November 28, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 11: Eighty-Eight Slain (Part 4)

 

Restoran paling terkenal yang berada di Chang’an adalah “Chang’an Restaurant.” Kedai teh yang paling terkenal di Chang’an juga disebut “Chang’an Restaurant.” Namun Chang’an Restaurant Eatery dan Chang’an Restaurant Teahouse itu benar-benar berbeda.

“Chang’an Restaurant, sudah pasti tak mudah.”

Untuk memulai Eatery (Restauran) atau Teahouse (Kedai Teh) seperti itu sudah pasti susah.

Chang’an Restaurant Eatery berada disebelah barat kota. Kebun dan tamannya luas, garpu-garpunya elegan. Ditengah-tengahnya terdapat bunga-bunga lebat dan pohon-pohon sebanyak sepuluh paviliun, setiap lantai dari masing-masing pavilion itu dihiasi dengan megah. Kualitas makanannya sangat tinggi, dan tempat itu mendapatkan pujian tanpa henti.

Chang’an Restaurant Teahouse berada dipusat kota, disalah satu jalan yang paling berkembang dan ramai. Harga yang wajar dan bisnis yang baik. Dan entah seseorang sedang meminum teh, alkohol, atau bahkan sedang makan-makan, semua ukuran porsinya sangatlah banyak, dan sudah pasti tak akan pergi meninggalkan tempat ini karena mereka merasa seperti telah mengambil  banyak keuntungan dari tempat tersebut.

Sehingga setiap pagi, setiap pelanggan yang berjalan akan menemukan tempat untuk berkumpul.

Karena selain makanan dan minuman, anda bisa menikmati berbagai macam hiburan lainnya di sana. Anda bisa melihat orang-orang aneh yang berlarian kearah rekan-rekan mereka yang lama. Mungkin terdapat seorang wanita yang duduk di meja sebelah anda, meminum teh bersama suami dan anak-anaknya, yang mungkin adalah kekasih anda dimasa lalu. Dan mungkin ada seseorang yang duduk disudut ruangan dan tak mengangkat kepalanya adalah seorang debitur yang telah lama anda cari.

Jika anda tak ingin ditemukan, ini bukanlah tempat yang tepat untuk dituju.

Dan Zhu Meng sedang berada disana.

Dia tak takut untuk ditemukan; sebenarnya ia sedang menunggu seseorang dari Great Protection Agency untuk datang mencarinya.

Tak ada seorangpun yang bersedia untuk bertanya kepadanya, “Mengapa kau datang ke sini. Mengapa kau tak mati saja dalam perjalananmu menuju ke Great Protection Agency?”

Zhu Meng mempunyai alasan.

-Chang’an adalah markas operasi Great Protection Agency, dan dipenuhi dengan para ahli seni bela diri. termasuk Sima Chaoqun dan Zhuo Donglai ini. Jadi tentu saja mereka menunggu dengan sabar hingga musuh mereka tiba, setelah meletakkan diri mereka dalam posisi yang menguntungkan.

“Kami kesini untuk menentang kematian, tak menyerahkan diri untuk hal itu. Mungkin kita harus mati, namun kita tak perlu mati sia-sia.”

-Ketika bertarung melawan musuh yang tangguh, hanya mengandalkan keberanian tidaklah cukup.

“Kita harus sabar, dan bergantung pada diri kita masing-masing, serta menanggung berbagai macam penghinaan agar dapat berhasil mencapai misi kami.”

-Die Wu, akankah kau benar-benar menari untuk orang lain?

Zhu Meng berusaha sekeras mungkin untuk tak memikirkannya.

Meskipun gerakan Die Wu ketika menari melekat dan tak dapat dilupakan dalam memori seseorang, Darah merah Cleats menangkal semua hal tersebut.

Dia telah bersumpah, tak akan membiarkan darah Cleats terbuang sia-sia.

Tak ada diantara mereka yang minum-minum.

Emosi mereka bangkit, semangat juang mereka membara, Dan mereka tak perlu bergantung kepada alkohol untuk memberikan mereka dorongan.

Kedai teh itu memiliki meja lebih dari seratus, dan mereka telah menduduki ketiga belas meja ditempat tersebut. Sebelumnya, kedai teh itu ramai, tetapi semenjak mereka muncul, lebih dari setengah pelanggan telah melarikan diri.

Setelah melihat jumbai merah berdarah dipedang mereka, kain putih dikepala mereka, ekspresi pembunuh diwajah mereka, semua orang tahu bahwa orang-orang asing ini tak kesini untuk meminum teh.

Mereka semua kesini untuk meminum darah.

Darah dari musuh-musuh mereka.

Zhuo Qing tiba sendirian.

Ketika ia memasuki kedai teh, mereka semua tak melihatnya, karena mereka tak tahu siapa dia.

Hanya Little Gao yang tahu.

Pemuda ini telah meninggalkan kesan yang mendalam tentang Little Gao, namun sepertinya Zhuo Qing tak mengenalinya. Ia masuk ke kedai teh dan berjalan langsung menuju kearah Zhu Meng.

“Apakah kau adalah ketua Lion Clan dari Luoyang?”

Zhu Meng tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan kedua matanya yang merah. “Ya, aku adalah Zhu Meng. Kau siapa?”

“Hamba bermarga Zhuo.”

“Kau bermarga Zhuo?” Tanya Little Gao dengan terkejut. “Aku ingat kau bukan bermarga Zhuo sebelumnya.”

“Oh?”

“Kau dulu bermarga Guo. Aku mengingatnya dengan sangat jelas.”

“Aku tak ingat,” kata Zhuo Qing dengan nada dingin. “Aku telah melupakan masa lalu dengan sangat cepat. Itu adalah hal-hal yang harus dilupakan, Aku tak akan mengingatnya.”

Dia memandang Little Gao dengan tenang, wajahnya benar-benar tanpa ekspresi. “Tak ada salahnya bagi anda untuk belajar sedikit dari diriku. Mungkin kehidupan anda akan menjadi sedikit lebih bahagia.”

-Seringkali pada saat yang tidak pantas orang-orang akan mengingat hal yang seharusnya mereka tak ingat. Ini adalah salah satu penderitaan terbesar.

-Apakah Little Gao sekarang sedang berpikir tentang wanita itu?

Dia tiba-tiba ingin minum.

Ketika pikiran-pikiran tersebut memasuki kepalanya, Zhu Meng tertawa. Ia menoleh dan tertawa dengan liar. “Baiklah!” Dengan suara keras ia memesan, “Bawalah anggur! Aku ingin meminum tiga mangkuk besar anggur dengan seorang pemuda yang pandai berbicara ini.”

“Hamba tak ingin minum-minum sekarang,” kata Zhuo Qing. “Aku tak bisa menemani anda.”

Tawa Zhu Meng tiba-tiba berhenti, dan ia menatapnya dengan tatapan seperti predator. “Kau tak ingin minum dan tak ingin menemaniku?”

“Benar, hamba tak ingin minum. Bahkan tak satu tetespun.” Zhuo Qing bahkan tak berkedip. “Ketika hamba ingin melupakan sesuatu, hamba tak perlu meminum alkohol.”

Zhu Meng menginjak kakinya dengan keras kelantai. Teko yang berada ditangannya hancur. “Kau benar-benar tak akan minum?”

Ekspresi Zhuo Qing tak berubah. “Jika ketua klan ingin membunuh hamba sekarang, itu akan menjadi mudah seperti membalik tangan. Tetapi untuk membuat hamba minum akan sesulit seperti mendaki ke atas langit.”

Zhu Meng tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. “Kau anak yang baik. Kau memiliki nyali. Dan kau bermarga Zhuo, apakah Zhuo itu sama dengan Zhuo Donglai? “

“Ya.”

“Dan Zhuo Donglai mengirimmu kesini?”

“Ya.”

“Untuk apa?”

“Hamba dikirim kemari untuk mengirim undangan kepada ketua klan dan pendekar Gao. Malam ini Tuan Zhuo ingin mengadakan pesta untuk menyambut untuk anda, di Paviliun utama Chang’an Restaurant, dibagian barat kota.”

“Apakah dia tahu berapa banyak orang yang kita bawa kemari?”

“Tak menghitung pendekar Gao, ketua klan telah membawa delapan puluh enam orang.”

“Dan ia hanya ingin mengajak kita berdua?” Zhu Meng tertawa dingin. “Zhuo Donglai benar-benar terlalu pelit.”

“Hamba rasa Tuan Zhuo Donglai tidaklah pelit, namun ia sangat berhati-hati.”

“Sangat berhati-hati?”

“Karena Tuan Zhuo sangat berhati-hati, ia hanya berani mengundang ketua klan dan pendekar Gao.”

“Kenapa?”

“Ketika dalam situasi yang sangat berbahaya, dua pahlawan yang tak tertandingi dapat datang dan pergi kapan saja seperti yang mereka inginkan.” Zhuo Qing tertawa dingin. “Hamba kuatir orang-orang lain tak dapat melakukannya.”

Zhu Meng tertawa lagi. “Baiklah. Meskipun Pavilion utama Chang’an Restaurant merupakan tempat yang memiliki situasi yang sangat berbahaya, Zhu Meng dan Little Gao akan tetap pergi. Namun seharusnya kau tak datang kemari.”

“Kenapa?”

“Ketika seseorang yang berbakat sepertimu tiba-tiba muncul, bagaimana aku bisa tahan untuk membiarkan ia pergi?” Tawa Zhu Meng dingin bagaikan salju. “Jika aku membiarkan dirimu pergi, bukankah semua orang yang ada dibawah langit akan menertawakan diriku, dan mengatakan bahwa Zhu Meng tak dapat melihat pahlawan berdiri tepat di depannya?”

Zhuo Qing tiba-tiba tertawa.

“Jika Yang Jian dapat berlindung dibawah Great Protection Agency, maka saya juga dapat berlindung dibawah Lion Clan. Namun aku kuatir bahwa hal itu tak mungkin terjadi.”

“Dan kapankah hal itu dapat terjadi?”

“Ketika Lion Clan cukup kuat untuk mengalahkan Great Protection Agency.” Zhuo Qing tampaknya benar-benar tak memiliki emosi. “Hamba bukanlah orang yang sangat loyal, tetapi hamba memiliki pandangan yang sangat jelas untuk melihat segala hal.”

Little Gao menatapnya dan terkejut. Dia benar-benar tak pernah membayangkan bahwa ia akan mendengar kata-kata seperti itu datang dari mulut seseorang yang begitu muda.

Zhuo Qing menyadari perubahan ekspresi pada dirinya. “Aku mengatakan yang sejujurnya,” katanya. “Terkadang kejujuran itu terdengar sangat tidak menyenangkan.”

Zhu Meng tertawa. “Lalu haruskah aku membiarkan kau kembali ke Zhuo Donglai sehingga kau dapat membantu dirinya untuk melawan kami?”

“Hamba sudah mengatakan, ketua klan dapat membunuh hamba dengan mudah seperti membalik tangan. Namun ketua klan harus menyadari bahwa jika ketua membunuh hamba, kemudian melihat orang tertentu lagi maka akan sesulit seperti mendaki keatas langit.”

Wajah Zhu Meng berubah warna.

Dia mengetahui “orang tertentu” yang Zhuo Qing katakan. Pernyataan itu seolah-olah memangkas dirinya seperti cambuk, dan tiba-tiba ia tak mengetahui bagaimana cara untuk melindungi dirinya sendiri.

Zhuo Qing telah membungkuk dan memberi hormat. “Hamba akan pergi sekarang.”

Dia tiba-tiba berbalik dan berjalan pergi, dan tak khawatir sama sekali jika ada seseorang yang mungkin akan memenggal kepalanya dari belakang. Dia tak menatap kearah Zhu Meng lagi.

Pembuluh darah pada dahi Zhu Meng mulai membesar.

-Dia tak dapat membiarkan Zhuo Qing pergi, tak dapat membiarkan para bawahannya melihat dirinya membiarkan musuh pergi dengan bebas karena seorang wanita.

-Tetapi bagaimana bisa ia membiarkan Die Wu mati?

Little Gao mendesah. “Aku tak pernah berpikir bahwa ia dapat melihat segala sesuatu begitu jelas. Dia mengerti bahwa Lion Clan Zhu Meng tak akan membunuh orang yang tidak bersenjata, seseorang yang berakting untuk mengirimkan sebuah undangan.” Ia melihat sekeliling. “Tak akan ada pria sejati yang melakukan sesuatu hal seperti itu, biarkan Zhu Meng sendiri membiarkannya pergi.”

Salah satu dalam kelompok berdiri dan berkata dengan suara nyaring, “Kakak besar Gao benar. Saudara-saudara, marilah kita semua bersulang untuk kakak besar Gao. “

Delapan puluh enam orang semuanya bersorak setuju, suara mereka berdering seperti guntur. Little Gao merobek jaketnya. “Baiklah! Bawakan anggur! “

Translator / Creator: fatality