau dapat bersantai. Karena aku belum mati, dan pada saat seperti ini kau tak berani untuk bergerak. Karena orang sepertiku, tak akan pernah bersedia untuk melakukan hal apa pun terkecuali 100% aku yakin bahwa itu akan sukses. “

“Siapakah orang ini?”

“Jika kau ingin tahu siapa itu, maka kau harus menyadari tiga hal terlebih dahulu.”

“Tiga hal apa?”

“Pertama, bagaimanakah Gongsun brothers mendapatkan ramalan itu? Bagaimana bisa mereka mengetahui bahwa lima hari yang lalu ada perubahan besar pada Great Protection Agency? Bagaimana bisa mereka tiba disini begitu cepat? Kedua, penari ini, wajahnya tertutup kain kasa … darimana asalnya? Baru-baru ini, Sima Chaoqun akan membunuhnya untuk melindungi Zhu Meng. Mengapa tiba-tiba ia mundur setelah mendengarkan penari itu mengatakan dua kata? Kenapa ia tiba-tiba berubah? “

Little Gao tak mengetahui kedua hal ini.

“Sebenarnya, kedua hal ini hanyalah satu hal yang sama,” katanya, memberikan sedikit petunjuk. “Mirip seperti beberapa kamar memiliki dua pintu, namun hanya butuh satu kunci untuk membukanya.”

Little Gao tertawa getir. “Sayangnya, aku tak memiliki kuncinya. Dan aku tak tahu dimana menemukannya. “

“Kunci biasanya dipegang oleh orang yang hidup. orang mati tak perlu kunci. Tetapi untuk kunci ini, ” katanya dingin,” tak ada salahnya untuk melihat pada tubuh orang mati.”

“Orang mati yang mana?”

“Gongsung Brothers dak memiliki kemampuan untuk meramal. Mereka tiba dengan sangat cepat dikarenakan ada seseorang yang meminta mereka untuk datang. namun,” ia bertanya, “Siapakah orang itu, yang lima hari lalu, yang dapat memprediksi bahwa tiga puluh tahun persahabatan antara Sima dan aku akan hancur dalam sekejap?” Dia menjawab pertanyaannya sendiri. “Hanya satu orang. Hancurnya persahabatan kami dikarenakan satu orang.”

“Seseorang yang telah mati?”

“Ya. Orang ini sudah seharusnya mati,” kata Zhuo Donglai. “Wanita itu tahu bahwa setelah ia meninggal, Sima tak akan membiarkanku pergi. Karena ketika ia masih hidup, ia sudah menempatkan belati beracun diantara Sima dan diriku.”

Mata Little Gao tiba-tiba berkedip-kedip, dan ia bertanya, “Seorang wanita dapat menyembunyikan dirinya sebagai wanita lain seperti dirinya sendiri. Tetapi dapatkah ia membodohi suaminya sendiri?”

“Jika ia masih hidup, ia tak akan bisa,” kata Zhuo Donglai. “Tetapi setelah beberapa hari kematiannya, situasinya menjadi berbeda. Setelah seseorang mati selama beberapa hari, otot-otot pada tubuhnya menjadi bengkok dan keras. Wajah berubah. Dan jika ia menggantung dirinya, perubahannya akan menjadi semakin mencolok dan mengerikan. Siapapun yang melihatnya akan tertipu.”

Little Gao mendesah. “Jika seseorang kembali ke rumahnya dan menemukan istri dan anak-anaknya meninggal dengan begitu tragis, kemungkinan besar ia tak dapat melihat apapun dengan jelas.”

Satu kata pada suatu waktu, Zhuo Donglai bertanya, “Dan jika tiba-tiba ia menemukan istrinya tak mati, bagaimana mungkin dia bisa berubah?”

“Dia mungkin akan menjadi orang yang sama sekali berbeda.” Little Gao menghela napas panjang lagi. “Tetapi kenapa? Bagaimana mungkin seorang wanita bisa begitu kejam? Bagaimana bisa ia melakukan sesuatu hal seperti ini? “

“Di dunia terdapat beberapa jenis orang yang akan bersedia untuk melakukan hal apapun. Tak peduli itu pria atau wanita. Kau tak mengerti, karena kau bukanlah tipe orang seperti itu.”

“Dan kau?” Tanya Litlles Gao kepada Zhuo Donglai. “Apa kau tipe orang yang seperti itu?”

“Benar.”

Translator / Creator: fatality