January 12, 2017

Heroes Shed No Tears – Chapter 16: It’s lonely at the top (Part 4)

 

Sima Chaoqun ingin berjuang demi kakinya ketika ia sadar bahwa ada seseorang lain yang berdiri dilorong gelap, menatapnya dengan aneh.

“Apakah kau benar-benar Sima Chaoqun yang tak tertandingi? Bagaimana bisa kau berakhir seperti ini? “

Sima Chaoqun memutuskan untuk mengabaikannya, berpura-pura bahwa ia tak melihatnya. Namun pria itu tampak bersikeras dan berusaha untuk dapat terlihat olehnya. Pria itu berjalan ke depan dan mengangkat Sima dengan lengannya.

Beberapa saat sebelumnya, ia tak mampu untuk bangkit, tak peduli berapa banyak usaha yang telah ia keluarkan. Namun sekarang ia bangkit dengan mudah dan berdiri dengan tegak.

Pria itu tampaknya tak bersedia untuk melepaskannya. Kasih sayang dan kesedihan mengisi matanya. “Bos, kau mabuk. Biarkan aku menolongmu.” Ia melanjutkan, “Namaku Ah Gen, bos, jangan bilang kau tidak ingat aku?”

“Ah Gen” Nama yang tampak akrab.

Hanya orang-orang yang telah menemaninya sejak awal yang akan memanggilnya “Bos.”

Sima tiba-tiba menampar bahu pria itu, mencengkeram lengannya dengan kuat dan tertawa.

“Sahabat yang baik, kemana saja kau bersembunyi selama ini? Apakah kau sudah menikah? Apakah kau telah bercerai? “

Ah Gen juga tertawa, dan nampak seolah-olah air mata yang panas merembes keluar dari matanya.

“Tak pernah terbayangkan bahwa kau akan ingat dengan diriku, bos, aku adalah seorang pecandu judi tua. Sama-sama tak bergunanya seperti dirimu dan diriku.”

“Jika kau adalah pecandu judi, maka kita berdua sama-sama tak bergunanya.” Dia menarik Ah Gen dan berkata, “Ayo, mari kita pergi mencari tempat untuk minum-minum.”

“Bos, kau tak bisa minum-minum lagi. Jika kau belum menghabiskan setengah kendi terakhir anggur barusan, bagaimana mungkin bisa para bajingan kecil itu menyakiti dirimu bahkan menyentuh rambut?” Suaranya penuh dengan kesedihan. “Bos, jika kau tak terlalu mabuk dan tubuhmu melemah, bagaimana mungkin para bajingan kecil itu memukulmu dengan cara seperti ini? Bagaimana bisa pelacur gemuk itu membentuk sebuah lubang dikepalamu dengan penyumbatnya? Para berandalan nakal itu biasanya akan terkencing-kencing ketakutan hanya dengan mendengar namamu.”

“Jadi aku benar-benar terpukul?”

Sima benar-benar ragu, namun setelah ia mengusap kepala dan tulang rusuknya, ia tak punya pilihan selain percaya.

“Sepertinya aku benar-benar terpukul.” Tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak. “Bagus. Pukulan ini membuatku bahagia. Aku tak pernah membayangkan bahwa pukulan-pukulan itu dapat membuatku bahagia. Aku belum pernah sebahagia ini selama bertahun-tahun.”

“Tetapi bos tak membiarkan mereka mengambil keuntungan. Kau juga memberi para bajingan kecil itu sebuah pukulan kecil, mengusir mereka pergi layaknya seekor anjing liar.”

“Itu tak baik.” Sima mendesah. “Mereka tidak layak untuk menerima pukulan dariku.”

“Kenapa?”

“Apakah kau tahu kenapa mereka memukulku?” Kata Sima. “Karena aku telah mengambil seorang pahlawan besar dalam hati mereka, Sima Chaoqun, dan menghujani kata-kata terkutuk pada dirinya, Mengatakan dirinya tak layak bahkan sepeser tembaga sekalipun.” Dia tertawa lagi. “Sima Chaoqun dipukuli karena ia mengutuk dirinya sendiri. Jika para pahlawan didunia mengetahuinya, para bajingan kecil itu akan tertawa sampai gigi mereka jatuh keluar.”

Ah Gen tak tertawa. Dia hanya bergumam, “Jika Tuan Zhuo ada di sini, mungkin bos tidak akan mabuk.” Tiba-tiba ia merendahkan suaranya, berbicara setengah pada dirinya sendiri. “Tuan Zhuo, mengapa kau tidak bersama dengan bos kali ini?”

“Mengapa ia harus bersamaku?” Sima tertawa dan tertawa. “Dia adalah dia, aku adalah aku. Dia adalah pahlawan besar, dan aku hanyalah seorang pengecut. Faktanya adalah bahwa dia tak memenggal kepalaku untuk digunakan sebagai pispot merupakan suatu hal yang terhormat.”

Ah Gen menatapnya, terkejut. setelah beberapa lama, kemudian dengan terbata-bata ia bertanya, “Jangan bilang Tuan Zhuo telah memberontak?”

“Dia memberontak. Memberontak terhadap siapa?” Sima masih tertawa. “Great Protection Agency selalu berada dalam kuasanya. Lalu siapakah diriku ini sebenarnya? “

Ah Gen menatapnya, air mata mengalir dari matanya. Tiba-tiba ia berlutut dan memukul kepalanya ketanah sebanyak tiga kali ketika dia bersujud. “Ah Gen layak untuk mati. Ah Gen telah mengecewakan bos.”

“Kau tak mengecewakanku. Hanya ada satu orang dibawah langit ini yang benar-benar mengecewakanku, dan orang itu adalah diriku sendiri.”

“Tetapi ada sesuatu yang bos tidak ketahui. Aku lebih baik dipukul hingga mati daripada tidak mengatakannya.”

“Katakan!”

“Aku belum bisa menemani bos selama bertahun-tahun dikarenakan Tuan Zhuo mengirimku ke Luo Yang untuk pergi menyamar di Lion Clan. Dan aku tak dapat memberitahumu. Tuan Zhuo tahu bahwa bos selalu menjadi orang yang terbuka dan tulus. Dia tak ingin bos tahu tentang apa yang terjadi. “

“Dan aku tak ingin mengetahuinya.” Sima Chaoqun mendesah panjang. “Zhu Meng, si bajingan kecil itu, seharusnya tak tahu berapa banyak para bawahannya yang dikirim oleh Zhuo Donglai. Dia hampir sama seperti diriku, seratus persen bajingan.”

Ah Gen menatapnya dalam waktu yang lama, tatapannya penuh dengan cahaya aneh yang berkedip-kedip. “Apakah bos ingin bertemu bajingan itu?”

Tatapan Sima juga berkilau. “Bajingan mana yang kau bicarakan?” Dia meninggikan suaranya dan bertanya, “Bajingan yang seperti saya itu, Zhu Meng?”

“Ya.”

“Kau tahu dimana dia? Bagaimana bisa kau tahu dimana dia?” Dia menatap kearah Ah Gen. “Jangan bilang kau adalah salah satu dari delapan puluh enam orang yang datang bersama dengan dia kemari untuk mati?”

Ah Gen berlutut lagi. “Ah Gen layak untuk mati. Aku telah mengecewakan bos. Tetapi Zhu Meng seperti bos, pahlawan pemberani dan tegap yang mempercayai kebenaran. Aku tak dapat mengkhianati dia disaat seperti ini. Jadi, aku datang ke Chang’an bersama-sama dengannya, siap untuk menemaninya sampai mati.”

Dia bersujud lagi, wajahnya berlumuran darah. “Ah Gen layak untuk mati. Meskipun aku sudah mengkhianati Great Protection Agency, namun dalam hatiku, aku tak pernah punya niat buruk terhadap bos. Jika aku melakukannya, maka aku akan menjadi hewan peternakan setelah saya mati. “

Sima tampak tertegun setelah mendengar apa yang dia katakan. Namun, tiba-tiba ia tertawa. “Bagus. Bagus sekali, Zhu Meng. Kau memiliki orang-orang yang dikirim oelh Zhuo Donglai untuk memata-mataimu untuk mengikutimu melalui neraka dan air yang tinggi. Kau benar-benar seorang pria sejati.” Sambil tertawa sepenuh hati, ia berkata,” Cleats dan Ah Gen juga laki-laki sejati. Dibandingkan dirimu, Sima Chaoqun bahkan tak sepadan dengan kentut seekor anjing.”

Tawanya terdengar serak dan sedih, namun, ia tak meneteskan air mata.

Tak sedikitpun meneteskan air mata.

Translator / Creator: fatality