December 10, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 14: Who is an animal (Part 5)

 

Little Gao juga tak mengetahui alasan kenapa Xiao Leixue tak membunuh dirinya. Ia telah mencoba memikirkan berbagai cara, namun sampai sekarang ia tampak tak dapat mengetahuinya.

Dia benar-benar tak bisa memikirkan pertimbangan Xiao Leixue mengapa ia membiarkan dirinya pergi.

Fakta bahwa dirinya masih hidup adalah sebuah keajaiban.

Sima Chaoqun tak salah menilai. Orang yang baru saja ia lihat itu adalah Gao Jianfei.

Little Gao juga telah melihat Sima Chaoqun disaat ia berlari diatas kudanya melewati dirinya.

Ia sengaja menghindarinya. Selain Zhu Meng, dia tak ingin melihat orang lain.

Dia ingin mencari Zhu Meng, dan telah mencari setiap sudut-sudut yang gelap dikota Chang’an.

Ini adalah waktu dimana Zhu Meng membutuhkan seorang teman. Meskipun Zhu Meng tak menganggapnya sebagai seorang teman lagi, ia tak akan meninggalkannya. Tidak peduli apapun yang terjadi.

-Jika Zhu Meng masih bersama dengan Die Wu, apa yang akan dilakukan olehnya ketika ia melihat Little Gao?

Little Gao telah mempertimbangkan kemungkinan yang memalukan ini, namun ia sudah tegas memutuskan untuk menghadapi hal apapun dan segala sesuatunya dengan keberanian.

Malam menjadi semakin gelap.

Kegelapan kota kuno Chang’an begitu menekan Little Gao, membuat semangatnya menjadi tenggelam dan lebih tenggelam.

-Zhu Meng adalah seorang pria sejati, berpikiran terbuka dan sangat peduli dengan hubungan pribadi.

-Zhu Meng harus memahami kesulitannya, dan harus bisa memaafkan Little Gao.

Tapi bagaimana dengan Die Wu?

Little Gao mengepalkan tangannya dan melangkah maju. Tiba-tiba, sebuah pisau melintas; bersinar, pedang berwarna putih salju terlempar keluar dari kegelapan menuju kearah wajahnya.

Pisau itu berdatangan, dengan jelas bermaksud untuk membelah kepalanya menjadi dua.

Tetapi siapapun yang ingin membelah kepala Gao Jianfei menjadi dua, akan merasakan kesulitan. Karena Little Gao memiliki sebuah pedang ditangannya.

Serangan pisau ini tak terlalu cepat, tekniknya tak menakjubkan. Gao Jianfei bisa dengan mudah menghunus pedangnya, melakukan serangan balik, dan membunuh orang yang bersembunyi di dalam bayangan.

Tetapi ia tak menghunus pedangnya.

Karena pada saat itu ia melihat sebuah kain strip berwarna putih terikat pada kepala orang tersebut. Dan ia juga melihat wajah orang itu.

Namanya adalah Man Niu, dan dia adalah salah satu anggota Lion Clan yang paling berani, salah satu dari kedelapan puluh enam prajurit Zhu Meng yang dibawa ke Chang’an untuk mati.

Meskipun ia tak pernah secara resmi bertemu dengan orang ini, namun ia menganggap dirinya sebagai saudaranya, seorang saudara yang berbagi suka dan duka.

Serangan ini pasti hanyalah sebuah kesalahan.

“Aku adalah Little Gao, Gao Jianfei.” Tubuhnya berkelebat, dan pisau-pisau yang terlempar itu terpental. Terpental ke permukaan tanah. berterbangan ke berbagai arah.

Dalam kegelapan tersebut, sepasang mata berwarna merah darah menatap kearah Little Gao.

“Kau adalah Little Gao. aku tahu kau adalah Litte Gao.” Dia tiba-tiba meraung. “PERSETAN DENGAN DIRIMU!!!”

Ketika ia meraung, ia mencoba untuk menyerangnya sekali lagi dengan pedangnya. Selain pedang Man Niu ini, pisau-pisau lainnya juga bermunculan.

Pisau-pisau tersebut tidak ditempa dengan baik, dan para pengguna pisau itu juga tak mahir. Namun serangan-serangan itu penuh dengan perasaan benci dan amarah. Setiap pengguna pisau itu jelas-jelas menyerang tanpa berpikir tentang kehidupan mereka.

Little Gao tak takut mati.

Dengan kemampuan pedangnya, dia dapat merobek tenggorokan orang-orang itu dalam sekejap dan bersamaan, Akan tetapi ia tak mau melakukannya.

Dan juga ia tak membiarkan dirinya untuk terbunuh.

Dia menyerang dengan pedangnya yang terselubung, dan dalam sekejap, pisau-pisau lainnya jatuh ke tanah. Para pengguna pisau itu juga terjatuh, tak bergerak.

Para pengguna pisau itu tak mundur. Mata mereka masih bersinar dengan racun kebencian dan kemarahan.

“Bagus sekali. Gao, kemampuan pedangmu menakjubkan,” kata Man Niu dengan nada serak. “Jika kau berani, bantailah kita semua. Namun jika kau menyisakan orang meskipun itu hanya satu saja yang hidup, maka kau adalah seorang pecundang.”

“Aku tak mengerti,” kata Little Gao dengan marah. Dia gemetar. “Aku benar-benar tak mengerti.”

“Kau tidak mengerti? Persetan denganmu. Jika kau tak mengerti maka siapa lagi yang bisa mengerti? ” Man Niu meraung dengan marah. “Kami melihatmu sebagai saudara !! Siapa yang akan tahu bahwa kau benar-benar hanyalah seekor binatang? Ketika kami mempertaruhkan hidup kami dan mati, kemana saja kau, dasar binatang? Apakah kau pergi untuk mencari hati wanita-wanita lain?”

“Sekarang aku mengerti. Tetapi … kau tidak,” katanya dengan sedih. “Ada beberapa hal yang tak akan pernah kau mengerti.”

“Apa yang kau inginkan?”

“Aku ingin kau mengantarkan diriku untuk melihat Zhu Meng.”

“Kau benar-benar orang aneh yang tak tahu malu.” Man Niu berdiri. “kau benar-benar punya nyali untuk menghadapi Zhu Meng?”

“Aku harus menemuinya,” kata Little Gao, berjuang untuk tetap tenang. “Kau tak punya pilihan selain untuk membawa diriku untuk menemuinya.”

“Baiklah. Kami akan membawamu kesana untuk menemuinya!”

Seorang yang lain berdiri. Orang itu berlarian kearah dinding kota dan membenturkan kepalanya didinding itu. Kepala itu meledak bagaikan buah delima.

Darah panas berpercikan dimana-mana, dan hati Little Gao menjadi dingin. Man Niu meraung lagi.

“Apakah kau ingin melihat Zhu Meng sehingga kau dapat membuatnya menjadi gila? Baiklah. Kami akan membawa dirimu kepadanya.”

Man Niu mencoba untuk berlari ke tembok kota untuk membenturkan kepalanya. Tetapi Little Gao sudah mempelajari pengalaman yang menyakitkan. Sehingga ia dengan cepat menyambar Man Niu dan melemparkannya ke tanah, kemudian, tanpa berbalik, ia menghilang.

Ia tak meneteskan air mata.

Karena air matanya sudah larut dengan darahnya.

Heroes Shed No Tears, air mata telah larut dalam darah orang yang benar.

Ketika pedang hitam melintasi orang, apakah pedang itu meninggalkan tetesan air mata, ataukah setetes darah?

**

 

Translator / Creator: fatality