December 5, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 13: Slaughterhouse (Part 2)

 

Langit menjadi cerah, didalam cahaya pagi yang muram, bunga-bunga merah menjadi elegan dan cerah sama seperti sebelumnya. Yang aneh adalah, tanah bersalju juga tampak tertutup oleh bunga-bunga.

“Jika kau berpikir itu adalah bunga, Kau salah,” kata pria dengan kotak. “Ini bukanlah bunga, itu adalah darah.”

Perasaan Little Gao menjadi sedih.

Dia tahu itu adalah darah, dan ia tahu darah itu milik siapa.

Ketika Zhu Meng tiba, ia meninggalkan pasukannya disini, dalam persiapan untuk pertempuran sampai mati dengan Zhuo Donglai.

“Kau harus tahu bahwa Zhuo Donglai tak mungkin tidak bersiap-siap,” kata pria dengan kotak. “Anak buahnya tidak ada disini, mereka berada di luar. Dia tahu kau akan menempatkan pasukanmu disini, jadi ia ingin mengepungmu dari luar.”

Zhuo Donglai telah mengerahkan seratus lima dan dua puluh orang, semuanya adalah orang-orang terbaik.

“Meskipun ia mempunyai beberapa kali lipat daripada jumlah pasukanmu, Zhuo Donglai tak akan mau bertindak gegabah.”

“Karena dia tahu bahwa orang-orang Lion Clan yang datang adalah laki-laki sejati yang tak takut mati, dan mereka semua kemari untuk pergi bersama-sama, terlepas dari risiko hidup mereka.”

“Risiko hidup mereka?” Pria dengan kotak tertawa. “Apakah kau pikir mempertaruhkan hidup seseorang ada gunanya? Jika kau mempertaruhkan hidupmu untuk melawan diriku, apakah itu ada gunanya? Apakah aku begitu takut sehingga aku tak dapat bergerak? ” Pertanyaannya tajam dan tanpa emosi, dengan cara yang membuat seseorang mustahil untuk menjawab. Dia bahkan tak memberi Little Gao kesempatan untuk menjawab. “Terkadang mempertaruhkan nyawa seseorang hanya memberikan beberapa jumlah orang untuk mati. Zhuo Donglai tak takut dengan orang-orang itu.”

“Siapa yang ia takuti?”

“Kau!”

Little Gao tertawa, tertawa dengan pahit. “Jangan bilang kau lupa tentang pertempuranku dengan Sima di Great Wild Goose Pagoda?”

“Tetapi Sima tidak berada di Chang’an.”

“Dimana dia?”

“Di Luoyang,” kata pria dengan kotak. “Dia tak seperti Zhuo Donglai. Dia memiliki semangat juang yang sama seperti Zhu Meng. Hanya saja ia terlalu banyak dikendalikan.”

“Jika Sima berada di Chang’an, dan dikirim oleh Zhuo Donglai, bagaimana mungkin dia bisa berurusan denganmu dan Zhu Meng? Jika bawahannya telah membuat langkah pertama, Akankah kau membiarkannya pergi? “

Little Gao melihat noda-noda darah pada kelopak bunga diatas salju, dan keringat dingin bermunculan dipunggungnya.

Jika bukan karena Die Wu, mungkin mereka akan memiliki kesempatan yang sangat bagus untuk mengeksekusi Zhuo Donglai sebelum perjamuan.

“Itu adalah kesempatanmu satu-satunya, dan kau membiarkannya saja, karena kau meninggalkankan tempat itu,” kata pria dengan kotak. “Tentu saja, kau harus pergi, karena kau adalah seorang pria sejati, dan tak akan jatuh bersama-sama dengan Zhu Meng karena seorang wanita.” Suaranya tampak begitu dingin dan menggigit. “Tapi apakah kau pernah berpikir bahwa kau telah meninggalkan Zhu Meng disaat yang paling diperlukan? meninggalkannya demi seorang wanita yang kakinya terputus, karena kau berpikir bahwa kau adalah seorang sahabat sejati. Namun aku berpikir bahwa kau adalah sahabat sejati Zhuo Donglai, karena kau meninggalkan Zhu Meng dan delapan puluh enam saudara Lion Clan.”

Little Gao tak dapat mengatakan apa-apa, bahkan tak ada satupun kata. Bajunya benar-benar basah dengan keringat.

“Jadi mereka mempertaruhkan nyawa mereka,” kata pria dengan kotak, “dan sayangnya hal itu tak akan mebawa banyak manfaat. Setelah kau pergi, tempat ini menjadi rumah jagal. Apakah kau tahu seperti apa rumah jagal itu?”

Little Gao perlahan mengangkat kepalanya dan menatapnya, suaranya serak karena sedih. “Aku tak tahu. Apakah kau tahu?”

“Tentu saja aku tahu, karena aku disini ketika hal itu terjadi.”

“Kau duduk-duduk disini dan menyaksikan semua orang-orang itu membunuh satu sama lain sama seperti ternak lainnya?”

“Aku tak hanya menonton, aku juga menyaksikannya dengan sangat hati-hati. Aku melihat setiap pukulan pedang dengan sangat jelas.”

“Apakah hal itu membuat dirimu bahagia ketika menyaksikannya?”

“Tidak senang, Namun juga tak sedih,” kata pria yang membawa kotak itu dengan nada dingin. “Karena itu adalah masalahmu, dan tak ada hubungannya denganku.”

Little Gao telah berjuang untuk menahan amarahnya, tetapi akhirnya meledak seperti api yang berasal dari tungku.

“Apakah kau manusia?”

“Ya.”

“Jika kau adalah manusia, bagaimana bisa kau hanya duduk-duduk dan menonton orang-orang itu terbantai seperti binatang?” Kekuatan dari pertanyaannya akan menggerakkan hati siapapun yang memiliki emosi. “Kenapa kau tidak menyelamatkan mereka?”

Tawa pria dengan kotak itu cukup dingin untuk merembes melewati sumsum seseorang. “Kenapa kau tak tetap tinggal disana dan menyelamatkan mereka? Mengapa kau terbaring disalju dan menunggu untuk mati? “

Little Gao tak mengatakan apa-apa.

“Jika kau benar-benar ingin mati, Kau tak perlu pergi untuk mencari kematian itu, karena Zhuo Donglai telah merencanakan semua untukmu. Dia telah membuat perjanjian dengan seseorang yang dapat mengirimmu untuk mati setiap saat. “

“Mengirimku untuk mati bukanlah hal yang mudah,” Little Gao tertawa dingin. “Siapa orang itu?”

“Memang benar bahwa tak banyak orang yang dapat mengirimkanmu untuk mati, tetapi orang ini tak pernah gagal dalam upayanya untuk membunuh seseorang.”

“Oh?”

“Kau seharusnya tahu bahwa beberapa orang di Jianghu mencari nafkah dengan cara membunuh orang lain. Semakin tinggi harga dikepala mereka, semakin kecil kemungkinan mereka untuk gagal.”

“Dan ia menemukan orang dengan harga kepala tertinggi itu?”

“Ya.”

“Kau tahu siapakah orang yang mencari nafkah dengan cara membunuh itu?”

“Aku tahu. Dia bermarga Xiao, karakter yang sama dengan ‘xiao’ seperti dalam ungkapan ‘The whistling of the sword energy. ” Nama lengkapnya adalah Xiao Leixue.”

“Dan kau adalah Xiao Leixue.”

“Benar.”

Little Gao benar-benar tenang. Hanya semacam kejutan yang menusuk ini yang dapat menarik keluar kesedihan dan kebingungannya menjadi sebuah ketenangan.

Kabut pagi hari mulai bermunculan. Ia menatap kearah pria misterius itu, lebih misterius daripada kabut itu sendiri, dan ia mendesah.

“Ini benar-benar mengecewakan. Aku benar-benar tak pernah membayangkan bahwa kau akan membunuh orang lain untuk uang. “

“Aku juga tak pernah membayangkan hal itu,” kata Xiao Leixue. “Sudah sangat lama aku membunuh semua orang untuk uang. Hal semacam itu sangatlah tidak menarik. “

“Jadi mengapa kau membuat pengecualian?”

Xiao Leixue tak menjawab secara langsung. Matanya yang berwarna abu-abu seperti penuh dengan ekspresi misterius.

“Setiap orang memiliki sebuah tali yang melekat pada tubuh mereka, dan kebanyakan orang secara perlahan terikat semakin ketat dengan tali itu sepanjang hidup mereka. Bagi sebagian orang, tali itu adalah keluarga, istri, dan anak-anak. Bagi orang lain, itu adalah uang, prestasi, dan tanggung jawab. Orang-orang seperti dirimu dan Zhu Meng tak terikat oleh macam tali seperti itu, tapi kau membuat tali untuk dirimu sendiri. “Dia menatap kearah Little Gao. “Emosi. Emosimu terlalu kuat, dan itu adalah talimu.”

“Dan kau?” Tanya Little Gao. “Bagaimana denganmu? tali seperti apakah yang mengikat dirimu?”

“Kontrak.”

“Kontrak?” Little Gao tak mengerti. “Kontrak apa?”

“Sebuah kontrak pembunuhan.”

Suara Xiao Leixue ini nampak muncul dari tempat yang jauh. “Sekarang aku adalah seorang pertapa dengan banyak kekayaan daripada kebanyakan negara. Namun pada dua puluh tahun silam, aku hanyalah seorang pengembara yang tak terkenal. Aku sama seperti dirimu, tanpa teman, tanpa saudara, dan tanpa asal-usul. Tanpa segalanya terkecuali kotak ini.”

“Kotak itu adalah senjata yang dirancang untuk membunuh orang, sehingga kau mulai mencari nafkah dengan cara membunuh orang?”

“Orang-orang yang aku bunuh adalah orang yang pantas mati. Jika aku tak membunuh mereka, pada akhirnya mereka akan terbunuh oleh seseorang. Meskipun hargaku sangat tinggi, aku sangat dipercaya. Jika aku mengambil kontrak, aku akan selalu menyelesaikannya.” Suaranya penuh dengan ejekan, ejekan untuk diri sendiri. “Oleh karena hal itu aku tak bisa tidur pada malam hari.”

“Tetapi pada akhirnya kau mencuci tanganmu dengan itu,” kata Little Gao dingin. “Karena kau telah mendapatkan uang yang cukup.”

“Benar. Pada akhirnya aku mencuci tanganku dengan itu, bukan karena aku telah mendapatkan cukup uang, Namun karena pada suatu malam setelah aku membunuh seseorang, aku menemukan diriku tak bisa tertidur. ” Pria itu memegang kotaknya. “Orang-orang yang seprofesi dengan diriku semuanya setuju bahwa itu adalah hal yang paling menakutkan yang bisa saja terjadi.”

“Jadi kenapa kau masih terikat dengan tali milikmu?”

“Karena kontrak yang aku maksudkan adalah kontrakku yang paling awal. Kontrak itu menetapkan bahwa kapanpun atau dimanapun, orang yang memegangnya dapat memintaku untuk membunuh seseorang. Tak peduli kapan atau siapapun sasaran orangnya, aku tak dapat menolak. “

“Dan kau tak pernah memenuhi kontrak tersebut?”

“Tak pernah,” kata Xiao Leixue. “Bukan karena aku tak mau, tetapi karena orang yang memegang kontrak itu tak pernah datang mencariku untuk memenuhi kontraknya.”

“Jadi, kontrak itu masih berlaku.”

“Benar.”

“Mengapa kau menandatangani kontrak kematian seperti itu?” Little Gao tampak terkejut. “Harga yang ia bayarkan pastilah sangat besar.”

“Benar.”

“Berapa banyak yang dia berikan?” Tanya Little Gao.

“Dia memberiku sebuah kehidupan.”

“Kehidupan siapa?”

“Kehidupanku sendiri. Ketika aku menandatangani kontrak tersebut, dia dapat membunuhku dimanapun atau kapanpun.”

“Membunuh dirimu tidaklah mudah. Siapa orang itu?”

Xiao Leixue menolak untuk menjawab. “Aku hanya dapat memberitahumu bahwa kontrak itu telah dikembalikan kepadaku dan terdapat sebuah nama diatasnya.”

“Nama seseorang yang akan kau bunuh?”

“Benar.”

“Dan namanya adalah Gao Jianfei?”

“Benar.”

Xiao Leixue melihat Gao Jianfei dengan tenang. Gao Jianfei juga tampak tenang melihat Xiao Leixue. Mereka luar biasa tenang, seolah-olah membunuh dan dibunuh adalah hal yang biasa.

Setelah beberapa lama.

Kemudian, Gao Jianfei bertanya, “Apakah kau tahu dimana mayat Zhu Meng berada? aku ingin pergi untuk membayarkan rasa hormatku kepadanya.”

“Tak ada mayat Zhu Meng,” kata Xiao Leixue. “Untuk saat ini, dia belum mati.”

Napas Little Gao tiba-tiba berhenti. “Zhu Meng membunuh siapapun yang menghalanginya pergi?”

“Dia tak membunuh siapapun yang menghalanginya pergi. Zhuo Donglai membiarkannya pergi. Kalau tidak, dia tidak akan pernah punya kesempatan.”

“Mengapa Zhuo Donglai membiarkannya pergi?”

“Karena Zhuo Donglai ingin meninggalkannya untuk Sima Chaoqun,” kata Xiao Leixue. “Kematian Zhu Meng akan menyebabkan sensasi besar di Jianghu. Dia biasanya meninggalkan hal-hal seperti itu untuk Sima Chaoqun untuk diselesaikan olehnya.” Ia perlahan melanjutkan,” Untuk membangun seorang pahlawan bukanlah hal yang mudah.”

“Benar. jelas hal itu tidaklah mudah.”

Setelah mengatakan hal tersebut, mereka berdua menutup mulut mereka. Dari kejauhan bisa terlihat gumpalan asap merah bermunculan keluar. Di tengah cahaya pagi muram ini, hal itu nampak hampir seperti aliran darah menusuk salju.

Kemudian gumpalan asap tersebar oleh angin. Dengan suara yang sangat aneh, Xiao Leixue berkata, “Ada sebuah tempat khusus yang harus aku datangi, dan kau harus pergi bersama denganku.”

Darimanakah gumpalan asap merah yang muncul itu berasal? Apakah gumpalan asap itu memiliki makna khusus?

-Apakah Itu adalah sebuah sinyal? Ataukah sebuah peringatan?

Tempat khusus apakah ini? Mengapa Xiao Leixue ingin membawa Little Gao pergi bersama dengannya?

Terkadang orang-orang akan memilih tempat khusus untuk membunuh seseorang. Apakah tempat ini dalah rumah jagal yang lain?

Itu bukanlah rumah jagal, dan benar-benar tak tampak istimewa sama sekali. Ini tampaknya hanya sebuah kuil desa kecil. Sebuah kuil kecil yang terletak dijalan terpencil.

Para dewa dari kuil kecil ini adalah sepasang roh bumi, dan jelas telah lama diabaikan. Di pagi dingin ini pada bulan kedua, sudah pasti tak akan ada yang membakar dupa.

Little Gao berdiri membisu disamping Xiao Leixue, melihat gambar dari roh-roh tersebut. Mereka telah melihat kemunafikan dunia, mengalami transformasi waktu secara bersamaan. Tiba-tiba ia merasakan kesepian yang tak terlukiskan.

Ia mendadak merasakan bahwa dua roh yang sederhana ini, yang pada zaman kuno dulu tak pernah dianggap sebagai sesuatu hal yang penting, merupakan roh yang lebih diberkati daripada dewa abadi perkasa dan bersinar yang tinggal dibagian atas langit tertinggi.

-Die Wu. Mengapa kau harus menjadi Die Wu? Mengapa kau tak bisa menjadi wanita yang lain?

Dia belum bertanya tentang apakah Die Wu masih hidup atau tidak, atau kemanakah ia sekarang.

Dia tak dapat bertanya.

Karena wanita itu bukan miliknya, dan ia hanya berharap bahwa ia bisa menyimpan kenangan beberapa hari bersama-sama dengannya dan membuatnya menjadi sebuah mimpi.

Translator / Creator: fatality