December 6, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 13: Slaughterhouse (Part 5)

 

Pintu menuju halaman kecil telah tertutup.

Zhuo Donglai mengetuk. Pertama tiga kali, kemudian sekali.

Ketukan rahasia ini telah dirancang oleh dirinya dan orang tua. Namun tak ada respon dari dalam halaman.

“Dia tak ada disini?”

“Dia disini,” kata Zhuo Donglai. “Dia pasti ada disini.”

“Jadi kau memberitahukan kepadanya bahwa seharusnya tak boleh ada seseorang disini, dan kau menginginkan dia untuk melarikan diri?”

“Aku yakin kau mengerti bahwa dia tak akan melarikan diri. Dia tak pernah melarikan diri seumur hidupnya. Selain itu, ia tahu bahwa kau akan datang mencarinya.”

Dan sampai sekarang masih belum ada tanggapan yang muncul dari halaman kecil tersebut. Zhuo Donglai mengetuk lagi, lebih keras daripada sebelumnya.

Lalu tiba-tiba pintu itu terbuka, sedikit terbuka.

Pintu itu telah terbuka sepanjang waktu, tak terkunci ataupun terhalang benda apapun dari dalam.

Orang tua itu tidak pergi .

Didalam halaman dengan nuansa damai, bunga-bunga mengeluarkan bau harum seperti biasa, pohon-pohon pinus kuno juga berada disana seperti biasa, dan orang tua itu duduk di paviliun seperti biasa, menghadapi tanah bersalju, seolah-olah ia sedang menonton Die Wu sedang menari seperti biasa.

Namun Die Wu tak akan pernah menari lagi.

Dan orang tua itu tak akan tumbuh lebih tua lagi.

Hanya pikiran dan emosi yang akan membuat orang-orang menjadi tua. Jika seseorang tak bisa berpikir dan tak bisa merasakan, mereka tak akan menjadi tua.

Orang tua itu tak memiliki pengalaman, tak bisa berpikir, menilai, ataupun merencanakan hal apapun.

Orang tua itu tak memiliki rasa emosi, dan tak akan pernah lagi merasakan sakit hati, penderitaan, kebahagiaan, frustrasi, penyakit cinta ataupun kenangan.

Hanya orang mati yang tak punya pikiran atau emosi, dan hanya orang mati yang tidak dapat menjadi tua.

Orang tua itu sudah mati.

Dia tampak hidup, duduk di paviliun dengan udara segar dan kenyamanan yang tiada tara. Akan tetapi ia sudah mati.

Matanya, yang membawa perpaduan antara kebijaksanaan pada usia tua dan kenakalan anak-anak, tak lagi bersinar layaknya matahari yang berkilauan di laut. Matanya tak akan pernah lagi berkilauan dengan cahaya matahari yang gemerlap dan laut yang biru.

Matanya menjadi berwarna abu-abu, seperti langit yang akan menjadi gelap dan mulai turun salju.

Setelah melihat matanya, Zhuo Donglai tak bisa mengambil langkah maju.

Seluruh tubuhnya menjadi kaku, kaku seperti tubuh orang tua.

Dan kemudian ia melihat Xiao Leixue.

Xiao Leixue tak terlihat sangat tinggi, tetapi ia masih lebih tinggi dari kebanyakan orang, dan sangat kurus.

Rambutnya berwarna gelap gulita, tanpa uban sedikitpun, Melingkar di atas kepalanya, diikat dengan kain berwarna abu-abu pucat.

Dia mengenakan pakaian yang terbuat dari kain yang sama. Ukurannya tidak pas dan jahitannya jelek.

Dia membawa sebuah kotak di tangannya, sebuah kotak kuno dan biasa.

Itu adalah yang semua Zhuo Donglai lihat, karena ia hanya dapat melihat punggung Xiao Leixue.

Orang yang selama ini berada dibelakang dirinya bagaikan sebuah bayangan itu tiba-tiba melewatinya seperti angin.

Seperti apakah wajahnya, orang yang paling misterius dan menakutkan di Jianghu? Zhuo Donglai masih belum bisa melihat wajahnya.

Tetapi beberapa orang yang tak pernah menunjukkan emosi diwajah mereka terkadang akan menunjukkan emosi mereka melalui punggungnya.

Punggung Xiao Leixue tampak tegang, disetiap otot-ototnya, dan kemudian mulai bergetar, seolah-olah dipukul oleh cambuk yang tak terlihat.

Kematian orang tua itu adalah cambuk bagi dirinya.

Seseorang dapat mengetahui dari nada suara ketika ia berkata bahwa orang ini bukanlah temannya.

Dan disana seharusnya ada semacam perasaan benci yang tak terhapuskan diantara mereka berdua.

Kemungkinan besar, Xiao Leixue memaksa Zhuo Donglai untuk membawanya kemari karena ia ingin menggunakan darah orang tua itu untuk mencuci bersih hatinya dari kebencian dan permusuhan.

Namun orang tua itu sudah meninggal. Mengapa ia bisa memiliki reaksi yang begitu ganasnya, penuh dengan rasa sakit dan kesedihan?

Namun, yang lebih mengejutkan adalah Zhuo Donglai.

Dia bukanlah orang bodoh, dan tak akan mengizinkan siapa pun untuk melanggar batas martabatnya.

Tak seorang pun di dunia yang pernah menghinanya dengan cara yang dilakukan oleh Xiao Leixue ini, dan jenis penghinaan seperti ini hanya dapat dibersihkan oleh darah.

Jika ia membunuh Xiao Leixue, tak ada yang akan merasa aneh atau menyesal.

Bahkan jika ia meminum darah Xiao Leixue sekalipun, tak ada yang akan marah.

Xiao Leixue bukanlah tipe orang yang dapat merasakan belas kasih, dan Zhuo Donglai benar-benar harus membunuhnya. Begitu ia memiliki kesempatan, ia harus melakukannya.

Ini adalah kesempatan terbaiknya.

Pada saat ini, punggung Xiao Leixue seperti rumput lapangan yang subur dan tak terlindungi, hanya menunggu seseorang untuk menginjak-injaknya dengan kaki.

Emosinya sekarang begitu gelisah, dan kemungkinan besar ia akan membuat kesalahan yang ceroboh atau kekeliruan.

Namun Zhuo Donglai tak bergerak sedikitpun.

Kesempatan itu bagaikan awan yang tiba-tiba melayang dan lewat begitu saja, tampak sekilas, dan tak akan pernah kembali lagi. Napas Zhuo Donglai tiba-tiba berhenti, dan pupil matanya mengerut.

Dan akhirnya ia melihat Xiao Leixue, orang yang paling misterius dan menakutkan di dunia.

Xiao Leixue tiba-tiba berbalik menghadap kearah Zhuo Donglai.

Dia memiliki wajah biasa, tetapi matanya tampak seperti pedang yang baru saja terhunus.

“Jika seseorang ingin membunuhku, sekarang adalah kesempatan terbaik. Tak akan pernah ada kesempatan seperti ini lagi.”

“Aku mengerti.”

“Kenapa kau tak bergerak?”

“Karena aku tak ingin membunuhmu.” Dia berbicara jujur. “Aku tak pernah berpikir untuk membunuhmu.”

“Seharusnya kau telah berpikir tentang hal itu,” kata Xiao Leixue. “Kau harus tahu bahwa aku akan membunuhmu.”

“Kau akan membunuhku?” Matanya tak pernah lepas dari wajah Xiao Leixue. “Aku pikir kau tak akan membunuh orang secara gratis.”

“Aku akan membuat pengecualian kali ini.”

“Kenapa?”

“Karena kau membunuh orang tua itu.”

Mata Zhuo Donglai bergeser ke orang tua yang ada dipaviliun. “Kau pikir aku membunuhnya? kau pikir dia mati ditanganku?”

“Awalnya, Kau tak akan pernah bisa bergerak untuk melawan dirinya, bahkan menyentuh sehelai rambutnya. Seni bela dirimu tidaklah buruk, Namun pada saat-saat tertentu membutuhkan waktu untuk mengangkat tangannya, Ia dapat saja mengirimmu hingga ke kematianmu.”

“Mungkin satu jari akan cukup.”

“Namun keadaan berubah. Sebelum kematiannya, seseorang melumpuhkannya.”

“Kau dapat melihat bahwa keahlian qi didalamnya telah lumpuh?”

“Ya, aku dapat melihatnya.”

“Kau baru saja melihatnya?”

“Ya.”

“Tetapi, aku mengetahuinya tidak secara bersamaan. Aku mengetahuinya bertahun-tahun yang lalu. “

“Oh?”

“Ketika ia tiba disini, keahliannya telah lumpuh. Itulah sebabnya dia datang untuk tinggal disini pertama kali. Aku yakin kau dapat membayangkan kenapa hal itu terjadi.”

Xiao Leixue tak dapat membantah.

Dua puluh tahun yang lalu, orang tua ini belumlah terlalu tua, dan di Jianghu hanya ada beberapa orang yang dapat menandinginya.

Dia dapat berkeliaran di bawah langit, melayang-layang disekitar seperti awan. Lalu mengapa juga dia lebih memilih untuk menyembunyikan diri disini, tinggal dibawah atap rumah dari orang yang ia benci, terkecuali jika ia telah kehilangan kekuatan dari dalam dirinya?

“Dia jelas tak akan berpikir tinggi terhadap orang seperti diriku, namun ia masih datang kesini. Karena ia mengetahui ada hal-hal yang baik tentang diriku.”

“Hal-hal apa yang baik?”

“Aku dapat diandalkan. Sangat handal. Karakterku handal dan kata-kataku dapat diandalkan.”

“Oh?”

“Tak seorang pun di Jianghu tahu bahwa kekuatan dalam dirinya telah hilang. Dan tak ada yang tahu bahwa dia tinggal di sini. Bibirku tersegel. “

Xiao Leixue tak dapat menyangkalnya.

“Banyak orang-orang Jianghu mencari-cari dirinya,” kata Zhuo Donglai. “Jika aku ingin mengkhianatinya, ia seharusnya telah mati ditangan seseorang sejak dulu. Dan jika aku ingin membunuhnya secara pribadi, Aku tak perlu menunggu sampai sekarang. “

Tampaknya ini adalah fakta juga.

“Selain itu, ia menyelamatkan hidupku. Jadi, ketika ia berada dalam situasi yang sangat berbahaya, ia datang kepadaku. Apakah kau pikir aku akan membunuh orang yang dermawan terhadap diriku sendiri? “

“Kau dapat melakukannya. Orang-orang lain tak akan dapat membunuh orang-orang yang dermawan terhadap mereka, namun kau dapat melakukannya.”

Zhuo Donglai tertawa sengit.

“Namun, meskipun fakta bahwa kekuatannya telah menghilang, namun pikirannya tetap,” kata Xiao Leixue. “Dan didalam pikirannya terdapat sebuah deposit berharga yang tak ternilai, harta pengetahuan yang terkubur, dan rahasia yang lebih berharga daripada mutiara atau perhiasan yang ada didunia.” Dia melihat dingin kearah Zhuo Donglai. “Kau tak membunuhnya sebelumnya karena dia berguna untuk dirimu.”

Zhuo Donglai tak mengatakan apa-apa. Selama beberapa lama, kemudian ia menghela napas yang panjang. “Benar,” ia mengakuinya. “Aku yang membunuhnya.”

Xiao Leixue mengepalkan tangannya. Itu adalah tangan yang sedang membawa kotak, kotak yang dapat membunuh siapapun dalam sekejap mata.

“Sebenarnya, dia sangat berguna untuk diriku selama ini.” Zhuo Donglai menghela napas. “Namun sayangnya, ia telah mencapai titik dimana ia tak dapat lagi untuk melanjutkan hidup.” Dia menatap kotak di tangan Xiao Leixue. “Kau bersiap-siap untuk bergerak?”

“Ya.”

“Sebelum kau melakukannya, bisa kau beritahu aku satu hal?”

“Hal apa?”

“Apakah alasanmu untuk membunuhku adalah kau ingin membalas dendam atas kematiannya?” Zhuo Donglai tak menunggu Xiao Leixue untuk merespon. Dia menjawab pertanyaan sendiri. “Bukan, bukan itu. Ini jelas bukan untuk untuk membalas kematiannya. Aku dapat melihat bahwa kau membencinya, lebih dari siapapun di dunia. Jika dia masih hidup sekarang kau akan membunuhnya.”

“Benar,” Xiao Leixue mengakuinya dengan segera. “Jika dia belum mati, aku akan membunuhnya.” Suaranya terdengar serak dan tak enak untuk didengar. “Tapi sebelum aku melakukan langkah tersebut, aku akan bertanya sesuatu. Sesuatu yang hanya dapat ia beritahukan kepadaku, rahasia yang hanya bisa dia jelaskan.”

“Rahasia apa?”

“Kau tak tahu apa yang ingin aku tanyakan?”

Zhuo Donglai menjawab, “Bagaimana jika aku tahu? Apakah kau akan membiarkan aku pergi? “

Xiao Leixue menatapnya dengan dingin, dan tak mengatakan apa-apa lagi. Dia menghela napas.

“Sayangnya,” kata Zhuo Donglai, “Aku tak tahu. Aku benar-benar tak tahu.”

“Itu sangat disayangkan.”

Pertanyaan apa yang ingin ditanyakan oleh Xiao Leixue?

Dengan meninggalnya orang tua itu, tak seorang pun didunia ini bisa menjelaskan rahasia tersebut.

Zhuo Donglai sudah mati; siapa pun harus bisa melihat bahwa kematiannya itu tak terelakkan.

Xiao Leixue sudah mulai membuka kotak itu.

-Senjata apakah yang paling menakutkan di bawah langit?

-Itu adalah kotak soliter.

Kotak itu menakutkan, dan orang yang membawa kotak itu bahkan lebih menakutkan.

Pupil mata Zhuo Donglai mulai mengerut.

Matanya menatap Xiao Leixue, wajahnya menetes dengan keringat dingin, otot-otot di tubuhnya bergetar.

Sebuah suara “beng”  dapat terdengar sebagaimana kotak dibuka. Terbuka sedikit.

Sedikit seperti tetesan air mata kekasih.

Translator / Creator: fatality