December 22, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 15: Summit (Part 7)

 

Semua orang di Jianghu mengetahui bahwa Sima Chaoqun menggunakan jurus “Thousand Hammers Great Iron Sword.”

Penyempurnaan dari Thousand Hammer Blow (Pukulan seribu palu) telah menyempurnakannya.

Kekuatan daya serangnya bagaikan kekuatan seribu palu yang berjatuhan, begitu cepat dan ganas. Sepuluh ribu orang yang bersama-sama tak akan bisa menahannya.

Tinggi empat kaki, panjang tiga inci, berat sembilan puluh pon, Pedang itu telah ditempa dengan menggunakan besi dari Sichuan, besi terbaik yang dikumpulkan dari seluruh provinsi, yang kemudian secara menyeluruh diperkeras dan ditempa.

Namun pedang itu benar-benar terlalu berat.

Kemampuan pedang menggunakan kecepatan dan fleksibel untuk membuat gerakan yang tak dapat diprediksi oleh lawan, sehingga dapat mencapai kemenangan. Ketika menggunakan pedang seperti ini, Banyak peluang yang akan hilang untuk melukai lawan karena perubahan pola yang sangat cepat dari lawan.

Dalam pertempuran antara para master, peluang seperti demikian akan hilang dengan sangat cepat, dan sekali kalah, tak memungkinkan untuk bisa pulih lagi. Namun Sima Chaoqun harus menggunakan pedang seperti ini. Karena dia adalah Sima Chaoqun.

Hanya ia yang dapat memiliki pedang seperti ini, dan hanya ia yang bisa menggunakannya.

Semua orang di Jianghu mengerti, bahwa Sima Chaoqun telah lahir dengan kekuatan super. Dia dapat mengangkat puluhan ribu pound seolah-olah itu adalah hal yang sepele bagi dirinya.

Jika ia tak menggunakan pedang seperti ini, pasti semua orang akan kecewa.

Dan bagaimana bisa pahlawan yang tak terkalahkan Sima Chaoqun dapat membuat seluruh pahlawan di Jianghu kecewa?

Puluhan ribu orang dapat menahan puluhan ribu musuh-musuhnya, terkecuali Zhuo Donglai.

Mereka telah berjuang bersama-sama selama bertahun-tahun, dan telah berteman terlepas dari hidup atau mati. Mereka berdua tidaklah bermusuhan.

Setiap kali Sima Chaoqun meraih kemenangan yang brilian, itu adalah karena rencana Zhuo Donglai yang begitu licik dibalik layar.

Namun kali ini situasinya berbeda.

Sima Chaoqun belum pernah bertarung dengan Zhuo Donglai sebelumnya, namun ia tahu bahwa Zhuo Donglai adalah lawan yang lebih kuat daripada lawan-lawan yang ia hadapi sebelumnya dalam seluruh hidupnya. Bahkan mungkin Zhuo Donglai lebih kuat daripada dirinya sendiri.

Dia tahu bahwa banyak orang-orang percaya Zhuo Donglai adalah orang yang lemah. Namun Sima juga mengetahui bahwa ia akan menemukan dirinya berada dalam pertempuran antara hidup dan mati dengan dirinya, Sima telah mempersiapkan dirinya mati dibawah pedang Zhuo Donglai.

Dan oleh karena itu, pada saat ini, Sima tak menggunakan jurus Thousand Hammers Great Iron Sword. Dia tak dapat menerima kekalahan atau bahkan membuang sedikitpun kesempatan untuk mengalahkan lawannya.

Kali ini, ia menggunakan pedang pendek, sama pendek dan sama tajamnya dengan pedang Zhuo Donglai.

Pedang yang mereka gunakan sama, ditempa didalam tungku yang sama.

Api yang berada ditungku juga sama. Tungku itu dapat menempa besi menjadi baja, dan dapat membuat orang yang lemah menjadi kuat.

Tungku, kuali, dan api yang sama.

Siapakah yang membakarnya?

Translator / Creator: fatality