January 11, 2017

Heroes Shed No Tears – Chapter 16: It’s lonely at the top (Part 2)

 

Zhuo Donglai tak seperti orang-orang lainnya.

Dalam situasi dimana orang-orang lain sedang patah hati atau marah, dia akan tertawa. Dalam situasi dimana orang-orang lain kagum dan gembira, reaksinya menjadi luar biasa muram, sampai-sampai terkadang dia tak memiliki reaksi sama sekali.

Dia tahu Gao Jianfei telah tiba, dan ia menantinya dengan semangat bagaikan seorang pemuda yang menunggu kekasihnya.

Dia tahu bahwa tearstain pada pedang Gao Jianfei itu langsung berubah menjadi noda darah, darah musuh-musuhnya.

Namun hal ini tampaknya tak memprovokasi reaksi.

Kotak yang berada diatas meja itu telah menghilang, dan pemilik dari kotak ini, yang mana menetap didalam halaman kecil, juga kemungkinan telah menghilang.

Zhuo Qing telah menetapkan pikirannya pada balas dendam.

Jika ia ingin menemukan musuh paling yang menakutkan untuk Zhuo Donglai, Xiao Leixue jelas adalah pilihan yang ideal.

Fragrance of the Gentleman bukanlah jenis obat-obatan yang sekali digunakan dapat efektif untuk selamanya. Jika tidak terus diberikan, kekuatan Xiao Leixue dapat dipulihkan dalam waktu dua atau tiga hari.

Hal itu dapat saja menentukan waktu Zhuo Donglai untuk mati.

Selain itu, ada banyak hal-hal lain yang bisa dilakukan oleh Zhuo Qing, hal-hal yang akan membuat banyak penyesalan untuk Zhuo Donglai.

Rekeningnya, kekayaannya, komunikasinya, rahasianya, semuanya dapat digunakan oleh Zhuo Qing menghianati Zhuo Donglai, bersama-sama dengan setiap bawahannya yang setia.

–  Makam macam apakah yang telah digali oleh Zhuo Qing untuk Zhuo Donglai sebelum ajal menjemput dirinya?

Jika hal ini telah terjadi kepada orang lain, Zhuo Donglai akan menggunakan semua kekuatan dan metode miliknya untuk menyelidiki situasi tersebut.

Tetapi sekarang, dia tak melakukan hal apapun.

Zhuo Donglai tertidur. Benar-benar tertidur.

Pertama-tama, ia berjalan menuju ke kamar tidurnya dan menutup jendela. Di daerah sekitar kepalanya tempat tidurnya terdapat sebuah tombol tersembunyi, yang dapat ia dorong.

Kemudian, didalam kabinet gelap yang terletak pada lokasi yang tersembunyi, ia mengeluarkan sebuah wadah kecil bertatahkan permata. Dari dalam wadah tersebut, ia menarik sebuah pil hijau kecil dan menelannya. Pil Itu adalah obat yang dapat membantu dia untuk tidur dengan tenang apapun keadaannya.

Dia sangat kelelahan.

Kemenangan yang mulia biasanya membuat seseorang sangat kelelahan.

Dan dalam situasi seperti ini, satu-satunya hal yang bisa membantu seseorang untuk memulihkan pikiran yang jernih adalah tidur.

Kunci untuk hidup dan mati, kemenangan dan kekalahan, biasanya diputuskan dalam sekejap. Ketika tiba saatnya untuk membuat keputusan seperti itu, salah satu yang dibutuhkan adalah pikiran yang benar-benar jernih.

Sehingga ia sekarang tertidur. Sejauh apa yang ia ketahui, tak ada hal yang lebih penting.

Dan tak ada seorangpun yang dapat menilai pentingnya atau bobot pada masalah lebih baik daripada Zhuo Donglai.

Pada saat ia tertidur, ia hanya memikirkan satu orang.

Dia tak memikirkan Zhuo Qing, yang meninggal begitu mengerikan di bawah pedangnya, atau Xiao Leixue, yang mungkin datang untuk mencabut nyawanya setiap saat.

Dia berpikir tentang kakaknya, yang telah meninggal sejak lama. Saudara yang tinggal bersama-sama denganya didalam rahim ibu mereka selama sepuluh bulan, dan sama-sama berjuang untuk menerima nutrisi dan darah.

Dia belum pernah melihat kakaknya. Saudaranya hanyalah sebuah bayangan yang gelap dan samar-samar didalam hatinya.

Tetapi disaat moment ilusi yang redup sebelum ia tertidur, bayangan yang nampak kabur tiba-tiba berubah menjadi seseorang, seseorang yang dapat ia lihat dengan sangat jelas.

Dan itu nampak seperti Sima Chaoqun.

Translator / Creator: fatality