December 10, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 14: Who is an animal (Part 1)

 

Bulan kedua, hari ke dua puluh empat. Siang hari.

Jalan Guan Luo.

Sima Chaoqun mencambuk kudanya, melonggarkan kendali, mempercepat gerakan kuda itu kedepan.

Dia melaju ke Chang’an.

Kudanya tercabik-cabik, dan berlari dengan kecepatan penuh. Dia telah mengganti kudanya sebanyak empat kali selama perjalanannya.

Setiap kuda yang dibawanya merupakan kualitas tertinggi, dan juga cepat. Dia bersedia untuk menghabiskan banyak uang membeli satu kuda.

Dia sangat berharap untuk segera tiba di Chang’an.

Dari keempat kuda itu, mereka semua telah berakhir tumbang.

Sima Chaoqun merasakan hal yang sama, benar-benar kelelahan, dan juga merasa ingin tumbang.

Karena dia harus sampai di Chang’an.

Sebuah firasat menakutkan dan tak menguntungkan mengisi hatinya, seakan-akan kerabat relatif yang ia sayangi hendak disembelih seperti binatang.

Pada hari yang sama, waktu yang sama. Di Chang’an.

Chang’an lama yang sama. Chang’an sama seperti sebelumnya, orang-orangnya yang sama seperti sebelumnya.

Orang dengan kotak itu sedang menunggu untuk membunuhnya sama seperti sebelumnya, dan orang tanpa kotak itu sedang menunggu untuk dibunuh seperti sebelumnya.

Tak ada salju, dan tak ada sinar matahari.

Langit yang terlihat suram tampak seperti mata seorang gadis muda yang telah menangis terlalu lama, tanpa adanya pesona dan warna. Kotak itu terlihat tampak seperti biasa sama seperti sebelumnya, kuno, aneh, dan jelek.

Tetapi kotak sudah terbuka.

Potongan logam biasa dan jelek didalam kotak itu dalam sekejap mata telah berubah menjadi senjata yang tak dapat ditahan atau dilawan oleh apapun, dan hanya dalam kurun waktu yang singkat, Zhuo Donglai akan segera terbunuh.

Dari waktu ia masih muda hingga sekarang, Zhuo Donglai selalu memegang pedang.

Dia telah menggunakan berbagai jenis pedang. Ketika berumur tiga belas tahun, dia telah menggunakan pisau tukang daging, yang telah dicuri langsung dari talenan tukang daging, untuk membunuh penganiaya ikan dan daging pasar, “Boss Pig-Killer.” Sejak saat itu ia telah mengganti pedangnya berkali-kali .

Ketika ia berusia empat belas tahun ia telah menggunakan folded iron broadsword (Pedang besi lipat), di usianya yang kelima belas, menggunakan pure steel horse-cutter (Belati kuda perak murni), dan pada usianya yang ke enam belas, menggunakan ghost-head blade (pedang berkepala hantu). Pada usia ketujuh belas ia menggantikan pisau tunggal dengan pisau ganda, sepasang pedang mandarin duck butterfly swords. Pada usia ke dua puluh, ia menggantikan pisau gandanya dengan pisau tunggal, Sangat berat, Pedang bermartabat yang memiliki gagang emas seperti gunung, pedang yang digunakan untuk memotong.

Pada usianya yang kedua puluh tiga, ia telah menggunakan senjata paling bermartabat diseluruh Jianghu, Pedang bersisik ikan emas berwarna keunguan (Purple-gold fish-scale blade).

Namun setelah dia berusia dua puluh enam, pedang yang digunakannya berubah lagi, dari pedang yang gemilang menjadi pedang yang biasa.

Dia sekali lagi menggunakan folded iron broadsword, goose-quill sabre (pedang pena angsa), dan bahkan sekarang menggunakan foreign monk knife.

Apakah benar bahwa orang dapat melihat kemampuan dan kepribadian seseorang dengan pergantian senjata yang mereka gunakan?

Apapun, mengenai pengetahuan dan pemahaman tentang “Pedang” dan “Kemampuan pedang,” hampir tak ada satupun orang didunia persilatan yang dapat menandingi Zhuo Donglai.

Jadi setelah mencapai tujuan utama dalam hidupnya, ia tak perlu lagi menggunakan pedang.

Dia dapat mengambil pedang berwujud dan membuatnya menjadi tidak berwujud, dapat mengalahkan pedang tanpa menggunakan pedang. Namun sampai sekarang ia masih menggunakan pedang.

Tersembunyi disepatunya terdapat belati yang sangat tajam yang dapat memotong besi seolah-olah itu hanyalah sebuah lumpur, atau memotong kedua kaki seolah-olah mereka hanyalah sebuah tahu.

– Kaki Die Wu begitu lentur, gesit, dan indah.

Tetesan darah bagaikan kelopak bunga berceceran di mana-mana. Die Wu berhenti menari, dan tak akan pernah menari lagi.

Kemudian Zhu Meng dan Little Gao melarikan diri.

Dan Zhuo Donglai merampas belati itu, membawanya dengan jiwa berdarah dari seorang penari. Dan sekali lagi belati itu diletakkan tersembunyi disepatu orang yang berhati dingin ini.

Belati ini adalah pisau di antara pisau, dibuat oleh Zhuo Donglai setelah mengalami pengalaman pahit, halangan, kemenangan yang begitu banyak pada dirinya.

Itu adalah esensi dari segala sesuatu yang telah ia alami.

Metode apa yang akan Xiao Leixue gunakan untuk merakit senjata yang bisa mengatasi pisau ini?

Dia pasti punya metode.

Dia tak pernah gagal dalam upayanya untuk membunuh seseorang.

Translator / Creator: fatality