January 18, 2017

Heroes Shed No Tears – Chapter 17: The cold aura of a sword (Part 9)

 

Malam hari, dingin dan gelap. Bahkan orang dengan mata yang benar-benar terlatih akan memiliki kesulitan untuk melihat pohon-pohon dan batu-batu, apalagi membedakan jalan dan arah.

Dalam hal apapun, tempat ini tak memiliki jalan.

Jika seseorang mencapai tempat yang tak memiliki jalanan, secara umum berarti bahwa mereka telah mencapai ujung jalan mereka sendiri.

Sima Chaoqun terengah-engah. Meskipun paru-parunya nampak sudah menggebu-gebu, ia masih mencoba untuk mengontrol suara pernapasannya.

Setiap tulang dan otot-otot pada tubuhnya terasa seperti sedang diletakkan pada cetakan tukang daging, yang terukir oleh pisau.

Situasi Zhu Meng tidaklah membaik. Keduanya berdiri bahu-membahu, terengah-engah tak henti-hentinya. Meskipun mereka tak bisa mendengar merangkak atau langkah kaki dari seorang pemburu, mereka berdua dapat merasakan keputusasaan dan kesedihan pahit dari binatang liar yang terluka dijalanan.

“Apakah kau tahu siapakah orang itu?”

“Ya,” kata Sima. “Itu bukan hanya satu orang, dan mereka berdua mampu berurusan dengan kita.”

Zhu Meng tertawa dingin. “Aku tak pernah membayangkan bahwa  Sima Chaoqun yang tak tertandingi akan mengatakan kata-kata yang melemahkan seperti itu.”

“Ini bukanlah melemahkan. Ini kenyataan.”

Zhu Meng tak berkata apa-apa. Setelah beberapa lama. Lalu ia berbicara. “Ya. Ini kenyataan, ” katanya, suaranya penuh dengan kesedihan. “Sima bukanlah Sima yang sama seperti dulu, dan Zhu Meng tak sama dengan Zhu Meng yang sebelumnya. Jika tidak, bagaimana bisa kita dikejar seperti seekor anjing liar yang tak jelas arah tujuannya?”

“Aku mengerti apa yang kau maksud. Kau lebih baik mati daripada melarikan diri. Dunia hanya ada Zhu Meng si pembunuh, bukan Zhu Meng si tukang kabur. Tetapi mengapa kau bersedia memberikan kepalamu kepada penjahat yang kurang ajar dan hina ini? Mengapa kau menyerahkan kepalamu sendiri kepada mereka sehingga mereka dapat mengambil alih reputasi dan kemuliaan milikmu, anggur terbaik milikmu, dan lagu-lagu bahagia milikmu? “

“Aku juga mengerti apa yang maksudmu,” kata Zhu Meng dengan kasar. “Jika kita menyerahkan kepala kita kepada seseorang, orang itu seharusnya adalah seseorang yang layak. Bukan Zhuo Donglai.”

Tiba-tiba, suara tepuk tangan dapat terdengar didalam kegelapan.

“Bagus. Bagus sekali.”

Suara itu adalah suara orang eksentrik yang sama dengan sebelumnya, dengan suara yang terdengar menyeramkan. “Dua kepala yang mengagumkan. Mengapa harus memberinya kepada bajingan itu? Aku rasa kepala itu akan jauh lebih baik jika diberikan kepadaku.”

Suaranya terdengar jauh dan dekat, baik dari sisi kiri maupun kanan. Mustahil untuk mengatakan dimana tepatnya dia berada.

Tubuh Zhu Meng menjadi kaku.

Orang ini bukanlah Zhuo Donglai, bahkan lebih menakutkan daripada Zhuo Donglai. Dalam seluruh hidupnya, Zhu Meng belum pernah bertemu dengan seseorang yang memiliki tingkatan tertinggi dalam kungfu peringan tubuh. Dia hanya tak bisa mempercayai bahwa ada seseorang didunia yang telah mencapai kemampuan tersebut, yang dapat melayang  sesuka hati seperti iblis.

Dia dengan cepat memulihkan ketenangannya disaat Sima Chaoqun berbisik melalui telinganya, “Itu bukan hanya satu orang yang berbicara, itu adalah suara kembar. Selama kita tetap tenang, mereka tak akan bertindak gegabah. Kita tak boleh membuat mereka melihat keadaan kita yang sebenarnya.”

Pada saat ini, mereka berdua tiba-tiba bersinar. Setiap kerutan wajah, bekas luka, dan ekspresi menjadi terang.

Setidaknya tiga puluh bangunan lentera Kongming yang cekatan bersinar terang diberbagai arah, bersinar kearah tubuh mereka.

Dalam sekejap, mereka berdiri tegak dan lurus disana, wajah mereka tak berekspresi.

Meskipun Sima dan Zhu Meng tak dapat melihat musuh mereka, mereka tak akan membiarkan lawan mereka melihat kelelahan, rasa sakit ,dan rasa takut pada diri mereka berdua.

Mereka telah berjuang melalui ratusan pertempuran. Tubuh mereka telah ditempa menjadi baja. Mereka tak akan pernah menyerah, dan siapapun orang yang ingin mengambil kepala mereka berdua tak akan melakukan tugas itu dengan mudah.

Meskipun lentera bersinar dengan terang, kegelapan disekitarnya begitu hitam seperti biasa.

Sima Chaoqun tiba-tiba tertawa.

“Gongsun Gongsun, Kau baik-baik saja semenjak kita berpisah?” Sambil tersenyum, ia berkata, “Aku tahu bahwa kalian berdua adalah orang-orang yang mengerti apa yang baik dan buruk. Jika aku membantu mencapai tujuan kalian, membantu kalian mendapatkan kekuatan, sudah pasti kalian akan memberikan mayat tak berkepala milik kami ke penguburan yang layak, dan datang pada saat musim semi dan musim gugur, Kalian akan mengenang kami berdua dan menempatkan bunga-bunga segar dan anggur enak didepan kuburan kami. “

Suara tawa terdengar dari kegelapan. “Bagus. Bagus sekali.”

Kali ini suara tawa terdengar dari sisi kanan dan kiri pada saat yang sama. Dan kemudian dua orang berjalan keluar dari kegelapan menuju ke cahaya lentera yang bersinar.

Mereka tampak benar-benar berbeda.

Yang satu mengenakan mahkota mutiara dan sabuk giok, dan membawa pedang panjang bertatahkan mutiara. pakaiannya begitu gemilang seperti yang mulia muda.

Yang lain muncul seperti seorang pengemis, lumpuh dan bersandar pada kruk kayu panjang.

Tetapi jika anda melihatnya dengan hati-hati, Anda akan melihat bahwa tinggi badan dan penampilan mereka persis sama.

-Gongsun Gongsun.

-Saudara kembar.

Zhu Meng tiba-tiba menemukan dirinya berpikir tentang kedua orang itu. Dua orang yang selalu dipikirkan olehnya dan tak ada hubungannya dengan satu sama lain.

-Sang Kepala bangsawan dari 27 suku timur laut China, Gaya hidupnya menyaingi pangeran muda yang sangat pemilih. “Rich Prince” Gongsun Baojian.

– Sang pengembara selamanya, terlalu miskin untuk makan 3 kali per hari, sering mabuk diselokan, bahkan ditolak oleh perkumpulan para pengemis, Gongsun Qi’er.

Tak ada yang tahu bahwa mereka adalah saudara, apalagi mereka kembar.

Mereka adalah saudara kandung. Mengapa yang satunya hidup mewah dan yang satunya hidup dalam kemiskinan? Zhu Meng masih belum dapat membungkus  sekitar pikirannya ketika ia tiba-tiba teringat kedua orang lainnya.

Tiba-tiba ia teringat akan Sima Chaoqun dan Zhuo Donglai.

-Mengapa Zhuo Donglai ingin membentuk Sima Chaoqun menjadi seorang pahlawan yang dipuja-puja oleh dunia?

Kebenaran dari masalah ini begitu kompleks dan sederhana. Sederhana, namun kompleks. Zhu Meng memiliki waktu yang sulit mengetahuinya, apalagi orang lain.

Namun setelah berpikir dalam waktu yang lama, Zhu Meng akhirnya dapat mengetahuinya.

Jika Sima Chaoqun tak mengetahui bahwa kedua orang itu kembar, dia mungkin akan percaya bahwa Gongsun Baojian adalah seorang kungfu master dalam meringankan tubuh yang tak tertandingi. Ketika Sima mendengarkan suara iblis tersebut, ia begitu terpesona, sama seperti Zhu Meng beberapa saat yang lalu.

Dan sekarang Zhu Meng memahaminya. Semuanya itu bagaikan selubung asap sebelumnya.

Mereka bagaikan kembang api yang berada di halaman istana ketika jam malam telah lewat disaat festival lentera malam. Kembang api nampak cemerlang dan menakjubkan, penuh dengan perubahan yang konstan, namun mereka benar-benar seperti Seven Treasures Pagoda atau Performance of the Fish Dragon dan Stretch Monster.

Mereka palsu dan kosong. Dalam sekejap mata mereka terlihat palsu dan kosong.

Namun mereka benar-benar telah menguasai kemampuan untuk mengendalikan kecemerlangan itu sejenak.

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa untuk mengendalikan hal semacam itu, seperti mengendalikan dunia akhirat.

Tetapi jika hidup seperti sebuah penginapan, maka dalam perubahan yang lambat dan bentuk langit dan bumi yang selalu tetap, lalu apa perbedaan yang sebenarnya antara “sesaat” dan “keabadian?”

Diantara salah satu dari mereka bersedia untuk berkorban, dan melakukannya tanpa penyesalan.

Tapi satu-satunya pertanyaan adalah – manakah yang merupakan salah satu orang yang bersedia untuk berkorban? Dan mana yang benar-benar diantara mereka yang tidak hampa?

Zhu Meng tak dapat mengetahui jawaban atas pertanyaan ini, dan dalam situasi ini, ia tak punya waktu untuk terus berpikir tentang hal itu.

Dia mendengar Sima Chaoqun berbicara dengan para saudaranya.

“Sebenarnya, aku tahu kalian berdua akan tiba.” Dia masih tersenyum. “Beberapa tahun yang lalu, kalian sudah terlatih dan berkeinginan untuk mengusirku dari Great Protection Agency. Kalian hanya tak yakin untuk melakukannya. Dan kalian berdua tak akan pernah mencoba sesuatu jika kalian kurang percaya diri. Oleh karena itu, kalian menunggu hingga sampai saat ini.” Tiba-tiba ia menghela napas. “Aku hanya tak pernah membayangkan bahwa kalian akan tiba dengan cepat.”

“Seharusnya kau mengetahuinya,” kata Gongsun Baojian. “Kami telah menunggu sangat lama untuk kesempatan seperti ini.”

“Namun bagaimana kalian bisa tahu bahwa kesempatan itu muncul?”

“Tentu saja aku tahu.”

“Kapan kau tahu? Aku tahu bahwa kau tak memiliki kuda yang benar-benar bagus dikandangmu. Bahkan bepergian seribu mil dalam sehari, paling cepat kau dapat tiba kemari sekitar empat atau lima hari. Jangan bilang kalau lima hari yang lalu kau telah memprediksi kejadian kemarin bahwa Zhuo Donglai dan aku telah menjadi musuh dan saling bertentangan?”

“Kau tak pernah berpikir bahwa aku memiliki seorang mata-mata yang telah aku tempatkan di Great Protection Agency?”

“Tentu aku tahu. Namun sebenarnya hal itu sia-sia saja.”

“Mengapa?”

“Karena lima hari yang lalu, bahkan aku sendiri tak pernah membayangkan bahwa akan ada kejadian seperti ini. Bagaimana bisa orang lain tahu? “

“Bagaimana dengan Zhuo Donglai?”

“Dia juga tak membayangkannya.” Suara Sima seperti menahan rasa sakit. “Sampai aku benar-benar mencabut pedangku, tak pernah terpikir olehnya bahwa aku akan melakukannya.”

“Oh?”

“Dan bahkan jika ia pernah membayangkan hal itu akan terjadi kelak, dia tak akan memberitahumu.”

“Oh?”

“Persahabatan antara kami berlangsung selama lebih dari beberapa dekade. Meskipun persahabatan itu hancur dalam sekejap, masih belum ada orang didunia yang lebih mengerti akan dirinya daripada aku. Bahkan jika ia ingin mengkhianatiku, ia tak akan mengkhianatiku untuk dirimu. “

“Kenapa?”

“Karena kau tak layak,” katanya acuh tak acuh. “Di mata Zhuo Donglai, kalian para yang mulia tak layak sepeser koin sedikitpun, bahkan meskipun ditambahkan secara bersama-sama.” Dia menghela napas lagi. “Jadi, aku benar-benar tak mengerti bagaimana bisa kalian kemari pada saat ini, terkecuali jika kalian benar-benar memiliki semacam kemampuan untuk meramal.”

Gongsun Qi’er tiba-tiba mendesah. “Meskipun aku tak memiliki kemampuan untuk meramal, namun aku baru saja memikirkan sesuatu.”

Gongsun Baojian bertanya kepada saudaranya, “Kau memikirkan sesuatu? Apa yang kau pikirkan? “

“Aku tiba-tiba berpikir bahwa kau seharusnya jadi seperti diriku. Kau harus mengembara disekitar Jianghu untuk sementara waktu. “

“Mengapa?”

“Karena jika kau seperti diriku, seseorang yang ahli dengan trik dan tipu daya, kau akan memahami arti dari tujuan yang sebenarnya.”

“Apakah tujuannya yang sebenarnya?”

“Tujuan sebenarnya adalah untuk menjaga kita mengobrol dengannya, untuk terus berbicara. keberaniannya yang hilang, energinya melemah, kekuatannya habis. Dia menggunakan waktu untuk berbicara dengan kami sehingga ia dapat mengembalikan vitalitas pada dirinya. Kemudian, ketika kami bergerak, siapa bilang bahwa ia dapat menahan dirinya sendiri untuk sementara waktu?” Dia menggelengkan kepalanya. “Menolak untuk menyerah sampai semua harapan hilang, tak menyerah sampai saat-saat terakhir. Sampai kepalanya benar-benar terpenggal, Si kecil Sima benar-benar tak akan membuang ide yang berlaku.”

Sima Chaoqun tertawa, sama seperti yang dilakukan Zhu Meng. Mereka tertawa terbahak-bahak.

“Bagus. Bagus sekali.” Zhu Meng menertawakan Gongsun Qi’er, dan kemudian memberi isyarat kepadanya.” Datang, datanglah kemari. Ayo kesini. Lebih cepat lebih baik.”

“Kau ingin aku kesana?”

“Kakek Zhu mulai menyukai kalian, menyukai trik dan tipuan bajingan kecil kalian. Aku ingin memberikan kepalaku untuk kalian. Kalian hanya perlu datang kemari untuk mendapatkannya. “

Sima Chaoqun tertawa keras dan menepuk bahu Zhu Meng. “Baik. kau dapat mengurus bajingan kecil ini. Tinggalkan bajingan besar itu untukku.”

“Bagus. Mari kita lakukan.” Tawa Zhu Meng penuh dengan kepahlawanan. “Jika kita tak dapat menangani kedua bajingan kecil ini, maka kita harus pergi membeli beberapa tofu hingga kita mati karenanya.”

Keduanya berdiri bahu-membahu, tertawa berbarengan. Apapun “kehidupan”, dan apapun “kematian,” semua itu terdorong bersamaan oleh tawa mereka.

Ekspresi wajah dari Gongsun tak berubah.

Wajah beberapa orang tak akan pernah berubah, dan tak akan pernah memiliki ekspresi baru. Para saudara itu memang seperti itu. Gongsun Qi’er menghela napas dan bertanya kepada saudaranya,” Apakah kau mendengar apa yang dikatakan oleh teman kita?”

“Aku mendengarnya.”

“Siapakah dia?”

“Sepertinya dia Zhu Meng, dari Lion Clan.”

“Tak mungkin,” kata Gongsun Qi’er. “Tak mungkin dia. Zhu Meng dari Lion Clan adalah seorang pria sejati yang tahu perbedaan antara rasa syukur dan kebencian. Dia tak pernah hidup dibawah langit yang sama dengan si kecil Sima dari Great Protection Agency. Bagaimana bisa mereka tiba-tiba mengenakan sepasang celana yang kembar bersama-sama? “

Zhu Meng tiba-tiba menggenggam lengan Sima Chaoqun. Dengan suara yang dalam, ia bertanya, “Apakah kau mendengar apa yang dikatakan oleh pengemis itu?”

“Aku mendengannya sangat jelas.”

“Dia berbicara dengan udara dari seorang pengemis, namun ia benar-benar seperti memukul paku dikepala dalam situasi seperti ini. Kita telah menjadi musuh bebuyutan selama seumur hidup kita. Siapa yang dapat membayangkan bahwa pada hari ini kita akan menjadi teman yang bersedia untuk mati bersama-sama? “

“Apakah kita berteman sekarang?”

“Ya,” kata Zhu Meng keras. “Mulai hari ini dan seterusnya, mungkin kita juga akan mengukir semua kebencian yang ada dimasa lampau.”

“Bagus. Bagus sekali.”

“Kita menjadi teman pada hari ini, dan akan menjadi teman sampai selamanya. Selama aku, Zhu Meng, belum mati, maka aku akan terus menyimpan sumpahku ini, jangan sampai aku terbunuh oleh orang-orang maupun roh-roh jahat.”

Sima Chaoqun merasakan panas, semangat keadilan telah merasuki otaknya. “Jangan khawatir. Kita tak akan terbunuh.”

Semangat itu membara seperti api; sekali terpicu, semangat itu akan membakar semangat heroik mereka. Kemampuan terakhir yang mereka miliki telah terpicu terbakar.

Karena pada akhirnya mereka menyadari bahwa mereka tak sendirian di dunia ini.

Karena setiap orang tahu bahwa mereka memiliki teman, teman yang bersedia berkorban untuknya, seorang teman yang setia terlepas dari hidup atau mati.

Dapat hidup hingga saat ini, mereka dapat mati tanpa penyesalan.

Mereka saling menggenggam tangan, merasakan semangat kebenaran yang membawa semacam kekuatan mistis. Semangat itu mengalirkankan keluar jiwa hingga wajah mereka nampak bersinar dengan aura brilian.

Dan sekarang ekspresi wajah para saudara Gongsun berubah.

Zhu Meng dan Sima berbalik kebelakang pada saat yang sama. Mereka berdua saling membelakangi.

“Ayo, kalian berdua,” kata Sima Chaoqun keras. “Tak peduli betapa hebatnya dirimu, datanglah semuanya sekaligus.” Matahari terbenam dipegunungan barat. Para pahlawan itu telah berada diujung tanduk, dan Gongsun Brothers telah menganggap mereka seperti ikan di kuali, sebuah daging pada talenan.

Namun sekarang mereka mundur dua langkah.

Sekarang mereka mengerti meskipun pahlawan berada diujung tanduk, mereka masihlah pahlawan, dan tak akan mentolerir penghinaan.

Pada saat ini, langit menjadi semakin gelap. Tampaknya mereka telah mencapai waktu tersebut sebelum fajar ketika malam itu menjadi semakin gelap.

Dalam kegelapan yang tak terbatas itu, tiba-tiba disana terdengar suara yang begitu dingin dan sunyi. suara itu terdengar melankolis dan anggun seperti suara seorang gadis muda. Ia menyanyikan lagu sunyi dan lambat, lagu sedih yang akan sulit untuk dihapus dari pikiran.

Darimanakah nyanyian itu berasal?

Disaat-saat yang dingin seperti ini, dimalam yang sangat gelap, dipegunungan yang terpencil dan keras, bagaimana bisa ada seseorang bernyanyi dengan melodi yang memilukan dan menyedihkan seperti itu?

**

 

Translator / Creator: fatality