December 10, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 14: Who is an animal (Part 3)

 

Pada hari dan waktu yang sama.

Chang’an.

Nasib Zhuo Donglai telah tersegel. Dia tahu bahwa Xiao Leixue belum pernah gagal dalam upayanya membunuh seseorang.

Namun sampai sekarang, ia masih belum mati.

Ada suara “beng”  ketika kotak itu dibuka, dan jari-jari Xiao Leixue  yang panjang, tangkas, dan kuat itu bergerak.

Setelah ia bergerak, potongan-potongan logam didalam kotak akan dirakit dalam sekejap untuk membentuk senjata yang mematikan, sesuatu yang pasti bisa mengalahkan pisau Zhuo Donglai ini.

Namun disaat yang tepat pada saat itu, jari-jarinya tiba-tiba menjadi kaku.

Seluruh tubuhnya menjadi kaku.

Setelah beberapa lama, ia mengangkat kepalanya dan menghadapi Zhuo Donglai. Wajahnya benar-benar tanpa emosi, tetapi matanya penuh dengan ekspresi binatang buas yang sekarat menghadapi pemburu, begitu sedih dan marah.

Zhuo Donglai menatapnya.

Kedua pria saling berhadapan. Tak berbicara, ataupun bergerak.

Banyak waktu yang telah berlalu, siapa yang tahu berapa lama. Mendadak, suara langkah kaki dapat  terdengar dijalanan luar pada halaman kecil, dan kemudian Zhuo Qing muncul.

Empat orang mengikutinya. Salah satu dari mereka membawa tempat minum, yang lain membawa pakaian dan topi, dan kedua sisanya membawa kursi cendana berwarna keunguan, tertutup  oleh kulit musang berwarna keunguan.

Zhuo Donglai mengenakan celana dan beberapa stoking, kemudian mengenakan topi kulit. Dia duduk dengan hati-hati ke kursi, dan menuangkan anggur merah ke cangkir kristal berwarna keunguan. Dia mendesah ringan. “Ini jauh lebih nyaman.”

Xiao Leixue tak mendengarkan, dan tak melihat. Dari semua ini, ia tampak sedang tak melihat. Siapa pun yang melihat pemandangan ini pasti akan berpikir bahwa mereka sedang bermimpi.

Hal Ini tak mungkin terjadi.

Dia adalah musuh yang paling menakutkan di bawah langit, dengan senjata yang paling menakutkan; hidup dan mati tergantung di napas, lalu tiba-tiba Zhuo Donglai mulai bertingkah santai dan riang, begitu santainya hingga ia meminta seseorang untuk membawakan baju gantinya. bahkan sekarang ia sedang minum-minum.

Seseorang yang cerdas dan waspada tak akan pernah melakukan sesuatu hal seperti ini.

Namun Zhuo Donglai melakukannya.

Setelah kotak itu terbuka, Xiao Leixue tak bergerak sama sekali.

Orang yang begitu misterius dan menakutkan ini tampak seperti hantu dari neraka, yang mana jiwanya tiba-tiba ditarik kembali oleh penguasa akhirat, dan tubuhnya telah menjadi seperti mayat fosil kuno.

Zhuo Donglai menuangkan secangkir anggur dan meneguknya. Dia berbalik dan bertanya Zhuo Qing, “Apakah kau tahu apa yang terjadi di sini?”

“Aku tak mengetahuinya.”

“Apakah kau tahu orang macam apakah Tuan Xiao ini?” Zhuo Donglai menjawab pertanyaannya sendiri. “Dia adalah orang yang luar biasa. Dalam dua puluh atau tiga puluh tahun terakhir, jumlah pahlawan Jianghu dan para ahli dari dunia persilatan yang telah meninggal di bawah tangannya setidaknya berjumlah empat atau lima puluh.”

Zhuo Qing mendengarkannya.

“Dikatakan bahwa kotak dia ditangannya adalah senjata yang paling menakutkan di bawah langit. Aku tak pernah menjadi orang yang sangat rendah hati, tetapi aku benar-benar percaya bahwa yang harus ia lakukan hanyalah bergerak, dan aku pasti akan mati.”

Dia menatap kotak di tangan Xiao Leixue.

“Dia telah membuka kotak itu, karena ia ingin membunuhku, namun sampai saat ini dia masih belum bergerak.” Zhuo Donglai sangat tenang. “Mendadak, ia terlihat nampak lebih suka hanya berdiri di sana seperti orang idiot yang menonton diriku minum, dan tak melakukan apa-apa.”

Xiao Leixue tak mendengarkan.

Apapun yang Zhuo Donglai katakan, tampaknya ia tak mendengarkan sama sekali.

Zhuo Donglai tiba-tiba tertawa.

“Ini bukan berarti bahwa dia tak berani membunuhku. Di mata Tuan Xiao, orang sepertiku tak lebih baik daripada anjing.” Dia menatap kea rah Zhuo Qing,” Apakah kau tahu mengapa ia tak membunuhku? “

“Aku tak tahu.”

“Dia tak membunuhku karena dia tak punya cara untuk membunuh diriku,” kata Zhuo Donglai. “Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan sekarang adalah berdiri disana dan menungguku untuk membunuhnya. Membunuhnya seperti anjing. Bahkan, membunuhnya mungkin lebih mudah daripada membunuh anjing.”

Hal seperti ini seharusnya tak terjadi.

Tak ada yang berani menghina Xiao Leixue dengan cara seperti ini, sama halnya juga tak ada berani menghina Zhuo Donglai.

“Zhuo Qing, aku bertanya kepadamu. Apakah kau tahu bagaimana Tuan Xiao yang tak tertandingi ini tiba-tiba bisa berubah menjadi anjing? “

“Aku tak tahu.”

“Kau seharusnya bisa melihat, atau setidaknya melihat sedikit,” kata Zhuo Donglai dingin. “Jika kau tak dapat melihat, aku kuatir kau akan memiliki waktu yang sulit untuk hidup dalam dua puluh tahun kedepan.”

“Ya,” kata Zhuo Qing. “Seharusnya aku dapat melihatnya meskipun hanya sedikit.”

“Apa yang bisa kau lihat?”

“Sepertinya seseorang menggunakan metode khusus untuk melumpuhkan Tuan Xiao. Dia tak dapat menggunakan kekuatan dari dalam tubuhnya.”

“Benar!”

“Tuan Xiao adalah naga diantara kaum lelaki, bukan seekor anjing. Tetapi Tuan Xiao juga tahu bahwa jika naga mati, bahkan jika itu adalah naga langit sekalipun, naga itu tak akan dapat dibandingkan dengan seekor anjing.” Dia berbicara dengan sangat tenang, karena dia hanya menyatakan fakta-fakta.

“Namun anjing juga bisa mati.”

“Tentu saja. Cepat atau lambat. Namun tidak pada saat ini. Baik itu naga, orang, ataupun anjing, untuk dapat hidup beberapa lama lagi jauh lebih baik daripada mati. “

Dalam kehidupan, ada sebuah harapan. Bahkan jika hanya sedikit harapan, hal itu seharusnya tak boleh diabaikan.

“Sayangnya, Aku tak melihat adanya sebuah harapan untuk dirinya sekarang,” kata Zhuo Donglai. “Aku kuatir jika seseorang terkena racun dari ‘Fragrance of Gentleman,’ akan segera mati tanpa adanya harapan.”

“Fragrance of Gentleman?”

“Persahabatan kaum pria murni bagaikan air. Tuan-tuan yang tulus dan jujur bagaikan giok yang hangat dan bagus. ‘Fragrance of the Gentleman’ juga sama.”

“Sama?”

“Sejelas dan secair seperti air, tak berwarna, tak berbau. Selembut dan seindah batu giok. ” Suara Zhuo Donglai ini juga tampak hangat. “Satu-satunya perbedaan adalah, The gentleman in fragrance pada gentleman itu adalah Gentleman (tamu pria) yang munafik. Karena itu adalah racun.” Dia tertawa. “Persahabatan seorang pria bagaikan angin pembersih pada musim semi, begitu pula racun yang berada pada pria tersebut. Hal ini dapat membuat seseorang tak sadar menjadi mabuk. Dan sekali mabuk, emosi yang ada akan merasuki jiwa seseorang, dan jiwa itu akan hilang untuk selamanya.”

“Bagaimana bisa Tuan Xiao terkena racun seperti ini?”

“Karena dimata Tuan Xiao, aku bukanlah apa-apa melainkan hanya seekor anjing, seekor anjing yang penurut. Di depan Tuan Xiao, ada beberapa hal yang tak berani aku pikirkan, karena begitu aku memikirkannya, hal itu akan terungkap dalam ekspresi wajahku, dan akan sangat sulit untuk menyembunyikan.”

Zhuo Donglai menuangkan segelas anggur.

“Tuan Xiao jelas tak pernah membayangkan bahwa aku akan datang lebih awal dan menempatkan Fragrance of Gentleman diatas jaket seseorang yang telah mati. Begitu Tuan Xiao mendekati tubuh dan memindah pakaiannya, Fragrance of Gentleman akan melayang seperti angin dimusim semi melalui wajahnya.” Zhuo Donglai mendesah. “Tuan Xiao tak pernah membayangkan bahwa anjing dapat melakukan sesuatu seperti ini.”

“Ya,” kata Zhuo Qing. “Kedepan nanti, aku tak akan pernah melihat orang-orang seperti seekor anjing lagi.”

Orang tua itu telah mati, dan rahasia yang sangat ingin diketahui oleh Xiao Leixue mati bersama-sama dengan orang tua tersebut.

Ketika Xiao Leixue melihat orang tua meninggal, tentu saja ia akan memeriksa apakah orang tua itu benar-benar mati dan juga ingin mengetahui penyebab kematiannya.

Dan tentu saja, akan sangat sulit sekali untuk mencari penyebab kematian tanpa memeriksa pakaian ditubuhnya.

Zhuo Donglai telah mengatur segalanya sebelumnya ketika dalam kasus Xiao Leixue masih hidup, dan telah menyiapkan Fragrance of Gentleman tersebut.

Itu benar-benar hal yang sederhana, sangat sederhana.

Sederhana dan menakutkan.

Zhuo Donglai mendesah lagi. “Ketika orang tua ini masih hidup, belum ada fragrance of gentleman pada dirinya. Siapa yang menyangka bahwa ketika ia meninggal ia akan mempunyai fragrance of a gentleman pada dirinya. Terkadang benda tersebut benar-benar menakutkan.”

Kata-kata pada orang tua itu bukanlah permata kebijaksanaan, makanan untuk berpikir, ataupun filsafat.

Itu hanyalah sebuah fakta yang sederhana.

Translator / Creator: fatality