December 19, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 15: Summit (Part 2)

 

Pintu terbuka, dan Sima Chaoqun berdiri di sana. Diluar berkabut tebal berwarna putih susu.

Dia adalah seorang pria setengah baya, rambut dan pakaiannya berantakan karena rasa panik dan telah menempuh perjalanan yang sangat jauh, Ia tampaknya benar-benar kelelahan.

Namun ia masih berdiri di sana, ia masih tampak terlihat begitu agung, brilian dan kuat seperti biasa. Dan nampak jauh lebih muda, dan ia berdiri di sana dengan kabut yang berada dibelakangnya, cahaya lampu berkedip-kedip kearahnya, ia tampak seperti seorang dewa yang berada didalam sebuah lukisan.

Dalam aspek ini, tak ada seorangpun di Jianghu yang dapat menandingi dirinya.

Bahkan jika seni bela dirinya hanyalah setengah-setengah, ia masih tetap dianggap sebagai seorang pahlawan yang  terhormat dan disegani.

Dia terlahir untuk menjadi macam orang seperti ini.

Zhuo Donglai menatapnya, dan matanya tiba-tiba dipenuhi dengan kekaguman. Dia dengan cepat berdiri dan menuangkan segelas anggur.

-Mengapa kau pergi ke Luoyang? Mengapa kau menipuku dengan berpura-pura sakit?

Zhuo Donglai tak menanyakan tentang hal-hal tersebut.

Pada saat-saat tertentu, ketika ia merasakan Sima Chaoqun dalam keadaan suasana hati yang buruk, ia akan menghindari topik-topik yang tidak menyenangkan seperti itu dengan sangat hati-hati.

“Kau pasti sangat lelah dan telah menekan dirimu sendiri dengan begitu keras. Dan aku sudah memperhitungkan bahwa kau akan kembali besok.” Dia tersenyum. “Bagaimana cuaca di Luoyang?”

Sima Chaoqun tak mengatakan apa-apa. Ekspresi pada wajahnya sangat aneh. Setelah beberapa saat, ia berbicara. “Cuaca disana baik-baik saja, bahkan lebih baik daripada di sini. Darah-darah yang berada dijalanan kering dengan sangat cepat, jauh lebih cepat daripada yang ada disini. “

Suaranya terdengar aneh, namun Zhuo Donglai tak menyadarinya.

“Ketika darah mengalir,” lanjut Sima, “darah itu akan menjadi kering pada akhirnya. Tak masalah apakah darah itu mengering dengan cepat ataupun lambat. “

“Ya,” kata Zhuo Donglai. “Banyak hal di dunia ini yang seperti itu.”

“Dan ada banyak hal di dunia ini yang tak seperti ini.”

“Oh?”

“Orang-orang hidup, dan pada akhirnya akan mati. Namun ada perbedaan besar antara sekarat yang cepat dan sekarat yang lambat. Jika kau ingin membunuh seseorang, akankah kau menunggu orang tersebut mati dulu sebelum kau bergerak? “

“Tidak,” jawab Zhuo Donglai. “Saat membunuh orang, kau harus cepat. Ketika kesempatan berlalu, beberapa hal akan berubah, dan keadaan akan menjadi berbeda. “Zhuo Donglai tersenyum dan mengangkat gelasnya. “Minum-minum juga merupakan hal yang sama. kau harus meminumnya dengan segera. Jika kau meminumnya nanti dalam waktu yang sangat lama. Maka anggur yang berada didalamnya akan menjadi asam.”

“Benar,” Sima Chaoqun menyetujuinya. “Sangat benar. Tampaknya kau tak pernah salah ketika berbicara.” Dia mengangkat gelas dan menghabiskan minumannya. “Minuman gelas yang aku minum ini adalah untukmu, karena sekali lagi kau telah memenangkan kemenangan yang begitu indah untuk Great Protection Agency milik kita.”

“Apa kau mengetahui semua apa yang telah terjadi?”

“Aku tahu. Aku baru saja kembali, dan aku sudah berpikir. “

“Berpikir tentang apa?”

“Tentang dirimu.”

Ekspresi Sima Chaoqun itu bahkan lebih aneh lagi. “Aku berpikir tentang semua yang telah kau lakukan selama tiga puluh tahun ini. Berpikir semua dengan sedetil-detilnya. Aku tak bisa berkata apa-apa namun percayalah bahwa kau adalah orang yang sangat hebat. Aku bahkan tak bisa membandingkanmu dengan siapapun.”

Masih ada senyum di wajah Zhuo Donglai, tetapi senyuman itu menjadi kaku. “Mengapa kau berpikir tentang hal-hal seperti ini?”

Sima Chaoqun tak menjawabnya. Sebaliknya, dia berbalik.

“Ikut aku,” kata Sima Chaoqun. “Aku ingin membawamu melihat beberapa orang. Setelah kau melihatnya, kau akan mengerti.”

Translator / Creator: fatality