November 28, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 12: Even Just a Dance can Overwhelm Emotions (Part 2)

 

Dihari yang sama, Chang’an.

Chang’an Restaurant.

Di paviliun utama Chang’an Restaurant, di tengah-tengah terdapat sebuah sprei yang dingin, dengan aroma bunga plum yang sedang bermekaran.

Tak ada api yang membakar gedung, seolah-olah hal itu tak terjadi. Untuk mendambakan sebuah bunga plum yang bermekaran membutuhkan hawa sejuk. semakin sejuk maka semakin harum dan elegan bunga-bunga tersebut.

Hal ini merupakan sesuatu yang hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang memakai jas marten, meminum anggur berkualitas, tak pernah merasakan rasa lapar, dan kedinginan. Orang-orang yang tak makan dengan baik dan tak berpakaian hangat tidak akan mengerti tentang hal tersebut.

“Aku tak pernah berpikir bahwa dua tamu pria ini akan datang lebih awal daripada diriku.”

Ketika Zhuo Donglai memasuki paviliun, Zhu Meng dan Little Gao telah duduk-duduk disana dan meminum setengah kendi anggur.

“Tunjukkan kepalamu, karena terdapat sebuah pedang yang sedang menunggu. Sembunyikan kepalamu, terdapat pedang juga yang sedang menunggu. Kami memutuskan untuk datang, jadi kenapa tak datang lebih awal? meminum beberapa anggur gratis dan bersenang-senang.”

“Tentu saja. Ketua Klan Zhu benar, datang lebih awal lebih baik.” Zhuo Donglai tersenyum. “Semakin awal kau tiba, semakin banyak yang dapat kau lihat.” Satu demi satu, ia membuka seluruh jendela. “Selain bunga plum yang bermekaran, apa lagi yang ingin ketua klan lihat?”

“Aku ingin melihat tumpukan kotoran anjing. Dan aku tak yakin yang manakah kotoran anjing kampung berserakan atau bukan.”

Ekspresi Zhuo Donglai tak berubah, dan ia tampak tak marah.

“Aku tak yakin juga,” katanya. “Namun aku dapat menjamin bahwa anjing kampung itu tak aku kirim untuk menyergapmu, dan juga bukan orang-orang yang merupakan bagian dari Great Protection Agency.”

“Bagaimana bisa kau tahu bahwa itu bukan berasal dari Great Protection Agency?” Zhu Meng tertawa dingin. “Apa kau pernah bertanya? Apa kau pernah mendiskusikan hal itu?”

Zhuo Donglai masih tersenyum.

“Ada beberapa hal yang tak perlu ditanyakan,” katanya. “Misalnya, tumpukan kotoran anjing yang ingin ketua klan Zhu lihat, kita tahu itu bahwa anjing itu yang telah membuang kotoran, sehingga kita tak perlu bertanya bahwa kotoran itu berasal dari seekor anjing, karena baik anjing maupun kotoran anjing itu sama-sama tak dapat berbicara.”

Zhu Meng tertawa terbahak-bahak.

“Bagus, bagus sekali. Aku tak dapat menandingimu.” Dia tertawa dan mengangkat cangkirnya. “Aku hanya bisa minum-minum denganmu.”

“Mari kita minum-minum.” Zhuo Donglai mengangkat cangkirnya dan kemudian meminumnya. “Namun, ada sesuatu hal yang perlu kau dan aku ketahui.”

“Apa itu?”

“Kesediaan ketua klan Zhu untuk menerima undangan saya disini bukan hanya karena ia ingin minum-minum dengan saya saja.”

“Oh?”

“Ketua klan Zhu datang karena ia ingin melihat trik apa yang Zhuo Donglai miliki dilengan bajunya.”

Zhu Meng tertawa. “Kau benar lagi. Kau memang serba benar.”

Tawanya tiba-tiba berhenti. mata merahnya muncul kembali dan menunjukkan ekspresi keras bagaikan petir. “Trik apakah yang kau miliki dilenganmu?”

“Sebenarnya, aku tak mempunyai trik apapun. Bahkan jikalau memang ada, orang yang memainkan trik ini bukanlah diriku. “

“Jika bukan dirimu, lalu siapa?”

Zhuo Donglai menuangkan secangkir dan meneguknya. Kemudian, dengan caranya yang unik untuk mengatakan satu kata pada satu waktu pada saat berbicara ia berkata, “Saya mengundang Ketua Klan Zhu kemari pada malam ini karena seseorang akan melakukan tarian untuk raja.”

Ekspresi wajah Zhu Meng berkedip.

Perasaan hati apakah yang ia alami pada saat ini?

Tidak ada seorangpun yang dapat membayangkan dan menggambarkannya. Gesekan pisau, tusukan jarum, terbakar oleh api; tak ada satupun dari hal tersebut yang dapat menggambarkan hal tersebut.

Zhuo Donglai mengangkat gelasnya kepada Little Gao.

“Tarian Die Wu merupakan tarian yang sangat terbaik yang pernah ada dimuka bumi. Tarian itu adalah sesuatu tarian yang tak banyak dilihat oleh orang lain. Kau dan aku memiliki hak istimewa pada malam ini.”

Little Gao tak mengatakan apa-apa.

Zhuo Donglai tertawa. “Meskipun, pada malam ini aku mengundang Saudara Gao kemari bukan hanya untuk melihat tarian saja.”

“Kau mengundangku kemari untuk melihat apa?”

“Seseorang.” Zhuo Donglai berbicara satu kata dalam satu waktu. “Seseorang yang sangat ingin dilihat oleh saudara Gao.”

Ekspresi Little Gao juga berkedip-kedip.

-Seorang wanita yang namanya tak diketahui oleh dirinya, dan suatu hubungan yang tak dapat dilupakan.

Zhuo Donglai tertawa riang. “Tampaknya saudara Gao telah menebak siapa yang aku bicarakan.”

Dicangkir anggur yang Little Gao bawa terdapat sebuah retakan-retakan kecil yang telah hancur. Pecahan-pecahan cangkir itu menusuk telapak tangannya.

Zhu Meng tiba-tiba menggeram seperti harimau, tangannya mencengkram, pembuluh darahnya menonjol keluar. Dia memegang jubah Zhuo Donglai. “Dimana dia? Dan dimana orang lain yang sedang bicarakan itu? “

Zhuo Donglai tak bergerak sama sekali. Dia melihat dingin tangan Zhu Meng dan menunggu sampai ia melepaskan tangannya dari jubahnya. Kemudian secara perlahan ia berkata, “Orang yang aku bicarakan akan tiba setiap saat.”

Tampaknya kata-katanya tertuju langsung kepada Zhu Meng, namun tatapan matanya tetap mengarah kepada Little Gao.

Translator / Creator: fatality