November 28, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 12: Even Just a Dance can Overwhelm Emotions (Part 1)

 

Bulan kedua, hari kedua puluh tiga.

Luoyang.

Salju tertiup memenuhi langit.

Sima Chaoqun mengenakan topi bambu lebar dan jubah berbulu kempa. Dia mencambuk kudanya untuk berlari kencang melewati badai saljut pada musim dingin yang terakhir, Berlari dari Luoyang menuju Chang’an.

Dia mengetahui bahwa Zhu Meng kemungkinan besar sudah berada di Chang’an.

Kekuatan Great Protection Agency berlimpah, namun terlalu tersebar luas. Sebagian besar dari mereka memiliki bakat tertinggi dan terdiri dari berbagai macam atasan dari Jianghu, yang sebagian besar tak akan mudah meninggalkan markas operasi mereka untuk melakukan perjalanan ke Chang’an.

Orang-orang yang dipimpin oleh Zhu Meng menuju ke Chang’an adalah para pasukan yang bersiap-siap untuk mati, masing-masing dari mereka bernilai lebih dari sepuluh orang, dengan tak ada niatan untuk kembali ke Luoyang hidup-hidup.

Zhuo Donglai menyadari hal ini, dan tak akan masuk ke dalam perang terbuka.

Tetapi ia memiliki rencana untuk menghadapi Zhu Meng, dan rencananya tentu akan sangat efektif.

Curang, kejam, hina, tetapi sangat efektif.

Tak ada orang yang dapat mengerti Zhuo Donglai lebih baik daripada Sima Chaoqun.

Sima Chaqun ingin kembali secepat mungkin, dan mencegah Zhuo Donglai melakukan sesuatu yang akan ia sesali sepanjang hidupnya.

Dia telah mendaki cukup tinggi, dan merasa sangat lelah.

Dia tak ingin mendaki lebih jauh lagi agar melampaui bangkai Zhu Meng dan mencapai tingkat selanjutnya.

Metode apa yang akan Zhuo Donglai gunakan untuk menangani Zhu Meng dan Little Gao?

Sima Chaoqun tidak tahu, dan tidak berpikir tentang hal itu. Berkibar kepingan salju memenuhi langit seperti kupu-kupu menari yang tak terhitung jumlahnya.

Hatinya tiba-tiba tenggelam, karena ia mengetahui apa yang telah direncanakan oleh Zhuo Donglai.

Translator / Creator: fatality