January 24, 2017

Heroes Shed No Tears – Chapter 18: Heroes don’t die (Part 11)

 

Siapa yang dapat membayangkan perasaan dalam hati Little Gao dan Zhu Meng pada saat mereka diam-diam menyaksikan gadis muda itu berjalan ke Chang’an Restaurant membawa pipanya?

“Aku pikir dia akan terus bernyanyi,” kata Zhu Meng. “Selama dia masih hidup, dia akan terus menyanyi.”

“Aku pikir juga begitu,” kata Little Gao. “Dan aku berpikir bahwa jika ada yang mencoba untuk menghentikannya untuk menyanyi, dia mungkin akan mati.”

Dia adalah seorang penyanyi, jadi dia akan bernyanyi, bernyanyi untuk orang lain. Bahkan jika lagu-lagu yang ia nyanyikan itu semuanya adalah lagu sedih, dan menyebabkan orang-orang meneteskan air mata, juga bagaimana orang-orang  sepenuhnya memahami kebahagiaan tanpa memahami kesedihan, atau benar-benar menghargai sebuah kehidupan?

Meskipun gadis itu tak memiliki apa-apa, dia akan tetap hidup.

Jika dia tak bisa menyanyi, hidupnya akan menjadi tak berarti.

“Bagaimana dengan kita?” Tanya Zhu Meng. “Apa yang kita lakukan sekarang?”

Little Gao tak menjawabnya, karena ia tak berpikir tentang hal itu.

Dan kemudian tiba-tiba ia melihat sinar matahari yang brilian dan bumi yang megah.

“Kita juga harus tetap bernyanyi.” Gao Jianfei tiba-tiba meregangkan punggungnya dan berkata, “Meskipun nyanyian Kita tak seperti dirinya, kita masih bisa bernyanyi. bernyanyi sampai kita mati. “Nyanyian dari seorang penyanyi, tarian dari seorang penari, pedang dari seorang pendekar pedang, pena dari seorang sarjana, semangat perjuangan dari seorang pahlawan … selama masih ada kehidupan, hal-hal tersebut tak akan pernah tersingkirkan.

Matahari bangkit bersinar, salju-salju telah mencair. Seseorang yang membawa kotak soliter itu diam-diam meninggalkan kota kuno Chang’an.

Seorang yang tenang dan biasa membawa sebuah kotak kuno dan biasa.

**

 

Translator / Creator: fatality