November 28, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 11: Eighty-Eight Slain (Part 5)

 

“Aku tahu Zhu Meng tak akan bisa melepaskan Die Wu,” kata Zhuo Donglai dingin. “Namun aku tak berpikir bahwa dia akan membiarkanmu pergi dengan begitu mudah.” Matanya terisi ekspresi penuh makna. “Membiarkan musuh pergi begitu mudah, karena itu semua untuk seorang wanita. Bukankah Zhu Meng khawatir saudara-saudaranya akan melihat rendah dirinya? Tidakkah ia khawatir tentang melemahnya semangat mereka?” Dia tertawa dingin. “Apakah Die Wu begitu memikatnya?”

“Moral mereka tak rendah,” kata Zhuo Qing.

“Karena Gao Jianfei memahami suasana hati Zhu Meng, dan dapat mencari jalan keluar atas kesulitannya. Dia yang menyebabkan saudara-saudara Zhu Meng percaya bahwa ia melepaskan musuh bukan karena seorang wanita, melainkan karena kode persaudaraan.”

“Ketika dua negara sedang berperang, kau tak akan membunuh seorang duta besar. Zhu Meng adalah orang yang langsung ke inti permasalahan dan jujur, dan bagaimana bisa ia membunuh seseorang yang tak bersenjata?” Mata Zhuo Qing bersinar dengan kekaguman. “Itulah yang dikatakan oleh Gao Jianfei.”

Zhuo Donglai terus tertawa. “Orang itu benar-benar teman sejati Zhu Meng. Saudara-saudaranya semua yang lain hanyalah babi.”

“Sebenarnya, mereka mengerti apa yang dilakukan oleh Gao Jianfei,” kata Zhuo Qing. “Tetapi mereka tak mau mencemooh Zhu Meng. Karena mereka tak ingin Zhu Meng menjadi orang yang berdarah dingin. Karena seorang pahlawan sejati tidak kejam.”

“Dan orang macam apakah yang bisa menjadi kejam?”

“Orang yang ambisius,” kata Zhuo Qing. “Pahlawan yang tak meneteskan air mata (Heroes Shed No Tears), orang-orang ambisius adalah seseorang yang kejam.”

Mata Zhuo Donglai bersinar dengan dingin dan ganas. Ia menatap Zhuo Qing dalam waktu yang lama, sebelum memintanya dengan dingin,”Jika Gao Jianfei tak mengatakannya, akankah Zhu Meng membunuhmu?”

“Dia tetap tak akan melakukannya.”

“Kenapa tidak?”

Suara Zhuo Qing terdengar aman dan tenang. “Karena dalam hatinya, kehidupan Die Wu lebih berharga daripada diriku.”

Translator / Creator: fatality