December 22, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 15: Summit (Part 8)

 

Pedang itu berkilauan, memotong kebawah bagaikan kilat.

Ini merupakan gerakan ternama yang paling kuat milik Sima Chaoqun “Nine Thunderbolts Forms.”, “Great Thunderbolt.” yang ganas. Siapa yang akan mengetahui berapa banyak pendekar-pendekar di Jianghu yang telah dikalahkan oleh wujud pedang seperti ini?

Dia tak menggunakan Great Iron Sword miliknya, disisi lain daya serangnya menjadi lebih lemah ketika menggunakan pedang pendek. Namun pedang pendek itu sangatlah tajam, dengan kecepatan dan fleksibilitas dari berbagai variasi serangan dapat menutupi kelemahan tersebut.

Namun, Sima seharusnya tak perlu menggunakan serangan-serangan tersebut.

Serangan ini memanfaatkan kekuatan untuk mengalahkan kelemahan lawan. Serangan itu dapat digunakan setelah memperhitungkan situasi disaat mental lawan sedang melemah dan kekuatannya habis. Dan serangan itu tidak digunakan pada saat menghadapi lawan yang sangat tangguh.

Serangan ini jelas mengeluarkan seluruh kekuatan. Jika pukulan tidak berhasil mengenai musuh, maka musuh secara pasti akan melakukan serangan balik secara efektif.

Tak ada sedikit kesempatan untuk sebuah kesalahan.

Mengapa Sima harus menggunakan serangan seperti itu terhadap Zhuo Donglai? Apakah dia meremehkannya? Apakah dia terlalu percaya diri?

Sesuatu hal yang tak dapat dimaafkan ketika seorang master yang saling bertarung meremehkan kekuatan lawan atau melebih-lebihkan kekuatan sendiri.

Sima Chaoqun seharusnya mengerti akan hal ini.

Tidak, dia tak meremehkan Zhuo Donglai, atau melebih-lebihkan kekuatannya sendiri. Dia adalah seseorang yang jarang membuat kesalahan.

Alasan ia menggunakan serangan ini adalah karena ia mengerti Zhuo Donglai sangat baik.

Zhuo Donglai sangat hati-hati. Terlepas dari keadaan, jika ia benar-benar tak yakin menang, ia tak akan bergerak. Ketika ia bergerak, dia akan menggunakan suatu sikap yang akan membuat dirinya merasa benar-benar aman.

Ia hanya bergerak ketika ia melihat situasinya tak memungkinkan dirinya untuk lolos dari ancaman bahaya.

Pahlawan tak terkalahkan Sima Chaoqun adalah ciptaannya. Zhuo Donglai telah melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa begitu banyak para master yang tewas akibat gerakan itu.

Melihat Sima Chaoqun dan bentuk pedang “Great Thunderbolt” nya bersamaan secara tak ragu-ragu, membuat Zhuo Donglai merasa cemas.

Dan ini adalah kelemahan Zhuo Donglai.

Dan kelemahannya adalah kesempatan bagi Sima Chaoqun.

Sima Chaoqun harus memanfaatkan kesempatan ini. Ketika Zhuo Donglai merasa cemas, ia akan ragu-ragu, bergeming, dan bahkan pedang dapat menembus kedalam hatinya.

Ketika master saling bertarung, hidup atau mati, menang atau kalah, biasanya ditentukan oleh satu sikap.

Karena master telah menghitung berbagai faktor sebelum menyerang dengan sikap mereka.

– Cuaca, medan, suasana hati lawan dan kekuatan, semua akan dipertimbangkan dalam perhitungan.

Tetapi semua orang membuat kesalahan. Sedikit kesalahan perhitungan akan menyebabkan penyesalan seumur hidup.

 

Translator / Creator: fatality