January 16, 2017

Heroes Shed No Tears – Chapter 17: The cold aura of a sword (Part 1)

 

Bulan kedua, hari ke-26.

Chang’an.

Gao Jianfei menunggu.

Zheng Cheng mengatakan kepadanya, “Tuan Zhuo tak dapat menemuimu pada saat ini, namun ia mengatakan bahwa kau bisa menunggu di sini.”

Little Gao tertawa, senyumannya begitu lembut dan tenang. “Aku bisa menunggu. Aku jamin, Kau tak akan pernah melihat orang-orang yang lebih sabar daripada aku. “

“Oh?”

“Aku lebih sabar dari siapa pun, bahkan mungkin lebih sabar daripada orang tua yang berumur delapan puluh tahun. Aku dulu tinggal dipegunungan yang sangat dalam, dan pernah sesekali, aku menunggu untuk melihat bunga kamelia bermekaran. Bisakah kau menebak berapa lama aku menunggu? “

“Berapa lama?”

“Tidak kurang dari tiga hari.”

“Kemudian kau memetik bunga dan menjepitnya ke mantel anda?”

“Tidak,” kata Little Gao. “Setelah bunga itu mekar, aku hanya pergi meninggalkannya.”

“Kau menunggu tiga hari hanya untuk menonton bunga bermekaran yang hanya berlangsung beberapa detik saja?” Zheng Cheng juga orang yang sabar, sehingga ia mengerti makna terdalam dari Little Gao tersebut. “Tak peduli apapun yang kau tunggu, kau memiliki alasan untuk menunggu. Meskipun kau tak memetik bunga itu, namun kau masih mencapai tujuanmu. Dan tentu saja itu tak hanya sekedar menonton bunga kamelia yang bermekaran.”

“Apa tujuan lain yang kumiliki?”

“Bunga juga merupakan makhluk hidup, dan ketika bunga itu bermekaran dalam sekejap, hal itu merupakan kelahiran hidup. Ketika kehidupan lahir ke dunia, hal itu merupakan kejadian yang mendalam dan ajaib. Tak ada sesuatu di dunia ini yang dapat dibandingkan dengan hal itu. “

Dia menatap Little Gao “Aku berpikir bahwa tiga hari yang telah kau habiskan itu tidaklah sia-sia. Setelah kau menyimpulkan pengamatanmu, teknik pedangmu juga akan meningkat secara signifikan. “

Little Gao menatapnya, terkejut. Pemuda biasa berahang kotak ini ternyata jauh lebih pintar daripada penampilannya.

“Mungkin lebih penting untuk memiliki tujuan ketika menunggu seseorang. Anda pasti tak akan menunggu Tuan Zhuo tiba dan kemudian hanya pergi meninggalkan.” Zheng Cheng dengan tenang bertanya,” Apa tujuan anda kali ini? ” Dia tak membiarkan Little Gao meresponnya. “Tak perlu untuk menjawab pertanyaan ini. Saya tak ingin tahu. “

“Kau bertanya kepadaku. Mengapa kau tak ingin jawaban? Mengapa kau tak ingin tahu?”

“Karena semakin tidak tahu. Hal itu jauh lebih baik.”

“Jika kau tak ingin tahu, lalu kenapa kau bertanya?”

“Aku hanya ingin mengingatkanmu: jika aku mengatakan sesuatu seperti ini, maka Tuan Zhuo juga akan berpikir tentang hal itu. Dan ketika ia bertanya kepadamu, kau sebaiknya menjawabnya dengan baik, dengan alasan-alasan yang dapat membuatnya senang. Jika tidak, akan lebih baik untuk tidak menunggunya.”Dia orang sangat serius dan tulus. “Tak banyak orang yang hidup dapat membuat Tuan Zhuo tidak puas.”

Ketika ia selesai berbicara, ia mulai pergi meninggalkan. Dia tak ingin melihat reaksi Little Gao setelah selesai mendengar pernyataannya.

Tetapi ketika ia sampai di pintu, ia melihat kebelakang. “Ada sesuatu hal lain yang lupa kuberitahu kepadamu.”

“Apa itu?”

“Tuan Zhuo telah memerintahkanku untuk memberikan apa pun yang kau inginkan, terlepas dari apapun itu.”

“Dia benar-benar mengatakannya?”

“Ya.”

Little Gao tertawa. Tawanya begitu menyenangkan. “Indah sekali. Sangat indah. “

Translator / Creator: fatality